DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
117


__ADS_3

Mereka menikmati malam bertaburan bintang, sunyi jauh dari hiruk-pikuk dunia luar angin berhembus menerpa muda-mudi yang sedang bersuka cita, alunan nada dari petikan sinar gitar dan nyanyian-nyanyian merdu yang dinyanyikan oleh mereka menemani kesunyian di atas bukit batu.


"Emm yank seduh pop mie dong?" pinta Andri kepada Manda.


"Oh oke, berapa?." jawab Manda dan bertanya balik.


"Seduh sesuai berapa banyak nya orang disini aja yank." jawab Andri.


"Oh oke lah, aku kebelakang dulu." jawab Manda dan hendak berlalu menuju belakang tenda kami.


"Mau kemana Nda?" tanya Mimi ketika melihat Manda berlalu menuju ke arah tenda.


"Mau seduh pop mie Mi, yok bantu aku." ucap Manda dan Mimi pun ikut serta.


Sesampai di belakang ternyata Fadli juga menyusul dan dia menghampiri Manda dan Mimi yang sedang menghidupkan kompor untuk memasak air lagi.


"Kalian sedang apa?" tanya Fadli yang telah sampai dekat mereka.


"Eh bang Fadli kok ada disini?" tanya Mimi.


"Iya tadi balik ke tenda ambil jaket nih, terus lihat kalian disini." jawab Fadli dengan beralasanengbil jaket.


"Oo.." jawab Mimi.


"Kalian lagi ngapain?" tanya Fadli lagi.


"Ini bang kita mau seduh popmie." jawab Manda.


"Abang bantu ya?" ucap Fadli.


"Boleh bang, nih bantuin buka tutup kemasan popmie nya tapi jangan di buka semua ya?" ucap Mimi.


Mimi, Manda dan Fadli pun membuka tutup kemasan pada popmie tersebut.


"O ya Manda dan Mimi masih sekolah atau sudah lulus juga?" tanya Fadli berbasa-basi.


"Kita masih sekolah bang." jawab Manda.


"Kelas berapa dan sekolah dimana?" tanya Fadli kembali.


"Kami naik ke kelas tiga bang dan kami di SMA Jambi." jawab Manda kembali.


Fadli yang mendengar Manda selaluejawab pertanyaan nya ada rasa bahagia di hatinya dan sesekali diapun tersenyum dan selalu menatap Manda.


"Nda kayaknya air sudah mendidih tuh." ucap Mimi.


"oh iya Mi, bentar biar aku ambil." jawab Manda dan hendak berdiri namun dicegah sama Fadli.


"Biar Abang aja yang angkat." ucapnya dan langsung mengambil ceret berisi air mendidih tersebut.


""Nih, apa langsung dimasukkan kedalam cup popmie nya?" ucap bang Fadli.


"Iya bang sekalian aja tolong masukin ke dalam cup." jawab Manda.


"Oke dengan senang hati tuan putri." canda bang Fadli.


"Oke yang udah Mimi antar ke depan ya?" ucap Mimi dan berlalu mengantar beberapa cup popmie yang diletakkan ke atas nampan.


"Oke Mi hati-hati panas." jawab Manda dan Mimi pun berlalu ke depan.


"Emm Abang perhatikan Mimi orangnya ndak banyak bicara ya?" tanya Fadli ketika dia sedang berdua dengan Manda.


"Oo Mimi memang begitu orangnya bang dia tak banyak bicara." jawab Manda dengan masih membuka bumbu serta memasukkan kedalam cup popmie yang belum diseduh.


"Emm Abang boleh tanya?" tanya Fadli kepada Manda.


"Tanya apa bang?" jawab Manda.


"Manda sudah punya pacar ya?" tanya Fadli kembali.


"Oo sudah bang." jawab Manda dengan senyum.


"Yah sayang sekali." ucap Fadli dibuat lesu.


"Emang kenapa bang?" tanya Manda.


"Gak apa-apa sih." jawab Fadli dengan gaya lesunya.


