
"Ah berisik Lo pada, siapa lagi nih chat wa tak ada namanya." ucap Syahril dan membuka chat wa dari no yang tak dikenal.
π² "Assalamualaikum dek, ini no Abang."
π²"waalaikum salam, maaf abang siapa ya?" Mimi
π² "Bang Adit dek.'' Adit ( "Pantang menyerah juga nih orang rupanya," umpat Syahril )
π²"Oo bang Adit kok no baru?" Mimi
π²"No Abang lama ndak bisa chat adek." adit
π²"Loh kok bisa bang." Mimi
π²"Mungkin adek blokir no abang." adit
π²"Ah masa iya bang, perasaan Mimi ndak ada blokir." Mimi
π²"iya dek, makanya Abang pakek no baru." Adit
π²"Oo" Mimi.
π²"Kok cuma O aja, Lagi apa dek?" Adit.
π²"Ya Mimi Ndak tau mau ngomong apa, lagi ngerjain tugas." Mimi.
π²"Abang kangen sama adek." Adit ( "Gila nih orang kangen sama cewek gue." Umpat syahril)
π²"Hahaha" Mimi
π²"Lah kok ketawa dek" Adit
π²"Maaf bang, Mimi dah punya cowok." Mimi
π²"Biarin adek punya cowok sebelum janur kuning melengkung Abang akan kejar." Adit ( "Ndak akan kubiarkan itu." Gumam Syahril )
π²"Udah lah bang lupain Mimi." Mimi
π²"Ndak bisa dek" Adit
π²"Kenapa?" Harus bisa!" Mimi
π²"Ndak bisa dek, wajah adek selalu terbayang." Adit
π²"Niatkan" Mimi
π²"Abang ndak mau." Adit
π²"Harus mau bang, masih banyak cewek yang lebih baik dari Mimi." Mimi
π²"Emang adek ndak punya rasa ya sama abang." Adit.
π²"Mimi suka sama Abang, tapi cuma sebatas teman." Mimi
π²"Tapi Abang mau lebih dek, Abang mau adek jadi pacar Abang kalau perlu adek jadi istri abang." Adit ( "Sialan Lo" umpat Syahril)
π²"Sudah lah bang, lupakan Mimi dan carilah cewek lain." Mimi
π²"Ndak akan bisa dek." Adit
π²"Udah ya bang Mimi mau nyelesein tugas. Assalamualaikum."
π²"Sebegitu nya dek, waalaikum salam." Adit
"Makanya jangan sok kecakepan Lo" Syahril terus mengumpat.
"Lo kenapa sih Riil dari tadi ribut mulu." Ucap Ryan.
"Iya belajar lagi besok kita ujian Riil." Rudi menimpali.
"Lagi ndak mood gue." Jawab Syahril dan masih mengotak ngatik hp Mimi.
"No siapa lagi ini, pasti nih dia lagi pakek no baru." Gumam Syahril dan membuka chat no baru lagi.
π²"Assalamualaikum dek, makin cantik aja dek"
π²"Ini bang Adit dek, pasti no Abang kemaren adek blokir lagi." Adit
"Tuh kan dia lagi, gak bosan-bosannya dia." Gumam Syahril.
"Yang blokir no Lo itu gue dodol." Umpat Syahril.
π²"Dek, Abang rindu melihat adek."
π²"Dek, kok Ndak di balas, lagi sibuk belajar ya?"
π²"Yaudah selamat belajar ya, assalamualaikum.
Sesampainya adit di rumah adit sangat bahagia setelah bisa melihat Mimi walau ketemu tak sengaja di mall, diapun mengambil hpnya dan mencoba kirim pesan wa ke Mimi.
π²"Assalamualaikum dek, Abang senang. Bisa melihat wajah dan senyum adek lagi."
π²"Kok malam dek belanjanya."
π²"Itu orang tua adik ya?"
