
Mimjmdannketiga sahabatnya terus berjalan menuju restoran itu, ada terbesit keraguan di hati Mimi. Berulang kali Mimi melihat arlojinya.
"Acara apaan jam segini." gumam Mimi ketika melihat arlojinya sudahbmenunjukkan jam 11.30 malam.
Walau ada rasa ragu di hati Mimi, Mimk tetap mengikuti ketiga sahabatnya. Apa lagi Irma bikangbini adalah pesta kejutan buat Muthia jadi Mimi lun mempercayai hal itu.
Mimi melihat disekitarnya restoran maaihbbanyak mobil serta motor yang terparkir disana. Mimi juga melihat di dalam restoran juga masih ramai pengunjung nya.
Mimi terus melangkah mengikuti kemana ketiga sahabatnya melangkahkan kaki.
"Ir, kita mau kemana sih ?" tanya Mimi pada Irma dengan berbisik ketika melihat mereka berjalan menuju tangga.
"Shuut, acaranya di atas." jawab Irma, Mimi lun hanya mengangguk.
Namun setelah sampai lantai dua, ketiga sahabat Mimi masih berjalan yang tak tau mau kemana bahkan mereka berjalan mengarah ke lantai tiga.
"Astaghfirullah" ucap Mimi.
"Kita mau kemana sih?" protes Mimi karena akan menaiki anak tangga lagi.
"Maaih di atas Mi." ucap Irma dengan senyum.
"Nggak asa lift apa, capek fau." ucap Mimi yang sudah merasa capek.
"Anggap aja olah raga malaam Mi." sahut Selfia ya g sebenarnya juga merasa capek.
"Sial, aku dikerjain Samma kak Dillah ini." umpat Selfia.
Hanya untuk mengulur waktu mereka rela berjalan melewati tangga menuju lantai tiga.
Saat berjalan Mimi melihat ada orang yang keluar dari lift yang berada tak jauh dari anak tangga.
"Eh itu ada lift, mending naik lift ajalah. Capek nih kaki Mimi, mana laper dan haus lagi." ucap Mimi.
"Sabar Mi." ucap Muthia yang juga menahan lapar dan haus.
"Awas aja, kak Dillah sama kak Satria nanti hmm." umlat Muthia.
"Ya Allah kenapa aku jadi orang bodoh gini sih, ngikutin kemauan tuh orang." umlat Irma yang merasa di bodohi.
Dengan tertagih Mimi dan yang lain melangkah dan menaiki setapak demi setapak anak tannga.
Saat sampai lantai tiga, mimi melihat lantai ini sepi.
"Kita mau kemana sih? salah enggak? lihat nih lantai sepi gini." gerutu Mimi dengan terus melangkahkan kakinya mengikuti ketiga sahabatnya.
Saat ketiga sahabat berhenti di sebuah pintu menuju luar yang menurut perkiraan mimknifu adalah balkon dari lantai ini.
Saat menuju pintu itu terlihat gelap tanpa penerangan. Mimi yang tadinya berjalan lamban di belakang mereka maaih bisa melihat mereka berhenti dinpintu itu.
Mimi mempercepat langkahnya karena lantai ini sepi bahkan lampu menuju pintu itu pun gelap.
Saat Mimi telah mendekat ke pintu, Mimi kehilangan keberadaan ketiga sahabatnya. Mimi celingak-celinguk keswkeliling mencari keberadaan ketiga sahabatnya.
"Ya Allah gelap bener." ucap Mimi
"Muth, Fi, Ir kalian dimana?" teriak Mimi memanggil teman-temannya namun tidak ada sahutan.
Mimi melihat keluar pintu juga gelap bahkan hening.
"Irmaa, Muthia, Selfia kalian dimana??"
"Nggak lucu ah, keluar kalian." ucap Mimi yang sduah merasa was-was. maju Mimk takut, balik arah menuju anak tangga pun Mimi takut karena sepi sunyi.
"Fiii, Iirrr Muuthh, kalian dimana sih. Nggak lucu ini hiks." Mimi mulai merasa ketakutan tapintetap mencari mereka hingga keluar.
Jika dikosan seorang diri Mimi tidak merasa takut tapi ini restoran lantai atas lagi.
Mimi sudah meneteskan air mata nya karena merasa takut.
"Fiii, Iir, Muuth kalain dimana hiks hiks kalian jahat banget huhuhu." ucap Mimi bahkan Mimi tak lagi malu untuk menangis.
Karena tidak mendengar sahutan Mimi pun melangkah kembali ke belakang dan Mimi kembali masuk kedalam.
Saat Mimi melangkah mendekati pintu terdengar ketukan gitar dan lampu pun satu persatu hidup.
