DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
ungkapan Rudi dan Rani


__ADS_3

Sehabis pulang dari kampus ternama dikota pedang, mereka hari ini rencananya untuk beristirahat karena mereka pagi baru sampai dan rencana mereka hari ini full di rumah.


Sesampainya di rumah mereka semua telah berkumpul di rumah keluarga untuk menantikan adzan Dzuhur, tak lama mereka duduk adzan Dzuhur pun berkumandang.


Mereka satu persatu mengambil wudhu, karena Syahril mengajak mereka semua berjamaah di musholla yang ada di rumahnya.


Syahril yang terlebih dulu selesai berwudhu menunggu teman-teman nya di musholla yang didirikan dekat kolam renang.


Setelah semua berkumpul mereka segera melaksanakan perintah illahi dengan khusyuk yang di imammi oleh bang Idho.


Sehabis sholat uniang mengajak mereka semua untuk makan siang yang sudah disajikan di atas meja makan.


"Ayo semua makan siang dulu." ajak uniang.


"Makasih uniang." jawab kami serentak.


Setelah sampai meja makan kami duduk di kursi masing-masing untung ini meja ukuran besar walau masih kurang kursi, ajo Rohman berinisiatif mengambil kursi lain dan di taruh dekat meja makan.


Ajo Rohman dan uniang Santi adalah orang kepercayaan Abah dan umma Syahril, tak hanya ajo Rohman dan uniang Santi di rumah itu juga ada uniang sari, amak Imah dan Ajo Kadir. Mereka berkerja di kediaman Syahril sudah cukup lama semenjak pertama kali Abah dan umma menempati rumah ini.


Ajo Rohman dan uniang Santi adalah suami istri begitu pula dengan ajo Kadir dan uniang sari sedangkan amak Imah adalah seorang janda tanpa anak dan amak Imah adalah yang paling tua diantara mereka.


Amak Imah sangat dihormati oleh mereka semua termasuk Abah dan Umma.


Mereka makan bersama tidak ada membedakan antara majikan dan pembantu.


Sehabis makan para cewek membersihkan. meja dan mencuci piring dan lagi-lagi dikarang sama uniang Santi.


"Ndak usah kalian yang mengerjakan ini semua." ucap uniang Santi.


"Ndak apa uniang, kami bantu meringankan pekerjaan uniang." ucap Manda.


"Iya uniang Santi sama uniang Sari beristirahat saja dulu." ucap Mimi dengan merengkuh bahu uniang Santi.


"Ndak usah nak, biarkanlah kami yang mengerjakannya." ucap amak Imah.


"Amak, amak beristirahat aja ya biar kami yang bersihkan ini semua." ucap Mimi kepada amak Imah.


Mimi melihat amak Imah teringat akan mamaknya, Mimi memperkirakan usia amak Imah seusia mamak Mimi.


Karena tetap memaksa ketiga wanita itupun. pasrah dan membiarkan kami semua menyelesaikan pekerjaan ini semua.


Sehabis membersihkan meja makan dan mencuci piring kami bergabung dengan para cowok yang sedang berkumpul di ruang keluarga.


"Kak, jadi kita hari ini gak jalan-jalan ya?" tanya Di'ah kepada Ryan disaat dia telah duduk disampingnya Ryan yang tengah asik main game onlinenya.


"Iya kita istirahat aja dulu, capek duduk di mobil terus." jawab Ryan dengan mata dan tangan masih di layar hp nya.


"Emm jadi gimana ini, kita bagi kamarnya?" jawab Mimi.


"Kamar dirumah ada enam kamar, di atas tiga di bawah tiga, jadi di atur aja." jawab kak Syahril yang awalnya duduk dilantai dengan kepala bersandar di sofa mengubah posisi menjadi kepala bersandar di kaki Mimi.


"Mimi kamarnya di atas aja dekat kamar kakak." ucap Syahril dan sontak Syahril mendapatkan lemparan bantal kursi ke mukanya.


"Emm aku balik ke rumah ku Riil, nih bang Fandi sama kak Zahirah sudah wa tadi." ucap Andri.


"Dan Lo Yan, Rud , Rend." ucap Syahril.


"Gue mau balik kerumah gue juga Riil sekalian mau cek rumah." Jawab Rendi.


"Gue juga udah di wa sama bang Arka dia nyuruh balik juga." jawab Ryan.


"Kalau gue cuma ngecek aja ntar malam." jawab Rudi.


"Oh yaudah tapi yang cewek di rumah sini aja ya." ucap Syahril.


"Iya yang cewek biar di rumah sini aja." sahut Ryan.


