
Suara Adzan telah berkumandang menyerukan umatnya untuk segera melaksanakan perintah illahi.
Ryan dan Di'ah telah bangun bahkan mereka telah mandi wajib, mereka berdua tak melihat dua anak manusia bangun pagi seperti biasanya.
Ryan dan Di'ah baru pulang dari masjid, mereka pergi ke masjid sedikit telat bahkan mereka menyangka Syahril dan Mimi telah berangkat ke masjid duluan. Namun hingga mereka pulang mereka tidak menemukan Syahril maupun Mimi di dalam masjid.
"Kemana Syahril dan Mimi dek?" tanya Ryan pada Di'ah.
"Masih tidur kali kak." jawab Di'ah.
"Tumben, biasanya mereka duluan dari kita." ucap Ryan.
"Ah atau jangan-jangan.." ucap Ryan lagi dan langsung menuju kamar Syahril dan langsung mengetuk pintu dengan sekencang mungkin.
"Riil, Syahrill" teriak Ryan dari luar kamar Syahril sambil terus mengetuk pintu Syahril.
"Riilll, Syahriill." teriaknya lagi, Syahril yang masih berada di alam mimpi indahnya menjadi terkejut kala ada yang memanggil namanya dengan keras.
Perlahan-lahan Syahril membuka matanya, dia melihat di celah jendela terlihat sedikit cahaya telah menyinari bumi.
Syahril menggapai jam tangannya di atas meja kecil di Samling ranjangnya. Di lihatnya jam telah menunjukkan jam 5.25.
"Astaghfirullah." ucap Syahril, Ryan dibluae masih terus mengetuk pintu dengan keras bahkan suaranya melengking sampai ke dalam.
Syahril dengan mata yang ngantuk berjalan menunju pintu dan di bukanya pintu tersebut. Saat pintu terbuka, tangan Ryan lun mendarat di kening Syahril.
"Awww sss gila Lo, pagi-pagi bikin onar." ucap Syahril dengan mengusap keningnya yang terkena ketukan Ryan.
"Salah sendiri Ndak jawab orang manggil,nya mana tau kalau kamu sudah buka pintu." jawab Ryan.
"Emm apa?" tanya Syahril dengan mata yang masih lima Watt.
"Apa Lo bilang, ndak lihat jam Lo. Tumbenan bangun siang, biasanya juga sebelum ayam berkokok Lo dah bangun.''
"Lo Ama Mimi nggak ngapa-ngapain kan?" tanya Ryan menuduh Syahril.
"Maksud Lo ngapa-ngapain apuaaaa?" ucap Syahril dengan menguap.
"Ya itu, kalian berdua nggak ngapa-ngapain kan, ingat Riil kalian boleh tidur bersama tali ingat jaga diri. Makanya buruan aja nikah biar kalian bebas mau jungkir balik." ucap Ryan nyerocoss.
"Busyet dah ni anak, pikirannya ngelantur pagi-pagi. Ngapain banguni ampe kening gue Lo ketok." ucap Syahril.
"Ya bangunin elo lah, emang Lo pada dah sembahyang, liat jam dah jam berapa." ucap Ryan.
"Astaghfirullah, gara-gara Lo Yan gue lupa." ucap Syahril langsung masuk kamar lagi.
"Lah kok malah aku yang disalahkan." ucap Ryan dan dia pun berjalan ke arah kamarnya.
Syahril masuk kembali ke kamarnya guna membangun kan Mimi.
"Yank, bangun." ucap Syahril membangunkan Mimi.
"Yank," panggil Syahril lagi.
"Eemmm" jawab Mimi.
"Ayo bangun, kita sholat subuh dulu keburu waktu habis." ucap Syahril.
"Emang jam berapa sekarang kak." ucap Mimi dengan mata masih terpejam.
"Jam setengah enam yank, ayo bangun." ucap Syahril.
"Astaghfirullah." ucap Mimi langsung duduk.
"Kok. Isa kesiangan sih." ucap Mimi dan langsung beranjak dari tempat tidur nya, Mimi berjalan dengan langkah kaki lebar menuju keluar kamar, Mimi terus berjalan menuju kamar mandi tanpa memperdulikan Ryan yang sedang menyapu.
Syahrill melongo melihat Mimi langsung keluar tanpa menghiraukan dirinya.
"Lah malah di tinggal." ucap Syahril seraya keluar kamar juga. Saat Syahril berjalan menuju kamar mandi, Syahril melihat Ryan sedang menyapu.
