DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
239


__ADS_3

Sehabis sholat ashar Syahril dan Ryan pamit, Syahril tak ingin membuat Mimi khawatir dan curiga padanya.


"Ummi, Abi, Ariil pamit pulang ke kosan ya." ucap Syahril akan berpamitan.


"Iya nak, hati-hati dijalan" ucap Ummi


"Bicarakan dengan Mimi segera." ucap Abi Risyad.


"Iya Bi, kami pulang. Assalamualaikum." ucap mereka berdua.


"Waalaikum salam." ucap Ummi dan Abi, mereka pun berlalu kembali ke kosan.


Jarak antara rumah Ummi Fatmah ke kosan Mimi memakan. waktu kurang lebih 45 menit.


Syahril dan Ryan sebekum pulang mereka mampir terlebih dahulu di mall, mereka akan berbelanja karena sewaktu lagi Syahril melihat isi kulkas Mimi hanya tinggal ayam.


Sampai mall mereka belanja bak nya ibu-ibu yang berbelanja. Banyak mata melihat ke arah mereka yang sedang memilih-milih sayuran serta berbagai macam lauk.


mereka berdua gak menghiraukan pandangan serta bisikan-bisikan orang didalam mall itu.


Setelah semua di dapatkan mereka berdua pun pulang, saat berjalan menuju lantai bawah atau lobi tanpa sengaja Syahril melihat orang yang pernah menjadi rivalnya begitupula dengan Ryan.


"Riil, itu bukannya bang Adit ya?" tanya Ryan saat melihat ador sedang makan disalah satu foodcourt di dalam mall itu dengan teman-teman seprofesinya.


"Hmm sepertinya." jawab Syahril.


"Wah ternyata dia sudah menjadi polisi, apa dia bertugas disini ya?" ucap Ryan namun Syahril hanya diam.


"Apa dia tau Mimi disini?" ucap Ryan lagi.


"Sudah lah ayo cepat kita pulang." jawab Syahril, merek pun langsung berjalan hingga sampai ke parkiran. Mereka pulang dengan membawa pemikiran masing-masing.


"Riil.." panggil Ryan.


"Apa!!" ucap Syahril sedikit ketus karena pikiran nya sedang beralih ke Adit.


"Emm apa Adit tau ndak ya Mimi disini??" tanya Ryan.


"Emm ndak tau." jawabnya.


"Huumm huh" Syahril dan Ryan menghelakan nafas.


"Kenapa hubungan kalian banyak sekali kerikil nya ya Riil?" ucap Ryan.


"Belum selesai masalah Kakek, eh datang lagi !ansuia satu itu." ucap Ryan dengan mata yang fokus ke jalanan.


"Lebih baik segerakan Riil, jangan ditunda lagi." ucap Ryan lagi.


"Emm.." jawab Syahril.


"Apa Adit tau Mimi disini, apa dia sudah melihat Mimi, tidak tidak." gumam hati Syahril sambil !menggelengkan kepalanya.


"Tidak, aku tidak mau lagi menundanya, ya Allah lancarkan segalanya." ucap Syahril dan berdoa kepada sang maha kuasa agar dioeelancarlan niatnya nanti.


Tak lama mobil oun telah mendarat cantik di depan kosan Mimi, Syahril turun dan membuka pintu pagar, Ryan pun memasukkan mobil ke dalam dan memarkirkan mobil tepat di depan jendela.


Syahril dan Ryan mengeluarkan belanjaan mereka dan menentangnya serta di bawa kedalam kosan.


Didalam kosan para gadis sibuk membuat camilan sore untuk mereka semua. Hari ini Mimk sengaja tidak memuat kue. Dia ingin merefresh kan pikirannya.


"Assalamualaikum." ucap Ryan dan Syahril.


"Waalaikum salam" jawab Irsyad yang sedang menonton kartun.


"Emm kok sepi dek, dimana tuh para gadis?" tanya Ryan.


"Biasa bang, lara gadis lagi tempur di dapur." jawab Irsyad dengan mata yang masih menatap ke TV sambil mulut mengunyah peyek yang masih terasa hangat.


"Wuih dek, peyek nya masih hangat nampaknya." ucap Ryan yang juga langsung mengambil satu peyek kacang itu.


