DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
175


__ADS_3

Keesokan pagi sinar mentari bersinar dengan cerahnya. Bryan tersadar dari pingsannya atau tidur panjang nya, tak ada satupun yang menyadarkan nya saat itu. Hidup merantau jauh dari orangtua dan sanak keluarga.


Pusing, sakit dan berdenyut yangbdieasakannkepalla Bryan saat ini akibat berpa banyaknya dia meneguk minuman beralkohol.


"Aoo." ucapnya ketika tersadar dari pingsan atau tidur panjangnya.


Di geleng-geleng nya kepala untuk menyerahkan rasa sakit, namun rasa itu semakin menjadi. Dilihatnya keadaan sekitar ruangan dimana dirinya berada saat ini. Pecahan beling dari botol minuman berserakan. Keadaan ruangan yang sudah gak normal lagi, keadaan bak seperti kapal pecah.


Bryan mencoba untuk berdiri, semakin dia !mencoba semakin berdenyut kepala nya.


"Aku, sakitnya kepala ku." ucapnya dengan menggelengkan kepalanya dan mengerjap-ngerjap mata.


"Huhh" Bryan !w!buang nafasnya secara kasar, dirogohnya ponsel dalam saku dan di carinya kontak Reno sahabat nya. Bryan merasa kalau dirinya tak mampu untuk berdiri karena kepala yang dirasanya sangat sakit.


Bryan menghubungi Reno, beruntungnya Bryan Reno segera mengangkat panggilannya.


"Ren, to long in gu e." ucap Bryan ketika melihat panggilannya tersambung, tanpa menunggu Reno berucap Bryan langsung meminta pertolongan.


"Halll Bry hallo Lo kenapa, Bry Bry .." Reno seketika merasa panik karena setelah Bryan meminta tolong, Reno tak lagi mendengar suara Bryan. Yah sehabis berucap Bryan kembali pingsan karena sakit yang dirasakannya ter amat sakit.


Reno dengan sigap langsung menyambar kunci mobilnya dan dia pun langsung berlari menuruni anak tangga rumahnya dan langsung berlari menuju ke mobilnya yang berada di dalam garasi.


Tanpa pamit, tanpa pikir panjang Reno langsung menghidupkan mesin mobilnya dan melakukannya dengan kencang saat setelah keluar dari perladangan rumahnya.


Reno berupaya menelpon Bryan kembali tapi sama halnya dengan sebelumnya tak ada jawabannya. Reno


langsung menuju ke apartemennya Bryan, sesampainya disana Reno langsung berlari memasuki kawasan apartemen dia langsung masuk ke dalam lift dan dengan segera menekan tombol nya.


Sesampai di lantai atas dimana apartemen Bryan berada Reno langsung berlari kembali menuju apartemen Bryan. Reno langsung menekan no sandi pintu apartemen Bryan dan Reno langsung masuk sambil memanggil-manggil nama Bryan.


"Bry, Bryan Bry.." panggil Reno dan memeriksa kesetiap ruangan di lantai bawah, karena tak menemukan Bryan di lantai bawah dia naik ke lantai atas di bukanya kamar Bryan juga tak ditemukan nya.


Semua ruangan di lantai atas sudah di periksa tapi tak juga ditemukannya, Reno kembali turun dan satu tempat yang belum diperiksanya yaitu Mimi bar yang berada di pojokan.


Reno berlari ke arah mini bar milik Bryan, belum juga Reno sampai disana sudah terlihat serpihan-serpihan beling di sekitar ruangan tersebut.


"Ya tuhan Bryan." ucapnya dengan histeris ketika terlihat sosok Bryan yang tergeletak. Reno segera mendekat dan membersihkan beling-beling yang ada di sekitar Bryan


"Lo apa-apain sih Bry sampe keg gini." ucapnya dengan mengangkat Bryan dan Reno me!apah Bryan keluar dari area Mimi bar yang penuh dengan pecahan botol.


Reno akan menelpon ambulans tapi Reno berpikir ulang untuk !menelponnya, karena pastinya memakan waktu lagi sedangkan Bryan membutuhkan bantuan dengan segera.


Tanpa berpikir lagi Reno memapah Bryan keluar dari apartemen nya dengan susah payah. Sesampainya di bawah Reno minta tolong sama satpam untuk me!nantinya me!bawa Bryan ke dalam mobilnya.


