DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
masih di rumah simbah


__ADS_3

Desa Simbah di kelilingi oleh persawahan, dimana ada persawahan tentunya ada irigasi nya. Saridi, Dimas, Riko dan Irsyad mereka berempat mulai membolang.


Mereka membeli pancing di warung simpang arah rumah simbah, beruntungnya di warung ini menjual


lengkap peralatan pancingnya, dari mata kail, senar, pelampung, timah, joran, reel dan peralatan lainnya. Namun mereka hanya membeli enam alat saja.


Mereka pergi tak lupa membawa cangkul kecil untuk mencari cacing. Dengan memakai pakaian santai bersandal jepit dan bertopi caping yang mereka beli di warung, mereka pun pergi mengarungi titian-titian persawahan.


Tak jauh irigasi terdapat sungai dengan air yang jernih dan bebatuan. Mereka akhirnya mereka me!anving di sungai ini.


Saat mereka sedang memancing begitu banyak mata memandang ke arah mereka, tidak hanya gadis-gadis remaja bahkan emak-emak oun melihat ke arah mereka.


Keempatnya memiliki tubuh yang proporsional, di tambah pakaian yang mereka pakai menambah kesan cool dan machonya seorang lelaki.


Abi mulai tertarik dengan tempat ini, menurut Abi desa ini masih murni belum terkontaminasi oleh polusi. Abi berniat akan berinvestasi di desa ini.


Abi dan Simbah jalan-jalan sekitaran desa dengan memakai motor untuk melihat-lihat tanah sekitaran desa ini.


Abi yang masih terlihat muda walau sudah berkepala empat masih menarik simpati orang-orang desa. Simbah dan Abi mencoba-coba mengitarimdesa untuk mencari informasi bila ada uang akan menjual tanah persawahan mereka.


Para empat sekawan yang macing tidak hanya sekedar melempar kail mereka namun mereka juga berswafoto, terutama Riko, setelah berswafoto dia mengirimnya ke Irma sehingga membuat Irma sewot seorang diri apa lagi view nya yang terlihat difoto, bukan hanya view pemandangan alamnya saja tetapi saat Riko berswafoto terdapat cewek-cewek di belakangnya.


"Huh pantesan semangat amat pergi mancing." sewot Irma setelah!menerima kiriman beberapa foto dari Riko.


"Ada apa sih Ir?" tanya Mimi.


"Nih, liat." ucap Irma dengan nada sewot nya dan menunjukkan bebepaa foto di chat WA nya.


"Ooo hahahaa" ucap Mimi dan menertawai Irma yang di hinggali rasa cemburu.


"Ih Mimi, malah diketawain." jawab Irma dengan sewot sambil menghentakkan kakinya dan duduk di bangku bawah pohon kelapa.


"Udah udah nih mending kita ngegulai ayam kampung nya" ucap Ummi.


"Kok gulai Mi, katanya buat bakar-bakar ntar malam?" tanya mbak Aish.


"Buat bakar-bakar juga ada mbak, ini buat kita siang ini." jawab Ummi.


"Oo kirain mau di gulai semua." ucap mbak Aish yang masih membersihkan bulu-bulu ayam.


Simbah Lanang dan Abi memotong ayam jago 7 ekor, Abi membeli ayam dari tetangga sekitar Simbah. jarak rumah Simbah ke tetangga berjauhan hanya di samping nya saja yang berdekatan, di depan rumah mereka adalah pekarangan dan kebun kelapa.


Pohon-pohon kelapa yang sudah tinggi menjulang, membuat area perkarang teduh.


Abi berencana malam ini akan mengajak tetangga sekitar Simbah untuk kumpul bersama barbeque an, bakar-bakar Agam untuk silaturahmi antar tetangga.


Ummi memberitahukan hal ymga kan mereka lakukan anti malam, Ummi juga mengirim foto ke Ummi Fatimah dan itu membuat Ummi Fatimah kesal karena dia tidak bisa ikutan karena ikut pulang ke kampung halaman Abi Risyad di Palembang.


Abi Risyad keturunan jawa-palembang, orang tua Abi Risyad maaih ada semua dan mereka tinggal di Palembang. Abi Risyad di Semarang karena dia adalah ketua dan pengurus dari islamic center disini.


