DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
AWAL MULA SYAHRIL POSESIF


__ADS_3

Semenjak permintaan Umma, Mimi berusaha untuk memenuhi walau ada rasa sesak di dada. Mimi hanya lah manusia biasa yang hanya bisa menjalani dengan sebaik mungkin namun kelak hanya Allah lah yang menentukan nasib seseorang.


UAN tinggal terhitung hari, anak kelas tiga di beri libur selama beberapa hari dan di saat hari libur ini Syahril selalu meminta Mimi untuk menemaninya belajar. Mimi berusaha memenuhi keinginannya.


Kadang Syahril menjemput Mimi ke sekolah hanya agar Mimi bisa langsung ikut ke rumahnya dan menemaninya sekolah, seperti saat ini tiba-tiba dia sudah ada di depan kelas Mimi. Dengan senyum sumringah dia menghampiri Mimi.


"Ayo dek," ajak nya dan diambilnya buku paket yang berada di tangan Mimi.


"Kak, Mimi pulang dulu ya?" ucap Mimi.


"Ndak usah, langsung ke rumah kakak aja, tadi kakak sudah minta izin sama pakcik." jawabnya dan terus menggandeng tangan Mimi.


"Tapi kan Mimi harus ganti baju dulu."


"Ndak usah ganti nanti pakai baju kakak aja lagi." jawab Syahril.


Dan akhirnya Mimi pun pulang bersama Syahril. Lagi-lagi Mimi tidak pulang bersama teman-teman nya.


Sesampainya di rumah Syahril Mimi duduk di ruang tengah dan Syahril masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil bajunya. Setelah mengambil baju, Syahril turun lagi ke bawah untuk menemui Mimi dan memberikan baju yang di ambilnya.


"Nih dek ganti gih." Ucapnya dengan menyerahkan sebuah baju kaos kepada Mimi.


Mimi menerima baju tersebut dan langsung menuju kamarnya Syahril untuk mengganti pakaiannya. Setelah terpakai baju yang lumayan kebesaran di tubuh Mimi, Mimi pun turun dan menghampiri Syahril di ruang keluarga.


Syahril tersenyum melihat Mimi memakai baju yang kebesaran, walau baju yang diberinya sudah besar namun di tubuh Mimi masih terkesan menampakkan bentuk tubuh Mimi.


"Ayo dek, kita makan dulu." ajak nya sembari berjalan ke arah meja makan. Disaat di meja makan Mimi memanggil Syahril hendak memberitahukan bahwa nanti anak kelas tiga ujian anak kelas satu dan dua di liburkan.


"Kak," panggil Mimi.


"Hmm, makan dulu." jawab nya.


Mereka berdua pun makan dalam keadaan sunyi, Umma dan Babah belum pulang dari kerja.


Setelah selesai makan, mereka menuju ruang keluarga yang mana di atas meja nya sudah ada buku-bukunya Syahril.


Mimi menemani dan sekali-kali membantu Syahril untuk menghafalkan mata pelajaran.


disaat lagi menemani nya belajar, terdengar suara salam dari luar.


"Assalamu'alaikum."


"Waalaikumsalam" Jawab kami yang berada di dalam dan wak Ainun membuka pintu yang kebetulan dia lagi berada di ruang tamu.


Ternyata yang datang adalah Ryan, Andri dan Rudi untuk belajar bersama Syahril. Mereka semua sibuk dengan buku masing-masing.


Ini hari ketiga Mimi menemani Syahril belajar, tepatnya menemani cowok-cowok ini belajar dan Sudah 2 pc kaos Syahril yang sudah Mimi pakai dan belum Mimi kembalikan dan sekarang tambah satu lagi.


Terkadang Mimi bingung kepada Syahril padahal dia belajar bersama sepupunya tapi kenapa harus ada Mimi juga yang harus menemaninya.


Wak Ainun datang tergopoh-gopoh dari dapur dengan membawakan irisan buah buat kami semua.


"Makasih wak." Ucap Mimi saat wak Ainun sudah menaruh piring berisi irisan buah mangga dan buah naga di atas meja.


"Sama-sama Mi, ayo di makan." ucap wak Ainun.


Mimi pun langsung mencomot buah naga pakai garpu kecil khusus kue yang sudah di siapkan oleh wak Ainun. Disaat Mimi sedang asik menikmati potongan buah naga Syahril melihat Mimi dan dia pun meminta Mimi untuk menyuapinya.


