
Di kosan Mimi masih dengan rasa penasaran dan ketidak percayaan akan apa yang dilihatnya di balik pintu kosannya.
"Ya Allah, ini beneran nggak ya." Mimi bermonolog sendiri sedangkan orang di balik pintu sudah menahan ketawa nya.
Sekali lagi Mimi mengintip lewat jendela dan Mimi mencubit lengannya dan ternyata cubitan nya lumayan sakit juga sehingga Mimi !engaduh sendiri.
"Auhhh sakit" ucap Mimi dan itu membuat seseorang di balik pintu khawatir dengan Mimi sehingga seseorang itu mengedor pintu kosan Mimi.
Dug dug dug pintu di gedor dari luar.
"Dek, kamu kenapa?" tanya seseorang dari luar.
"Mi, buka pintunya." ucap yang lain pula.
"Dek, buka atau kakak dobrak nih pintu." ucap seseorang di luar yang tak lain adalah Syahril.
Mimi yang masih tak percaya dengan apa yang dilihatnya itu membuka pintu perlahan dengan menunduk takut jika itu hanya hayalannya saja.
"Dek, kamu nggak kenapakan? apa yang sakit?" tanya Syahril dengan langsung memeriksa Mimi.
Mimi menjaga, tak percaya jika ini adalah nyata. Mimi hanya diam dan melihat ala yang dilakukan Syahril pada dirinya. Syahril panik ketika Mimi mengasuh sakit di dalam, setelah diperiksa Syahril tak menemukan luka apapun.
Syahril yang sadar Mimi masih terdiam dia pun menatap Mimi yang masih terpaku menatap orang yang dirindukannya.
"Hemmm helllooo." ucap Syahril dengan !mengibaskan tangan ke muka Mimi yang masih bengong.
"Ckk, jangan ditambahin jelek tuh muka." ucap Irsyad dan langsung masuk kedalam dan dengan sengaja menyenggol bahu Mimi.
"Auh, kallaunjalan tuh lihat-lihat kenapa sih." ucap Mimi sewot.
"Kak, ini beneran kakak?" tanya Mimi kepada Syahril.
"Emangnkau kira siapa Mi?" tanya Irsyad.
"Hantu!" jawab Mimi dengan mencebik.
"Hahahaha abangku jadi hantu di pagi bolong dong." ejek Irsyad yang langsung duduk.
"Dek, dah rapi mau kemana?" tanya Syahril ketika melihat Mimi berpakaian lengkap dan rapi.
"Emm rencana Mimi mau kepasar kak, eh pas buka pintu liat ada hantu." Jawa. Mimk dengan senyum.
"Mi, buat sarapan apa?" tanya kak Ryan,
"Emm Mimi ndak masak kak, rencana mau sarapan sayur urap si Mbah nanti di pasar." jawab Mimi.
"Kakak lapar?" tanya Mimi lagi.
"Iya lumayan." jawab Ryan yang langsung pergi ke kamar sebelah untuk mengambil kasur santai dan membawanya di depan TV.
Setakh dia membenatang kasur Ryan !menghidupkan TV dan diapun rebahan.
"Mau Mimi buatkan mie ndak?" Mimi menawarkan kepada kak Ryan.
"Hmm mi ayam enak Mi." jawabnya.
"Yee ya bukan mie ayam tapi mi instan kak." ucap Mimi.
"Hemm" jawab kak Ryan.
"Atau kita kepasar aja dan kita cari sarapan disana." Mimi mengajak mereka semua.
"Boleh, ayok lah." jawab kak Ryan dan beranjak dari rebahannya.
"Yaudah ayok." ajak Mimi kepada semua, jadilah mereka berempat pergi kepasar tradisional.
Sesampainya disana Mimi dan yang lain langsung menuju lapak si Mbah, dari kejauhan Mimi melihat si Mbah sedang melayani langganan nya.
"Nah kak, itu lapaknya si Mbah." ucap Mimi dengan menunjuk ke arah lapakmsi Mbah.
"Higienis nggak Mi?" tanya kak Ryan.
"Heleh mentang-mentang anak kedokteran, biasanya juga makan tekwan mang Din hahahaha." ucap Mimi mengejek kak Ryan.
"Ye dulukan beda Mi." jawab kak Ryan dengan menaikkan kedua alisnya.
"Samo bae la kak e.." jawab Mimi dengan mengeluarkan bahasa daerah nya dan langsung berjalan menuju lapak si mbak dengan diikuti ke tiga pengawalnya hahaa.
Tangan Mimi tak pernah lepas dari genggaman Syahril, itulah yang dilakukan Syahril bila bersama Mimi.
