DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
199


__ADS_3

Hari terus berlalu, anak-anak panti beserta para pengasuhnya juga telah kembali menghuni panti kasih bunda.


Yang awal hanya merenovasi sedikit namun ternyata di renovasi habis-habisan hingga memakan waktu hampir tiga bulan.


Yang dulu panti hanya me!iliki beberapa kamar, kini tiap anak panti yang telah beranjak remaja memiliki kamar tersendiri. Bagi anak-anak balita akaan di beri kamar sekamar terdiri dua tau tiga orang.


Bahkan di panti juga di bangun kamar untuk tuan Arnold beserta istri serta kamar Mita.


Ya mereka ingin sewaktu-waktu jika ada waktu mereka ingin menginap di rumah kedua mereka yaitu panti kasih bunda.


Kamar yang ditempati Mita bukan hanya sekedar kamarnya namun kamar itu adalah kamar yang di peruntukkan untuk mendiang Berliana.


Mita tak ingin melupakan keberadaan sahabat yang seperti saudaranya itu, walau kamar ini dia yang menempati namun isi dari kamar ini semua tak jauh dari kesan Berliana.


Setiap dinding kamar di isi dengan foto Berliana bersama baby Zian dan dirinya. Dia ingin Berliana tetap hidup di rumah ini.


Panti kasih bunda saat ini memiliki fasilitas yang memadai bahkan panti juga memiliki fasilitas transportasi bagi anak-anak yang bersekolah berupa bus untuk mengantar jemput mereka.


Tuan Arnold Damian Perez menjadi donatur tetap di panti ini. Sebenarnya bunda Ainun ingin menyerahkan panti ini kepada tuan Arnold, karena tuan Arnold lah pemilik sah nya saat ini.


Namun tuan Arnold tidak menginginkan hal itu, tuan Arnold tetap menyerahkan panti tersebut kepada bunda Ainun untuk di kelola, tuan Arnold mempercayai dan memberi kepercayaan kepada bunda Ainun.


Baby Zian yang kini sudah sah menjadi bagian keluarga Damian Perez, baby Zian sangat di jaga bahkan di manja oleh seluruh keluarga Damian Perez.


Bryan tak memiliki luang sedikit pun untuk bisa bertemu dengan anak biologisnya, karena keluarga Damian Perez menutup segala akses baby Zian.


Hari berganti bulan dan tahun kini usia baby Zian telah berusia dua tahun dan baby yang lucu nan menggemaskan itu sudah pandai berbicara serta sudah landai membaca di usianya saat ini.


Bryan beserta para sahabat telah lulus S1 nya di universitas undipo. Bryan di pinta sang papi untuk melanjutkan kuliahnya dan Bryan memilih melanjutkan kuliahnya di luar negeri.


Bukan tanpa alasan Bryan memilih jauh di negeri orang, salah satu alasannya adalah ingin menenangkan dirinya, dia merasa sangat amat bersalah kepada Berliana sehingga kesalahan yang dia perbuat dianbahkan keluarganya tidak dapat bertemu bahkan memiliki anak biologisnya tersebut.


Tak hanya Bryan yang melanjutkan pendidikan, para sahabat nya juga melanjutkan ke jenjang selanjutnya. Dillah melanjutkan S2 nya tetap di kampus ini begitu pula Reno dan yang lain, kecuali Bryan.


Dillah masih menetap di negaranya karena dia ingin berusaha mendapatkan dan mencari keberadaan gadis pujaan hatinya tersebut.


Dillah belum juga bertemu bahkan belum tau siapa gadis itu walaupun dia telah mencari tahu disekolahkan gadis yang di carinya.


Tak terasa Mimi pun sudah dua tahun di daerah perantauan ini. Hubungannya bersama Syahril semakin harmonis walau selalu ada gunjang ganjing yang Mimi dapatkan.


Ya karena kenyiyiran seseorang yang tak lain teman sekolahnya dulu, Mimi di isukan sebagai baby sugar. Sehingga hampir semua mahasiswa di kampus ini memandang rendah Mimi.


Flasback on.