"What!!! Jadi tadi mereka ketemuan." Syahril berucap dengan keras dan menggebrak mejanya.
"Lo kenapa sih Riil, dari tadi tingkah Lo ndak jelas gitu." Hardik Andri.
"Iya bukannya belajar malah bukain hp Mimi." Ucap Rudi.
Syahril tak bergeming dia tetap membaca isi wa tersebut.
π²"Dek, kok ndak pernah balas wa Abang."
π²"Abang sangat merindukanmu dek selama ini dan abang senang bisa melihat senyuman adek tadi."
π²"Abang sangat bahagia malam ini kerinduan Abang terobati dengan melihat adek tadi."
π²Maafkan Abang tak bisa melupakanmu"
π²"Semakin melupakan adek semakin bayangan adek tak mau pergi dari otak Abang."
"Dasar gombal nih orang." Umpat syahril
π²"Dek, balas dong sekali aja."
π²"Mimi I love you forever, i miss u my beat heart."
"Ngelunjak nih orang." Umpat Syahril
Syahril merasa tak tenang hati dia terus berpikir negatif tentang Mimi, dia menyangka kalau Mimi janjian ketemu sama Adit sewaktu mereka belanja di mall tadi.
Syahril merasa tak tenang dan dia gusar tak tentu arah.
__ADS_1
"Riill Lo kenapa?" Tanya Ryan yang melihat Syahril gusar.
"Ya Riil cerita,ada apa?" Lanjut Andri
"Nih Lo baca." Jawab Syahril dan menyerahkan hp Mimi ke Ryan dan Ryan pun membaca nya
Setelah Ryan membaca Andri mengambil hp tersebut dari tangan Ryan dan ikut membaca isi wa Adit barusan, begitu pula Rudi.
"Berarti mereka tadi ketemuan di mall." Ucap Syahril tiba-tiba.
"Jangan suudzon dulu Riil," lebih baik tanyakan baik-baik sama Mimi." Ucap Andri
"Iya Riil, jangan berprasangka dulu dan jangan lagi kau buat Mimi seperti kemaren-kemaren." Ucap Ryan mengingatkan Syahril dengan sikapnya sebelumnya.
"Aku yakin Mimi tidak janjian ketemuan sama dia, apa lagi hp nya kan ditangan Lo." Rudi menimpali.
"Bisa aja Rud, sebelum kita berangkat dia kerumah Di'ah." terang Syahril yang berargumen sendiri.
"Maksud Lo, Lo nuduh Mimi memberitahu dia lewat hp Di'ah gitu?" Ucap Ryan.
"Iya bisa jadi." Ucap Syahril.
"Riil, jangan gegabah lagi, jangan kau diamkan Mimi lagi dan malah membukakan celah lagi buat Adit dekat dengan Mimi." Andri mencoba menasehati Syahril.
"Achhh entah lah." Ucap Syahril marah dengan menarik rambutnya.
Terdengar suara mengaji dari masjid menandakan waktu subuh sudah dekat.
"Yaudah, kita mandi dan pergi sholat ke masjid." Ucap Andri yang berlalu mengambil handuk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk mandi.
"Riil, tanyakan baik-baik sama Mimi, aku yakin dia tak kan melakukan itu." Ucap Ryan menasehati dengan menepuk bahu Syahril.
"Iya Riil, aku juga yakin Mimi tak akan melakukan apa yang kau tuduhkan, walau pun seandainya mereka bertemu pasti bertemu secara tak sengaja Riil, itu tempat umum." Rudi menimpali dan membenarkan ucapan Ryan.
"Dan ya kenapa kau sangat marah sama Adit?" Tanya Rudi
"Iya Riil, kenapa sebegitu nya kau marah sama dia, apa lagi aku lihat sendiri sewaktu di bioskop itu." Ucap Ryan.
Syahril masih diam, amarah dan kecemburuan masih menyeruak di hatinya.
