DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
chapter 41 Pulang kampung


__ADS_3

Amat tinggi pohon kelapa


Tinggi menjulang di atas sana


Assalamu'aikum pagi semua


Dokter jantungku menyapa kalian semua


Sungguh segarnya udara pagi


Membuat hati tenang seketika


Saat ini Dokter jantungku disini


Menemui para pembacanya


Sungguh merdu burung berkicau


Kicauan di pagi hari


Dokter jantungku Update terbaru


Updatenya di pagi hari ini


πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–πŸ’–


Kebahagian itu datang tak harus dengan gelimangan harta, berkumpul dengan keluarga adalah kebahagian terbesar yang takkan tergantikan oleh apa pun.


Seulas senyum selalu terukir di bibir, bahagia berkumpul dengan keluarga, bahagia menikmati saat-saat bersama kedua orang tua.


Sepanjang jalan terdengar alunan lagu yang di putar pak supir dan menghantarkan para penumpang ke alam mimpi di siang hari.


Mimi menikmati perjalanannya dengan melihat sisi kiri dan mana jalan. Mimi melihat sepanjang jalan masih penuh dengan hutan.


Terlintas bayangan di mata wajah orang yang terkasih, Mimi merasa merindu telah menghampirinya.


"Hmm baru beberapa jam, kenapa bayanganmu terlintas di mata dan pikiranku" Gumam mimi dalam hati.


"Apa dia sedang memikirkanku? atau sedang merindukanku?"


"Sedang apa kakak sekarang."


Mimi terus bergumam dalam hati, di rogohnya tas dan di ambilnya benda pipih yang baru beberapa jam dimilikinya dan mimi coba membuka file galeri.


Mimi melihat di file galerry tersebut ada beberapa foto Syahril dan beberapa foto Syahril dengan dirinya serta ada foto si Ay adik Mimi dengan dirinya pula.


"Hmm kapan pula kakak ambil ini foto!" Gumam Mimi.


Mimi terus memandang foto Syahril dan tanpa aba-aba tangan Mimi mengelus wajah si empunya wajah di dalam layar tersebut.


"Semoga kita dipersatukan selamanya ya kak." Mimi berdoa dalam hati semoga kelak mereka selalu dipersatukan.


Tak berapa lama mobil pun masuk ke simpang untuk masuk ke daerah rumah Mimi.


Mulai dari simpang ini maka perjalan mimi tinggal 1 jam lagi dan saatnya nanti mulai menikmati perjalan yang berdebu.



Melewati jalanan kawasan Hutan Tanaman Industri ( HTI). Yah saat ini ini sedikit lengang karena baru memasuki kawasan ini dan cuaca pun sedikit mendung.


Jika melewati kawasan ini jika tidak ada debu maka akan terlihat pemandangan yang indah, apa lagi jika di lihat dari ketinggian, disini ada sebagian area perbukitan. Tanaman HTI ini sepertinya baru berumur beberapa tahun jadi belum terlihat tinggi menjulang. Kawasan ini menanam pohon-pohon Akasia.



Mimi mencoba memotret pemandangan tersebut tapi sayang hasilnya tak memuaskan.


Setelah melewati kawasan ini nanti akan melewati kawasan perkebunan sawit.


Setelah melewati kawasan HTI kini saat nya melewati kawasan sawit, ternyata di kawasan ini debu mulai menyapa.




Sangat tebal debunya sehingga jalanan sering tak terlihat dan kendaraan di depan nyaris tak terlihat, jika tak berhati-hati disinilah sering terjadinya kecelakaan.


Perjalanan demi perjalan telah dilewati akhirnya sampai juga di loket. Mobil hanya bisa mengantar penumpang di lokasi yang bisa dijangkau, sedangkan rumah mimi masih jauh memakan kurang lebih 30-45 menit lagi dan itu memasuki kawasan perkebunan sawit lagi.


