DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kebahagiaan sesaat


__ADS_3

Sehabis memeriksa pasien yang terkena Aterosklerosis atau penyumbatan pembuluh darah.


Saat Mimi selseai memeiksa pasien tersebut, Mimi pun keluar dari ruangan UGD, saat Mimi akan berjalan menuju ruangannya dia di berhentikan oleh ibu sipasien.


"Dok" panggil si ibu. Mimk berhenti dan menoleh ke arah si ibu.


"Iya Bu, ada yang bisa saya bantu?" jawab Mimi setelah si ibu sudah berada di depannya.


"Emm dok, saya mau menanyakan tentang anak saya." tanya si ibu.


"Oh baik Bu, bagaimana ikut saja keruangan saya nanti saya jelaskan." jawab Mimi dan si ibu pun menyetujui nya.


Didalam ruangan Mimi, Mimi tidak tau jika Abizar ada di dalam sana dan tertidur di atas sofa. Mimi memepersilahkan si ibu masuk dan duduk di depan mejanya.


"Apa yang mau ibu tanyakan?" tanya Mimi


"Gini dok, emang anak saya itu sakit apa? kenapa dokter di rumah sakit sebelumnya mengatakan kalau anak saya itu terkena serangan jantung?" tanya si ibu.


"Gini buk, anak ibu terkena Aterosklerosis atau disebut juga dengan penyempitan pembuluh darah" ucap Mimi dan Mimi pun menjelaskan panjang lebar tentang Aterosklerosis ifunkepada si ibu pasien


Aterosklerosis merupakan pengerasan serta penyempitan pembuluh darah karena penumpukan plak di dinding pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh penumpukan plak yang berada di pembuluh darah termasuk penyempitan pembuluh darah di jantung. Kondisi tersebut adalah penyebab umum dari penyakit jantung. Arteri merupakan pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi dari serta ke jantung. Jika arteri tersumbat karena penumpukan kolesterol, aliran darah ke organ tubuh menjadi terhambat.


Namun tidak hanya itu, penyumbatan juga dapat terjadi pada pembuluh darah dalam jantung. Penyakit penyumbatan pembuluh darah dalam jantung disebut juga dengan aterosklerosis koroner atau penyakit jantung koroner. Sama dengan aterosklerosis pada umumnya, penyempitan jantung ini disebabkan plak-plak yang muncul pada pembuluh darah di dalam jantung." Mimk terus menjelaskan dan si ibu juga menyimak penjelasan Mimi.


"Meskipun demikian, ada berbagai macam faktor yang dapat mempengaruhi Aterosklerosis ialah pola hidup seperti olahraga yang dilakukan, kebiasaan makan, kebiasaan merokok. Faktor di atas nantinya akan mempengaruhi indikator yang lainnya seperti tekanan darah, kolesterol, berat badan dan kadar glukosa."


"Oh ya dok, maaf sebelumnya. Penyebabnya itu apa ya dok?"


"Penyebab penyumbatan pembuluh darah adalah pertambahan usia, kolesterol, kalsium dan lemak bisa berkumpul di dalam arteri serta membentuk plak. Nantinya, penumpukan plak ini akan membuat darah kesulitan mengalir melalui arteri karena arteri yang mengalami penyempitan termasuk arteri yang mengarah ke jantung. Penumpukan ini sebenarnya dapat terjadi di mana saja entah di kaki, ginjal atau pun jantung. Kondisi tersebut akan menyebabkan kekurangan darah serta oksigen di jaringan tubuh."


"Potongan plak ini dapat pecah serta menjadi penyebab gumpalan darah. Bila tidak diobati, Aterosklerosis bisa menyebabkan stroke, serangan jantung serta gagal jantung. Peluang seseorang memiliki Aterosklerosis didasarkan dari berbagai faktor risiko berbeda. Beberapa hal yang tidak bisa dirubah seperti riwayat kesehatan, usia dan yang lainnya. Beruntungnya anak ibu cekat di bawa ke rumah sakit dan segera di tangani." ucap Mimi dannmimk kembali !menjelaskan kepada si ibu.


"Kolesterol merupakan zat kuning lilin di dalam tubuh yang ditemukan secara alami serta pada makanan tertentu. Bila kadar kolesterol di dalam darah terlalu banyak, hal ini akan menyumbat pembuluh darah serta menjadi plak yang akan menghalangi sirkulasi darah." 


