DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Gelar baru Mimi


__ADS_3

Hei telah berlalu, semenjak saat itu Mimi mengetahui jika dirinya selalu di kawal dari jauh. Hingga Mimi pulang ke Jambi pun tak diizinkan sendiri oleh Abi Arsyad.


Abi Arsyad meminta Irsyad menemani Mimi hingga Mimi sammali di kota jambi. Walau berulang kali Mimi menolak dan mengatakan tidak usah, tetapi tidak dengan Abi dan uminya yang masih ngotot agar mimi di pulang di temani.


Keluarga dari pihak Syahril maksdunya keluarga yang ada di Semarang tidak pernah menyinggung tentang Dillah laginoada Mimi.


Dari semenjak Mimi wisuda dan tidak ada Dillah di samping Mimi, mereka meyakini jika hubungan Mimi sedang tidak baik-baik saja.


Sesampainya di Jambi Irsyad pulang ke rumah Umma, sedangkan Mimi pulang ke rumah Nyai nya terlebih dahulu sebelum pulang ke desa.


Mimi juga tidak langsung pulang kedesa karena Mimi akan menghadiri pernikahan Manda.


Satu-persatu sahabat Mimi memilih menikah muda dan tak lama Di'ah lun akan menyusul Manda karena dia juga sudah dilamar oleh seorang anggota dari provos.


Di'ah di kenalkan oleh kakaknya yang seorang bidan dan bersuamikan provos juga. Dalam hitungan bulan Di'ah juga akan meninggalkan masa lajangnya.


Saat acara pernikahan Manda nanti semua teman dan. sahabat Mimi mempunyai pasangan, Mimi yang kebetulan pulang diantar samaa Irsyad pun meminta Irsyad untuk menemani nya di acara Manda nanti.


"Syad." panggil Mimi, saat mereka sedang berada di dalam taxi menuju seberang ( rumah Nyai Mimk dan Umma ).


"Apa?" tanya Irsyad.


"Emm Irsyad jangan pulang dulu ya?" punya Mimi, Irsyad hanya memicingkan matanya.


"Emm Minggu besok, !Anda teman Mimi mau nikah." ucap Mimi lagi.


"Lah terus apa hubungannya dengan Icad Mi.." ucap Irsyad tidak mengerti.


"Ya Irsyad nemani Mimi la, masa iya Mimi pergi serangan." jawab Mimi.


"Beuh biasa juga gitu." ucap irsyad.


"Ye beda lah Syad, tolong ya?" ucap Mimk dengan mengedipkan matanya.


"Icad besok mau pulang Mi." jawab Irsyad.


"Ya tunda dulu, plisss." pinta Mimi.


"Nggak bisa, ngapain Icad lama-lama disini. Kalau ada Abang Syahril sama bang Ryan enak, ini nanti Icad sendirian." ucap Irsyad menolaknya.


"Kan ada Zacky adeknya bang Ryan." ucap Mimi.


"Hmm nggak bisa Mimi sayang, kan Abi sudah bilang di suruh cepat pulang. Kenapa nggak suruh aja Abang pulang dan nemani." ucap irsyad yang masih menolak. Mimk hanya mengkrucutkan bibirnya tidak bisa meragu Irsyad untuk tinggal.


"Huh, coba Fia nggak pulkam." sungut Mimi dengan menoleh ke arah luar.


"Kenapa ngvqkmbqlikan saja sama Abang Mi?" tanya Irsyad.


"Kalian itu masih saling mencintai, bahkan jantung hati kalian itu sudah menyatu. Walau bagaimanapun keadaan kalian, sejauh apapun kalian terpisah namun hati kalian tidak bisa berbohong."


"Icad yakin, kalau sebenarnya kalian ingin berjodoh. Yaahh mungkin saat ini Allah sedang menguji perasan hati kalian masing-masing." Irsyad terus berceloteh, Mimi hanya diam.


"Mi" panggil Irsyad karena melihat Mimk tidak merespon ucapannya.


"Kok diam bae." ucal Irsyad.


"Itu mana mungkin Syad,." jawab Mimi.


"Nggak ada yang tidak mungkin Mi. Contohnya saja, kemarin waktu Mimi di culik itu kenapa bisa-bisa nya Mimk mendeal panggilan cepat." ucal Irsyad.


"Hanya kebetulan saja." jawab Mimi.