Setelah sampai loket Mimi minta antar supir ke area pasar tempat bibinya. Bibi Mimi tinggal di sini yaitu di pasar sayur yang berada di belakang, 10 menit dari loket travel.


Akhirnya Mimi pun sampai di rumah bibinya Mimi dan emaknya pun beristirahat sejenak disini menunggu bapak jemput.


Tak lama Bapak pun tiba dengan satu orang lagi untuk menjemput kami, kami pun pulang ke rumah. Mimi dan adiknya berboncengan dengan Bapak dan Emak berboncengan dengan tetangga rumah Mimi.


Di persimpangan jalan keluar pasar mamak berhenti di sebuah rumah makan untuk membeli lauk dan sayur untuk makan malam kami nanti.


Mimi menempuh perjalanan kembali memasuki perkebunan sawit selama 30 menit untuk sampai dirumahnya. ( maaf foto lupa ambil sewaktu berkunjung ke desa lama β˜ΊπŸ™πŸ™).


Setelah sampai rumah Mimi beristirahat sejenak menghilangkan rasa penat nya sebelum dia pergi untuk mandi. Setelah di kiranya penat sedikit berkurang Mimi pun beranjak pergi untuk mandi.

__ADS_1


Tak berselang lama suara adzan maghrib pun datang, saatnya semua kaum muslimin dan muslimah menjalankan perintah Illahi.


Habis menjalankan perintah Illahi Mimi dan keluarga menyantap makan malam dengan lauk yang di beli emak tadi.


Sehabis makan Mimi dan yang lain menonton TV, Mimi lupa memberitahu Syahril kalau dia sudah sampai.


Syahril yang berada di kamar nya merasa gelisah karena belum mendapat kabar dari sang pujaan hati yang sudah mengobrak-abrik relung hatinya.


"Duh dek dah isya gini belum ada kabar dari kamu." Gumam Syahril yang sedari tadi mondar mandir di dalam kamarnya.


Syahril terus melihat layar HP nya berharap sang kekasih menghubunginya namun tak ada juga notifikasi menyatakan sangat pujaan hati menghubunginya makasih dia mencoba untuk menghubungi berkali-kali.


"Kemana sih dek, dari tadi di hubungi ndak di angkat-angkat." Syahril terus mencoba menghubungi Mimi namun hasilnya nihil tak ada jawaban dari Mimi yang ada operator yang selalu setia menjawab.


Mimi sedang asik menonton bersama keluarganya dan HP nya berada dalam tas, jam sudah menunjukkan jam 9 malam, disaat sedang bercanda dengan adiknya Emak Mimi teringat apakah Mimi sudah memberikan kabar kepada Syahril dan akhirnya emak pun bertanya.


"Mi, sudah kasih tau Syahril kalau kita sudah sampai?" Tanya emak.


Mimi mendengar nama Syahril diapun berhenti bercanda sama adiknya.


"Eh iyo belum mak, lupa." Jawab Mimi dan Mimi pun langsung berdiri dan masuk kedalam kamarnya.


Emak yang melihat kelakuan anak sulungnya hanya menggelengkan kepalanya.


Mimi langsung mengambil HP nya didalam tas, dan Mimi langsung melihat dan betapa terkejut nya Mimi begitu banyaknya panggilan tak terjawab dari Syahril dan Mimi cek di aplikasi WA juga ada beberapa pesan dari Syahril, Mimi pun langsung buka pesan itu untuk membaca pesan itu satu persatu namun Mimi segera urungkan dan langsung menelpon Syahril.


Tut tut tut tut ( nada dering berbunyi dan tertulis di layar berdering pertanda kalau di seberang sana aktif)


Tak lama Mimi melihat panggilannya diterima.


πŸ“±"Hallo assalamualaikum kak." ( hening tak ada jawaban).


πŸ“±"Hallooo Assalamu'alaikum." Mimi mencoba kembali tapi masih hening.


