DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
cerita muthia


__ADS_3

Pertunangan Mimi yang terkesan mendadak itu tak banyak yang mengetahui selain keluarga besarnya.


Sahabat dan teman-teman Mimi yang di luar kota Jambi pun tidak mengetahui hal itu terutama Selfia, Saridi, Dimas, Muthia, Irma dan Riko.


Mimi juga tidak mengetahui jika sehabis lebaran ini keluarga Syahril meminangnya dengan resmi.


Selfia baru mengetahui saat Di'ah mengundangnya untuk hari spesialnya melalui video call.


"Assalamualaikum Fi," ucap Di'ah saat sambungannya tersambung.


"Waalaikum salam Di'ah, Di'ah apa kabar?" jawab Selfia.


"Alhamdulillah baik, Calon ponakan ku apa kabarnya Fi?" tanya Di'ah.


"Alhamdulillah baik sedikit rewel aja hehehe, hmm ada apa nih tumben malam-malam video call, oh ya Mimi mana Di'ah? kenapa hp nya nggak aktif ya?" ucap Selfia.


"Mimi Alhamdulillah baik Fi, dia dah resmi tunangan sama kak Syahril Lo." ucap Di'ah yang mulai mengghibah.


''Wah benaran," ucap Selfia dengan membenarkan posisi duduknya.


"Wah benar-benar tuh anak nggak ngundang-ngundang, usahkan ngundang eh ngabarin aja nggak." ucap Selfia sewot.


"Hp dia hilang Fi, kayaknya dia belum beli-beli lagi." ucap Di'ah.


"Kok bisa hilang?" tanya Selfia.


"Nggak tau tuh, pas bulan puasa hilang entah dimana, pas keluarganya datang semua dua Minggu sebelum lebaran, dia di beli lagi hp sama ayah Brata Nah kemarin kata dia hilang lagi saat pergi ke mall sama Ay dan Carol." ucap Di'ah.


"Aneh, emm... Siapa Carol Di'ah?" tanya Selfia.


"Yah tau sendiri Mimi kalau dah sembrono lupa sama barangnya. Semenjak itu dia jadi malas pakek hp." ucap Di'ah.


"Lah terus kalau kak Syahril ngubungi dia pakek apa?" tanya Selfia.


"Pakek hp senter. Oh ya Fi, aku mau ngundabg kamu nih, bulan depan resepsi aku kamu datang ya?" ucap Di'ah.


"Wawwww kalian ini yah, banyak kejutannya dan mendadak semua, ckk" ucap Selfia. dengan melengos


"Hehee maaf Fi." ucap Di'ah cengengesan.


"Hmm... Emm gimana ya Di'ah, sebelumnya aku minta maaaaaaf banget, kamu kan tau aku lagi hamimud jadi untuk jalan jauh belum di izinkan" ucap Selfia sendu.


''Padahal aku kangen kalian." ucap Selfia dengan wajah sendu.


"Oh ya nggak apa-apa, justru kamu harus jaga kesehatan biar ponakan aku juga sehat." jawab Di'ah mengerti kondisi Selfia yang mana kehamilannya sangat-sangat menyiksa dirinya karena dia mengalami plasenta previa.


"Emm maaf ya Di'ah, padahal nih ya aku pengen makan tekwan buatan Mimi slliuuurrp" ucap Selfia dengan menarik air liurnya sendiri yang mana seketika menginginkan makan tekwan buatan Mimi.


"Oh ya Di'ah kalian di Jambi kan, minta no hp Mimi ya, dasar tuh anak nggak ngasih no hp barunya." ucap Selfia kesal.


"Lah nomor dia kan nomor lama Fi, nomor dia yang lama di pakainya di hp senter itu.'' ucap Di'ah.


"Oo, kalau nomor lama seharusnya ada nama ku dong, kok dia nggak ngabarin ya." ucap nya kesal.


"Nama kalian termasuk nama ku itu tersimpan di memori hp nya yang hilang itu, nah di hp senter ini kan cuma untuk aktifasi nomornya aja, yah paling yang tersimpan di sana nama orang tuanya sama Syahril doang." ucap Di'ah.