"Udah sana mandi lagi, biar segar," ucap Andri yang baru keluar dari kamar mandi dengan rambut yang masih basah.
"Yaudah Riil sana kau mandi lagi, kau basah tuh kepala biar dingin." Canda Rudi dan memberikan handuk kepada Syahril, Syahril pun langsung beranjak masuk ke dalam kamar mandi.
Di kamar mandi Syahril menghiraukan shower nya dan dia berdiri di bawah shower tersebut dengan terus mengusap wajah dan kepalanya dengan kesal.
Tak lama Syahril masuk kamar mandi hp Mimi bergetar, Ryan yang melihat no tanpa nama dan no itu yang wa Mimi dia pun mengangkat nya.
π±"Hallo assalamualaikum dek, Alhamdulillah hp adek aktif." Ucap Adit .
Yah Adit selalu mengecek hp nya berharap ada pesan masuk atau pesan yang dikirimnya ke Mimi terkirim dan terbaca. Setelah melihat semua pesannya terkirim dan terbaca dia langsung bahagia dan langsung menelpon Mimi, tapi dia tak tau kalau saat ini hp bukan di tangan Mimi
π±"Waalaikum salam." Jawab Ryan
π±"Maaf ini siapa?" Tanya Adit ketika mendengar yang menjawab teleponnya suara laki-laki.
π±"Maaf bang, saya Ryan teman Mimi dan Syahril." Jawab Ryan
π±"Kenapa hp Mimi ada sama kamu?" Tanya Adit
π±"Tidak perlu abang tau, cuma saya minta tolong sama Abang jangan ganggu Mimi lagi.'' jawab Ryan.
π±"Emang ada hak apa kamu melarang saya.'' ucap Adit ketus.
π±"Itu bukan urusan dan hak kamu." Ucap Adit.
π±"Itu urusan saya bang kalau Abang merusak hubungan kedua sahabat saya." Ucap Ryan.
π±"Sekali lagi saya bilang Abang jangan lagi mengganggu Mimi, dia sudah punya cowok." Ucap Ryan
Tut.... Ryan mematikan Sambungan telpon sepihak
"Gila, kelihatannya memang si Adit sangat menyukai Mimi." ucap Ryan sehabis mematikan panggilan telpon dari Adit.
"Siapa yang ndak suka sama Mimi." sahut Rudi dengan menggosok rambutnya yang basah pakai handuk.
"Mimi itu manis siapapun yang melihatnya pasti ndak jemu untuk memandangnya." lanjut Rudi sambil duduk di atas kasur.
"Dah mandi Lo Rud?" tanya Andri yang telah siap dengan baju Koko dan sarung dan peci di tangannya.
"Udah mandi di bawah gue, lama nungguin Syahril mandi." ucapnya dan mengambil sarungnya.
Tak lama Syahril keluar kamar mandi dengan fresh dan handuk masih dililit di pinggang diapun langsung menuju lemari untuk mengambil pakaiannya.
Ryan yang melihat Syahril sudah keluar diapun langsung lari menuju kamar mandi untuk mandi. Setelah lima belas menit Ryan teriak dari kamar mandi.
"Ndri, tolong ambilkan handuk gue." teriaknya.
"Lah emang Lo gak bawa handuk apa?" balas Andri dari luar.
"Lupa gue." ucap Ryan dengan menongolkan kepalanya.
"Bentar," ucap Andri yang langsung menyambar handuk di jemuran handuk dan menyerahkan ke Ryan. "Nih" ucapnya lagi.
"Makasih" jawab Ryan dan diapun menutup pintu kembali untuk melilitkan handuknya dan segera keluar ketika suara adzan telah bergema.
Syahril dan yang lain sudah siap dan segera hendak turun ke bawah dan meninggalkan Ryan yang baru memakai bajunya.
"Woi tungguin napa." seru Ryan dengan buru-buru memakai baju Koko dan memakai sarungnya.
"Buruan." seru Andri yang sudah berada di anak tangga.
