
Cafe yang semula riuh seketika hening tanpa ada suara. Yah Reno meminta semua pengunjung untuk diam sejenak. Dia mengeras kan volume TV, dia ingin memastikan jika pesawat yang jatuh itu tidak ada penumpang dengan nama yang dia kenal.
Entah mengapa saat pertama berita itu menayangkan pemberitaan itu hatinya tak menentu ditambah sang penyiar berita menyebutkan pesawat tersebut rute Jambi-Semarang.
Reno dan kedua sahabatnya tercekat kala mendengar nama dua daerah tersebut disebut noleh penyiar, yang bikin mereka tercekat saat mendengar nama daerah Jambi.
Apa lagi saat ini Mimi sedang pulang ke kampung halamannya, walau mereka berusaha untuk berpikiran positif tetapi hati dan otaknya tidak bisa berkompromi.
Penyiar berita menampilkan 160 penumpang di maskapai Lino air. Walau para korban sertabbanhkaimpesawat belum ditemukan, namun pihak maskapai tahu bila pesawat yang mengalami kecelakaan itu adalah pesawat Lino air b737.
Saat mereka membaca pada nonurut penumpang 70 adalah nama orang yang mereka terka, nama orang yang mereka khawatir kan sontak dada mereka sesak seakan detak jantung ikut berhenti.
"Ya Allah." ucap Reno.
"Astaghfirullah." sahut Satria terduduk. Ya Satria saat ingin memastikan nama penumpang dia berdiri dekat tv.
Yogi diam seribu bahasa namun gerak tubuh nya tak bisa dibohongi kalau dirinya pun ikut tercengang melihat berita tersebut.
Reno berulangkali menyugar rambutnya dan mondar mandir di dalam cofeshoopnya. Dilihatnya di luar, hujan lebat sedari siang belum juga reda.
Dia ingin menelpon Dillah namun dia berpikir kembali bila dia nelpon, Dillah akan berbuat nekat apa lagi di luar sedang hujan deras disertai angin dan petir.
"Gimana?'' tanya Satria yang juga bingung.
"Kita telpon aja gimana?" ucap Yogi.
"Jangan Gi, kamu tau sendiri bagaimana Dillah. Jika tidak ada salah satu dari kita disampingnya nya saat memberitahukan berita ini, aku takut dia akan berbuat nekat.
" Ya tapi gimana lagi. Kita ke apartemen nya lihat aja tuh di luar hujannya semakin lebat.
Kecelakaan pesawat Lino air B737 terjadinya karena cuaca yang tiba-tiba ekstrim di pulau Sumatra dan Jawa. Maskapai pesawat hilang kontak saat lesqat Lino air take off dari bandara Sultan Thaha Jambi kurang lebih dua puluh menit.
Mereka mendapat laporan dari co pilot jika sebagian sayap nya rusak setelah melewati Awan cumulonimbus dan setelah itu kontak pun terputus.
Perkiraan maskapai hilangnya kontak pesawat Lino air diperkirakan terjadi di sekitar laut Jawa.
Tim Basarnas, dan tim lain sudah di perintahkan untuk mencari bangkai maupun korban dari pesawat Lino air B737.
Jambi, Semarang, pedang, NTT, Papua, Aceh serta Palembang menjadi ricuh tepatnya salah satu penduduknya. Terutama keluarga besar dari jambi serta Semarang mereka bak di sambar petir tengah bolong.
Ummi Fatmah dan ummi Fatimah yang tidak peeginke acara Syahril menjadi berdukankala anaknya Irsyad menghubungi mereka kalau ada kecelakaan pesawat dan pesawat yang kecelakaan itu adalah pesawat yang Mimi tumpangi.
Sontak keluarga yang berada di Semarang menjadi bersedih, Ummi Fatmah sudah beberapa kali pingsan saat mendengar berita dari Irsyad ditambah melihat berita di TV itu.
Ummi Fatimah yang kebetulan maaih di rumah Ummi Fatmah pun ikut menangis.
"Dek, itu bukan mimkmkita kan dek." ucap Ummi Fatmah pada Ummi Fatimah.
