
Hari-hari Mimi lakukan dengan kegiatan kuliah dan risetnya yang tunggal hitungan hari, Saat ini Mimi juga disibukan dengan kegiatan kuliah, riset dan rumah sakit sehingga dia belum memiliki waktu untuk bersantai bersama orang terkasih
Syahril dan Ryan akan menetap sementara di la selama bukan ini, Mimi juga sudah tau dan mengerti kalau orang yang dimaksudkan ayah Brata orang yang akan mendampinginya adalah Syahril dan Ryan.
Mimi merasa shock mendengarkan semua cerita yang sebenarnya, ya Mimi setelah mengetahui jika Syahril dan Ryan lah orang yang dimaksud langsung menghubungi ayah Barta.
Flasback on.
Hari itu Mimi dan semua penghuni apartemen sengaja kembali tidur setelah melakukan sholat isya.
termasuk Syahril dan Ryan karena mereka baru tertidur di jam dua dini hari.
Apa yang dilakukan Mimi di dalam apartemen selalu menjadi pantauan ayah Brata melalui Mbak Surti.
Termasuk malam ini yang mana Syahril,Ryan dan Di'ah tidur di apartemen ini, semua nya telah sampai di telinga ayah Brata.
Ayah Brata hanya tersenyum setelah menerima laporan Mbak Surti. Yah seblumnya ayah Brata juga telah memberitahu Abi Arsyad dan Abi Risyad bahwa dia ada niat untuk mempersatukan kembali Mimi dan Syahril.
Ayah Brata tidak ingin Mimi jatuh ke lelaki yang tak bertanggung jawab kedepannya. Ayah Brata akan merasa tenang jika Mimi telah berada di tangan yang tepat sesuai dengan amanah anaknya.
Sesungguhnya almarhum Abizar telah mengetahui hubungan Mimi dengan Syahril sahabat nya sendiri semenjak dia mulai di jodohkan oleh sang ayah.
Namun dia lelaki yang juga ingin memperjuangkan rasa cinta di hatinya.
Setiap Syahril menceritakan bagaimana orang yang dia cintai, orang yang menjadi cinta pertamanya sehingga membuat dirinya tak ingin mengenal wanita lain, Abizar yang sudah mengetahui siapa gadis yang di maksud Syahril hanya diam.
Abizar mengetahui cerita kisah cinta Mimi dan Abizar tau dari ayahnya dan sang ayah selain tau dari secara tidak langsung melihatnya sendiri di kampus dimana saat Mimi selalu di sandung kan masalah oleh mahasiswa lain. Ayah Brata juga telah mendengar langsung dari Abi Arsyad.
Mimi dan yang lain akhirnya pergi kerumah sakit bersama, awalnya Mimi belum mengetahui jika Syahril dan dua sahabatnya akan pergi kerumah sakit yang sama.
"Kak, jadi kalian.." ucap Mimi denah terjeda saat mereka telah sampai di lobi rumah sakit.
''Iya dek, Di'ah akan berkerja di rumah sakit ini juga.'' sahut Ryan
"Hah benaran." ucap Mimi menganga dan menutup mulutnya dengan kedua tangannya menandai ekspresi terkejut dan senang.
"Iya,Ndak segitunya juga kali dek ekspresinya." ucap Syahril dengan menjapit hidung Mimi.
''Iss kakak ah.'' ucap Mimi.
Mereka pun masuk kedalam, Diah langsung menuju ruang dimana perawat berada denagn diantar Ryan, sedangkan Mimi di ajak Syahril kedalam ruanganya terlebih dahulu.
''Emm kak, ini ruangan kakak?" tanya Mimi pada Syahril.
"Iya ini ruangan kakak, ruangan Ryan disebelahnya dan ruangan kamu di pojok sana kan?" ucap Syahril, Mimi mengangguk.
Setelah mereka masuk kedalam ruangan, Syahril menutup pintu denagn segera dan memeluk Mimi dengan erat dari belakang.
"Kakak kangen dek." ucapnya sembari mencium pucuk kepala Mimi.
"Kakak sangat bersyukur dan berterimakasih sama bang Alzam." ucap Syahril dengan sendu. Kiki yang mendengar nama mendiang calon suaminya disebut membalikan badannya sehingga posisinya sekarang mereka berhadapan.
Mimi melihat rona sedih dan haru di manik Syahril.
"Kakak sangat berterimakasih sama dia yang mengembalikan kamu ke kakak." ucapnya, Miki juga merasa terharu Mimi tersenyum kecil.