"Dek suapin buah dong." Pinta Syahril kepada Mimi untuk menyuapinya buah dengan masih rebahan di atas sofa dan mata terus berada di buku yang sedang di bacanya.


Mimi pun menyuapi irisan buah ke Syahril sehingga itu membuat bahan ledekan sepupunya.


"Alah Riil, manja amat." sindir Ryan.


"Iya biasanya juga makan sendiri." timpal Rudi.


"Berisik kalian, iri bilang boss!" jawab Syahril cuek.


"Ka***t Lu, mentang-mentang ditemani Mimi jadi manja." Sahut Andri.


"Oh ya Mi, kenapa sih Mimi mau menemani Syahril? mana di rumahnya lagi." Ucap Andri.


"Iya untung ada kita-kita ikutan nemanin, kalau nggak keserempet setan nanti kalian berdua." Ucap Rudi.


"Betul tuh Rud." Timpal Ryan dengan terus mengunyah buah mangga.


"Ya mau gimana lagi kak, Mimi di jemput sama kak Syahril." Jawab Mimi dengan senyum.


"Kan bisa lari diam-diam naik ojek Mi." Canda Ryan.


"Gimana mau lari kak, kak Syahril itu dah nungguin Mimi depan kelas dan langsung bawa Mimi ke motornya." Jelas Mimi sambil memakan buah mangga.


"Jadi Mimi ndak pulang Sama Manda dkk dong 3 hari ini?" Tanya Rudi.


"Ya gimana mau pulang sama mereka kak kalau Mimi udah di gandeng duluan." jawab Mimi.


"Dasar bucin lo Riil, Baru juga tiga hari kita diliburkan, tahan lo jemput Mimi kesekolah." ujar Rudi.


Ya semenjak anak kelas tiga di beri libur Syahril selalu menjemput Mimi disekolahnya.


"Alah bilang aja Lo pada iri." Jawab Syahril ketus.


"Betul tuh Rud, gimana nanti kalau Mimi libur satu minggu ya kan? nah ngomong-ngomong senin ini kan Mimi dah di liburkan apa Mimi pulang ke tungkal?" ucap Ryan.


"Iya kak rencana Mimi pulang mumpung libur UAN." Jawab Mimi.


Syahril yang meblndengarnya sontak duduk dengan tegap dan menghadap ke arah Mimi.


"Pulang sama siapa dek?" Tanya Syahril.


"Rencana sama Dewi dan Asri Kak." Jawab Mimi.

__ADS_1


"Emm, adek jangan pulang ya?" Pinta Syahril.


"Lah kenapa lo Riil ngelarang Mimi pulang." Jawab Andri.


"Iya Riil, toh Mimi liburkan karena kita lagi ujian juga." sahut Ryan.


Syahril tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh sepupu-sepupunya.


"Dek, jangan pulang yaa pliss," Syahril memohon kepada Mimi.


"Tapi kak, Mimi ngapain juga di jambi, kan kak Syahril ujian senin nanti." jawab Mimi.


"Ya adek nemani kakak belajar seperti saat ini." ucapnya.


"Ya dek, pliss jangan pulang ya?" imbuhnya lagi.


"Alah lo Riil, jangan mau Mi pulang aja mumpung libur seminggu juga." Sahut Andri.


"Berisik Lo pada." ucap Syahril ketus.


"Ya dek, jangan pulang ya. Kakak mohon dek ya ya." Syahril terus memohon.


"Emm liat nantilah kak, Mimi tanya mamak dulu." Ucap Mimi.


Hari semakin sore Mimi pun pulang dan di antar oleh Syahril, sesampainya dirumah Nyai Syahril masih memohon kepada Mimi agar jangan pulang sewaktu libur UAN nanti.


"Dek, kakak mohon ya dek." ucapnya memelas setelah kami sampai rumah dan kami duduk di teras.


"Emang kenapa kak? kakak kan bisa belajar dengan kak Ryan, kak Andri dan kak Rudi atau kakak juga bisa belajar sama temen-temen kakak yang lain." jawab Mimi.


"Tapi dek, adek lah yang buat kakak semangat dek, kalau dengan adek kakak bisa menghafal dengan cara lempar pertanyaan." Jawab Syahril pula.


Disaat Mimi dan Syahril lagi berbicara masalah permintaan Syahril untuk menemani Syahril belajar, hp Mimi berdering dan Mimi mengambil hp yang berada dalam tas dan di lihatnya siapa yang memanggil, karena yang memanggil no tak dikenal Mimi pun mengabaikannya.


