DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 38 libur telah tiba


__ADS_3

Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.


Mohon maaf πŸ™πŸ™ untuk para riders ceritanya belum sampai ke tahap yang seharusnya ya.. Makasih udah pada mampir di Dokter Jantungku, ikuti terus alur ceritanya.


------------------------------------------------------------


--------------------🌺🌺🌺🌺----------------------


Semenjak permintaan Mimi di kawasan wisata Danau Sipin disetujui oleh Syahril mereka pun menjalani hubungannya seperti biasanya tanpa ada harus ciuman ataupun pelukan.


Hari berganti hari bulan pun berganti, ujian semester telah tiba. Mimi selalu belajar dengan giat sekali-kali juga dia di bantu sama Syahril.


Mereka berdua selalu memanfaatkan waktu istirahat untuk belajar di perpustakaan. Jika Mimi tidak mengerti dengan suatu mata pelajaran Syahril selalu membantu untuk memberikan penjelasan-penjelasan secara signifikan dan bisa di pahami.


Ujian semester dilaksanakan dengan tertib tampak raut wajah harap-harap cemas di setiap siswa-siswi begitu pula dengan Mimi apalagi metode jawaban ujiannya menggunakan metode komputer, kurang tepat memberikan bulatan pada lembar jawaban walaupun jawaban benar maka tidak akan terdeteksi.


Satu minggu sudah ujian semester dilaksanakan raut kecemasan di wajah tiap siswa-siswi masih terlihat, karena mereka masih menunggu hasil dari ujian mereka berhasil atau gagalkan mereka menghadapi ujian awal semester di jenjang pendidikan ini.


"Alhamdulillah." Ucap Mimi di saat ujian akhir telah usai dilaksanakan.


"Alhamdulillah." ucap teman-temannya serentak.


"Kira-kira berhasil ndak ya ujian kita kali ini?" ucap Manda kepada mereka semua.


"Semoga kita berhasil dan nilai kita memuaskan amiin." jawab Emma penuh dengan percaya dirinya.


"Amin." jawab teman-temannya semua.


Sebelum mereka pulang pihak sekolah mengumpulkan semua siswa-siswi di lapangan sekolah, pihak sekolah akan mengumumkan perihal satu minggu kedepan.


Setelah pengumuman selesai mereka semua bubar untuk pulang ke rumah masing-masing.


Mereka terus berjalan melewati setiap koridor sekolah, mereka bertemu dengan Syahril cs di Koridor arah pintu keluar. Akhirnya mereka pun bersama menuju gerbang sekolah untuk pulang.


Hasil ujian akan diterima oleh siswa-siswi satu minggu lagi, untuk mengisi hari menjelang penerimaan raport, pihak sekolah akan menyelenggarakan Classmeting, segala jenis olah raga akan di tandingkan.


Selama Classmeting Mimi tidak akan mengikutinya, karena Mimi akan pulang ke rumah orang tuanya.


Disaat ujian terakhir selesai Mimi dan teman-teman nya berkumpul dan akan merencanakan olah raga apa yang akan mereka ikuti disaat Classmeting nanti.


Mereka selalu pulang bersama dan mereka akan membahas hal tersebut di sebuah kedai bakso di pinggiran sungai batang hari.


Selama perjalanan mereka selalu bercanda seperti biasanya dan membahas olah raga apa yang akan mereka ikut sertakan.


Tak lama mereka pun sampai di kedai bakso, mereka pun langsung memesan kepada mbak yang melayani dan setelah memesan mereka memilih meja yang enak untuk menyantap serta bisa melihat pemandangan dari arah sungai.


Sebelum pesanan datang mereka membahas dengan seru nya, namun Mimi hanya diam karena dia tidak akan mengikuti classmeting tersebut. Emma melihat Mimi hanya diam dan hanya menyimak mereka yang lagi asik membahas dia pun bertanya.


"Mi.. Mimi mau ikut olah raga apa?" Tanya Emma.


"Iya Mi, mau olah raga apa nanti?" Tanya Manda.


"Jangan bilang ya Mi, Classmeting kali ini tidak mengikutinya seperti waktu di SMP." Ucap Di'ah dan Mimi menjawab dengan senyuman.