"Kakak merasa bang Alzam telah memiliki firasat jika dia tidak lama lagi di dunia ini." ucap Syahril denagn memulai bercerita.
Syahril mengajak Mimi duduk di kursi kebesarannya denagn Mimi yang di paksa duduk di pangkuan nya.
Dengan terus memeluk Mimi dan dagu diletakan di bahu Mimi, Syahril mulai bercerita bagaimana kedekatan nya pada Abizar.
Mimi diam mendengar kan semuanya, hati Mimi merasa terharu dengan kebaikan Abizar.
"Sebelum kakak pulang ke Jambi, dia sudah bilang kalau dia akan menikah dengan seorang gadis baik yang menjadi anak didiknya di rumah sakit.
"Namun yang kakak tidak habis pikir, dia juga bilang kelak dia meminta kakak untuk menjaga dan mendampingi calon istrinya karena kaya dia kemungkinan dia tidak lama lagi.''
Mimi masih diam dan terus mendengar kan namun Mimi penasaran dengan kata tidak lama lagi.
"Kakak bingung kenapa dia berkata seperti itu, kakak tanya sama bang Alzam, tapi dia hanya tersenyum."
"Dia terus mengulangi kata-kata itu.
Kata dia, dia hanya mempercayai kakak untuk mendampingi dan menjaga isterinya."
"Kakak pernah tanya kenapa dia menitipkan istrinya pada kakak. Tapi di jawabnya 'aku hanya percaya sama kamu, dan kamu lah nanti yang akan dipilihnya juga."
"Kakak semakin tidak mengerti, tapi lagi-lagi dia hanya tersenyum dan meminta kakak untuk berjanji." Syahril terus menceritakan semua kejadian beberapa hari menjelang dia akan pulang ke Jambi.
"Saat itu saat di hari pertunangannya dia meminta kakak untuk kembali ke sini namun kakak waktu itu tidak bisa karena kakak harus menyelesaikan jadwal yang sudah kakak atur."
"Dia juga yang menyarankan pada kakak untuk memajukan rumah sakit yang di bangun Babah dan umma." ucap Syahril dengan menghapus air mata yang mengalir di pipi nya.
"Kakak tidak tau apa dia mengetahui hubungan kita atau tidak, dan kakak juga tidak pernah menunjukkan foto kamu yang selalu kakak bawa kemana pun.''
__ADS_1
"Tapi, bang Alzam seolah mempersiapkan segalanya dek." ucap Syahril lagi.
"Maksud kakak?'' tanya Mimi.
"Lihatlah, pigura yang masih tertutup di dinding itu." ucap Syahril dengan menunjukkan pigura yang masih terbungkus di dinding ruangannya.
"Kenapa dengan pigura itu?" tanya Mimi.
"Adek lihat saja sendiri." ucapnya, Mimi pun beranjak turun dari pangkuan Syahril dan berjalan menuju Dianna pigura itu berada.
Perlahan Mimi membuka bungkus itu, saat pigura itu terbuka Mimi merasa terkejut dengan apa yang dia lihat.
"Kak" ucap Mimi.
"Iya dek, kata brother Jo. Bang Alzam pernah berkata sama dia, kalau itu adalah hadiah buat Abang."
"Dan kata brother Jo kelak dia meminta pigura ini untuk di pajang di dinding luar sebelah dimana pigura yang ada foto adek sama bang Alzam." ucap Syahril.
"Kakak tidak tau bagaimana bisa bang Alzam mempersiapkan semua ini." ucap Syahril.
"Tak hanya pigura ini yang dia berikan, dia juga meninggalkan sebuah surat di laci kakak." Ucap Syahril dan memberikan surat yang di buat hampir 5tahun lalu di tanggal sebulan sebelum Abizar dan Mimi akan menikah. Mimi membacanya yang mana disana tertulis kalau Abizar sudah mengetahui hubungan Syahril dengan Mimi.
Di surat itu juga tertulis jika dia merasa bahwa dirinya tidak lama lagi di dunia ini dan dia juga meminta maaf karena dia egois untuk memperjuangkan cinta nya sama Mimi.
Di surat itu juga dia meminta jika kelak terjadi sesuatu padanya, Abizar meminta Syahril untuk mendampingi Mimi dan menjalani rumah sakit ini seperti biasanya.
Abizar menceritakan kalau dia sering bermimpi dia menikah dengan Mimi namun pernikahan itu entah mengapa penuh air mata, yang mana air mata itu merupakan air mata kesedihan tetapi mereka terlihat bahagia.