Abi Risyad juga kepala sekolah dari salah satu sekolah Islam terkenal di kota ini.


Dillah selama tiga bulan ini juga selalu mendekati Mimi bahkan dia selalu memberikan perhatian kecil terhadap Mimi. Tapi Mimi masih seperti biasanya dan Mimi juga belum memberikan no ponselnya pada Dillah, tetapi Dillah sudah mengantongi no ponsel terbaru Mimi, di dapatanya dari teman sekelasnya yang merupakan langganan kue sama Mimi.


Seperti saat ini Dillah mengirim pesan pada Mimi menanyakan kabar Mimi, Mimi yang tidak mengenal nomor baru itu pun hanya melihatnya saja tanpa membuka ataupun membacanya langsung.


Berulang kali peaan masuk ke chat, Mimk hanya melihatnya saja, namun kelamaan Mimi juga penasaran dan membukanya. Pertama yang Mimi bukamsaat membuka chat itu adalah profilnya foto seorang cowok yang sedang memandang kearah sunset.


Setelah melihat profil nya Mimi membaca isi chat dari si pengirim pesan itu.


"Assalamualaikum dek, lagi ngapain."


"Jangan lupa makan ya."


"Kami dimana dek, ko kosan kosong?"


"Dek dibalas dong."


"Kok diread doang" chat yang barusan masuk. Mimi pun akhirnya membalas chat tersebut.


"Waalaikum salam, maaf ini siapa?" jawab Mimi dan bertanya.


"Ini kak Said" balasnya.


"Oo" balas Mimi lagi.


"Kok hanya O, kamu dimana? dah makan?" tanya nya.


"Lagi tempat saudara, ini lagi mau masak." jawab Mimi.


"Masak apa nih?" tanya nya lagi.


"Lagi masak gulai ayam kampung." jawab Mimi.


"Aku vc ya?" pintanya dan langsung mendeal vc namun tidak Mimi angkat.


Berkali-kali dia mencoba vc tapi tidak Mimi angkat, akhirnya diapun kembali chat.


"Kenapa nggak di angkat?" tanya nya dengan emot berpangku tangan di atas meja.


"Males." jawab Mimi.


"Kog gitu sih?" ucapnya.


"Mimi lagi mpbersihin ayam." jawab Mimi lalu Mimi memfoto ayam yang masih tergolek di atas nampan dan !mengirimnya ke Dillah.


"Lah katanya lagi masak gulai?" tanya Dillah setelah menerima foto dari Mimi.


"Emang iya, tali ayam nya lagi dibersihin." jawab Mimi.


"Itu mah namanya belum masak dek." ucapnya.


"Hehee kan dah di bilang lagi mau masak." jawab Mimi yanh tidak mau disalahkan.


"Hemm iyalah yang lagi mau masak, banyak amat dek ayamnya. Lagi ada acara apa nih?" tanyanya.


"Nggak ada, cuma kumpul-kumpul keluarga aja." jawab Mimi.


"Kok aku nggak di ajak." ucap Dillah.


"Lah emang situ siapa!!" ucap Mimi dan membuat hati Dillah tercubit.


"Gitu amat dek." ucapnya dengan di tambahin emot sedih.


"Lah emang bener kan, emang kakak siapa?" tanya Mimi.


"Mimi maunya apa?" Dillah balik nanya.


"Nggak ada mau apa-apa." jawab Mimi.


"Kalau aku maunya kamu gimana?" ucap Dillah to the poin.


"Maksudnya?" tanya Mimi.


"Aku ingin kita menjalin hubungan gimana?" tanya Dillah dan Mimi tidak lagi menjawabnya.


Mimimkembali fokus membersihkan bulu ayam dan mengabaikan pesan-pesan WA yang masuk ke nomornya.


"Siapa Mi?" tanya Muthia yang sedari tadi memperhatikan Mimi.


"Hah em nggak siapa-siapa." jawab Mimi gugup.

__ADS_1


"Palingan juga pengagum rahasia." celetuk Selfia, Mimi hanya diam dan melanjutkan membersihkan ayamnya.


Mbak Aish kebagian menggiling bumbu, Ummi dan Simbah memasak menunjang lain. Mimi dan ketiga sahabtnya sedang membersihkan lima ekor ayam buat nanti malam.


