DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
keterpurukan Syahril


__ADS_3

Menjelang pernikahan itu tiba, selama satu Minggu Syahril pergi ke desa Mimi. Dia lebih tenang berada disana.


Orang tua Mimi tidak mempermasalahkan Syahril di rumahnya, baginya Syahril merupakan anaknya juga walau ada rasa kecewa di hati mereka.


Gak hanya Syahril dan Ryan saja yang ikut tetapi bang Idho pun ikut menemaninya, Andri dan Dewi mereka juga pulang ke desa.


Orang tua Dewi turut bersedih ketika mendengar cerita dari Dewi, namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa selain berdoa.


Orang tua Mimi sudah mengetahui kalau Syahril pasca operasi dan masa pemulihan jadi emak selalu meminta Syahril untuk tidak sering-sering ikut bapak ke lahan sawit.


Shahril meminta izin kepada emak tidur di kamar Mimi, yah selama Mimk tidak ada kamar itu selalu kosong namun selalu dibersihkan oleh emak. Emak pun mengizinkan Syahril tidur disana.


Mimk tahu kalau Syahril berada dirumah orang tuanya karena tiap lagi Mimi telpon emaknya dan emak nya juga menceritakan keseharian Syahril di rumah ini.


Mungkin orang disekitar akan melihat Syahril baik-baik saja namun kenyataannya dia gak lebih dari Mimi. Hancur dan sakit hatinya.


Dengan tidur dikamar Mimi, Syahril meluapkan kerinduan nya, dikamar Mimi maaih terpampang foto mereka berdua.


"Dek, seharusnya kamar ini menjadi kamar pengantin kita." ucapnya sambil memegang gapura foto yang ada di kamar Mimi.


"Kakak rindu dek," ucapnya seraya menurunkan gapura foto itu dari paku didinding.


"Hati kakak hanya untuk kamu sayang, cinta kasih dan sayang kakak tak akan pernah pudar sanntakmakan pernaglh dibagi untuk yang lain. kakak sangat mencintai adek." ucapnya sembari memeluk gapura foto mereka berdua.


"Kenapa takdir begitu kejam sama kita dek? kenapa Allah tidak mempersatukan dan mengutuhkan kasih sayang kita." Syahril merasa putus asa.


"Suatu saat menjadi jika Allah mempersatukan bahkan kakak sangat mengharapkan itu sayang walau Allah mempersatukan kita dinjannah nya kelak."


"Percayalah, kakak akan selalu menjaga mata, hati danncinta kakak buat adek seorang."


"Ya Rabb, aku bersumpah demi mu Rabb tuhan ku dan Tuhan semesta alam ini serta aku bersumpah demi Rasulullah Rasulullah MU, aku bersumpah cinta ku, sayang ku, jiwa ragaku hanya untuk dirinya seorang. Hingga engkau mengambil nyawa ku sekalipun cintaku hanya buat dia selalu ibunyang melahirkan ku." Syahril bersumpah sampai menitikkan air matanya.


Siang syahril akan berusaha ceria di depan orang tua Mimi namun bila malam dan dirinya sendiri didalam kamar Mimi maka dia akan meratapinnaaibnya lagi.


Tinggal menghitung hari menuju hati kebahagian bagi sepasang kekasih yang akan memulai biduk rumahntanga dalam sakralnya ijab Qabul, namun itu semua tidak bagi Syahril.


Semakin dekat hari maka semakin menderitanya hatinya.


"Riil.." panggil emak, saat mereka semua duduk bersama!a selesai makan malam bersama.


"Iya Mak." jawab Syahril.


"Emak harap, Syahril bisa menjalani rumahtangga Syahril dengan baik kedepannya." ucap emak memberikan nasihat lada Syahril.


"Emak juga berharap Syahril juga bisa me!buka pintu hati Syahril buat istri Syahril kelak. Walau bagaimanapun dialah yang akan selalu bersama Syahril kelak." ucap emak lagi.


"Nak, emak mengatakan ini semua karena emak ingin melihat Syahril bahagia walau bukan sama yang Syahril inginkan."


"Tapi percayalah, semua yang Allah berikan saat ini merupakan ujiannya. Allah mungkin memberikan Syahril jodoh melalui gadis yang kelak menjadi istri Syahril. Allah memberikan dia sebagai istri buat Syahril mungkin.. Huuum huh mungkin dia lebih baik dari Mimi."


"Emak sebagai orang tua Mimi dan mewakili Mimi. Huuuh huh.. w!aknmknta maaf atas kekurangan Mimi selalu!a ini samaa Syahril, emak juga berterimakasih atas kebaikan Syahril selama ini kepada Mimi dan emak sekeluarga."


"Mungkin Allah tidak mengizinkan syahril jadi anak menantu emak, tapi sampai kapanpun Syahril tetap emak anggap anak emak dan bapak."


