
Sebulan sudah hubungan Mimi dan Revano, hubungan yang selalu memberikan kenyamanan satu sama lain. Selama satu bukan itu juga Mimi masih belum mau menegur Dimas maupun Saridi.
Revano setiap hari nya selalu bersama Mimi kecuali Sabtu Minggu.
"Mi, itu ayang beb mu dah nyamperin." ucap Riska teman sekelas Mimi.
"Eh iya Ris, nanti kita lanjutin ya." ucap Mimi dan mengakhiri diskusinya bersama Riska.
"Its oke Mi no problem" jawab nya.
Ya kali ini mereka mendaltbtugas dari dosen untuk praktek Minggu depan, kali ini Mimk terpisah sama sahabat-sahabatnya.
"Lagi bahas apa dek?' tanya Revano.
"Ini tadi lagi bahas buat ujian praktek Minggu depan kak." jawab Mimi.
"Oh ya kak, jadi kita sore ini ke ICS" tanya Mimi.
"Jadi dek, nantin kakak jemput ya?" ucapnya
"Iya, boleh nggak Mimi ngajak sahabat-sahabat Mimi" ucap Mimi.
"Boleh dek, biar sekalian kita belajar bersama." jawabnya.
"Mi" panggil Muthia dan diikuti yang lain.
"Iya Muth"
"Emm ntar sore jadikan? boleh kan kita ikut?" tanya Muthia.
"Boleh ya kak?" tanya Selfia.
"Boleh kok, nanti sekalian kita bareng berangkatnya." jawab Revano.
"Oke makasih kak." jawab mereka dan mereka pun berjalan bersama menuju kantin Bu Ruminah.
Sore harinya Mimk dan ketiga sahabtnya te!ah bersiap mengenakan pakaian syar'i, mereka akan pergi ke acara yang diselenggarakan di ICS.
Tak hanya mereka yang pergi ke acara itu, Abi Arsyad beeseta keluarganya pun pastinya ikut serta.
Semua keluarga Syahril sudah mengetahui kedekatan Mimi dengan Revano. Umma lun telah mendengarnya, ada rasa sedih dihatinya namun dia gak bisa berbuat apa-apa dan dirinya juga tidak bisa menghalangi kebahagian Mimi.
Abi Arsyad, Abi Risyad dannklaurga mereka juga senang melihat kedekatan Mimi dan Revano. Mereka melihat Revano adalah sosok pemuda yang pertanggung jawab dan berdedikasi.
Mereka semua telah sampai di masjid ICS, Mimk duduk bersama gpduo umminya, Cindy dan sahabatnya. Saat acara di mulai keadaan dalam masjid menjadi hening ketika ayat suci akan dilantunkan oleh mbak Reva yang merupakan seorang Qoriah.
Dia melantunkan ayat suci dengan sangat merdu dan membuat buku rkma merinding.
deg deg deg
Entah mengapa jantung Mimi dan Revano berdetak saat mendengarkan suara mbak Reva.
"Ya Allah apakah ini jawaban darimu?" ucap Mimi dalam hati tiba-tiba ketika teringat akan ucapan Revano waktu itu.
"Ya allah, suara ini." ucap Revano dalam hati.
Revano diam menikmati serta meresapai lantunan indah itu.
Begitu pula Mimi dan yang lain, mendengarkan ayat demi ayat dilantunkan oleh Reva hingga selesai.
"Subhanallah"
"Masya Allah"
"Allahu Akbar"
Ayat suci telah selesai dilantunkan terdengar riuhan suara mengagungkan illahi Rabbi.
Hampir tiga jam cara disini terlaksana dengan lancar, Mimk dan yang lain pun kembali pulang. Mimi dan ketiga sahabatnya diantar Revano ke kosan.
"Mimpi yang indah ya dek, jangan lupa sholat malamnya." ucap Revano kala telah sampai kosan Mimi.
"Iya sama buat kakak." jawab Mimi.
Revano selalu mengingatkan Mimi untuk tidak meninggalkan sholat Sunnah.
Keesokan harinya, seperti biasa Revano selalu menjemput Mimi dan ketiga sahabat Mimi.
Beberapa hari kemudian Revano mengajak Mimi jalan, Mimi pun menyetujuinya. Mereka jalan-jalan ke mall, makan dan nonton.
Setelah itu Revano mengajak Mimi ketaman yang tak jauh dari kota itu. Entah mengapa saat menginjakkan kakinya di taman ini Mimi merasa sesak.
"Dek apa kamu pernah ketaman ini?" tangan Revano.
"Iya pernah." jawab Mimi.
"Sama siapa? samaa mantan atau?" ucapnya.