"Kebiasaan nih Mimi ndak pernah hadir saat classmeting." Ucap Novi.


"Maaf ya guys tau sendiri kan Mimi selalu dijemput kalau ujian usai hehehee." Jawab Mimi dengan cengengesan.


"Ya ya ya dasar anak emak." Ucap Emma.


Syahril terdiam saat mendengar kalau Mimi tidak akan hadir saat classmeting nanti, ya itu tandanya 2minggu kedepan dia tidak akan bertemu dan bertatap sama sangat kekasih.


Rudi melihat wajah sangat sahabat penuh kegalauan dia pun mengejek Syahril.


"Hmmm, bakal ada pertunjukan lebih asik dari pertandingan nih!" ucapnya menyindir namun tak mempengaruhi lamunan Syahril.


"Apa tuh Rud?" Tanya Ryan yang belum mengerti akan maksud dari sendirian Rudi.


"Hmmm... Ooo.. Iya ya ya, hahaaa." Andri menimpali jawaban Ryan karena Andri tau akan maksud dari Rudi.


" Ada apa Ndri?" Tanya Ryan yang masih penasaran.


" Dasar tu la lit." Andri menjawab pertanyaan Ryan sambil melirik ke arah Syahril.


Ryan masih belum mengerti apa yang di maksud oleh sahabat-sahabatnya.


"Udah udah.." Ucap bang Idho menengahi mereka semua.


"Apa sih, jangan bikin penasaran dong!" Ucap Ryan dengan kesal karena dia belum juga mengerti.


"Dasar tulalit payah lah kalau di omongin juga lamban untuk cepat tanggal." jawab Rudi sambil menarik bakso yang telah sampai di meja mereka.


Ryan akhirnya diam dan menggidikan bahunya dia pun mengambil bakso yang sudah ada di depan nya.


Mereka menyantap bakso dengan diselingi pembatasan-pembatasan dan candaan.


Tak terasa bakso yang berada di mangkok pun habis tak tersisah.


Setelah bakso mereka habis mereka masih melanjutkan pembahasan dan mereka juga sudah sepakat kalau mereka akan mengikuti olah raga volly, lari, badminton dan senam untuk para perempuan, sedangkan yang laki-laki mengambil bola kali, sepak takraw, lari, badminton , basket dan juga volly.

__ADS_1


Syahril tak bersemangat dalam pembahasan kali ini, dipikirannya hanya ada mimi yang akan pergi pulang kampung selama dua minggu.


Mimi hanya tersenyum melihat sahabat-sahabatnya bahagia saat mereka memilih olah raga yang akan mereka ikuti nanti.


"Hmm tapi ndak seru Mi kalau Mimi ndak ikut." Ucap Emma sambil dagu berada di kedua tangannya.


"Iya personil kita kurang jadinya." Ucap Novi.


"Iya apa lagi senam,." Ucap Manda.


"Hahaahaa.. Kalian ini lucu.," Jawab Mimi dengan tertawa.


"Lah kok lucu dari mananya." Jawab Sila yang terheran melihat mimi yang tertawa.


"Ya lucu lah kalian, walaupun ada Mimi kita bersaing lah hahaaa." Jawabi Mimi dengan gelak tawanya.


"Iya juga ya hahaaa." jawab Emma dengan tertawa juga.


Mereka disana pun akhirnya tertawa bersama karena waktu telah siang mereka pun pulang. Emma, Novi dan Sila langsung naik ojek karena arah rumah nya beda arah.


Saat akan keluar kedai, Mimi tanpa sengaja melihat ke arah Syahril dan Mimi melihat Syahril hanya terdiam dan belum beranjak dari kursinya, Mimi bisa menebak pasti Syahril juga tak ingin dia pulang seperti dengan sahabat-sahabatnya.


"Kak.." Mimi memanggil Syahril dan Syahril masih termenung dan tidak mendengar panggilan Mimi.


"Kak Syahril.." panggil Mimi dan Mimi memegang tangan Syahril, Syahril pun sadar dari lamunannya.


"Eh Iya, ada apa dek?" Jawab Syahril dengan pertanyaan pula.


"Ada apa kak?" Tanya Mimi dengan lembut dan mengelus tangan Syahril.


"Ehm gak ada apa-apa, dek." Jawab Syahril.


