DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kecemburuan Syahril


__ADS_3

Setelah bersiap-siap, Mimi dan kedua sahabatnya segera turun karena semua orang menunggu untuk sarapan bersama.


Saat tiba di restoran yang berada bersebalahan hotel, terlihat bang Afnan, bang afkar serta bang Rahman telah duduk bersama, begitu pula dengan Selfia berserta suami dan keluarganya yang lain.


"Ehemmm, ini yang penganten baru siapa ya?" sindir Selfia ketika melihat Mimi, Di'ah dan Emma baru tiba.


''Ya kamu lah Fi,'' jawab Mimi apa adanya.


"Mana Syahril dan Ryan dek?" tanya bang Afnan, Mimi menikah kiri kanan bekum melihat keberadaan dua anak manusia itu Syahri dan Ryan.


"Ndak tau bang." jawab Mimi sembari duduk di kursi samping bang Afnan begitu pula dengan Di'ah dan Emma yang duduk di samping Rahman.


"Emang jam berapa kalian tidur semalam sampe sekarang bekum bangun tuh anak?" tanya bang Afkar.


"Hah emm Ndak tau.'' jawab Mimi kaku, karena merasa di pergoki. Tak lama yang di tunggu pun terlihat batang hidungnya.


Syahril dan Ryan berjalan dengan gaya cool dan cuek mendekati meja bang Afnan dan yang lainnya.


"Baru bangun dek?" tanya bang Afnan.


"Subuh bang bangun." jawab Syahril denagn meneguk kopi hangat bang Afnan.


"Ckk pesan sendiri sana, main nyeruput aja." ucap Adnan yang melihat kopi dalam gelas nya tinggal sisa seteguk lagi.


"Haus bang," jawab Syahril dan langsung memanggil waiters dan memesan kopi.


"Dek, mau sarapan apa?" tanya Ryan sama Di'ah.


"Emm adanya apa kak?" tanya Di'ah.


"Yaudah kita lihat berdua disana yuk.'' ajak Ryan dan Di'ah pun mengangguk.


Emma dan Rahman telah dulu pergi ke meja yang terhidang berbagai macam makanan buat sarapan.


"Abang udah sarapan?" tanya Mimi sama Afnan dan Afkar.


"Udah makan kue lontar sama kue bagea dan kue sagu lempeng." jawab bang Afnan.


"Enak Ndak bang?" tanya Mimi.


"Enak, coba aja sana." ucap bang Afnan.


"Emm tapi Mimi pengen makan papeda ada nggak bang." ucap Mimi.


"Ckk liat aja sana." ucap bang Afnan.


"Bang Afkar dah makan?" tanya Mimi.


"Belum sekalian dek ambilkan." ucapnya.


"Bang mau makan apa?'' tanya Mimi


"Udang selingkuh." jawab bang Afkar.


''Hah, udang selingkuh? makanan kayak mana itu bang.'' ucap Mimi.


"Udah ambilkan aja disana, nanti juga tau kalau ada udang selingkuh." ucap Afkar, Mimi pun mengangguk dan beranjak berjalan ke meja yang tersaji berbagai macam jenis makanan khas Papua.


Mimi telah memegang tiga piring, untuknya dan untuk Syahril serta bang Afkar.


Mimi menelusuri sepanjang meja yang menyajikan aneka makanan itu, mencari nama menu udang selingkuh.


"Kak, udang selingkuh yang mana sih?" tanya Mimi pada Syahril.


"Kakak juga Ndak tau.'' jawab Syahril yang juga ikut mencari.


"Bang" panggil Mimi pada waiters yang lewat.


"Iya kakak ada yang bisa saya bantu?" tanyanya.


"Bang, yang namanya udang selingkuh yang mana?" tanya Mimi.


"Oo udang selingkuh yang ini kakak." jawabnya dan menunjukkan ke Bali yang berisi udah besar.


