DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Batas Kesabaran


__ADS_3

Setelah sepergian mereka dan kegiatan menjemur Mimi pun selesai. Mimi melihat ke arah bangku, di sana terdapat beberapa buku catatan dan buku paket Syahril dan diatasnya ada HP. Mimi pun mengambilnya untuk di bawa masuk.


Mimi tak berniat lagi memegang hp nya, setelah di bawa masuk ke dalam rumah, Mimi meletakkan buku dan HP itu ke atas meja TV.


Tak lama ada salam dari luar dan ternyata itu adalah pakcik.


"Assalamu'alaikum" ucap pakcik seraya langsung masuk.


"Waalaikumsalam, dari mano cik?" tanya Mimi


"Dari keramba, nah Mi ikannya." jawab pakcik dan memberi ikan yang di bawanya dari keramba.


Pakcik Mimi adalah wiraswasta dia memiliki usaha keramba ikan yang mana keramba itu ada di danau di daerah olak.


Setelah menerima ikan dari pakcik, ikan tersebut langsung Mimi bersihkan. Disaat sedang membersihkan pakcik berucap kembali untuk memberitahu Mimi kalau Syahril selama ujian dia kan pulang kerumah Nyai.


"Mi," panggil pakcik.


"Iyo Cik." jawab Mimi tapi tangan masih membersihkan ikan.


"Kamaren Syahril minta izin selama dia ujian pulangnya ke sini." ucap pakcik memberitahukan.


"Oo" Mimi hanya menjawab singkat.


"Nah tu nanti ikan dimasak in lah buat lauk makan siang kalian nanti." ujar Pakcik.


"Hmm." Mimi masih enggan menjawab.


"Oh yo Mi, Mimi lah masak ikannya yo? bicik sama pakcik nak kerumah gede Naya ( gede:nenek)." ucap bicik.


"Yaudah bicik sama pakcik pergi dulu." pamit bicik dan mereka pun berlalu pergi.


Huhhh Mimi menghembuskan nafasnya mengeluarkan kepenatan hati.


"Hmm ngapain sih pakek pulangnya kesini,bikin repot aja."


"Enak pulang, bisa menikmati kasur, huh." Mimi terus bergumam.


"Dasar egois."


"Bisa-bisanya dia punya pikiran begitu, huh." gumam Mimi dan menghentak kan ikan yang ada di tangannya dengan keras. "Paaaaak"


Tak terasa air mata Mimi menetes karena kesal di hatinya.


"Yaudah lah mulai sekarang aku harus kembali menata hatiku. Mungkin ini jawaban dari tuhan." gumam Mimi.


"Kemana kak Syahril yang Mimi kenal dulu, kenapa kakak jadi seperti ini sih."


"Dasar egois, dia aja sudah dijodohkan kenapa dia marah kalau ada yang mau dekat dengan diriku."


Walau hati dongkol dan kesal Mimi tetap memasak buat makan siang.


Habis memasak Mimi segera membersihkan segala peralatan masak yang dipakai tadi dan setelah itu Mimi segera pergi mandi dan mencuci pakaian yang di pakainya.


*Disekolah*


Sesampainya disekolah Syahril langsung di cerca bersama ketiga sepupunya.


Terlihat wajah Syahril yang masih kesal sama Mimi dan itu tak luput dari pandangan Ryan dan Andri.


"Riil." panggil Ryan ketika Syahril turun dari motor dan hendak langsung berjalan masuk ke koridor sekolah menuju kelas.


Syahril masih tak menghiraukan panggilan Ryan sehingga Ryan mengejar dan mengamit dan menyeret tangan Syahril.


"Riil, Lo apaan hah." sergah Ryan sambil terus menyeret tangan Syahril.


Andri dan Rudi yang melihat Ryan sudah bertampang marah mendekat ke arah mereka.


"Sabar Yan." ucap Andri yang melerainya.


"Kita omongin baik-baik." Rudi menimpali.


"Dan lo Riil! kenapa lo ngomong gitu sama Mimi? gak liat apa Lo, Mimi kecewa dengan ucapan Lo tadi." Ucap Andri.


"Kenapa hah! Lo pada nggak terima gitu! Lo pada ngomong gitu karena bukan terjadi pada diri Lo pada, tau nggak!" ucap Syahril dengan menghentakkan tangan Ryan dengan Syahril


"Riil, kita bisa omongin itu semua dengan baik-baik, jangan elo ikutin ego lo." ucap Rudi.