"Yaudah kalau gak ada apa-apa, yok kita pulang." ucap Mimi mengajak Syahril untuk berdiri dan bergegas untuk keluar kedai.


"Eh udah selesai ya.." ucap Syahril.


"Iya kak, yok kita pulang." Ajak Mimi kepada Syahril.


Mereka berdua pun bergegas keluar kedai dan menyusul teman-temannya yang sudah terlebih dahulu keluar.


"Kak, ada apa?" Tanya mimi lagi kepada Syahril yang mana Mimi melihat Syahril masih diam.


"Ndak apa-apa." Jawab Syahril enggan.


"Jangan bilang ndak ada apa-apa, sedangkan kakak dari tadi hanya diam saja." Ucap Mimi.


"Ehmm." Syahril terus berjalan di depan dan Mimi di belakangnya.


"Iya Mimi udah biasa seperti itu, mungkin sekarang mamak atau bapak sudah ada di rumah nyai." Ucap Mimi kembali.


"Apa gak bisa dibatalin dek?" Tanya Syahril penuh harap.


"Maaf kak, mustahil kan Mimi batalkan sedangkan orang tua Mimi sudah datang menjemput." Jawab Mimi.


"Hmm." jawab Syahril dan melanjutkan jalannya.


Mimi melihat Syahril masih menyuekin dirinya diapun menyejajarkan diri dengan Syahril dan memegang tangan Syahril. Syahril merasa tangannya di pegang pun mengeratkan genggaman tangannya.


"Mimi janji dah di semester mendatang mimi ndak pulang." Janji Mimi kepada Syahril.


"Janji ya?" Ucap Syahril.


"Iya." Mimi menjawab singkat dan mereka terus berjalan dengan bergandengan tangan.


Manda telah sampai di lorong rumahnya diapun pamit kepada kami semua.


"Oke aku dah sampai, aku duluan ya daa." Ucap Manda dan berlalu masuk ke dalam lorong menuju rumahnya.


Kami semua masih melanjutkan perjalanan kini yang cewek tinggal Mimi dan Di'ah, Di'ah berjalan berdampingan dengan Ryan,


sedangkan Mimi bersama Syahril berada di belakang mereka semua.


Tak berselang lama Di'ah, Mimi, Ridho dan bang Idho pun telah sampai di lorong menuju rumah mereka dan mereka pun berpisah.


Sebelum Mimi berlalu menuju lorong Syahril mengatakan bahwa dia nanti malam akan kerumah.


"Dek, nanti malam masih ada kan?" Tanya Syahril.


"Masih kak, Mimi besok berangkatnya." Jawab Mimi.


"Nanti malam kakak kerumah ya?" Ucap Syahril dan di anggukkan kepala oleh Mimi.


"Iya." Jawab Mimi.


"Yaudah kalau gitu kami pulang dulu ya." pamit Mimi kepada Syahril dan tak lupa Mimi bersalaman kepada Syahril dan mencium tangannya.


"Iya, kakak juga langsung pulang, Hati-hati ya." Ucap Syahril dan mengelus rambut Mimi.


"Salamualaikum." salam Mimi kepada mereka.

__ADS_1


"Waalaikumsalam." Syahril dan sahabatnya menjawab salam Mimi.


Mimi pun berjalan berdua dengan di'ah menuju rumah mereka masing-masing.


***


Sampai rumah Mimi sudah melihat emak dan adik bungsunya sudah ada di rumah, Mimi sangat bahagia apa lagi melihat adik bungsunya.


Adik bungsu Mimi berusia 4.5th, masih lucu-lucu nya. Ya Mimi masih punya adik yang masih berusia balita, Mimi anak pertama dan cucu pertama di keluarganya, otomatis yang paling besar di keluarganya dia dan kedua adiknya Mimi no dua.


Mimi punya adik-adik sepupu yang masih kecil dan usia mereka bertaut setahun hingga 3 th dengan adik kandung Mimi.


****


Malam hari pun tiba sesuai dengan janji Syahril dia pun datang kerumah dan akan mengajak Mimi untuk malam mingguan menjelang Mimi berangkat pulang bersama emaknya.


