DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
152


__ADS_3

Disebuah kampus di kota Semarang, telah di laksanakan penerimaan mahasiswa baru. Hari ini adalah hari melengkapi register administrasi bagi mahasiswa baru.


Di sebuah koridor ada seorang calon maba yang akan melaporkan serta langsung melengkapi registrasi administrasi.


Secara tak sengaja sang gadis menabrak seorang mahasiswa senior di koridor tersebut.


"Maaf kak, saya nggak sengaja." ucap sang gadis sambil berjongkok mengambil lembaran-lembaran registrasi ulang yang akan di laporkan ke pihak administrasi kampus.


Sang mahasiswa senior tak menjawab namun dia membantu sang gadis mengumpulkan lembaran-lembaran yang telah keluar dari map.


Sang mahasiswa senior memberikan lembaran tersebut kepada sang gadis tanpa mengeluarkan sepatah kata.


"Emm makasih kak," ucap sang gadis yang telah menerima lembarannya dengan memberikan sedikit senyuman.


"Hem." ucap sang mahasiswa senior tersebut dan berlalu pergi bersama para sahabat nya.


"Huh, sombong amat sih." ucap sang gadis.


"Eh, aduh kenapa ndak sekalian nanya ruangan administrasi nya ya tadi." gumam sang gadis yang celingak-celinguk mencari jalan menuju ke ruang administrasi.


Sang gadis terus berjalan mengikuti petunjuk arah yang ada hingga dari kejauhan terlihatlah tulisan ruangan administrasi tersebut.


Dengan semangat sang gadis melanjukan langkah kakinya menuju ruangan tersebut namun lagi-lagi dia harus bertabrakan kembali dengan sang senior.


"Aww, maaf kak." ucap sang gadis dengan menundukkan kepalanya dan kembali memunguti lembaran-lembaran yang kembali berhamburan.


"Ehem.. Sepertinya kalian berjodoh." canda sang senior lain yang tak lain adalah sahabat si senior yang selalu bertabrakan dengan sang gadis.


Lagi dan lagi sang senior enggan bersuara namun dia langsung membantu mengambil lembaran-lembaran yang sudah berserakan di lantai dan menyerahkan kepada sang gadis.


"Sekali lagi makasih kak dan maaf." ucap sang gadis dengan membeeikan senyuman dan langsung berlalu menuju ruang administrasi untuk menyerahkan kelengkapan administrasi nya.


Yah sang gadis adalah Mimi, akhirnya Mimi mengambil undangan dari universitas yang berada di kota Semarang ini. Mimi buru-buru karena hari ini adalah hari akhir melaporkan dan memberikan berkas-berkas kelengkapan administrasi sesuai dengan syarat yang telah diberikan oleh pihak kampus.


Ternyata bukan hanya Mimi saja yang baru mengumpulkan berkas-berkas di hari akhir ini, namun ada beberapa calon mahasiswa lain juga baru mengumpulkan nya.


Di kampus ini juga menyediakan asrama bagi mahasiswa yang mendapatkan beasiswa dan khususnya bagi mahasiswa yang menerima beasiswa dari luar pulau Jawa.


Pihak kampus memberikan tersebut kepada mahasiswa yang berhak namun Mimi merasa bimbang untuk menerimanya karena percaturan di asrama jam 10 malam sudah di haruskan berada di dalam asrama.


Mimi mencoba bernegosiasi kepada pihak kampus, untuk memberikan toleransi pada mahasiswa yang bila dia juga merupakan pekerja paruh waktu. Ya Mimi berencana berkerja sambil kuliah.


Karena untuk sampai di sini begitu banyak rintangan yang Mimi hadapi dari pihak keluarga nya. Perjuangan Mimi dan janji Mimi kepada kedua orang tua serta keluarga nya bahwa Mimi akan membuktikan bahwa Mimi bisa menjalani hidup jauh dari keluarga.


Untuk meraih cita-cita Mimi tak segampang orang-orang yang beruang, Mimi yang berasal dari keluarga biasa dan sederhana harus menguras otaknya untuk mendapat beasiswa ini.


Setelah mendapatkan beasiswa Mimi dihadapkan lagi untuk mendapatkan restunkedua orang tua serta keluarganya. Hal yang sangat sulit Mimi dapatkan sampai-sampai Mimi pun sempat harus sakit dulu baru mendapatkan nya.


Flasback on.


Sehabis acara kak Andri dan Dewi, Mimi, kak Syahril, kak Ryan, kak Rendi, bang Afnan, bang Afkar, Di'ah, Emma dan Sila belum pulang ke Jambi termasuklah dua pasang pengantin baru kak Andri Dewi dan kak Rendi Novi.