"Perkembangan Aterosklerosis ini dapat terjadi begitu lambat, bahkan hingga puluhan tahun lamanya. Tetapi kondisi seperti memiliki gaya hidup yang jarang berolahraga, mempunyai pola makan yang kurang sehat, sering mengkonsumsi alkohol, stress hingga berkepanjangan serta memiliki anggota keluarga yang mengalami Arterosklerosis dapat membuat seseorang menjadi semakin berisiko untuk mengalami penyempitan pembuluh darah jantung."


"Apa dikeluarga ibu juga ada yang mengalami hal serupa?" tanya Mimi, si ibu diam sambil mengingat-ingat.


"Emm saya juga kurang tau dok, tapi alm ayah saya dan suami dulu meninggalnya karena serangan jantung." Ucap si ibu


"Terus dok, apa yang harus dilakukan?" tanya si ibu kembali.


"Anak ibu harus melakukan diet sehat.Sangat penting anak ibu untuk mengkonsumsi makanan sehat, selain itu berbagai sayuran, buah dan biji-bijian juga penting untuk dikonsumsi."


"Jika anak ibu ingin mengkonsumsi susu, ibu dapat mengkonsumsi susu rendah lemak, ikan tanpa kulit serta unggas. Tambahkan polong-polongan dan kacang-kacangan di menu harian dan gunakan minyak nabati seperti bunga matahari dan minyak zaitun."


"Berikut beberapa rekomendasi diet yang dapat dapat anak ibu lakukan, antara lain:


1.Menghindari makanan serta minuman yang menggunakan tambahan gula seperti minuman manis gula, permen serta makanan penutup,


2.Hindari makanan yang memiliki kandungan banyak garam. Anda dapat mengkonsumsi natrium kurang dari 2.300 mg per harinya,


3.Hindari makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi. Makanan yang memiliki kandungan lemak tinggi sangat tidak sehat, oleh sebab itu ganti penggunaan minyak dengan lemak tak jenuh, bila perlu kurangi lemak jenuh sampai 6 persen dari keseluruhan kalori." terang Mimi.


"Emm baik dok nanti akan saya terapkan pada anak saya."


"Oh ya dok, tapi kenapa ya sebelumnya dia terlihat baik-baik saja sebelum akhirnya dia pingsan." tanya si ibu.


"Penyakit Aterosklerosis pada awalnya memang tidak memunculkan gejala, hingga pembuluh darah jantung sudah menyempit atau bahkan tertutup sehingga menyebabkan tidak tersalurnya darah yang cukup ke organ tubuh. akibatnya, banyak orang yang tidak sadar bila dirinya menderita penyakit Aterosklerosis dan timbul komplikasi."


"Aterosklerosis yang menyerang jantung bisa menyebabkan penyakit jantung koroner serta serangan jantung. Gejala Aterosklerosis yang menyerang jantung seperti nyeri dada, dada rasanya seperti diremas atau ditekan, nyeri dada di pundak, rahang, atau punggung, irama jantung menjadi terganggu, berkeringat, sesak napas serta gelisah." terang Mimi.


"Apa ibu pernah melihat anak ibu dengan gejala-gejala yang saya sebutkan?" tanya Mimi.


"Emm kalau nyeri dada dan sesak dia sering dok, bahkan dia selalu minta kerokin." ucap si ibu.


"Emm dok apa anak saya bisa sembuh?" tanya si ibu khawatir.


"Insya Allah jika anak ibu menjalani diet yang saya sebutkan tadi dan menjaga pola hidup insya Allah dia akan baik-baik aja." Bukan Mimi yang menjawab melainkan abizar yang berada di sofa dan beranjak mendekat ke arah meja Mimi.


"Mas" panggil Mimi, Abizar hanya tersenyum. Dia terbangun saat mendengar ada orang berbicara dan ternyata Mimi sedang menjelaskan pada keluarga pasien, Abizar mendengar segala penjelasan Mimi yang menurutnya Alik dan mudah di pahami oleh keluarga pasien.


"Oh ya buk, kenali dia dokter Abizar. Dia juga seorang ahli jantung." ucap Mimi memperkenalkan Abizar pada ibu pasien.


"Salam kenal dok." ucap si ibu seraya menyalami Abizar.


"Apa ada lagi yang mau ibu tanyakan?" tanya Abizar kala melihat si ibu terpesona menatapnya.


