DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
liburan bersama


__ADS_3

Puas mereka menertawai Mimi dan membuat Mimi malu dan mengerucutkan bibirnya dan menghempaskan badannya dibatas kasur dengan telentang.


"Puas ketawanya." ucap Mimi yang telah tiduran di atas kasur


"Beuh Mi, belum cukup tidur nya." ucap Novi.


"Belum." jawab Mimi asal.


Emma sedang memakai bajunya dan Di'ah masuk ke kamar mandi karena kini giliran dirinya untuk mandi.


"Emang sudah lama ya kita sampai?" Mimi mengulangi pertanyaan nya.


"Setengah jam lalu Mi." jawab Manda yang sedang menyisir rambutnya.


"Kok Mimi tidak dibangunin." ucap Mimi.


"Ckkk ndak dibangunin macam mana." sahut Novi yang sedang duduk sambil memainkan hpnya di sebuah sofa yang berada di dalam kamar ini.


"Mimi keenakan tidur didekapan kak Syahril makanya dia nyenyak dan dibangunin berkali-kali ndak bangun." ucap Sila.


Mimi malu dan mukanya merona ketika mendengar ucapnya Sila dan mengingat bagaiman dia tertidur dalam dekapan Syahril.


"Cie cie cie yang malu sampe merona bak memakai blush-on" ejek Emma yang telah rapi dengan pakaian casual nya.


"Iss apaan kalian." jawab Mimi dengan menutup mukanya dengan bantal.


"Halah pakek malu segala padahal senang tu." ejek Manda.


"Hahahaha" ketawa mereka menggelegar di kamar ini.


"Emm kira-kira ini rumah siapa ya?" tanya Mimi yang telah merubah posisi duduk dengan bantal yang berada di pangkuan nya.


"Kata kak Rendi ini rumahnya kak Syahril Mi." jawab Novi.


"Masa?" jawab Mimi belum percaya


"Iya ini katanya rumah Syahril nah rumah kak Rendi disebelah kanan sedangkan di sebelah kiri rumah kak Rudi." jelas Novi.


"Wah Novi sudah banyak dapat kabar berita." ucap Emma.


"Lah tadikan aku nanya sama dia waktu turun dari mobil." ucap Novi.


"Besar juga ya rumahnya dan halamannya luas." jawab Mimi yang mana posisinya kini sudah berdiri di jendela dan melihat ke arah luar.


"Iya ya ." jawab Emma "Asri lagi imbuhnya sembari membuka lebar jendela.


"Eh Mi, gih sana mandi." ucap Di'ah yang baru keluar dari kamar mandi.


"Oke siip." jawab Mimi sembari mengambil handuk dan perlengkapan mandinya dalam tas.


Disaat Mimi akan masuk ke kamar mandi pintu di ketuk dari luar, Emma yang mendengar langsung membuka pintu dan itu ternyata kak Rani.


"Kalian dah pada siap? tanya kak Rani dan langsung masuk kedalam kamar..


"Belum kak, kurang satu personil." jawab Manda.


Kak Rani mengkerut kan keningnya dan ketika dia melihat Mimi yang memegang handuk dan perlengkapan mandi baru dia mengerti sehingga dia hanya senyum dan geleng-geleng kepala.


"Yaudah Mimi mandi aja dulu dan yang lain kalau mau sarapan udah siap, yok keluar." ajak kak Rani dan mereka yang telah siap langsung keluar kamar dan tinggallah Mimi seorang.


Setelah mereka keluar dan berpapasan dengan Syahril yang baru turun dari tangga.


"Loh Mimi mana?" tanya nya.


"Masih mandi kak." jawab Manda.


"Oh.. Yaudah kau kalian mau sarapan sarapan aja dulu, tuh sudah siap di meja makan." ucap kak Syahril dan langsung berlalu menuju ruang keluarga.


Kak Syahril bergabung dengan teman-temannya yang sudah ada di ruang keluarga.


Kak Siska memanggil mereka semua untuk segera sarapan.


"Ayo semua kita sarapan dulu." ajaknya.


"Ayo yank, sarapan dulu." ajaknya kepada kak Farhan.


"Ayok." jawab kak Farhan yang berjalan beriringan dengan kak Siska.


"Ayok Riil." ajak Farhan karena Farhan melihat Syahril masih duduk di sofa.


"Udah kalian duluan aja." jawabnya.


"Yaudah kami duluan ya." ucap Ryan dan diangguki Syahril.


Syahril masih duduk di sofa ruang keluarga sambil membaca novel di apk yang ada di hp nya.


Lima belas menit sudah Mimi mandi dan baru Mimi keluar dengan rambut yang masih basah.


