DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
130


__ADS_3

Ujian semester telah usai, menjelang terima raport selama satu minggu di sekolah selalu diadakan classmeting. Seperti sebelumnya Mimi mengikuti berbagai olah raga di acara classmeting ini.


Hari ini hari terakhir classmeting dan esok pagi adalah hari yang di tunggu setiap siswa-siswi untuk melihat hasil dari kerja keras mereka selama ujian semester.


Sepulang sekolah, di sore harinya Mimi duduk bersama sahabat samping rumahnya, mereka mengobrol membahas langkah apa yang akan mereka tempuh setelah lulus sekolah nanti.


Disaat akan membahas persoalan masa depan, pak pos datang dengan membawa dua buah amplop map. Apa lagi kalau bukan paket modul bimbel Mimi.


"Permisi." ucap pak pos yang sudah berada di pintu teras.


"Eh pak pos, ada paket ya pak?" ucap Mimi dengan bertanya kembali.


"Iya ini Mi seperti biasa ada dua." jawab pak pos.


Sangking seringnya mengantar paket ke alamat rumah Mimi, pak pos sampai hafal dengan Mimi.


"Oh ya makasih pak." ucap Mimi dan menerima dua paket tersebut.


"Sama-sama, kalau gitu bapak kembali mengantar ke tempat lain permisi." ucap pak pos.


"Iya pak, sekali lagi makasih." jawab Mimi, pak pos pun hanya mengangguk dan berlalu melanjutkan pekerjaannya mengantar surat-surat.


Mimi setelah menerima paketnya kembali duduk bersama sahabatnya Di'ah.


"Paket modul ya Mi?" tanya Di'ah.


"Iya Di'ah, biasa." Jawab Mimi.


"Kapan tuh berakhirnya?" tanya Mimi.


"Emm mungkin ini yang terakhir atau mungkin satu kali paket lagi Di'ah." jawab Mimi sembari membuka paket-paket tersebut.


"Oo, gimana nilai yang kemarin Mi?" tanya Di'ah dengan antusias.


"Bentar ini masih di buka." jawab Mimi.


"Alhamdulillah Di'ah kedua bimbel Mimi hasilnya masih seperti sebelumnya, memuaskan" ucap Mimi girang, bahagia itulah yang dirasakan Mimi saat ini, namun ada rasa was-was karena bimbel ini masih ada satu kali lagi sebagai penentuan.


"Coba lihat." ucap Di'ah, Mimi pun menyerahkan lembar ketentuan hasil sebelum nya.


"Wah Mi, Alhamdulillah Mimi mendapatkan predikat ke tiga di bimbel ini." ucap Di'ah "selamat ya Mi, jadi iri aku kenapa dulu aku ndak ikutan." imbuh Di'ah dengan penyesalan.


Penyesalan selalu datang terakhir, jika ada sesuatu yang baik buat kita kenapa kotak tidak mencobanya namun sebelum memutuskan pelajari dan pertimbangkan sisi buruk dan baiknya, jangan lah langsung menyimpulkan hal yang buruknya.


"Makasih Di'ah, mungkin belum berjodoh sama Di'ah, mungkin Allah memberikan jalan lain kepada Di'ah." ucap Mimi untuk menghibur Di'ah.


"Mungkin Mi, atau mungkin juga masa depan ku bukan sebagai anak kuliahan." jawabnya sendu.


"Lah bukannya Ayuk May kerja di negeri seberang, coba minta dengan Ayuk May untuk membantu biaya kuliah Di'ah kelak, toh ayuk Ibah tahun nih selesai kan kebidanannya." ucap Mimi.


"Hemm entahlah Mi, Ayuk May pun katanya masa kontrak kerjanya tinggal beberapa bulan lagi." jawab Di'ah. "Mungkin kelak habis lulus sekolah aku lamar kerja saja.'' imbuh ya lagi.


"Jangan patah semangat dulu, mudahan besok pasti ada jalan keluarnya buat Di'ah, coba Di'ah cari cara untuk mendapatkan beasiswa di universitas di sini." ucap Mimi dengan memberikan usul kepada Di'ah.


Mimi dan Di'ah sedari dulu memiliki cita-cita berkuliah di bidang kesehatan kalau tidak kedokteran setidaknya kebidanan atau perawat.


"Hmm entahlah Mi, belum ada kepikiran di jurusan lain." ucapnya.


"Mimi doakan semoga cita-cita Di'ah tercapai. Amin." ucap Mimi.