"Sama mantan tunangan." jawab Mimi.
"Oo" jawab Revano.
"Kita duduk di pinggir danau itu yok." ajaknya dengan menunjuk pinggiran danau, tempat dimana Mimi memberikan keputusan terhadap Syahril.
"Bisa temlatblainnya aja nggak." ucap Mimi.
"Kenapa? Disana bagus dek." jawabnya.
"''Hmm" jawab Mimi.
"Hmm yaudahbkita disebelah sana sambil bermain flyingfox yuk." ucaonya dan Mimk pun mengangguk.
Saat selsai bermain flyingfox mereka berdua duduk di sebuah gazebo dan menikmati bakso.
"Kak" panggil Mimi.
"Hmm.." jawabnya
"Sepertinya Mimi tau suara dari mimpi kakak itu."
Revano diam, Revano pun merasa jia suara itu milik Reva. Namun dia ingin melihat sejauh mana hubungannya dengan Mimi ini.
"Kayaknya Allah telah memberikan jawabannya itu buat kakak."
"Allah juga memberikan jawaban pada Mimi,"
__ADS_1
Revano hanya diam mendengarkan ucapan demi ucapan Mimi.
"Kakak kan ingin menikah segera, sepertinya itu bukan sama Mimi."
"Kak, seandainya jodoh kakak adalah mbak Reva gimana?" tanya Mimi.
"Gimana apa nya? apa adek nggak ada peraau sammaa sekali sama kakak." ucapnya.
"Hmmm bukan tidak memiliki perasaan kak, tapi jodohkan kita tidak tau. Mungkin mbak Reva adalah jodoh terbaik yang diberikan Allah buat kakak."
"Perasaan kakak gimana saat mendengar mbak Reva mengaji saat itu? jujur aja nggak usah sungkan." ucap Mimi dengan meyeruput kuah bakso.
"Kakak juga nggak tau dek, jujur saja kakak merasa nyaman dan damai aja saat mendengar dia mengaji."
"Apa yang kamu katakan benar dek, suara itu mirip suara mbak Reva. Tali kakak belum melihat wajahnya di mimpi." ucapnya.
"Mintalah kepada Allah kak, jika benar dimimli itu merupakan jawaban nya, mintalah sama dia untuk menampakkan wajahnya dan mintalah agar kakak memantapkan hati kakak dengan mbak Reva."
"Mimk merasa rasa cinta dan sayang kakak sama Mimi hanya rasa seorang kakak dan adik saja tidak lebih."
"Mungkin kita hanya ditakdirkan sebagai saudara bukan sebagai
pasangan." ucapan Mimi dengan senyuman.
"Dek, kalau seandainya dia lah jodoh kakak apa adek setuju?" tanya nya.
"Pertanyaan macam apa itu? tentu Mimi setuju kak, mungkin mbak Reva lah yang bisa membimbing kakak lebih baik lagi."
"Coba kakak curahkan semua mimpi kakak pada Abah atau Abi, mungkin nanti mereak bisa !memberikan pencerahannya." ucap Mimi.
"Iya nanti akan coba bertanya pada beliau." jawabnya.
Syharil di LA juga telah mendengar kabarnkalaunmimk sedang dekat dengan cowok beda agama, dia juga sudah mendengar kalau Mimi pula yang menuntut cowok itu ke ajaran Islam.
Syahril yang kini bukanlah Syahril yang dulu, dia satbini merupakan seorang yang gila kerja dan kuliah. Sepwrrinucaoan nya lalu dia akan fokus kependidikan dan kerjaan dan diantidak akan mengganggu Mimi sampai masa nya tiba.
Syahril belum menemukan bukti bagaimana Zahra di Kairo karena setiap dia menyewa orang untuk menyelidiki selalu ketauan.
Yah kekasih Zahra bukanlah orang biasa begitulah yang dipikirkan Syahril.
Saat Syahril tengah ada hari libur dia mengisi libuarannya dengan berjalan-jalan di nyaman kota bersama Ryan dan yang lain.
Rudi telah menjadi seorang ayah, anaknya adalah cowok, Saat ini kak Siska sedang mengandung masuk tiga bulan, Dewi dan Novi sedang menunggu bulannya saja.
Saat mereka duduk ntanla sengaja mata Syahril melihat sesosok orang yang dia cari selama ini. Dialah bang Zacky atau Jack dan bang Bima.
"Bang Bima, bang Zack" panggil Syahril.
Dua orang yang sedang menemani anak mereka bermain pun menoleh ke arah sumber suara.
"Syahril" ucap mereka berdua saling pandang
"Beneran kan ininbanh Zack dan bang Bima?" ucap Syahril tak percaya.