Setelah posisi Bryan didalam mobil dianggap Reno sudah pas dan aman, Reo pun mengegaskan mobilnya menuju rumah sakit.


Dirumah sakit Reno langsung me!panggil petugas dan petugaspun dengan sigap membantu Reno. Bryan langsung di bawa ke jangan UGD dan segera di tangani oleh dokter.


Reno mengkhawatirkan Bryan, Reno terus berdiri di depan pintu UGD dengan berjalan bolak balik. Disaat Reno sedang !mengkhawatirkan keadaan Bryan, ponselnya berbunyi dan ternyata Yogi sahabat mereka menelpon.


"Halo Ren, Lo dimana? jadi nggak hari ini?" tanya Yogi.


"Gue lagi di rumah sakit xx." jawab Reno.


"What!!! Lo sakit Ren? sakit apa?" ucap Yogi dengan memberondongi pertanyaan.


"Bukan gue, tapi Bryan. Lo buruan kesini temani gue." ucap Reno dan langsung menutup panggilan.


"Ckk si alan Reno main matiin aja, hmm Bryan sakit apa sih. Tumven-tumbenan tuh anak sakit." ucap Yogi dan langsung chat ke group bujang pencari cinta dan dia pun. memberitahukan kalau Bryan maauk rumah sakit xx. Setelah kirim pesan lewat chat diapun langsung melajukan. motornya menuju rumah sakit yang di maksud.


Sesampainya Yogi di rumah sakit, Yogi langsung mencari Reno ke ruang UGD. Terlihat Reno yang masih mondar mandir di depan pintu ruang UGD.


Sudah hampir satu jam Reno menunggu namun belum ada tanda-tanda dokter keluar dari ruangan itu.


"Ren, gimana Bryan?" tanya Yogi setelah sampai dekat Reno dengan nafas yang ngos-ngosan.


"Belum tau, dokter dari tadi belum keluar." jawab Reno.


"Kok bisa begini!" ucap Yogi.


"Entahlah guy nggak tau, yang jelas dia ngubungi gue minta tolong dan pas gue kesana dia udah pingsan ditengah-tengah serpihan beling." jelas Reno.


"Kira-kira Bryan kenapa ya Ren?" tanya Yogi yang udah duduk di bangku tunggunyang berada di samping ruangan tersebut.


"Emm entahlah," ucap Reno dengan mengusap kepala


nya dan menarik rambutnya ke belakang.


"Apa dia, emm mudahan ini hanya praduga gue aja.'' ucap Yogi.


"Iya mudahan bukan karena kemaren." jawab Reno yang seolah tau marah tujuan omongan Yogi.


Mereka berdua masih menunggu diluar, tak lama dokter pun keluar.


"Dok, bagaimana dengan teman saya?" tanya Reno.


Terlihat dokter menarik nafas dalam dan melihat Reno serta Yogo bergantian.


"Maaf, dimana keluarganya?" tanya dokter.


"Keluarganya tidak ada si sini dok, bagaimana keadaannya dok?" Reno menjawab dan kembali bertanya keadaan Bryan.


"Apa sebelumnya teman anda pecandu alkohol?" tanya sang dokter.


"Atau saya tidak dok, tapi kalau minum dia akan minum kalau lagi banyak pikiran atau masalah." jawab Reno.


"Untuk saat ini demamnya sudah turun, tekanan darahnya juga sudah stabil, luka-luka nya juga sudah di obati. Namun untuk selanjutnya kota tunggu hasil lab, semoga ini hanya dugaan saya saja." ucap sang dokter.


"Maksud dokter?" tanya Yogi.

__ADS_1


"Ini baru dugaan saya, teman anda terkena liver." ucap sang dokter. "Tapi kita lihat hasil tes lab nya saja nanti, baik


lah saya permisi. Nanti teman anda akan dipindahkan ke ruang rawat inap namun tolong ikutinprosedur rumah sakit." imbuh dokter dan dokter pun pamit.


"Oh ya baik lah dok, terimakasih." jawab Reno.


Bagai disambar petir di siang hari, Reno dan Yogi merasa lunglai mendengar penuturan dari dokter.


Yogi yang tau maksud dari ucapan dokter, diapun sigap langsung pergi bersama suster menuju ruang administrasi dan menyelesaikan prosedur yang ada.


Reno tau betul siapa Bryan karena Reno adalah temannya dari SD, Bryan adalah anak orang kaya namun dia kurang perhatian dari kedua orangtuanya.