"Amin ya rabbal alamin." jawab Di'ah.


***


Di kota pedang kak Syahril dan yang lain menjadi sorotan para mahasiswi senior, karena ketampanan yang mereka miliki menonjolkan nilai plus, ditambah kepintaran yang mereka miliki pula.


Banyak para mahasiswi mencari perhatian kepada mereka, namun kak Syahril dan yang lain tak pernah ambil pusing bahkan tak menghiraukan makhluk paling sexy tersebut.


Di kantin kampus kak Syahril sedang memesan makanan karena mereka semua sudah merasa lapar, mereka bisa saja pulang untuk menunggu jam selanjutnya karena rumah mereka juga tak jauh dari kampus, namun mereka kali ini memilih makan di kampus hitung-hitung sambil mengenal lingkungan kampus.


Seperti kebiasaan mereka sebelumnya mereka tak makan di ruang kantin melainkan duduk di bawah pohon rindang yanb mana jarak nya tak seberapa jauh dari kantin.


"Uni, pesan nasi soto tiga, nasi SOP empat dan teh hangat 7 antar disana ya uni." kak Ryan memesan makanan buat mereka semua kepada sangnpelayan kantin dengan menunjukkan arah tempat duduk mereka.


"Oke." ucap uni kantin dan kak Ryan pun mengambil beberapa kwaci sebagai camilan serta air mineral dan dibawanya ke tempat dimana para sahabat nya telah menunggu.


"Nih bro kunyah kwaci dulu menjelang makanan datang." ucap kak Ryan sembari menaruh dua kantong plastik yang berisi kwaci dan air mineral.


Mereka bersenda gurau, sekali-kali juga membahas tentang mata kuliah mereka sambil memakan kwaci, tak berapa lama pesanan mereka pun tiba dan saatnya pula mereka menyantap makanan tersebut.


Disaat sedang asik dengan santapan datanglah kelompok cewek senior dengan berpenampilan se*y menghampiri mereka.


"Eh kita boleh gabung nggak." ucap senior1 yang langsung duduk dan kak Syahril tak menanggapi.


"Kita gabung ya." ucap senior 2 yang sudah duduk aja di dekat kak Syahril begitu pula dengan sahabatnya yang lain mengambil posisi duduk dekat dengan para cowok.


"Kalian kalau duduk kan bisa duduk di tempat lain tak harus mendepet begini." ucap kak Rani ketus karena salah satu cewek tersebut menyerobot duduk di samping kak Rudi dan menggeser paksa posisi duduk kak Rani.


"Yaudah kalau kalian mau duduk silahkan, maaf kami permisi." ucap kak Rudi sembari berdiri serta langsung memegang tangan kak Rani dan diikuti dengan yang lain sehingga membuat para cewek senior tersebut cemberut.

__ADS_1


Tak bedanya dengan yang di kota pedang, di pulau Jawa kelima cowok ini juga menjadi bulanan-bulanan para cewek senior maupun junior sehingga membuat mereka merasa risih dan ilfill terhadap para cewek tersebut.


"Hai kak Dillah, aku duduk disini ya." ucap salah satu cewek junior di kampus ini dan si cowok pun tak menggubrisnya.


"Hai kak, aku juga ya." ucap junior yang lain dengan memainkan mata nya dengan genit. Dillah dan temannya hanya mendengus kesal.


Untungnya makanan mereka telah habis dan setelah itu mereka beranjak pergi dari kantin.


"Loh kak, kok aku ditinggal." ucap sang junior dengan mengamit tangan Dillah, Dillah yang mendapatkan tangannya sedang di pegang oleh juniornya tambah merasa kesal dan dengan seketika dia menghempaskan sipemilik tangan tersebut tanpa berucap namun dengan sorotan mata yang tajam.


Sang cewek yang diperlakukan seperti itu tak pantang menyerah dia masih berupaya memegang tangan si cowok dan karena keberanian tuh cewek membuat Dillah kesal sehingga di hempaskannya kembali tangan si cewek.


"Jadi cewek itu harus punya harga diri dan mempunyai rasa malu, jangan murahan seperti ini." ucap Dillah marah dan langsung beranjak pergi dari kantin.


Sang cewek diperlakukan seperti semakin gencar mencari ide untuk menaklukkan si Dillah ini.


"Awas aja aku akan menaklukkan kamu nanti." Gumamnya.