Mimi lihat layar hp dan bergumam "Sambungan masih tersambung kok, tapi kenapa ga ada suaranya."


Gumaman Mimi terdengar oleh Syahril dam Syahril menahan tawanya. Yah Syahril ingin mengerjai Mimi karena dia kesal sedari tadi dia telpon gak di angkat-angkat.


Mimi mencoba memanggil Syahril kembali via telpon WA nya.


πŸ“±"Hallo kak, kaak, halloo." ( Gak ada sahutan juga, berulangkali mimi mencoba tetap sama dan membuat mimi kesal sendiri).


"Hmm kemana sih, padahal masih tersambung panggilannya." Mimi bergumam dengan kesal.


Syahril dengan setia mendengarkan dalam diamnya dan menahan tawanya.


"Ah coba sekali lagi kalau gak di jawab baru di putus panggilannya." Gumam Mimi yang duduk di atas kasurnya.


Disaat Mimi akan tutup panggilan terdengar sahutan balasan salam Mimi.


πŸ“±"Waalaikumsalam."


Syahril menjawab telpon Mimi. Mimi yang mendengar suara Syahril sangat senang dan tersenyum.


πŸ“±"Kak, kakak sudah tidur?" Tanya Mimi.


πŸ“±"Hmm." Syahril hanya berdehem.


πŸ“±"Kak, beneran kakak sudah tidur?" Tanya mimi kembali.


πŸ“±"Hmm." Syahril berdehem lagi.


πŸ“±"Ih dari tadi ham hem ham hem, yaudah Mimi matikan ya kalau kakak mau tidur." Ucap Mimi jengkel.


πŸ“±"Oh gitu." Jawab Syahril dan diapun bergumam dalam hati "Dasar gak peka amat, gak tau orang dari tadi nungguin."


πŸ“±"Hmm." Mimi berdehem.


Suasana hening satu sama lain.


πŸ“±"Kak, kakak masih disana?" Tanya Mimi.


πŸ“±"Kenapa?" Syahril bukannya menjawab malah balik nanya ke Mimi.


πŸ“±"Kakak kenapa sih?" Tanya Mimi.


πŸ“±"Menurut adek kenapa?" Tanya Syahril balik.


πŸ“±"Ih bukannya jawab malah balik nanya terus dari tadi." Jawab mimi kesel.


πŸ“±"Terus." Syahril jawab asal.


πŸ“±"Terus, terus apa?" Tanya Mimi gak paham.


πŸ“±"Ah udah lah, dari tadi kakak gak jelas amat, udah ngejawab lama sekali jawab ham hem ham hem sekarang malah terus terus apaan?" Ceroboh Mimi.


Syahril yang mendengar ingin rasanya ketawa tapi dia kesal kok ada cewek yang gak peka gini.


πŸ“±"Berapa lama?" tanya Syahril.

__ADS_1


πŸ“±"Maksudnya?" Tanya Mimi balik karena tidak paham dengan pertanyaan Syahril.


πŸ“±"Iya berapa lama?" Tanya Syahril kembali.


πŸ“±"Maksudnya apa kak?" Tanya Mimi masih tidak paham dengan Syahril.


πŸ“±"Berapa lama menunggu kakak menjawab?" Tanya Syahril.


πŸ“±"Ya lumayan lama la." Jawab Mimi.


πŸ“±"Lumayan ya, seberapa lumayan?" Tanya Syahril.


πŸ“±"Mungkin 10 menit." Jawab Mimi asal.


πŸ“±"10menit ya, hmm lama ya segitu?" Sindir Syahril.


πŸ“±"Iya." Jawab Mimi


πŸ“±"O gitu, 10 menit lama dan kesel sama kakak?" Ucap Syahril dan kembali bertanya.


πŸ“±"Iyalah lama, di halo haloin gak nyahut." Jawab Mimi dengan kesal.