Orang tuanya memanjakannya dengan harta dan orangtuanya selalu menuntut dirinya untuk selalu menjadi juara dan harus selalu mendapatkan nilai yang bagus.


"Ren, itu nggak mungkin kan?" tanya Yogi yang kembali dari ruang administrasi kepada Reno yang terduduk di kursi.


"Gue nggak tau Gi, Setau gue Bryan hanya minum kalau dia lagi pusing mikirin masalah keluarganya." ucap Reno.


Tak lama tampak perawat keluar dari ruangan UGD akan menanyakan perihal penyelesaian administrasi.


"Maaf mas apa administrasi nya sudah di penuhi persyaratan nya?" tanya salah satu perawat.


"Oh iya sus, sudah." ucap Reno


"Baik lah kalau gitu, kita akan bawa pasien ke ruang rawat inap." ucapmsi suster dan suster oun kembalk kedalam ruangan dan tak lama suster dan perawat lain keluar sambil mendorong brankar, terlihat Bryan yang pucat di atas brankar.


Sesampainya di ruang rawat inap, Reno dan Yogi menunggui Bryan.


"Ren coba Lo hubungi orangtuanya." ucap Yogi.


"Iya Gi, Lo benar. Oke gue hubungi mereka dulu." ucap Reno dan Reno pun segera menghubungi orang tuanya Bryan.


Reno menghubungi papi nya Bryan namun tak di angkat, akhirnya Reno menghubungi kami Bryan juga tak di angkat. Renonyeria berusaha berulang kali menghubungi mereka namun tetap sama.


Tak lama ponsel Yogi berdering dan ternyata Satria menghubunginya dan menanyakan keberadaan Bryan.


"Halo Gi, kalian dimana?" tanya Satria yang telah sampai di rumah sakit.


"Gue di dalam ruangan vip mawar2." jawab Yogi


"Oke gue kesana." ucap Satria.


Sesampainya di ruang yang dituju Satria langsung masuk dan dilihatnya ketiga sahabatnya nya yang terlihat rautnwajjaah yang sedih.


"Gimana keadaan Bryan?" tanya Satria.


"Seperti yang Lo liat?" ucap Yogi.


"Sebenarnya dia kenapa?" tanya Satria.


"Entah lah kita nggak tau yang jelas dia pingsan kata Reno." ucxp Yogi sambil menunjuk ke Reno yang masih berusaha menghubungi orang tua Bryan.


"Masih sama Gi, nggak bisa di hubungi." ucap Reno frustasi.


"Ren, memangnya Bryan kenapa?" tanya Satria kepada Reno.


"Gue nggak tau Sat, yang jelas dia meminta tolong samaa gue dan gue teuin dia udah keg gini dengan botol minuman yang banyak." terang Reno.


"Astaghfirullah," ucap Satria.


"Terus dokter bilang apa?" tanya Satria kembali.


Reno ohn memberitahukan apa yang di bilang sa!a dokter kepada Satria dan Satria sama kaget nya dengan mereka berdua sebelumnya


"Ya Allah Bry, Lo kenapa gini sih." ucap Satria.


Mereka bertiga menunggu Bryan yang. belum juga sadarkan diri tanpa Dillah diantara mereka.


"Dillah kemana?" tanya Satria kepada Yogi dan Reno.


"Nggak tau gue, belum ada kabar dari tuh anak." ucap Reno.


"Kebiasaan tuh anak pasti belum bangun." ucap Satria dengan dugaan nya yang amat benar.


Dillah masih nyenyak di bawah selimutnya, dia semalaman tak bisa tidur. Dia selalu teringat akaan senyuman itu da dia sibuk akaan segala praduganya.


Yah semalam Dillah teringat akan senyuman seorang gadis yang mengusik hati dan pikirannya dan senyuman yang selalu hadir di dalam mimpinya. Setelah Dillah mengingat itu dan Dillah juga mengingat akan senyuman Mimi.


Dillah terus memikirkan dan membandingkan senyuman itu.


"Ya tuhaaan, apakah senyuman itu milik Mimi.. Dan senyuman gadis berambut panjang itu adalah Mimi." Dillah terus menduga-duga nya.


"Ya Allah apakah ini sebuah jawaban atau sebuah pr lagi buat hamba. Kenapa kau terus !enuntun hamba untuk selalu mendekat ke Mimi." Dillah terus membandingkannya hingga pikirannya hanya digunakan untuk membandingkan senyuman itu antara senyuman si gadis berhijab!abut panjang, senyuman gadis berhijab dalam mimpi dan senyuman Mimi.