Kami berencana akan bercamping di bukit batu kembali, karena bang Afnan dan bang Afkar ingin mencoba bercamping disini. Kami akhirnya bercamping kembali selama tiga hari tanpa kak Arfan, kak Siska dan kak Rani serta kak Rudi. Karena mereka sehabis acara kak Andri mereka ikut pulang bersama para orang tua mereka.


Setelah tiga hari menikmati suasana alam tersebut Mimi dan yang lain pulang kerumah Mimi kecuali kak Andri dan Dewi. Di malam harinya Mimi mendapat Telpon dari biciknya kalau ada paket. Mimi meminta biciknya untuk membuka paket tersebut dan ternyata itu paket berisi sebuah undangan dan disana tertulis bahwa undangan tersebut dibuat sebulan lalu ya tepatnya sebelum Mimi ujian semester.


Dan di surat tersebut tertulis batas waktu tempo penyerahan berkas-berkas serta perlengkapan administrasi lainnya 60 hari setelah tanggal diedarkan oleh pihak penyelenggara bimbel di Semarang, sedangkan dari pihak Yogya memberi batas waktu 40 hari.


Mimi memberitahukan kepada kedua orangtuanya namun apa yang Mimi harapkan tak sesuai dengan yang diharapkan.


"Mak, Pak. Alhamdulillah Mimi mendapatkan surat undangan sebagai mahasiswa undangan di kedua bimbel yang Mimi ikuti." Mimi memberitahu kepada kedua orangtuanya dengan rona bahagia dan menggebu-gebu.


"Emm beneran dek?" tanya kak Syahril ketika mendengar. berita bahagia tersenut.


"Iya kak, kata bicik Mimi mendapatkan surat undangan di kedua bimbel yang Mimi ikuti, tapi batas waktu nya yang di Yogya 40 hari dan yang di Semarang 60 hari untuk melaporkan serta menyerahkan berkas-berkas kelengkapan administrasinya." Mimi menjelaskan secara panjang lebar.


"Wah hebat Mimi, ndak sia-sia dong ikut bimbel itu." ucap Di'ah. " "Cita-cita dan do'a Mimi diijabah sama Allah." imbuh Di'ah lagi.


"Iya Di'ah alhamdulillah, cita-cita Mimi untuk kuliah serta mendapatkan beasiswa dan sebagai mahasiswa undangan terkabul." jawab Mimi dengan rona kebahagiaan.


"Mimi ikut bimbel apa?" tanya bang Afnan.


"Emm Mimi ikut dua bimbel bang, satu bimbel Widya gama dari yogya dan bimbel Widya persada dari Semarang." terang Mimi.


"Sejak kaapan dek ikutan bimbel itu?" tanya bang Afkar.


"Kalau Widya gama Mimi ikut sedari SMP bang, nah kalau Widya persada di waktunkelas satu SMA." jawab Mimi.

__ADS_1


"Wah hebat dong Mimi, kalau kedua nya Mimi bisa mendapatkan surat undangan sebagai mahasiswa undangan dan beasiswa pula." Puji bang Afnan.


"Alhamdulillah bang, ndak sia-sia Mimi ikut bimbel ini." jawab Mimi masih dengan rasa kagum dan bahagianya.


"Iya jarang Lo yang bisa mendapatkan hal seperti itu." imbuh bang Afkar.


"Hmm iya bang." jawab Mimi dengan senyum merekah.


Kak Syahril hanya diam dan itun mencuri perhatian kak Ryan.


"Lo kenapa Riil?" tanya kak Ryan dengan !menyenggol lengan kak Syahril.


Kami yang mendengar pertanyaan kak Ryan sontak melihat ke arah mereka berdua.


"Iya Riil, ada apa? ndak senang Mimi mendapat surat undangan tersebut?" tanya bang Afnan.


"Emm ndak apa-apa bang, Aril senang bang apa lagi pula itu adalah impian Mimi. Aril selalu mendukung." jawab kak Syahril.


"Lah terus kenapa Lo kelihatan sedih?" tanya kak Ryan.


"Yah sedih bakal jarang ketemu Yan hehehehe." jawabannya dengan cengengesan.


"Heleh kirain apa, toh setahun ini juga jarang ketemu karena kalian juga berpisah tempat." sindir kak Afkar.


"Iya Riil, sekali Mimi mau kuliah di pulau jawa aja baru bilang jarang ketemu." lanjut kak Ryan.


