DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
Sadarnya Carol


__ADS_3

Dua Minggu berlalu, Syahril dan Ryan belum bisa pulang ke tanah air karena Jemmy belum bisa diketemukannya.


Sebelum kejadian Carol menyusup, Jemmy pernah menghubungi Syahril, dia meminta maaf kalau dirinya sungguh tidak tau jika wanita yang bersama nya di apartemen itu adalah Mimi kekasihnya Alzam dan Syahril.


"Riil, kau tak mau coba hubungi balik Jemmy." Tanya Ryan.


"Nomornya selalu tidak aktif Yan" ucap Syahril.


"Kau percaya kalau dia juga di jebak sama Siska?" tanya Ryan lagi.


"Hmm entah lah, kita tidak tau cerita sebenarnya bagaimana." ucap Syahril dengan menyesal capuchino.


"Jadi kau macam mana Yan? Jari habis lebaran ini?" tanya Syahril.


"Hmm belum tau Riil, Di'ah kuliah disini jika aku nikah habis lebaran ini otomatis kami bakal LDR an." jawab Ryan dengan menyandarkan kepalanya di sandaran sofa.


"Kenapa kau jadi bingung?" ucap Syahril.


"Yah aku pikir apa yang di ucapkan Mimi kemarin ada benarnya Riil, tapi lihat nanti lah." ucap Ryan.


Mimi dan Di'ah mulai saat keluar dari rumah sakit diberi pengawal namun Mimi tidak ingin pengawalan itu begitu terlihat.


Mimi juga sudah mengenali siapa saja orang-orang kepercayaannya ayah Brata dan Syahril.


Carol masih di ruangan ICU, di ruangan Carol juga di beri penjagaan karena Syahril tidak mau ada yang ingin mencelakakan dia juga secara dia juga merupakan anggota dari sindikat obat-obatan terlarang di kota ini.


Jonathan yang selaku menemani Carol dan Jonathan juga sering mengajaknya bicara.


Mimi dan Di'ah saat ada waktu senggang juga masuk kedalam ruangannya Carol. Seperti hari ini Mimi dan Di'ah menjenguk Carol.


"Hai Jo." sapa Mimi ketika bertemu Jonathan di dalam ruangan Carol.


"Hai Mi, Di'ah." jawab Jo. Mimi dan Di'ah tersenyum dan mendekat ke ranjang Carol.


Carol masih setia dalam tidur nya, begitu banyak alat di dalam ruangan ini untuk menunjang kepulihan Carol.


Ada enam alat di dalam ruangan ICU itu, alat-alat itu membantu Carol untuk bertahan.


Enam alat tersebut di antaranya"




Oksigen (Sentral) yang terletak dipanel dinding ruang rawat.




Alat monitor hemodinamik dan saturasi, terletak di dekat pasien. Tujuannya untuk mengetahui antara lain : Gelombang denyut jantung, tekanan darah, oksigen yang diserap tubuh, temperatur, frekuensi pernapasan.




Data tersebut diperoleh dengan cara menempelkan elektroda di tubuh pasien, untuk dihubungkan ke monitor dengan kabel. Parameter di monitor bisa bervariasi, tergantung jenis yang diinginkan rumah sakit.




Alat perekam denyut Jantung atau EKG (Elektrokardiogram)




Alat bantu pemberian cairan dan obat antara lain : syring pump (untuk pemberian obat-obat yang perlu diberikan secara titrasi).




Juga Infusion pump (untuk pemberian cairan agar akurat jumlah yang diberikan).




Tersedia juga alat bantu napas jenis invasive, yang diperlukan apabila pasien mengalami gagal napas. Alat bantu napas Non Invasive bisa digunakan diluar ICU (HCU/HDU) dengan syarat petugas medis memahami operasional alat tersebut meskipun sederhana cara kerjanya.




Alat penghisap (suction machine) cairan (sekret paru, darah dan lain-lain).




Mimi merasa kasihan dengan nasib keluarga Jonathan, terutama pada Jonathan. Semua anggota keluarga nya tidak ada yang baik-baik saja bahkan ibu serta adik nya Jessika terlah mendahului nya dan sekarang hanya tinggal jenny dan Carol itupun mereka berdua butuh penanganan intensif.

