
Hari terus berlalu, tahlilan malam ini adalah malam ketiga buat Mimi. Duka terus menyelimuti keluarga ini, tak hanya keluarga Mimi tetapi semua keluarga Syahril bahkan sahabat-sahabatnya pun turut berduka yang mendalam.
Mimi anak yang pendiam, namun di balik pendiam nya dia adalah anak yang baik hati, pengertian dan perhatian terutama bagi orang-orang yang dikenalnya ataupun baru dikenalnya.
Anak pendiam yang tidak memilih teman, jika orang baru mengenalnya maka dia akan di sangka anak sombong namun jika sudah mengenal sosok dirinya maka orang tau ramah tamah itu tidak harus mengumbar kata.
Tiga Minggu sudah mereka kehilangan sosok anak yang baik budi. Tiga Minggu sudah para sahabat kehilangan sosok sahabat yang baik tanpa harus ada imbalan.
Malam tahlilan yang ketiga, sanak saudara memasak berbagai menu kesukaan Mimi. Yah malam ini mereka akan menyajikan makanan berlauk dan nasi untuk bapak-bapak yang baca tahlil.
Emak masih belum percaya akan semua ini, dia tidak percaya akan takdir yang merenggut anak sulungnya dengan cara seperti ini.
Anak yang telah di anggap tiada di dunia namun tanpa ada pusara yang harus dia kunjungi bila rindu.
Malam ini Syahril dan Ryan datang ke tahlilan Mimi, tak hanya mereka berdua, seluruh keluarganya pun datang turut serta untuk mendoakan mendiang Mimi.
Saat pembacaan tahlilan di mulai, Syahril, Ryan ,Rudi, Andri dan yang lain seakan lidah nya kelu untuk melantunkan ayat demi ayat dari suratbyasin tersebut.
Air mata mengiringi setiap ayat dilantunkan dari bibir mereka. Pertemuan terakhir yang membawa luka, pertemuan akhir yang membawa kesedihan semua orang.
Jika waktu bisa di ulang, tentunya mereka akan menahan Mimk bagaimanapun caranya, namun semua adalah takdir illahi uang tak bisa mereka ganggu gugat.
"Dek, kenapa hati kakak berat membaca Yasin ini untukmu." gumam Syahril dalam hati.
"Kakak tidak sanggup dek," ucaonya dan beranjak berdiri berlalu keluar dari dalam rumah.
Syahril menuruni satu-persatu anak tangga, diikuti Ryan dan Andri.
"Riil, tunggu." ucap Ryan yang juapga berlari menuruni anak tangga.
"Riil, sabar." ucap Andri. Syahril memeluk sepupunya itu sambil menangis.
"Aku ndak sanggup Ndri, aku ndak sanggup." ucapnya.
"Riil, kita harus mendoakan Mimi. Yah walaupun kita tidak tau dimana jasadnya semoga arwahnya diterima Allah SWT dengan segala amal kebaikannya." ucap Ryan.
"Aku ndak sanggup Yan, aku ndak sanggup." ucap Syahril.
Babah, Abi Thoriq dan Abi Mansyur serta sebagian bapak-bapak yang duduk di serambi melihat Syahril. Sebagian orang di kampung ini mengetahui hubungan Mimi dan Syahril.
Syahril dikenal orang di kampung Mimi anak yang baik dan kadang tak segan-segan Syahril menolong bapak-bapak di rilkampung ini jika ada kegiatan gotong royong.
Babah mendekati Syahril dan menenangkan anaknya. Semua orang turut bersedih dengan kisah mereka. Walau semua orang tidak mengetahui bagaimana Mimi dan Syahril berpisah.
"Nak, ayo kita naik lagi. Kamu harus kuat, kita sama-sama berdoa untuk Mimi, semoga Allah menerima segala amal ibadahnya dan ditempatkan Allah ke surga nya." ucap Babah dengan merangkul Syahril.
"Ayo kita naik lagi, tidak enak dengan yang lain." ucap Babah lagi, Syahril pun mengikuti langkah Babah dan yang lain untuk naik kembali.
Langkah demi langkah lpmelewati anak tangga begitu kuat kenangan itu hadir di dalam benak Syahril. Kini hanya kenangan yang hadir di dalam dirinya.
rSenyum tawa riang, sedih dan cemberut nya Mimi padanya semua hadir di dalam ingatannya. Syahril tak duduk di dalam, dia duduk bersama babahnya di serambi bersama bapak-bapak yang lain.
Serambi ini, dimana dia selalu menunggu Mimk tiap pagi saat akan pergi ke sekolah, di serambi ini dimana saat mereka mengerjakan tugas-tugas sekolah maupun tugas-tugas bimbel, di serambi ini pula kejahilan-kejahilan yang selalu mereka.