"Oh ya Riil, nih gue dapat pemberitahuan kalau nama Mimi nggak ada termasuk di list beasiswa di kampus kita." ucap kak Ryan dengan menunjukkan pemberitahuan di hp nya


"Iya gue juga dah dapat." jawab kak Syahril.


"Maksudnya gimana kak?" tanya Mimi tak paham setelah mendengar obrolan mereka berdua.


"Gini Mi, Syahril kemarin itu mendaftarkan Mimi umptn dan jalur beasiswa di kampus kita, tapi dalam pengumuman yang di edarkan pihak kampus nama Mimi tidak termasuk." jelas kak Ryan.


"Daftar kan Mimi! kok bisa?" ucap Mimi.


"Iya dek, maaf ya kakak mendaftarkan adek tanpa izin adek dulu dan kakak juga mengambil berkas-berkas adik tanpa izin." ucap kak Syahril.


"Oh mungkin emang Tuhan tidak menjodohkan Mimi kuliah sekampus dengan kakak hehhee." jawab Mimi dengan candaan.


"Ha-ha-ha betul juga apa yang elo bilang Yan." sahut kak Rendi yang sedari tadi asik berduaan dengan Novi.


"Beuh Lo Rend, kayak elo nggak aja." ejek bang Afkar.


"Ha-ha-ha." mereka tertawa puas.


Dibalik kebahagian semuanya, ada kebimbangan di hati kedua orang tua Mimi. Karena asik dengan kebahagiaan Mimi seketika mereka melupakan akan restu yang akan Mimi pinta kepada kedua orang tuanya hingga larut malam mereka akhirnya pergi beristirahat.


Keesokkan pagi, kami semua telah bersiap karena akan kembali ke Jambi karena Mimi dan yang lain akan pergi ke sekolah untuk mengambil SKHU dan penanda tanganan SKHU nya.


Sebelum berangkat Mimi menyempatkan diri meminta pendapat dari kedua orangtuanya harus pilih yang mana. Dan kali ini Mimi berbicara dengan kedua orang tuanya di dalam kamar orangtuanya.


"Mak, Pak." panggil Mimi dari luar kamar.


"Iya Mi." jawab emak dan membuka pintu kamar.


Setelah pintu kamar terbuka Mimi langsung masuk dan duduk di antara kedua orangtuanya.


"Mak, pak. Jadi menurut emak dan bapak Mimi harus pilih yang mana? Yogya atau Semarang?" tanya Mimi.


"Emm Apa Mimi yakin mau kuliah jauh dari keluarga?" emak Mimi balik nanya.


"Insya Allah Mimi yakin Mak, ini cita-cita Mimi Mak dan ini bukan hanya untuk Mimi tapi ini juga untuk Mak dan Bapak." jawab Mimi.


"Kalau Mimi sakit nanti siapa yang urus." ucap emak yang mulai keberatan.


"Mak Mimi sudah besar, insya Allah Mimi bisa jaga diri Mimi. Nanti Mimi selalu stok obat jadi emak sama bapak jangan khawatir." jawab Mimi dengan me!egangbkedua tangan emaknya.


"Mi, disana jauh. Dan biaya nya pasti besar nak." ucap emak dengan berbagai alasan untuk tak memberikan izin.


"Iya Mi, bukan bapak ndak mau ngizinkan tapi nanti Mimi disana tinggal sama siapa?" ucap bapak khawatir.


"Mak, pak. Mimi kan mendapatkan beasiswa serta sebagai mahasiswa undangan. jadi biaya sudah ditanggung oleh pihak kampus. Masalah tinggal nanti Mimi cari kos-kosan yang dekat dengan kampus biar ndak makan biaya." jawab Mimi berusaha meyakinkan kedua orang tuanya.


"Mak, pak, yang Mimi butuhkan restu dan do'a emak dan bapak." jawab Mimi dengan sedih takut tak diizinkan.


"Emm nantilah emak sama bapak pertimbangkan lagi. Ayo kita keluar dan Mimi hari ini kan tanda tangan di sekolah." ucap emak dengan !mengalihkan pembicaraan dan Mimi pun mengangguk dan !mengikuti langkah emak.

__ADS_1


Kami semua berpamitan untuk kembali pulang ke Jambi.


"Mak, pak kami berangkat dulu." pamit Mimi dengan menyalami serta mencium tangan kedua orang tuanya dan diikuti dengan yang lain.


"Mak pak, kami berangkat ya, assalamualaikum." ucap Mimi dengan yang lain.


"Waalaikum salam, hati-hati." jawab kedua orangtuanya Mimi.