"Hemm, ngomong-ngomong dia sekarang ada di rumah nggak ya, biar aku telpon nomor Ay.'' tanya Selfia.


"Sekarang itu dia lagi di Semarang Fi, karena mbak Surti mau nikah.'' ucap Di'ah.


"Oo, yaudah lah. Kamu ada kan nyimpan nomornya?" ucap Selfia.


"Ada nanti aku kirim kontaknya." jawab Di'ah.


"Emm Fia udah dulu ya, aku mau bantu mamak ku dulu." ucap Di'ah.


"Oh iya salam buat mamak dan Babah ya, sekali lagi maaf ya Di'ah, aku kasih mentahnya aja, kirim nomor rekening kamu ya." ucap Selfia.


"Iya ntar ku sampe in ke mamak dan Babah. Eh nggak usah repot-repot Fia yang penting doa dan amplop tembal aja ya hehee." ucap Di'ah dengan candaan.


"Yeyy apa bedanya amplop ma transferan Di'ot." ucap Selfia.


"Ya bedalah, kalau tranferan nggak keliatan tebal amplopnya, nah kalau pakek amplop kan kelihatan tebalnya hahaa." jawab Di'ah.


"Aisss iya iya ntar mentahannya ku transfer terus ku kirim amplop tebalnya isi batu biar berat sekalian." ucap Selfia dengan bibir yang disiniskan.


"Hahaha, berat di ongkir Fi kalau batu yang kamu kirim." ucap Di'ah.


"Iya juga ya hahaha, udah ah aku mau makan dulu laper lagi perut ku, bye Di'ah assalamualaikum." ucap Selfia.


"Yaudah aku juga mau bantu mamak, waalaikum salam." jawab Di'ah dan mereka pun selesai mengobrol.


Disemarang, semua keluarga sibuk fitting baju untuk acara Mbak Surti dan Jonathan.


Sehabis dari fitting Mimi minta izin pada semua untuk pergi kerumah Muthia.


"Yah, Bun, Mak, pak dan yang lain Mimi izin ke rumah Muthia ya.'' ucap Mimi saat di parkiran.


"Emm ini sudah sore Mi." ucap emak.


''Ya Ndak apa Mak, besok pasti dirumah pada sibuk." jawab Mimi.


"Yaudah kamu sekalian itu pakai mobil mas aja dek." ucap mas Chalik, langsung memotong emak yang akan mencegah Mimi.


"Nggak usah Mas, Mimi naik taxi online aja. Kalau Mimi bawa mobilnya mas, mas dan anak-anak gimana.." jawab Mimi menolak.

__ADS_1


"Mas bisa sekalian sama Jo dan Surti, kamu sekalian aja ajak Carol dan Ay." ucap mas Chalik.


"Emm apa nggak apa-apa mobilnya Mimi bawa?" tanya Mimi lagi.


"Iya nggak apa, bawa aja." sahut ayah.


"Emmm yaudah kalau gitu Mimi bawa, nanti supirnya Mimi suruh pulang aja ya takutnya kelamaan nunggu.'' ucap Mimi.


"Terserah kamu dek, yaudah mas duluan ya gerah." ucap mas Chalik yang memang dari kantor langsung pergi ke butik.


"Oke mas, makasih." jawab Mimi.


"Mi.." panggil mbak Surti.


"Iya mbak." jawab Mimi dengan menoleh ke arah mbak Surti.


"Sekalian nanti kamu undang Tia ya, ini." ucap mbak Surti dan memberikan beberapa undangan pada Mimi.


"Lah yang di undang kan Tia mbak, kok undangannya sebanyak ini." ucap Mimi dengan memperlihatkan beberapa undangan di tangannya.


"Iya, sekalian kamu undang Dimas dan Cindy serta keluarganya." ucap mbak Surti.


"Oo yaudah kalau sempat Mimi kesana nanti. Emm undangan buat Abi Arsyad dan Abi Risyad dan yang lain udah belum?" jawab Mimi dan kembali bertanya.


"Kalau itu sudah sama ayah Brata, itu kan relasi ayah Mi." jawab Mbak Surti yang sudah memanggil ayah Brata dengan ayah.