"Iya bang, para cewek lagi membuat peyek." jawabnya seraya menggigit dan mengunyah.


Syahril sudah berada di dapur dengan membawa beberapa kantong plastik berisi belanjaan.


"Eh kak, dah pulang?" tanya Muthia, Syahril hanya senyum serta mengangguk, Mimi dan kedua sahabatnya melihat ke arah Syahril.


"Kakak belanja?" tanya Mimi yang melihat Syahril membawa kantong plastik dan menaruh didepan kulkas.


"Iya," jawab kak Syahril dengan senyum, Mimi pun ikut senyum walau otaknya penuh dengan pertanyaan tentang obat.


"Wahh emang kak Syahril calon suami idaman." sahut Muthia.


"Iya ya Muth, enaknya jadi Mimi bisa dapatkan cowok sebaik dan sepengertian kak Syahril." sahut Selfia.


"Kalian ini, bisa aja." jawab kak Syahril.


"Emm itu ubi darimana dek?'' tanya kak Syahril ketika melihat Irma sedang memotong ubi tipis-tipis.


"Dari belakang kak, ubi yang kakka tanam." jawab Mimi.


"Besar-besar juga isinya, itu mau di buat apa?" ucap kak Syahril.


"Iya, nihnmau di buat keripik." jawab Mimi.


"Emm yaudah, kakak kedepannya aja ya." ucap kak Syahril dan Mimi pun hanya mengangguk.


Sepergian Syahril, Mimi melanjutkan menggoreng peyek kacang nya yang tinggal sedikit lagi.Para gadis asik membuat camilan hingga menjelang Maghrib baru selesai.


Peyek kacang gurih dan renyah serta keripik ubi pedas dan keripik ubi original oun telah siap jadi camilan.


Para cowok shokat Maghrib di masjid sedangkan para cewek sholatndi rumah secara bergantian. Setelah itu mereka memasak untuk makan malam, mereka hanya memasak sayur saja lebit tepatnya sop yang dibeli di Kangin Bu Ruminah mereka tambahin sayuran seperti brokoli, kentang serta wortel. Mereka juga membuat sambal telur.


Sehabis isya lara cowok pulang dari masjid, para cewek juga telah menyiapkan makan malam sederhana mereka dan mereka pun makan malam bersama.


Sehabis makan seperti biasa lara cewek membereskan. serta membersihkan piring dan gelas kotor mereka dan setelah itu mereka bercengkrama bersama di ruang tv.


Syahril membawa kotak kecil beludru berbentuk hati, dia berniat akaan memberikan kepada Mimi sesuai pesan Ummanya.

__ADS_1


"Dek." panggilnya kepada Mimi, semua yang ada disana melihat ke arah Mimi dan kak Syahril.


"Emm iya kak." jawab Mimi.


"Emm ini, ada titipan dari Umma." ucap Syahril dengan memberikan kotak bludru kecil itu kehadapan Mimi.


"Emm ini apa?" tanya Mimi.


"Bukalah." jawab kak Syahril.


Jangan tanya reaksi semua orang yang ada disana, mereka menunggu Mimi membuka kotak itu. Perlahan Mimi membuka kotak itu, terlihat dua buah cincin yang satu cincin bermata sefir yang disekelilingnya ditabur berlian.


Tanpa menjawab ataupun bertanya Mimi melihat ke arah Syahril.


"Itu dari Umma buat kita." ucap kak Syahril.


"Kata Umma adek menerima pinangannya, karena sewaktu me!knang adek tidak ada maka Umma menitipkan nya dan Umma meminta kakak memakaikan nya di jari adek." terang Syahril, ada rasa haru dimhti Mimi, bukan hanya Mimi saja namun pada semua yang ada.


"Waaaaw cantiknya." ucap Selfia dengan gaya kedua tangannya yang ditautkan ke dagunya dan mata yang berbinar meliaht Syahril memakaikan cincin permata safir itu ke jari manis Mimi.


Begitu pula Mimi memakaikan cincin ke hpjari kak Syahril.


"Makasih sayang." ucap kak Syahril.


"Sama-sama kak, tapi.." jawab Mimi dan Mimi menjadi ragu.


"Tapi apa?" tanya kak Syahril begitu pula dengan yang lain terheran melihat wajah Mimk ada raut kesedihan.


