
Hai Riders Dokter Jantungku makasih telah setia membaca karya authore dan makasih masih setia menanti update terbarunya.
Cuss di baca kembali
***
"Mana Bimo?" tanya Rahman kepada semua anggota yang berada di base camp.
Mereka yang ditanya pun langsung celingak-celinguk mencari keberadaan Bimo yang ternyata sedari semalam mereka tak melihatnya bahkan mereka sampai lupa keberadaannya.
Mereka semua menggelengkan kepala karena tidak mengetahui keberadaan Bimo.
"Apa mungkin Bimo ketangkap juga?" Tanya Fandi.
"Gak mungkinlah bang," Jawab Boim.
"Iya gak mungkin kalau ketangkap pasti kami tahu." ucap Bogem dan di anggukin sama Adi.
"Terus kemana dia?" tanya Rahman.
"Apa semalam dia ada di arena?" tanya Rahman kembali.
"Setau ku dia gak ada bang di arena semalam." Ucap Fandi.
"Iya semalam gue juga gak liat tuh bocah." Sahut Amir.
"Atau jangan-jangan dia yang melapor lagi.'' ucap salah satu anggota geng.
"Bisa jadi," ucap yang lain.
Mereka berasumsi di pemikiran masing-masing karena hingga siang hari mereka tidak melihat keberadaan Bimo.
Rahman dan yang lain berupaya mencoba menghubungi ponsel Bimo namun semua nihil nomor MJ di tuju berada di luar jangkauan atau sedang tidak aktif.
Sedangkan Bimo masih tak sadarkan diri di sebuah rumah sakit yangbtaknjaub dari arena balap mereka.
Iya Bimo mengalami kecelakaan disaat dia akan menyelamatkan diri dari polisi, bukan hanya sekedar kecelakaan biasa namun kecelakaan yang disabotase oleh Anita.
Sewaktu Bimo berlari ke arah motor yang diparkirkan sedikit jauh dari arena balap tersebut Anita melihatnya.
Bimo terlambat menuju arena karena dia masih bertugas disebuah umah sakit yang tak seberapa jauh dari arena tersebut. sewaktu dia menuju arah arena dia tidak mendapat celah untuk memarkirkan motornya sehingga dia memarkir kan sedikit jauh dari arena dan karena dia memarkirkan jauh tersebut lah dia tanpa sengaja le at dimana Anita dan geng berada.
Anita yang melihat Bimo langsung menancapkan gas ke arah Bimo sehingga Bimo terserempet oleh mobil Anita.
Bimo di temukan oleh warga setempat dalam keadaan tak sadarkan diri karena kepala Bimo terbentur trotoar jalan.
Geng motor yang dipegang oleh Rahman anggota nya bukan lah sembarangan orang. Anggota di geng ini sebenarnya mereka memiliki pekerjaan tetap bahan sebagian dari mereka adalah mahasiswa dan sedikit pelajar.
Semenjak Syahril masuk ke geng ini mereka lambat laun berubah yang awalnya bagi mereka kehidupan ini hanya untuk kesenangan dunia semata tapi kini mereka menanamkan aqidah di dalam geng mereka.
Setiap hari Jumat mereka selalu pergi ke yayasan anak yatim dan menggalang dana sesama anggota untuk diberikan di yayasan tersebut. Mereka jugambuka rumah singgah untuk anak-anak jalanan dan setiap sore mereka yang tidak berkerja menyempatkan diri untuk mengajarkan sedikit ilmu kepada anak-anak tersebut.
Setiap sebulan sekali mereka mengadakan touring antar kota bldan setahun sekali mereka touring antar propinsi.
Sore harinya Bimo tersadar dan disaat mengerjapkan mata yang dia lihat kamar bercat hijau dan tangan yang sedang terinfus.
Tak berselang lama Bimo sadar perawat masuk untuk ngecek keadaannya karena melihat Bimo telah sadar perawat menghubungi dokter agar Bimo segera diperiksa lebih lanjut.
Dokter tiba di kamar Bimo dan langsung memeriksanya.
"Maaf Dok, kok saya berada di rumah sakit." Ucap Bimo.