"Tapi gue entar pinjam cewek gue dulu untuk di ajak kerumah." jawab Ryan sambil melihat ke arah Di'ah.


"Ya sama gue juga mau ngenalin Manda ma bang Fandi dan kak Zahirah." ucap Andri.


Fandi adalah suami dari Zahirah dan mereka berdua sudah memiliki seorang anak yang berusia 3tahun.


Fandi dan Zahirah berkerja sebagai dosen di kampus yang akan ditempuh Syahril cs.


Setelah berdiskusi masalah kamar Syahril tidur sendiri dikamar nya, Ridho sekamar dengan Rudi, bang Idho sekamar dengan Erwan. kak Farhan akan tidur bersama Rendi di rumah nya, Ryan dan Andri juga akan tidur di rumah mereka masing-masing.


Dan para cewek satu kamar bertiga, Mimi bersama Di'ah dan Manda, Emma bersama Novi dan Sila, kak Jenie bersama kak Rani dan kak Siska.


Karena kamar ada tiga di atas dan tiga di bawah maka keputusan nya yang dikamar atas adalah Mimi, Diah dan Manda, Emma Sila dan Novi dan tentunya Syahril karena kamarnya berada di atas.


Dikamar bawah , kak jenie beserta kak Rani dan kak Siska, Rudi bersama ridho, bang Idho bersama Erwan.


"Oke karena pembagian kamar dah ditentukan kian istirahat saja dulu dalam kamar." ucap Syahril.


"Ayo dek kakak kasih tau kamarnya." imbuh Syahril.


Mimi dan yang lain pun mengikuti Syahril ke atas.


Sesampainya di atas Syahril menunjukkan dimana kamar nya dan juga menunjukkan kamar buat Mimi Manda Di'ah dan kamar Emma Sila dan Novi.


Setelah menaruh tas kedalam kamar kami kembali ke bawah karena belum merasa kantuk.


"Lah ndak jadi istirahat." ucap bang Idho ketika melihat Mimi dan yang lain turun.


"Ini juga ndak kemana-mana bang jadi ya sudah istirahat namanya." jawab Mimi


"Ya maksudnya Abang tidur siang Mimi." ucap bang Idho.


"Belum ngantuk." jawab Mimi sembari duduk di ambal yang berada di tengah-tengah sofa.


Mimi merebut remote di tangan kak Rudi dan mengubah channel.


"Yah mi, jangan diubah bentar lagi MotoGP." ucap kak Rudi.


"Kan belum mulai kak, lihat kartun dulu ya." ucap Mimi sambil mencari channel kartun.


"Oh ya kak, kak Rudi rumahnya nggak ada yang tunggu apa?" tanya Mimi kepada kak Rudi.


"Ada uniang Rahma dan ajo bujang." jawab kak Rudi.


"Kak Rani kuliah disini juga ya kak? tanya Mimi lagi.

__ADS_1


"Iya kak Rani kuliah disini." jawab Rudi


"Wah jadi kalian nanti satu rumah atau kak Rani kos?" tanya Mimi.


Tak lama kak Jenie, kak Rani sama kak Siska keluar dari kamar.


"Lagi ngobrolin apa sih, kok ada nyebut-nyebut nama ku." tanya kak Rani dan mendekat ke arah ku dan kak Rudi.


"Ini kak, tadi Mimi nanya sama kak Rudi kakak kuliah disini juga?" Mimi mengulangi pertanyaannya kepada Rani.


"Iya Mi, kakak kuliah disini juga." jawab Rani.


"Terus nanti kakak tinggal sama kak Rudi atau kos?" Mimi kepo.


"Kakak serumah nanti dengan kak Rudi insyaallah." jawab Rani dengan Mimi.


"Hmm." jawab Mimi dengan menaikkan kedua alisnya.


"Iya dek, mereka berdua nanti tinggal serumah." Syahril menyahuti.


"Emang disini bebas kak?" tanya Mimi.


"Bebas maksudnya?" tanya Syahril.


"Iya apa disini bebas? maksudnya cewek sama cowok serumah gitu." ucap Mimi.


"Ya gak juga bebas dek." jawab Syahril senyum dan mengacak rambut Mimi dengan gemes.


"Emm kenapa kak Rudi sama kak Rani nggak nikah aja, biar kak Rudi ada yang ngurusin juga sambil kuliah." entah apa yang Mimi pikirkan sehingga te lontar ide tersebut.


Kaka Rani dan kak Rudi dan yang lain yang sudah mengetahui perihal mereka pun hanya tersenyum.