"O yaudah." jawab Manda cuek.


"Kalau Abang suka Manda boleh?" tanya Fadli tiba-tiba


"Hah.." ketika Manda akan menjawab Mimi telah sampai kembali ke belakang


"Sudah semua Nda?" tanya Mimi.


"Sudah Mimi, ayok kita angkat." jawab Manda.


"Yaudah ayoo, kita bagi-bagi ngangkat nya." ucap Mimi.


"Iya nih bang Fadli bisa angkat 5 cup, aku 5 cup, Mimi bisa angkat 8 cup, nah ini sisanya gimana? ucap Manda.


"Sini sisanya masukkan lagi ke dalam piring ini biar Abang yang bawakan." ucap Fadli dan akhirnya semua cup popmie kami bawa kedepan.


Andri dan Syahril melihat ke arah Mimi dan Manda dengan tatapan penuh tanya.


"Riil, kok ada bang Fadli sama Mimi dan Manda?" tanya Andri membisik ke Syahril.


"Iya ya." jawab Syahril. 'Taoi Ndri aku lihat bang Fadli kayaknya suka sama Manda." ucap Syharil kepada Andri.


"Iya aku lihat gitu dia selalu menatap ke arah Manda dan lihat tuh mereka jalan beriringan." Ryan menimpali dengan ingin memanasi hati Andri.


"Ckk datang-datang ikut nimbrung bae." ucap Andri dengan tatapan terus ke arah Manda.


"Waspada Ndri, bentar lagi kita ke kota pedang Manda di gaet sama bang Fadli." ucap Ryan.


"Hmm" jawab Andri.


Setelah semua kebagian popmie, Mimi mendekat ke arah kak Syahril dan Manda mendekat ke arah Kaka Andri.


''Kok ada bang Fadli dek sama kalian." tanya Syahril kepada Mimi.


"Oo tadi katanya dia habis dari tendanya ambil jaket terus lihat kami ada di belakang jadi dia menghampiri." jelas Mimi.


"Dia ngomong apa aja?" tanya Kaka Syahril


"Cuma nanya kami sekolah atau sudah lulus, kelas berapa dan sekolah dimana." jawab Mimi dengan meracik popmie nya dengan tambahan saos sambal dan kecap.


"Adek jawab apa?" tanya Syahril kembali.


"Yang jawab Manda." jawab Mimi dan hendak menyiapkan popmie kedalam mulutnya namun ditarik oleh Syahril dan di arahkan ke mulutnya


"Ckk kebiasaan Lo Riil." jawab Ryan yang ada disampingnya.


"Ah Lo Yan jeli amat mata Lo." ucap Syahril.

__ADS_1


Di seberang mereka ada tatapan tak suka ketika Mimi saling bersuap-suapan dengan Syahril


"Sabar Ka." ucap Fadli dengan menepuk bahu Raka.


"Ckk kenapa mesti bermesraan gitu sih." ucap Raka dengan mata terus menatap ke Mimi.


"Mereka itu sepasang kekasih Ka, Yan wajarlah kalau bersuap-suapan." ucap Fadli.


"Dan lihat ka, sepertinya mereka bahagia ya?" ucap Fadli kembali namun ucapan itu memancing ketidak sukaan Raka.


"Tadi kenapa kau bisa sama mereka berdua." tanya Raka kepada Fadli.


"Iya aku membuntuti mereka dengan alasan ngambil jaket." jawab Fadli.


"Terus apa yang kau lakukan disana?" tanya Raka yang selalu menatap Mimi yang sedang tertawa bersama Syahril.


"Aku bertanya tentang mereka berdua lah." ucap Fadli dengan menyiapkan popmie kedalam mulutnya dan sesekali tersenyum bila matanya bersitatap dengan Manda.


"Apa yang kau ketahui Dil?" tanya Raka.


"Ckk kau ini makan lah dulu mie nya nanti dingin ndak enak.