Disaat Mimi jalan melewati ruang keluarga Mimi yang melihat Syahril masih duduk di sofa Mimi pun menghampiri nya.


"Lagi baca apa kak?" tanya Mimi ketika sudah duduk disamping kak Syahril.


"Biasa dek kan udah ketularan adek." jawab nya dengan mengacak rambut Mimi.


"Kakak udah sarapan?" tanya Mimi.


"Belum ( sambil menggelengkan kepala) kakak nungguin adek." jawabnya.


"Ayok kita sarapan dulu." ajak kak Syahril dengan mengamit tangan Mimi.


Mimi pun berdiri dan mengikuti Kaka Syahril disampingnya dengan tangan saling bertautan.


"Hidihh mau nyebrang pak buk." canda Rudi dan mereka yang sudah berada disana hanya menggelengkan kepala.


"Ah syirik aja kalian." jawab Syahril cuek dan terus mengajak Mimi ke arah meja makan.


"Nih dek mau makan apa?" tanya Syahril.


Mimi melihat menu sarapan yang ada, lontong sayur cubadak, lontong sate padang dan ada lontong pecal.


"Emm semua enak." jawab Mimi.


"Makan aja semua Mi.." celetuk Rudi.


"Iya kak." jawab Mimi.


Mimi mengambil lontong di masuki nya sayuran, Mimi masukkan beberapa tusuk sate ayam setelah itu Mimi tuang kuah kacang dan kuah dari gulai cubadak ( gulai nangka ). Maka racikan lontong Mimi pun siap untuk dinikmati.

__ADS_1


"Wah mantap racikan Mimi." ucap Ryan setelah melihat isi dari piring Mimi.


"Iya kak karena semua kepingin ya dimasukin aja semua." jawab Mimi.


"Kenapa gak kepikiran ya." ucap kak Farhan dan semua melihat ke arahnya.


"Maksud nya Han?" tanya Ryan.


"Ya maksud ku kenapa gak kepikiran seperti Mimi, dari pada dari tadi bolak balik mencicipi semua ampe kekenyangan gini." jawab Farhan.


"Iya juga ya." celetuk Rudi dan Rendi yang mana mereka juga melakukan hal yang sama seperti Farhan.


"Hahahaha, makanya berguru dengan Mimi." ucap Syahril.


"Beuh gaya Lo Riil, yang ada Lo pasti minta suapin ma Mimi." celetuk Erwan.


"Hehehe." Syahril cengengesan dengan menggaruk belakang kepalanya.


Seperti apa yang dikatakan Erwan itulah kenyataannya, Syahril meminta Mimi untuk menyuapinya.


"Berasa ngajak balita kita ya!" celetuk bang Idho dan di angguki oleh mereka semua dan kemudian ketawa dengan renyahnya.


"Beuh iri bilang bossque." jawab Syahril dengan terus menerima suapan dari Mimi.


"Bayi Babon." celetuk Rendi dan Syahril hanya melototkan matanya.


"Udah-udah nanti baby Mimi ngamuk." canda Ryan.


"Hahahaha" mereka kembali ketawa tapi Syahril cuek atas olokan dari teman-temannya.


Setelah habis sarapan para cewek membersihkan meja dan mencuci piring bekas sarapan mereka walau sudah di karang uniang yang jaga rumah ini.


"Eh indak usah, biar uniang yang membersihkan." ucap uniang Santi.


"Ndak baa uniang, biar kami yang membersihkan." jawab kak Siska yang mana dia juga keturunan Minang.


Sehabis membersihkan dan mencuci piring kami semua gabung di ruang keluarga.


"Oh ya kak, kok sudah tersedia sarapan sebanyak itu sih tadi? apa uniang membelinya?" tanya Mimi ketika sudah berada disamping Syahril.


"Ndak dek, itu uniang bikin sendiri karena Umma sudah kasih tau sebelumnya kalau kita akan kemari." jawab kak Syahril.


"Nah nanti kalian mau pada ikut kita atau tinggal dirumah?" tanya Ryan kepada Di'ah dan yang lain khususnya kami-kami yang belum lulus.


"Emm emang kampusnya jauh kak?" tanya Mimi.


"Nggak dekat kok di depan sana." jawab Ryan.


"Iya jatuhnya perumahan ini berada di belakang kampus Mi." jelas Andri.


"Oh jadi bisa jalan kaki dong." Celetuk Novi.


"Bisa dek, cuma ya lumayan kalau jalan kaki." Rendi menjawab.


"Kok lumayan." ucap Emma.


"Iya kok lumayan, katanya dekat kampusnya." imbuh Novi.