Karena terus merangkai dugaan-dugaan nya Dillah tak bisa tidur hingga subuh.


Saat adzan Dzuhur Dillah pun terbangun, direnggangkannya otot-otot biasanya dengan !merentangkan kedua tangan nya. Dilihatnya jam di honya yang berada di atas nakas.


"Astaghfirullah dah hampir jam satu." ucapnya dengan suara parau khas orang bangun tidur.


Dilihatnya notif pesan pada ponselnya lagi-lagi dia terkejut mendengar kabar kalau Bryan di bawa kerumah sakit. Dillah langsung beranjak menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dan berwudhu karena sudah masuk waktu Dzuhur.


Setelah selesai sholat Dillah langsung bersiap untuk pergi ke rumah sakit namun langkahnya berhenti ketika mendengar suara dari perutnya.


"Astaghfirullah perutku terasa lapar rupanya." ucap Dillah pada dirinya dengan senyum.


Dillah berjalan ke dapurnya dan membuka lemari serta kulkas tak ditemukannya bahan buat dimasak.


"Hah kok nggak ada, perasaan semalam aku per gi.... Astaghfirullah." Dillah lupa jika semalam dia tak jadi pergi ke market untuk membeli bahan-bahan di dapurnya.

__ADS_1


"Nasib nasib." ucapnya dan Dillah pun hanya meminum air putih dan setelah itu dia segera berangkat menuju rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Dillah menelpon Reno menanyakan ruang Bryan dan setelah mengetahui nya dia pun langsung menuju ruangan Bryan.


Sampai di ruangan Bryan semua sahabat nya pada tergeletak, hanya Reno yang terbangun itupun karena Dillah menelpon nya.


Dillah mendekat ke arah Reno dan Dillah juga menanyakan hal yang sama yang ditanyakan Satria sewaktu tiba. Reno pun !memberitahukan nya, Dillah sangat terkejut tidak menyangka kallaau Bryan sampe melakukan hal itu.


Kini mereka hanya menunggu hasil lab yang belum juga keluar, Dillah dan Reno pun menjadi membicarakan hal apa yang membuat Bryan sampe melakukan hal itu, meminum minuman beralkohol hingga over.


Dillah juga menceritakan praduga-praduganya tentang senyuman Mimk sama dengan senyuman gadis yang dicarinya selama ini. Reno takkan terkejut dan dia pun ikutan menduga jika itu benar terus baaggaimanna dengan Bryan.


Karena merasa lapar Dillah dan Reno pergi ke kantin rumah sakit , tapi sebelumnya Reno !membangunkan Satria da Yogi.


Karena dua mata sahabatnya masih sangat mengantuk maka mereka berdua hanya menitip makan siangnya untuk di bungkus.


Bahaya minuman beralkohol bagi kesehatan sudah sangat sering diberitakan. Bila dikonsumsi secara berlebihan dan dalam jangka panjang, minuman beralkohol bisa merusak organ tubuh dan menyebabkan kecanduan. Bahkan, tidak jarang juga terjadi keracunan alkohol yang bisa berakibat fatal.


Banyak orang mengonsumsi minuman beralkohol agar merasa lebih tenang atau lebih mudah tidur. Inilah yang dilakukan Bryan, dia meminum alkohol untuk menghilangkan rasa sakit hatinya dan ingin merasa tenang.


Minuman berkalkohol sangat merugikan pada diri si peminum dan juga pada orang lain. Minuman beralkohol sangat berbahaya bila diminum melebihi batas kewajaran.


Sebuah riset menunjukkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman beralkohol merupakan salah satu penyebab kematian tertinggi. WHO menyebutkan bahwa setidaknya ada 3 juta orang meninggal setiap tahunnya karena minuman beralkohol, baik akibat efek alkohol secara langsung maupun penyakit yang ditimbulkannya.


Selain meningkatkan risiko kematian, kecanduan alkohol juga dapat merusak organ hati atau liver. Organ ini berfungsi untuk membantu proses pencernaan makanan, menetralkan racun dalam darah, mengatur kadar gula dan kadar kolesterol dalam darah, membantu proses pembekuan darah, serta menghasilkan hormon.