"Tapi... Mimi belum menjawab iya pada Umma. Mimi belum menjawab iya saat Umma bilangnuntuk menikah." jawab Mimi dengan sendu.


"Kenapa adek tidak menjawab nya? apa adek tidak ingin kita menikah?" tanya kak Syahril.


"Huuuum huh, Mimk sanagt ingin kak. Tapi bukan sekarang, bukankah kita sudah sepakat sebelumnya." ucap Mimi.


"Iya dek, tapi kakak ingin kita segera menikah. Karena kakak akan melanjutkan ke LA jadi kakak ingin kita sudah terikat dalam pernikahan, dan.. Kakak ingin kita hidup di LA." ucap Syahril.


Mimi meneteskan air mata, entah kenapa dia ragu untuk melangkah padahal ini yang dia inginkan, Mimi hanya ingin menikah sama orang yang pertama di cintai nya selain ayahnya, dia ingin memiliki suami dari cinta pertamanya dan ingin cinta itu satu untuk selamanya.


Namun entah mengapa saat masanitu tiba dia menjadi ragu dan bimbang. Usahanya dalam sholat sunnah sudah di lakukan nya bahkan tiap malam dia menjalankan nya namun dia tidak !mendapatkan jawaban nya hingga saat ini.


"Apa yang membuat adek ragu?" tanya Syahril, Mimi melihat ke arah mata Syahril dengan air mata yang masih mengalir.


"Mimi tidak tau." jawab Mimi serak.


Semua orang disana ikut sedih dan masa rasa kesal kepada Mimi terutama ketiga sahabatnya yang sangat kesal.


"Mimi tidak tau kak hiks hiks." jawab Mimi dengan memeluk tubuh lelaki yang sangat dicintainya itu.


"Apa adek sudah melakukan sholat sunnah? agar hati adek tenang dalam mengambil keputusan." ucap Syahril dengan mengelus punggung Mimi.


"Hiks hiks hiks,sudah." jawab Mimi.


"Tapi Mimi tida mendapatkan jawaban." ucap Mimi lagi.


Syahril melerai pelukannya dan di pandangnya wajah Mimi, dihapusnya air mata yang jatuh di pipi Mimi dengan kedua jempolnya disetiap sisi.


"Maafkan Mimi hiks hiks." ucap Mimi.


"Hukum huh, adek sholat aja lagi. Kakak berharap kita bisa menikah segera dek kalau bisa Minggu depan kita menikah, semua sudah diurus oleh Umma dan Babah serta emak dan bapak." Ucap Syahril.


"Kakak sangat berharap sama adek untuk mau menikah sama kakak Minggu depan." ucapnya lagi.


"Udah larut, tidurlah." ucap kak Syahril.


"Kak." panggil Mimi.


"Tidurlah.." ucap kak Syahril dengan tetap tersenyum dan Mimk hanya mengangguk pasrah.


Sampai dalam kamar, Mimi dan yang lain tak langsung tidur melainkan ketiga sahabatnya menatap Mimi dengan geleng-geleng kepala.


"Kenapa Mi?" tanya Muthia.


"Iya Mi, kenapa Mimk ragu?" ucap Irma.


"Apa kurangnya kak Syahril Mi, sampe Mimi secara tidak langsung menolaknya." tanya Fia, Mimi hanya diam dan menangis dalam diamnya.


"Kak Syahril baik, perhatian bahkan dia adalah calon suami idaman Mi, Mimi sangat beruntung memilikinya. kenapa Mimi tidak ingin menikah dengannya." ucap Muthia.


"Betul itu Mi, apa yang buat Mimi ragu lagi? kedua orang tua kalian sudah mengetahui hubungan kalian bahkan kedua orang tua kalian setuju. Terus apa lagi Mi? tanya Irma.


"Apa Mimi ragu setelah menikah tidak bisa membagi waktu antara kuliah dan keluarga?" tanya Muthia.


"Banyak kok Mi, orang sudah menikah sambil kuliah dan mereka juga fine-fine aja. Apa lagi Mimi kalau kalian menikah kalk Syahril akan mengajak Mimi pindah ke LA yah walau nanti kota tidak bersama lagi." ucap Selfia walau di akhiri dengan kesenduan.


"Kalau Mimi nggak mau, Fia mau." ucap Selfia berusaha bercanda.