"Jangan sampai Lo nyesal ntar Riil, bisa jadi akibat lo selalu mencurigai dan menuduh Mimi gitu malah jadi do'a." terang Rudi kembali dengan memegang kedua bahu Syahril.


"Emang lo ada masalah apa sih Riil, ampe lo sebegitu marahnya?" tanya Andri.


"Tanya kan baik-baik sama Mimi, belum tentu apa yang elo tuduhin itu benar." Rudi mencoba menasehati Syahril.


"Kalau Mimi mau berpaling dari elo mungkin sejak elo diamin dia dua bulan, pasti udah gak mau dia terima lo lagi." ucap Ryan dan berlalu ninggalin Syahril dan yang lain.


"Riil, apa yang dikatakan Ryan itu benar. Coba elo renungin lagi dan ntar lo minta maaf sama Mimi. Gue hanya nasehatin lo supaya ntar lo gak nyesel." Ucap Andri dengan menepuk pundak Syahril dan diapun ikut berlalu menyusul Ryan begitu pula dengan Rudi.


Selama ujian semua peserta ujian melaksanakan dengan tertib.


Selama ujian hati Syahril bercabang antara Mimi dengan Adit dan ujiannya, sehingga kefokusannya sedikit terganggu, berkali-kali Syahril mendesah kan nafas dan mengusap mukanya namun karena emang dasarnya otaknya encer diapun dapat mengisi semua soal-soal ujian hari itu.


*Dirumah*


Mimi yang habis masak dan beberes terdengar suara HP bergetar dan Mimi hanya melihat siapa yang nelpon dan ternyata no yang tak Mimi ketahui makan Mimi pun mengabaikannya.


Suara getaran dan dering HP selalu berbunyi namun Mimi tetap mengabaikannya karena Mimi tak ingin lagi memegang HP itu lagi.


Mimi begitu kecewa terhadap Syahril yang menuduhnya tanpa mau mendengarkan penjelasan nya.

__ADS_1


"Ini baru jadi pacar gimana kalau jadi istrinya bisa-bisa aku tak bisa lagi bertemu dengan Teman-teman ku." Gumam Mimi sambil menyapu ruang tamu.


"Ah masa bodoh lah mau gimana ke depannya kalau sikapnya seperti ini terus, cemburuan nya tak pernah akan bisa dihilangkan."


"Ya rabbb, aku kecewa sama dia tapi aku sangat menyayanginya. Ampuni aku yang terlalu berlebihan mencintai dan menyayangi nya. Hanya engkau yang menentukan nasib kami dimuka bumi ini." gumam Mimi.


Semua rumah sudah bersih, Mimi juga sudah meletakkan sapu pada tempatnya dan seelah itu Mimi masuk ke dalam kamar untuk beristirahat dan sebelumnya mimi menutup pintu.


Jam sudah menunjukkan pukul 11.30 Syahril dkk telah pulang dari sekolah, seperti yang dikatakannya bahwa dia akan pulang kerumah Nyai Mimi.


Saat berada di parkiran motor, ketiga sepulu Syahril memastikan Apakah Syahril akan pulang ke rumahnya nya Mimi atau lulang ke rumahnya.


"Lo jadi Riil pulang kerumah Nyai nya Mimi?" tanya Rudi.


"Jadilah," jawabnya


"Gak malu lo Riil ke sana habis marah-marah sama Mimi tadi pagi." sindir Ryan.


"Kalo elo nggak mau ikut ya gak usah ikut, gak usah pakek nyindir-nyindir gitu." jawab Syahril ketus dan berlalu menaiki motornya dan langsung melakukan motornya tanpa melihat ke arah Ryan dan yang lain.


Bang Idho yang melihat gelagat tak mengenakan oleh Syahril di akun bertanya pada Ryan, Andri dan Rudi.


"Yan" panggil bang Idho kepada Ryan dengan menepuk pundaknya.


"Eh Dho, ada apa? tanya Ryan.


"Ada apa dengan Syahril?" tanya bang Idho dan di anggun oleh yang lain.


"Biasalah Dho, Syahril lagi cemburu buta." jawab Ryan.


"Emang cemburu sama siapa?" tanya Erwan.


"Biasa lah Wan, Syahril ndak bisa Mimi dekat dengan cowok disangka nya lain." jawab Ryan.


"Jadi maksud kamu, Syahril menuduh Mimi selingkuh?" tebak Ridho.


"Hemm." ucap Ryan.


"Lebih baik tanyakan baik-baik sama Mimi, aku yakin Mimi tidak akan melakukan hal itu." jelas bang Idho.


