
Hay hay para reader Dokter Jantungku
jangan lupa Habis membaca tinggalkan jejak kalian ya?? ππ
Vote, like, rate, serta komennya.
cekidot
___________πΊπΊπΊπΊ____________
Tak makan waktu lama kami semua telah sampai di Gentala Arasy, Kak Syahril dan yang lain sedang memarkirkan kendaraan dong tempat parkir yang telah tersedia.
Kami pun beramai-ramai menelusuri jalanan di depan Gentala dan kami menaiki tangga satu persatu untuk menyeberang jembatannya.
Yah begitu indah di lihat jembatan ini pada malam hari, lampu berwarna-warni menghiasi dan silih berganti merubah warnanya.
Angin malam yang kencang amat terasa hembusan nya pabila sampai di tengah-tengah jembatan ini.
Kak Syahril tak pernah melepaskan genggamannya, seolah dia mendapatkan tiket berharga yang tak ingin terlepaskan.
Senyumannya tak pernah padam di bibirnya, rona kebahagiaan terpancar disana.
Mimi pun merasa bahagia karena dia sudah diizinkan berpacaran, namun masih ada rasa takut di hatinya.
Ditengah-tengah jembatan ini Kak andri tiba-tiba berhenti di depan Manda dan dia pun bersimpuh berlutut di hadapan Manda.
Kami semua ikut berhenti dan penasaran apa yang akan dilakukan Kak Andri.
"Manda, maukah adek menerima kakak jadi pacar mu." Ucap Kak Andri sambil menyerahkan sekuntum bunga mawar.
Entah sejak kapan dia menyiapkan semuanya.
kami semua mengucapkan terima pada Manda.
Manda yang kaget karena tiba-tiba di tembak oleh Kak Andri pun malu-malu meong hihihi...
Lumayan lama Kak Andri bersimpuh belum juga tanda-tanda dari Manda.
Kak Andri sudah pasrah pabila di tolak oleh Manda dengan menundukkan mukanya, namun pada akhirnya Manda terima bunga dari Kak Andri dan Kak Andri pun meloncat kegirangan.
"Yeee..Yess yess..'' Kak Andri meloncat dengan girang sambil meninjukan tangannya ke atas
"Makasih ya dek," Ucap Kak Andri dengan menggenggam kedua tangan Manda dan mengecup tangan Manda..
"Cuit cuit.." Kak Rudi bersiul.
Kami semua pun mengucapkan selamat kepada mereka berdua.
Jembatan Gentala Arasy menjadi saksi bisu antara Kak Andri dan Manda.
"Ayo siapa lagi nih yang masih jomblo." Sindir Kak Rudi sambil melihat ke arah bang Ridho, Novi dan Sila.
"Ridho kamu gak da niatan gitu buat nembak salah satu ni cewek?" Kak Ryan ikut menyindir.
"Hah.. Eh.. Kenapa kalian jadi buat biro jodoh gitu." Jawab bang Ridho.
"Sudah..sudah.. ayo kita jalan lagi." Kak Syahril melerai mereka semua.
Kami pun melanjutkan perjalanan kami menelusuri panjangnya jembatan ini dengan panorama malam yang indah yang tercipta dari sinar lampu berwarna-warni di setiap tiang jembatan.
Kenapa jembatan ini dinamakan Gentala Arasy? dan kenapa di tempatkan di kampungku?.
Ya semua ini pasti ada sejarahnya, konon ini adalah perencanaan dari Gubernur jambi terdahulu.
Gentala Arasy, di penggal dari 3 suku kata GENTA(suara) TALA (Keselarasan) ARASY (Memancar ke langit) dapat disimpulkan adalah Bunyi yang selaras dan memancar ke langit, bunyi lonceng ini akan selalu berbunyi saat masuknya 5 waktu solat fardhu umat muslim dan selaras terkoneksi pada masjid agung Al-falah untuk mengumandangkan adzan.
Gentala arasy juga merupaka akronim dari nama seorang gubernur yang lahir di SEKOJA yakni Genah tanah lahir abdurahman sayoeti.