Ke empat cowok maaih asik memancing di sungai, mereka duduk di atas bebatuan yang terhampar di pinggir-pinggir sungai dan ada juga berada ditengah-tengah sungai.


Air yang jernih dan sejuk, ikan-ikan berenang pun tampak oleh mereka namun susah untuk !mendekat ke arah kail mereka.


Disana gak hanya mereka ada juga warga setempat yang juga memancing di sungai itu. Mereka pun saling bertegur sapa.


"Mas, udah dapat?" tanya Irsyad pada mas-mas yang memancing dekat nya.


"Udah, ini." jawabnya dengan !menunjukkan hasil pancingannya yang di taruh dalam jaring khusus buatbwadah ikan.


"Banyak mas, umpannya apa?" tanya Irsyad pengen tau.


"Tepung yang digoreng pakek telur, kalau ada ya isi perut ayam." jawabnya.


"Lah kamu pakai apa dek?" tanya nya sembari menarik reel pancing nya.


"Pakai cacing mas." jawab Irsyad.


"Kalau cacing susah dapat nya, ikan hanya main-mainin aja umpannya." ucapnya dengan melepaskan ikan dari mata kailnya.


"Wah gede mas." sahut Riko.


"Iya dek, Alhamdulillah." jawabnya.


Riko pun bertanya pada masnya memakai umpan apa dan simasnya pun menjawab sama dengan yang Irsyad tadi tanya.


"Wah jadi isi perut ayam bisa bhat umlan ya mas?" tanya Riko.


"Iya bisa dek, ususnya" jawab si mas dengan melempar kailnya lagi.


"Wah kebetulan Syad, Irma cs lagi bersihin ayam tadi." ucap Riko


"Yaudah Ko telpon dia jangan di buang." ucap Irsyad dan Riko pun mengubungi Irma.


"Kita jemput atau gimana?" tanya Riko.


"Emm nggak usah, ntar sore aja kita pergi lagi, sekarang dah siang kita pulang aja yok." ucap Irsyad dan mengajak Riko pulang.


"Yaudah, ayo dapatnya juga kecil-kecil." jawab Riko, mereka berdua mengajak Saridi dan Dimas pulang karena sudah siang.


"Mas kami pulang dulu." seru Irsyad pada mas-mas yang !masih pada mancing.


"Iya hati-hati." jawab mereka. irsyad dan ketiga sahabtnya lun pulang dengan tangan hampa, tidak terlalu hamla juga sih mereka membawa beberapa ekor ikan kecil-kecil, ikan sepat dan kawan-kawan nya.


Dillah yang pesan-pesan nya diabaikan oleh Mimi hanya bisa menghelakan nafasnya. Ketiga sahabtnya hanya menggelengkan kepala melihat sahabat mereka frustasi karena chat tak di balas bahkan tak di gubris sama orang yang dinantikan.


"Nasibmu Dil Dil, yowes toh cari yang lain aja." ucap Yogi dan Dillah hanya menatap Yogi malas.


*Indah, terasa indah


Bila kita terbuai dalam alunan cinta


Sedapat mungkin terciptakan rasa


Keinginan saling memiliki


Namun bila itu semua


Dapat terwujud dalam satu ikatan cinta


Tak semudah seperti yang pernah terbayang


Menyatukan perasaan kita


Tetaplah menjadi bintang di langit


Agar cinta kita akan abadi


Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini


Berdua


Sudah, terlambat sudah


Kini semua harus berakhir


Mungkin inilah jalan yang terbaik


Dan kita mesti relakan kenyataan ini


Tetaplah menjadi bintang di langit


Agar cinta kita akan abadi


Biarlah sinarmu tetap menyinari alam ini


Berdua


Menjadi saksi kita berdua*


Satria dan Reno bernyanyi berdua dengan Satria yang memetik gitar. Lagu yang tepat mereka nyanyikan untuk menyindir Dillah, lagu kasih tak sampai.


"Bhuaahahaa" Yogi tertawa puas dengan aksi Reno dan Satria. Dillah hanya mendegus dan berlalu pergi ke kamar mandi.