"Iya semalam bapak di bawa oleh warga setempat kesini karena warga melihat bapak pingsan di pinggir jalan." Terang Dokter sambil menempelkan stetoskop ke dada Bimo.
"Baiklah pak semua baik-baik aja." Ucap Dokter " Atau bapak ada keluhan saat ini?" tanya Dokter pula.
"Tidak Dok, hanya kepala saya sedikit pusing." Jawab Bimo.
"Oh kalau pusing itu disebabkan kepala bapak yang terbentur setelah banyak istirahat nanti akan kembali baik." Ucap Dokter.
"Apa saya sudah boleh pulang Dok?'' tanya Bimo.
"Maaf pak untuk sementara bapak istirahat disini dulu untuk memastikan keadaan kepala bapak yang terbentur." Terang Dokter.
"Emma maaf Dok, apa dokter melihat ponsel saya?"
"Emm kalau itu saya kurang tau pak, oh ya sis apa kau melihatnya?" Ucap dokter dan tanyanya kepada suster yang berada di ruangan tersebut.
"Maaf Dok saya juga kurang tau karena semalam bukan shift saya, nanti saya coba tanyakan kepada teman yang lain." Jawab suster.
"O ok… baik lah pak kalau begitu saya permisi dahulu dan jangan lupa minum obatnya secara teratur." Ucap Dokter dan dokter pun keluar dari ruangan.
Back to base camp
Hingga sore bahkan sampai malam hari mereka semua belum juga dapatkan kabar dari Bimo. Sampai Hendra datang ke rumah sakit tempat Bimo kerja pun teman sejawatnya tidak tau dimana Bimo berada dan kebetulan hari ini Bimo off kerja.
Pagi hari mentari menampakan sinarnya di muka bumi teka teki kehidupan terus berjalan orang tua Syahril berada di rumah kakek dan neneknya Syahril.
Mereka menceritakan kejadian yang menimpaku anaknya, seperti biasa kakek Syahril selalu menyalahkan Ummanya Syahril.
''Ini semua karena didikan mu yang tidak becus," Ucap sang kakek.
"Bah, jangan salahkan Aisyah bah." Ucap Abahnya Syahril.( Aisyah Khumairah nama Ummanya Syahril dan ayahnya bernama Syarif Hidayatullah)
"Kau selalu belo dia Syarif ( kau selalu bela dia Syarif)." ucap sang kakek.
__ADS_1
"Bah bukan Syahrif membela, bukannya Syahril dari Usia 5th sudah bersama Abah disini.'' Ucap Abahnya.
"Oh jadi kau menyalahkan Abah gitu." Ucap sang kakek.
"Bukan begi.." Baru abah Syahril berucap dipotong oleh Salman Adik nya bah Syahril Abah dari Ryan.
"Udah lah bah, Abang.. saat ini kita harus cari solusi bagaimana caranya kita membebaskan Syahril." Ucap Salman.
"Gimana Rif?" Ucap abah Syahril kepada Arif adiknya ayah dari Andri
"Menurutku ini sangat sedikit rumit Bang, karena barang bukti ada di motor Syahril." ucapnya.
Disaat mereka sedang berdiskusi terdengar salam dari luar.
"Assalamualaikum."
"Waalaikum salam."
Ternyata yang datang adalah emyr elsadiq anak pertamanya dari Syarif dan Aisyah.
"Bah," Ucapnya dan menyalami Abah, Umma , kakek nenek dan paman-pamannya.
El pun duduk di samping Umma nya dan memeluk Ummanya yang masih terdengar sisa Isak tangisnya.
"Sabar ya Umma insya Allah adek baik-baik aja." Ucapnya
"Jadi macam mana Bah, apa penyelidikan sudah menemukan titik terang." Ucap El.
"Itulah Nak, pihak kepolisian belum menemukan bukti akuratnya." Ucap Abah.
"Itu karena Umma mu yang selalu memanjakan anaknya." ucap kakek.
"Tok, sudahlah jangan nak salahkan Umma terus mungkin ini cobaan buat Kito semuo. ( Tok\=kakek )" Ucap El kepada kakeknya.
Entah apa penyebab nya kedua orang tua Syarif tidaknm nyukai Aisyah.