"Hmm" mereka berdua hanya berdehem.
"Apa kabar bang?" tanya Syahril dengan senyum.
"Seperti Yang kamu lihat, kok kalian ada disini?" tanya bang Zack.
"Kita lanjut kuliah disini bang. Ini anak-anak Abang?" ucap Ryan dengan melihat ke arah emlat orang anak yang sedang bermain.
"Ada apa?" tanya bang Zack menelisik wajah Syahril
"Emm nggak ada apa-apa kok bang." jawabnya.
"Hmm" ucap bang Zack dengan menaikkan sebelah alisnya.
"Abang tinggal disini?" tanya Andri.
"Iya." jawab Abang Zack, bang Bima hanya diam tapi dalam diamnya dia menelisik diri Syahril.
"Bang Bima diam bae." gurau Rudi.
"Kalian itu tidak pernah berubah." ucap bang Bima.
"Kalian dah pada nikah atau belum?'" tanya Bima
"Kita-kita udah bang, kecuali yang duo ini bang." jawab Rudi dengan menunjuk ke Syahril dan Ryan.
"Ckk kalian ini apa-apa selalu berdua jomblo pun berdua" ejek Bima.
"Emm ejek aja terus baang" jawab Ryan dan semuanya ketawa.
Syahril berjalan berdua dengan bang Zack sedangkan yang lain bersama Bima.
"Bang, Abang sudah berapa lama disini?" tanya Ryan.
"Enam tahun" jawab Bima.
"Bang Zack juga?" tanya Rudi.
"Bang Zack duluan" jawabnya.
"Oo pantesan nomor kalian tidak ada yang tau." ucap Andri.
"Kalian sah berapa anak?" tanya Bima.
"Baru Rudi bang yang sudah, kalah kami lagi nunggu hari H." jawab Andri.
"Waw, cowok cewek Rud?" tanyanya.
"Alhamdulillah cowok bang, oh ya bang bang Bimo sakit apa sih?" jawab Andri dan bertanya perihal Bimo.
"Bimo kena stroke" jawabnya.
"Biasalah sakit orang dah tua." imbuhnya.
"Kenapa Syahril tidak nolak aja." tanya nya.
"Maksudnya?" tanya Ryan.
"Ckk, kalian ini. Kami tau kalau Syahril itu sudah menikah dan kami juga sedang menyelidiki bini nya." ucap Bima.
"Hah!!! abang gau darimana?" tanya Ryan.
__ADS_1
"Hmm dari mananya tak perlu tau lah." jawabnya.
"Terus apa sudah ada hasilnya bang? sejak kapan Abang menyelidiki nya." tanya Ryan.
"Belum, kami baru dua bukan ini menyelidiki nya. Dia sangat lihai orangnya." jawab Bima.
"Padahal ceweknya Syahril cantik dan sopan orangnya eh malah mau aja nurutin kemauan kakeknya." ucap Bima.
"Hmm bukan Syahril nurugin bang, dia lun terpaksa." ucap Andri.
Syahril dan bang Zack pun saling bercerita, Syahril ohn menceritakan masalahnya, bang Zack hanya tertawa.
"Gimana akamu mau dapat hasilnya lah kamu nyewa penyidik orangnya dari kekasih dia." ucap bang Zack setelah !mendengar cerita Syahril.
"Maksud Abang?" tanya Syahril.
"Kami juga sedang menyelidiki nya kurang lebih dua bulan ini, dia sangat lihai." ucap bang Zack.
"Menyelidiki nya? emang Abang sudah tau?" tanya Syahril gak percaya.
"Hmm, Abi mu Arsyad yang cerita saat dia ada kunjungan bisnk disini."
"Apa kamu nggak ketemu sama abimu?"
"Ketemu bang, Abi waktu itu sangat sibuk. Dia hanya ketemu Syahril bentar saja." jawab Syahril.
"Tali dari mana Abi tau kalau Zahra punya kekasih?" tanya Syahril.
"Ummamu cerita sama ummi Fatma mu," jawab bang Zack.
"Kami sabar aja, kalau jodoh nggak kemana." ucapnya lagi.
"Maksud Abang?" tanya Syahril.
"Abang tau pasti kamu dah tau cerita mantan mu itu." ucap bang Zack dan Syahril hanya menghelakan nafasnya kasar.
"Huuum huh, andai dia mau di ajak kaw*n lari bang." ucap Syahril.
"Ckk mana ada cewek di ajak kaw*n lari, kucing aja kaw*n diam di tempat hahaaa." ucal bang Zack dengan bercanda.
"Ckk" Syahril hanya berdecak.
