
Lama mimi berada dalam kamar dan meninggalkan Syahril seorang diri di ruang tamu. Mimi bingung harus pakai baju apa secara ini pertama kalinya Syahril mengajak dirinya ke rumah orang tuanya.
Mimi yang tak begitu memiliki banyak pakaian menjadi bingung sendiri karena pakaian Mimi rata-rata pakaian gadis umumnya tapi bukan pakaian yang terbuka atau kekurangan bahan ya 👍.
Puas Mimi dengan rasa kebingungan nya akhirnya Mimi memutuskan memakai tunik yang berlengan seperdelapan dengan corak bunga dan berwarna tosca ( gak begitu panjang) dan memakai celana dasar span warna hitam, di ikat ekor kuda rambut panjangnya, memakai pelembab wajah, di poles nya celak mata yang dari mekkah dan bedak baby serta polesan sedikit lipgloss.
Setelah bersiap Mimi keluar menemui Syahril.
"Kak," panggil Mimi saat Syahril terpaku melihat Mimi.
"Eh udah ya?" tanyanya dengan gelagapan.
"Udah, ayo." ajak Mimi.
Mimi pun memberitahu Nyai nya dan pamit tak lupa menyalaminya begitu pula dengan Syahril.
Hari ini Syahril ke rumah Mimi memakai motor ninja berwarna hijau, Mimi melihatnya mengkerut kan dahinya.
"Ayo dek naik." ucap Syahril namun tak di gubris oleh Mimi.
"Dek, ayo naik." ajaknya lagi.
"Hemm." jawab Mimi tapi tak juga naik.
"Kenapa? ayoo naik." ajak nya sekali lagi.
"Kak, kenapa bawa motor ini?" Tanya Mimi dan membuat Syahril heran.
"Emang kenapa?" jawabnya.
"Kenapa gak pakek motor matic kakak yang selama ini kakak pakek?" Tanya Mimi.
"Motor matic tadi di pinjam anak wak Ainun." Terang Syahril. "Ayo naik?".
"Isss." jawab Mimi dengan manyun.
"Lah kenapa manyun gitu dek?" tanyanya.
"Habis kakak pakek motor ini." jawab Mimi masih dengan manyunnya.
"Lah emang kenapa dengan motor ini?" jawab Syahril bingung.
"Liat aja, gimana Mimi mau duduk." ucap Mimi.
"Lah ya tinggal duduk di belakang dek, nih di sini." jawabnya sambil menepuk jok kecil di belakang.
"Kecil gini, mana jauh lagi jaraknya." protes Mimi.
"Ya nggak jauh dek, kakak duduk di depan sini dan adek di belakang sini." jawab Syahril dan menjelaskan sambil menepuk jok motor.
"Iya jauh kak, kakak yang bawa motor pasti nungguin jauh antara tangan kakak ma stang motor, nah nanti Mimi gimana pegangannya yang ada nanti jatuh kakak gak tau." cicit Mimi Syahril ketawa mendengar cicilan Mimi dia baru paham dengan apa yang membuat Mimi manyun sedari mereka turun menuju motornya.
"Ya gampang adek tinggal pegang pinggang kakak." Jawabnya jahil.
"Ye megang pinggang kakak juga jauh kak malah Mimi jadi ikutan nungging yang ada." Ucap Mimi dan masih manyun.
"Yaudah naik aja dulu nanti di Uji coba." Syahril dengan sabar menghadapi protesan dari Mimi.
Mimi pun akhir naik, dan Syahril pun menghidupkan motornya dan Brmmmm motor pun melaju, Mimi yang hanya pegangan di pinggir sisi kiri kanan motor kaget dan hampir kejungkal.
"Kaakaaak." Teriak Mimi dari belakang.
"Makanya pegangan pinggang kakak." Ucapnya dengan senyum di sunggingkan.
__ADS_1
Sepanjang jalan Mimi hanya memegang baju Syahril karena kalau pegang pinggang seolah mereka pelukan dan yang pasti Mimi ikutan nungging di buatnya. Tak makan waktu lama untuk sampai ke tujuan 10 menit Mimi dan Syahril pun sampai.
Sepuluh menit rasanya satu jam yang Mimi rasakan karena posisi duduk yang tidak nyaman bagi Mimi.
"Ayo dek." Syahril mengajak Mimi untuk masuk kedalam rumahnya Mimi pun menganggukan dan mengekori Syahril di belakang.
"Assalamu'alaikum." ucap Syahril dan langsung membuka pintu rumahnya.
"Wa'alaikum salam." jawab seorang perempuan dari dalam dan berlalu menuju pintu.
"Ayo dek," ajak Syahril dengan terus menggenggam tangan Mimi.
Tampak senyuman dari wajah perempuan yang mengucap salam tadi dan dia lun mempersilahkan kami masuk.
"Ayoo masuk, ayoo sini." Ucapnya dengan ramah.
Wanita yang berusia berkisar 43th yang masih terlihat cantik dengan kontras mata yang ayu dan tajam karena polesan celak mata yang dipakainya.
"Dek, ini Umma kakak." Syahril memperkenalkan Umma nya, Mimi pun menghampiri Umma dan menyalaminya.
"Assalamu'alaikum Umma." ucap Mimi dan menyalaminya serta mencium punggung tangan Umma.
"Waalaikumsalam, pa kabar nak?" ucapnya dengan memeluk dan cipika cipiki dan mengelus pundak Mimi dengan sebelah tangannya.