Dan kami semua menyantap popmie panas dengan lahao hingga tandas tak tersisah.


"Yaudah yang cewek pada istirahat gih, dah larut." ucap Syahril kepada kami para cewek dan kami pun mengikutinya karena memang sudah merasa kantuk.


Para cowok masih menikmati malamnya dengan menghidupkan api unggun hingga jam tiga pagi baru mereka masuk kedalam tenda.


Subuh hari Mimi terbangun terlebih dahulu dan Mimi membangunkan Emma dan Di'ah yang tidur disamping kiri dan kanannya.


"Emma, Di'ah bangun, bilang wudhu yok." ucap Mimi dengan menggoyangkan badan wa dan Di'ah.


"Emm bentar." jawab Emma.


"Ayo Ma bangun." ucap Mimi lagi.


"Dah subuh ya mi?" tanya kak Rani.


"Iya kak, ayo kak kita berwudhu. Mimi takut keluar sendirian." jawab Mimi.


"Yaudah ayo, kita bangunin yang lain juga biar kita berjamaah." ucap kak Rani Sabri keluar tenda dengan membawa senter cas.


Kami pun membangunkan para cowok di tenda sebelah dan membangun sintetis dan kak Jenni juga setelah bangun karena air yang ada tidakencukuoi untuk berwudhu ada yang sebagian menuju ke bawah untuk pergi kesungai ambil wudhu.


Setalah berkumpul semua kami segera melaksanakan sholat dua rakaat ini di tengah-tengah tenda yang kami dirikan.


Sehabis sholat kami kembali masuk ke tenda untuk kembali tidur, ada yang masih di luar sekedar berolahraga ringan dan menghirup udara di subuh hari.


"Mi,." panggil kak Rani kepada Mimi


"Iya kak." jawab mimi.


"jadi nanti kita mandi di kolam renang aja atau mandi dulu sebelum kesana." tanya kak Rani.


"sebaiknya kitaandi di kolam renang aja kak, ndak enak mandi di sungai." jawab Mimi.


"Oh ya mi kata Mimi kemarin disini juga ada air terjun, dimana nya?" tanya Kaka Rani.


"Emm Mimi ndak tau pasti kak letaknya." jawab Mimi.


"Wah coba Mimi tau, kita kesana juga yok?" ucap Emma.


"Nanti coba tanya Ari Ma, dia tau apa nggak." jawab Mimi.


Ari adik lelakinya Mimi juga ikut serta ke bukit batu ini.


Ya sarapan yang praktis ya seduh popmie kembali namun kali ini Mimi ndakaunmakan popmie lagi Mimi memasak telur yang didasarkan kata orang zaman now omelet.


"Wah Mi, curang." seru kak Rendi.


"Curang kenapa kak?" tanya Mimi.


"Kita Mimi kasih popmie lagi, lah Mimi sarapan lain sendiri.


"Hehehe, Ndak apa lah kak telur nya basa dikit." jawab Mimi yang akan menyantap omelet nya alias telur dadar yang disiramnya saos sambal.


Disaat Mimi sedang memotong telur dasarnya Ryan mencomotnya terlebih dahulu.


"Iss kak Ryan," ucap Mimi dengan memanyunkan bibirnya.


"Dikit Mi." jawabnya


"Minta sama Di'ah sana, kenapa ambil punya Mimi." ucap Mimi.


"Emang Di'ah buat juga dek?" tanya kak Ryan kepada Mimi.


"Iya kami yang cewek semua buat telur dadar dan ada yang ceplok buat lauk mie gorengnya.


"Emang kina ini curang," sahut Rudi " yang cowok cuma popmie tanpa telur tapi kalian yang cewek pakek telor semua." ucapnya lagi.


"Hehehe tapi kan popmie yang cowok double kak." jawab Mimi.


Ya yang double khusus rombongan kami saja. sedangkan rombongan mahasiswa kami beri satu orang se cup karena kami tak enak kami menikmati sarapan tapi mereka tidak.