Menara Gentala Arasy berukuran tinggi 80 M,di bangun di pinggir sungai Batanghari di lengkapi dengan jembatan PEDESTRIAN (khusus pejalan kaki) yang dinamakan TITIAN ARASY dengan panjang 530 M, lebar 4,5 M,dengan dua tiang pancang setinggi 60 M, dua tiang pancang ini bermakna keseimbangan kehidupan dengan adanya laki-laki dan perempuan, sedangkan jembatan yang berbentuk huruf "S" adalah melambangkan inisyial rasa syukur kepada tuhan
****
__ADS_1
Setelah lama menelusuri panjangnya jembatan yang berkelok ini kami pun sampai di seberang sana yaitu Ancol nya jambi.
Ancol nya jambi ya Ancol nya Batanghari. yang mana dia langsung menghadap ke arah sungai Batanghari.
Sepanjang tepian ancol sudah di padati oleh para pengunjung yang akan menikmati indahnya panorama jembatan di malam hari.
Banyak muda-mudi sekedar berkumpul duduk-duduk atau sekedar nyari kesegaran angin malam.
Ancol ini tempatnya tepat berada di sebelah kiri jembatan jika dari arah tempat kami berjalan dan di sebelah kanan jembatan ini ada hotel dan 3 mall yg berdiri secara bergandengan.
Setelah sampai ternyata di seberang sini sudah ada teman-teman Kak Syahril yang bersekolah di SMU lain.
Teman Kak Syahril yang telah sampai ada tiga orang, dua cowok satu cewek.
Kami pun berkumpul di salah satu meja yang sengaja udah di pesan oleh temannya yang telah terlebih dahulu sampai.
Kak Syahril mengenalkan kami kepada temannya satu persatu.
Di saat baru akan bersalaman dengan salah satu temannya, Kak Syahril langsung menarik tanganku dan itu mengundang gelak tawa bagi mereka semua.
Mimi yang melihat kelakuan Kak Syahril hanya menggelengkan kepala tak percaya.
Nama dari tiga teman Kak Syahril yaitu farhan, Siska, dan Rendi, dari ketiga ini ternyata Rendi yang tak berpasangan karena baru putus dari pacarnya.
Di balik gelak tawa Kak Rudi kembali menjodoh-jodohkan mereka yang belum memiliki pasangan.
"Nah pas ini masih ada dua pasang manusia yang jomblo malam ini." Kata Kak Rudi sambil matanya melihat ke arah Novi, Sila, Rendi dan Ridho.
"Hahaaa, iya juga nih kenapa kalian tidak buka saja segel kejombloannya saja." Bang Idho menimpali omongan Kak Rudi.
"Nah Bro, ayo nyatakan segera sebelum di embat Rendi." kata bang Erwan sambil menepuk bahu bang Ridho. Bang Ridho tersenyum kikuk.
"Eitsss.. Jangan bilang juga kalau Ridho ternyata juga menyukai dari kalian berdua." Ucap Kak Rudi sembari menatap novi dan Sila serta menatap intimidasi kepada bang Ridho.
"Lah Kak.. kok kakak curiga sama kami berdua." jawab Novi.
"Iya kak manalah kami tau kalau bang Erwan menyukai salah satu dari kami." jawab Sila pula.
D"ah lah yang jangan kepo sama urusan mereka." kata ceweknya Kak Rudi.
"Bukan kepo yang nih anak penuh misteri, lihat aja tadi Andri tak ada hujan tak ada angin sudah punya rencana yang matang." Kak Rudi menjawab pertanyaan dari ceweknya.
Rendi dari awal berkenalan matanya tak henti melihat Mimi, dan itu menjadi perhatian Kak Syahril sehingga kak Syahril langsung berdiri di hadapan nya untuk menghalangi mata Rendi.
Kelakuan Kak Syahril pun menjadi perhatian yang lain dan lagi-lagi mengundang gelak tawa mereka semua.
"Alah Bro.. Pelit amat." Ucap Rendi kepada Kak Syahril.
"Tu mata di jaga jangan jelalatan gitu." jawab Kak Syahril.
"Huft.. yaudah dekatkan aku dengan yang berambut panjang itu." bisik Rendi sama Kak Syahril.
Kak Syahril pun menoleh ke arah yang dimaksud Rendi.
"Ooo.. Itu namanya Novi, kenapa? suka sama dia?" Ucap Kak Syahril.