Orang yang kecanduan alkohol sangat berisiko mengalami gangguan fungsi hati karena penyakit hati. Bukan hanya itu, bahaya minuman beralkohol juga akan meningkatkan risiko munculnya berbagai masalah kesehatan lain.


Berikut ini adalah beberapa penyakit yang dapat timbul akibat mengonsumsi minuman beralkohol terlalu banyak:



Perlemakan hati



Perlemakan hati adalah penumpukan lemak pada hati yang disebabkan oleh konsumsi minuman beralkohol dalam jumlah banyak atau terlalu sering. Umumnya, perlemakan hati tidak menimbulkan gejala. Meski demikian, penyakit ini bisa berkembang menjadi peradangan hati (hepatitis).


Perlemakan hati dapat disembuhkan dengan cara menghentikan konsumsi minuman beralkohol, menjalani pola makan yang sehat, berolahraga secara rutin, dan menjaga berat badan tetap ideal.



Hepatitis



Hepatitis lebih serius daripada perlemakan hati. Saat liver sudah dipenuhi lemak dan konsumsi minuman beralkohol tidak dihentikan, dapat terjadi peradangan pada organ tersebut. Kondisi inilah yang disebut hepatitis.


Hepatitis ringan bisa sembuh bila Anda benar-benar berhenti mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, jika sudah parah, kondisi ini bisa menyebabkan kerusakan hati yang permanen.



Sirosis



Kondisi terparah yang bisa Anda alami karena konsumsi minuman beralkohol secara terus-menerus adalah penyakit sirosis. Penyakit ini terjadi ketika organ hati sudah rusak parah dan mengeras karena dipenuhi jaringan parut. Ketika liver mengalami sirosis, fungsi hati pun akan terganggu.


Tidak seperti perlemakan hati dan hepatitis, sirosis tidak bisa disembuhkan. Namun, dengan berhenti mengonsumsi minuman beralkohol, Anda dapat mencegah terjadinya kerusakan hati yang lebih parah. Penderita sirosis biasanya perlu menjalani transplantasi hati untuk bisa bertahan hidup.



Kanker



Konsumsi minuman beralkohol dalam jangka panjang dapat menyebabkan berbagai jenis janker, terutama kanker hati. Selain kanker hati, minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko terjadinya kanker payudara, kanker usus besar, kanker mulut, dan kanker pankreas.



Anemia



Anemia merupakan kondisi ketika tubuh kekurangan sel darah merah. Saat terlalu banyak mengonsumsi minuman beralkohol, Anda akan merasa kenyang sehingga kerap melewatkan waktu makan.


Lama-kelamaan, kondisi ini dapat menyebabkan tubuh kekurangan zat besi yang berperan penting dalam proses pembentukan sel darah merah.


Selain itu, orang yang sering mengonsumsi alkohol juga berisiko tinggi mengalami gangguan fungsi hati, sehingga tubuhnya lebih mudah mengalami perdarahan. Hal ini juga bisa menjadi penyebab anemia pada orang yang kecanduan alkohol.



Gangguan sistem pencernaan



Bahaya minuman beralkohol lainnya adalah dapat menyebabkan gangguan sistem pencernaan, seperti tukak lambung dan pankreatitis. Orang yang terlalu sering mengonsumsi minuman beralkohol juga lebih rentan mengalami kekurangan gizi, karena saluran cernanya tidak bisa mencerna dan menyerap nutrisi dengan baik.


Selain berbagai penyakit di atas, bahaya minuman beralkohol juga bisa meningkatkan risiko terjadinya:


Penyakit jantungDiabetesStrokeDemensiaDisfungsi ereksiOsteoporosisSusah tidur atau insomniaGangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas


Minuman beralkohol melemahkan daya tahan tubuh. Jika dikonsumsi oleh ibu hamil, minuman beralkohol bisa menyebabkan janin mengalami kelainan genetik, cacat bawaan lahir, gangguan tumbuh kembang, atau terlahir prematur.


Selain itu, mengemudi di bawah pengaruh alkohol juga sangat berisiko menyebabkan kecelakaan. Dalam hal ini, bahaya minuman beralkohol tidak hanya berdampak pada orang yang mengonsumsinya, tapi juga pada orang lain


Nah saat ini keadaan Bryan belum tahu apakah dia terkena liver atau penyakit lainnya.


Next ya jangan lupa 💗 dan👍 nya

__ADS_1


""" Tbc""""


__ADS_2