"Maafkan anak Mak Mimi ya nak, nanti emak akan bicara sama Mimi. Agar semua pemberian dari Syahril untuknya di kembalikan." ucap emak.


Syahril yang awalnya hanya menunduk selama emak berbicara seketika !mengangkat kepala nya saat emak mengatakan kalau emak akan membicarakan pada Mimi untuk !mengembalikan semua pemberian Syahril.


Dengan cepat syahril memegang tangan emak dan menggeleng kan kepalanya, karena mulutnya seakan kelu untuk berbicara hanya air mata yang mewakili isi hatinya.


"Jangan Mak,Syahril mohon jangan. Syahril ikhlas me!berikan semua itu buat Mimi, Syahril mohon jangan Mak." ucap Syahril menolak apa yang emak katakan.


"Kalau emak nganggap Syahril anak, Syahril mohon jangan emak katakan itu pada Mimi. Apapun yang Syahril beri buat Mimi, Syahril ikhlas lillahi ta'ala, jangan kembalikan itunpada Syahril."


"Jika dia dan emak tidak mau, Mimi bisa menjualnya atau membuangnya tapi jangan kembalikan ke Syahril." ucap Syahril yangbgerus memohon kepada emak.


"Tali nak," ucap emak langsung di celah Syahril.


"Tidak Mak, Syahril ikhlas. Nyawa Syahril sekalipun Syahril kasih buat Mimi Syahril ikhlas Mak."


"Jujur Syahril tidak menerima semua ini. Kalau bisa Syahril meminta, lebih baik syahril mati saja waktu kecelakaan itu." ucap Syahril membuat emak dan yang lain tersentak.


"Jangan bilang begitu, ndak baik. Allah memberikan kesembuhan pada Syahril berarti Allah sayang sama Syahril."


"Emak rasa, Mimi tidak berhak lagi atas segala pemberian Syahril itu nak. Apa lagi kata Mimi cincin pertunangannya itu." ucap emak.

__ADS_1


"Ndak Mak, Mimi berhak atas semua itu. Jangan emak bilang Mimi tidak berhak, apa yang Syahril beri sama Mimi semua itu Syahril beri dengan ikhlas, ya walau kami tidak bersatu saat ini."


"Percayalah Mak, ampai kapanpun Syahril tidak akan berubah. Syahril tetap seperti Syahril yang emak kenal."


"Syahril sudah bersumpah demi Allah demi Rasulullah. Sampai Syahril mati, dihati Syahril hanya Mimi cinta kasih Syahril hanya untuk mimi bukan yang lain sekalipun dia kelak yang menjadi istri Syahril. Bagi Syahril istri Syahril tetap Mimi." ucapnya dengan sungguh-sungguh.


"Tidak boleh berucap kayak itu nak, tidak boleh sembarangan bersumpah tidak baik. Kasihan diri Syahril, dan istri Syahril nanti. Setiap orang menginginkan hidup bahagia nak, jangan engkau bersumpah seperti itu." ucap emak !menasehati Syahril.


"Tidak Mak, Syahril serius dengan ucapan Syahril. Sampai Syahril mati pun Syahril akan selalu ada Mimi di hati Syahril. maafkan Syahril." ucap Syahril.


Malam itu mereka saling berbincang bersama, emak selalu memberikan nasehatnya pada Syahril. Emak juga tidak ingin kelak hidup anak-anaknya tidak bahagia.


Setiap orang tua ingin hidup anaknya bahagia, walau pun mereak tidak dapat membantu namun mereka akan selalu membantunya dengan do'a disetiap sujug mereka.


Syahril yang sudah bertekad dengan hati dan sumpahnya, sehabis acara pernikahan itu dia akan langsung berangkat ke LA tanpa harus mengajak istrinya, yah istri perjodohannya itu.


Perjodohan yang takmpernahndinginkan Syahril dan kedua orang tuanya. Kedua orang tua Syahril pun setuju bila nanti sehabis acara nya itu, Syahril segera pergi ke LA dan fokus pada pendidikannya.


Orang tuanya Syahril khususnya Umma akan membantu bagaimanapun caranya agar mereka tidak tinggal bersama.


Mertua kejam mungkin itu bisa dikatakan orang lain pada kedua orang tua Syahril, namun itulah kenyataan nya kalau yang kelak menjadi istri Syahril bukan menantu yang mereka inginkan, bukan hanya sekedar menantu yang tak diinginkan namun juga bukan istri yang diinginkan oelh anak mereka.


Mereka terpaksa menerima karena undangan telah tersebar tanpa sepengetahuan mereka. Sebenarnya mereka rela mengorbankan kehormatan dan reputasi mereka demi kebahagian anaknya namun semua keputusan ada di Mimi.