"Ndak tau kak. Tali namanya nama Mimi kak. Ya Allah.." jawab Ummi Fatimah...
"Bi, tolong cari tau Bi." ucap Ummi Fatmah pada abi Arsyad.
"Iya Bi, tolong cari Mimi Bi." ucap Ummi Fatimah pada Abi Risyad.
"Iya sabar, ini abinlagi nelpon teman yang kerja di masakapai itu." jawab Abi Risyad.
Sedangkan Abi Arsyad langsung mengerahkan anak buahnya untuk mencari info yang akurat.
"Ya Allah, begitu malangnya nasib anak-anak ku..." ucap Ummi Fatmah.
"Kak, apa Syahril sudah siuman?" tanya Ummi Fatimah lada umi Fatmah.
"Kata Irsyad belum dek." jawab Ummi Fatmah.
"Lebih baik kita sholat, setelah itu kita baca Yasin bersama meminta keselamatan Mimi pada Allah SWT.
Mereka pun sholat Isya bersama dan setelah itu mereka baca Yasin bersama serta baca alfatihah buat keselamatan Mimi.
**
Emak yang masih menangis tergugu menangis ketika melihat berita itu. Emak mengurungkan niatnya untuk balik malam ini. Rencana hanya bapak yang balik ke desa karena rumah tidak bisa ditinggal terlalu lama.
__ADS_1
Pakdo serta Om Adrian pun harus pulang karena besok mereka akan berkerja. Jadi tinggallah emak dan Bi Ida yang tinggal, begitulah rencana mereka, kalauntante Zia juga harus ikut pulang.
Tak lama terdenagr suara motor berhenti tepat di bawah anak tangga rumah Nyai dan itu adalah Pakcik.
"Assalamualaikum." ucap Pakcik
"Waalaikum salam." jawab semua orang di dalam.
"Ada apa ini? kenapa pada nangis?" tanya Pakcik yang baru saja tiba.
Takmlama terdengar suara salam dari luar dan itu adalah bang Idho.
"Assalamualaikum." ucapnya denagn tergesa-gesa.
"Waalaikum salam." jawab semua orang.
"Ada apa Dho? kenapa ngos-ngosan kayak dikejar hantu." tanya Pakcik dengan candaan.
"Nah kebetulan cik Munip ada, cik ayo." ucapmbang Idho dan langsung menarik tangan Pakcik keluar menuju serambi.
"Ada apa Dho?" tanya Pakcik.
"Pakcik tadi ngantar Mimi kan? Pakcik tau ndakmimi naik leswat apa?" tanya Idho karena dia baru baca pesan Ryan minta tolong tanyakan Mimi naik pesawat apa.
"Memangnya ada apa Dho?" tanya Pakcik yang heran dengan semua orang.
"Cik apamswmuanleang dalam sudah tau?" tanya bang Idho ketika mendengar suara tangis emak.
"Tau apa dho? coba bicara itu yang jelas jangan bertele-tele." ucap Pakcik yang merasa panik.
"Ada kejadian kecelakaan pesawat dan pesawat itu yang berangkat di jam enam sore cik, jadi Ryan tanya Mimi naik pesawat apa?" ucap bang Idho.
"Ryan, Syahril, dan yang lain tadi nyusul Mimi di bandara tali mereka terlambat." sambung bang Idho.
"Cik Mimk naik pesawat apa?" tanya bang Idho lagi.
"Mimi naik pesawat Lino air B737." jawab Pakcik
"Ya allah, astaghfirullah hal adzim, astaghfirullah hal adzim, astaghfirullah hal adzim,astaghfirullah hal adzim." ucap bang Idho seraya mengusap mukanya dengan kedua tangannya.
"Sebenarnya, yang kecelakaan leswat apa Dho?" tanya Pakcik.
"Pesawat yang Pakcik sebut tadi." jawab. bang Idho.
"Astaghfirullah, ya Allah." ucap Pakcik yang ikut terduduk.
"Nip" panggil Mak di balik pintu dengan deraian air mata.
"Kau tadi ngantar Mimi sampai mana Nip?" tanya emak dengan isak tangis.
"Saya tadi ngantar Mimk sampai ke dalam, sampai dia menunjukkan check-in ke petugasnya." jawab pakcik.