"Tumben" ucap Syahril.
"Ckk" Ryan hanya berdecak mendengar ucapan Syahril.
Saat Mimi keluar dari kamar mandi barulah Syahril masuk kedalam kamar mandi.
"Tunggu kakak, kita sholat berjamaah." ucap Syahrill, Mimi pun mengangguk.
Mimi telah berada di kamar, dia juga telah membentang kan sajadah untuk dirinya dan Syahril sholat subuh.
Syahril telah masuk ke dalam kamar dan mereka berdua pun segera melaksanakan sholat subuh yang ketinggalan secara berjamaah.
Sehabis sholat, mata Mimi masih terasa berat dia pun langsung naik ke atas ranjangnya setelah membereskan peralatan sholatnya.
"Adek masih ngantuk?" tanya Syahril ketika melihat Mimi kembali merebahkan dirinya di atas kasur.
__ADS_1
"Emm." jawab Mimi.
"Yaudah tidur aja lagi. Oh ya pakaian buat kondangannya udah di setrika belum dek?" tanya Syahril.
"Belum kak, masihb terjemur dalam kamar mandi, nanti aja ya." ucap Mimi.
"Em yaudah,." jawab Syahril dan langsung keluar dari kamar. Mimi yang merasa kepala nya pusing kembali tidur karena semalam baru tertidur di jam 4.20 subuh.
Ryan Tah selesai menyapu dan mengepel, Syahril tersenyum melihat Ryan berkutat dengan sapu pel.
Diah sedang sibuk membuat sarapan di dapur. Dia hanya membuat sarapan mie goreng namun dia sekalian memasak untuk makan siang atau malamnya.
Syahril mengambil pakaian dia dan Mimi yang tergantung di gantungan dalam kamar mandi. Syahril menyetrika pakaian yang akan mereka pakai ke kondangan nanti.
"Riil" panggil Ryan dari luar.
"Yoo" jawab Syahril dan membukakan pintu.
"Sarapan yok, Mimi mana?" ajak Ryan dan menanyakan Mimi.
"Duluan aja Yan, Mimi masih tidur." jawab Syahril.
"Tumben tu anak balik tidur lagi." ucap Ryan.
''Ito semalam dia ndak bisa tidur, baru tertidur setengah lima kurang." jawab Syahril.
"Yaudah, kalau gitu aku dan Di'ah duluan ya." ucap Ryan.
"Iya duluan lah." jawab Syahril, Ryan lun berlalu menuju meja makan di dapur, dia dan sang istri pun sarapan hanya berdua.
"Lah kak, mana Mimi dan kak Syahril?" tanya Di'ah yang sedang memasukkan mie goreng ke dalam piring.
"Mimi balek tidur lagi, Syahril minta kita duluan." jawab Ryan.
"Oo tumben Mimi balek tidur." gumam Di'ah.
"Iya, kata Syahrill dia Ndak bisa tidur semalam. Baru tertidur pas setengah lima." jawab Ryan sembari mengambil mie goreng dari Di'ah.
"Apa karena dia kebanyakan makan duren ya kak makanya ndak bisa tidur. Itukah di bilangin minum air di tampuk nya ndak mau." ucap Di'ah.
"Emm bisa jadi juga ya dek." jawab Ryan dengan mengunyah mie goreng buatan sang istri.
"Emm, mungkin." ucap Di'ah dan mereka berdua pun sarapan pagi bersama.
Syahril yang sudah menyetrika pakaiannya, dia melihat ke arah Mimi yang masih pulas, dia pun ikut merebahkan dirinya di samping Mimi. Lama kelamaan Syahril pun tertidur kembali.
Seperti biasa Ryan tak boleh melihat Di'ah menganggur barang sedetik.
"Dek." panggil Ryan
"Emm" jawab Di'ah dengan membuka ponselnya.
"Nyambung lagi yok." ucap Ryan, Di'ah melihat ke arah Ryan dan kemudian kembali melihat ke ponselnya.
"Dek" panggil Ryan lagi.
"Emm aku mau nyetrika pakaian buat nanti dulu." ucap Di'ah dan beranjak namunbtangannya langsung di tarik Ryan sehingga Di'ah jatuh di atas Ryan.