"Oh tidak dok, makasih. Saya rasa penjelasan dari dokter Mimi sudah cukup. Kalau gitu saya permisi, sekali lagi saya berterimakasih sama dokter." ucap si ibu dengan menyalami Mimi dan Abizar.


"Sama-sama ibu, jangan sungkan bertanya." jawab Mimi dan si bu pun mengangguk dan keluar dari ruangan Mimi.


"Mas" panggil Mimi.


"Hmm" jawab si Abizar dengan memeluk Mimi dari belakang seraya meletakkan dagunya di pundak Mimi.


"Sejak kapan mas ada di ruangan Mimi!" tanya Mimi.


"Sejak mengejar dan mencari mu." jawabnya dengan terus mengeratkan pelukannya.

__ADS_1


"Mas lepas ih, capek tau berdiri." ucap Mimi.


"Bentar yank, mas kangen" jawabnya dan Mimi pun membiarkan Abizar memeluknya sembari menuju sofa untuk duduk.


"Yank" panggilnya.


"Hmm." jawab Mimi.


"Kamu marah ya sama mas?" tanya nya.Mimi melihat ke arah Abizar dengan menautkan alisnya keheranan.


"Marah kenapa?" tanya Mimi.


"Ya marah karena Clara datang tiba-tiba tadi." ucaonya.


"Oo namanya CLARA" ucap Mimi dengan menekankan nama Clara.


"Suer yank aku nggak ada hubungan sama dia," ucap Abizar yang langsung meminta maaf kala Mimi menekankan nama Clara. Mimi hanya diam, Abizar menjadi serba salah takut Mimi marah.


"Clara itu hanya teman yank, emang sih dari dulu dia selalu ngejar mas dan nyatakan cinta sama mas. Tapi jujur yank, mas nggak ada hubungan sama dia, apa lagi naruh perasaan sama dia." Mimi hanya diam mendengarkan, dan itu membuat Abizar menjadi semakin takut kalau Mimi marah dengannya.


"Yank..." panggilnya.


"Hmm" jawab Mimi.


"Suer yank mas nggak ada hubungan sama dia, cuma kamu perempuan pertama di hati mas." ucap Abizar jujur.


Karena bagi seorang Abizar, dia tidak ingin berpacaran atau tertarik sama perempuan apa lagi dengan perempuan dengan berpakaian minim.


Bagi Abizar cantik paras itu sudah biasa, baginya dia mencari perempuan yang tidak hanya berwajah cantik namun dia juga ingin mencari perempuan yang cantik pula hatinya.


Sehingga banyak teman-teman lakinya menyangka dirinya up normal. Karena selama dia berkuliah di Amerika tak sedikitpun dia tergiur atau pun tertarik dengan perempuan yang tak di pungkiri swmua perempuan disana cantik dan ****.


"Mas juga nggak nangka dia pulang ke Indonesia dan langsung ke rumah sakit yank, apa lagi langsung bersikap begitu."


"Emang sih dia sering bersikap begitu sama mas selama ini, tapi.." belum selesai Abizar menjelaskan dia berhenti karena Mimi mantapnya dengan sorotan tajam.


"Sering?" tanya Mimi.


"I iya yank, tapi"


"Wawww" ucap Mimi.


"Yank dengerin dulu, tapi mas nggak pernah mau yank." ucap Abizar.


"Ah udah lah mas, Mimi mau keluar." ucap Mimi dengan beranjak berdiri namun dihalangi oleh Abizar.


"Hmm, mau ada atau tidak itu masa lalu mas. Mimi nggak peduli. Lepasin." jawab Mimi.


"Yank.." ucap Abizar.


"Mas lepasin, Mimi masih ada jadwal operasi, nih dah dekat waktunya. Mimi mau siap-siap" ucap Mimi, seketika Abizar melongo.


"Jadi mau keruang operasi?" tanya Abizar lirih.


"Iya emang mau kemana? udah yah Mimi mau ke ruang operasi lagi, tak lama terdengar ketukan pintu.


"Ya masuk" ucap Mimi, pintu pun terbuka dan terlihat seorang perawat dari balik pintu.


"Maaf dok, waktunya sebentar lagi." ucap si perawat mengingatkan.


"Emm iya sus," ucap Mimi dan perawat pun kembali menutup pintu.


"Udah ya mas, Mimi mau operasi lagi." ucap Mimi.


"Yank" panggilnya, dan Mimi pun menoleh.