Setelah Ryan telah sampai ke teman-teman nya mereka pun bareng berangkat ke masjid.
Sehabis sholat Subuh mereka melanjutkan untuk menghafal mata pelajaran yang akan diujikan hari ini.
Syahril tidak fokus untuk menghafal karena hati dan pikirannya masih selalu berprasangka kepada Mimi.
Pagi-pagi mereka sudah bersiap-siap dan menuju ke meja makan, terlihat disana Umma dan Wak Ainun sedang menyajikan sarapan buat semua.
"Hemm tumben nih anak bujang Umma sudah pada rapi." ucap Umma.
"Iya Umma Kitakan akan ujian hari ini." jawab Ryan dan duduk di kursi.
"Jam berapa pulang semalam Riil." sahut Babah sambil berjalan menuju meja makan.
"Jam setengah dua belas Bah." jawab Syahril.
"Apa kamu tidak niat belajar sampai pulang di jam segitu!." ucap Babah tegas.
"Maaf bah, Syahril belajar kok." belanya
ya tepatnya belajar subuh hari.
"Yaudah Bah, nih makan dulu." ucap Umma dengan memberikan piring berisi nasi goreng seafood kepada Babah.
__ADS_1
"Makasih Umma." ucap Babah.
"Nih buat kalian." ucap Umma dengan memberikan piring berisi nasi goreng kepada anak-anak bujangnya.
"Makasih Umma," jawab mereka serentak.
Mereka pun makan dalam keadaan sunyi sehingga hanya dentingan sendok yang terdengar.
Setelah selesai sarapan mereka segera beranjak dan menuju ke ruang tamu.
"Umma,Babah, Syahril berangkat dulu." pamit Syahril dengan menyalami dan mencium punggung tangan kedua orang tuanya.
"Doakan kami ya Umma, Babah agar bisa menjawab semua soal." ucap Syahril kembali.
"Iya itu pasti nak, baca doa dulu sebelum membaca soal." jawab Umma dengan mengelus rambut anaknya.
"Yaudah Bah,Umma kami berangkat assalamualaikum," ucap Syahril dan diikuti dengan yang lain.
"Waalaikum salam hati-hati." jawab Umma.
Mereka menuju dan menaiki motor dan merekapun melajukan motor mereka bersama berangkat kesekolah namun sebelumnya mereka mampir ke rumah Mimi dahulu.
"Assalamualaikum." ucap Syahril dan yang lain.
"Waalaikum salam." jawab Mimi sembari memberhentikan kegiatannya menjemur pakaian.
"Masuk kak, tumben pagi-pagi udah ke sini." jawab Mimi dan mereka masuk dan langsung duduk di teras.
"Iya kakak mau naruh buku disini." ucap Syahril sembari mengeluarkan buku-buku nya dari tas.
"Nanti pulang dari ujian kakak langsung kesini," ucapnya.
Mimi dan yang lain hanya melongo belum mengerti maksud dari Syahril.
"Kakak sudah minta izin sama pakcik dan pakcik ngizin kan." jelasnya.
"Jadi Lo nanti gak langsung pulang Riil?" tanya Ryan.
"Iya gue gak langsung pulang, gue mau belajar di rumah Nyai." ucapnya.
"Kakak-kakak dah pada sarapan?" tanya Mimi.
"Sudah Mi, kita sudah sarapan tadi di rumah." jawab kala Andri.
"Oh ya ni hp nya." ucap Syahril memberikan hp ke Mimi tampak mata Mimi berbinar melihat hp nya kini akan kembali ke dia.
"Senang benar Mi hp dah di tangan." sindir Rudi yang melihat rona bahagia di wajah Mimi ketika hp nya sudah di tangannya.
"Ya senanglah kak, Alhamdulillah." jawab Mimi.
"Apa yang buat Mimi senang ada hp?" tanya Ryan.