"Kaak'' ucap Di'ah
"Ingat dalam sebuah hadits telah dikatakan :
Dari Thalqu bin Ali, Rasulullah SAW. bersabda :
“Apabila seorang suami mengajak istrinya untuk berkumpul hendaknya wanita itu mendatanginya sekalipun dia berada di dapur.” (HR. Tirmidzi)
Dari hadits tersebut dapat diketahui dengan jelas, bahwa istri dilarang menolak ajakan suaminya untuk berjima sekalipun ia sedang berada didapur. Itu berarti istri tidak boleh menolak suami hanya karena faktor lelah dan sedang dalam suasana hati yang tidak baik. Seorang istri diperbolehkan menolak suaminya apabila ia sedang dalam keadaan sakit, haid, atau setelah 40 hari setelah melahirkan." ucap Ryan dengan memeluk pinggang Di'ah ya berada di atas nya.
"Mau tau dosanya hmm, berikut beberapa dosa atas penolakan yang dilakukan seorang istri kepada suaminya :
1) Dilaknat dan dikutuk oleh malaikat
Dalam sebuah hadits telah dikatakan bahwa malaikat mengutuk seorang istri yang menolak suaminya untuk melakukan jima.
Rasulullah SAW. bersabda :
“Apabila seorang laki-laki mengajak istrinya ke ranjangnya, lalu istri tidak mendatanginya, hingga dia (suaminya) bermalam dalam keadaan marah kepdanya, maka malaikat melaknatnya hingga pagi tiba.” (H.R. Bukhari dan Muslim)
2) Shalatnya tidak diterima
Al-Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra., Rasulullah SAW. bersabda :
“Ada tiga orang yang shalatnya tidak akan diterima, dan kebaikan mereka tidak akan naik kepada Allah. 1) orang yang mabuk hingga dia sadar, 2) seorang wanita yang dibenci suaminya, dan 3) seorang hamba sahaya yang lari hingga dia kembali dan meletakkan tangannya ditangan tuannya.
Maksud dari seorang wanita yang dibenci suaminya dalam hadits tersebut adalah, seorang wanita yang dibenci suaminya karena telah melakukan hal-hal buruk dan durhaka terhadap suami, dan salah satu faktornya bisa jadi karena sering menolak suami.
__ADS_1
3) Kebaikannya tidak diterima
Al-Imam Ath-Thabrani meriwayatkan dari Jabir bin Abdillah ra., Rasulullah SAW. bersabda :
“Ada tiga orang yang shalatnya tidak akan diterima, dan kebaikan mereka tidak akan naik kepada Allah.
1) orang yang mabuk hingga dia sadar,
2) seorang wanita yang dibenci suaminya, dan 3) seorang hamba sahaya yang lari hingga dia kembali dan meletakkan tangannya ditangan tuannya.”
Dalam hadits tersebut telah dijelaskan bahwa seorang istri yang dibenci suaminya, kebaikannya tidak akan naik atau diterima oleh Allah SWT.
4) Shalatnya tidak pernah melewati kepala (tidak diterima)
Al-Imam Ath-Thabrani juga meriwayatkan, dari Ibnu ra. Rasulullah SAW. bersabda :
“Ada dua orang yang shalat mereka tidak pernah melewati kepala mereka :
1) seorang hamba sahaya yang lari dari tuan-tuannya hingga ia kembali pada mereka dan
2) seorang wanita yang berbuat maksiat kepada suaminya hingga ia kembali”
Maksud dari hadits tersebut adalah wanita yang berbuat maksiat kepada suaminya hingga ia kembali dan mendapat ampunan dari suaminya.
5) Tidak dapat masuk surga
Sebagaimana yang telah kita ketahui sebagai umat muslim, bahwa surga seorang wanita yang telah menikah ada pada suaminya. Dan apabila seorang istri selalu menolak ajakan suaminya untuk berjima yang mana hal tersebut merupakan hak seorang suami dan membuat sang suami murka dan tidak mengampuni serta memberikan ridha padanya.
Maka wanita tersebut telah menjadi istri yang durhaka. Dan seorang istri hanya akan mendapatkan surga apabila ia menjadi istri yang sholehah dan taat kepada Allah dan suaminya meridhainya. Seperti hadits berikut, dari Ummu Salamah ra., Rasulullah SAW. bersabda :
“Siapa saja perempuan yang meninggal dunia sedang suaminya ridha terhadapnya, maka pastilah ia masuk surga.” (HR. Ibnu Majah dan Tirmidzi)
Tidak mendapatkan ridha suami dan Allah
Jika seorang istri selalu membangkang suami dengan menolak ajakannya maka wanita tersebut bisa jadi tidak akan mendapatkan ridha suami, apabila sang suami sampai murka. Dan bagi wanita muslimah yang telah menikah, ridha suami adalah ridhanya Allah.