"Semalam Abang sudah minta bantuan Samo kawan Abang Bah, insya Allah kawan Abang bison membantu mencari bukti yang akurat." Ucap El.
"Iyo semoga segera dapat titik terangnya, kasian adik kau El." Ucap Paman nya.
Waktu terus berlalu Syahril sudah 4 hari di tahanan dan penyelidikan masih terus berlanjut. Begitu pula dengan Bimo dia pun sudah boleh pulang.
Disaat Bimo sudah dinyatakan boleh pulang oleh pihak rumah sakit Bimo tak langsung pulang ke rumahnya m lain-lain dia langsung ke lokasi dekat arena untuk mencari ponselnya.
Iya disaat warga membawanya ke rumah sakit warga tidak melihat ponsel Bimo. warga hanyabawa motor Bimo ke rumah sakit.
Bimo telah sampai ke tempat saat dia memarkirkan motornya dan tak disangka di sana juga ada Rahman Riko dan Rahmat.
Riko yang terlebih dahulu melihat Bimo langsung menghampirinya dan memberi bogeman mentah ke Bimo, Bimo yang tidak tau jika ada teman-temannya tak sempat mglak bogeman itu.
"Lepas bang, biar gue habisi nih anak.'' ucap Riko.
Rahmat membantu Bimo untuk berdiri.
"Apa-apaan Lo Ko main bogem gitu." Ucap Bimo dengan bibir yang sudah mengeluarkan darah akibat bogeman Riko.
"Elo yang apa-apaan elo kan yang melapor ke polisi tempat dimana kita adakan balapan." Ucap Riko.
"Apa maksud Lo Hah'' Ucap Bimo.
Riko yang sudah kalap mata ingin menghajar Bimo lagi namun Rahman dengan sigap langsung memegang tangannya.
"Sudah sudah." Ucap Rahman melerai mereka berdua.
"Bimo kamu kemana aja 4 hari ini, apa kamu tahu kalau Syahril di tahan?" Ucap Rahman.
" Apa bang? Syahril di tahan?" Ucap Bimo gak percaya.
"Iya Syahril ditahan sampel saat ini." jawab Rahmat.
"Tapi kenapa selama ini? Biasanya sehari atau dua hari dibebaskan." Ucap Bimo.
"ya itu karena Lo kan yang lapor ke polisi." Ucap Riko.
"Lapor polisi?" ucap Bimo heran.
"Iya elo yang lapor ke polisi." ucap Riko
" Maaf Ko, gue gak ada lapor polisi." Ucapnya .
"Jika bukan Lo siapa hah! Dan dimana Lo waktu tu malam." Ucap Riko
"Tunggu tunggu maksud Lo apa ko!" ucap Bimo.
"Ya Bimo anak-anak menduga kalau elo yang lapor polisi perihal balapan kita." terang Rahmat.
" Iya Bimo Lo kemana malam itu?" ucap Rahman.
"Sorry bang Rahman, bang Rahmat ini salah paham." ucap Bimo.
"Salah paham apa!". Ucap Riko.
"Ko sabar coba Lo jelasin Bim." Ucap Rahman.
"Ayo bang kita ke kedai kopi depan itu dulu." kata Bimo dan mereka pun pergi ke kedai kopi dan langsung pesan kopi.
__ADS_1
" Jadi gimana Bim?" Ucap Rahman.
"Iya bang waktu malam itu gue masih dinas di rumah sakit karena ada pasien kecelakaan, nah saat udah selesai gue langsung menuju lokasi tapi saat sampe gue gak dapat tempat parkir jadi gue balik kebelakang dan markirin motor gue di depan situ." Ucap Bimo sambilenunjuk ke arah tepat motornya yang terparkir.
Huhhh Bimo menarik nafasnya sebelumnya menceritakan selanjutnya disaat akan menceritakan pesanan mereka telah tiba dan pramusaji melihat muka Bimo pin menayain kabarnya.
"Ini mas kopinya." Ucapnya dan menyajikan kopi tersebut .
"Loh inikan mas yang kecelakaan tempo hari bukan?" Tanya nya kembali saat melihat wajah Bimo.
Rahman, Rahmat dan Riko menatap ke pramusaji dan Bimo secara bergantian. Bimo yang tau maksud dari sahabatnya pun hanya menganggukkan kepalanya.