"Hemm.. Sebenarnya sih lebih suka ama cewek lo hahaaaa." Rendi berbisik ke Kak Kak Syahril dan dia mendapatkan sikutan dari Kak Syahril di perutnya.
"Awww... Sakit Riil.., masih tajam aja sikutan lo." ucapnya.
Kami semua mendengar rintihan dari Rendi pun menoleh ke arah mereka berdua.
"Ada apa Ren?" tanya Kak Ryan.
"Noh si Syahril sikutan nya ndak berubah." Rendi nyengir ke arah Kak Syahril.
"Makanya mata dan mulut itu dikondisikan kalau ndak mau kena sikutan." Jawab Kak Syahril dengan tatapan tajam.
"Oh ya Novi, nih Rendi mau ajak kenalan." kata Kak Syahril lagi.
"Kan udah kenalan tadi Kak." jawab Novi asal.
"iya kenalan lagi lebih dekat gitu." kata Rendi menimpali abis mengedipkan sebelah matanya.
__ADS_1
Novi hanya tersipu malu.
"Nah jadi malam ini siapa lagi nih yang akan menyatakan perasaannya." tanya Kak Rudi.
Sangking asik ya bercengkrama tak lama minuman dan jagung bakar pun telah sampai di meja kami, tak tau siapa yang telah memesankan nya.
Kak Farhan pun menyetopkan kami semua yang sedang bercengkrama untuk segera menyantap jagung bakar tersebut.
"Udah.. udah.. Ayo dimakan dulu jagung nya selagi panas." katanya sambil mengambil sebuah jagung bakar yang masih panas.
Kamipun ikut mengambil dan memakannya.
"Eh bro maaf ya aku kesana dulu." kata Kak Ryan sambil menggandeng tangan Di'ah,
Bang Erwan pun ikut nyusul, dan Kak Andri ternyata sudah tidak ada di tempatnya.
"Lah Manda kemana?" tanya Mimi sambil matanya menyapu satu persatu orang yang berada dekat dengan meja ku.
"Iya kemana tuh anak, cepat amat hilangnya." Ucap Kak Rudi.
"Nah itu mereka." kata Bang Idho menunjuk arah ke meja yang berada di bawah.
Kak Syahril pun mengajak Mimi untuk berpisah dari mereka.
"Sorry bro aku ke sana dulu ya." katanya
Mimi hanya mengikuti kemana kaki Kak Syahril melangkah tak lupa tangan selalu di genggam erat.
Berjalan menyusuri jalanan yang padat ternyata Kak Syahril mengajak Mimi ke arah mall WTC.
"Loh Kak, kita kok ke sini.. ndak enak lah dengan yang lain." kata Mimi.
"Gak apa lah dek kapan lagi kita bisa jalan berdua." jawabnya.
Setelah sampai kami masuk kesalah satu resto yang ada di sana dan kami mencari meja yang berada di pojokan dekat jendela, setelah menemukan yang kosong kami pun duduk di sana.
Kak Syahril pun memesan makanan ala-ala Korea
Pesanan kami pun sampai, mimi yang melihatnya kaget, kaget apa bisa di habiskan sebanyak ini.
"Ayok dek dimakan." kak Syahril mengajak Mimi makan.
"Ehmm kak, apa ini habis nanti." tanya Mimi.
"Gak habis kita bungkus." canda kak Syahril dengan senyuman.
"Isss.." jawab mimi.
Kami berdua pun menyantapnya sambil berbincang.
"Kak, mimi boleh tanya." ucap Mimi dan melihat ke arah kak Syahril.
"Iya dek, tanya aja." jawabnya dan menghentikan makannya.
"Hemm.. kenapa kakak kok menyukai Mimi yang bukan apa-apa ini." tanya Mimi.
"Emang jika menyukai seseorang yang kita sukai itu harus di lihat dari apa-apa nya." tanya kak Syahril balik.
"Ndak juga sih, tapi kan.." jawab Mimi terputus.
Apa yang akan Mimi tanya kan selanjutnya??
pantengin dan tunggu terus Dokter Jantungku ya..
_________TBC________
JANGAN LUPA DUKUNGANNYA
VOTE
LIKEββββββ
RATEβββββ
KOMEN
__ADS_1
""