6) Mendapatkan dosa
Seorang istri yang menolak ajakan suaminya untuk melakukan jima, maka ia telah mendapatkan dosa. Karena menurut Islam, seorang istri yang melayani suaminya dianggap sebagai pahala.
7) Mendapat murka Allah SWT
Dalam Islam, untuk wanita yang telah menikah, ridha suami adalah ridha Allah, dan murka suami juga murkanya Allah. Dan apabila seorang istri membuat suami murka dikarenakan penolakan yang dia lakukan terhadap suaminya, maka sudah dapat dipastikan bahwa Allah SWT. pun akan murka terhadapnya hingga sang suami meridhainya.
8) Menjadi istri durhaka
Istri yang selalu menolak untuk diajak berjima oleh suaminya dan menyebabkan suaminya murka, maka ia bisa jadi akan masuk kedalam golongan istri durhaka.
9) Suami berpaling
Dalam perkara ini, suami yang terus menerus mendapat penolakan dari istrinya sedangkan seorang laki-laki menginginkan agar hasratnya terpenuhi. Sang suami akan berpikir untuk berpaling dan mencari wanita lain yang bisa memenuhi hasratnya.
Hal ini dikarenakan hasrat laki-laki dalam kebutuhan biologis lebih besar dibandingkan hasrat wanita, dan laki-laki lebih sulit untuk mengendalikan hasratnya dibandingkan wanita.
Jadi, sebagai istri sholehah, akan lebih baik apabila senantiasa mengikuti perkataan dan memenuhi permintaan suami. Selama hal tersebut masih tergolong dalam kebaikan. Menerima ajakan berjima suami selain sebagai wujud memenuhi kewajiban istri terhadap suami dalam Islam, juga dapat menjadi salah satu cara untuk mencegah terjadinya konflik dalam keluarga.
Menjaga agar keluarga tetap harmonis, sakinah, mawaddah, dan wa-rahmah. Dan hal tersebut juga merupakan salah satu tips keluarga bahagia dalam Islam." ucap Ryan lanjang lebar pada Di'ah.
"Gimana? masih mau nolak hmm." ucap Ryan.
"Terus bajunya." ucap Di'ah.
"Nanti saja, yang penting asah pusaka dulu buat segera bisa bercocok tanam." jawab Ryan dengan mencium kening, kedua mata, hidung dan terkahir bibir Di'ah.
Ryan membalikkan tubuh Di'ah sehingga kini tumbuhnya di atas Di'ah. Aksi Ryan semakin ganas kala Di'ah sisa mulai terbuai dan merespon.
Dengan cepat pula semua penghalang di bukanya. Ryan mulai berseluncur ke bawah, Ryan sangat ahli membuat Di'ah bertekuk lutut apa lagi jika ladangnya sudah mulai di sapunya.
Ryan terus menyapu ladang kesukaan nya itu hingga air per irigasian mulai membanjirnya. Pusaka Ryan yang telah siap mencangkul pun mulai memasuki ladang yang telah banjiri itu.
Decapan atas bawah mulai terdengar bagai alunan melodi yang dapat menambahkan ritme lebih cepat lagi.
Racauan dari mulut Di'ah mulai keluar dan itu menambah hasr*at Ryan semakin memuncak.
Di kamar Syahril terlihat tengah dan sunyi karena kedua manusianya tertidur pulas, berbeda dengan kamar Ryan terlihat gaduh oleh gempa berskala kecil.
Mereka satu sama lain tak melewati momen hari ini, namun berbeda porsinya.
Hingga jam sebelas siang Mimi terbangun kala perutnya terasa perih. Mimi pun bangun namun ruang geraknya terhalang karena tangan Syahril berada di pinggangnya.
Mimi tersenyum melihat Syahril yang tertidur pulas, perlahan-lahan Mimi mengusap wajah Syahril, dari kepala, kening, alis mata, hidung, pipi dan terakhir bibir sensualnya.
Bibir berwarna merah muda dengan sedikit ada belahan di tengah nya bagian bibir bawahnya.
Bibir yang sama dengan milik Abizar, saat Mimi asik dengan memainkan bibir Syahril, Syahril membiak matanya. Syahril menarik wajah Mimi lebih dekat lagi dengan wajah nya hingga Syahril pun menciptakan decakan di kamar nya.
__ADS_1
tbc
Alhamdulillah dokter jantung ku sudah ada group chat nya nih, bagi yang mau meramaikan silahkan masuk ya. makasih