"Assalamualaikum Mbah." ucap Mimi dengan menyodorkan tangan untuk mengalami Simbah.
"Waalaikum sa lam. Oalah dirimu toh ndok ndok, kangen Mbah dengan kamu." si Mbah menjawab salam dengan terbata-bata ketika yang mengucapkan salam adalah Mimi, si Mbah tidak menyangka kalau Mimi masih mau menemuinya.
Simbah menerima ukuranntangan mimi dan yang lain, si Mbah tersenyum melihat tangan Mimi selalu dalam genggamannya Syahril.
"Iki cah-cah ganteng sopo toh ndok?" tanya si Mbah kepada Mimi.
"Oh iya Mbah, kenalin ini kak Ryan, ini Irsyad, dan ini kak Syahril." Mimi memperkenalkan mereka Semua.
__ADS_1
"Oo ganteng-ganteng semua ya." ucap Simbah dengan tersenyum.
"Makasih Mbah." jawab Ryan, Irsyad dannkak Syahril bersamaan.
"Iki pasti pacar mu to ndok." ucap si Mbah menunjuk kak Syahril dan menerka nya.
"Iya Mbah." jawab Mimi.
Tak lama mbah lanang tiba ke lapak si Mbah mengantar kelapa parut.
"Loh iki kan Mimi to ya." ucap si Mbah Lanang.
"Iya Mbah, apa kabar nya Mbah." jawab Mimi dengan menyalami si Mbah Lanang.
"Alhamdulillah apik ndok, dirimu piye apik wae kan?" Mbah Lanang bertanya kabar ke Mimi pula.
"Alhamdulillah Mimk juga baik Mbah." jawab Mimi.
Si Mbah melihat ke arah syahril dan yang lain,Mimi yang melihat itupun memperkenalkan mereka kepada si Mbah Lanang. si Mbah Lanang pun sama langsung mereka Syahril adalah pacar Mimi.
Setelah berbincang-bincang mimi memesan urap sama si Mbah namun Mimi meminta pakek lontong, begitu pula dengan yang lain memesan lontong sayur pada bude disebelah dan kak Syahril selalu makan yang sama dengan Mimi.
"Setelah selesai sarapan, Mimi mengobrol sama si Mbah sejenak sebelum Mimi pergi berbelanja keperluan dapur nya.
Mimi belanja ikan gurame, ikan kakap, ayam, cumi, udang bahkan kepiting. Kali ini Mimi berbelanja banyak, karena kak Syahril request masak kepiting saos padang.
Tak lupa pula Mimi membeli cabe, bawangbmerah, bawang putih, bawang Bombay dan bumbu-bumbu yang lain, sayur mayur dan buah-buahan pun tak terlupakan. Setelah itu Mimi pergi ke toko yang ada di dalam pasar untuk membeli gula, teh, susu, dan yang lainnya.
Setiap membeli ikan, cabe dan bawang Mimi selalu membeli lebih karena Mimi ingin memberikan kepada si mbah. Semua manjadi pantauan Syahril dan yang lain.
"Dek, emang itu buat siapa?" tanya kak Syahril.
"Buat si Mbah kak," jawab Mimi dengan senyum.
"Hedeh nasib jadi bodyguard ikut kepasar." ucap Irysad yang sudah menenteng beberapa barang belanjaan Mimi.
"Hehehe, mumpung dikawal Syad jadi Mimi belanja banyak hahhaaaa " ucap Mimi dengan canda.
"Ye la." jawab Irsyad yang masih mengikuti langkah Mimi.
Setelah semua beres Mimk dan yang lain kembali ke lapak si Mbah. Kak Syahril, kak Ryan dan Irsyad membawa belanjaan
langsung ke mobil setelah itu mereka balik lagi ke lapak sinmbah dengan membawa es dawet.
"Nih dek." ucap kak Syahril dengan memberikan tiga bungkus es dawet dan miminoun menerima nya.
"Mbah, ini buat Mbah." ucap Mimi dengan memberikan sebungkus ea dawet pada si Mbah. Setelah itu Mimi berdiri hendak mengantar ea dawet pada si Mbah Lanang.
"Mau kasih si Mbah Lanang es." jawab Mimi.
"Ndak usah, tadi sudah kakak beri kebetulan yang jual es dawetnya kan dekat dengan lapak sinmbah Lanang." jelas Syahril.
"Oh gitu, terus ini atau buat siapa?" tanya Mimi.
"Kasih aja ke bude lontong." jawab Syahril.
"Oh iya ya, Mimi pun beranjak menuju tempat bude dan !memberikan nya es dawet.
Panas-panas minum es dawet sangat nikmat, manis dan tingginya menyegarkan tenggorokan yang dahaga.