"Canda Riil, ya mana maulah dia Riil. Dia itu anak baik, siapapun yang dapatin dia pasti sangat beruntung. Udah cantik, manis, ayu, pekerja keras, ointar cari uang, dia itu istri idaman lah." ucap bang zachu dengan segala pujian untuk Mimi.
"Aril curiga, kok Abang tau tentang Mimi?" tanya Syahril.
"Hmm, Abi mu Arsyad semenjak tragedi itu dia telah menyewa salah satu anak buah abang unruk menjaga Mimi dari jauh, abimu itu mendaftarkan rekomendasi dari penyalur bodyguardnya nya. Bodyguardnya abi mu itu semua ternyata anak buah Abang semua karena organisasi itu milik Abang." ucap bang Zack.
"Nggak hanya Abi mu, Abang mu Afnan pun sama jadi mereka sama-sama meyewa bodyguard yang sama yang satu organisasi." imbuhnya.
"Bang Afnan?" ucap Ariil tak percaya jika orang terdekatnya sudah lebih dulu darinya.
"Hmm, mereka semua menyayangi mantan mu." jawabnya.
Syahril bang Zack terus saling memberi informasi untuk mempermudah langkah mereak dalam menyelidiki.
Sehabis makan bakso Revano dan Mimi pun pulang, Revano mengantar Mimk sampai kosannya.
"Kak, jangan lupa ditanyakan? kakak besok malam ke pesantren kan?" ucal Mimi.
"Iya isnya Allahu dek, Kaka akan istikharah lagi malam ini sebelum kakak memantapkan diri." jawabnya.
"Yaudah, jangan terlalu lelah ya dek. Kaka pamit." ucapnya dan pamit.
"Assalamualaikum." ucapnya.
"Waalaikum salam, hati-hati kak" jawab. Mimi, Revano oun mengangguk.
"Cie cie cie yang lagi ngedate." ucap Selfia yang ternyata sudah ada di balik pintu.
"Apaan sih Fi." jawab Mimi.
"Gimana Mi?" tanya Muthia.
"Gimana apanya?" jawab Mimi.
"Ckk jadi kalian !merencanakan pernikahan?" tanya Muthia.
"Tergantung restu Muth." jawab Mimk dengan mengambil handuknya.
"Lah kalian kan sudah mengantongi restu, dari duo Ummi dan duo Abi juga sudah kantongi, mau ngangongi restu mana lagi? kak Syahril?" ucap Selfia yang ujungnya nyeltuk nama Syahril.
"Hmm kalau lerlu Fi hehee.. Yang jelas kalau Allah merestui maka semuanya lancar jika tidak pasti tidak terlaksana." jawab Mimi.
"Udah ah Mimi mau mandi." ucap Mimi dan berlalu pergi.
Ketiga sahabat saling berpandangan tidak mengerti dengan ucapan Mimi.
"Maksudnya apa ya Muth?" tanya Selfia.
"Iya maksudnya apa ya?" sahut Irma.
"Atau jangan-jangan mereka tidak jadi menikah." ucap Muthia.
"Masa iya Muth, Malang amat nasib Mimi. Dapat calon mertuanya yang baik hati jadi gini lagi." ucap Selfia.
"Tapi apa yang menghalangi mereka ya?" sahut Irma.
"Masa iya kak Revan dijodohin sama Kakeknya" imbuh Irma.
"Ngawur kamu Ir." ucap Muthia dan Selfia.
"Lah terus siapa dan apa?" tanya Irma.
"Masa iya Kakek Revan menjodohkan dengan makhluk tak kasat mata, gila aja kamu Ir Kakek kak Revan kan sudah meninggal." ucap Selfia.
"Iya juga ya, terus ala dong?" ucap Irma.
"Entahlah" jawab Muthia dan Selfia, mereka bertiga saling duduk berhadapan dengan berpangku sebelah tangan dengan otak memikirkan kasus Mimi.
Seperti biasa Revano dan adiknya selalu pergi ke pesantren untuk menimba ilmu agama. Disaat waktu luang nya Revano pun menemui Abah Hamid dan menanyakan perihal mimpi itu.
Setelah mendapatkan jawabannya, Revano pun mulai memantapkan hati dengan pilihan yang diberikan Allah SWT.
Sebelumnya revanolun telah menceritakan perihal ini lada kedua orangtua serta keluarganya. Mereka semua awalnya tidak terima namun karena Revano menyebutkan nama Mimi mereka oh. memahami dan berusaha menerima.
__ADS_1
Revano akan menceritakan terlebih dahulu pada Mimi sebelum dia memulai ta'aruf nya.
tbc