DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
AWAL KERESAHAN SYAHRIL 2


__ADS_3

Assalamualaikum Riders sobat Dokter Jantungku, selamat membaca.


_______________________________________


Sepulangnya Syharil dari rumah Nyai akupun bersiap-siap karena rencana Asri akan singgah terlebih dulu ke Ramayana.


"Bentar ya Sri Mimi mandi dulu." Ucapku kepada Sri yang telah duduk di ruang tengah sambio menonton dan sebelum ku beranjak mandi kueuguhin asri teh hangat dan camilan.


"Oke Mi, makasih." ucap nya.


Aku pun langsung bergegas pergi ke kamar mandi. Tak memakan waktu lama akupun selesai mandi dan aku segera bersiap-siap.


Nyai telah bersiap, karena waktu keberangkatan cukup lama dan aku pikir jika mengajak sekalian Nyai ke Ramayana pasti nanti dia akan merasa capek. Maka dari itu aku akan pergi menemani asri terlebih dahulu dan setelah itu nanti aku jemput lagi Nyai.


"Nyai, nyai dirumahnya aja dulu ya?" Ucapku.


"Kenapa?" jawabnya.


"Mimi mau nemani asri dulu." Jelasku.


"Ndak apa lah sekalian Nyai ikut." Ucapnya ngeyel.


"Kalau nyai ikut nanti capek dan kota berangkat juga masih lama jam dua." Terangku.


"Oh iyolah kalau gitu." Jawabnya.


Dan aku pun mengajak Sri pergi terlebih dahulu.


"Sri ayok kita ke Ramayana dulu, tas Sri tinggal aja nanti balik lagi kesini ." usulku.


"Eh Ndak usah lah mi, aku bawa aja sekalian bawaanku nantikan tinggal dititipin aja di penitipan barang." Ucapnya dan aku pun berpikir ada benarnya juga.


"Oh oke lah, Mimi juga bawa tas Mimi nanti pas jemput nyai jadi Ndak bawa apa-apa lagi." Ucapku dan mengeluarkan tasku dan tas nyai.


"Udah yok kita berangkat sekarang." Ajak ku.


"Ayok." Ucapnya.


"Nyai kami berangkat dulu." Ucap Asri kepada nyai dan menyalami nya.


"Oh Iyo hati-hati." jawab Nyai dan menerima uluran tangan Sri.


Aku pun pergi ke Ramayana. dan menenteng tas pakaian nyai danenyandang ransel ku. Untukenuju ke Ramayana maka kami menunggu ketek ( perahu pakai mesin) dan tak menunggu lama ketek pun ada yang akan segera berangkat dan kamipun naik ketek tersebut.


Kurang lebih sepuluh menit kami sampai di parkiran ketek Ramayana dan kami pun naik ke atas dan menuju Ramayana dan langsung menuju ke tempat penitipan barang untuk menutup barang-barang kami.


Setelahenitipkan barang aku mengikuti Asri ternyata dia akan belanja sembako dan itu terdapat di lantai tiga, aku pikir kenapa aku Ndak ikut belanja juga buat mamak.


Akhir nya ku dan Sri belanja seperti gula, teh, kopi, susu sabun dll. Setelah selesai kami pun menuju kasir untuk membayarnya.


Belanja sembako kering selesai kami menuju bawah dan ternyata Sri menuju ke bagian pakaian anak-anak dan aku bertanya.


"Kok kepakaian anak-anak Sri?" Tanyaku.


"Iya Mi aku mau beliin baju buat adekku." Jawabnya.

__ADS_1


"Emang berapa umur adek Sri?" Tanyaku lagi.


"Umur 10.7.& 4 tahun Mi." jawabnya


"Wah Sri punya banyak adek." ucapku dengan sedikit ketawa.


"Iya Mi kami 8 bersaudara." Ucapnya dan aku pun menganga tidak percaya.


"Hah, terus Sri anak keberadaan?" tanyaku.


"Ke empat mi." Jawabnya sembari memilih-milih pakaian.


"Adek Sri cewek atau cowok?" tanyaku lagi dan ikut memilih baju yang cocok buat Ay.


"Adekku yang umur 10 th cowok dan yang 7 dan 4 th cewek." jawabnya.


"Wah enak ya Sri rame jadi rumah." ucapku.


"Ya rame Mi kalau kumpul, hehe." jawabnya.


Dan tak terasa waktu terus berjalan aku lihat jam di ponselku dan t lah menunjukkan jam 12.30 Akupun segera pergi ke kasir untuk membayar baju untuk Ay yang telah ku dapat.


"Sri, Mimi duluan ya mau jemput nyai." Ucapku.


"Oh ok mi, nanti telpon aja ya kalau dah sampe disini lagi."


"Siipp." ucapku dan akupun langsung menuju kasir untung gak pakek antri sehingga takenunggu lama.


Setelah membayar aku segera menuju tempat penitipan barang yang tersedia di bagian pakaian ini dan aku pun mengambil belanjaan ku lagi dan setelah itu segera aku turun ke lantai dasar dan kembali ke penitipan barang untuk menitipkan barang kembali.