Tap tap tap tap balkon di atas sudah disinari lampu tepat di jam 12malam dan satu persatu penghuni balkon keluar dengan menyanyikan lagu happy birhtday dengan diiringi petikan gitar dan lilin-lilin di setiap tangan orang yang ada di balkon ini.
Mimi menagis sesegukkan, Muthia berjalan ke arah Mimi membawa nampan berisi kue ulang tahun.
"Cieeee yang takut" ejek Muthia, Mimi hanya cemberut di sisa isakan tangisnya.
"Sayang" panggil Dillah dan terus berjalan mendekati Mimi dengan membawa rangkaian bunga mawar putih.
""Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk, Mabruuk alfa mabruuk yaum miiladik mabruuk, barakallah fii umrik ya sayang. Semoga sukses selalu dan tercapai segala cita-cita MU." ucap Dillah dengan memberikan Mimi bucket bunga mawar putih itu.
"Makasih kang" jawab Mimi dengan deraian air mata. Dillah menghalus air mata Mimi dengan kedua jari jempolnya.
"Jangan menangis, senyum dong biar nggaknluntur hiasannya." ucap Dillah dengan guyonannya.
"Isss akang iih" jawab Mimi dengan mencubit pinggang Dillah.
"Auw auw yank sakit juga cubitan mu yank, cup" ucap Dillah dan mengecup kening Mimi.
"Udah udah ayo, kita potong kue nya disana." ucap Ummi Fatmah, ada rasa tidak rela di hatinya melihat Mimi dekat dengan Dillah namun dia juga tidak boleh egois.
"Ummiii" panggil Mimi pada ummi Fatmah. Ummi Fatmah merentangkan kedua tangannya dan Mimi pun memeluk nya.
"Barakallah fii umruk ya sayang." ucap Ummi Fatmah.
__ADS_1
"Barakallah fii umrik ank Ummi ternyata cengeng juga." ucap Ummi Fatimah mengucaokannselamat namun di ujungnya mengejek.
"Iii Ummi, makasih ya Ummi." jawab Mimi.
"Yaumil milad ya Mimi, sukses selalu." ucapan selamat pun di ucapkan oleh para sahabat.
"Yaudah ayok kita kesana, kkta potong kuenya dan berdoa." ajak Ummi Fatmah, semuanya pun kembali ke meja utama yang mana disana sudah tersedia nasi tumpeng lengkap dengan lauk pauknya.
"Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk, Mabruuk alfa mabruuk yaum miiladik mabruuk, barakallah fii umrik Mimi Akifah anak Abi yang kuat tetapi cengeng." ucap Abi Risyad.
"Makasih Abi, Abi sama aja dengan Ummi Fatimah." ucap Mimi dengan cemberut
"Mabruuk alfa mabruuk ‘alaika mabruuk, Mabruuk alfa mabruuk yaum miiladik mabruuk, barakallah fii umrik.Semkga sukses dan tercapai segala cita-cita nya." ucap Abi Arsyad dengan mengusap kepala Mimi.
"Makasih Abi" ucap Mimi dengan deraian air mata.
Mimi merasa sangat bahagia, di daerah ini Mimi hanya seorang diri tanpankeluargabnamun disini pula Mimi mendapatkan keluarga yang begitu tulus menyayangi nya seperti keluarga nya sendiri.
"Ummi" panggil Mimi lada kedua umminya.
"Selamat harinibu buat Ummi juga ya," ucap Mimi kepada kedua wanita yang selalu memberikan kasih sayang pada Mimi.
"Mbak Reva, mami. Selamat hari ibu." Mimi juga mengucapkan kepada mbak Reva dan mami nya Revano dengan menyalami serta memeluk mereka.
"Makasih sayang." ucap mereka semua.
"Yaudah kita mulai, doa nya ya , dia bhat Mimi serta buat seluruh ummi-ummi nya." ucap Abi Risyad dan dia pun mulai membacakan doa dengan di awali afathihah, doa selamat, dan doa-doa lainnya yang dia nyatanya adalah :
Doa Memohon Keselamatan
Allahumma innaa nasaluka salaa matan fiddiini wa 'aafiyatan fiiljasadi waziyaa datan fililmi wabarokatan fiiriziqi wataubatan qoblal mauti warohmatan indal mauti wamaghfirotan ba'dal maut
Artinya:
"Ya Allah kami memohon kepada-Mu keselamatan dalam agama, dan kesegaran atau kesejahteraan pada tubuh dan penambahan ilmu, dan keberkahan rizqi, serta taubat sebelum mati dan rahmat di waktu mati, dan ampunan sesudah mati"
Doa Memohon Keberkahan
Allahumma thouwil umuuronaa washohih ajsaa danaa wanawwir quluu banaa wasabbit iymaa nanaa wa'ah sin'a maalanaa wawasshih arzaqonaa waila khoiri qhorribnaa wa anissarri ibidnaa waaqndi hawaa ijanaa fiddiini waddunyaa wallaa hiroti innaka alakulli sai'in qodiir
Artinya:
"Ya Allah, panjangkanlah umur kami, sehatkanlah jasad kami, terangilah hati kami, tetapkanlah iman kami, baikkanlah amalan kami, luaskanlah rezeki kami"
"Dekatkanlah kami pada kebaikan dan jauhkanlah kami dari kejahatan, kabulkanlah segala kebutuhan kami dalam pada agama, dunia, dan akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu"
Allahumma innaa nas aluka tuulil umur biithoo 'ati wahtim lanaa bil a'maalis sholihah
Artinya:
"Ya Allah, kami memohon kepada-Mupanjang umur, yang selalu digunakan untuk ketaatan dan akhirilah umur kami dengan melakukan perbuatan yang baik"
Doa Memohon Anak Menjadi Anak Sholeh dan Sholehah
Robbi hablii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan innaka samii'ud du'aa-i
Artinya:
"Ya Rabbi, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa (hamba-Mu)."