Syahril membawa roti dan kue-kue saat dia kerumah Mimi. Syahril sangat suka dengan anak kecil apa lagi dengan adiknya Mimi. mereka kalau sudah bertemu pasti saling ketawa entah apa yang mereka ketawakan.


Tak ada kata puas bagi Syahril untuk bermain dengan adiknya Mimi namun malam terus berputar akhirnya dia pun meminta izin kepada semua yang ada di rumah untuk bawa Mimi jalan keluar.


"Mak, Syahril minta izin mau ngajak Mimi jalan." Ucap Syahril.


"Oo, Iya pulangnya jangan terlalu malam ya." jawab emaknya Mimi.


"Iya mak insya Allah." Balas Syahril.


"Sama siapa lagi kalian pergi?" tanya Emak.


"Sama Ryan, dan Di'ah juga ada mak, sekalian dengan teman-teman yang lain juga." Jawab Syahril.


"Oo, yaudah kalau gitu, ingat jangan pulang malam-malam." Ucap Emak dan memberikan izin kepada Syahril dan Mimi.


"Kalau gitu kami berangkat mak, Assalamu'alaikum." Pamit Syahril dan Syahril langsung menyalami tangan emak dan yang lainnya juga.


Mereka pergi malam mingguan di depan kantor gubernur, disana rame oleh anak-anak remaja dan disana juga rame oleh para pedagang makanan.



Tak jarang pula banyak para muda-mudi berswafoto di depan kantor gubernur.



Syahril dan yang lain menikmati malam minggu mereka di depan kantor gubernur, disana juga ada para muda-mudi atau Mahasiswa yang sedang duduk membahas dan memproklamirkan melawan kekerasan dan eksploitasi terhadap perempuan di daerah Jambi ini.



Kami semua melihat apa yang sedang dilakukan eh sekelompok muda-mudi tersebut.


Setelah puas duduk-duduk di di gubernuran Syahril mengajak kami semua ke tugu keris Siginjai.


Tugu ini berada di pusat Pemerintahan Kota Jambi, tepatnya di kawasan Kota Baru, Kota Jambi, atau berada di bundaran depan Kantor Wali Kota Jambi.



Banyak warga kota Jambi menghabiskan waktu malam di sana untuk menikmati keindahan malam di sana. Warga setempat sering berdatangan ke tugu ini hanya untuk sekedar mengajak anak-anaknya bermain.


Apalagi pada saat malam minggu pada car free night, anak-anak leluasa bermain di bundaran tugu ini.


Tak jauh dari tugu ini juga terdapat taman JOMBLO yang diartikan sebagai Jambi Orang Melayu Bangkit.




Dalam jarak sekitar 50 meter, taman ini makin diperindah dengan Tugu Keris Siginjai yang juga dihiasi lampu warna warni.


Selain itu, alat untuk olahraga, serta Stasiun Pengisian Listrik Umum (SPLU) telah tersedia untuk warga di Jambi yang menghabiskan waktu di sana.


Tempat ini akan menjadi tempat favorit bersama keluarga. Apalagi bagi anak-anak muda,


Setiap akhir pekan, kawasan itu akan menjadi kawasan car free day dan olah raga bersama. Masyarakat dapat membaca secara gratis buku-buku yang disediakan mobile library


Asiknya menikmati panorama lampu warna warni dimalam hari sambil menyantap makanan yang dijaja para penjual di sana membuat kita lupa akan waktu.


Waktu hampir larut Syahril pun mengajak yang lain untuk pulang, tak lupa Syahril membeli bakso dan martabak di bungkus untuk buah tangannya kepada keluarga Mimi.


**** **TBC ****


MAAF YA RIDERS LAMA UP DAN MAAF CERITA NYA BELUM MASUK KE INTI YANG SEBENARNYA MOHON BERSABAR MENUNGGU DAN JANGAN LUPA DUKUNGAN NYA YA MAKASIHπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ€—πŸ€—πŸ™πŸ™


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN BIAR AUTHOR SEMANGAT UNTUK BERKARYA


VOTE


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐


LIKE❓❓❓❓❓❓


KOMEN

__ADS_1


TERIMAKASIH SUDAH MAMPIR DI DOKTER JANTUNGKUπŸ’“πŸ’“πŸ’“πŸ’“**


__ADS_2