πŸ“±"Seberapa lama dengan kakak?" tanya Syahril.


πŸ“±"Maksud kakak?" Tanya mimi balik.


πŸ“±"Iya seberapa lama dengan kakak?" Tanya Syahril kembali dengan penuh penekanan.


deg Mimi merasa berdegup dadanya dan Mimi baru menyadari akan kesalahannya.


πŸ“±"Kenapa ndak jawab?" Syahril bertanya dan Mimi hanya terdiam.


πŸ“±"Ayo jawab berapa lama?" Tanya Syahril penuh penekanan.


Mimi baru tersadar kalau sebenarnya kesalahan Syahril tak sebanding dengan kesalahan yang ia buat, walau pun itu tanpa disengaja.


πŸ“±"Maaf kak, Mimi lupa." Jawab mimi penuh kehati-hatian takut salah jawab.


πŸ“±"Lupa!" Jawab Syahril.


Lama Mimi terdiam dan akhirnya dia pun. menjawab seadanya.


πŸ“±"I Iya maaf, Mimi benar-benar lupa kak." Jawab Syahril.


πŸ“±"Ck, sebelum berangkat sudah kakak bilang berkali-kali kalau sudah sampai kasih tau kakak, baru terhitung jam sudah lupa?"


πŸ“±"Iya maaf kak. Mimi benar-be. " jawab Mimi belum selesai langsung di potong Syahril.


πŸ“±"Lupa, haha baru Hitungan jam dah lupa pesan, apa lagi kalau lama lupa sama orangnya, atau emang di hati adek tidak ada kakak disana hah." Syahril tersulut emosi.


"Deg" Mimi merasa menohok dan tersudut dengan segala ucapan Syahril, Mimi hanya bisa diam dalam penyesalannya.


πŸ“±"Benarkan gak ada kakak di hati adek?" Syahril merasa frustasi karena Mimi diam tak menjawab.


πŸ“±"Aisss.. Jadi selama ini benar kalau adek tidak menganggap kakak hah, jawab!" Syahril terus menghujani pertanyaan kepada Mimi.


πŸ“±"Ma maaf kak, Mimi benar-benar lupa." jawab mimi dengan suara serak karena menahan isak tangis yang akan keluar.


πŸ“±"Ais sudah lah, kakak mau tidur assalamualaikum." Ucapan Syahril dan langsung mematikan sambungan telpon.


πŸ“±"Waalaikumsalam" Mimi menjawab salam Syahril dan derai air mata sudah membasahi pipi nya.


Mimi merasa sesak di hatinya, baru kali ini Mimi mendengar ucapan Syahril yang terbilang sedikit meninggi, Mimi paham pasti Syahril marah dengannya karena diapun merasakan sebelumnya lama Syahril menjawab telponnya saja dia juga sudah merasa kesal.


Mimi tersadar kalau dia belum menjalankan sholat isya dia pun keluar kamar dan menuju kamar mandi untuk mengambil wudhu.


Setelah ambil wudhu Mimi segera masuk kamar dan dia bentang sajadah serta mengenakan mukena.


Disaat membaca niat sholat Mimi merasa tidak tenang karena ucapan Syahril terngiang di telinganya.


Mimi mencoba membaca niat kembali tapi tetap sama, akhirnya Mimi menarik nafas dalam dan menghembuskan secara kasar.


Mimi urungkan sholatnya dan diapun mengambil HP dan dia mengirim WA ke Syahril.


Apa ya isi pesan nya, yuk terus baca dokter jantungku.


Sayur pakis dimasak gulai


Gulainya pedas sekali


Sampai disini dulu bab Dokter Jantungku kali ini


Ikutin terus alur ceritanya disini


JANGAN LUPA DUKUNGAN DAN JEJAK KALIAN YA


VOTE


RATE ⭐⭐⭐⭐⭐

__ADS_1


LIKE❓❓❓❓❓


KOMEN


__ADS_2