
Burung Balam terbang ke daun pintu
Anak ayam jatuh kedanau
Selamat malam wahai riders Dokter Jantungku
Dukungan- dukunganmu selalu kutunggu
______________next____________
Disaat semua penjelasan telah di utarakan, hari pun semakin siang dan kami semua akan beranjak untuk pulang ke rumah masing-masing.
Kami pun berpisah di lorong, Duo bang ridho dan bang Erwan saling berbicara tak ada lagi tersimpan rasa curiga diantara mereka.
Aku dan Di'ah berjalan di belakang mereka Di'ah bertanya padahal aku dan kak Syahril.
"Jadi gimana Mi.. Apa kalian sudah jadian?" Di'ah bertanya kepada Mimi.
Aku menoleh ke arah Di'ah sekilas dan menjawab seadanya saja.
"Gak gimana-gimana dan jadian apa Di'ah." Ucap Mimi senyum di paksa.
"Jadi selama kalian jalan di belakang kami ngapain aja, apa dia tidak mengutarakan perasaannya." tanya Di'ah penasaran.
" Mengutarakan apa?, dia sepanjang jalan aja membisu tanpa berbicara apa-apa." jawabku dengan malas.
"Hmm tadi kak Ryan bilang sebenarnya kak Syahril itu cemburu sama Mimi dan bang Erwan." Jelas Di'ah.
"Kan sudah di jelaskan tadi sama bang Erwan, sudahlah ndak usah di bahas lagi." ucapku, aku terus berjalan dan tak terasa sudah sampai simpang arah ke rumah dan aku pun berpisah sama Di'ah.
Sesampainya di rumah aku langsung berwudhu karena waktu dzuhur hampir habis dan aku pun segera menunaikan nya.
Siang berganti sore, sore pun berganti malam semua tugas sekolah sudah ku selesaikan dan waktunya aku istirahat.
*****
Adzan subuh telah berkumandang aku langsung bangun mandi dan langsung berwudhu buat menunaikan ibadah subuh.
Hari ini aku berangkat sekolah lebih pagi dari sebelumnya tak lupa ku hampiri Di'ah dan berangkat bersama, 20 menit berlalu kami pun sudah sampai dan aku langsung masuk ke dalam kelas.
Bell tanda masuk telah berbunyi semua siswa-siswi telah berada di dalam kelas hari ini Mata pelajaran Fisika, Guru Fisika ku bernama pak Iyan dia berasal dari Minang dia berperawakan tinggi dan berkacamata.
Selama pelajaran Fisika kami semua fokus kepada materi yang diberikan oleh pak Iyan.
Waktu terus bergulir pergantian pelajaran pun telah beralih. Pelajaran Fisika pun usai dan di lanjutkan dengan pelajaran Ekonomi yang mana Ibu guru Ekonomi adalah ibu Fatma.
Ibu Fatma juga berasal dari Jawa namun kelihatannya dia sudah lama tinggal di Sumatera sehingga logat Jawa nya nyaris tak terdengar.
Pelajaran bu Fatma pun terus berjalan hingga Bell istirahat berbunyi, sebelum keluar bu Fatma memberikan tugas untuk di kerjakan di rumah, setelah itu kami pun beristirahat dan segera menuju ke kantin sekolah.
Kali ini aku tidak melihat keberadaan Emma, entah kenapa dia tidak ikut bersama Manda dan Novi sehingga aku pun bertanya pada mereka berdua kemna Emma.
"Manda, Emma kemana kok dia tidak bersama kalian?" tanya Mimi sambil melihat ke arah Novi juga.
"Aku juga ndak tau soalnya aku tadi pergi ke kelasnya dia sudah ndak ada di dalam kelas." terang Manda.
__ADS_1
Novi hanya diam seolah dia mengetahui perihal Emma tidak ikut bersama mereka, karena melihat Novi diam aku pun menanyakan kepada dia.
"Nov, Emma kemana dan tumben doa tidak ikut." tanyaku.
Novi masih diam namun dengan desakan ku dan manda diapun akhirnya berbicara.
"Maaf Mimi.. Novi boleh tanya?" ucap novi tak enak hati.
"Tanya saja Nov, macam orang lain saja, emang ada apa?" kataku secara beruntun.
"Ehmm... Tapi sebelumnya Mimi jangan marah ya?" Ucapnya lagi dan melihat ku dengan rasa bersalah.
"Marah kenapa?, emang ada yang salah ya sama Mimi?" tanyaku merasa tak enak.
"Sebenarnya.. ( diam sejenak) Sebenarnya Emma marah sama Mimi." aku Novi.
Aku, Manda, Sila dan Di'ah terkejut karena setahu kami, kami baik-baik saja sebelumnya dan kenapa Emma sampai marah kepada ku.
"Marah kenapa Nov?, bukanya sebelumnya kita baik-baik saja kan?" tanya Di'ah terheran.
"Iya nov, sebenarnya ada apa? Jangan menutupi dari kami-kami." Ucap Manda.
"Ada apa Nov, emang Mimi ada berbuat salah atau menyinggung Emma barang kali ya.." ucapku sedih bercampur penasaran.
"Ehm.. Aku juga tidak tau apa sebenarnya terjadi, tapi kata Emma apa mimi sebenarnya ada hubungan dengan bang Erwan.?" tanya Novi.
"Jangan bilang Emma cemburu karena Mimi kemaren berbicara berdua dengan bang Erwan." Di'ah langsung menimpali.
Aku yang mendengarnya sontak tak percaya jika Emma juga beranggapan seperti itu. Akupun terus mengajak mereka untuk ketemu Emma namun seblumnya aku bertanya pada Novi dimana Emma saat ini.
