DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
131


__ADS_3

Syahril mencoba menghubungi no bapak Mimi, di ingin mencoba meminta izin agar liburan Mimi kali ini diperbolehkan liburan di kota pedang.


Tut tut tut hubungan telepon terhubung.


"Assalamualaikum." ucap Ay, iya yang menerima telpon adalah Ay karena dia yang pegang HP bapak untuk bermain games ular.


"Waalaikum salam, dek bapak atau mamak ada?" jawab kak Syahril dan langsung !menanyakan keberadaan bapak atau mamak Mimi.


Ay tidak menjawab dari pertanyaan kak Syahril namun dia langsung keluar kamar menuju dapur memanggil mamak.


"Mak, Mak, Mak,.." Ay memanggil mammak dengan berteriak dari mulai keluar kamar sampai dia sampai ke dapur.


"Eh copot, ada apa Ay." jawab emak dengan latah karena kaget mendengar teriakan Ay.


"Ini ada telpon dari kak Syahril." jawab Ay dengan !memberikan handphonenya ke emak.


"Oh." ucap emak dengan !menerima handphone dari tangan Ay dan emak pun langsung menerima!a telpon dari Syahril tersebut.


"Assalamualaikum Riil, ada apa malam-malam nelpon." ucap emak dan bertanya kepada kak Syahril.


"Waalaikum salam Mak, Mak apa kabar?" jawab kak Syahril dan menanyakan kabar emak karena dia masih bingung bagaimana cara meminta izin kepada kedua orang tua Mimi.


Alhamdulillah baik, Syahril apa kabarnya juga, gimana kuliahnya? lancar. " ucap emak.


"Alhamdulillah Syahril juga baik Mak, kuliah alhamdulillah lancar juga, emm bapak mana Mak?" ucap kak Syahril.


"Syukurlah kalau baik dan lancar kuliahnya, rajin-rajin belajarnya ya? Bapak kau lagi keluar tadi. Ada apa?" ucap emak.


"Iya Mak do'a kan Syahril ya Mak biar kuliah Syahril lancar biar cepat lulus." ucap Syahril.


"Insya allah Mak selalu do'a kan." jawab Mak.


"Oh ya Mak, Syahril mau minta izin besok kan Mimi terima raport dan seminggu depan Mimi libur, emm syahril mau minta izin emm.. maksud Syahril, emm.. Syahril mau ngajak liburan di kota pedang, emm jadi Syahril mau minta izin sama Mak dan bapak, apa boleh ndak Mak." Syahril memberanikan mengutarakan niatnya dengan rasa gugup dan was-was.


"Emm kayak mana ya Riil, kota pedang itu kan jauh !akan waktu kurang lebih 8-9jam, Mak dak berani melepaskan Mimi sendirian pergi kesana naik bus ataupun Travel, Syahril kan tau pulang kerumah sini saja emak atau bapak yang jemput Mimi di Jambi. Apa lagi bapak kau pasti dak bakal kasih izin." jawab Mak.


"Iya Mak Syahril tau makanya kalau seandainya Mak dan bapak ngizinkan besok kebetulan Syahril cuma ada satu mata kuliah pagi, nah balik dari kuliah Syahril langsung berangkat ke Jambi untuk jemput Mimi, sekalian Mak sama bapak kalau mau ikut, sekalian Ay dan Ari juga liburan di kota pedang." ucapnya.


Ay yang mendengar percakapan Mak dan kak Syahril karena kondisi HP yang di loudspeaker dia pun kegirangan dan sibuk meminta Mak untuk mengiyakan.


"Mak, yuk Mimi liburan di kota pedang lagi ya, Ay ikut ya Mak, Ay pengen lihat kota pedang, Mak ayolah Mak.. Iyakan ucapan kak Syahril, Mak ayolah ... masa Ay liburan ndak pernah pergi kemana-mana, Mak iya ya Mak, Ay ikut yuk Mimi ya.." Ay merengek kepada emak saat !mendengar ucapan kak Syahril.


"Buat dia dulu." ucap emak meminta Ay untuk berhenti merengek, ada rasa sedih di hati emak yang tak bisa mengajak anak-anak nya pergi liburan. setelah Ay berhenti dari rengekkannya, walau dengan wajah yang cemberut dan ingin menangis, emak kembali berbicara kepada Syahril.


"Kalau macam itu Mak tanyakan dulu sama bapak kau, Mak ndak bisa ambil keputusan sendiri." jawab Emak karena emak tak bisa mengambil keputusan sendiri.