Itulah beberapa doa yang dapat dipanjatkan saat diri sendiri atau kerabat sedang ulang tahun dalam bahasa arab beserta terjemahan dan artinya. Saat perayaan sederhana bersama keluarga tercinta, bersama kerabat maupun sahabat dekat doa ini bisa kita amalkan agar umur yang semakin bertambah, semakin banyak pula keberkahan yang diberikan oleh Allah SWT.
Doa Memohon Kemuliaan untuk Keluarga
Robbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrota a'yuun waj 'alnaa lilmuttaqiina imaama
Artinya:
"Ya Rabb kami, anugerahkan kepada kami, istri-istri kami dan anak cucu kami sebagai penyenang hati kami, dan jadikan kami imam bagi orang-orang yang bertaqwa."
Doa Memohon Rizki yang Halal
Allahumma innii as-aluka an tarzuqonii rizqon halaalan waasi'an thoyyiban min ghairi ta'abin wala masyaqqatin walaa dloirin walaa nashabin innaka 'a-laa kulli syai-in qodiir.
Artinya:
__ADS_1
"Ya Allah, aku minta pada Engkau akan pemberian rizki yang halal, luas, baik tidak tanpa repot dan juga tanpa kemelaratan dan tanpa keberatan sesungguhnya Engkau kuasa atas segala sesuatu.
Setelah membaca do'a Mimi pun memotong kuenya dan memberikan potongan kue pertama pada Ummi Fatmah dan Fatimah.
"Potongan kue pertama buat kedua Ummi Mimi, makasih ya Ummi selalu ada buat Mimi, makasih telah meberikan kasih sayang Ummi pada Mimi, makasih sudah menjadi orang tua bagi Mimi selama disini, selamat hari ibu semoga Ummi Fatmah dan Fatimah selalu sehat dan di berkahi Allah SWT." ucap Mimi dengan menyuapi kue tersebut kepada mereka berdua secara bergantian.
Setelah memberikan potongan kue pertama, Mimi kembali memotongbkue yang kedua dan kue kedua ini pun Mimi berikan kepada abi Arsyad dan abi Risyad.
"Kue kedua bhat kedua Abi Mimi, makasih ya Bi selalu melindungi Mimi, makaaih sudah menganggap Mimi seperti anaknalian sendiri, makaaih atas segala kasih sayangnya." ucap Mimi dan menyuapi mereka secara bergantian.
Setelah itu Mimi me!Otong kue ketiga dan kue ketiga ini baru Mimi berikan kepada Dillah. Mimi berjalan mendekati Dillah dengan senyuman.
"Kang, maaf Mimi memberikan akang kue ketiga karena bagi Mimi orang tua lah yang didahulukan. Terimakasih atas segala perhatian nya, terimakasih atas segala kasih sayang yang akang berikan, terimakasih atas kesabarannya dalam mengahadapi segala tingkah Mimi dan terimakasih atas kejutan ini." ucap Mimi dan menyuapi kue tersebut lada Dillah.
"Makasih dek," ucaonya dengan mengelus kepala Mimi. Setelah acara pemotongan kue, semuanya pun segera menyantap hidangan di tengah malam.
"Haduh akhirnya perut ku terisi juga" celetuk Selfia
"Iya Fi, gula bener kkta dikerjain sama kak Dillah dan antek-anteknya." ucap Irma.
"Sabar sayang." ucap Riko pada Irma, Irma hanya mengkrucutkan bibirnya.
"Ini baru pesta ulang tahun ekstrem, dirayain pas tengah malam." ucap mbak Aish.
"Iya, tapi seru juga hahhaaa" jawab Irsyad dengan tertawa.