Syahril memejamkan matanya seraya menarik nafasnya dalam. Pilu yang dirasakannya, sakit yang dirasakan saat Mimi memberi keputusan tak sesakit saat ini.
"Apa yang harus kakak lakukan dek." Gumamnya dalam hati.
"Perpisahan kita, membuat luka diantara kita. Sekarang dengan kepergian seperti ini !membuat hati kakak hancur dek." Gumamnya.
"Ya Allah, kenapa bukan nyawa ku saja yang kau ambil.. Kenapa harus dia ya Allah. Kenapa harus dia.." Syahril terus berkecamuk di dalam hatinya.
"Berikanlah kami keajaiban mu raab, jadikan kesedihan dan kepiluan ini menjadi sebuah kebahagiaan buat kami semua."
"Ya Allah jika masih ada keajaiban mu untuk kami, aku berjanji ya Allah, aku berjanji selama dirinya bahagia aku tidak akan mengusuiknya sampai kau beri kamintakdor untuk bahagia bersama."
Surat yasin dan tahlil terus dilantunkan dengan khidmat hingga sampailah pada do'a nya.
Setelah do'a selesai maka hidangan lun disajikan untuk semua. Syahril melihat menu ikan saos asam manis, air matanya lirih seketika. Bayangan-bayangan saat Mimi memasakkan menu itu untuknya seolah berputar di otaknya.
Ryan melihat Syahril menatap sendu menu dihadapannya sangat mengerti jika Syahril merindukan masakannya.
"Riil, dimakan." ucap Ryan, Syahril pun mengangguk.
Sesuap demi suap dia menyantap menu itu namun terasa hambar di lidahnya.
"Dek, kakak rindu masakan mu." ucaonya lirih.
__ADS_1
Setelah selesai semua orang pulang dan tinggallah keluarga besar Mimi dan Syahril serta sahabat Mimi Muthia, Selfia, Irma dan yang lain.
Sahabat-sahabatnya Mimi dan Syahril cs duduk bersama di serambi/teras mereka bercengkrama bersama tanpa Mimi.
"Emm kak Ryan ini semua?" tanya Selfia.
"Oh ini semua sepupu kakak, ayo kenalin." jawab kak Ryan serta mengenalkan semuua pada sahabat Mimi dari Semarang.
Muthia dan yang lain sudah mengenal sahabat Mimi yang berada disini, karena mereka pernahmiku Mimi ke Jambi saat liburan.
"Oh ya kak Syahril, emm selamat ya atas pernikahannya. semoga menjadi keluarga yang samawa." Selfia memberi selamat pada Syahril dan mengulurkan tangannya pada Syahril.
Syahril tidak menerima uluran tangan dari Selfia, dia menatap tajam ke arah Selfia dengan tatapan tidak suka.
"Emm kok natapin Fia begitu." ucap Selfia yang menciut dan menarik kembali ukuran tangannya.
"Oh ya kalian sahabtnya Mimi satu fakultas atau gimana? tanya kak Rani mengalihkan suasana yang akan mencekam.
"Emm kita satu fakultas kak, fakultas kedokteran." jawab Muthia.
"Ohh iya, emm kakak mewakili Mimi dan keluarga minta maaf ya lada kalian, kalau selama kalian bersama Mimi berbuat salah pada kalian." ucap kak Rani meminta maaf mewakili.
"Emm sama-sama kak, seharusnya kami yang minta maaf. Kami yang banyak merepotkan Mimi." ucap Muthia.
"Andai ada Mimi saat ini disini hiks." ucap Selfia.
"Fiii" panggil Muthia dan Irma lirih.
"Miii, Fia kangen sama Mimi hiks hiks." ucal Selfia. Tak hanya Selfi semua orang pun kangen akan sosok Mimi ditengah-tengah mereka.
"Fia kangen Mimi, Muth, Ir hiks rasanya Fia nggak sanggup pulang besok huhuhu." ucap dia dan memeluk kedua sahabat nya.
"Sabar Fi, kita semua kangen sama Mimi. Kita do'a kan saja Mimi diterima sisinya Allah SWT." ucap Irma.
"Fia nggak sanggup kalau pulang lewat kosannya Mimi.. Fia nggak sanggup." ucapnya terisak.
"Kita juga Fi, tapi kita haris ikhlas Fi.. Kasian Mimi." ucap Muthia yang juga menangis.
Di'ah melihat ketiga sahabat Mimk di daerah oeangbtersebut bersedih juga ikut bersedih. Di'ah juga sangat merindukan Mimi masih terngiang-ngiang di matanya saat Mimi berusaha tertawa riang di hadapan mereka kala mereka pergi berwisata untuk terakhir kali.