"Iya Mak, Mak tanya dulu ke bapak, kalau diizinkan nanti Mak miscall Syahril saja." ucap kak Syahril.


"Iyalah nanti pas bapak kau balik Mak tanyakan dulu sama bapak." jawab emak.


"Iya Mak syahril tunggu kabar dari Mak, kalau gitu syahril sudahin dulu ya Mak, Syahril mau lanjutin ngerjain tugas kampus." ucap kak Syahril.


"Iya rajin-rajin belajar, assalamualaikum." jawab emak dan mengakhiri panggilan Telpon.


"Waalaikum salam." ucap kak Syahril.


Dirumah emak Mimi Ay masih berusaha membujuk emaknya dengan rengekkannya yang membuat emak pusing kepalanya.


"Iya nanti coba Ay tanya sama bapak, boleh apa tidak." akhirnya emak menjawab segala rengekan Ay dan Ay pun girang.


"Oke nanti Ay bujuk bapak." jawab Ay dengan memeluk emak.


"Tapi kalau bapak ndak kasih jangan nangis." ucap emak dan itu membuat Ay kembali cemberut.


"Hemm iyalah, sini HP nya." ucap Ay lesu dan mengambil HP itangan emak dan kembali masuk kamar untuk me!inkan game ularnya kembali.


Di ruang keluarga rumah Syahril di kota pedang mereka masih disibukkan dengan tugas-tugas kampus.


"Gimana Riil, dikasih izin?" tanya kak Ryan.


"Iya Riil, gimana? kalau iya aku langsung hubungi ayank beb aku." ucap kak Rendi dengan semangat 45 nya.


"Hemm belum tau, tadinkata mamak Mimi dia mau bilang ke bapak dulu, soalnya bapak lagi ndak dirumah." ucap Syahril.


"Yah kalau nggak di kasih ndak bisa aku jalan-jalan sore sama ayank beb aku." ucap kak Rendi lesu.


"Kenapa ndak kau ajak sekalian orang tua sama adik-adiknya Riil, kan adik-adiknya pasti juga sedang libur sekolah jadi sekalian ajak mereka liburan disini." ucap kak Arfan dengan me!berikan idenya yang sudah telat.


"Telat Lo, tadi aku juga udah bilang gitu. Makanya tadi akhirnya mamak bilang mau tanya ke bapak dulu, karena tadi kayaknya maammaak berat melepaskan Mimi." jawab Syahril.

__ADS_1


"O gitu, semoga aja Mimi dikasih izin." sahut kak Rani.


"Iya semoga Mimi dikasih izin, dan semoga pula Di'ah juga di kasih izin sama emaknya." sahut Ryan.


"iya ya Yan, semoga juga yank beb aku juga dikasih izin sama camer aku." sahut kak Rendi.


"Beugh kalian ini bagaikan benalu aja." sahut kak Rudi.


"Hehehe maklum Rud, cewek gue kan paketannya Mimi." ucap kak Ryan.


"Hem, terus ntar gue minta izinnya alasannya apa ya?" gumankak Rendi bingung.


"Iya Lo ajak sekalian Sila ma Emma." sahut Arfan.


"Kalau gue ajak tu dua anak lah masa iya gue ajak juga cowok mereka berdua." ucap kak Rendi.


"Ya harus kan mereka seaket dan berdekatan rumah." sahut kak Rani.


"Semoga mereka nggak dikasih izin amiin." sahut kak Andri dengan mengaminkan nya.


"Gile Lo Ndro do'a Lo gak mujarab buat kita hahahahahaa. " sahut k Rendi dengan gurauan.


"Betul tu Rend." sahut k Ryan dengan mengadu jotosan ke arah kak Rendi dengan jotosan pula alias tos ya.


"Ndra Ndro Ndra Ndro, nama gue Andri bukan Indro, ingat An Dri. Filing gue menyatakan buat kalian berdua nggak bakal di kasih izin, tapi kali Syahril gue yakin pasti di kasih izin apa lagi kalau Syahril nyogok dengan ngajak Mimi sekeluarga." ucap nya.


"Ah Lo payah do'a In kawan segitu amat." ucap kak Ryan.


"Iya payah Lo Ndri," ucap kak Rendi.


"Biarin," ucap kaak Andri.


"Wajar lah kalau Andri do'ain kalian keg gitu." sahut kaak Rudi.


