DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Chapter 27 Cerita Pasangan Baru


__ADS_3

Jalan-jalan Kelembah Harau


Melihat tebing yang tinggi-tinggi


Jangan bosan dengan Dokter jantungku


Salamua'laikum selamat pagi


***********"💗💗💗💗💗💗"***********


Mimi dan yang lain masih mendengarkan cerita dari Novi dengan setianya. Namun Novi malah diam melihat kami satu persatu yang masih fokus kepadanya dan dia pun mengagetkan kami semua.


Duarrrr... hahahaha.. Serius amat bukk.." katanya sambil ketawa dan menimpuki kami dengan bantal.


"Eh Zahara.. orang lagi serius juga. " ucap Emma yang kaget.


"Ayo lah Nov lanjutin, terus kak Ryan ma Rendi masih tengkar juga?" Tanya ku.


"Hemm.. ya.. ya.. bentar lupa nih.." jawab Novi pura-pura lupa sambil mengetuk-ngetuk telunjuk di bibirnya.


"Eh kup**t kalau lupa itu yang di ketuk jidat bukan monyong lo!" ucap Emma lagi sambil menimpuk Novi dengan bantalnya.


"Hahaaha.. biasa ja kali non." jawab Novi ketawa renyah.


"Ayo Nov lanjutin." kata Mimi penasaran.


"Hemmm... Sila aja lah yang lanjutin capek mulut ku bercerita sebelum tidur dengan kalian semua hahaha. " ucap Novi mengelak untuk melanjutkan.


Kami semua pun beralih memandang ke Sila, dan Sila pura-pura tak dengar.


"Ayo Sila lanjutin kisah malam ini, masih penasaran nih apa kelanjutannya, terus bagaimana Novi bisa jadian dengan kak Rendi?" tanya Mimi beruntun.


"Oke.. oke.. aku ceritain." jawab Sila


*POV SILA*


Saat kak Ryan diam kami semua pun ikut terdiam, terasa sunyi di tengah keramaian.


Kak Farhan yang melihat kita semua diam akhirnya dia berdiri dan memesan minuman ringan lagi buat kami semua.


"Yan... Kalian itu bersaudara tapi keg tom and Jerry aja." ucap bang Idho memulai pembicaraan.


Kak Ryan dan kak Rendi melihat ke arah bang Idho sewaktu akan melihat ke arah bang Idho mereka berdua bertatap muka dengan tak sengaja namun akhirnya mereka berdua langsung membuang muka.


"Udah lah jangan kayak anak kecil, dari dulu kalian berdua ini selalu begini. " Ucap bang Erwan.


"Iya.. Udah lah kak, mana tau kak Rendi bisa berubah." ucap Di'ah kepada sang pacar.


"Dia itu bisa berubah kalau mau dengerin omongan orang, bukan belagak sendiri dan bilang orang ikut campur kalau orang mengingatkannya." Ucap Ryan emosi.


"Ya.. Berikan kak Rendi kesempatan buat memperbaiki dirinya lah." jawab Di'ah dengan sabarnya.


Rendi yang mendengar ucapan Ryan hanya diam dan mencerna apa yang di ucapkan saudara sepupunya itu.


"Dah ini minum dulu." kata kak Farhan sembari memberikan minuman kepada kami semua.


"Sekarang aku mau tanya sama kamu Ren, apa kamu menyukai novi?" tanya kak Farhan


Rendi melihat Novi dengan tatapan yang tak bisa di artikan.


Kak Farhan melihat kemana arah Rendi melihat, Novi yang di lihat tak sengaja mereka bertatap muka dan Novi langsung menundukkan kepalanya.


"Ren.." Kak Farhan memanggil kak Rendi.


"Hemmm.." Jawab nya singkat.


"Apa kamu suka sama Novi?" tanya Kak Farhan.


Kami yang mendengarnya melihat ke arah kak Rendi dan menunggu jawaban darinya.


"Kalau kamu suka bilang aja Ren.. Tapi jangan lagi kau ulangi mempermainkan cewek." Ucap bang Erwan.


"Husttt.." Ucap Emma dan menyenggolkan tangannya ke bang Erwan.


Lagi-lagi kaka Rendi menatap wajah Novi yang menunduk, dalam hatinya dia ada rasa sama Novi sewaktu pertama ketemu beberapa waktu lalu, namun setelah melihat Mimi dia juga menyukainya tapi dia belum tau kalau Mimi udah dimiliki sama sepupunya.


Ada rasa yang berkecamuk dalam hatinya, ingin rasanya dia merebut Mimi dari Syahril, namun dia tak ingin merusak persaudaraan dan persahabatan di antara mereka.


"Novi.. dia manis juga dan kayaknya dia tidak seperti cewek-cewek yang pernah dekat dengannya." Rendi membatin sambil menimbang- nimbang.


Kami semua masih melihat ke arahnya dan melihat expresi dia yang tak bisa kami baca.


Dia terus melihat Novi kadang-kadang menggelengkan kepala kadang-kadang manggut-manggut.


"Kalau masih punya niatan buat mempermainkan cewek lebih baik tak usah." ucap kak Ryan yang melihat expresi wajah kak Rendi yang sepertinya ragu.