Dering hp pun berhenti dan Mimi memangku hpnya, Syahril yang melihat Mimi tak mengangkat panggilan tadi pun bertanya.


"Siapa dek?" Tanyanya.


"Ndak tau kak, no tak dikenal." jawab Mimi jujur.


Disaat Syahril hendak meminta hp Mimi untuk melihat no siapa, hp kembali berdering dan Mimi masih tak merespon karena no yg nelpon adalah no yang sebelumnya.


"Siapa dek? Tanya Syahril kembali.


"Ndak tau kak, no tak dikenal, nih." Jawab Mimi dengan menunjukan hp nya ke arah Syahril.


"Diangkat aja mana tau penting." Jawab Syahril dan kemudian deringnya berhenti.


"Biarin lah, malas Mimi angkat kalau no tak dikenal." Jawab Mimi.


"Ya dak boleh gitu dek, mana tau Mamak atau Bapak atau keluarga yang lain ganti nomor." terang Syahril.


"Ya ntar di angkat kalau dia nelpon lagi." Jawab Mimi dan tak lama hp pun berdering lagi dan lagi-lagi no yang sebelumnya yang menghubungi.


📲"Hallo assalamu'alaikum." Ucap Mimi


📲"Waalaikumsalam." jawab seseorang dari seberang sana.


📲"Maaf ini siapa ya?" Tanya Mimi.


📲"Masa Mimi ndak kenal?" Tanyanya balik


📲"Maaf, ini siapa?" Tanya Mimi ketus.


📲"Mimi ndak kenal dengan suara abang?" tanyanya balik.


📲"Maaf kalau ndak penting Mimi matikan." Jawab Mimi yang memulai kesal.


📲"Maaf maaf terus dek, jangan dimatikan dulu dong. Ini bang Adit." Jawabnya.


📲"Oo bang Adit, ada apa bang?" Tanya Mimi.


Syahril yang mendengar nama Adit sudah merasa kesal dan merapatkan giginya dan diapun meminta Mimi untuk Menloadspeaker kan hp nya.


📲"Ndak apa-apa dek cuma kangen aja sama adek?" Jawab Adit.


📲"Hahahaha abang ada-ada aja." Ucap Mimi dengan ketawa.


📲"Serius dek, oh ya kok no hp abang yang lama di blokir dek?" Tanya nya.


📲"Ah masa iya bang, perasaan Mimi ndak ada blokir." jawab Mimi jujur karena Mimi tidak tau menau.


📲"Iya dek no abang yang lama ndak bisa buat hubungi no adek, makanya abang pakai no baru." Jawabnya.


📲"Ah ndak tau juga Mimi bang , mungkin kepencet sama adek Mimi kali." Ucap Mimi.


📲"Oo mungkin juga, emang hp Mimi sering dipakek adeknya ya?" Tanya nya.


📲"Iya bang." jawab Mimi.


📲"Oh ya dek malam minggu besok ada acara ndak?" tanyanya,


📲"Belum tau bang, kenapa?" Tanya Mimi sambil melihat ke arah Syahril yang sudah berwajah merah padam.


📲"Keluar yuk, malam mingguan kita." ajaknya,


sontak membuat Syahril geram dan merebut hp Mimi dan langsung di matikan nya.


Mimi yang melihat gelagat kecemburuan Syahril hanya tersenyum.


"Ihh kakak ndak sopan main matikan telpon." Ucap Mimi.

__ADS_1


"Oh jadi senang Terima telpon dari cowok lain!" ucap Syahril.


"Ya senanglah dapat telpon dari teman." jawab Mimi bermaksud membuat Syahril cemburu.


"Ya teman tapi mesra gitu!" jawab Syahril tak terima.


"Kakak kenapa sih?" Tanya Mimi. "Cemburu ya?" ucap Mimi lagi dengan mendekatkan wajahnya ke wajah Syahril dan memainkan matanya.


"Hemm." Jawab Syahril dengan deheman.


"Hahaha gitu aja cemburu." Ucap Mimi dengan mentoel hidung Syahril.


"Ada hubungan apa adek sama dia?" Tanya Syahril.


"Ndak ada hubungan apa-apa kok." jawab Mimi dengan jujur.


"Adek sering ya berhubungan atau Chat dengan dia?" tanya Syahril lagi.


"Ndak juga, cuma beberapa kali aja." Mimi menjawab dengan apa adanya.


"Maksud adek?" Tanya Syahril.


"Iya Mimi ndak begitu sering sih chat nya." jawab Mimi.


