DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Chapter 18 Begini Rasanya


__ADS_3

**Merdunya suara burung balam


Dari jauh terdengar sayu-sayu


Wahai para riders ku selamat malam


Dokter jantungku update terbaru


Riak-riak air di danau


Anak katak saling bersahutan


saat ini update terbaru Dokter Jantungku


Aku selalu menunggu dukungan dari kalian


_________Next**_______


Sehabis makan bakso kulihat jam hampir habis waktu dzuhur, Aku ajak teman-teman untuk singgah di masjid putih di pinggir jalan untuk menunaikan sholat dzuhur dan mereka pun setuju.


Sehabis menunaikan sholat kami lanjutkan jalan untuk pulang, sepanjang jalan kami lihat pemandangan di sungai Batanghari.


Semilir angin berhembusan, hangatnya terik matahari tak lagi terasa, kami terus berjalan menyusuri jalanan melewati beberapa kampung/ kelurahan.


Kebanyakan pencarian orang di kampung ini khususnya bapak-bapak atau pemudanya yang tidak memiliki pendidikan tinggi menjadi tukang ketek, entah itu milik sendiri atau pun ada yang menyewa nya.


Kampung kami di kenal dengan nama sekoja seberang kota jambi, ya kampung kami terletak di kota namun di bentangi oleh sungai Batanghari sehingga jika ingin ke pasar nya kami menaiki kendaraan yang bernama ketek ( perahu yang di gerakan dengan mesin).


****


Kak Syahril selalu menggandeng tanganku, aku selalu ingin melepaskannya karena tidak enak jika di lihat orang.


"Kak lepas tangannya ndak enak dilihatin orang." Kataku memohon padanya.


"Kenapa mesti tidak enak, cuek aja lah." kak Syahril semakin mempererat genggamannya.


"Ndak enak kak, tau sendiri lah omongan orang kampung." aku menjelaskan kepadanya.


*Iya tau.. Tapi biarlah mereka mau ngomong apa,." Kak Syahril terus menggenggam dan cuek.


"Kak.." ( pasang wajah yang ditekuk)

__ADS_1


"Udahlah jalan aja." Terus menggenggam tangan Mimi.


Di depan ku kak Ryan pun melakukan hal serupa dengan Di'ah, mereka berjalan sambil bersenda gurau, begitu pula dengan bang Erwan dan duo bang Ridho.


Akhirnya akupun pasrah mengikuti kemauan


Kak syahril.


Di tengah-tengah jalan bang Idho pun akhirnya buka suara.


"Oh ya gimana minggu depan sekolah kita mulai tanding kan di KONI Riil.." Bang idho bertanya dengan kak Syahril.


"Iya Dho tapi jamnya belum dipastikan, semoga aja dapat jadwal di sore hari jadi tidak banyak meninggalkan pelajaran." kata kak Syahril menjelaskan.


"Memangnya belum di tentukan Riil." Bang Erwan menimpali.


"Belum wan... Belum dapat infonya lagi dari panitia.." Kak Syahril menjawab pertanyaan dari bang Erwan.


"Oh ya Mimi dan kawan-kawan nanti nonton ya?" kata kak Rudi.


"Insya Allah kak.. Kalau sepulang sekolah mungkin bisa tapi kalau dalam jam pelajaran maaf kami tidak bisa." kataku.


Tak terasa lorong kampung ku sudah nyampai dan kamipun berpisah, sebelum berpisah kak Syahril memberikan tangannya dan aku hanya menautkan kedua alisku dan yang lain ketawa melihat kelakuan kak Syahril.


Sebelumnya aku lihat kiri kanan takut-takut ada orang yang melihat dan yang mengenalku, setelah kulihat gak ada Aku pun menyalaminya dan mencium tangannya dan akupun pamit untuk pulang dan diapun mengusap kepalaku.


Untuk menuju rumahku dan Di'ah kami melewati rumah bang Idho bang Erwan dan bang Ridho.


Tinggallah aku dan Di'ah, dan Di'ah menanyakan apa sewaktu turnamen besok kita pergi atau tidak.


"Gimana Mi.. Kita pergi ndak besok turnamen itu." kata Di'ah.


"Belum tau Di'ah kan waktu nya belum ditentukan kepastiannya, walau pun dah dipastikan aku harus izin dulu sama bicik, kan tau sendiri.." Kataku pada Di'ah.


Kemana pun jika aku pergi keluar harus izin sama bicik ( bibi) itupun harus tau kemana sama siapa dan jam berapa pulangnya.


"Iya juga ya, nanti aku bantu dan nanti Mimi bantu aku juga minta izin sama emak dan babahku." kata Di'ah pula.


"Rebess lah tuh..." ucapku dengan mengacungkan dua jempol ku.


Kami pun sampai Di'ah sudah naik ke rumahnya dan aku masih jalan menuju rumahku yang berjarak dua rumah darinya.

__ADS_1


**


Sampai rumah diriku disuguhin pertanyaan-pertanyaan karena terlambat pulang.


"Kenapa lama sampai rumahnya Mi.." tanya bicik ku


"Iyo cik.. tadi ada kawan traktir makan bakso di olak kemang.." kataku.


"Sama siapa saja." Bicik mulai mengintrogasi.


"Ramai kok cik.. Ada Di'ah, bang Idho, Emma Novi dan yang lain juga ada." Kataku sambil berganti pakaian.


Setelah ganti pakaian aku buka buku-buku pelajaran ku untuk sekedar mengulang dengan membacanya dan mengerjakan beberapa PR.


Tak terasa Ashar pun tiba dan aku segera menyelesaikan tugas PR ku dan segera membereskan buku-buku ku kembali sekalian ku tata buku ku sesuai mata pelajaran esok hari.


Ashar pun sudah ku tunaikan dan setiap sore tugas ku mencuci piring dan mencuci pakaianku yang kotor.


Setelah semua beres aku membersihkan diriku, tak lama maghrib pun tiba,.


Waktu demi waktu telah terlewati, maghrib hingga isya tugasku kepada yang Khalik telah ku tunaikan.


Waktu istirahat pun telah tiba saatnya dan aku beranjak buat beristirahat dan menuju mall kapuk beserta hanyut ke alam mimpi.


Burung nuri suaranya merdu


Anak kecil mandi di kali


Selamat malam riders Dokter Jantungku


Jangan lupa mampir dimari lagi


hay hay.. sampai di sini dulu ya.. ☺☺☺


**Jangan lupa dukungan nya


_______________**TBC__________


Vote


Like❓❓❓❓❓

__ADS_1


Rate ⭐⭐⭐⭐⭐


Komentar****


__ADS_2