"Heleeeh." ucap Irma dan Muthia dengan melempar bantal dan guling.


"Ckk kalian ini, pasti kalian juga mau. Secara nih ya ( Selfia membenarkan duduk nya dengan bersila tegap dan bantal ditaruhnya diatas pangkuan ) kak Syahril orang nya ganteng, tampan, wajah Arab plus India gitu, baik, perhatian, pengertian, pokoknya best lah perfec pokonya, apa lagi coba siapapun pasti menginginkan nya." ucap Selfia.


"Iya tapi kak Syahril nya yang nggak mau sama kamu." ucap Irma.


"Nah itu dia masalahnya, anadai aja dia mau. Fia pastikan tak akan melepaskannya." jawab Selfia.


"Hukum huh, semoga Tuhan berikan Fia suami seperti kak Syahril." ucap Selfia.


"Amiin," jawa b Muthia dan Irma.


Mimk masih diam menimbang perasannya dan keinginannya. Doa juga tidak tau kenapa hatinya seolah berat mengatakan iya untuk menikah.


Kata orang disuruh sholat sunnah malam sudah dia lakukan, tapi dia tidak mendapatkan jawaban, malah dia hanya mendapatkan. impi yang membingungkan nya.


"Huuuuum huuuh." Mimi berulang kali menarik nafasnya, ketiga sahabatnya hanya melihatnya lirih.


"Coba Mimi minta petunjuk sama Allah lagi " ujar Muthia yang duduk disampingnya.


"Sampai kapan?" ucap Mimi.

__ADS_1


"Apa yang sampai kapan?" tanya Muthia.


"Yah sampai kapan Mi!i harus sholat istikharah nya, hampir tiap malam Mimi sholat istikharah. Tak hanya shokat istikharah, Mimi juga sholat hajat, sholat tahajud dan sholat tasbih. Tapi sampai saat ini Mimi tidak mendapatkan jawabannya." ucap Mimi lirih dan terlihat putus asa.


"Jangan putus asa Mi, yakinlah pasti Allah memberikan jawaban yang sangat baik buat kalian." ucap Irma.


"Iya Mi, kita akan bantu do'a agar Mimk dan kak Syahril bersatu dan hidup bahagia. Terus jika sudah bahagia jangan lupakan Fia ya?" ucap Fia ujungnya selalu memikirkan dirinya sendiri.


"Makasih, kalian sahabat terbaik Mimi." ucap Mimi dengan memeluk Muthia.


"Cuma muthianaja nih yang dipeluk?" ucap Selfia dengan manyun.


"Ayo sini peluk." ucap Mimk dengan merentangkan tangannya dan mereka pun saling berpelukan untuk saling menguatkan.


Sepeti biasa di tengah tidurnya Mimk dihampiri mimpi itu lagi.. Mimi mengigau dengan memohon di dalam mimpinya.


"Tolong jangan di ambil, tolong itu punya saya." ucap Mimk memohon dengan berlutut.


"Siapa Kakek, kenapa Kakek mengambil cincin saya." ucap Mimi lagi.


Muthia yang berdasarkan disampingnya Mimi terbangun mendengar igauan Mimi, Muthia melihat Mimi menagis.


"Mi... Mimi, Mi bangun." ucap Muthia dengan !menggoyangkan badan Mimi.


Irma dan Selfia ikut terbangun ketika mendengar suara Muthia.


"Mimpi lagi dia Muth?" tanya Irma yang sudah mendekati Muthia dan ikut menggoyang badan Mimi.


Mimi masih larut di alam mimpi nya.


"Tolong kek, kembalikan itu punya saya. Tolong kembalikan hiks hiks." Mimk terus memohon namun sang kakek tidak menggubris bahkan sang kakek tersenyum licik.


Mimi tidak dapat melihat wajah si Kakek, Mimk hanya bisa melihat senyuman liciknya saja.


Di luar alaam mimpi, Muthia, Irma serta Selfia hanya melihat Mimi yang menangis dan hanya mendengar Mimi berucap "tolong berikan itu milik saya".


"Ya allah, kok Mimi belum sadar juga ya?" ucap Muthia yang cemas melihat Mimi dibangunkan tidak juga bangun.