"Hemm" Syahril berdehem dengan memasang muka tajam ke arah Mimi.


"Dulu sih dia ada chat nanya-nanya Mimi." jawab Mimi


"Ooo," Jawab nya ketus. "Terus dari mana dia bisa tau no adek?" imbuhnya.


"Ya Mimi yang kasih." ucap Mimi.


"Apa!!" Ucap Syahril tak percaya.


"Iya Mimi yang kasih no hp Mimi, eh bukan tepatnya dia yang ngasih no hp nya duluan dan setelah itu Mimi yang hubungi dia duluan." terang Mimi dan Syahril hanya menggelengkan kepalanya tak percaya bahwa orang yang di cintai nya memberikan no hp nya kepada lelaki lain.


Padahal Syahril telah mewanti Mimi agar jangan menyimpan no laki-laki lain selain keluarga Mimi. Tapi ini, Mimi menyimpan no laki-laki lain yang mana sebelumnya sudah dia blokir agar tak bisa menghubungi Mimi.


Ada rasa kecewa di hati Syahril mana kala dia mengetahui kalau si pujaan hati lah yang telah memberikan no nya kepada orang lain. Sedang dia saja tidak mengizinkan Mimi untuk menyimpan no sepupu-sepupunya tapi ini.. "Ahhhrg" hati Syahril menjerit.


"Sejak kapan adek memberikan no adek sama dia?" Tanya Syahril dengan raut muka kecewa.


"Emm sejak Mimi kalau pulang sekolah naik ojek." Ucap Mimi.


"Emm sejak waktu kakak mendiamkan Mimi." terang Mimi kembali kepada Syahril.


"Berarti hampir dua bulan mereka saling berhubungan." Gumam Syahril dalam hati.


"Berarti waktu itu adek sering chat ma dia?" Tanya nya lagi.


"Emm ndak sering sih." Jawab Mimi biasa aja.


"Apa aja yang adek ceritakan kalau chat ma dia?" Tanya Syahril kepo.


"Mimi ndak banyak cerita, cuma bang Adit aja yang banyak cerita tentang dia." Jawab Mimi.


Gimana Mimi mau cerita ke orang lain yang baru dikenal, sama sahabat nya sendiri aja Mimi tak banyak cerita.


"Apa aja yang dia ceritakan dek?" Tanya Syahril lagi dengan menahan rasa cemburu yang telah menaungi lubuk hatinya.


"Dia cerita kalau dia ngojek itu sambilan kalau dia tidak ada mata kuliah." jawab Mimi jujur.


"Terus"


"Terus dia juga cerita kalau dia kuliah di jurusan hukum dan sekarang sudah di semester 6." Jawab Mimi.


"Hemm."


"Dan katanya kelak lulus dari jurusan hukumnya dia mau mendaftarkan diri ke pendidikan polisi. Tau ndak kak, rumah dia katanya di kampung sebelah kan sekampung dengan kakak." cicit Mimi riang tanpa memikirkan perasaan yang di sampingnya yang lagi hareudang.


"Hemm, menurut adek orangnya gimana?" tanya Syahril memancing Mimi.


"Maksud kakak?" Tanya Mimi tidak mengerti.


"Ya menurut adek dia gimana!" Tanya Syahril mengulanginya.


"Emm bang Adit ya, emm dia orangnya baik, kayaknya juga perhatian dan bang Adit orang nya juga manis wajahnya." puji Mimi kepada Aditya.


Syahril yang mendengar sang kekasih memuji lelaki lain membuat hatinya sakit akibat cemburu buta nya. Syahril melihat Mimi menceritakan lelaki lain dengan riangnya membuatnya cemburu dan tanpa sepengetahuan Mimi lagi-lagi dia memblokir nomor yang menghubungi Mimi tadi.


Ayooo siapakah Adit???


_____________tbc__________


Hai hai assalamu'alaikum selamat siang rider dokter jantungku, terimakasih yang masih setia mendukung karya AUTHORE semoga selalu dalam lindungan Allah SWT dan seluruh diberi kesehatan.


Jangan lupa selalu beri dukungannya dan tinggalkan jejak nya ya riders


VOTE


LIKE


RATE


KOMEN


KRISAN


DAN JANGAN LUPA DUKUNG KARYA AUTHIRE SATUNYA LAGI YA YANG BERJUDUL FLOWERS YANG BEDA AKUN AJA.


__ADS_1


💖💖💖💖TERIMAKASIH💖💖💖💖


__ADS_2