Mimi dan yang lain saling bercerita sa!a si Mbah, dan seketika si Mbah melihat ke arah Mimi dan kak Syahril secara bergantian.
"Kalian itu cocok, tapi jalan kalian berliku. " ucap si Mbok.
"Maksud nya mbah?" tanya kak Syahril.
"Kamu pasti tau le.." ucap si mbok dengan menepuk tangan kak Syahril.
"Kalian satu sama lain saling mengikat, cinta kalian juga cinta yang murni dan tulus, namun kalian akan banyak menghadapi rintangan sebelum kebahagiaan itu kalian raih." ucap si Mbah lagi.
Mimi terdiam dan mencerna setiap perkataan si Mbah.
"Berkat do'a orang yang menyayangi kalian lah kelak kalian bersatu walau ada perpisahan sebelumnya." ucap si Mbah lagi.
Deg
Mimi, Ryan, Syahril dan Irsyad terdiam setelah mendengar ucapan si Mbah.
"Apakah mungkin bang Syahril tetap di jodohkan." Irsyad dengan pemikiran nya
"Ya Tuhan, apa Syahril tegap menjalani perjodohan itu." kak Ryan dengan pemikiran nya.
"Ya Allah, apakah perkataan sinmbah adalah tentang perjodohan kak Syahril oleh kakeknya?" pemikkrna Mimi.
"Ya Rabb, aku mohon hentikan perjodohan ini. Sungguh Rabb aku tak tau apa yang terjadi terhadap ku dan Mimi kelak." Syahril dengan pemikiran nya.
"Berdoa lah pada Allah, agar jarak kalian kelak tak begitu lama dalam meraih kebahagiaan. Kalian satu sama lain tak bisa jauh. Walau badan kalian jauh namun hati kalian tetap satu, sekalipun hati itu terisi dengan yang lain tetap hati kalian saling mengisi didalamnya." Simbah terus berbicara seolah merupakan teka teki bagi hubungan Mimi dan Syahril.
"Mbah percaya, kalian akan bersatu dan bahagia setelah menghadapi segala rintangan yang ada. Dan kamu ndok, bersabarlah dan hadapi semua nya. Begitu juga dengan kamu le cari dan tuntas kan kelak, jaga diri kamu karena akan ada kebohongan didalamnya." ucap si Mbah seolah menafsirkan kehidupan mimi dan Syahril.
__ADS_1
"Wah Mbah bisa meramal ya Mbah?" tanya kak Ryan dengan canda
"Nggak le, Mbah nggak bisa meramal Mbah cuma liat saja." ucap si Mbah.
"Coba mbah liat Ryan juga." pinta kak Ryan.
"Liat Icad juga Mbah." ucap Irsyad.
"Heleh kalian ini, sudah Mbah bilang mbah bukan meramal." ucap si Mbah mengelak.
"Yah Mbah." ucap Ryan dan Irsyad.
"Hehehe" si Mbah hanya ketawa.
"Kamu itu akan selalu ngikut dia le, kalau dia bahagia maka kamu pun ikut bahagia tapi bahagia mu bukan sama orang yang sama." ucap si Mbah.
"Dan kamu ndok, kwlak jangan percaya sama yangnkau anggap sahabat." ucap si Mbah.
"Iya Mbah, sudah !mengingatkan Mimi." jawab Mimi
Karena telah siang Mimi dan yang lain pun pamit untuk pulang.
"Mbah, emm kami pamit pulang dulu ya Mbah, makasih semua wejangan dari Mbah." ucap Mimi, tak lupa Mimi membayar apa yang dimakaannya bersama pujaan hati dan saudaranya walau simbah menolak Mimi tetap memaksa.
Tak lupa pula Mimi memberikan ikan ayam serta cabe dan bawang yang di beli nya khusus buat si Mbah, seperti biasa pula Mimi selalu memborong getuk si Mbah dan Mimi membeli bumbu urapnya si Mbah juga.
Mimi dan yang lain pulang dengan menenteng kantong berisi getuk lindri Simbah. Kakmeyan dan Irsyad telah jalan terlebih dahulu menuju parkiran, mimi dan kak Syahril berjalan santai menimati icw cream jadul dengan tangan kak Syahril yang sudah merangkul pinggang Mimi.
Mimk dan kak Syahril berjalan dengan suka cita, sesekali Mimi menyuapi ice cream nya kepada kak Syahril dan sesekali mereka ketawa bersama.
Mimi menikmati hari nya dengan pujaan hati yang selalu dirindukan nya, Mimi bahagia biasa jalan bersama sang kekasih walau jalan-jalan nya dipasar tradisional.