"Hah, ini udang selingkuhnya?" tanya Mimi heran



"Iya kakak" jawab waiters itu.


"Kenapa sebut udang selingkuh bang?' tanya Mimi yang masih penasaran


"Di sini udang dengan bentuk besar seperti kepiting ini dimasak hingga dinamakan Udang Selingkuh. Hal ini karena bentuk capitnya yang menyerupai kepiting, sehingga disebut seakan selingkuh dari identitasnya." jawab nya.


"Oh begitu, makasih ya bang." ucap Mimi dan mengambil udang selingkuh itu dan dimasukkan kedalam piring, Mimi juga mengambil menu lainnya dan memasukkan asparagus ke dalam piring untuk bang Afkar.



Tak hanya untuk bang Afkar, Mimi Kun juga mengambil untuk dirinya yang akan dimakannya bersama papeda


Udang selingkuh hidup di air tawar, tepatnya di Sungai Baliem, Papua. Jika Anda melihat bentuk udang ini, Anda pasti bingung: ini udang atau kepiting? Itu karena badan yang mirip dengan udang, ukurannya lebih besar dari udang pada umumnya, dan memiliki capit yang menyerupai kepiting.


Alasan ini jugalah yang mungkin membuat masyarakat Papua menyebutnya sebagai udang ‘selingkuh’, karena si udang tidak mampu menjelaskan keberadaannya di mana: sebagai udang atau kepiting.


Bahkan ada yang mengatakan, bahwa udang selingkuh adalah hasil kawin campur atau perselingkuhan antara udang dengan kepiting. Tentu saja ini hanya candaan bagi orang sekitar. 


Udang selingkuh sebenarnya termasuk jenis lobster air tawar golongan crayfishatau udang karang. Dan udang asal Papua ini masuk dalam genus Cherax.Ciri lain dari jenis udang ini adalah capitnya yang berwarna kebiruan, dan akan berubah jingga setelah dimasak yang membuatnya makin mirip kepiting.


Tim peneliti Balai Arkeologi Papua yang pertama kali menemukan udang ini. Mereka menemukannya di Goa Togece Kampung Parema, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, Papua.


Di tahun 1961, oleh seorang pemandu wisata senior di kota tersebut, udang ini dibibitkan di Sungai Baliem. Setelah itu udang ini mulai berkembang dan diternakkan secara massal.


Ada banyak makanan daerah yang enak dan unik di Papua. Dan selain papeda,udang selingkuh menjadi salah satu kuliner dan makanan favorit yang paling dicari di sana, khususnya jika pergi ke Wamena. Para pecinta kuliner yang datang ke Papua pasti tidak lupa memasukkan menu ini ke dalam daftarmust-eat foodsmereka.


Di Papua, tempat peternakan udang selingkuh banyak terdapat di Danau Paniai, Danau Tage dan Danau Tigi. Masyarakat sendiri yang mengelolanya. Dari sana, udang-udang tersebut dijual langsung ke pasar untuk kemudian dipasarkan kepada para pemilik restoran dan rumah makan.


Udang ini diolah menjadi menu udang saus tiram, udang lada hitam, udang asam manis, atau udang saus padang –seperti menu yang ada di resto seafoodpada umumnya.


Kandungan Nutrisi dalam Udang Selingkuh


Kecuali kepala, seluruh bagian tubuh udang selingkuh bisa dimakan. Setiap ekor udang jenis ini mengandung nutrisi yang sangat baik. Di antaranya kalsium dan protein yang tinggi, serta beberapa jenis mineral seperti selenium, fosfor, magnesium, sodium, dan zinc.


Udang selingkuh termasuk dalam makanan yang rendah kalori di mana dalam tiap 100gram daging udang ini mengandung 106 kalori.Secara umum, udang juga termasuk makanan yang rendah lemak.


Saat Mimi mengambil sarapan, hp nya berdering dan hp itu ada di meja, Afkar yang melihat hp Mimi berdering sempat melihat wallpaper di layar hp itu karena hp Mimi berada di dekatnya.