Emma dan Manda saling berpelukan meluapkan kesedihan mereka. Kak Rani memeluk kak Rudi dan mereka yang berpasangan memeluk suami mereka. Mereka tak kuasa menahan kesedihan mereka kala melihat ketiga sahabat Mimi tersebut bersedih.
"Kalian pasti bisa, kita semua sangat merindukan Mimi. Kita kirim dia do'a setiap sujud kita buat dia." ucap kak Siska dengan suara yang getir.
"Kami biasa selalu bersama kak, dalam sebulan lalu kami selalu bersama di kosannya. Apa dalam sebulan itu merupakan pertanda buat kami berpisah untuk selamanya?" ucap Selfia dan bertanya.
Syahril hanya diam, sebulan lalu dia berjanji akan datang dan menemani Mimi saat ujian. Sebulan lalu Lula dia ingkari karena kecelakaan terjadi pada dirinya.
Penyesalan kini merambah hatinya, andai saja dia tidak gegabah waktu itu mungkin kecelakaan padanya tidak akan terjadi.
Syahril terdiam, diamnya dia menyalahkan dirinya. Menyalahkan kebodohan yang telah dia perbuat, menyalahkan pernikahan bagaikan neraka baginya.
Syahril terdiam namun dari sorot matanya menaruh dendam yang membara. Dia dendam pada semua ini, dendam pada dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa, dendam pada dirinya sendiri yang tidak bisa menghalangi Mimi untuk tidak pergi.
Mereka semua bersedih, mereka semua sulit untuk menerima kenyataan ini, kata ikhlas mudah di ucapkan namun susah untuk menjalankan nya.
Malam ini mereka berkumpul bersama dan mungkin mulai esok mereka akan berpisah untuk selamanya. Mereka bersatu karena Mimi di tengah mereka, tapi kini semua tak bisa di ungkapkan.
Malam semakin larut, keluarga Syahril telah pulang kerumah kecuali Ryan dan Syahril yang masih enggan untuk pulang.
Di'ah, Manda dan Emma tidur di rumah Nyai. Mereka berenam akan tidur di kamar depan, dimana kamar ini menjadi kamar yang menyimpan berjuta kenangan buat mereka.
Di dalam kamar mereka saling bercerita bagaimana mereka bisa terjalin persahabatan dengan Mimi dan bagaiman perjalanan mereka selama menjalani persahabatan.
"Di'ah, Emma, Manda. Besok kita nggak bisa bersama lagi kayak ini ya?" ucap Selfia.
"Iya Fi, ini kali kedua kamu ke Jambi dan kita tidur bareng lagi." jawab Emma.
"Hmmm, dulu kita bertujuh nempati ni kamar. Malam ini malam terakhir kita mempati nya dan itu kita berenam." ucap Muthia.
"Di'ah, emma, Manda jangan putus silaturahmi dia nyata kita ya?" ucap Irma.
"Iya Di'ah, Emma, Manda. Walau Mimi tidak ada di tengah kita, jangan kita putus silaturahmi juga ya.." ucap Selfia dengan isakan tangis.
"Iya, sama buat kalian juga jangan sungkan untuk saling berbagi sama kita." jawab Emma dan mereka pun berpelukan.
Syahril dan Ryan membahas tentang Mimi pada Pakcik, bapak, serta pakdo dan Om Adrian. Mereka merasa ada keganjalan didalam semua ini. Mereka semua masih duduk di serambi/teras.
__ADS_1
"Pakcik, pakdo, Om, pak. Emm sebelumnya Syahril minta maaf atas kesalahan Syahril selama ini." ucap Syahril.
"Emm cik, Syahril mau tanya waktu Pakcik antar Mimi. Pakcik antar dia sampai mana?" tanya Syahril.
"Pakcik antar dia sampai dalam Riil, Pakcik antar dia sampai dia check-in. Setelah itu Mimi nyuruh Pakcik untuk pulang segera karena langit terlihat gelap. Dia takut nanti Pakcik kehujanan di jalan." jawab Pakcik.
Tak lama emak dan yang lain ikut bergabung di depan.
"Memangnya ada apa Riil?" tanya emak tiba-tiba di balik pintu.
"Emm gini Mak ini mungkin hanya menurut Syahril saja. Emm Mak, apa didalam tas Mimi ada HP nya?" tanya Syahril.
"Ada, tapi HP nya tak bisa nyala." jawab emak.
"Emang ada apa Riil?" tanya pakdo yang penasaran.