Kak Rendi hanya diam dan menoleh ke kak Ryan dengan tatapan tajamnya.


"Ren.." panggil bang Idho.


"Hemm" ucap kak Rendi dan menoleh ke arah bang Idho.

__ADS_1


"Gimana?" tanya bang Idho.


"Entahlah. Jawab kak Rendi asal.


Novi yang mendengar jawaban itu terlihat sedih dan dia semakin menundukkan kepalanya, dan kak Rendi kembali melihat ke arah Novi dan tersenyum kecil.


"Yaudah suka itu gak bisa di paksakan." ucap Emma dan mendekatkan diri ke arah Novi.


"Tapi Ma.. Aku lihat Novi kok terlihat sedih ya!" ucap Manda jahil dan ikut mendekatkan diri ke Novi.


Emma, Sila dan Manda tersenyum jahil.


"Sabar ya Nov, bukannya Farid juga suka sama Novi ya.." ucap Manda sambil mengedipkan matanya ke arah Emma.


"Eh siapa..siapa.. siapa yang suka sama Novi, anak mana?" tanya Kak Rendi.


Emma, Sila dan Manda melihat kak Rendi dan tersenyum.


"Iya kak ada, dia anak seberang juga dia anak di kelas aku. " kata Manda.


"Ooooo.. Apa mereka sudah jadian?" kata kak Rendi dengan kecewa.


"Belum kak, Farid belum menyatakannya sampe sekarang tapi dia sering kok datang ke kelas Novi atau gabung dengan kami." Jawab Emma.


Novi memandang teman-temannya penuh kecurigaan dan ke tidak percayaan.


"Ehmm... Dek bukannya.." kak Erwan mau bertanya namun langsung di deketin Emma dan Emma langsung mengedipkan matanya 😉.


"Oo.." ucapnya pula dan mengerti maksud dari Emma.


Yang lain pun hanya tersenyum seolah tau apa yang akan dilakukan Emma and the geng.


"Kenapa kalian tersenyum?" ucap kak Rendi curiga.


"Gak ada Ren.." ucap mereka kompak.


Novi hanya diam sambil menautkan kedua alisnya dan berpikir apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya kali ini.


Semua temannya tau kalau Farid mendekatkan diri kepada mereka untuk mendekatkan dirinya sama anak berhijab teman sekelas Novi.


"Oh ya ini ini beneran kan kak Rendi tak suka sama Novi?" tanya Manda tiba-tiba.


"Eh.." ucap Rendi kaget dan langsung menggaruk tengkuknya yang tidak gatal serta gugup.


"Ehmm.. Sebenarnya sih.." kak Rendi melihat ke arah Novi dan saat bertatap muka secara tak sengaja Novi langsung menundukkan kepalanya lagi.


"Sebenarnya apa kak?" tanya Sila.


"Kalau kamu suka bilang dan harus di mantapkan jangan nanti beberapa hari gandeng cewek lain lagi." ucap Ryan ketus.


Kak Rendi menatap ke kak Ryan tajam.


"Iya betul itu, apa lagi kalau jadi kan jarang ketemu alias LDR an yang di bentangi sungai batanghari hahaaa." jawab Emma dengan candaan.


"Dasar kalian melihat orang dari masa lalu nya saja." ucap Rendi ketus.


"Kalau tak mau di lihat dari masa lalu nya buktikan dengan keseriusan."


Novi yang merasa seperti di pertaruhkan dia pun mengangkat bicara


"Eh.. Kok ini seperti taruhan ya.. Ingat ya aku ini bukan barang yang seenak kalian untuk taruhan." ucap Novi marah.


Kami semua terkejut melihat Novi marah, Emma pun merasa bersalah, padahal dia tak bermaksud seperti itu.


"Maaf Nov, bukan maksud kami seperti itu. " kata Emma menyesal akan gurauannya.


"Udah udah.. sekarang aku yang mau tanya." ucap kak Rendi diapun menatap ke kami semua dan berakhir menatap Novi


"Novi kalau aku suka sama kamu apa kamu juga suka sama aku?" tanya nya.


Deg.. Novi terdiam, jujur dari awal ketemu Novi suka sama Rendi entah kenapa dia bisa suka sama Rendi.


Melihat Novi hanya diam kak Rendi pun bertanya lagi.


"Gimana Nov, apa kamu juga menyukaiku? dan kalau kamu menyukaiku apa kamu bisa menerima aku seperti yang kamu ketahui dari mereka semua tadi?!" tanya Rendi kali dan menunjuk ke arah sahabat-sahabatnya.


Novi merasa gamang, satu sisi dia emang menyukai Rendi di satu sisi dia takut akan yang di bilang oleh sahabat-sahabat Rendi.


"Gimana Nov..?" tanya nya lagi.


Semua yang berada di sana menunggu jawab Novi, melihat Novi masih terdiam Rendi berucap lagi.


"Yah aku emang brengsek Nov, apa salah jika aku ingin berubah. " ucapnya seraya terus memandang Novi.