Dan yang lebih bahagia nya Mimi adalah uang belanja nya utuh, semua belanjaan nya di bayar oleh kak Syahril. Yah ini lah yang paling membuat cewek itu bahagia jika uang nya tetap utuh disaat mereka belanja.
Di balik kebahagiaan Mimi dan Syahril ada seseorang yang melihatnya dengan tatapan nyalang dan bersedih hati.
Ryan dan Irsyad telah berada di dalam mobil, mereka berdua !menunggu dua sejoli yang tak kunjung tiba.
"Cad, telpon gih." ucap kak Ryan kepada Irsyad.
Irsyad pun menghubungi no HP Syahril namun terdenagr suara dering di dalam! dashboard mobilnya.
"Lah kok ada suara dering HP, HP Abang nggak tuh yang bunyi." ucap Irsyad kepada Ryan setelah mendengar ada suara dering HP.
"Mana ada HP Abang, nih HP Abang senyap gini." ucap Ryan dengan menunjukkan HP nya yang sunyi.
"Lah terus HP siapa?" tanya Irsyad, kak Ryan hanya menaikkan kedua bahunya. Irsyad mencoba menghubungi nomorr Syahril kembali dan lagi-lagi terdengar suara ponsel di dalam mobil, karena penasaran mereka pun mencari asal suara dan ternyata ada di dalam dashboard.
"Lah inginkan HP bang Aril bang." ucap Irsyad kepada Ryan.
"Huh, kemaanna sih tuh orang. Nggak bisa apa kangen-kangenan nya dirumah." kak Ryan sewot sendiri Kelamaaan menunggu Mimi dan Syahril.
Tak lama muncullah dua orang yang di tunggu-tunggu dengan menenteng dua kantong.
Syahril membuka pintu buat Mimi, Mimi pun tersenyum akan perlakuan Syahril kepada dirinya.
"Kalian ini kemana aja sih." ucap Irsyad.
"Hehhee sorry Cad tadi kita beli buah-buahan ini sama bahan-bahan buat brownis." ucap Syahril.
"Ndak bosan apa bang, selalu minta buatin brownies mulu." ucap Irsyad.
"Nggak lah, apa lagi yang bikin yayang Abang." ucap Irsyad dengan menyombongkan dirinya.
"Uwekkk." ucap Irsyad dan Ryan pura-pura muntah.
"Ah sudah lah ayo pulang dah siang nih." ucap Mimi melerai perdebatan mereka bertiga.Mereka pun pulang dengan perasaan bahagia.
Seseorang terus menatap kedekatan Mimi dan Syahril dengan tatapan sedih, apa lagi dia melihat canda tawa serta keakraban Mimi dengan Syahril semakin membuat hatinya panas.
Sampai kosan Mimi langsung menunjukkan dapur bersamaan Syahril, kak Ryan dan Irsyad, Mimi membagi tugas agar lebih cepat, kak Ryan dan Irsyad bertugas mencuci membersihkan ikan, ayam dan temannya yang lain
sedangkan Mimi dan kak Syahril bertugas menyiangi kangkung dan menguplas bumbu-bumbu buat saoas Padang.
Setelah beres membersihkan bahan lauknyan Irsyad memberikan kepada Mimi dan Mimi membereskan semua, Mimi meletakkan pada tempat-tempat yang Mimi beli khusus untuk menaruh ayam, ikan dsb.
Karena Syahril meminta Mimi masak kepiting saos Padang maka Mimi pun segera meracik bumbu yang sudah dikupas, Setelah semua selesai Mimi segera menumis sebentar bumbunya dan memasukkan kepiting yang sudah direbus sebelumnya, setelah itu Mimi masukkan saos sambal, saos tomat dan yang lainnya. Mimi juga menumis kangkung sebagai sayurnya.
"Em mi, ada yang bisa dibantu nggak?" tanya Irsyad
"Em nggak ada Syad, udahnkalian istirahat aja di depan." jawab Mimi. Irsyad dan kak Ryan pun pergi masuk ke dala m, mereka berdua pun menonton TV sambil menunggu semua menu masak.
Mimi memasak menu makan siangnya kali ini di bantu sama sang kekasih. Mereka memasak berdua dengan saling bercerita
yang mungkin memasak memakan waktu satu jam termasuk membersihkan bahan dan meraciknya kali ini semua bisa menjadi dua jam lebih sampai membuat dua pemuda yang sudah kelaparan di depan tertidur.
Nah siapakah yang sedang bersedih hati, kita kupas di Next bab ya.. thanks yang rajin kasih jempolnya.
*Tbc*
__ADS_1
oh ya klik profil authore ya dan lihaynada yang baru lo