"Gimana kalau kita juga nikah dek, nanti adek pindah sekolah aja disini!" ucap Syahril dengan senyum dan menaikkan kedua alisnya.


"Isss kakak, Mimi kan menyarankan sama kak Rudi dan kak Rani." jawab Mimi.


"Yah mereka aja adek saranin, kenapa adek gak saranin juga buat kita." ucap Syahril lagi.


"Mimi ndak mau, Mimi mau sekolah yang benar dulu terus kuliah dan kerja." jawab Mimi dengan mengerucutkan bibirnya.


"Kami memang akan nikah Mi." jawab Rani.


"Hah" jawab Mimi, Di'ah,Manda, Emma, Sila dan Novi.


"Lah kenapa kaget?" tanya Rudi dengan melambaikan tangannya ke muka Mimi.


"Eh kakak, emang beneran? tanya Mimi.


"Iya beneran lah." jawab Rudi.


"Terus kapan nikahnya?" sahut Manda.


"Rencana dua bulan lagi." ucap kak Rani.


"Wah kak Rani sama kak Rudi kahmud dong." sahut Emma.


"Apa tuh ma kahmud?' tanya Di'ah yang berada disamping Emma.


"Kahmud Nikah Muda heheje." jawab Emma.


Terbesit rasa iri di hati Syahril dia juga ingin seperti Rudi dan Rani tapi emang takdir belum memihak kepadanya.


"Wah baguslah kak semoga lancar." ucap Mimi.


"Iya Mi, aamiin makasih." jawab Rani.


"Emang kak Rudi sudah ngelamar kak?" tanya Mimi karena lupa menanyakan hal itu.


"Lamar resmi belum Mi, tapi nanti sepulang dari sini akan di laksanakan kalau tak ada halangan.


"Yang penting kedua orang tua kedua belah pihak setuju dan terutama semua keluarga setuju kak insya Allah semua di lancarkan dan dipermudah." ucap Mimi.


Ucapan Mimi bagi sebagian orang mungkin tidak menohok namun beda kepada Syahril cs ucapan itu sangat menohok seakan belati menghunus jantung dengan kerasnya.


Syahril, Ryan ,Andri dan Rudi terdiam saat mendengarkan ucapan Mimi karena apa yang di ucapkan oleh Mimi benar adanya, salah satu penghalang untuk dua insan bersatu adalah orang tua dan keluarga.


Syahril merasa kan hujaman yang amat sakit di hatinya karena status hubungannya masih ada kendala bahkan bisa jadi akan memupuskan segala kebahagiaan nya dengan seketika.


Syahril, Ryan, Andri dan Rudi beropini sendiri apakah Mimi sudah mengetahui permasalahan yang tengah dihadapi Syahril sehingga dia dengan lancar mengucapkan itu.


Namun dugaan mereka sedikit banyak emang benar, Mimi sudah mengetahui melalui Umma tapi masalah omongan yang barusan di ucapkan tanpa disangka nya, ucapan itu mungkin bisa mewakili setiap dua insan manusia yang sedang beradu kasih.


Mimi yang sadar akan raut wajah Syahril cs pun menjadi terheran dan bergumam Dalma hatinya. "Kenapa mereka jadi diam, apa ada yang salah dengan ucapan ku tadi." gumam Mimi dalam hati dengan melihat mereka satu persatu.


"Ehem kok pada diam." ucap Ridho.


"Iya ada malaikat lewat hahaha." ucap Erwan dengan candaan yang garing.


"Ada apa nih kenapa jadi dia dan menjadi mencekam gini." ucap Rendi setelah tersadar dengan keadaan sekitarnya.


"Apa ada ucapan Mimi yang salah ya kak?" akhirnya mimi memberanikan untuk bertanya.


"Eh nggak kok Mi, ucapan Mimi benar adanya." ucap Rudi.


"Iya emang restu orang tua dan keluarga sangat menunjang suatu hubungan." ucap Andri.


"Emm jadi kak Rudi ma kak Rani dong yang menempati rumah orang tua kakak besok." tanya Emma.


"Iya insya Allah." jawab kak Rudi.


"Nah Mi, Emma Manda Sila Novi dan Siska gimana?


Kami yang merasa nama ikut di list hanya bengong.


"Maksudnya kak? tanya Emma


"Iya apa kak maksudnya? tanya Manda


"Maksud kakak, apa kalian Ndak ada rencana nikah muda?" Rani menjelaskan maksud dari ucapannya.


"Emm kalau Mimi kan sudah Mimi bilang kak, Mimi mau membuat kedua orang tua Mimi bangga dulu." jawab Mimi


"Kalau aku ya tergantung jodohnya kak hehehe." ucap Novi.

