DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Back To School2


__ADS_3

Makan dan bersenda gurau bersama ditemani dengan semilirnya angin menerpa dedaunan membuat insan dunia larut dalam kebahagian.


Kerinduan berkumpul bersama teman-teman memiliki arti dan kebahagiaan tersendiri.


Tak berselang lama terdengar himbauan melalui microphone yang menghimbau agar seluruh siswa-siswi segera berkumpul di lapangan. Kami semua pun langsung beranjak untuk pergi ke lapangan dan tak lupa membayar pesanan yang kami makan terlebih dahulu.


Setelah semua berkumpul salah satu guru yang mewakili mengatakan kalau hari ini kami semua tidak diadakan belajar mengajar dan beliau memberitahukan kepada kami karena para guru hendak pergi ngelayat ke rumah salah satu guru kami yang mana orang tua dari guru tersebut telah meninggal dunia dan beliau juga memberitahukan kepada kami jika ingin ikut pergi maka bisa bersama dengan mereka.


Kak Syahril sebagai ketua OSIS baru mengetahui jika ada salah satu orang tua dari guru kami meninggal dunia dan dia pun langsung menggalang kan dana dadakan kepada seluruh siswa-siswi.


Setelah dana sukarena terkumpul kak Syahril mengajak teman-teman bagi yang ingin ikut serta ngelayat. namun hanya sebagian yang ikut dikarenakan sebagian siswa tak memiliki kendaraan dan kebetulan rumah sang guru tidak berada di daerah ini.


Kak Syahril mengajakku dan teman-temanku serta tanpa kecuali teman-temannya dan beberapa anggota OSIS.


"Gimana udah pada siap kan?" Ucapnya kepada beberapa anggota OSIS yang ingin ikut.


"Dah siap Riil," Ucap salah satu anggota OSIS.


Ya yang ikut hanya bagi siswa yang mengendarai kendaraan kesekolah dan sebagian siswa yang emang rumahnya dari seberang sana. Kak Syahril yang melihat ku diam diapun menghampiri ku.


"Dek ikut ya?" ajak nya. " Kalian juga ikut kan" lanjutnya bertanya kepada teman-teman ku.


"Kita pakai angkot ya kak?" Tanya Emma.


"Bentar." Ucapnya seraya dia ingin bertanya dan menghitung siapa aja yang akan ikut.


"Oh ya jadi siapa saja yang mau ikut tapi gakda kendaraan?'" tanya nya.


"Kita udah pas Riil, kita boncengan aja nih, tinggal kalian aja mau pakai apa?" Jawab dan tanya dari salah satu siswa yang akan ikut.


"Ya udah kalau gitu dah klop ya." Ucapnya. "oh ya kalau gitu kalian duluan aja dan hati-hati di jalan, tau kan rumah gurunya?" lanjutnya.


"Sebenarnya kita kurang tau Riil." Ucap salah satu siswa.


Syahril pun melihat para guru yang akan pergi sudah mulai bersiap-siap diapun berlari menghampiri, setelah sampai pada guru tersebut Syahril pun bertanya.


"Maaf pak tunggu sebentar." ucapnya.


"Iya Riil." jawab pak Iyan yang telah bersiap-siap menaiki kendaraan.


"Maaf bapak pakek apa?" Tanya Syahril.


"Oh bapak ikut rombongan pak Nas naik mobilnya." Jawabnya "Kamu Ndak pergi?" tanyanya pula.


"Pergi pak ini juga mau jalan, oh ya ada yang pakai motor juga gak pak?" Tanya Syahril.


"Ada itu pak Gun sama pak Das pakai motor." Jawabnya.


"Oh ya pak kalau gitu saya kasih tau ke teman-teman yang lain biar bareng sama bapak,karena sebagian dari mereka Ndak tau rumahnya." Jelas Syahril.


"Ya udah buruan kasih tau pak Das dan pak Gun nya nanti kalian ketinggalan lagi." Jawab pak Iyan dan dia langsung masuk kedalam mobil. "Kalau gitu bapak duluan ya?" Ucapnya lagi.


"Iya pak." jawab Syahril dan Syahril pinemberitahukan ke teman-teman bahwa pak Gun dan pak Das naik motor.