__ADS_1


"Siapa dek?" tanya Afnan pada Afkar.


"Hp Mimi Bang." jawab Afkar. Tak lama dering berhenti dan berbunyi kembali.


"Angkat aja dek mungkin penting." ucap Afnan.


Saat Afkar akan menarik tombol hijau ke atas terlihat wallpaper dan Afkar bergumam.


"Cantik'' ucapnya pelan tapi terdengar oleh Afnan.


Saat tombol sudah di geser, hubungan telpon terputus.


"Kenapa?" tanya Afnan.


"Dah mati bang" jawab Afkar.


"Terus yang kamu bilang cantik siapa?" tanya Afnan.


"Oh itu em anu" jawab Afkar kelimpungan dan beruntungnya Mimi telah sampai di meja mereka


"Ni bang, ucap Mimi pada Afkar dan menyerahkan udang seljngkuh dihadapannya.


Mereka pun menyantap sarapan mereka, Mimi menyantap udang selingkuh dengan papeda. Saat mereka sedang menyantap sarapan, datanglah bang Yudika dengan seorang perempuan dia mengenalkan perempuan itu pada kami semua.


Bang Yudika berniat memperkenalkan perempuan yang tak lain adalah adiknya itu pada bang Afkar, namun bang Afkar hanya cuek.


Saat perempuan itu bersalaman dengan bang Afkar dia tersenyum manis namun bang Afkar cuek, begitu juga saat dia bersalaman dengan Syahril dan Ryan dan dia menggenggam tangan Syahril lama dengan sorot mata seperti ada ketertarikan.


Syahril yang dipegang lama begitu, berusaha menarik tangannya.


"Lain kali jaga akhlak anda nona." ucap Syahril dengan geram,


"Ayo dek, makan lagi." ucap Syahril yang sengaja merangkul Mimi dihadapan cewek itu begitu juga dengan Ryan.


Afkar melihat cewek itu dengan tatapan tidak suka.


"Oh ya Kar, adikku ini baru pulang dari Kairo. Selama ini dia kerja di rumah sakit di Kairo, ada nggak rumah sakit rekomendasi kamu yang buka lowongan buat dokter anak." ucap bang Yudika.


"Maaf Yud, yang pegang rumah sakit Syahril." jawab Afkar.


"Maaf bang, kita yang kurang dokter jantung kalau anak penuh." jawab Syahril langsung.


"Oo gitu, kalau ada rekomendasi lain Riil." ucap Yudika.


"Nanti Syahril tanya teman." jawab Syahril.


Selfia melihat ke arah Mimi tapi Selfia tidak ingin merekomendasi Mimi pada suaminya.


Selfia tau jika sang suami sedang berusaha menjodohkan adiknya itu pada Afkar. Mimi yang melihat Selfia yang melihat ke arahnya hanya cuek.


Entah mengapa Mimi tidak menyukai perempuan itu.


"Emm kalau kalian mau jalan-jalan nanti bisa di antar sama Khadijah." ucap Yudika ya nama adiknya adalah Khadijah.


"Gimana Kar menurut kamu?" ucap Yudika.


"Emm biasa aja." jawab Afkar apa adanya.


"Kau ini semua perempuan kau bilang biasa, mau sampe kapan?" ucap Yudika dengan sedikit candaan.


"Oh ya dek, kalian kapan pulang?" tanya Afnan pada Mimi.


"Besok siang bang" jawab Mimi.


"Kalian pulang sama Abang saja malam ini." ucap Afnan.


"Hah, yah sayang tiket nya bang." ucap Mimi.


"Coba saja sebelumnya Abang bilang mau kesini juga jadi kan hemat kita, ya Ndak emm, Di'ah."jawab Mimi.


"Emang Abang tau kalian kesini?" tanya Afnan.


"Ndak" jawab Mimi dengan menggeleng.