__ADS_1


"Noh Rend kode tuh." ucap kak Farhan kepada Rendi.


"Beneran dek? mau kakak halalalin?" ucap Rendi.


"Eh bukan gitu kak." jawab Novi dengan kegagapan nya.


"Kalau mau hayook kita ikutan jejak Rudi." ucap Rendi.


"Emm, Novi mau kuliah dulu." jawab Novi.


"Kan bisa sambil kuliah Nov." canda Emma.


"Ndak lah, masih muda." jawab Novi dan gelak tawa pun bergemuruh.


Syahril masih dengan keterdiama nya, kalau Mimi mau dibajak nikah pasti dia akan menikahi Mimi walau harus menentang sang kakek.


"Eh sore-sore gini enak berenang nih, kita berenang yok?" ajak Rendi.


"Ayok" ucap bang Idho, Erwan, Ryan.


Mereka pun beranjak menuju kolam renang dan tak lama kak Rudi, Ridho mengikuti mereka.


"Emm gimana kalau kita buat camilan."Ajak Rani.


"Boleh juga tuh" sahut Jenie dan Siska.


"Buat camilan apa kak?" tanya Emma.


"Iya ya apa yang enak ya?" ucap Rani.


"Giman bakwan?" usul Novi.


"Pempek enak." usul Manda.


"Yang penting gorengan lah yang enak kalau sore-sore gini." ujar Sila.


"Yaudah kita lihat dulu bahannya baru mikirin mau buat apa." ucap Mimi.


"Eh iya betul juga tuh hahahaaa" ucap Jeni.


"Yaudah ayok kita ke dapur untuk mengecek ada bahan apa aja di sana." ajak Siska.


"Iya kalau Ndak ada baru kita belanja dulu." usul Rani.


"Setuju ayok kita cek." ucap Emma dengan semangat.


sesampainya di dapur mereka melihat isi kulkas dan ternyata disana hanya ada sayuran kangkung, kol, wortel brokoli, sawi, tauge, tahu ada beberapa.


Amak Imah yang baru keluar dari kamar dan melihat kami mengecek isi kulkas diapun bertanya.


"Eh ada apa ini?" tanya amak.


"Eh amak, kita mau buat camilan Mak tapi kita mau cek bahannya dulu." jawab Siska.


"Oh jadi kalian mau buat apa biar anak buatkan." tawar amak.


"Eh Ndak usah Mak, biar kami-kami saja yang buat." elak Siska.


"Oh ya Mak,ada simpan terigu?" tanya Jennie.


"Ada, itu di sana." jawab amak Imah dengan menunjuk ke arah kitchen set.


"Dibagikan bawah." imbuh amak Imah.


"Oh baiklah Mak, makasih." ucap Rani.


"Amak istirahat sajo." ucap Siska.


"Biar kami saja yang buat non." ucap uniang Sari.


"Ndak usah uniang, uniang Sari uniang Santi samo amak istirahat sajo." elak Siska.


"Jadi apo nan bisa uniang bantu?" ucap uniang Sari.


"Ndak Ado uniang, uniang kalau Ndak keberatan bersihkan rumah sajo lah." ucap Siska.


"Emm kami jadi indak enak di bueknyo." ucap uniang Santi.


"Ndak baa uniang, sekali-kali uniang istirahat."


"Oh ya uniang Mimi bisa pakai mesin cucinya?" Mimi meminta izin kepada uniang Santi.


"Boleh non." jawabnya.


"Eh uninag jangan panggil Mimi non, panggil Mimi aja ya." ucap Mimi.


"Tapi Ki ndak enak." ucap uniang Sari.


"Ndak perlu Ndak enak uniang, kita sama." jawab Mimi dengan senyum.


"Emang Mimi mau nyuci ya?" tanya Emma.


"Iya Emm, sekalian lah bajunkalain dikumpulkan biar hemat air dan sabun." ucap Mimi.


"Oh ok baiklah." jawab Emma.


Setelah perbincangan masalah mau buat camilan apa dan masakan cuci mencuci mereka semua mulai meracik bahan untuk buat camilan sorenya.


akhirnya mereka memutuskan buat camilan sesuai dengan bahan yang ada yaitu tahu isi dan bakwan.


Assalamualaikum selamat pagi selamat beraktifitas. Alhamdulillah dokter Jantungku update selamat membaca.


Jangan lupa dukungan dan Krisan nya di dalam kolom komentar.


Beri selalu dukungannya ya di awal bulan ya


vote


rate


like


komen

__ADS_1


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2