__ADS_1


"Nah kebetulan kalian udah disini, tuh pak Das sama pak Gun naik motor juga jadi kian bisa kompoi sama dia." ucapnya.


"Pak, bareng ya ma teman-teman." ucap Syahril ke pak Gun yang kebetulan mau menaiki motornya.


"Ya udah ayo buruan." ucap pak Gun.


"Ya udah Riil kita duluan ya." kata teman-teman yang sudah stay di atas motor.


"Oke sip hati-hati ya, hati-hati pak" ucap Syahril.


Kini tinggallah kami yang belum berangkat karena belum tau mau menggunakan apa untuk pergi ngelayat.


"Kita naik apa kak?" tanyaku.


"Ehmm, gini aja dari pada naik angkot kelamaan kakak, Ryan dan Andri pulang duluan naik ojek untuk ambil mobil nah kalian gimana kalau jalan aja dulu nanti kita ketemu di market olak kemang." Usulnya.


"Oh boleh juga tu Riil." Sahut bang Idho.


"Ya udah kita cari ojek sambil jalan." Ucap kak Ryan.


Kami pun berjalan kaki sambil mencari ojek kalau-kalau lewat, pertengahan jalan dari simpang sekolah ojek pun lewat dan mereka pun segera menaiki ojek.


"Kakak duluan ya, hati-hati."ucapnya.


"iya, Mimi jalan ma yang lain." jawab Mimi.


Sepanjang jalan kami bersenda gurau sampai tak terasa kqmi telah sampai di market tempat kami janjian sebelumnya, disana Syahril, Ryan dan Andri sidah menunggu dan kami pun langsung berangkat menuju rumah duka.


Menuju rumah duka memakan waktu kurang lebih 35 menit karena tempat guru ini lumayan jauh, dan Syahril cs lewat jalan tikus hingga tak memakan waktu la untuk sampai disana.


Satu jam kami menunggu teman-teman dan guru-guru yang ikut mensholatkan setelah mereka sampai kembali kami pun meminta izin untuk pulang lebih dulu.


"Pak, kami duluan ya." Izin Syahril kepada pak Iyan.


"Ya udah ini bapak sama rombongan juga mau undur diri juga." Ucapnya.


Akhirnya kami dan rombongan pun pulang tapi kami tidak langsung pulang kerumahnya melainkan kami pergi ke taman remaja sekalian mencari makan.


Yah tujuan kami ke taman langsungenuju ke kedai-kedai yang berada disana. kami menuju kedai mie ayam ceker mercon dan kami pun memesan serta menghabiskan waktu di taman ini.


** skip **


Hari demi hari bulan pun berganti kini tibalah ujian semester dua semester kenaikan kelas seperti semester sebelumnya aku giat dalam belajar dan Alhamdulillah selama ujian semester ini tak ada kendala semua berjalan lancar. Seperti janji semester lalu class meting kali ini aku tak pulang sehingga akupun mengikuti segala kegiatan yang diadakan di classmeting kali ini.


Yah ada keseruan tersendiri mengikuti kegiatan kali ini hingga tiba masa penerimaan raport, seperti semester lalu diriku kali ini mendapatkan peringkat kedua. Aku merasa bahagia walau hanya mendapatkan peringkat dua aku merasa tak sia-sia dalam belajar dan yang pasti bisa membahagiakan kedua orang tuaku.


Habis penerimaan raport akupun bersiap untuk pulang ke rumah orang tuaku dan liburan kali bersama mereka, dan ketemu lagi seminggu kemudian dan yang pasti bukan anak kelas satu lagi melainkan telah menjadi anak kelas dua, sedangkan kak Syahril dia telah naik ke kelas tiga dan itu merupakam tahun terakhir dia disekolah ini.


***


Seminggu telah berlalu kini aku telah duduk di kelas yang berbeda dan kali ini aku sekelas dengan Novi.


Di kelas dua ini aku makin gencar untuk belajar karena aku ingin mengejar beasiswa untuk ke universitas pilihan ku kelak.