Lama Novi terdiam dalam ke gamangannya, akhirnya dia pun menanyakan balik ke gundahannya pada Rendi.


"Apa kakak bisa berjanji akan berubah?" tanya Novi.


"Apa kakak juga bisa Terima aku apa adanya," tanya Novi lagi tanpa jedah.


"Iya aku berjanji dan akan ku buktikan kepada kamu dan kepada yang lain terutama kepada dia..!" jawab Rendi dan menunjukan telunjuknya ke arah Ryan dengan tatapan tajam.

__ADS_1


"Baiklah, setiap orang memiliki masa lalu dan setiap orang juga mempunyai hak memiliki kesempatan untuk berubah dan aku hanya perlu pembuktian." jawab Novi


"Terimakasih jika kamu memberikan aku kesempatan, apakah kamu mau jadi pacar aku dan bantu aku untuk berubah?" ucap Rendi seraya berlutut di hadapan Novi dan memegang kedua tangan Novi.


Novi pun hanya diam memaku dan terus melihat ke arah manik mata Rendi untuk melihat apakah dia tulus atau hanya bersandiwara,


Terlihat kesungguhan di manik mata Rendi akhirnya Novi pun menganggukan kepala menandakan "Iya."


"Apa kamu terima aku?" tanya Rendi lagi.


"Iya akun terima kak Rendi tapi dengan syarat kak Rendi harus berubah." ucap Novi.


Semua yang berada di sana ikut merasakan kebahagiaan, terkecuali Ryan.


Rendi yang mendengar jawaban Novi tersenyum dan berdiri serta ingin memeluk dan mencium Novi namun di cegah oleh Emma dan Erwan.


"Eitssss.. Tidak boleh bukan muhrim." gaya mereka berdua melerai Rendi yang hendak memeluk Novi.


"Hahahahaaa.." Semua ketawa..


"Main nyosor anak orang aja lo Ren.." ucap Andri.


"Akhirnya geng rusuh menanggalkan kejombloan nya.." ucap Emma dan di sambut ketawa oleh semua orang.


"Eh siapa geng rusuh?" tanya Rendi, Farhan dan Sinta barengan.


"Ya mereka ini dikenal geng rusuh, tapi rusuhnya antara mereka saja." jawab bang Idho.


"ooo.. gitu!" ucap Rendi dan mengambil kesempatan merangkul pundak Novi.


Novi yang merasa di rangkul pundaknya kaget dan melihat ke arah Rendi dengan malu. Rendi pun tersenyum.


"Nah jadi semuanya saat ini dah berpasangan nih.. Jadi Rendi harus traktir nih ya? ucap Erwan.


"Oke siapa takut!" jawab Rendi namun di bantah oleh bang Idho.


"Iya tapi jangan sekarang karena udah larut nih kita bawa anak orang harus dikembalikan tepat waktu." jawab bang Idho.


"Iya apa lagi tadi Idho di beri amanah sama canmernya syahril." ucap bang Erwan.


"Canmer Syahril? maksudnya ortunya Mimi gitu?" tanya kak Farhan.


"Iya.." jawab kami kompak.


"Emang Syahril dah ketemuan sama ortunya Mimi?" tanya kak Sinta balik.


"Iya Sinta,... Sebelum kita pergi kesini tadi kita kerumah Mimi dulu dan di sana ternyata lagi pada kumpul keluarganya Mimi dan Syahril minta izin sama mereka semua. " Ucap Rudi panjang lebar.


"Minta Izin apa nih! minta izin keluar atau minta izin lain." tanya Farhan.


"Kedua-duanya." jawab mereka kompak lagi..


"Wawww amazing keren.. Gentle juga Syahril." ucap Rendi.


"Eh Ngomong-ngomong kemana tuh anak lama amat perginya?" tanya Rendi lagi.


"Iya kemana tuh anak, coba kamu telpon Ren." ucap Farhan.


Rendi pun mencoba menghubungi nomor Syahril tapi tak ada jawaban, Ryan pun mencoba hubungi sama gak ada jawaban, dan mereka pun mencoba tapi hasilnya sama.


"Kemana tuh anak?" tanya bang Idho.


"Pasti di sengaja nih sama Syahril gak mau ngangkat." Ucap Andri.


Akhirnya kami pun pasrah menunggu kak Syahril dan Mimi kembali di sini lagi.Tak lama kak Syahril dan Mimi nyampe.


"Nah selanjutnya tau sendiri kan Mimi? " tanya Sila.


"Jadi gitu ceritanya!"kata Sila menutupi ceritanya.


"Oo.. Begitu kata Mimi.. hehe cengengesan."


"Udah dah larut nih mataku juga udah ngantuk kita tidur lagi Yukk." kata Emma.


"Iya kita istirahat mempersiapkan perjalanan kita besok." ucap Manda.


"Yaudah yok kita tidur.." kata Mimi.


Akhirnya mereka pun tidur dengan pulasnya.


Hay hay hay selamat siang semua..


bab ini sampai sini dulu yaaa..


Jangan lupa dukungannya dan tinggalkan jejak kalian


VOTE.


LIKE.❓❓❓❓❓


RATE⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


KOMEN


__ADS_2