"Ada apa lagi mas." jawab Mimi.


"Hmm nggak ada itu?" ucapnya dengan memainkan matanya. Mimi menghelakan nafasnya, Mimi mengerti apa yang di minta Abizar.


Mimi mengecup pipi Abizar namun Abizar meminta lebih maka Mimi cumi seluruh wajahnya.


"Udah ya." jawab Mimi dengan senyum.


"Hmm, cup" Abizar hanya berdehem dan mengecup bibir Mimi, Mimi terdiam.


"Udah ya." jawab Mimi malu dan langsung pergi. Abizar terkekeh melihat Mimi malu meong. Abizar pun memegang bibirnya yang entah mengapa berani mencium bibir Mimi.


Hari terus berlalu, hari pertunangan Mimi dan Abizar pun telah tiba. Orang tua Mimi dan sebagian keluarga yang mau ikut telah di jemput oleh pihak keluarga Abizar.


Pertunangan Mimi dan Abizar dirayakan dengan meriah bahkan acara pertunangan tersebut di siarkan oleh beberapa stasiun TV secara live.


Bukan tanpa alasan mereka menyiarkan acara pertunangan tersebut. Selain Abizar adalah anak dari seorang pemimpin kampus ternama di kota ini, Abizar juga merupakan mahasiswa terbaik yang mendapatkan cumlaude di Harvard dengan nilai tertinggi.


Tak hanya itu, ini juga karena Mimi yang juga merupakan mahasiswi terbaik di negara ini yang memiliki nilai tertinggi dari seluruh mahasiswi di dalam negeri dan Mimi juga merupakan dokter spesialis jantung termuda di dalam negeri.


Karena acara tersebut di tayangkan secara live, ckara ohn melihat hal itu menjadi berang.


"Awas saja kamu cewek udik, kau tidak akan bisa memiliki nya." ucap Clara.

__ADS_1


"Abizar hanya milikku, hanya milik Clara arrregh prank " Clara


marah-marah seroang diri dan menghempaskan ala saja yang berada di dekat nya.


Kedua orang tua Clara pergi ke acara pertunangan itu, itu yang samakin membuat Clara bringas karena orang tua nya tidak pernah mendukungnya.


Clara yang menyukai Abizar sedari SMA bahkan dia selain mengikuti kemana Abizar pergi hingga berkuliah di Harvard. Clara juga seorang dokter kelulusan Harvard, namun karena ambisi yang begitu besar pada Abizar membuat dirinya yang memiliki pendidikan tinggi kehilangan akal sehat.


Clara dengan pikiran jahatnya mulai mengatur siasat untuk memisahkan abkzar dengan Mimi, samlai perencanaan bertindak kriminal sekalipun dia buat.


Beberapa hari setelah acara pertunangan Mimi, keluarga Mimi pun telah pulang ke Jambi dengan diantar oleh pihak keluarga. Karena mereka akan mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pernikahan Mimi yang akan di gelar di rumah Mimi di desa.


Selang beberapa hari, Mimi, Abizar, maa Chalik dan istri serta mas Adam dan istrinya pergi ke butik untuk fitting baju Mimi dan Abizar seta mereka juga mengambil undangan buat acara di Jambi.


Setelah semua selesai, mereka berenam pergi ke mall untuk mengajak anak mereka bermain. Setelah itu mereka pulang. Saat pulang Mimi berserta para istri kakaknya abi menunggu di cafe yang berada di lobi.


Mimi melihat ada seorang anak kecil berjalan mengikuti anak lain yang membawa balon dan digandeng ibunya.


"Aduh mbak, tuh anak mana ibunya ya?" ucap Mimi kepada kedua calon iparnya dengan menunjuk ke arah anak kecil yang terus mengikuti anak dan ibu itu keluar menuju parkir.


"Ya Allah, itu anak siapa?" teriak salah ipar Abizar.


"Bentar mbak, Mimi kesana." ucap Mimi dan beranjak menuju anak kecil itu.


Dari kejauhan ada seseorang yang melihat Mimi keluar pun menjadi senang karena ini adalah waktu yang pas buat dirinya. Dari kejauhan orang ini tersenyum puas degan sorot mata kebencian.


Saat Mimi mengejar anak kecil itu dari kejauhan orang itu menancap gas mobilnya.