"Iya, secara kalau mereka dapat izin, Andri bakal sorangan bae." sahut kak Arfan dan seketika hening hanya suara jangkrik yang terdengar krik krik krik dan kemudian di gemparkan dengan suara ketawa mereka dengan nyaring di malam hari.


"Hahahahahaa ha" Mereka menertawai Andri.


"Lah elo juga kali Ndri, kenapa nggak cari cewek lagi aja sih, susah move on Lo!" ucap kak Rendi.


"Hemm gue gak kepikiran buat pacaran saat ini, gue mau bebasin diri dari belenggu percintaan." ucapnya.


"Ah Lo, sotoy Lo." sahut kak Ryan dengan melemparkan bantal kursi ke arah kaak Andri.


"Bilang aja lo gak mau jadi obat nyamuk." sahut kak Rendi.


"Sorry mayori ya, bukan gue takut jadi obat nyamuk kalau bisa nyat malah gue jadi nyamuk bhat kalian, gue hanya tak ingin jadi supir kalian aja hahahaha." ucap kak Andri


"Sama aja kelezz." sahut kak Rendi.


Detik berganti menit tugas mereka pun telah selesai dikerjakan dan saat nya mereka untuk pergi beristirahat, kak Rudi dan kak Rani serta kak Arfan, kak Sinta, kak Rendi dan kak Ryan malam ini mereka tidur di rumah kak Syahril.


Syahril selalu melihat ke arah handphonenya untuk melihat apakah ada emak misscal sesuai dengan apa yang dikatakan sebelumnya, namun tak ada tanda-tanda itu terjadi.


"Huh." Syahril menghembuskan nafasnya dan berjalan gintay menuju kamarnya.


"Eh Riil, Gimana sudah ada balasan dari emak?" tanya kaak Ryan.


"Iya Riil gimana?" tanya kak Rendi dan kak Syahril hanya menggelengkan kepala pertanda tidak ada dan mereka pun berjalan lesu menuju kamar mereka masing-masing.


Disusun hari selesai sholat subuh emak akan menghubungi Syahril namun di urungkan takut Syahril belum bangun dan akhirnya emak mengirim SMS ke no Syahril.


Syahril yang selesai sholat subuh langsung melihat ho nya !ana tau ada kabar yang menyenangkan hatinya di pagi hari. Disaat dia membuka HP masih seperti semalam masih belum ada tanda-tanda perizinan tersebut, ada rasa kecewa dihatinya dan dia pun akan meletakkan hpnya di atas meja namu baru sedetik menaruhkan HP di atas meja ada notif SMS maauk.


Notif sms masuk yaitu dari emak dan Syahril hanya membaca isi pengglan SMS yang tertera di atas layar hpnya ketika notif tersebut masuk " assalamualaikum Riil, sebelumnya emak mau minta maaf, semalam emak..." baru membaca penggalan tersebut Syahril langsung down.


Bagaikan badan tak bertulang, awal notif masuk dari no bapak ada rasa bahagia dan semangat, namun seketika hilang bak di terjang ombak air laut pantai kota pedang ketika membaca penggalan isi SMS tersebut.


Ingin rasa memeluk ksang kekasih dengan erat untuk meluapkan rasa rindu yang telah kian lama terpendam, namun Syahril merasa rindunya tak akan tersalurkan untuk saat ini.


Yah Syahril masih beranggapan kalaunisi SMS tersebut bahwa kedua orang tua Mimi tidak akan memberikan izin kepada Mimi. Siapa sangka kalau anggapan Syahril itu benar atau salah karena dia belum membuka seutuhnya isi SMS tersebut.


Dengan perlahan dan dengan menguatkan rasa kekecewaannya Syahril pun membuka SMS tersebut dan dia pun membaca dengan perlahan.


"Assalamualaikum Riil, sebelumnya emak mau minta maaf, semalam emak sudah bicara sama bapak kau dan emak juga sudah menceritakan dengan yang Syahril minta semalam dan Ay juga terus-menerus merengek meminta supaya bapak memberikan izinnya, dan semalam Syahril bilang kalau emak dan bapak boleh ikut maka bapak pun memberikan izin, tapi kalau emak samaa bapak tidak ikut maka bapak juga tidak mengizinkan Mimi dan Ay pergi, Syahril kan tau kalau Ay selama ini tidak bisa jauh dari emak, nah jika Aril juga mengizinkan kami sekeluarga ikut serta maka kami juga akan bersiap-siap..."