"Itulah Dho yang sedang kami usahakan, tapi tau sendiri Syahril yang keras kepala." keluh Rudi.


"Oh ya kalian jalan atau bawa motor nih?" ucao Andri mengalihkan pembicaraan.


"Kita jalan." jawab ridho mewakili temannya.


"Yaudah, sama kita aja." ajak rudi


Mereka pun pulang bersama namun setelah itu Ryan menyusul Syahril kerumah Mimi, Andri dan Rudi pulang ke rumahnya terlebih dahulu.


"Assalamu'alaikum." ucapnya.


"Dah balek riil? ayo masuk." ucap Nyai.


"Iyo Nyai." ucapnya sambil menyalami dan mencium punggung tangan Nyai.


Syahril pun mengikuti Nyai masuk ke dalam rumah, sesampainya di dalam Syahril tak menemukan keberadaan Mimi.


"Kemana Lagi Dia." gumam Syahril


"O ya Nyai, kemana Mimi?" tanya nya.


"Mimi dalam kamar, tidok mungkin." jawab Nyai "Bentar Nyai panggilkan." ucapnya lagi dan berlalu menuju kamar Mimi.


Tak lama terdengar salam dari luar dan itu ternyata Ryan.


"Assalamu'alaikum." ucapnya.


"waalaikumsalam." jawab Syahril dan berlalu menuju pintu.


"Ngapain lo kesini." ucap Syahril sinis setelah melihat Ryan.


"Kenapa! gak boleh!" jawab Ryan tak kalah ketus dan berlalu masuk menuju ruang tengah.


"Nah Yan, baru balek juga?" tanya Nyai.


"Iya Nyai," jawab Ryan, menyalami dan mencium punggung tangannya.


Ya keluarga Mimi kepada Syahril cs sudah seperti nenek dan cucunya.


"Mana Mimi Nyai? Tanya Ryan ketika sudah berada dalam rumah tak menemukan Mimi.


"Dia didalam kamar, tidur." jawab Nyai sambil menuju kamar mimi hendak membangunkan nya yang tertunda.


Tok tok tok Nyai mengetuk pintu kamar Mimi.


Tok tok tok Nyai mencoba kembali tapi belum ada tanda-tanda Mimi kebangun.


tok tok tok Mi .. Mimi bangun.. Nih Syahril sudah datang." ucap Nyai tapi miki masih enggan untuk bangun sehingga Nyai mengulangi beberapa kali.


"Biar lah nyai mungkin Mimi kecapekan." ujar Ryan tapi beda dengan Syahril yang masih berargumen sendiri.


"Alah mungkin mana ada dia di kamar." gumam Syahril yang di dengar oleh Ryan.


"Lo tu ya, pikiran elo itu negatif thinking mulu." ujar Ryan.


"Bisa nggak Lo ilangin tuh negatif thinking lo! dah kelewatan tau nggak!" ucap Syahril yang mulai tersulut emosi.


"Heran gue ama Lo, ntar nyesal baru nyahok Lo." ucap Ryan kembali.

__ADS_1


"Kenapa sih Lo yang sewot mulu, apa lo juga suka ama Mimi?!" tudung Syahril.


"Lo jaga ucapan Lo Rill," jawab Ryan sinis.


Syahril mencoba menghubungi nomor Mimi dan ternyata sering HP Mimi berada di atas meja TV dan pertama kaliI yang lihat adalah Ryan.


"Percuma Lo nelpon dia, noh HP nya di situ." ucap Ryan dan Syahril menoleh ke arah HP yang berada di atas tumpukan bukunya.


"Seharusnya Lo ngerti Riil, Lo liat tuh! Mimi sudah enggan nerima HP dari Lo." ucap Ryan yang menohok sembari menghidupkan TV.


Lima belas menit sudah Syahril berada di rumah tapi Mimi belum juga menampakkan diri dan itu semaki membuatnya bernegatif thinking dan gelagat nya terbaca oleh Ryan.


"Jangan Lo pikir Mimi keluar nemuin Adit dan jangan lo pikir Mimi memakai HP Di'ah buat ngubungin Adit." ucap Ryan.


Nyai yang awal memanggil Mimi yang tak kunjung keluar dan akhirnya dilarang sama Ryan, maka dia berlalu ke bawah untuk membersihkan sampah di bawah dan setelah selesai Nyai naik ke rumah dan masuk ke dalam ternyata Mimi belum juga keluar.