"Iya kebetulan yang di atur sama Allah. Coba kalau Mimi btidak tukar HP nya, mungkin kami tidak mengetahui keberadaan Mimi atau bahkan kami juga tidak tau kalau Mimi ganti nomor." ucap Irsyad.


"Walau seandainya nggak tukar HP, Mimi tegap bisa pulang ke kosan Syad." jawab Mimi lagi.


"Terserahlah, tapi lihat saja nanti kalian pasti bersatu. Icad yakin itu, apa lagi nih ya kata orang tua lama. Kalau ada yang ngucapin kalqunmimi berjodoh sama Mimi sebanyak 40 kali pasti nanti terjadi." ucap Irsyad.


"Hmm, tapi yang komen dannlike nggak nyampe segitu Syad." jawab Mimi.


"Hehe iya juga ya, ya semoga aja Mi cerita kisah Mimi nanti banyak yang like dan komen." ucap Irsyad.


"Amin." jawab Mimi.

__ADS_1


"Jadi beneran nih, Icad ndak bisa nemani Mimi?" tanya Mimi lagi.


"Yaelah Mi, masih bahas yang itu aja. Nggak bisa Mi, mijimkan tau kalau Irsyad sekarang sudah mulai bangu Abi dikantornya." jawab Irsyad.


"Terus Mimi sama siapa?" tanya Mimi.


"Ya ajak aja siapa itu, yang rumahnya dekat rumah Nyai." ucap Irysad luoa nama Di'ah.


"Di'ah." jawab Mimi.


"Nah iya ajak saja dia.'' ucap Irsyad.


"Dia pastinya nanti pergi sama calonnya lah." ucap Mimi dengan helaan nafas.


"Makanya panggil abang, pasti dia langsung terbang ke Jambi. Potong lidah Irsyad kalau ndak percaya." Ucap Irsyad.


"Sudahlah Syad, jangan bahas kak Syaril lagi. Kita sudah memiliki kehidupan masing-masing." Di mulut Mimi tidak ingin membicarakan tentang Syahril namun hatinya entah mengapa ingin tahu tentang kehidupannya sekarang.


Ingin rasanya Mimi bertanya bagaimana kehidupan Syahril pada Irsyad. Tapi Mimi gengsi untuk bertanya.


"Heleh, yakin nggak mau dengar lagi tentang Abang." ucap Irsyad dengan memainkan matanya Mimi memajukan bibir bawahnya dan menoleh ke kiri menempelkan keningnya di kaca mobil dan melihat kendaraan yang berlalu lalang.


"Dia masih mencintai kamu Mi, mungkin seumur hidupnya hanya kamu seorang yang bersemayam di hatinya." Ucap Irsyad dengan melihat ke arah Mimi yang masih pura-pura tidak ingin mendengarkan, Irsyad tersenyum melihat kepuraan Mimi.


"Bahkan jantungnya hanya akan berdetak kencang saat bersamamu, walau mungkin ada pembatas dinding di antara kalian berdua, percayalah kalau jantungnya akan berdetak bila dia berada di temlat yang sama denganmu."


"Icad tau, waktu di acara nikahan Tia di Aceh waktu itu. Detak Syahril kalian pasti saling berdetak kencang satu sama lain."


"Coba Mimi bandingkan dengan Dillah, apa saat kalian berdua bersama ala detak jantung Mimi berdetak dengan kencang." Irsyad terus berceloteh dan Mimi pun sebenarnya merasa senang jika Irsyad berceritakan tentang Syahril.


"Kalian saling mengikat sagu sama lain, kenapa kalian tidak bersatu kembali saja." ucap Irsyad.


"Tidak semudah itu Syad. Dia sudah mempunyai istri, walau pernikahan itu tak dikehendakinya. Tapi, mereka sah di mata hukum dan agama."


"Dan walau pun hati Mimi masih ada kak Syahril. Tidak mungkin Mimi jadi benalu dalam rumah tangganya."


"Mimi tidak mau nanti di cap sebagai perusak rumah tangga orang. Mimi juga seorang perempuan mana mungkin Mimi bisa menyakiti hati perempuan lain, walau hatinya sudah terluka karena di antara mereka belum ada perasaan cinta."


"Bagi Mimi... melihat kak Syahril bahagia dalam rumah tangganya Mimi ikut bahagia. Jangan hanya karena rasa cintanya hanya untuk Mimi, dia menyakiti perasaan perempuan lain.''