"Nah tu tau, kamu dek?' tanya Afnan pada Syahril.


"Syahril malamnya bang." jawab Syahril.


"Udah kalau gitu kalian pulang serempak Abang malam ini, jangan pula kalian ikut Fia sama Yudika bulan madu." ucap Afkar dengan sentilannya.


"Eh siapa juga yang bulan madu." ucap Mimi.


"Jangan kalian sangka Abang tidak tau apa yang kalian lakukan semalam." ucap Afnan.


"Nikahin aja bang" ucap Afkar.


"Eh" ucap Mimi dengan menunduk malu. Mimi lupa siapa Afnan maupun Afkar, tiba-tiba Mimi teringat akan orang-orang ayah Brata.


"Mampus" ucap Mimi dan didengar Afnan maupun Afkar.


"Mampus kenapa dek?" tanya Afnan.


"Eh Ndak bang" jawab Mimi dengan senyum kaku.


"Makanya kalau dah kebelet nikah ." sindir Afkar.


"Syahril mau nya gitu bang" ucap Syahril.


"Eh" jawab Mimi, Mimi berusaha melihat sekitar mana tau ada terlihat orang yang mencurigakan,.


"Nah tuh kan" gumam Mimi sendiri setelah terlihat seorang yang dia curigai dan dari segi pakaian Mimi mengenalinya jika itu adalah orang dari ayah Brata.


"Kenapa Mi?" tanya Di'ah


"Huh ndak apa Di'ah." jawab Mimi.


"Kamu mengetahuinya dek?" tanya Afnan, Mimi mengangguk dan mengerucut bibirnya.


"Berasa Putri kerajaan Mimi di kawal mulu." jawab Mimi.


"Semua itu demi kebaikan kamu dek' ucap Afkar.


"Iya tapi Mimi seperti tidak punya privasi." protes Mimi.


"Sabar dek,toh kita nggak ngelakuin apa-apa." ucap Syahril.

__ADS_1


"Udah yok, kita jalan-jalan." ajak Syahril, Mimi pun mengangguk.


"Dek, tadi ada telpon di hp kamu" ucap Afkar memberitahu Mimi pun langsung membuka hp nya


"Oh siapa bang?" tanya Syahril.


"Ckk bukan urusan kamu Riil." jawab Afkar.


"Siapa dek?" tanya Syahril pada Mimi ketika tidak dapat jawaban dari abangnya.


"Maryam kak." jawab Mimi.


"Oh Maryam namanya." ucap Afkar tiba-tiba, Mimi dan yang lain melihat ke arah Afkar.


"Eh kok liatin" ucap Afkar yang merasa di perhatikan orang sekitarnya.


"Abang suka?" tanya Mimi serius.


"Iya eh anu emm" jawab Afkar kikuk


"Hah" ucap Mimi dan yang lain.


"Emang Abang kenal?' tanya Syahril.


"Emm endak." jawab Afkar, entah mengapa hatinya ingin tau tentang Maryam namun dia gengsi untuk bertanya.


"Emang Maryam siapa dek?" tanya Afnan.


"Maryam, asisten Mimi di rumah sakit Nurani bunda bang." jawab Mimi.


"Orang nya gimana?' tanya Afnan yang mewakili Afkar, karena dia tau jika adiknya satu itu ingin tau namun malu bertanya.


"Emm dia anaknya baik, usianya dua tahun dibatas Mimi, dia perawat di rumah sakit Nurani bunda, anaknya rajin."


"Dia anak pertama dan dia punya adik dua, yang satu tahun ini lulus dan yang satu nya insya Allah tahun berikutnya."


"Orang tua nya tinggal amaknya, ayahnya sudah lama meninggal sejak dia kecil." jawab Mimi.


"Kalau Abang Afkar mau, Mimi setuju Abang sama dia daripada yang tadi" ucap Mimi dan berbisik ketika menyebut yang tadi.