"Mi, bangun Mi.." ucap Muthia yangbikut menangis ada rasa tidak tega pada Mimi.


"Ir coba kamu bangunkan kak Syahril." ucap Muthia.


"Emm baiklah." jawab Ir!a dan langsung berlari keluar hingga luoa mengenakan jilbabnya.


Muthia dan selgia masih berusaha !membangunkan Mimi yang gelisah dan menangis serta meminta tolong.


"Ya Allah, Tia mohon sadarkan Mimi. Mi... bangun." ucapbgia dengan serak. Tapi Mimi tidak juga bangun malah semakin menangis.


"Tolong, kek jangaaan... tolong, itu milik saya kek, jangan ambil milik-milik saya." ucap Mimi.


Di alam mimpi Mimi melihat si Kakek mengambil semua barang yang diberikan oleh Syahril untuknya, dari pakaian hingga cincin yang baru saja diberikan oleh Syahril. Mimi hanya tergugu di dalam mimpinya.


Irma, mengetuk pintu kamar Syahril...


"Kaak, Kaka Syahril." Irma terus memanggil Syahril.


"Kak, kak Syahril, kak Ryan.." panggil Irma lagi


Ryan !emdegar ada yang memanggilnya langsungnyerbangu dan berusaha !mendengarkannya sekali lagi.


tok tok tok "kak" panggil Irma dengan terus mengetuk pintu. Ryan langsung beranjak dan membuka pintu.


"Emm Irma, ada apa?" tanya Ryan dengan suara khas bangun tidur.


"Mana kak Syahril, tolong Mimi kak." ucap Irma dengan cemas. Syahril dan Irsyad yang mendengar kegaduhan pun langsung terbangun. Syahril yang mendengar nama Mimi langsung berlari.


"Ada ala dengan mimi." ucapnya dengan terus berjalan ke arah kamar Mimi.


Dilihatnya Muthia swdnagnmenagis dengan terus memanggil nama Mimi.


"Ada apa?" tanya kak Syahril yang langsung mendekat ke arah Mimi.


"Huhuhu Mi Mimi bermimpi lagi kak, tapinkali ini dia nggak mau bangun. " ucap Muthia dengan menangis.


"Yank, sayang bangun dek, Mi Mimi sayang bangun dek." ucap Syahril yang sudah memangku kepala Mimi.


Syahril memeluk kepala Mimi dan dia membacakan ayat yang ajarkan oleh Rasulullah saw. Syahril membisikan kwbtelknga Mimi.


'Audzuu bikalimaatillaahi taammati min ghodhobihi wamin syarri 'ibadihi wamin hamazaatis syayaathiini wa an yahdhuruuni."


Artinya: Aku berlindung dengan kalimah Allah yang sempurna dari kemarahan Allah darikejahatan hamba-hamba-Nya dan dari gangguan setan dan dari kehadiran mereka (HR. Abu Daud dan Tir-middzi).


Allahumma innii 'audzubika min 'amalais syaythooni wa sayyiatil akhlaami.


Artinya: "Yaa Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari perbuatan setan dan dari mimpi-mimpi yang buruk".


Syahril terus berupaya untuk menyadarkan Mimi dia membacakan yat tersebut berulang kali dan akhirnya Mimk oun terbangun namun dengan Isak tangis.


"Sayang, alhamdulillah" ucap kak Syahril dengan menciumi kening Mimi.


"Hiks hiks kakaak hiks." ucap Mimk dengan memeluk Syahril erat.


Irma memberikan air minum untuk Mimi.


"Mi diminum dulu." ucap Irma dan Syahril mengambil gelas itu serta meminjamkannya ke Mimi. Setelah Mimk meminumnya Mimi masih terisak.


"Sudah, tidur lagi ya.." ucap Syahril dan Mimk menggeleng.


"Kenapa?" tanya kak Syahril.


"Mimi takut kak, Mimk takut Kakek itu mengganggu Mimi lagi hiks." ucap Mimi.


"Ya Allah apa maksudnya ini?" gumam Syahril dalam hati.


"Hmm yaudah berwudhu gih terus sholat lail." ucap kak Syahril. Mimi oun mengikuti saran Syahril, Mimi oun berwudhu serta menjalankan sholat tahajudnya begitu pula dengan yang lain.


tbc

__ADS_1


__ADS_2