"Emm ginj pakdo, emak, Pakcik dan semua. Huumm huh, HP mimimkan dulu Syahril yang beli, nah waktu itu Syahril adaasang GPS di HP nya Mimi, Syahril beri keingat kemarin lusa. Syahril dan Ryan mencoba melacak HP Mimi jika emang kata emak dia ada SMS Mak, kemungkinan besar HP nya aktif." ucap Syahril.
"Jadi maksud Syahril, Mimk bisa dilacak gitu?" tanya Om Adrian.
"Iya om, tapi yaitu kami kemarin mencoba melacaknya tidak bisa." jawab Syahril.
"Gini Om, pakdo dan yang lain. Seperti yang kita ketahui tragedi kecelakaan kan jam 6.30 malam perkiraannya, nah kata emak dia terima sms di jam tiga subuh iya kan Mak?" ucap Ryan dan bertanya pada emak.
"Iya Yan, bentar emak abil HP Mak." ucap emak dan berlalu pergi masuk ke dalam untuk !mengambil HP nya.
"Hmm betul juga Yan, kalau Mimi naik pesawat apa kemungkinan HP Mimi di copet?" ucap Pakcik.
"Nah itu dia cik, yang bikin kamu berdua ragu." ucapnya Ryan.
"Kalau seandainya memang di copet dan kalau semisalnya HP nya di jual dan no nya ganti insya Allah kita bisa melacaknya. Karena GPS itu Syahril pasang memakai no imei hp, jadi walau no ganti asalkan hp aktif kita bisa mengetahui keberadaan HP itu." terang Ryan.
"Nah Yan, ini SMS Mimi waktu itu." u AP emak dengan menunjukkan SMS di ho nya kepada Ryan.
Ryan mengambil HP emak dan melihat isi SMA serta nomor yang tertera.
"Gimana Yan?" tanya Syahril.
"Emm njpih Riil, ini memang nomor Mimi." ucap Ryan dan menunjukkan kepada Syahril, Syahril pun menerimanya dan mengeceknya.
"Alhamdulillah Mak Mimi sudah sampai ( Syahril membaca isi SMS Mimi ) jam 3.12." ucap Syahril.
"Apa emak ada nelpon dia setelan itu Mak?" tanya Ryan.
"Iya Yan, Mak langsung nelpon dia setelan menerima SMS itu pertama nyambung tapintidak di angkat, kedua Mak telpon lagi nyambung tapi masih tidak di angkat yang ketiga sudahntidak nyambung lagi sampai sekarang." emak menjelaskan pada Syahril dan Ryan.
"Bukan emak kau bae Yan yang hubungi Mimi, om pun juga langsung nelpon nomoe Mimi sama juga dengan apa yang emak kau bilang. Pakdo, Pakcik dan yang lain pun juga tapi sama saja." ucap Om Adrian.
"Hmm, kalau di copet orang. Bagaimana dia tau kalau sipemilik HP adalah Mimi." ucap Muthia tiba-tiba yang muncul.
"Iya betul itu, dan bagaimana juga dia tau kalau anggota keluarga Mimk sedang menunggu kabar dia." sahut Selfia.
"Hmm ini yang harus kita cari tau." ucap Ryan dengan terus memandang wajah Di'ah yang juga ikut gabung.
Berulang kali Ryan menghelakan nafasnya bila melihat wajah mantan kekasih terindahmya terlihat sendu.
"Jadi apamle!unhkknan besar Mimk selamat kak?" tanya Irma.
"Itu yang harus kita selidiki. Oh ya Mak, kata emak HP Mimi ada, mana Mak?" tanya Ryan.
"Emm bentar emak ambil." ucap emak dan berlalu pergi lagi kedalam untuk mengambil HP yang dimaksud.
Tak berapa lama emakpun keluar dengan membawa hp tersebut dan menyerahkan pada Ryan. Ryan menerimanya dan menelisik HP tersebut.
"Hmmm Riil ini bukan HP Mimk kan?" tanya Ryan kepada syahril setelah menelisik HP tersebut.
"Mana?" tanya Syahril, Ryan pun memberikan HP tersebut pada Syahril, Syahril pun menelisik nya.
"Emm HP merk dan tipe sama tapi ini bukan HP Mimi, yah aku yakin Yan, ini bukan HP Mimi." ucap Syahril.
Terlihat rona penuh harap di matanya begitu pula dengan yang lain, mereka semua malam itu kembali mencoba melacak serta menghubungi nomor Mimi kembali.
Emak berdoa alam hatinya, agar anak nya benar-benar !asih hidup dan selamat dari tragedi itu.
Tbc
Assalamualaikum selamat malam, mohon maaf telat up karena si kecil rewel dan jaringan pun ada gangguan. semoga ceritanya selalu dinantikan ya.
__ADS_1
Makasih atas segala dukungan nya sw!kha dukungan kalian membawa barokah. Amin.