Setelah semua luas menyantapnhidangan tengah malam, mereka semua diarahkan ke hotel yang berada di sebelah restoran ini untuk beristirahat.
Keesokan harinya mereka kembali berkumpul untuk sarapan bersama. Dengan mata yang masih berayqblima Watt meeka tetap melajukan sarapan bersama.
Ummi Fatmah, Abi Arsyad, Ummi Fatimah dan Abi Risyad, serta mbak Reva beserta keluarga kak Revano pun undur diri pulang terlebih dahulu.
Dan kini tinggallah Mimi bersama para sahabatnya dan Dillah bersammaa sahabatnya.
"Dek, kalau masih ngantuk balik tidur aja lagi." ucap Dillah yang melihat mata Mimi masih sayu.
"Iya kang." jawab Mimi.
"Ayok Mi kita balik ke kamar, hoaam masih ngantuk Fia." ujar Fia dannmimk lun mengangguk.
Tak hanya Mimi berserta ketiga sahabtnya yang balik ke kamar hotel, Dillah dan yang lain pun sama.
Dillah saat melihat Mimi jalan dengan sempoyongan lalu berinisiatif menggendong Mimi.
"Eh kang" ucap Mimi yang terkejut kala tubuhnya sudah melayang.
"Udah, dari pada nanti jatuh atau malah jalan dengan ngensot." jawab Dillah dan Mimi pun menyembunyikan mukanya di dada bidang Dillah karena malu dilihat orang-orang yang langsung melihat ke arahnya.
"Ihhh co ciuuuutt" ucap Selfia.
"Kok co ciut Fi? hoaam" protes Irma yang berkali-kali menguap.
"Emang kenapa? lihat aja tuh Mimi so ciut langsung sembunyikan wajahnya hahhaa" ucap Selfia dengan ketawa.
"Kamu mau juga yank?" bisik Riko pada Irma, Irma tersenyum.
"Mau tapi malu." jawab Irma.
"Hahaaa" semuanya tertawa mendengar jawaban Irma.
Sesampainya dikamar, Dillah menaruh Mimi langsung dinayas ranjangnya.
"Bobok lagi ya?" ucap Dillah dan Mimi mengangguk tersenyum. Sebelum keluar Dillah mengecup kening,kedua mata, dan kedua pipi Mimi serta hidung. Saat melihat bibir Mimi, Dillah tersenyum dan hanya menghela bibir itu dengan lembut.
"Kalau ini, belum saatnya." bisik Dillah.
"Ih akang, sah sana Mimi mau tidur lagi." ucap Mimi dan Dillah pun terkekeh dan langsung keluar dari kamar Mimi.
Sore harinya mereka bermain dinoantai yang berada di belakang hotel ini, sangat indah deburan ombak saling bergantian menerpa pasir pinggir pantai.
Sore harinya mereka juga dapat melihat sunset, Mereka pun mengakhiri berada di hotel ini sehabis diner.
Mimi diner berdua dengan Dillah, !mereka sengaja memilih diner yang sudah di persiapkan dipinggir pantai.
Saat dinner berdua dengan diiringi deburan ombak, Dillah membuka memberikan kado spesialnya buat Mimi.
"Dek, maaf sengaja terakhir memberikan ini untuk kamu." ucapnya dengan memberikan kotak perhiasan berwarna merah berbentuk hati.
Mimi menerimanya tali belum membuka kotak itu.
"Bukalah dek" ucap Dillah, Mimi pun mengangguk dan membuka kotak itu perlahan
"Kang" ucap Mimi.
"Sini biar aku pakaikan." ucap Dillah yang langsung. beranjak berdiri mendekati Mimi, diambilnya kalung tersebut dan memakaikannya di leher Mimi walau tertutup hijab.
"Makasih kang, seharusnya ini tidak perlu." ucap Mimi.
"Maksdunya yang, ini sagant perlu bagiku." ucap Dillah.
"Hadiah kejutan semalam saja itunsudahnlebih daeincukuo bagi Mimi kang." ucap Mimi.
"Itu kan buat pesta merayakan ulang tahun kamu, nah yang ini baru hadiahnya." ucapnya.
"Selamat ulang tahun, selamat juga atas kelulusan nya dan selamat hari ibu yank." ucap Dillah lagi
"Kok selamat hari ibu, Mimi kan belum jadi ibu." ucap Mimi.
"Iya sekarang belum, tapi insya Allah nanti kamu akaan menjadi ibu dari anak-anak ku." ucaonya dengan diakhiri mencium kening Mimi.
__ADS_1
Hari ini Mimi merasa sangat bahagia, begitu banyak kejutan dalam dirinya. Mimi melihat kalung yang disematkan di lehernya kalung yang serupa dengan pemberian Syahril hanya yang membedakan warna batunpasa liontinnya.
tbc