Abizar juga menceritakan dia selalu bermimpi kalau dia memberikan tangan pujaan hatinya pada Syahril, berulang kali Abizar memimpikan itu, Abizar tidak tau apa arti dari mimpi itu yang pasti dia ingin tangan gadis pujaan hatinya selaku digenggam oleh Syahril.
Mimi terus membacanya hingga terduduk dan seketika Mimi pun teringat saat Abizar mengatakan jika kelak ada yang genggam tangannya jangan sampai salah memilih.
Tak terasa air mata Mimi terus mengalir, rasa rindunya lada Abizar pun kembali mencuat.
"Mas'' ucap Mimi lirih. Syahril memeluk erat Mimi yang menangis.
Setelah itu Mimi keluar dan menuju ruangannya karena Syahril juga akan mulai dinas begitu pula Mimi.
Di dalam ruanganya Mimi pun menghubungi ayah Brata untuk bertanya kebenarannya.
"Assalamualaikum nak?" ucap ayah Brata.
"Waalaikum salam, ayah sudah tidur ya?" jawab Mimi dan bertanya karena perbedaan waktu yang tentunya di Indonesia telah makam hari.
"Assalamualaikum nak." ucap bunda.
''Waalaikum salam bunda, bunda apa kabar?" jawab Mimi dan kembali menanyakan kabar bundanya.
"Alhamdulillah baik sayang, kamu gimana?" tanya bunda.
"Alhamdulillah Mimi juga baik Bun," ucap Mimi.
"Suara kamu kenapa serak sayang? kamu habis nangis?" ucap bunda dengan menebak
"Emm nggak kok Bun, Mimi lagi flu aja.'' jawab Mimi bohong.
"Ada apa?" tanya bunda.
"Emm Mimi cuma mau tanya sama ayah Bun?" jawab Mimi.
"Masalah mas mu dan Syahril?" tanya bunda. Yah mereka telah mengetahui jika Syahril ada di LA, Mimi mengangguk padahal mereka dalam mood telpon bukan video call.
"Yaudah nih bicaralah sama ayah." ucap bunda dan memberikan telpon lada ayah Brata.
"Apa yang ingin kamu ketahui nak?" tanya ayah Brata.
"Semua Yah, ini semua bukan kebetulan kan Yah?" ucap Mimi.
"Ayah juga nggak tau nak, tapi semua ini seperti itulah adanya, mungkin sudah saatnya kamu mengetahuinya."
"Masmu sedari kecil memilki kelebihan tapi kelebihan itu tidak bisa dia ketahui bagaimana nya."
"Mas mu seperti memiliki firasat pada dirinya sendiri, dia juga pernah mengatakan pada ayah tiga bukan sebelum kalian akan bertunangan."
"Dia selalu berkata bahwa dia selalu bermimpi memberikan tangan kamu pada Syahril sahabatnya."
"Hingga sebulan sebelum kalian tunangan dan sebelum dia berangkat lagi ke LA waktu itu."
"Katanya dia hanya ingin bicara langsung pada Syahril, tapi ayah tidak tau apa dia jadi berbicara pada Syahril atau tidak ayah kurang tau."
"Cuma sebelum acara pertunangan kalian waktu itu dia meminta ayah untuk menyatukan kalian kembali." ucap ayah Brata.
"Yah" ucap Mimi yang tidak tau harus berucap apa lagi.
"Ayah juga sudah tau bagaimana hubungan kamu sebelumnya dengan Syahril, ayah juga bertanya langsung pada Abi mu Arsyad.'
__ADS_1
"Maka ayah semakin yakin nak, kalau mas mu tidak salah menitipkan atau mengembalikan kembali kamu sama orang yang tepat.''
"Ayah menyetujui dan merestui kamu dengan Syahril, bersatulah nak jangan sampe kalian berbuat maksiat kedepannya." ucap ayah Brata.
"Ayah hanya ingin kamu bahagia, dengan kamu bahagia maka mas mu juga akan tenang."
"Kali ini, jika kamu memilih orang lain lagi ayah orang pertama yang akan menentangnya." ucap ayah Brata.
"Em makasih Yah" jawab mimi.denagn linangan air mata.
"Yaudah yah, Mimi izin mau ke ruang operasi dulu.' ucap Mimi.
"Iya nak, jangan lupa berdoa dulu ya." jawab ayah Brata.
"Iya yah, makasih
Assalamualaikum." ucap Mimi
"Waalaikum salam." jawab ayah Brata dan di akhiri dengan helaan nafas begitu juga dengan Mimi yang merasa lega di hatinya.