"Huh, harus gimana lagi aku mendekatimu Mi" gumam Dillah dengan kedua tangan memegang sisi westafel dan kepala yang di tundukkan.


"Apa iya kamu bukan ceweknyang ada di dalam mimpi-mimpi ku?" ucapnya lagi.


"Disaat aku mengenalmu dari senyumanmu kau bersemayam di hati dan pikiranku, kinerja mencarimu walau ternyata kau sudah berada di depan mataku, disaat aku !menemukanmu ternyata kau sudah ada yang punya dan kini disaat kau sendiri aku pun masih susah untuk !mendapatkan mu." ucap Dillah dan menarik nafas panjang. Dillah pun membasuh mukanya agar lebih fresh.


"Ya tuhan, jika dia memang untukku segrakanlah dia menjadi milikku." ucapnya lagi sebelum keluar dari kamar mandi.


Dillah berjalan seperti biasanya menghampiri ketiga sahabatnya, Dillah diam dan sibuk dengan pemikirannya sendiri, sedangkan ketiga sahabat saling pandang melihat keadaan sahabat mereka yang sedang galau akan cinta bertepuk sebelah tangannya.


*Cinta memang tak selama nya bisa indah


Cinta juga bisa berubah menjadi sakit


Begitu yang kurasakan kini


Perih hatiku tinggal kehancuran


Tak pernah terbayangkan


Dan tak pernah terpikirkan


Cintamu dan cintaku akan berpisah


Namun harus kurelakan itu


Untuk hidupmu agar lebih baik


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku

__ADS_1


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


Jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Untukmu


Maafkan aku


Setulus hatimu


Kepergian diriku itu bukan keinginanku


Terima saja dengan pilihan yang lain dari orang tuamu


Oh jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Demi kebaikanmu


Oh jangan bersedih dengan keadaan ini


Jika kamu menangis


Aku juga ikut menangis


Terima saja semua ini kulakukan


Terima saja semua ini kulakukan


Untukmu*


lagi-lagi Reno dan Satria menyanyikan lagu yang membuat Dillah semakin galau.


"Kalian ini, nggak ada lirik yang bisa bikin hati adem apa?" ucap Dillah.


"Ada" jawab Reno.


"Ayo Sat nyanyikan lagu tombo ati" ucap Yogi menimpali.


"Oke siap." sahut Satria dan mereka pun menyanyikan


lagu tombo ati.


*He di-de da-da da di de


Da-da di do-de da-re rei-ra


Tombo ati iku limo perkarane


Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane


Kaping pindo, sholat wengi lakonono


Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono


Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe


Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe


Salah sawijine sopo biso ngelakoni


Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani


Tombo ati iku limo perkarane


Kaping pisan, moco Qur'an lan maknane


Kaping pindo, sholat wengi lakonono


Kaping telu, wong kang sholeh kumpulono


Kaping papat, kudu weteng ingkang luwe


Kaping limo, dzikir wengi ingkang suwe


Salah sawijine sopo biso ngelakoni


Mugi-mugi Gusti Allah nyembadani


He di-de da-da da di de


Da-da di do-de da-re rei-ra


Obat hati ada lima perkaranya


Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya


Yang kedua, sholat malam dirikanlah


Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh


Yang keempat, perbanyaklah berpuasa


Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah


Salah satunya siapa bisa menjalani


Moga-moga Gusti Allah mencukupi


Obat hati ada lima perkaranya


Yang pertama, baca Qur'an dan maknanya


Yang kedua, sholat malam dirikanlah


Yang ketiga, berkumpullah dengan orang sholeh


Yang keempat, perbanyaklah berpuasa


Yang kelima, dzikir malam perpanjanglah


Salah satunya siapa bisa menjalani


Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi


Moga-moga Allah Ta'ala mencukupi*


"Wes arep request lagunopo meneh?" tanya Yogi pada Dillah.


"Mboh la, sekarepmu wae, aku arep muleh." jawab Dillah dan beranjak berdiri.

__ADS_1


"Ingat Dil tombo ati diresapi." ucap Reno dengan menepuk pundak Dilla, Satria dan yoginkerawa lepas. Dillah kesal dengan ketiga sahabtnya dan berlalu pergi pulang ke apartemen nya.


tbc


__ADS_2