Tak jauh dari si cewek juga ada senior yang telah lama mengejar si Dillah, ketika melihat si junior berani-beraninya memegang bahkan terang-terangan memegang tangan Dillah si senior menjadi kesal dan penuh kebencian.


Brakkk.. Si senior menggebrak meja si junior.


"Heh jadi orang itu yang keganjenan, main pegang-pegang cowok orang aja Lo." ucap si senior ketus dengan tatapan tajam.


"Hah, emang kakak siapa nya kak Dillah hah." tantang si junior.


"Udah gue bilang gue ini cewek Dillah." balas si senior.


"Hahahaha siapa pun tau kalau kaak Dillah itu belum ada yang punya, jadi lebih baik kakak itu ngaca dulu, muka udah kayak ondel-ondel gitu cuihh." ucap sang si junior tak kallah sengit dengan meludah.


Plak si senior menampar si junior karena tak terima dikatain ondel-ondel.


"Berani mulut Lo ya," ucap si senior geram dan dia akan menampar kembali namun di cegah oleh teman-temannya.


"Kenapa!! emang iya kan elo tuh dah kayak ondel-ondel, udah keg tante-tante girang penampilan Lo tu noh ngaca diri Lo." ucap si junior dengan lantang dan menunjuk ke arah kaca yang berada di kantin tersebut.


"Ayo guys kita cabut hilang selera makan gue liat ondel-ondel." ucap si junior dengan mengajak teman-temannya pergi dari kantin.


"Ayok." jawab teman-temannya dan mereka pun berlalu pergi dan sebelum pergi salah satu tempat!annya membayar makanan mereka terlebih dahulu dan si junior sengaja menabrakkan bahunya ke bahu senior dengan keras.


***


Malam harinya Mimi membaca kembali persyaratan selanjutnya dari pihak Bimbel tersebut dan di bimbel Widya persada meminta pas foto terbaru dengan layar sesuai tahun lahir jika genap biru dan jika ganjil berlayar warna merah.


"Huh, kenapa mesti ada syarat ini sih, malas benar pergi ke studio foto." gumam Mimi


Di Bimbel Widya Gama ternyata juga sama dan Mimi hanya menghembuskan nafasnya saja.


Disaat mengisi soal ponsel Mimi berdering tanda panggilan masuk dan itu adalah panggilan video call oleh orang terkasih.


"Assalamualaikum sayank." ucap kak syahril setelah Mimi menggeser layar hijau.


"Waalaikum salam kak, lagi apa nih kak kok rame?" tanya Mimi ketika melihat suasana rumah kak Syahril ramai.


"Ini lagi kumpul dengan yang lain yank, ngerjain tugas. Adek lagi ngapain?" jawabnya dan kembali bertanya kepada Mimi.


"Oo enak nya yang lagi ngumpul, kak Rani sama kak Siska mana kak?" ucap Mimi.


"Ada tuh." jawab kak Syahril dengan melihatkan camera ke arah kak Rani dan kak Siska.


"Hai Mi," ucap kak Rani dan kak Siska dengan melambaikan tangan mereka.


"Hai kak, apa kabar nya kak?" tanya Mimi kepada kak Rani dan kak siska.


"Alhamdulillah kita baik Mi, Mimi apa kabarnya nih?" ucap mereka dan balik nanya kepada Mimi.


"Alhamdulillah Mimi juga baik kak, Mimi kangen sama kakak." ucap Mimi dengan tatapan sendu.


"Sama dek kita juga kangen, tapi kota belum libur dek." jawab kak Rani.


"Mimi besok terima raport kak." ucap Mimi.


"Wah semoga Mimi juara kelas lagi ya." ucap kak Rani


"Semoga Amin." jawab Mimi.


"Liburan ke pedang aja dek." sahut kak siska.


"Iya yank, liburan disini aja ya." ucap kak Syahril yang telah


ah mengalihkan camera HP ke wajahnya.


"Nggak bisa kak, kakak tau sendiri mana dibolehkan Mimi kesana sendirian, lagian kasian sama mamak." ucap Mimi.


"Yah dek padahal kakak kangen sama adek, kakak minta izin ya sama mamak dan bapak." ucapnya.


"Jangan kak, Mimi kan liburan ini mau pulang mau bantu-bantu mamak, pasti juga mamak maanna ngizinkan kalau Mimi pergi sendiri jauh-jauh." ucap Mimi.