"Ayoo duduk, Umma buatkan minum dulu ya, Riil temani Mimi." Ucap nya dan hendak berlalu masuk ke dalam kembali.
"Iya Umma siip." jawab Syahril.
"Eh ndak usah repot-repot Umma," jawab Mimi dan kembali memegang tangan Umma.
"Ndak repot kok sayang cuma air minum aja ( smbil menepuk punggung tangan Mimi yang di genggamnya), sana duduk sama Syahril anggap rumah sendiri ya." ucap nya dan nerlalu masuk.
"Sini dek, duduk." ajak Syahril Mimi pun duduk di kursi samping Syahril.
"Kak" panggil Mimi.
"Kak," panggil Mimi lagi.
"Iya sayang." jawab nya dan membalikkan badan menghadap ke arah Mimi.
Blush, Mimi merasa malu dengan di panggil sayang.
"Kak, Mimi malu." Ucap Mimi dan Syahril mengerutkan dahinya.
"Malu kenapa?" Tanya Syahril.
"Ya malu sama umma." jawab Mimi.
"Kenapa malu?" tanyanya lagi.
"Ya malu kak, Mimi datang tapi ndak bawa buah tangan." Ucap Mimi dengan suara sedikit manja.
"Gak apa, Umma bukan mengharapkan buah tangan dari adek yang dia mau itu calon menantunya datang menghadap dia." ucap Syahril dengan gurauan.
"Ihh kakak apaan sih." jawab Mimi malu.
Tak lama Umma keluar dengan nampan berisi teko dan 4 cangkir keramik. dan di belakang Umma ada perempuan yang seumuran dengannya ya itu wak Ainun.
Umma menaruh nampan keramik yang di atas meja dan dia juga menyuruh wak Ainun menarik dia piring ke atas meja.
"Wak, taruh disini kuenya." ucap Umma dan wak Ainun pun menaruh kue tersebut.
Umma menuangkan air teh dari teko keramik ke dalam 3 buah cangkir dan dia menyajikan ke hadapan Mimi, Syahril dan dirinya.
__ADS_1
"Ayo nak diminum, dimakan juga kue nya." ujar Umma mempersilahkan Mimi minum dan memakan kie yang disajikan.
"Iya Umma makasih, jadi ngerepotin Mimi." jawab Mimi.
"Ndak ngerepotin Umma senang kalau ada yang datang ke rumah ini." jawabnya dengan senyum dan Mimi pun tersenyum.
"Emm Mimi kelas berapa nak?" Tanya nya setelah menyeruput teh.
"Mimi kelas dua Umma." jawab Mimi.
"Oh, ayo di cicipi kue nya." ucap Umma.
"Iya Umma makasih ( Mimi mengambil sepotong kue lapis legit) Em enak Umma." ucap Mimi dan memujinya.
"Iya dek kue lapis legit buatan Umma emang enak." sahut Syahril dengan menyomot kue lapis legit yang berada di depan Mimi.
"Ini Umma buat sendiri ya?" Tanya Mimi antusias.
"Iya semalam Umma bikin, biasa di rumah ini harus ada camilannya." Jawab Umma dengan senyum.
"Iya dek, apalagi babah paling suka ngemil manis-manis." Sahut Syahril.
"Nih dek cicipi kue engkak ketan nya aaa ." ucap Syahril lagi dan hendak menyuapi Mimi dengan
kue engkak ketan. ( kue engkak ketan kue tradisional di jambi dan biasa ditemukan tiap hari raya dan kalau sekarang bisa di temui kalau ada yang hajatan nikah)
"Ih kakak, malu di liatin Umma." jawab Mimi dan Umma hanya menggelengkan kepala melihat anak bungsunya.
"Ngapain malu umma juga pernah muda dek, nah aaa." ujar nya dan masih ingin menyuapi Mimi.
"Udah Terima aja Mi." ucap Umma "Kalau gak di terima gak bakal berhenti tuh Aril." imbuh umma kembali dengan senyum serta gelengan kepala
"Ihh kakak, Mimi bisa ambil sendiri gak perlu di suapin gitu." Ucap Mimi dan mengambil engkak sendiri dari piring dan memakannya.
"Yah dek, kok ngambil yang di dalam piring inih pegal loh tangan kakak." ujarnya mendramatisir.
"Ye siapa juga yang nyuruh kakak nyuapin Mimi." jawab Mimi dan menggigit kembali kue yang ada di tangannya.
"Iss adek ni kakak tu cuma mau romantisana adek aa ayo!" ucap nya dan masih terus ingin menyuapi Mimi, karena terpaksa Mimi pun menerima nya.
"Nah gitu dong enak kan?" imbuhnya.
"Iya enak, kan buatan Umma." jawab Mimi
Mereka bertiga larut dalam bercengkrama dan tak lama terdengar salam dari luar.
"Assalamu'alaikum." ucap seseorang dari luar..
"Waalaikum salam" ucap kami serentak.
Ayoo kira-kira siapa yang datang?
Hai Hai riders dokter jantungku alhamdulillah bisa up walau hanya ± 1200 kata semoga masih berkenan buat kalian semua jangan lupa dukung juga karya uathore satunya ya beda akun aja.
DAN JANGAN LUPA BERI KARYA AUTHOR INI DUKUNGANNYA DAN TINGGALKAN JEJAK KALIAN.
VOTE
LIKE
RATE
__ADS_1
KOMEN
💖TERIMAKASIH SEBELUMNYA💖