"Ya Mimi senang kak jadi Mimi ada hiburannya di rumah sendiri di waktu libur gini." jelas Mimi.
"Ya jelas lah senang bisa chatting ma Adit." ucap Syahril ketus dengan menekankan nama Adit.
"Maksud kakak apa?" tanya Mimi merasa tersinggung dengan perkataan Syahril.
"Memang senangkan bisa chatting sama dia." terang Syahril.
Ryan dan yang lain terperangah dengan ucapan Syahril yang langsung mengintimidasi Mimi.
"Maksud kakak apa? Mimi tidak mengerti." tanya Mimi masih bersabar.
"Udah lah kakak mau berangkat." ucap Syahril dan langsung berdiri.
"Kalau kakak tidak ikhlas mengembalikan hp ini, nih ambil hp nya." ucap Mimi dan meletakkan hp tersebut ke telapak tangan Syahril.
"Apa maksudnya ini hah." Syahril marah tak terima.
"Riil." panggil Ryan. dengan memegang bahu Syahril.
"Sabar Riil." ucap Andri dan Rudi.
"Seperti yang Mimi katakan, jika tak ikhlas kakak kembalikan hp Mimi." Mimi terdiam sejenak menarik nafasnya.
"Mimi tidak terima atas tuduhan kakak itu." lanjut Mimi.
"Tapi benarkan apa yang kakak katakan?" ucapnya. "bahkan adek pun berani janjian ketemuan di mall semalam." ujarnya lagi.
Mimi terperangah mendengar ucapan Syahril dan Mimi tidak menyangka kalau Syahril Sampai menuduhnya seperti itu.
"Jangan asal nuduh kak, bagaiman bisa Mimi janjian sama dia sedangkan hp aja sama kakak." bela Mimi.
"Bisa aja pakai hp Di'ah, kan sebelumnya adek pergi rumah Di'ah lama." Syahril terus menuduh Mimi.
"Astaghfirullah kak, sampai segitunya kakak menuduh Mimi."
"Oke mulai sekarang jangan kasih hp itu sama Mimi dan maaf Mimi masih banyak kerjaan." ucap Mimi dan segera menuju ke baskom yang masih berisi pakaian yang hendak di jemur.
Mimi kesal dan menahan amarahnya karena Mimi tidak mau nanti Pakcik dan Bicik nya dengar.
"Ayo Riil kita berangkat nanti kita telat masuk." ajak Ryan.
"Yaudah ayo kita berangkat, kakak berangkat dulu." ucapnya.
"Hemm." jawab Mimi dan masih terus melakukan kegiatannya menjemur.
"Assalamualaikum." ucap Ryan.
"Waalaikum salam." jawab Mimi tanpa melihat ke arah mereka.
Ryan, Andri dan Rudi telah turun tapi Syahril masih berada di belakang Mimi.
"Kakak berangkat dulu ya." ucap Syahril dengan lembut.
Mimi yang tidak tau kalau Syahril masih ada di belakangnya terkejut ketika Syahril masih berada di belakangnya dan Mimi pun membalikkan badannya.
"Hemm iya." jawab Mimi dan Syahril pun mengangkat tangannya untuk bersalaman dan Mimi pun menerima salam nya dengan mencium punggung tangan Syahril.
Setelah itu Syahril pun turun dan menaiki motornya dan melajukan nya hendak berangkat kesekolah. Mimi enggan melihat ke arahnya karena hati Mimi merasa sakit akan tuduhan Syahril.
Setelah sepergian mereka dan kegiatan menjemur Mimi pun selesai Mimi melihat ke arah bangku di sana terdapat beberapa buku catatan dan buku paket Syahril dan diatasnya ada HP. Mimi pun mengambilnya untuk di bawa masuk.
Akankah Syahril meminta maaf atau masih kukuh dengan keegoisannya. yuk ikutin terus cerita dokter Jantungku ya.
Jangan lupa dukungan ya dan jejak kalian
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1