"Iya mas, makasih sebelumnya sudah membantu saya dan membawa saya ke rumah sakit." Ucap Bimo.
"Sama-sama mas kota sesama manusia wajib tolong menolong."Ucap pramusaji tersebut " oh ya mas silahkan di minum maaf saya kembali berkerja lagi." pamit nya.
Ketiga sahabat Bimo melihat ke arahnya meminta penjelasan dari yang dimaksud pramusaji tadi.
"Ok sabar gue ceritain" Ucap Bimo sambil menyeruput kopinya.
"Malam itu setelah gue markirin motor gue langsung menuju ke arena dan saat gue menuju ke arah kanan itu gue mendengar ada yang bicara ingin menjatuhkan Syahril." Ucap Bimo.
Riko dan yang lain melongo "Siapa?" ucap Riko.
"Iya siapa Bim?" Tanya Rahman.
"Anita." Jawab Bimo.
"apaa'' ucap mereka bertiga.
"Iya Anita yang merencanakan semua itu." Ucap Bimo.
"Apa termasuk dengan barang itu juga?" Tanya Riko.
"That right." ucap Bimo.
"Sialan." ucap Riko penuh emosi.
"Tapi gimana caranya kita m mberitahu polisi dan membebaskan Syahril." Ucap Rahmat.
"Iya, bahkan kita gak punya bukti kuat sedangkan polisi memiliki barang bukti tersebut. ucap Rahman.
"Sebenarnya gue ada buktinya." ucap Bimo.
"Terus mana Bim, ayo kita setahun ke polisi segera agar semua ini cepat di tuntaskan." ucap Rahman.
"Masalahnya itu hp gue hilang." ucap Bimo sambil menghembuskan nafasnya kasar.
Huhhh deru nafas mereka semua.
"Terus apa yang harus kita lakukan, mana abangnya Syahril terus ngubungi gue lagi." ucap Rahman.
"Abang kenal sama Abang nya Syahril?" ucap Bimo.
"Iya gue kenal ternyata abangnya Syahril temen kuliah gue dulu." terang Rahman.
"Oh ya terus Lo kesini mau ngapain Bim." Tanya Rahmat.
"Nah kan gue jadinluoabtujuan gue kesini buat apa. Ah udahlah gue mau kemana dulu." Ucap Bimo berlalu keluar dari kedai kopi dan berlari keseberang jalan menuju motor yang diparkirnya.
Rahman melihat Bimo lari dia langsung beranjak untuk menyusul Bimo dan tak lupa dia membayar kopi semuanya.
Setelah sampai di tempat motor terpakir Bimo langsung mencari ponsel nya di setiap rerumputan yang ada di sana.
"Lo cari apaan Bim." ucap Riko.
"Gue nyari ponsel gue mana tau jatuh disekitar sini." Ucap Bimo dan merek pun menyusuri setiap rerumputan dijalan tersebut hingga berakhir dimana Bimo terkahir berdiri.
Disaat Rahman sedang mengais-ngais rerumputan yang di pijaknya dengan kaki tak sengaja di menendang benda dan ternyata itu adalah ponsel Bimo.
"Bim, ini bukan ponsel Lo." Ucap Rahman.
"Ah iya bang ini ponsel gue Alhamdulillah.'' ucapnya dan mereka pun kembali ke arah kendaraan mereka masing-masing dan kembali ke base camp.
Sesampai di base camp seperti biasa jika sore hari mereka beramai berkumpul dan disaat mereka melihat ada Bimo di sana mereka semua langsung berdiri hendak mengeroyok Bimo namun Rahman langsung memberi instruksi melalui tangannya.
Bimo masuk kedalam base camp dan mecharger ponsel yang telah mati dayanya.
"Semoga aja ponsel Lo gak rusak Bim." aucao Riko penuh harap.
"Semoga aja." Ucap Bimo.
Sedangkan yang lain melihat Bimo dengan tatapan tajam dan meminta penjelasan. Akhirnya Rahman pun menjelaskan semuanya.
Hai Riders jangan lupa dukungannya ya..
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
🎆🎆MAKASIH🎆🎆
__ADS_1