Seharusnya Jumat ba'da sholat ashar adalah dimana hari Syahril mengikrarkan ijabnya, namun karena Syahril berkilah maka ijab itu oun di tunda Sabtu ba'da isya.


Sang Kakek tak banyak protes lagi, melihat sang cucu menyetujui walau terpaksa baginya itu sudah cukup. Setidaknya reputasi dan kehormatannya masih terjaga.


Jum'at sore Syahril beeseta keluarga Mimk pulang ke Jambi, sesampainya di Jambi syahril mengantar emak dan yang lain ke rumah.


Lagi-lagi Syahril enggan untuk pulang, semua orang dirumah Nyai merasa iba dan kasihan pada Syahril. Mereka semua juga telah menganggap Syahril adakah bagian keluarganya.


"Yang sabar Riil, semua pasti ada hikmahnya." ucap Pakcik.


"Iya Riil, pulanglah. jangan sampai orangtuamu malu nak." ucap Nyai.


Syahril hanya bisa menyala mereka dengan mata yang berkaca-kaca, hatinya berat untuk beranjak dari rumah Nyai. bahak hatinya berat untuk menerima semua ini.


"Istighfar Riil," ucap pakdo yang juga baru sampai di rumah Nyai.


Berulang kali Syahril !meminta maaf pada keluarga Mimi, pada Nyai, pada orang tua Mimi, pada bicik dan bicik serta lada pakdo dan yang lain.


Berinunkali dia meminta maaf pada semua namun tidak membuat hatinya plong. Isakan tangis mengiringi langkah Syahril keluar dari rumah Nyai.


Berulang kali Syahril memeluk Nyai, dan berulang kali Syahril bersujud dinkaki Nyai dan emak memohon ampun maaf nya.


Orang yang berada di rumah Nyai ikut terharu atas perlakuan Syahril, mereka tau jika hati Syahril saat ini sangat terpukul. Namun mereka juga tidak bisa berbuat apa-apa.


Mereka setuju dan merestui saat Mimk dan Syahril akan menikah Minggu lalu namun mereka juga tidak bisa memaksa Mimi yang telah mengambil keputusan nya.


Syahril dan Ryan pulang dengan mengisahkan isakan tangis dan sisa air mata yang masih menempel di pipi. Tak hanya Syahril yang merasakan patah hati, Ryan pun juga merasakan hal yang sama karena mulai hari ini juga dia outis dengan Di'ah.


Karena keegoisan sang Kakek, dua pasang anak manusia harus mengorbankan kebahagian mereka dan mengisahkan rasa sakit di hatinya.


Mobil yang dibawa Syahril telah sampai dikediaman Syahril, tenda-tenda sudah terpasang, anak-anak muda yang main komlang ohn telah tiba untuk latihan.


Ryan maupu. Syahril menghelakan nafas beratnya saat mereka akan masuk kedalam rumah bagaikan neraka bagi mereka berdua saat ini.


Perlahan mereka masuk, terlihat orangbyangbasjng mereka berdua lihat dan mereka yakini kalaunigu adalah keluarga dari pihak perempuan.


"Assalamualaikum." ucap Ryan dan Syahril.


"Waalaikum salam" Jawab mereka semua yang ada di dalam.


"Nak." ucap Umma yang langsung beranjak menghampiri sang anak.


Dilihatnya sang anak yang sanagt tertekan, bahkan masih terlihat bekas air mata di pipinya bahkan !ata anaknya masih memerah.


Umma memeluk Syahril Sembari mengelus punggung anaknya.


"Yang sabar sayang." ucap Umma.


Babah yang melihat interaksi anak dan ibu igunhanha bisa menghelakan nafasnya, ada rasa berat juga dihatinya menerima semua ini.


"Istirahatlah nak, Yan ajak Syahril ke kamarnya nak." ucap Umma dan menyuruh Ryan mengantar Syahril ke kamar.

__ADS_1


"Riil, sini dulu nak." panggil Kakek, Syahril pun !e!berhentikan langkahnya dan mendekati sang Kakek walau hatinya ingin memaki-maki saat ini.


"Kenalkan mereka orang tua calon istri mu, dan ini calon kakak iparmu dan itu paman-pamannya." ucap Kakek me!perkenalkan mereka calon dari mempelai wanita.


Syahril hanya melihat mereka dengan senyum kecil, dan Syahril juga terpaksa menyalami menprekw untuk sekedar menghormati mereka.


"Sini nak kita berbincang-bincang." ajak sang calon ayah mertuanya. Syahril hanya !mengangguk dan duduk bersama.


"Oh ya nak, kami dengar kamu masih kuliah dan kuliah kedokteran ya?" tanya calon ibu mertuanya.


"Hemm iya." jawab Syahril singkat.


"Apa kamu sudah berkerja?" tanya si paman cewek.