"Iya dekat dek tapi kalau mau menuju kampus ya lumayan kita harus lewati blok-blok perumahan dulu." Rendi menjelaskan kepada Novi.


"Emm kalau kami ikut boleh?" tanya Mimi.


"Boleh aja, sekalian kalian tau dimana letak kampusnya." ucap Ryan.


"Yaudah kalian dah pada siap belum?" tanya Syahril.


"Udah kak." jam kami serentak.


"Hahahaha serasa lagi ngadain anak MOS." celetuk Rudi.


"Iya kompak bener kalian." ucap Andri.


"Kalau udah pada siap kita berangkat sekarang aja yok." ajak Syahril dan kami pun beranjak mengambil totebag dan setelah itu kami keluar rumah dan tak lupa pamit sama uniang dan ajo yang ada di rumah.


Sepanjang jalan Mimi bertanya pada Syahril karena penasaran dengan ucapan Novi sewaktu di kamar tadi.


"Emm kak, apa benar itu rumah kakak?" tanya Mimi hati-hati.


"Kok adek tau?" Syahril bikin nanya.


"Tadi Novi cerita, dia juga katanya tau dari kak Rendi." jawab Mimi.


"Iya itu rumah Abah sama Uma sewaktu mereka dinas disini dulu.


"Oo, terus disampingnya kanan itu rumah kak Rendi ya kak?" tanya Mimi lagi.


"Iya sebelah kanan rumah kak Rendi, sebelah kiri rumah Ryan, nah sebelah rumah Ryan rumah Rudi." jawab kala Syahril.


"Kak Andri?" tanya Mimi.


"Kalau Andri depan rumah pas depan rumah kakak tadi dan yang menunggunya sekarang kak Zahira." jawabnya.


"Kak Zahirah siapa kak?" Mimi selalu bertanya karena penasaran.


"Kak Zahirah itu kakak pertama nya Andri." jawab Syahril.


"Rumah kak Ryan, kak Rudi dan kak Andri apa ada juga yang nungguin kak?" tanya Mimi.


"Ada." jawab Syahril. "Dah yok udah sampai." Syahril mengakhiri jawabnya karena sudah sampai di parkiran kampus.


Kami semua turun dari mobil dan memandang takjub dengan kampus yang berdiri megah.


"Wah bagus kampusnya." ucap Mimi.


"Iya dek ini salah satu kampus terbaik disini." jawab kak Syahril dan kami pun masuk kedalam.


Mimi mengikuti kemana langkah kaki kak Syahril berjalan di sepanjang koridor kampus hingga sampai di ruangan administrasi.


Mimi dan yang lain berdiri sambil melihat susana kampus ini sedangkan kak Syahril dan yang lain menuju ruangan administrasi untuk menyerahkan kelengkapan data mereka.


Mimi dan geng rusuh menyusuri koridor-koridor kampus dan tampaklah sebuah taman di tengah-tengah kampus ini begitu banyak mahasiswa yang berada disini entah itu mahasiswa lama atau calon mahasiswa seperti kak Syahril cs.


Mimi memandang takjub disetiap bangunan nya, karena tiap fakultas yang ada akan berbeda bangunannya pula, begitu luas kampus ternama di kota pedang ini.


"Hemm pantas kata kak Rendi jika berjalan ke kampus lumayan kalau jalan kaki." gumam Novi.


"Iya Nov, kampus seluas ini walau posisi rumah di belakang kampus lumayan keringat keluar kalau jalan kaki." jawab Emma.

__ADS_1


"Emm besok kita kuliah disini juga yok Emm." ajak Novi.


"Boleh." jawab Emma.


"Gimana kalian mau juga ndak?" tanya Emma kepada kami.


"Hem ndak tau Emm," jawab Mimi.


"Iya kalau aku ndak tau juga." kata Manda, "Diizinkan ikut kalian libur ini aja bersyukur aku." imbuh Manda.


"Yaudah yok kita balik ke tempat tadi nanti dicariin sama mereka lagi." ajak Mimi.


"Yaudah ayok.. Eh tapi ingat jalan ndak!".ucap Manda yang celingukan karena ternyata baru sadar jika kami terlalu jauh dari ruang tadi.


setelah terdengar ucapan daYaanda kami pun sontak ikut celingukan.


"Nah loh tersesat kita." jawab Emma.


"Huhhh, keasikan jalan nih kita." ucap Sila.


"Iya kek orang ku"u kita." celetuk Emma.


Orang ku*u disini sebagai kata kiasan aja ya guys bukan menjelekkan suatu suku, yang mana bisa diartikan seperti orang yang baru keluar dari hutan dan kalian melihat keramaian jadi lupa diri gitu, maaf authore lupa hehhe.