"Tapi bagi dong dikit." pinta kak Rudi


"Yee mintalah sama kak Rani." jawab Mimi dan menjauhkan omelet Mimi.


Karena Mimi tak makan dengan mie maka omelet Mimi memakai telur 5 butir sendirian.


"Dek, minta kakak omelet ya ya yank?" ucap kak Syahril dengan memainkan matanya.


"Hmm." jawab Mimi.


"Sini dek kita gabung aja ommelet adek dengan mie kakak jadi kita makan berdua." ucap kak Syahril dan langsung memasukkan mie yang berada dalam cup nya ke dalam piring omelet Mimi.


"Heleh modus Lo Riil." ucap Arfan.


"Hahaha iri bilang boss.' jawab Syahril yang sambil menyuapi Mimi omelet pakai mie miliknya


"Kak, Mimi lah ndakmmau makan mie" protes Mimi kala di suapin omelet nya pakai mie.


"Udah dimakan aja." ucap Syahril yang terus menyuapi Mimi secara bergantian.


Akhirnya Mimi pun mengikutinya.


"Oh ya dari sini kita ke air terjun yuk?" ajak Ari yang menghampiri kami.


"Nah boleh tuh dek, lupa Kalla mau tanya tadi." ucap kak Rani.


"Diaman Ri air terjunnya?" tanya kak Andri.


"Di batang asam kak, nanti kita melewatinya kalau emang kita mau ke kolam renang." ucap Ari.


"Di tanjung bojo juga ada dak RI?" tanya Mimi.

__ADS_1


"Ada juga nanti sekalian aja kita kesana." jawab Ari


"Yaudah kita berberes sekarang, setelah itu kita ke air terjun dulu baru ke kolam renang." ucap kak Syahril dan kami pun membereskan peralatan serta perlengkapan kami semua.


"Emm ke air terjun dahulu atau ke kolam renang?" tanya Mimi.


"Mana bagusnya Mi?" ucap kak Rani


"Enak kita ke kolam renang aja habis dari kolam renang baru ke air terjun dan sekalian langsung ke distrik gimana?" jawab Mimi memberi usul.


"Jalurnya gimana nih arahnya?" tanya kak Arfan.


"Arahnya sih dari sini kita melewati simpang mau ke distrik kak, baru ke arah desa air terjun setelah itu ke kolam renang di jalan waktu kita pergi kemaren lewatinya." jawab Mimi.


"Kalau gitu lebih baik ke kolam renang aja sampai dzuhur nah habis dzuhur baru kita ke air terjun." ucap kak Syahril.


"Yaudah ayok kalau gitu." ucap Mimi.


Setalah semua beres kami pun akan turun dan berpamitan kepada rombongan Fadhil dan Raka.


"Hei bro, kita duluan ya!" ucap kak Ryan.


"Ok hati-hati bro." jawab bang Fadli dengan senyum yang mengarah ke Manda.


Mimi melihat tatapan Fadli ke Manda dan Manda juga menanggapi senyuman dari Fadli. kop


"Ehemmm." Mimi berdehem dan manik tangan Manda.


Sepanjang jalan Mimi melihat ke arah Manda yang banyak melamun sedangkan kak Andri kembali melanjutkan tidurnya. Kebetulan Manda dan Andri naik ke mobil Syahril.


Karena Mimi penasaran Mimi pun bertanya kepada Manda lewat chat wa.


📲"Manda" Mimi chat via wa dan langsung dibtanggapi oleh Manda.


📲"Iya Mi." jawabnya


📲"Lagi nunggu chat dari siapa?" tanya Mimi


📲"Ndak ada kok, kenapa?." jawabnya.


📲"tumben hp selalu di tangan." ucap Mimi karena Mimi tau Manda paling jarang memegang hp saat telah berada dalam mobil.


📲"Emm ndak ada kok mi, ini lagi dengar lagu aja kok." ucapnya dengan beralasan.