"Iya Mak pak. " jawab kak Syahril dan kamipun berangkat meninggalkan desa Mimi menuju desa Dewi buat menjemput mereka berdua terlebih dahulu.


Disepanjang jalan Mimi hanya diam dengan pikiran yang tak menentu, Mimi takut bila kedua orangtuanya akan meragukan memberikan dirinya izin untuk melanjutkan pendidikan jauh dari mereka.


Orang tua mana yang tak ingin melihat anak-anak nya bisa melanjutkan pendidikan yang tinggi, apalagi dengan melihat anak nya berprestasi dan mendapatkan beasiswa serta sebagai mahasiswa undangan, namun kekhawatiran orang tua sangatlah besar apa lagi terhadap seorang anak perempuannya.


Mimi tak pernah jauh dari orang tua dan keluarganya, untuk pulang ke desanya saja Mimi tak pernah pulang sendirian melainkan di jemput oleh bapak atau emaknya. Apa lagi ini Mimi akan tinggal di daerah lain yang jauh dari orang tua dan keluarga.


Syahril melihat ke arah Mimi yang selalu menatap keluar jendela mobil hanya menarik nafas nya berat.


"Begitu besar cita-cita mu dek, tapi penghalangnya adalah kedua orangtua mu dan keluargamu." gumam Syahril didalam hatinya.


"Dek." panggil kak Syahril namun tak mendapat respon dari Mimi.


"Dek." panggilnya lagi dengan menggenggam jari jemari Mimi, Mimi yang merasa harinya di genggam melihat ke arah kak Syahril.


Mimi menatap kak Syahril begitu pula dengan kak Syahril seolah dari tatapannya mengatakan semua bisa di atasi. Lalu kak Syahril mengangguk kan kepalanya dan Mimi memaksakan diri untuk tersenyum.


Semua yang berada di dalam mobil heran melihat Mimi hanya diam seribu bahasa.


"Mi, Mimi baik-baik aja kan?" tanya Di'ah dan Mimi hanya mengangguk tanpa melihat ke arah Di'ah.


Mimi kembali menyandarkan kepalanya di kaca mobil dan pandangannya melihat ke arah luar.


"Ya Allah, apakah aku tidak bisa menggapai cita-cita ku?"


"Apa aku tak memiliki hak untuk menjadi orang sukses!"


"Aku tau Rabb, orang tua ku berat melepaskan ku, tapi ini semua kulakukan buat mereka berdua. Aku ingin menaikkan derajat mereka Rabb, aku akan buktikan kepada orang yang menghina mereka bahwa anak dari orang tak berpendidikan tinggi bisa menjadi orang yang sukses."


Mimi terus bergumam dalam hatinya dan tak terasa air mata nya menetes, kak Syahril yang melihat nya langsung menggenggam tangan Mimi dengan erat, kak Syahril terus berupaya memberi semangat kepada Mimi.


"Kakak akan selalu mendukung mu dek, dan kakak janji akan membantu meyakinkan emak dan bapak serta keluarga adek lainnya, kakak janji dek." gumam kak Syahril di dalam hatinya.


Beberapa jam kemudian mereka pun sampai, yah kak Syahril langsung mengantar Mimi dan Di'ah. Kak Syahril melihat Mimi masih dengan diamnya.


"Oh ya dek, jam berapa ke sekolahannya?" tanya kak Syahril mengingatkan Mimi kalau hari ini Mimi masih ada urusan di sekolahnya.


"Emang sekarang jam berapa kak?" tanya Mimi balik.


"Jam 11.30 dek." jawab kak Syahril.


"Emm sehabis sholat Dzuhur aja kak." jawab Mimi.


"Oh yaudah, kalau gitu kita istirahat dulu sejenak." ucap kak Syahril.


"Yaudah ayo naik kak." ajak Mimi dan mereka bertiga pun naik ke rumah dan mereka beristirahat sejenak.


Dirumah hanya ada Nyai, bicik dan Pakcik sedang pergi ke keramba nya. Mimi yang melihat kak Syahril dan kak Ryan langsung merebahkan diri, Mimi pun langsung mengambil bantal dan memberikannya kepada kak Syahril dan kak Ryan.


Mereka pun tidur siang semua sejenak menjelang Dzuhur tiba.


...***tbc***...


Alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU kembali menyicil update nya semoga cerita kali ini berkesan di hati para riders.


Dan jangan lupa terus beri dukungannya selalu, tinggalkan jejak kalian berupa


FAVORIT


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN


...🌞🌞TERIMAKASIH🌞🌞...

__ADS_1


__ADS_2