Setiap ada liburan atau tanggal merah, Syahril selalu terbang ke Semarang hanya untuk bertemu dengan Mimi.


Jika Syahril ke Semarang dia tak hanya sendiri, dia selalu bersama Ryan sahabat nya. Dan jika dia ke Semarang otomatis hari libur itu di manfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Syahril.


Ya seperti hari libur kali ini, dia mengajak Mimi liburan. Tapi tak hanya Mimi saja, namun dia juga pergi bersama dengan keluarga nya yang lain, Abi dan ummi dari mbak Aish dan Irsyad pun ikut.


Kala itu Mimi yang sedang berliburan di pantai bersama keluarga barunya. Semua orang sibuk dengan urusan masing-masing tugas yang telah di bagikan oleh Abi.


Dan saat itu Mimi telah membawa berbagai macam makanan yang dia bawa menuju pantai, di tempat yang telah dipersiapkan Abi ternyata Abi juga sedang mempersiapkan alat untuk memanggangnya otomatis Mimi sedang berdua dengan Abi ditempat itu sambil mempersiapkan peralatan untuk berbeque an di tepi pantai ini.


Mungkin karena ini merupakan hari libur, ternyata resort yang disediakan di tepian pantai ini juga diminati oleh wisatawan lainnya, tersebut termasuklah beberapa teman kuliah beda fakultas juga ada di resort ini.


Disaat Mimi berduaan ternyata ada sepasang mata yang melihat kegiatan Mimi tersebut. Ya dia adalah teman sekolah Mimi dulu walau teman sekolah sewaktu kelas satu SMA saja.


Entah ada angin apa, dia pun mendekat entah itu disengaja atau tidak dia terus mendekat ke arah Mimi dan Abi yang sesekali ketawa.


"Hai Mi, ada disini juga?," sapa nya dan bertanya, Mimi pun melihat ke arahnya dengan senyum.


"Hai Ngga, iya Ngga." Mimi membalas sapanya dan menjawab seperlunya saja.


"Wah ada party ya Mi?" tanya Rangga kembali sambil memandang ke arah Abi yang sedang menata peralatan berbeque.


"Emm enggak juga Ngga, hanya mau bakar-bakar saja." jawab Mimi dengan tak lupa selalu senyum.


"Angga liburan disini juga?" Mimi meberanikan bertanya kepada Rangga.


"Iya, tuh sama teman-teman." jawabnya dengan menunjuk ke arah sekumpulan anak muda yang berada di pinggir bibir pantai.


"Oo." ucap Mimi dengan Manggut-manggut.


"Emm yaudah Mi, aku kesana dulu ya." ucap. ya pamit dan Mimk hanya mengangguk.


Saat Rangga berjalan dia sengaja berjalan mendekat ke arah Mimi dan membisikkan sesuatu ke Mimi.


"Emm siapa lagi Mi? mainan baru lagi ya?" bisik Angga.


"Maksdunya apa Ngga?" tanya Mimi balik.


"Ckkk nggak nyangka aku, Mimi yang kalem ternyata banyak !mainannya bahkan sekarang Om Om." ucap nya dan berlalu pergi.


deg


Mimi tersentak kaget mendengar ucapan Rangga. Mimi berusaha sabar dengan tuduhan nya, Mimi hanya beristighfar dan mengelus dadanya.


"Astaghfirullah, apa maksudnya kamu Ngga?" Mimi ngebatin ketika menyadari ucapan Rangga kepadanya.


"Ya Allah, lindungi hamba dari golongan orang-orang yang iri dengki serta !membuat fitnah." Mimi berdoa dalam hatinya.


Mimi merasa sakit hatinya mendengar ucapan Rangga yang merendahkan dirinya. Rangga uang dulu dikenalnya baik walau emang kenyinyirannya emang ada dari dulu.


"Mi.." panggil Abi dengan !menepuk pundak Mimi.


"I iya Bi." jawab Mimi.


"Ada apa? siapa tadi?" tanya Abi.


"Emm ndak ada apa-apa Bi, tadi adalah teman Mimi sewaktu sekolah dan satu fakultas juga." jawab Mimi.