__ADS_1


"Mi." panggil Jonathan.


"Iya Jo." jawab Mimi.


"Aku sebagai kakak dari adik-adik ku. Emm aku minta maaf sama kamu dan Di'ah." ucapnya tulus.


"Andai waktu bisa di ulang, aku akan memberi mereka pelajaran yang keras."


"Aku sangat menyayangi mereka, sehingga sedari kecil semenjak ayah kami tiada." ucap Jonathan dengan menarik nafas nya sejenak sambil mengenang masa kecil mereka.


"Semenjak ayah kami tiada, akulah pengganti ayah bagi mereka bertiga." ucapnya, Mimi dan Di'ah yang awaknya berdiri akhirnya duduk dan mendengarkan kisah Jonathan.


"Tapi aku tidak bisa mendidik mereka dengan keras seperti ayah ku." ucapnya sembari melihat Carol.


"Apa lagi Carol dan jenny waktu itu masih sangat kecil, jenny masih berusia 3 tahun sedangkan Carol masih berusia 10 bulan."


"Aku dan ibu sibuk di luar mencari uang, sedangkan Jessika bertugas menjaga mereka berdua."


"Aku bangga sama almarhum ibuku, dia sekuat tenaga membesarkan kami dan memberikan kami pendidikan."


"Ibuku bilang, biarlah dia tidak berpakaian bagus asalkan anak-anaknya bisa mengenyam bangku sekolah." ucap Jonathan dengan mengahapus air mata yang jatuh ke pipinya.


"Ibuku membesarkan kami penuh dengan kasih sayang, begitu pun aku sangat menyayangi adik-adik ku.''


"Semua salah ku, tidak mengindahkan ucapan almarhum ayahku. Aku juga tidak menerapkan bagaimana ayahku mengajariku untuk tidak berpangku tangan dan tidak menyakiti orang lain."


"Ayahku berkata padaku, jika kelak dia tiada dia ingin aku mengajari adik-adik ku mandiri, tidak mengandalkan bantuan orang lain dan yang paling utama dia berharap aku bisa menjaga dan memberikan mereka pengajaran untuk bertahan hidup tanpa harus mengotori tangan apa lagi jika mengotori tangan dengan cara keji yang bisa menyakiti orang lain."


Ayah ku mengatakan jika kita mengotori tangan dengan menyakiti orang lain, bukan hanya orang yang kita sakiti yang menderita namun orang disekitarnya juga ikut menderita begitu juga dengan orang yang berada disekitar kita juga ikut menderita akibat perbuatan kita yang tidak terpuji."


"Sekarang aku baru mengerti dan aku merasakannya." Ucap Jonathan dengan melihat ke arah Mimi dan Di'ah dengan pandangan sendu


"Sekarang aku merasakannya, atas perbuatan mereka terhadap kalian berdua, kalian tersakiti pastinya orang disekitar kalian pun ikut tersakiti."


"Dan ibu ku...Huummm huh ibuku pun ikut tersakiti akibat ulah ketiga anak perempuannya, bahkan dia bawa rasa sakit hati dan menderitanya hingga nafas nya tiada lagi." ucap Jonathan.


Mimi m lihat ke arah Carol yang meneteskan air matanya, mungkin Carol ikut mendengarkan walau raga. ya tak mampu untuk bangkit.


Mimi berdiri dan menghapus air mata Carol. Semakin Mimi menghapusnya semakin deras air mata itu mengalir.


"Alhamdulillah mi, Carol sudah melewati masa kritisnya." ucap Di'ah.


"Iya Di'ah." jawab Mimi.


"Jo lihatlah Carol dia sudah ada reflek semoga beberapa jam lagi dia sadar." ucap Mimi dengan senyum bahagia.


"Iya mi, ya tuhan terimakasih." ucap Jonathan.


"Iya Carol, aku juga sudah memaafkan mu, bangunlah. Aku tau kau kuat, kau pasti bisa merubah diri ke lebih baik lagi." ucap Mimi.


Carol tidak menjawab dengan kata-kata namun di jawab dengan deraian air mata yang terus mengalir.


"Makasih Di'ah, Mimi, kalian sudi memaafkan Carol. Sebenarnya Carol anak yang baik dan penurut hanya saja dia selalu mengikuti dan keinginannya selulalu dipenuhi oleh Jessika makanya dia menjadi pembangkang." ucap Jonathan.