"Coba kamu telpon balik, mungkin penting." ucap Afkar menghilangkan rasa canggung nya.


"Emm ya Mimi telpon dulu" ucap Mimi dan langsung mendeal kontak Maryam.


"Hallo assalamualaikum." ucap Mimi ketika sambungan telponnya terhubungan.


"Waalaikum salam dokter, dokter apa kabar?" jawab Maryam.


"Alhamdulillah baik, tadi Maryam ada nelpon ya? ada apa?" tanya Mimi.


"Iya dok, gini dok beberapa hari ini ada polisi nyariin dokter." jawabnya.


"Polisi? siapa?" tanya Mimi, semua yang dekat


Mimi hanya menyimak.


"Em itu dok, kalau yang beberap hari lalu saya tidak tau namanya tapi yang tadi pagi namanya Radit kalau Ndak salah." jaawabnya.


"Radit?" Mimi mengulangi nama polisi itu.


"Iya dok, katanya dokter yang mengoperasi nya waktu itu." jawabnya.


"Oo bilang saja kalau dia nyari saya lagi, bilang saya sudah tidak berkerja disana lagi dan bilang saya pulang ke Jambi nikah." ucap Mimi.


"Hah dokter nikah?" tanya Maryam.


"Ckk bilang saja apa yang saya bilang." jawab Mimi.


"Ok baik dok, kalau gitu udah dulu ya dok." ucapnya.


"Oh ya Mar, dapat salam" ucap Mimi dengan melirik Afkar, afkar yang dilirik cuek.


"Dari siapa dok, waalaikum salam." jawabnya.


"Ada deh, nanti kita sambung wa." ucap Mimi.


"Udah dulu ya Mar assalamualaikum." ucap Mimi.


"Oke waalaikum salam." jawab Maryam. panggilan pun terputus.


Mimi sengaja menghentikan obrolannya nya dengan Maryam karena melihat wajahnya Syahril penuh ancaman ketika mendengar nama Radit.


"Radit siapa dek?' tanya Syahril ketika Mimi menaruh ponselnya.


"Emm oh itu polisi yang tertembak dan Mimi yang bantu operasi dia" jawab Mimi jujur.


"Jangan bilang dia Radit yang sama dan ngapain dia nyari adek." ucap Syahril.


"Iya sama , ya kalau nyari Mimi ya Mimi ndak tau." jawab Mimi.


"Ckk ada bau kecemburuan nih, Yo dek kota jalan duluan." ucap Ryan dan mengajak Di'ah untuk jalan duluan.


"Koo ndak tau?" tanya Syahril, kedua abangnya hanya melihat dan mendengar debat mereka berdua.


"Ya Mimi ndak tau, terserah dia lah mau nyari Mimi atau tidak, toh Mimi sudah tidak kerja disana." jawab Mimi


"Ndak kerja disana? maksud kamu kamu udah berhenti dek?" tanya Afnan.


"Emm iya bang, Mimi udah berhenti awal buian kemaren." jawab Mimi.


"Kenapa?" tanya Afkar.


"Emm itu karena Mimi mau.." belum selesai Mimi menjelaskan Syahril memotong ucapan Mimi.


"Dek kamu selama disana nggak berhubungan sama dia kan?" ucap Syahril.


"Hah" ucap Mimi melongo.


"Baru ketemu dia aja pas di ruang operasi kak." ucap Mimi.


"Udah ah, ayok kita jalan aja" ucap Mimi dan mengajak Syahril jalan daripada panjang masalahnya. Mereka pun akhirnya keluar dari restoran dan pergi untuk jalan-jalan.


Seharian mereka jalan-jalan ketempat wisata yang ada di kota Sentani sebelum mereka pulang malam ini.


Malam harinya mereka pun pulang, Mimi dan Di'ah terpaksa menginap sehari lagi di Jakarta dan setelah itu mereka berempat pulang ke Jambi.

__ADS_1


tbc


__ADS_2