"Ooo. Yaudah, oh ya dosis nya udah di tusukin belum Mi?" tanya Abi.


"Emm, kalau sosis belum Bi hehee." jawab Mimi dengan cengur.


"Yaudah, sini Abi bantu tusukin biar nanti setelah semuanya kumpul kita udah siap." ucap Abi.


Tak lama, kakak Syahri yang baru tiba dari membeli minuman, kak Syahril pun ikut membantu Mimi dan Abi menusuk sosis.


Mbak Aish dan Ummi belum sampai juga dari mencari ikan segarnya, sedangkan kak Ryan dan Irsyad sedang mengambil arang kerumah penyelenggara sewa alat panggang barbeque nya.


Ternyata tak hanya Rangga saja yang melihat Mimi berdua dengan abi, maaih ada beberapa mata yang juga ikut memperhatikan interaksi Mimi dan Abi bahkan ada dari beberapa mata itu mengambil foto kebersamaan Mimi dan Abi secara diam-diam.


Setelah malam, Mimi dan yang lain pun mulai berbeque an dengan di iringi petikan gitar dari kak Syahril.


Kak Syahril mengajak Mimi duet dan dia memetik nada lagu Kulakuan Semua Untukmu yang dipopulerkan oleh fatur dan Nadila.

__ADS_1


Hanya denganmu aku berbagi


Hanya dirimu paling mengerti


Kegelisahan dalam hatiku


Yang selama ini tak menentu


Tak ada ragu dalam hatiku


Pastikan aku jadi cintamu


Seiring waktu yang tlah berlalu


Mungkin kau yang terakhir untukku


Akan kulakukan semua untukmu


Akan kuberikan seluruh cintaku


Dalam menyayangi dan memahamiku


Hmm.ow.ow...


Pegang tanganku, genggam jariku


Rasakan semua hangat diriku


Mengalir tulus untuk cintamu


Tak ada yang lain di hatiku


Akan kulakukan semua untukmu


Akan kuberikan seluruh cintaku


Dalam menyayangi dan memahamiku


Akan kulakukan semua untukmu


Akan kuberikan seluruh cintaku


Dalam menyayangi dan memahamiku


Hmm.ow.ow...


Inilah cintaku, kuberikan untukmu


Setulus hatiku kuberikan untukmu


Akan kulakukan semua untukmu


Akan kuberikan seluruh cintaku


Akan kulakukan semua untukmu


Akan kuberikan seluruh cintaku


Dalam menyayangi dan memahamiku


Akan kuberikan seluruh cintaku


Dalam menyayangi dan memahamiku


Dan memahamiku


Setelah menyanyikan lagu itu kak Syahril kembali memetik nada lagu "MEMANDANG MU" di gitarnya. Mimi dan kak syahril pun lagi-lagi menyanyikan lagu duet itu.


Mencari apa yang aku cari


Merangkai rindunya hatiku


Memandangmu walau selalu


Tak akan pernah beri jemu di hatiku


Menyapamu walau selalu


Masih terasa merdu bagai di awal jumpa


Mencari apa yang aku cari


Merangkai rindunya hatiku


Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)


Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu


Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)


Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya


Haa-aa, haa-aa


Memelukmu walau selalu


Tak akan pernah sanggup aku melepasnya


Membelaimu walau selalu


Masih terasa harum lembut di hatiku


Mencari apa yang aku cari


Merangkai rindunya hatiku


Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)


Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu


Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)


Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya


Bulan bawa bintang menari, iringi langkahku (iringi langkahku)


Malam hadir bawa diriku, berjumpa denganmu

__ADS_1


Dua hati satu tujuan, melangkah bersama (melangkah bersama)


Cinta hadir bawa diriku, menyentuh indahnya


Malam ini kami semua menikmati malam di bawah langit malam yang cerah bertaburan bintang dengan semilir angin yang berhembus dari arah laut. Walau sebenarnya tak hanya kami saja yang melakukan berbequean.


Masih banyak wisatawan lain yang juga mengadakan berbeque an sambil menikmati malam di pinggir pantai, namun pihak resort menyediakan semuanya tetapi dengan berjarak antara satu sama lainnya.