"Nah, belum juga Mimi keluar?" tanya Nyai kepada ruan dan Syahril.


Ryan yang lagi asik menonton dan Syahril yang asik dengan pemikirannya menoleh ke arah Nyai.


"Belum Nyai." jawab mereka berdua dan Nyai pun mencoba untuk memanggil Mimi kembali.


"Mi.. Mimi.. Bangun la lagi..." panggil Nyai sambil membuka pintu dan ternyata pintu tak terkunci, Nyai pun masuk ke dalam kamar Mimi dan ternyata Mimi masih tertidur.


"Mi.." panggil Nyai dengan menggoyangkan badan Mimi dan Mimi pun yang merasa tidurnya terganggu membuka matanya.


"Ada apa Nyai?" Tanya Mimi yang masih enggan membuka mata.


"Bangunlah, tuh Ryan sama Syahril sudah datang." ucap Nyai.


"Oo" jawab Mimi dan segera duduk dari tidurnya.


"Dah sana siapin lah makan dah siang." titah Nyai dan berlalu keluar kamar.


Ryan dan Syahril hanya melihat Nyai yang ternyata keluar kamar seorang diri dan Ryan pun bertanya.


"Masih tidur Mimi Nyai?" Tanya Ryan.


"Sudah bangun, bentar lagi ke luar lah dianya." jawab Nyai dan berlalu menuju dapur.


Tak lama Mimi pun keluar dari kamar dengan wajah yang baru bangun tidur, Mimi melihat ke arah kedua orang yang sedari tadi menunggunya.


"Hapus dulu Mi ilernya." sindir Ryan melihat Mimi yang masih enggan untuk bangun.


"Hemm" ucap mimi dengan menggosokkan tangannya ke arah bibirnya.


"Dah lama kak?" Tanya Mimi yang ditujukan kepada Ryan.


"Dah lima belas menit! jawab Syahril ketus dan Mimi hanya diam tak menghiraukan.


"Bentar ya kak, Mimi cuci muka dulu." ucap Mimi dan berlalu menuju kamar mandi.


Ryan melihat ke arah Syahril bermaksud menyindir Syahril bahwa pemikiran Syahril barusan adalah salah besar.


"Dah Lo liat Riil!" sindir Ryan dan Syahril hanya cuek tak menanggapi nya.


"Lain kali buang tuh pikiran jelek lo!" ucap Ryan kembali.


"Apa sih lo Yan!" jawab Syahril yang mulai risih dengan sindiran Ryan.


Tak lama Mimi kembali masuk ke dalam dan Mimi melihat mereka berdua seperti sedang beradu dan Mimi pun seolah tak mendengarkan walau Mimi mendengar apa yang diucapkan Ryan.


"Assalamu'alaikum" terdengar salam dari luar dan Mimi langsung melewati kedua manusia yang sedang beradu itu menuju pintu.


"Waalaikumsalam." jawab Mimi dan hukum pintu.


"Eh kak, ayo masuk." ucap Mimi ketika yang dilihatnya Andri dan Rudi.


"Emm Syahril ma Ryan dah datang Mi?" Tanya Andri ketika melihat suasana rumah sepi.


"Lo gimana sih Ndri, gak liat tuh sepatu mereka berjejer." jawab rudi dan menunjukkan telunjuknya ke arah sepatu.


"Ye mana tau kan Rud, sepatunya aja yang jalan dimari, habis sepi amat nih rumah." canda Andri.


"ada-ada aja kakak ni, tuh mereka di dalam lagi di tonton TV. Ayok kak masuk." ucap Mimi dan mengajak mereka masuk.


Mereka yang mendengar mimi berkata di tonton TV hanya mengkerut kan keningnya dan mencoba mencerna apa maksudnya.


"Maksudnya apa Mi?" tanya Rudi


"Liat aja di dalam kak." jawab Mimi dan mereka pun berlalu masuk ke dalam.


Hal-hal assalamu'alaikum selamat pagi para riders dokter jantungku.


Maaf baru ke up pagi ini, alhamdulillah. mohon maaf bila beberapa hari kemaren tidak up karena authors lagi pulang ke rumah nenek dan menjenguk nenek yang lagi sakit.


Mohon bantuan do'a nya agar nenek authors disembuhkan dari segala penyakitnya, Amiin.


JANGAN LUPA DUKUNG TERUS DOKTER JANTUNGKU DAN JANGAN LUPA TINGGALKAN JEJAKNYA.


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


😘😘😘😘TERIMAKASIH😘😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2