"Ya pergi ramai-ramai sama geng rusuh lah dek, nanti biar Kakak minta izin sama mamak dan nanti Kaka juga akan suruh Ryan buat minta izin sam a orang tua Di'ah, gimana?" ucap kak Syahril.

__ADS_1


"Emm gak usahlah kak, berat di ongkos hehehe." ucap Mimi.


"Masalah ongkos jangan dipikirkan, nanti kakak kirim kalau emang adek mau." ucapnya.


"Emm gak usahlah kak liburan satu Minggu ini Mimi mau pulang kerumah saja. Maaf ya?" ucap Mimi.


"Yaudah kalau gitu." ucap kak Syahril kecewa.


"Adek lagi ngapain?" tanya kak Syahril kembali.


"Biasa, nih." ucap Mimi dengan menunjukkan modul ke arah camera.


"Baru nyampe atau dah lama?" tanya nya lagi.


"Baru tadi sore nyampe." jawab Mimi.


"Orang libur kok masih di kirimi paket dek." ucapnya lagi.


"Ya mungkin ini paket terakhir kak." jawab Mimi.


"Terus gimana nilai yang sebelumnya." tanya kak Syahril.


"Alhamdulillah Mimi masih di predikat tiga." ucap Mimi.


"Alhamdulillah semoga impian adek terwujud." ucap kak Syahril.


"Amin ya rabbal alamin. Kakak dah makan?" ucap Mimi dan menanyakan kepada kak syahril.


"Belum, nanti aja makannya." jawabnya. "Adek sendiri sudah makan?" tanya nya.


"Belum." jawab Mimi.


ketika sedang asik mengobrol adzan isya pun telah berkumandang dan Mimi mengakhiri obrolan nya dengan kak Syahril.


"Kak, sudah dulu ya dah adzan isya." jawab Mimi


"Iya yaudah, jangan lupa makan ya dek." jawabnya.


"Iya kak, kakak juga jangan lupa makan, jangan sampai telat maakannya." ucap Mimi.


"Helen nasihati kakak adek sendiri juga telat makan." ucapnya.


"Hehehe, udah ya kak assalamualaikum." ucap Mimi.


"Waalaikum salam." jawabnya dan sambungan pun terputus.


Ingin rasanya Syahril menjemput Mimi esok karena esok hari dia hanya ada satu mata kuliah di pagi hari. Rasa rindu yang dirasanya sangatlah berat jika seandainya dirinya bersyap mungkin tiap menit dia akan terbang ke tempat sang kekasih pujaan hati.


"Tumben cepat bro." ucap kak Ryan.


"Iya tumben biasanya ndak ingat waktu." sahut Rudi.


"Disana lagi isya dan dia mau sholat." jawab kak Syahril.


"Oo." ucap mereka semua.


"Katanya Mimi besok terima raport, kenapa ndak suruh liburan disini aja Riil." ucap Kak Arfan.


"Iya Riil, suruh liburan kesini aja sekalian ajak ayank beb aku." sahut Kak Rendi.


"Ckk bilang aja sendiri sa!a yang bebmu Rend." ucap kak Syahril.


"Mimi ndak mau, katanya dia mau pulang kerumah ortunya liburan ini." ucap kak Syahril.


"Coba Lo hubungi orang tuanya dan minta izin mana tau dibolehkan, nah jika dibolehkan aku juga hubungi Novi, dan kita jemput deh besok, kan hanya satu mata kuliah di pagi hari." ucap kak Rendi.


"He!m tadi maunya gitu cuma Mimi masih kekeh mau liburan pulang." ucapnya


"Coba aja dulu hubungi orang tuanya dan bilang kau Mimi dijemput bukan pergi sendiri." ucap kak Rendi.


"Boleh lah kalau gitu, dan Lo juga Yan hubungi orang tua Di'ah, Lo tau sendiri kalau mereka berdua sepaket." ucap Syahril.


"Sipp lah tuh, yang penting Mimi dulu yang harus dapat izin dari ortunya." ucap kak Ryan.


"Oke kalau gitu gue coba." jawab kak Syahril dan langsung mencari kontak bapak dan menghubungi nya.


Assalamualaikum alhamdulillah bisa update, sinyal sedari pagi kurang bersahabat.


Terus beri dukungannya buat DOKTER JANTUNGKU ta dengan cara meninggalkan jejak kalian.


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


...🌼🌼🌼🌼TERIMAKASIH🌼🌼🌼🌼...


__ADS_2