"Ya allah, Mimi Nip.... Anak aku Nip..huhuhuhu." ucap emak.
Tetangga sebelah rumah yang tak lain keluarga Di'ah datang kerumah Nyai saat hujan mulai turun. Mereka ingin tau kebenarannya.
Di'ah sedari habis melihat berita tak henti-henti nya menangis, dia terus mengubungi nomor Mimi tapi tidak aktif.
Tetangga sekitar pun juga datang ketika mendengar emak menangis tergugu, bahkan keluarga Nyai yang berada di depan dekat kantor lurah pun datang.
Semua keluarga menjadi berduka ketika siaran TV juga menyiarkan nama-nama yang masuk sebagai penumpang di dalam pesawat Lino nair B737.
Karena keluarganya Nyai ikut berkumpul di rumah Nyai, m3wka semua juga mengadakan baca Yasin bersama meminta keselamatan bhat Mimi.
Nyai meminta pada adek serta ponakan nya untuk membaca Yasin 41 kali, hujan di luar semakin deras disertai suaraboetir yang bersahutan. Semakin besar suara petir semakin kuat pula suara keluarga Mimi yang sedang mengadakan baca Yasin.
Gak hanya keluarga Mimi, keluarga Umma pun mengadakan baca Yasin yah dinoimpin oleh Kakek Syahril langsung.
Dengan mendengar berita ini Kakek semakin merasa bersalah pada cucunya Syahril, di tambah lagi mereka mendengar Syahril masuk rumah sakit.
Dengan beritanya kecelakaan pesawat Lino air b737 dan tak hanya pesawat Lino air b737 saja pada pesawat lainnya yang juga sering mengalami kecelakaan saat penerbangan.
__ADS_1
Banyak yang mengaitkan kecelakaan pesawat dengan masalah cuaca. Tak hanya ketika cuaca buruk, saat langit dipenuhi dengan awan pun, pilot harus tetap waspada dengan insiden yang di luar dugaan.
Salah satu hal yang paling dihindari oleh pilot dan dianggap cukup membahayakan di saat terbang adalah awan cumulonimbus. Awan ini tergolong pada awan rendah namun berbahaya. Awan ini berada di ketinggian rendah, gumpalannya sangat besar, dengan lebar bisa mencapai 1-10 km dan tinggi 10-17.000 km.
Awan ini mendominasi wilayah Indonesia yang termasuk wilayah dengan banyak uap air. Bila musim hujan, uap air ini akan bertambah lebih banyak lagi.
Awan ini memiliki sifat berada di ketinggian rendah dengan gumpalan sangat besar dan umumnya berwarna gelap. Awan cumulonimbus dianggap berbahaya karena mengandung arus listrik disertai golakĀan udara sangat dahsyat. Di dalam awannya sendiri dapat terjadi badai yang sangat hebat.
Apa lagi saat ini pulau Jawa maupun pulau sumatra sedang mengalami cuaca yang ekstrim. Di Semarang saat ini sedang hujan deras disertai petir begitu pula dengan Jambi.
Bapak, km Adrian ,pakdo seta Tante Zia tidak jadi pulang malam ini karean hujan yang sangat deras, mereka tidak bisa keluar rumah. Om Adrian dan pakdo pun !meminta izin pada atasan mereka lewat telpon.
Umma yang mendengar Syahril masukmrumah sakitnkarean tidak sadarkan diri pun mengurungkan niatnya untuk datang kerumah sakit. Selain sudah malam dan jam besuk pun udah habis, hujan deras pun menghalangi mereka untuk ke luar.
Entah sampai jam berapa mereka membaca Yasin, yang jelas hari semakin larut. Umma yang tak bisa tidur entah mengapa kaki nya ingin melangkah menuju kamar atas yaitunkamae Syahril.
Saat dia tiba didepan pintunkamar Syahril Umma, tercengang ketika mendengar suara desah*n- desah*n dari dalam kamar anaknya.
Yang Umma tau saat ini anaknya terbaring lemah di rumah sakit dan di dalam kamar nya hanya istri yang baru hitungan jam.