"Apa benar gitu Nov, ya Tuhan ( merasa frustasi) kenapa jadi gini sih, ya udah Nov, Emma sekarang dimana? Ayo kita temuin dia dan kita jelaskan semuanya." Ucap ku.
"Mungkin Emma ada di perpus." Ucap Novi.
Tak mau menunggu lama lagi Mimi dkk langsung menuju perpusatakaan dan beruntung Emma memang ada di sana dan kami pun langsung mendekat menuju meja Emma.
Melihat Aku dkk mendekatinya dia berusaha untuk menghindar dengan cekatan Manda dan Di'ah menghalanginya.
"Emma.. Kita harus bicara." ucapku kepada Emma yang sudah berdiri dari bangku.
"Mau bicara apa, aku rasa tidak ada yang harus di bicarakan." jawab Emma dan hendak melangkahkan kakinya.
"Emma kau ada masalah, kita selesaikan bersama seperti biasanya." Manda berucap menengahinya.
"Iya Em.. Jangan sampai salah paham ini berlarut dan kian jadi seperti orang asing gini." Di'ah menimpali.
"Emm.. Dengar.. Emma sudah salah paham Em.. Emma cemburu dengan bang Erwansama Mimi?" Tanya ku.
"Cemburu.. Cemburu apa.. Dia bukan siapa-siapa nya aku, kenapa harus aku cemburuin dia." Ucap Emma sedikit ketus.
"Jika Mimi ada salah Mimi minta maaf Emm.. Tapi jangan ginilah.. Mimi tau Emma cemburu, tapi Emma salah paham dengan semua ini." Mimi mencoba menjelaskan.
Di'ah, Manda dan Novi : "Emm.." ( sambil pegang tangan Emma dan melihat muka Emma)
"Apa yang Emma lihat kemaren tidak seperti apa yang Emma pikirkan, jangan ber suudzon gitu lah." Ucap Mimi.
__ADS_1
"Siapa yang suudzon, jika emang bang Erwan suka sama mimi ya itu adalah hak dia, aku kan bukan siapa-siapa nya dia." ucap Emma dengan nada getir.
"Aku tau Emma suka sama bang Erwan begitu pula dengan bang Erwan dia juga suka sama Emma. Maaf waktu itu aku bersenda gurau dengan dia itu sebenarnya membicarakan dia sama Emma." Mimi berusaha jujur kepada Emma.
"Em.. Ndak mungkinlah Mimi merebut bang Erwan dari Emma," ucap Mimi.
Emma yang mendengarkan penjelasan Mimi menunduk seraya berucap maaf kepada Mimi.
"Maaf.. ( diam sejenak) Maaf ya Mi..
Iya Aku cemburu lihat Mimi begitu akrab dengan bang Erwan, aku marah saat bang Erwan ketawa-ketawa dan bercanda sedekat itu sama Mimi, maafkan Emma ya" ucap Emma dengan menitikan air mata penyesalan.
"Ya sudah,maafkan Mimi juga ya? Tapi untuk selanjutnya jika ada apa-apa jangan lagi seperti ini dan ini juga berlaku buat kalian juga." Ucap Mimi menunjuk ke arah Manda Novi Di'ah dan Sila yang sedari tadi hanya diam.
Akupun memeluk Emma dan teman-teman lainnya juga ikut memeluk ( begitu indahnya persahabatan).
"Udah yok ke kantin mumpung masih ada waktu, kasian nanti ada yang galau lagi hahaaa." ajak Di'ah dengan ketawa renyah
Manda, Novi, Sila, Emma heran dan bertanya "Siapa yang galau Di'ah?".
"Siapa lagi" ucap Di'ah sambil memonyong kan bibirnya ke arah ku.
Emma, Manda, Novi dan Sila bersamaan menatapku tajam.
"Siapa yang galau".. ucap mereka serentak.
Mereka kompak berdehem dan aku segera berdiri dan keluar dari Perpus menuju kantin dan mereka pun mengikuti.
Sesampai di kantin aku memesan Nasi gemuk yang mana toping nya ikan teri goreng + kacang tanah goreng + telur dadar yang di iris + sambal + kerupuk harus banyak dan mereka memesan yang sama pula.
Pesanan telah di dapat kami pun menuju tempat favorit kami di bawah pohon mangga yang rindang yang mana sudah ada penghuninya si cogan-cogan SMUNJU.
Kami pun melahap makanan yang kami pesan dengan diam dan tak terasa sampai ludes makanan di piring.. Si para cowok hanya melihat dengan keheranan karena tumbenan si biang rusuh diam.
Karena sudah melihat makanan kami habis kak Syahril mengajak ku duduk agak jauhan dari mereka, katanya dia mau ngomong sesuatu, mereka yang melihat adegan itu sontak heboh tak karuan.
"Mimi.. Bisa kakak bicara sebentar disana." ucap Syahril menunjuk ke arah tempat duduk di bawah pohon akasia.
Rudi, Ryan, Erwan dkk pun langsng bersuit-suit dan si biang rusuh ber cie ria.
Aku pun mengangguk dan mengikuti jalan kak Syahril..
Kira-kira kak Syahril mau ngapain ya..
Di tunggu di bab berikutnya ya guys
Maaf jika ada typo dalam penulisan..
_________TBC_________
**JANGAN LUPA DUKUNGNYA YA
VOTE
LIKE❓❓❓❓❓
__ADS_1
RATE ⭐⭐⭐⭐⭐
KOMEN**