****


Sesampainya di rumah aku langsung mengucapkan salam dan langsung masuk untuk berwudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur terlebih dahulu sebelum berangkat.


Setelah semua selesai dan Nyai pun juga telah bersiap-siap kamipun pamit kepada Bicik.


"Cik kami berangkat dulu." Ucapku dan menyalami nya.


"Iyo hati-hati." Jawabnya.


"Assalamualaikum." ucapku


"Waalaikum salam."


Aku dan nyai berjalan menuju ke pangkalan ketek dari rumah ke pangkalan karena jalan bersama nyai jadi memakan waktu kurang lebih 15 menit. Sesampainya di pangkalan Dewi Fortuna masih menyertaiku, aku dan nyai tak pakek tunggu lama langsung naik ke atas ketek dan segera meluncur .


Sesampainya di Ramayana aku menelpon Asri menanyakan dimana dia berada.


"Tututututut" Suara dering hp tersambung.


"Halloween assalamualaikum." ucap asri menerima teleponku.


"Waalaikum salam Sri dimana? Jawabku.


"Oh aku di warung bakso depan halte mi." Jawabnya.

__ADS_1


"Oh ok Mimi dah di Ramayana, sudah ya nanti Mimi tunggu di halte aja assalamualaikum." Ucapku.


"Ok waalaikum salam." jawabnya dan hubungan telpon pun terputus.


Setelah sampai di Ramayana aku menuju penitipan barang untuk mengambil barang titipan ku, ternyata lumayan juga barang titipan ku jadinya setelah belanja sehingga membuatku bingung membawanya.


Ku lihat ranselku masih ada luang dan akhirnya pakaian Ay dan sebagian belanjaan sembako ku masukkan dalam ransel dan setelah aku menyandang ranselku tangan kiri ku bawa tas pakaian nyai dan tangan satunya ku tenteng kresek yang isinya sudah dari b belanjaan ku dan sebelumenunu halte aku ajak Nyai mampir sebentar ke WTC untuk membeli roti.


Setelah roti terbeli aku ajak dan karena aku tak bisa membawanya maka Nyai yang bawa roti tersebut, kebayangkan keadaan ku sudah seperti orang mudik hihihi... Emang lagi mudik kan.


Orang-orang melihatku karena bawaanku dan aku cuek bebek aja dan langsung mengajak nyai untuk menuju ke halte setelah hampir sampai halte aku telpon Asri dan ternyata dia sudah duduk di halte. kami pun duduk sebentar untuk. menunggu jemputan travel karena kata Dewi nanti travel jemput sesuai dengan yang di beri oleh Asri.


Tak lama travel pun datang dan kamipun naik travel tersebut menuju loket nya terlebih dahulu. sesampainya loket ku lihat Dewi sudah menunggu aku dan Asri.


"Hai Wi." ucapku.


"Hai Mi." ucapnya dan aku pun menyuruh nyai untuk duduk di kursi yang kosong.


"Oh ya Wi dah di bayar belum?" Tanya ku.


"Udah Mi, nih." Jawabnya sambil menyerahkan tiket.


"Oh ok makasih." jawabku dan langsung melihat jumlah ongkos dan segera ku bilang uang dalam dompetku dan kuserahkan ke Dewi.


"Nih Wi ongkos Mimi dan nenek Mimi." Ucapku ."


"Sih ok makasih ya Mi."


"Sama-sama Wi."


Tak lama pihak travel memberitahukan bahwa tujuan tempat ku segera berangkat maka kami pun masuk ke dalam mobil. Asri duduk di samping supir dan aku Dewi dan nyai duduk di belakang supir.


Mobil pun melaju dengan kecepatan standartnya karena masih dalam kota, selama perjalanan aku baru teringat dengan ponselku dan segera aku lihat dan ternyata rentetan pesan serta panggilan tak terjawab dari Syahril telah memenuhi layar HP.


Isi pesan tersebut Syahril memberitahukan kalau dia sudah sampai di kota kembang dan sekarang dia Ryan dan Andri sedang berada di rumah kakeknya. setelah mbacanya aku pun membalasnya.


"Waalaikum salam kak, maaf baru balas baru buka hp." jawabku tapi masih belum terkirim karena ternyata sinyal sudah agak redup.


"Mimi dah di jalan kak, dah Ndak ada sinyal." Pesanku kedua juga masih belum terkirim dan akhirnya ku masukkan ke dalam tas aku pun mencoba untuk menutupkan mata untuk tidur.


___________tbc_______


ALHAMDULILLAH BISA UP LAGI MAAF YA JIKA ADA YANG TAK BERKENAN MOHON KRISAN KALIAN JUGA AGAR DAPAT MPERBAIKI KATA-KATA.


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN YA PARA RIDERS DAN JANGAN LUPA KLIK FAVORITE BIAR JIKA UP BISA LANGSUNG TERBACA.


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


FAVORIT

__ADS_1


__ADS_2