"Belum, saya masih kuliah jadi belum kerja." jawab Syahril.


"Yah tapi kata kakakmu, kami ada perusahaan di Jakarta apa betul?" tanya laman satunya.


Syahril geram dan melihat tajam sang Kakek, Syahril berusaha sabar dengan mengempalkan tangannya.


"Maaf, itu bukan punya saya. Saya tidak memiliki perusahaan." jawab Syahril apa adanya.


"Loh terus itu punya siapa?" tanya calon ayah mertua.


Babah maulj. umma serta Abi nya Ryan dan keluarga nya Lak. ikut geram, berarti mereka ingin menikahi anak gadisnya hanya omkngan dari Kakek yang menyatakan Syahril memiliki perusahaan.


"Itu milik Kakek saya dari pihak Umma, dan itu diberikan bhat abang-abang saya bukan pada saya." jawab Syahril.


"Tapi setidaknya kamu ada saham kan nak?" Syahril hanya tersenyum mendengar mereka berkata seperti itu.


"Maaf, saya tidak memiliki saham. Abang-abang saya hanya memberikan uang bhat bahaya kuliah saya saja." jaqba Syahril.


"Dan sekali lagi saya minta maaf, jika kalian mendengar dseinkakek sayang yang terhormat ini bahasa saya ada saham atau memiliki perusahaan. itu tidak benar. Jika kalian ingin membatalkan semua ini saya terima, maaf permisi saya mau istirahat." ucap Syahril yang merasa jengah dengan semua ini.


Syahril dan Ryan langsung beranjak pergi menuju kamarnya. Marah dan kesal serta kecewa berkecamuk di dadanya.


"Emm maaf besan,kalau pertanyaan kami tadi menyinggung Syahril." ucap ayah dari calon mempelai wanita.


"Oh iya gak apa, taoinapa yang dikatakan anak saya benara adanya. Dia hanya mahasiswa dan berkerja paruh waktu saja untuk menambah uang sakunya." ucap Umma berbohong.


"Oh iya tidak apa, setidaknya Syahril ada pemasukan untuk rumah tangganya kelak." jawab si ibu calon mertuanya yang tak diinginkan Syahril.


"Emm sebenarnya kami ingin membicarakan pada Syahril perihal setelah mereka nikah nanti." ucap si calon ayah mertua.


"Iya kami ingin kelak dia tinggal bersama kami saja di Kairo, yah masalah kuliah nya dia bisa menyambungnya di Kairo." ucal si calon ayah metua.


"Saya juga punya klinik di kairo dan kelaknklinik itu akan saya serahkan pada Zulfa, jadi kelak juga biar Syahril yang mengelolanya." ucap si calon ayah mertua.


"Oh emm terimakasih sebelumnya, tapi semua itu tergantung pada Syahril, saya em kami sebagai orang tua tidak bisa memaksa. Apalagi stelah menikah ini dia harus segera berangkat ke LA." ucap Babah.


"Ke LA?" tanya pinhak keluarga wanita.


"Iya dia akan melanjutkan nya disana. Alhamdulillah dia mendapat beasiswa disana." terang Babah.


Kakek hanya diam, dia tak bisa berbuat apa-apa lagi.


"Kalau begitu biar zukfa ikut dia kesana saja. Nanti biar Zulfa urus kepindahan kuliahnya." ucap ibu calon mempelai wanita.


"Emm kalau menurut saya, lebih baik mereka jangan tinggal bersama dulu." ucap Umma hangbgakmingin bertele-tele.


"Maksudnya?" tanya istri dari Paman calon mempelai wanita.


"Maksud sya begini, biarlah zulga menyelesaikan kuliahnya di Kairo dan Syahril menyelesaikan kuliahnya di LA. Jujur Syahril sebenarnya tidak mengetahui tentang perjodohan ini begitupun kami " ucap Umma yang sudah tidak tahan berpura-pura.


"Loh bukannya perjkdohna ini sudah lama terjadi San?" tanya ibu si perempuan.


"Iya tapi maaf kalau Syahril selama ini sudah menolaknya karena dia ingin fokus ke kuliah dan cita-cita nya terlebih dahulu. Saya cuma takut nanti mereka berdua canggung bila langsung serumah kelak." ucap Umma.


"Iya juga sih, gali kalah kita tidak menyatukan mereka segera maka kecanggungan akan selalu ada san." ucap pihak mereka


"Iya, San. Nanti coba kita tanya Syahril bagaimana enaknya mereka nanti." jawab abinya Ryan.


Hingga larut mereka belum juga mendapatkan solusi, maka daeinktu mereka pun pamit dan pulang ke rumah orag tuanya Adrian, yah pihak perempuan menginap di salah satu rumah kontrakan milik abinya Adrian.


tbc.

__ADS_1


__ADS_2