"Iya Jo sama-sama aku harap kelak Carol bisa lebih dewasa dan bisa menjalankan hidupnya lebih baik lagi." ucap Mimi.


"Emm Jo, aku dan Di'ah pamit pulang dulu sebentar lagi dokter Joan akan datang memeriksa, kabari kami bagaimana perkembangan Carol nanti." ucap Mimi.


"Iya mi, sekali lagi terimakasihnya banyak. Aku tidak tau harus membayar kebaikan mu dan keluarga mu dengan apa. Aku hanya bisa berdoa semoga kelak kehidupan kalian selalu dilimpahkan kebahagiaan." ucap Jonathan.


"Amin, makasih Jo." ucap Mimi.


"Oke Jo kami pulang dulu." ucap Mimi, Mimi dan Di'ah pun keluar dari ruangan Carol.


Jonathan merasa senang karena adiknya telah melewati masa kritis dan akan di pindahkan ke ruang rawat inap.


Keesokan harinya, Syahril dan Ryan akan pergi mencari keberadaan Jemmy. Mereka sudah mencari Jemmy ke apartemen nya tetapi Jemmy sudah tidak tinggal di sana lagi.


Syahril dan Ryan sudah mendengar kabar kalau Carol telah sadarkan diri. Ada rasa was-was pada diri Ryan saat mendengar Carol sadar.


"Kenapa pakek mesti sadar segala sih." ucap Ryan.


"Kau ini Yan, berarti tuhan masih sayang sama dia dan memberikan kesempatan sekali lagi buat dia untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi." jawab Syahril.


"Yah kalau dia sadar dan berubah kalau ndak, aisss." Ucap Ryan.


"Udah lah kita doakan saja kedepannya dia berubah, kasian brother Jo nggak ada lagi keluarga yang bisa di ajaknya bertukar pikiran." ucap Syahril.


"Yah mudahan." jawab Ryan.


Malam hari nya Syahril, Ryan, Di'ah dan Mimi pergi ke rumah sakit untuk menjenguk Carol. Awalnya Syahril dan Ryan enggan untuk melihatnya tetapi karena Mimi memaksa akhirnya mereka pun mau.


Mimi membawa parcel buah buat Carol, Carol yang sedang di suapi Jonathan terkejut kala melihat Mimi dan yang lain masuk ke dalam ruangannya.


Carol menghentikan makannya dan menunduk dalam, ada rasa takut dan penyesalan pada dirinya.


"Hai Carol, apa kabar?" sapa Mimi.


"Hai Carol." sapa Di'ah, Ryan dan Syahril selalu waspada kepada kekasihnya takut kalau-kalau Carol akan berbuat nekat lagi.


Mi dan Di'ah mendekati ranjang Carol namun tangannya di tarik oleh Syahril maupun Ryan.


Mimi mengelus tangan Syahril dan menggeleng serta tersenyum pada Syahril.

__ADS_1


Carol perlahan melihat ke arah Mimi yang sudah berada di samping ranjangnya.


"Maafkan aku." ucapnya seraya menunduk dan meneteskan air kata.


"Maafkan aku Di'ah, maafkan aku." ucapnya lagi.


"Aku sudah memaafkan mu.' ucap Di'ah, Carol menangis melihat Di'ah dan dia juga melihat ke arah Mimi.


"Aku juga sudah memaafkan kalian." ucap Mimi dengan senyum hangat.


"Makasih," ucapnya dengan menangis. Mimi memeluk Carol diikuti Di'ah, Carol yang mendapatkan perlakuan itu merasa hangat dan semakin penuh penyesalan.


"Berubah lah,asih banyak lelaki dibkuae sana yang menanti mu." bisik Mimi.


"Maafkan aku.'' ujarnya dengan mengeratkan pelukannya.


Setelah beberapa hari menjenguk Carol, Carol juga sudah diperbolehkan pulang namun Carol selalu dalam pengawasan anak buah Jonathan.


Syahril dan Ryan beserta anak buah mereka masih mencari keberadaan Jemmy yang hilang bak di telan bumi.


Saat mereka semua sedang menonton tv di apartemen nya Syahril, Ryan mengalihkan siaran tv ke berita. Alangkah terkejutnya mereka melihat berita yang barusan di tayangkan.