"Tapi Mi, salam rumah tangga itu harus ada rasa cinta dan kasih sayang agar rumahtangga itu harmonis."


"Abang tidak mencintai Zahra, bahkan Zahra pun lebihbmmikih pulang ke Kairo daripada ikut Abang di LA."


"Ya walau sebenarnya itu maunya abang juga, tapi.. Jika Zahra memang benar-benar menghargai dan menghormati abang sebagai suaminya pasti dia akan ikut kemana lun Abang pergi apapun alasan nya." ucap Irsyad.


Mimi terkejut mendengar cerita Irsyad kalau Syahril dan Zahara tidak tinggal bersama.


"Itu karena kak Syahril tidak menginginkannya. Kak Syahril juga tidak ingin membuka hatinya bhat orang lain." ucap Mimi.


"Iya, karena dihatinya hanya ada kamu. Bahkan di saat ijab Kabul nya," ucap Irsyad hampir keceplosan, Mimi melihat ke arah Irsyad menunggu dia bercerita kembali.


"Ah sudahlah." ucap Irsyad yang tersulut emosi, jika dilanjutkan membahas tentang Syahril dia takut akan terbongkar sekarang.


Tak lama taksi pun sampai di kampung Mimi, Mimi meminta turun di di depan kampungnya.


"Mimi turun disini saja." ucap Mimi lada Irsyad


"Tidak usah, biar di antar sampai bawah rumah." ucal irsyad


"Jangan Syad, nanti kamu ragu ke rumah Umma.Ndak apa Mimi disini saja." jawab Mimi. Mimi lun turun, sang supir Kun menurunkan koper Mimi.


"Yaudah kamu hati-hati ya" ucap Irsyad dengan. menurunkan kaca mobil.


"Iya sama-sama. makasih ya Syad." ucap Mimi, Irsyad lun mengangguk. Taxi pun melanjutkan jalannya, Mimi juga melanjutkan jalannya memasuki lorong kerumah Nyai Mimi dengan berjalan kaki dan menarik kopernya.


Keesokan harinya, Irsyad benar-benar pulang dan dia juga meminta maaf sama Mimi tidak bisa menemani Mimi. Mimipun tidak bisa terlalu memaksa kehendaknya, karena Irsyad juga bukan siapa-siapa Mimi.


Beberapa hari di rumah Nyai, Mimi merenungkan dirinya dan mengingat semua ucapan Irsyad pada nya.


"Ya Allah kenapa nasib ku gini amat ya?" gumam Mimi.


"Masa iya, kak Syahril tidak tinggal bersama istrinya? pantesan waktu di Aceh dia hanya bersama kak Ryan."

__ADS_1


"Detak jantung? apa benar yang dikatakan Irsyad."


"Yah selama dengan kang Said, detak jantungku tidak sekencang itu. Dan.."


"Waktu di Aceh, kenapa saat Mimi merasa kak Syahril ada di sekitar Mimi detak jantung Mimi berdetak dengan kencang."


"Apa kak Syahril juga begitu?" Mimi terus berbicara dengan dirinya sendiri di dalam hati.


"Ya Allah, hamba berpasrah diri. Sesungguhnya engkaulah segala penentu alam semesta ini."


Di LA Syahril merasa bahagia saat Mimi menghubunginya kala Mimi merasa ketakutan.


"Kakak tau dek, di hatimu masih ada ruang buat kakak."


"Semoga Allah segera menyatukan kita. Kakak yakin kau adalah jodoh tertundanya kakak." ucap Syahril.


Semenjak hari itu, hari dimana dia mendengar suara Mimi dari sekian lama nya tak mendengar. Syahril merasa bahagia, dia baajhagia karena Mimi membutuhkan dirinya. Suara yang dirindukannya akhirnya daot dia dengarnya, walau itu hanya keterdesakan saja.


Hari-hari Syahril dijalani dengan semangat yang membara setelah mendengar suara yang dirindukannya kembali terdengar di telinganya.


Apa lagi dia mendengar cerita Irsyad jika sahabta Mimi Manda akan menikah dan Mimi akan pergi sendirian. Jika Mimi menghubunginya dan minta dirinya untuk menemani tentu 100% Syahril akan menyetujuinya dan akan segera terbang ke Jambi.