"Iya juga ya." Novi membenarkan.


"Udah dari pada nanti tambah tersesat mending kita telpon aja kak Ryan." ucap Di'ah.


"Betul itu , gih Di'ah telpon kak Ryan." Emma menyuruh Di'ah untuk menelpon kak Ryan.


Tapi belum Di'ah menelpon ternyata hp nya sudah keburu berbunyi dan itu ternyata dari kak Ryan.


"Hallo assalamualaikum kak," ucap Di'ah yang sedang menerima telpon kak Ryan.


"Waalaikum salam dek, adek dimana?" tanya kak Ryan khawatir karena kami lumayan lama berpisah dari mereka semua.


"Emm kami ada di taman kak." jawab Di'ah.


"Taman mana dek?" tanya Ryan.


"Ya ditaman kampus kak." jawab Di'ah yang juga ndak tau persis dimana mereka berada saat ini.


"Iya taman kampus tapi di fakultas apa?" tanya kak Ryan.


"Ndak tau." jawab Di'ah.


Mimi juga sedang menerima telpon dari kak Syahril.


"Adek dimana?" tanya kak Syahril.


"Ditaman kampus kak." jawab Mimi.


"Taman di fakultas mana?" tanya Syahril.


"Eh Mimi gak tau kak, kami tadi jalan ndak lihat-lihat." jawab Mimi "Bentar Mimi tanya dulu." imbuh Mimi dan berlalu mendekati mahasiswa yang sedang duduk di bawah pohon rindang dekat taman.


"Maaf kak, ini taman nya di fakultas apa ya?" tanya Mimi kepada seorang gadis dan temannya yang sedang duduk santai di bawah pohon beringin yang rindang.


"Oh ini di fakultas ekonomi dek, kalian baru ya?" tanya salah seorang mahasiswa tersebut .


"Iya kak,"jawab Mimi.


Karena sambungan telpon masih tersambung kak Syahril dan yang lain pun langsung menyusul Mimi dan teman-teman nya.


"Yaudah, makasih ya kak." ucap Mimi.


"Sama-sama." jawab mereka dan Mimi kembali ke sambungan telponnya.


"Em kak, kami di taman fakultas ekonomi." ucap Mimi.


"Iya kakak dah dengar tadi nih kakak sama yang lain menuju kesana." jawab Syahril.


"Kalian jangan kemana-mana lagi tetap disana." imbuh Syahril dan dia mematikan Sabungan telponnya.


Tak berselang lama rombongan Syahril pun tiba di taman dan mendekat ke arah kami.


"Huhhh, kok kalian bisa nyasar sampai sini." ucap kak Rendi.


"Hehe maaf kak, kami tadi mengikuti kemana kaki melangkah." jawab Novi dengan cengengesan.


"Iya kak kami ndak tau kalau kampus ini luas ternyata." imbuh Emma.


"Emang pas kalian jalan tidak mengingat jalan ditempuh?" tanya Erwan.


"Ndak kak, kami berjalan ngikutin koridor terus lihat ada taman kami ikutin lagi nah setiap kami jalan ketemu koridor lagi dan kami jalan ada taman lagi yaudah sampailah kami di taman ini." terang Emma.


"Yaudah udah siang juga kita pulang aja yok." ucap kak Ryan sambil melihat ke arah jam tangannya.


"Eh ternyata lama juga ya kita keliling tadi." ucap Manda.


"Iya sangking asiknya ngikutin kemana kaki melangkah." sindir Andri dan Manda mengerucutkan bibirnya.


"Yaudah ayok kita jalan lagi." ajak Syahril dan kami pun berjalan menuju parkiran.


"Kak udah selesai semua urusannya?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah dek sudah semua." jawabnya.


"Terus kapan mulai masuk ke kampusnya?" tanya Mimi lagi.


"Tiga bulan lagi." jawab Syahril dan kami pun segera masuk ke dalam mobil.


"Eh Riil, kita kemana dulu nih?" tanya Rendi.


"Pulang kerumah aja dulu." jawabnya dan kak Syahril pun menghidupkan mobil dan berjalan keluar dari area kampus menuju rumahnya.


Sesampainya di rumah kami kumpul di ruang keluarga sambil menunggu waktu adzan Dzuhur.


Hai assalamualaikum sobat dokter Jantungku dah pada Dzuhuran belum? ayo yang belum segera tunaikan.


Alhamdulillah dokter Jantungku update kebab dua hari ini. Selamat membaca dan jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan Krisan di kolom komentar.


VOTE


RATE


LIKE

__ADS_1


KOMEN


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆


__ADS_2