📲"Oo, Mimi cuma mengingatkan sebagai teman, kalau tertarik dengan yang lain dan jangan sampai bermain api, lepaskan yang lama kalau sudah bosan." ucap Mimi.


📲"Maksudnya Mimi apa ya?' tanya berlagak lugu


📲"Mimi lihat kok Nda, kalian sudah bertukar nomor ya?" ucap Mimi dengan bertanya.


📲"Maksudnya." ucapnya lagi


📲"Manda kasih no hp Manda sama bang Fadli?" tanya Mimi takningin berkelit lagi


📲"Emm ndak kok." jawab Manda


📲"Nda, sejak kapan Manda berahasia sama Mimi?" tanya Mimi kembali.


📲"Kalau Manda sudah bosan sama kak Andri lepaskan, tapi ingat jangan menatap dan menilai orang kilauan di seberang tapi melupakan kikaunyang sebenarnya disamling Manda." ucap Mimi.


Chat wa Mimi yang terakhir tak di tanggapi oleh manda, Mimi hanya menarik nafas dalam melihat keraguan di hati Manda yang tersirat dari matanya.


"Dek berarti kita terus aja ya ke kolam renang." tanya Syahril.


"Iya kak." jawab Mimi.


tak lama Mimi menerima wa dari kak Jennie cmvua chat wa group


📲 "Emm dah siang nih kita mandi dimana?" tanya kak Jenni.


📲"Di kolam renang aja, disana ada mushola juga buat kita sholat Dzuhur kak." jawab Mimi.


📲"Yaudah beratin kita langsung kesana sekarang ya." ucap kak Ryan


📲"Iya kak, tau kan tempatnya?" ucap Mimi


📲"Iya masih ingat kok, Rend Lo ikutin mobil kita ya?" ucap kak Rudi


📲"Oke sip." jawab bang Erwan yang berada di mobil kak Rendi.


sesampainya di kolam renang kami langsung parkir mobil dan kami samapai kolam renang di jam 10 pagi dan kolam renang juga telah buka dan sangat ramai karena masih dalam suasana liburan.


Kami membeli tiket masuk untuk masuk kesini tiket masuk nya 10rb/orang


Kami semua mandi di kolam renang dan tak lama kami bilas dan berganti pakaian.


"Emm kita makan dimana?" tanya kak Rani.


"Tuh kak disana ada cafe nya." ucap Mimi dengan menunjuk ke arah tempat khusus jual makanan berupa cafe.


"Yaudah kita makan dulu yok sebelum adzan Dzuhur." ajak kak Andri yang langsung berjalan mendahulukan kami semua.


Tampak sudah ketidak aliran mereka berdua dan itu juga membuat Emma dan lain merasa ada yang berbeda.


Setelah di cafe di kolam renang ini kami langsung memesan menu buat makan siang kami, disini juga tersedia ayam bakar, ikan bakar bakso dll.


Mimi memesan mie yang bakso dan yang lain memesan nasi serta lauk pauk sesuai selera masing-masing.


Tak lama kami selesai makan adzan Dzuhur pun bergema dan kami pun langsung menuju ke mushola yang ada di sini dan segera berwudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur.


Sehabis sholat kami berdua eres dan keluar dari kolam renang karena kami akan menuju ke destinasi selanjutnya.


Arah tujuan kami berbalik arah menuju ke bukit batu lagi karena rutenya melewati jalan lintas yang sama.


"Dek, masih jauh ya?" tanya kak Syahril


"Bentar lagi kak, di depan nanti ada simpang sebelah kiri masuk ke dalam." jawab Mimi.


Tak lama kami pun sampai di air terjun bukit bawah tanjung bojo.


Hai kita gantung dulu ya karena kepanjangan hehehe alhamdulillah bisa up di sore hari.


Jangan lupa terus dukung karya authore ya insya Allah beberapa hari lagi kita akan masuk ke penggalan cerita lelaki yang berada di pulau Jawa.


Jangan lupa tinggalkan jejak nya


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


TERIMAKASIH


__ADS_2