Abizar dan kedua masnya sudah sampai di cafe itu dan Abizar menanyai dimana Mimi namun belum dia selesai bertanya dilihat nya arah depan, Mimi sedang berjalan di belakang seorang anak dan dari arah kiri Mimi ada mobil melaju dengan kencang.


Tanpa aba-aba Abizar langsung berlari menerobos kursi-kursi cafe tersebut.


"Abizar" teriak mas Adam dan mas Chalik


"Mimiiii awassss." Ucap Abizar ketika mobil itu semakin mendekat ke Mimi. Mimi yang mendengar namanya di panggil berhenti tepat ditengah jalan itu dan menoleh ke arah Abizar yang berlari ke arahnya.


"Bruuk" Mimi didorong oleh Abizar hingga terjatuh dan mengenai satpam yang juga ikut mengajar si anak karena pinta an Mimi.


"Abizaaarrr" tariak mas Adam dan maa Chalik serta istri-istri mereka.


"Braaaaak braaak braaak cieeett." bunyi bentrokan yang keras, Mimi melihat itu hingga nafasnya tercekat dan tak bisa berucap tubuhnya langsung lunglai.


"Maaaassssss" ucap Mimi dengan deraian air mata seraya berlari mendekati Abizar yang sudah terbaring dipinggir jalan.


Walau kakinya lunglai Mimi terus berusaha melangkahkan kaki nya.


"Maaaassssss bangun maaaassssss" ucap Mimi setelah sampai dekat Abizar yang juga sudah di pangku oleh mas Adam.


"Abizar bangun dek baanguuun" teriak mas Adam kakak kedua Abizar.


"Maaaassssss, bangun maaaassssss." ucap Mimi dengan deraian air mata.


"Maas bawa mas Abizar mass, bawa mass Abizar ke rumah sakit." ucap Mimi meminta tolong pada mas Adam.


"Iya dek, sabar." jawab mas Abizar. Sedang Chalik dan beberapa satpam mengejar mobil yang menabrak Abizar, beruntungnya mall ini sudah sistem tiket jadi mobil tersebut langsung dapat mereka hentikan.


Orang yang didalam mobil itu keluar dan mendekati Abizar.


"Zar,Abizar" teriaknya.


"Maafin aku Zaar, kenapaa mesti kamu Zaar kenapaaaa."


"Ini semua gara-gara kamu " ucap si perempuan itu yang tak lain adalah Clara dengan langsung mendorong Mimi sehingga membuat Mimi terjungkal kebelakang.


"Hei kamu plaaak" ucap mbak Aida istri mas Adam dan langsung menampar Clara dengan sekuat tenaganya.


"Bawa dia kekantor polisi." ucap mbak Aida pada beberapa satpam mall dan para satpam itu puun langsung memegang tangan Clara dan menyeret Clara untuk menjauh dari Mimi.


Abizar sudah di bawa ke rumah sakit terdekat dengan di bawa oleh ambulans, Mimi pun ikut serta.


Orangtua Abizar pun sudah sampai di rumah sakit. Bunda Abizar melihat Mimi diam seperti tak bernyawa dengan tatapan kosong pun memeluk Mimi.


"Sabar nak, kita doakan saja." ucap bunda, Mimi hanya terdiam isakan tangis nya pun terasa tercekat di lehernya. Kedua calon iparnya mbak Aida dan mbak Rita pun ikut memeluk Mimi.


Sudah lama Abizar di dalam ruangan UGD namun tak satupun dokter keluar dari sana. Air mata Mimi terus luruh namun isaknya tercekat dileher sehingga membuatnya bergetar.


Tak lama dokter keluar dan menemui semua keluarga Abizar.


"Bagaimana dok?" tanya mas Chalik, dokter terdiam dan menggeleng, Mimi yang melihat itu semakin tak berdaya dan seakan tubuhnya pun tak bertulang lagi.


"Maksud dokter?" tanya bunda.


"Maaf kami tidak bisa menolongnya." jawab dokter, jawaban dokter bagaikan disambar petir di siang bolong, Mimi yang mendengar itu langsung lunglai dan terjatuh.


"Ya Allah dek" ucap mbak Aida yang langsung menopang tubuh Mimi, para suster mengangkat Mimi dan membawa Mimi masuk kedalam ruang UGD untuk di periksa.


Semua keluarga bersama, mas Adam pergi kekantor polisi untuk memberikan kesaksian sehingga dia tidak mengetahui jika adik nya telah tiada.


tbc

__ADS_1


__ADS_2