Keesokan pagi, kami masih berada di sini. Hari ini kami masih menikmati indahnya pantai dengan deruan ombaknya.


Kali ini Mimi berjalan berdua bersama kak Syahril menyelusuri pasir sepanjang bibir pantai.


Lagi-lagi Mimi ketemu dengan si nyinyir Rangga, seperti yang sudah-sudah Rangga selalu menyapa Mimi walau ada ujung yang menyakitkan hati.


"Hai Mi, hai kak, selamat pagi" sapa nya kepada Mimi dan kak Syahril. Mimi dan kak Syahril hanya !mengangguk.


"Wah ternyata kak Syahril ada disini juga? liburan ya kak?" tanya nya sok akrab.


"Hmm." jawab kak Syahril dan langsung membawa Mimi pergi dari Rangga. namun apa yang ditakutkan Mimi pun terjadi saat Mimk berpapasan dengan Rangga lagi-lagi dia menyindir Mimi dengan membisikan ke Mimi.


"Waw hebat Mi.. Semalam Om Om sekarang pacar beneran." ucapnya.


Begitu sakit hati mimi mendengar ucapan Rangga yang keterlaluan itu, Ingin rasanya Mimi menampar mulut lemesnya itu. Karena kak Syahril terus menarik tangan Mimi yang berada di genggamannya Mimi hanya mengikuti langkah kak Syahril dengan hati yang amat sakit.


Orang yang dulu berteman dengan Mimi bahkan akrab tapinkali ini seolah menaruh kebencian kepada Mimi.


Sesekali air mata Mimi menetes di pipinya dan Mimk segera menghapus air mata itu dengan segera. Mimi tak ingin kak Syahril tahu jika ada air mata berjatuhan di pipinya.


Kak Syahril dan kak Ryan akan pulang ke kota pedang malam ini juga, maka dari itu Mimi dan kak Syahril menghabiskan waktu liburnya bersama.


Saat akan pulang kak Syahril yang membawa tas dia lebih dulu pergi ke mobil dan sekalian mengambil mobil. Mimi duduk bersama Irsyad sambip menunggu kak Syahril tiba.


Saat dimana Mimi duduk dengan laki-laki yang berbeda menjadi sebuah bahan hinaan oleh Rangga. Entah hanya sebuah kebetulan, tiap Mimk duduk atau lagi bersama lelaki yang berbeda selalu saja ketemu Rangga.


"Waaw Mi... belum pulang?" ucap Rangga dengan mamaikan kedua alisnya. Mimi tau maksud dari ucapannya adalah merupakan hinaan yang akan dilontarkannya.


Setelah dia berucap dan tersenyum yang penuh arti hinaan, Rangga pun berlalu. Tak lama kak Syahril dan kak Ryan tiba dimana Mimi sedang menunggunya.


Seperti liburan sebelumnya, setiap kak Syahril pulang Mimi mengantar nya ke bandara berdua dengan Irsyad.


"Dek jaga diri ya." ucap kak Syahril yang selalu mengingatkan Mimi.


"Iya kak, kakak juga." jawab Mimi dan seraya menyalami tangan kak Syahril serta menciumi punggung tangannya.


Kak Syahril mengelus kepala Mimk yang tertutup hijab dan setelah itu dia mengecup kening Mimi.


"Yaudah kakak pulang dulu ya, nanti setelah sampai kakak hubungi." ucapnya karena panggilan dari pihak penerbangan telah terdengar dan Mimi mengangguk.


Ada rasa tak rela di hati Mimi di tinggal oleh kak Syahril, namun Mimi juga gak boleh egois karena Mimi juga mengikuti komitmen nya bahwa dia akan !mengejar cita-citanya terlebih dahulu.


"Iya kak, hati-hati. Jangan lupa baca do'a." ucap Mimi dan kalk Syahril mengangguk seraya mengelus kepala Mimi.


Setelah tak melihat kak Syahril, Irsyad pun mengajak Mimi pulang.


"Udahkan, ayo pulang." ucap Irsyad yang sudah hafal dengan kebiasaan Mimi bila mengantar kak Syahril.