Mimi pun memiliki keyakinan yang penuh jika dia menghubungi Syahril dapat dipastikan Syahril jari itu juga akan segera ada dihadapannya. Tali Mimi masih menahan keegoan nya.


"Huh, nasib jomblo." ucap Mimi.


Saat akan pergi ke acara nikahan Manda, Di'ah mengajak serempak karena Mimi sendirian akhirnya Mimi pun menyetujuinya walau nanti akaan jadi obat nyamuk.


Pernikahan Manda memakai acara pedang pora karena suaminya adalah seorang abdi negara. Suami Manda seorang TNI angkatan darat.


Acara pedang pora dilaksanakan dengan khidmat. Manda terlihat sangat bahagia. Disini hanya Mimk yang peegintanoa pasangan. Semua sahabt serta teman-teman sekolahnya duku semua berpasangan bahkan ada di antara mereka telah memiliki anak.


Novi pun anaknya sudah ada dua, terlihat keluarga Novi sangat bahagia. Saat duduk berdua dengan Novi, Novi selalu menyinggung soal kak Syahril namun Mimi tidak ingin menanggapi nya.


Mimi meminta izin kepada Di'ah untuk pulang lebih dulu karena Mimi berencana akan pulang ke desanya sore ini juga.


"Di'ah, Mimi duluan ya?" ucap Mimi.


"Serempak lah Mi." jawab Di'ah.


"Jangan Di'ah, pasti abangnya ingin berduaan dulu. Mimi naik taksi saja." ucap Mimi.


"Tapi Mi?" ucap Di'ah.


"Ndak apa, Mimk sudah pesan taksi kok, dagph ya Mimk duluan." ucap Mimi pada Di'ah dan calonnya.


Mimi memesan taksi dan pulang duluan sesampainya dirumah Mimi meminta sulit taksinya menunggu karena Mimi akan langsung pulang ke rumahnya.


Sesampainya di desa, hidup Mimi merasa sepi. Hatinya merasa kosong. Setiap hari di desanya, Mimi hanya berada di rumah nya saja.


Saat sendiri dirumah, bayangan-bayangan saat bersama Syahril kembali terlintas di benaknya.


"Ya Allah, kenapa selalu terlintas di benak ku bayangan-bayangan bersama dirinya." ucap Mimi.


Satu bulan berlalu, Mimi lun kembali kesemarang untuk melanjutkan pendidikannya.


Selama pendidikan Mimi, Irma,Muthia dan Selfia selalu bersama Bika di kampus. HP pemberian dari Dillah sudah Mimk titipkan kepada Muthia dan Muthia juga sudah mberikan kepada Satria


Tinggal kalung yang belum Mimi berikan, entah mengapa Mimi belum ingin mengembalikan kalung itu, Mimi masih menyimpan nya namun suatu saat pasti kalung itu akan Mimi berikan padanya jika Allah mempertemukan dirinya kembali.


Setiap kali ketemu Satria saat menjemput Muthia, Satria teihat merasa tidak enak hati akaan perbuatan sang sahabtnya. Mimi juga tidak pernah bertanya masalah Dillah kepada Satria, bagi Mimi semua sudah berakhir.


Karena Mimi mengambil ujian percepatan waktu itu dan Mimi kembali mendapatkan beasiswa. Mimi langsung melanjutkan kuliahnya ke jenjang lebih tinggi yaitu mengambil ke spesial jantung.


Disini Mimi terpisah dengan sahabatnya karena para sahabat hanya Dimas seorang yang mengambil jurusan yang sama dengan Mimi.


Seharusnya seorang mahasiswa kedokteran setelah wisuda mereka akan melaksanakan yang namanya koas karena Mimi langsung melanjutkan kuliahnya mimj mengambil koasnya setelah habis jam mata kuliahnya.


Mimi tidak lagi menerima pesanan kue karena waktunya sudah disibukan dengan aktivitas kampus serata koas nya.


Tapi Mimi ntetap membuat kue untuk di jualnya di kantin Bu Ruminah.


Hari berganti bulan dan tahun, Mimi menjalani aktivitas nya seperti biasa dan disini hanya Mimk dan Selfia lah yang masih setia dengan kesendirian hingga mereka di nyatakan lulus dan menyandang gelar baru.

__ADS_1


tbc


__ADS_2