"Riil, beneran itu Jemmy?" tanya Ryan memastikan berita di dalam tv.


"Iya Yan, Innalilahi. Tapi sejak kapan Jemmy jadi pemakai." ucap Syahril.


"Nah itu dia, mustahil dia tewas karena OD." ucap Ryan, Mimi dan Di'ah hanya diam karena mereka berdua tidak mengenalinya.


"Tapi beritanya kan dia di temukan tewas karena OD kak." ucap Mimi.


"Iya dek, tali setau kami brother Jemmy sangat anti benda haram itu," ucap Syahril.


"Iya betul itu, dia itu kalau alkohol rajanya sama main cewek tapi kalau obat-obatan itu paling anti dia." sahut Ryan.


"Sepertinya ada yang gak beres, ayo kita kesana Yan." ucap Syahril, Ryan pun mengangguk.


"Miki ikut" seru Mimi.


"Aku juga.'' seru Di'ah


"Kalian di rumah aja." ucap Syahril.


"Iya hari juga dah malam." sahut Ryan.


"Nggak" ucap Miki dan Di'ah serentak.


"Yaudah kalau mau ikut, kalau sweater." ucap Syahril, Mimi pun mengangguk dan langsung berlalu masuk kedalam kamar Syahril mencari sweater, begitu juga dengan Di'ah.


Dua lelaki itu hanya melongo, melihat tingkah laku sang kekasih.


"Lah kok pakek sweater kakak" ucap Ryan.


"Kelamaan mau balik ke apartemen" jawab Di'ah,. Mereka berempat pun segera pergi menuju rumah sakit dimana mayat Jemmy dibawa.


Sampai dirumah sakit, terlihat orang tua dari Jemmy menangis histeris kala melihat mayat sang anak sudah terbujur kaku.


"Bibi." ucap Syahril lada ibunya Jemmy.


"Syahril, kamu tau kan kalau anak bibi bukanlah pemakai." ucapnya dengan terisak.


"Iya bi nanti aku bantu." ucap Syahril.


Mimi dan Di'ah mendekati ibu dari Jemmy, disana juga terlihat seorang gadis seumuran Ay dan ternyata dia adalah adik dari Jemmy.


Syahril dan Ryan masuk kedalam, sebisa mungkin Ryan dan Syahril akan membantu keluarga Jemmy.


Mimi selaku dokter jantung pun di pinta Syahril untuk membantu mengecek mayat Jemmy.


Saat Mimi memeriksa ada kejanggalan yang mana ada beberapa bekas suntikan dan itu tak hanya di lengan namun juga ada di leher serta dada.


Dan saat diadakan otopsi di jantung terlihat kehitaman karena ada semacam racun mematikan yang masuk kedalam tubuhnya.


Hasil otopsi pun menyatakan kalau Jemmy meninggal bukan karena OD melainkan ada racun juga yang masuk langsung ke jantung nya.


Pihak polisi pun mulai menyelidikinya karena pihak keluarga terutama sang ibu meminta keadilan karena anaknya juga merupakan tulang punggung bagi dia dan adiknya Jemmy.


Syahril dan Ryan pun mulai berselancar ke dunia satelit, mereka berdua mencoba masuk ke sistem cctv club hight class kota itu.


Mereka menyelidi siapa saja yang masuk kedalam ruangan vvip club itu.


Disana terlihat banyak cewek masuk keruangan dimana Jemmy berada dan tak lama masuk satu perempuan dengan berpakaian seksi kedalam ruangan itu.


Lima belas kemudian terlihat semua perempuan yang berada di dalam ruangan Jemmy keluar semuanya, hingga di menit serta jam berikut sampai ke jam dimana Jemmy ditemukan tewas tidak ada interaksi keluar masuk lagi.


"Siapa perempuan yang terakhir itu?" ucap Syahril dengan menzoom perempuan itu tapi naas wajah si perempuan tidak terlihat jelas.


Mimi ikut memperhatikan perempuan itu sambil mengingat siapa pemilik tubuh yang seperti perempuan itu.


Siapakah dia di next bab.


tbc


Mohon maaf sebesarnya kalau sekarang author up malam hari 🙏🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2