Umma mendengar ada suara lelaki di dalam kamar itu. Saat Umma tidak tahan lagi dan ingin mendobrak pintu kamar, Babah !wnahan tangannya dan menggelengkan kepala.
"Kita dengar kan dulu dari sini apa yang Zahra perbuat di dalam kalau bisa kita rekam buat bukti kita." ucap Babah dengan berbisik pada Umma, Umma pun mengangguk.
Didalam Zahra menggunakan bahasa Turki, karena kekasihnya adalah orang Turki. Zahra yang dikenal oleh kakeknya gadis Sholehah ternyata kata sholehah itu hanya sebuah kata saja.
Babah dan Umma harus memiliki bukti yang nyata dan konkrit jika ingin membantu anaknya Syahril lepas dari pernikahan yang tak di inginkan nya ini.
Jika hanya sebuah rekaman saja itu belum menjadi sebuah bukti yang konkrit. Babah dan Umma pun memiliki rencana untuk mendapatkan bukti yang lebih.
Suara-suara yang tak lazim terus bergema di dalam kamar Syahril ditambah pintunkamar tak tertutup rapat. Walau Zahra mengunakan bahasa Turki Babah dan Umma mengerti arti setiap yang diucapkannya.
Umma merasa tambah jijik dengan Zahrah yang baru hitungan jam menajdi menantunya itu.
"Ya Allah cobaan apa yang kau beri pada anakku." ucap Umma dalam hati.
"Inikah menantu pilihan dari mertua ku." ucap Umma dalam hatinya.
Setelah merasa cukup Babah dan Umma turun ke bawah dan kembali dalam kamar mereka.
"Itu bah, itu menantu pilihan Abahmu. Cuiih jijik Syah melihatnya." ucapmumma setelah mereka sampai dalam kamar mereka.
"Sudahlah Umma lebih baik kita tidur, besok lagi kita lihat Syahril.
"Ya Allah dulu akumlepaa dari perjodohan dengan wanita yang sudah tidak suci, tapi kali ini cobaan itu jatuh pada anakku. Ampuni atas segala dosa yang hamba perbuat disengaja maupun tidak disengaja ya Allah." gumam Babah dalam hati.
**
Keesokan pagi keluarga Syahril semuanya oergimke rumah sakit untuk melihat keadaan Syahril, begitupula keluarga dari Zahra pun ikut serta.
Umma setiap memandang Zahra terlihat jijik apa
lagi mendengar suara-suara yang tak harus di dengarnya. Umma hanya diam dan Umma pun tak banyak bicara pada Zahra maupun keluarganya.
Sesampainya di rumah sakit mereka masuk keruangan Syahril. Bang Afnan memasukkan syahril dimruanhan presiden room, bang afnan sengaja memasukkan Syahril keruangan ini agar keluarganya lebih leluasa untuk menjenguk Syahril seperti saat ini.
Semua keluarga besarnya masuk ke ruangan yang besar bak kamar hotel berbintang. Zahra mendekat kearah Syahril, dia mengalami serta menciumi tangan Syahril layaknya seorang istri yang berbakti.
Syahril hanya diam, Syahril merasa jijik melihat Zahrah. Terngiang-ngiang ditelinga Syahril saat Zahra berhubungan dengan kekasihnya via video call waktu itu.
Didalam ruangan ini hanya ada Rudi dan Irsyad yang menjaga Syahril, sedangkan yang lain kembali menuju bandara untuk mencari info lanjutan tentang kecelakaan pesawat.
Radit yang mendengar kabar berita itu pun turut ikut turun tangan, dia dan sahabatnya turun tangan mencari info tentang kecelakaan pesawat bahkan Radit menghabiskan waktu istirahatnya untuk pergi ke lokasi kejadian.
Tim Basarnas terus bergerak mencari puing-puing bangkai pesawat dan korban namun hingga saat ini mereka belum menemukan titik terang.
Sahabat Radit Jordy dan Rio menjadi heran kenapa Radit sebegitu khawatir dan cemas dengan kecelakaan pesawat itu.
Kedua sahabat Radit belum mengetahui kalau cewek yang radit sukai selama ini berada di dalam pesawat itu.
tbc
__ADS_1