Setelah membaca isi SMA itu Syahril tersenyum merekah, dia merasa bahagia sehingga dia berteriak yes Alhamdulillah dengan keras dan membangunkan Ryan yang tidur bersama nya di kamar.


"Berisik Lo Riil." ucap kak Ryan dengan mata yang masih erat untuk di melekkan.

__ADS_1


"Woy bangun.. Subuh dah mo lewat nih." ucap kak Syahril dengan menepuk kak Ryan dengan sajadah.


"Hemm emang dah jam berapa sih?" tanya dengan mata yang sepet.


"Dah jam setengah enam, buruan bangun." ucap kak Syahril.


"Kenapa Lo baru bangunin gue do*dol." sahut kak Ryan dan langsung ngacir maauk ke kamar mandi guna mengambil wudhu.


"Sorry gue lupa." sahut kak syahril dan beranjak keluar kamar dan menuju ke dapur untuk mengambil air minum.


Setelah minum kak Syahril mendeal no bapak dan dia menelpon bapak di pagi hari ini di taman belakang.


Tut Tut Tut


Tut Tut Tut


Tut Tut Tut berkali-kali hanya dering masuk yang terdengar namun berujung sang operator yang menjawab dan kak Syahril mencoba yang kedua kali namun masih sama. Pantang menyerah dicobanya yang ketiga kali dan akhirnya di angkt juga.


"Assalamualaikum Riil." ucap bapak, bapaklah yang langsung menerima Telpon dari Syahril.


"Waalaikum salam pak, apa kabar?" tanya kaak Syahril berbasa basi.


"Alhamdulillah baik, gimana dengan Syahril?" tanya bapak pula.


"Alhamdulillah Syahril juga baik pak." jawab kak Syahril.


"Oh ya Riil, apa mamak sudah kasih tau?" tanya bapak pula


"Sudah pak nih tadi sehabis sholat subuh Syahril terima SMS dari emak," jawab kak Syahril.


"Jadi gimana? apa bapak dan emak mau ikut? kalau iya Syahril sangat senang." ucap Syahril lagi.


"Apa nanti kami tidak merepotkan Syahril?" tanya bapak yang tidak enak hati.


"Tidak pak, syahril justru senang, jadi syahril bisa kumpul dengan emak dan bapak." ucap kak Syahril dan terlihat rona kebahagiaan.


"Yaudah kalau gitu, sehabis pulang dari manen nanti kami ke Jambi nya. Syahril kapan berangkat dari pedangnya?" ucap bapak.


"Insya Allah jam sepuluhan pak, karena syahril ada mata kuliah satundi pagi hari jam delapan nanti, jadi sore atau malam Syahril sampai Jambi." terang kak Syahril.


"Oh gitu, apa ndak capek Syahril bolak balik nantinya?" tanya bapak kembali.


"Insya Allah ndak pak." jawab kak Syahril. "capek ku akan segera hilang dengan memeluk anak gadismu pak" gumam kak syahril dalam hati.


"Yaudah kalau gitu, Syahril hati-hati nanti bawa mobilnya." ucap bapak dan memberikan nasihat kepada kak Syahril.


"Iya pak, insya Allah syahril akan hati-hati." ucap kak Syahril.


"Baiklah, kali gitu sudah dulu ya Riil bapak mau siap-siap. assalamualaikum." ucap bapak dan mengakhiri obrolan pagi mereka.


"Waalaikum salam." jawab kak Syahril dan mematikan saluran panggilannya dan dia pun masuk kedalam


am rumah dengan senyum yang terus merekah dan sekali-kali dia bersiul bahagia.


"Hemm bahagia amat Lo Riil, keg menang lotre aja." ucap kak Rudi yang baru keluar dari kamar.


"Iya dong, bahkan lebih dari menang lotre." jawabnya.


"Gimana Riil dah ada kabar belum?" sahut kak Rendi dari anak tangga.


"Iya Riil gimana? kalau iya aku hubungi Di'ah nih." sahut kak Ryan yang berada di belakang kaak Rendi.


Kira-kira Novi ma Di'ah dikasih izin nggak ya???


Tungguin terus cerita selanjutnya ya?


mohon maaf kalau jarang up, karena HP authore belum juga bagus dan masih di tempat service.


Jangan pernah bosan untuk menunggu dan beri dukungannya selalu berupa.


FAVORIT


VOTE


RATE


LIKE


KOMEN

__ADS_1


...🌹🌸🌸TERIMAKASIH🌸🌸? ...


__ADS_2