"Hmmm " jawab Mimi dan mereka pun pulang bersama, namun baru separuh jalan Irsyad mengajak Mimi makan nasgor di alun-alun kota.


"Mi.. kita makan nasgor dulu yok?" ajak Irsyad.


"Nasgor alun-alun ya?" jawab Mimk dan Irsyad pun mengangguk. Irsyad langsung melajukan mobilnya menuju alun-alun dan saat ini mereka berdua pun sedang menikmati nasgor dengan menjadi sorotan seseorang yang akan !membuat berita.


Keesokan paginya di kampus, saat Mimi berjalan akan menuju kelasnya, Mimk bertemu dengan sahabat-sahabatnya di tengah jalan koridor menuju kelasnya.


"Mi..." panggil Fia sahabat satu fakultas nya.


Mimi pun berhenti melangkah dan melihat Fia yang sedang berlari ngos-ngosan dengan di susul Muthia dan Irma.


"Kalian kenapa?" tanya Mimi ketika mereka bertiga sudah mendekat dengan deru nafas yang serabutan.


"Fiuhhh." ketiga sahabatnya serentak !menghembuskan nafasnya kasar.


"Kamu kemarin kemana Mi?" tanya Fia.


"Biasa liburan sama AA." jawab Mimi yang tak pernah !enugupi siapa kekasihnya dari sahabatnya ini.


Ketiga sahabat cewek Mimi ini adalah teman seperjuangan bimbel nya dan satu fakultas dengan Mimi yaitu kedokteran.


Tak berselang lama datang lagi Saridi, Riko dan Denis mendekat ke arah Mimi.


"Gesit amat kamu Fi larinya." ucap Saridi.


"Dasar kamunya aja yang lelet." jawab Fia.


"Kalian ada apa sih?" tanya Mimi kepada ke enam sahabat seperjuangan ini.


"Mi.. emm apa kamu tau?" tanya Mutia.


"Ndak tau." jawab Mimi langsung memotong ucapan Muthia.


"Aishhh Mimi dengarkan dulu la.." ucap Muthia.


"Iya ada apa Mutmut." ucap Mimi dengan memanggil Muthia dengan Mutmut.


"Emm itu Mi.. emm.." Muthia tak tega memberitahukan ke Mimi.


Saat para sahabat akan memberitahu, terdengarlah sindiran-sindiran dari mahasiswa yang lewat melewati Mimi dan kawan-kawan.


"Cihhh pakek hijab kelakuan kayak itu.." ucap mahasiswi lain.


"Hai Mi, pasang tarif berapa?" tanya mahasiswa lainnya dan he dak mentoel dagu Mimi namun Saridi yang melihat gerak gerik mahasiswa tersebut langsung menepis tangan mahasiswa itu.


"Hei Di, apa kamu juga salah satunya hah!" ucap si mahasiswa tak terima tangannya ditepis oleh Saridi.


"Jaga ucapanmu." ucap Saridi dengan sorotan mata tajam.


"Hahahha Lo bayar berapa Di?" ucap si mahasiswa namun mahasiswa langsung mendapatkan jawaban berupa bogeman mentah dari Saridi.


Mimi yang melihat itu langsung melerai Saridi, Mimi menarik Saridi sekuat tenaga agar tak berlanjut adu jotos nya.


"Stop Sar... stop." ucap Mimi dengan melerai serta menarik Saridi menjauh dari mahasiswa tersebut. setelah Saridi tenang Mimi pun bertanya.


"Maaf guys, emang ada pa sih?" tanya Mimi yang tidak mengerti dengan situasi saat ini.


Mimi melihat pandangan mahasiswa sinis serta ada yang sepertinya jijik bahkan menyindir Mimi.


"Mi.. sebenarnya... emmm ..."

__ADS_1


Sebenarnya ada apa ya??? di Next bab ya..


Assalamualaikum, Alhamdulillah bisa up lagi. mohon maaf lama nggak up karena lagi nggak enak badan dan disibukkan. mengurus bapak yang sedang sakot, insya Allah akaan disempatkan up . terimakasih.


__ADS_2