__ADS_1


Sebenarnya aku telah mengikuti bimbel prima gama semenjak SMP hingga kini pun aku masih mengikuti. Bimbel ini berupa paket-paket soal yang dikirim dari universitas di Yogya ya dan selama ini aku termasuk peringkat ke 50 dari seluruh Indonesia yangengikuti bimbel ini. Aku sangat berharap kelak aku bisa mengikuti beasiswa di universitas ini.


Dan disemenjak SMA ini aku pun mengikuti bimbel dari universitas lain dan ternyata tujuan sama dengan bimbel yang selalu ini aku ikutin.


Disetiap waktu dan disetiap paket soal yang dikirim oleh pihak bimbel tersebut aku selalu berupaya mengisi jawaban dan mengirim jawaban itu tepat waktu.


Disetiap paket soal yang datang yaitu pelajarannya terkadang belum ada di pelajaran yang kami dapatkan di sekolahan karena kurikulum nya lebih tinggi dari kurikulum di tempat kami. Maksudnya soal-soal yang dikirim terkadang pelajaran yang belum kami sampai ke tahap itu.


Jika aku mendapati soal yang belum pernah diajarkan oleh guru-guru ku maka aku akan mencari buku-buku di luar perpustakaan dan terkadang aku berdiskusi dengan guru mata pelajaran yang bersangkutan.


Seperti kali ini di mata pelajaran fisika ada sebuah rumus yang belum aku ketahui, karena waktu pengiriman sebentar lagi dan mepet akhirnya aku menemui pak Iyan di jam istirahat untuk berdiskusi mengenai soal yang tidak ku ketahui.


Pak Iyan kaget disaat aku bertanya soal-soal tersebut kaarena itu sebagian pelajaran yang sudah dipelajari untuk di kelas tiga tapi pak Iyan ikut membantu memperjelas kan segala rumus dengan sabarnya.


***


Bulan telah berganti anak kelas tiga pun mendekati ujian nasional yaitu ujian kelulusan kak Syahril pun giat untuk belajar. waktu kami untuk bertemu pun yang biasa selalu ontime di kantin kini kami ontime di dalam perpustakaan.


Yah aku menemani sekaligus ikut belajar untuk paket soal bimbel ku, namun dalam beberapa bulan belakang ini sikap kak Syahril sedikit berbeda dia terlalu memaksa dirinya untuk terus belajar. Aku yang sudah tak tahan melihat sikapnya pun bertanya.


"Kak, apa ada yang kakak pikirkan?" tanyaku.


"Iya kakak lagiikirin buat ujian." Jawabnya dengan senyum namun dihatiku mengatakan jika ada sesuatu yang disembunyikan nya.


"Yakin hanya itu?" Tanyaku lagi.


"Hmm iya dek." Ucapnya tapi disorot matanya ada kesenduan.


"Kak, Mimi perhatikan semenjak kakak pulang dari Bandung liburan semester lalu kakak sedikit berubah." ucapku.


"Berubah gimana? Kakak biasa aja." Ucapnya.


Aku tak ingin melanjutkan lagi padahal dihatiku begitu banyak pertanyaan. yang ingin ku lontarkan atas perubahan sikapnya.


Yah perubahan sikap cenderung posesif akan diriku dan kadang aku juga tidak mengerti apa maksud semuanya.


Ujian nasional telah berlangsung selama ujian nasional berlangsung anak kelas satu dan dua di liburkan selama satu minggu, di waktu libur yang biasanya aku pulang kali ini aku tidak pulang karena Syahril menginginkan aku tidak pulang dan sampai-sampai diapun meminta izin ke orang tuaku untuk mengizinkanku liburanku kali ini tidak pulang.


Setiap pulang dari ujian dia selalu kerumah Nyai alasannya dia ingin fokus belajar bersamaku sebenarnya aku menaruh curiga ada masalah apa dengan dirinya tapi dia belum juga mengatakan kebenarannya.


Kira-kira Syahril lagi ada masalah apa ya?? yook terus baca kelanjutannya ya??


______________________


______________________


JANGAN LUPA BERI DUKUNGAN DAN JEJAKNYA YA SOBAT


VOTE


RATE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


Makasih sebelumnya buat para Riders setia dokter jantungku.


__ADS_2