Flasback off
Hari terakhir Mimi dalam risetnya, semua anggota tim riset dari tanah air sudah bersiap-siap untuk jalan-jalan terkahir kaki mereka di negara ini.
Yang masih tetap tinggal di negara ini untuk melanjutkan pendidikan dia antara nya Bang Jhon Hendry, Sheryn, Dimas sahabat Mimi dan ada beberapa lagi.
Dimas juga mengambil jurusan yang sama dengan Mimi yaitu spesialis jantung waktu itu. Dimas mengajak serta sang istri yang tak lain adalah adik dari Revano Cindy.
Cindy juga melanjutkan kuliahnya disini. Dimas dan Cindy telah lama menikah namun mereka berdua belum di karunia momongan.
Mimi dan Dimas sangat dekat apa lagi mereka memang bersahabat sejak dulu, namun kedekatan itu di pandang lain oleh Cindy sehingga Cindy selalu mencurigai Dimas.
Jhon Hendry dan Sherin adalah sepasang kekasih, mereka juga akan menikah setelah lebaran ini, rencana nya mereka menikah tahun lalu namun ternyata mereka iga ikut dalam bagian tim riset.
Mimi yang sudah mengetahui kinerja rekan kerjanya itu (Jhon dan Sherin ) Mimi mengajak mereka untuk berkerja di rumah sakit yang kini juga dia pegang namun tentunya Mimi meminta izin pada ayah Brata.
Ayah Brata pun mengizinkannya, Dimas sebenarnya juga sedang mencari pekerjaan di negara ini dan dia meminta Mimi untuk membantunya juga, namun di rumah sakitnya sudah penuh maka Mimi Kun tidak bisa memasukkannya.
Bukan hanya penuh, Mimi juga menghindari konflik suami istri itu, Mimi tau jika Cindy cemburu dengan dirinya.
Sedangkan kedua adik Jonathan terus meminta Jonathan untuk membantu mereka agar dekat dengan Syahril dan Ryan.
Berulang kali Jonathan menjelaskan agar mereka jangan mengganggu hubungan orang lain namun kedua adiknya tidak mau tau.
"Jo, plisss.. Aku ini adikmu Jo." ucap Jenny.
"Sudah berapa kali aku katakan, kalian itu hanya ambisi." ucap Jonathan.
"Aku tidak ambisi Jo, kau tau sendiri kalau aku menyukai Ryan sedari dulu." ucap Carol.
"Iya Jo, aku juga mencintai Syahril. Tolong lah Jo agar kami berdua dekat denagn mereka." ucap Jenny merayu.
"Tidak Jen, itu bukan cinta, itu hanya ambisi mu saja."
"Dan perlu kalian tau, dokter Mimi tunangannya Syahril, begitu juga dengan Ryan dia juga sudah bertunangan." ucap Jonathan.
"Mereka itu baru tunangan Jo, sedangkan yang beristri saja mereka bisa mendua." seru Jenny.
"Ada apa ini?" tanya ibu Jonathan yang baru pulang kerja.
"Ini mom, Jo tidak mau bantu aku agar bisa dekat dengan Syahril." adu Jenny.
"Iya mom, Jo juga tidak mau bantu aku." ucap Carol.
"Jo" panggil sang ibu.
"Tidak mom," jawab Jo cepat.
"Kenapa emangnya, bukannya adik-adik mu menyukai mereka berdua sedari dulu?" tanya sang ibu.
"Tidak mom, sekali tidak tetap tidak." ucap Jonathan.
"Kenapa?" tanya sang ibu ingin tau.
"Mom, Syahril dan Ryan sudah memiliki tunangan dan mereka akan segera menikah, mereka juga saling mencintai dengan pasangan mereka." ucap Jonathan
"Tapikan mereka baru bertunangan mom, dasar Jo nya saja tidak mau bantu aku. Dia lebih memilih membantu dua gadis itu."
"Iya mok, apa lagi itu so dokter Mimi. Dia bukanlah wanita baik-baik. Jika dia wanita baik-baik dia tidak akan kembali sama Syahril pasti dia akan setia dengan suaminya." ucap Jenny.
"Kalian tidak tau apa-apa, jadi jangan banyak bicara." ucap Jonathan dan langsung pergi.
Kdua adik Jonathan merasa kesal sama Jonathan dan mereka berdua akan berusaha dengan cara mereka sendiri.
tbc
__ADS_1