"Emm yaudah, sana mbak segera pulang tuh mas Chalik dah nungguin." ucap Mimi.


"Eh iya, hehee lupa. Yaudah mbak pulang dulu ya, kamu hati-hati." jawab Mbak Surti. Mimi pun mengangguk.


Setelah mobil yang ditumpangi mbak Surti dan yang lain telah jalan, Mimi dan kedua adiknya pun pergi menuju rumah Muthia sore ini, tak lupa Mimi mampir terlebih dahulu ke toko baby fashion untuk anak Muthia.


Hampir satu jam perjalanan, Mimi pun sampe di rumah Muthia, rumah mewah berlantai dua.


"Assalamualaikum." ucap Mimi ketika telah berada di depan pintu rumah Muthia.


"Waalaikum salam." jawab art Muthia.


"Siapa bi" sahut Muthia yang baru turun dari tangga.


"Hai Mut Mut." ucap Mimi dengan melambaikan tangannya.


"Mimiii." teriak Muthia, yang langsung menghampiri Mimi dengan menggendong baby gembulnya.


Mereka pun berpelukan serta cipika cipiki.


''Aku kangen" ucap Muthia.


"Sama, Hai Artha gembul." ucap Mimi dengan mentoel pipi gembulnya Artha anaknya Muthia.


"Sini Artha gembul, biar mommy gendong." ucap Mimi dengan mengambil alih Artha, Artha tersenyum dan tertawa girang ketika Mimi gendong.


"Ini siapa Mi?" tanya Muthia ketika melihat Carol di samping Ay.


"Oo kenalin ini Carol, adik Mimi." jawab Mimi dan memperkenalkan Carol sebagai adiknya pada Muthia.


"Adik?" ucap Muthia dengan menaikkan sebelah alis nya.


"Iya, dia adik iparnya Mbak Surti. Oh iya ini ada undangan buat kamu dan kak Satria dari Mbak Surti." ucap Mimi dengan memberikan sebuah undangan pada Muthia.


"Wah mbak Surti dapat bule." ucap Muthia.


Mimi, Muthia dan yang lain pun duduk di ruang keluarga nya. Tak lama Satria pun pulang dari kerja.


"Assalamualaikum." ucap nya.


"Waalaikum salam." jawab Muthia dan uang lain, Muthia segera beranjak menghampiri sang suami.


"Wah ada Mimi nih." ucap Satria dan dia pun ikut duduk di ruang keluarga.


Mereka pun saling bercerita, Muthia juga bercerita jika Dillah telah menikah.


"Oh ya Mi, mantan udah nikah loh kamu kapan?" ucap Muthia, Mimi melihat Muthia dengan m naikkan sebelah alisnya.


"Mantan?" ucap Mimi.


"Ckk belagak lupa pula." sahut Satria.


"Hehee emang dah lupa kak." jawab Mimi.


"Lupa atau belum move on." ucap Satria lagi.


"Hahahaa" Mimi malah terbahak-bahak.


"Lupa kak, karena mantan tak harus selalu di ingat." jawab Mimi.


"Ckk gaya mu, sekali kak Syahril aja selalu kamu kenang." ucap Muthia.


"Kalau dia beda lah Muth, hanya orang yang berkesan yang selalu bersemayam." ucap Mimi.


"Ya ya ya.. Oh ya hp kamu kemana?" kok nggak aktif nomornya. Hobi banget gonta ganti nomor." ucap Muthia. Mimi menghelakan nafasnya.


"Hmm entahlah Muth. Kok Mimi jadi teledor gitu." jawab Mimi.


"Hilang lagi?" tanya Muthia dan Mimi mengangguk.

__ADS_1


"Ya allah Mi, mentang-mentang lah yah gajinya dollar." ucap Muthia.


"Hmm itu dia, perasaan Mimi masukkan hp ke dalam tas tapi pas sampe rumah nggak ada hp nya." jawab Mimi.


"By the way, selamat ya Mi." ucap Muthia dengan mengulurkan tangannya. Mimi melihat aneh pada Muthia.


"Maksudnya apa nih? kamu kasih selamat aku kehilangan hp gitu!" ucap Mimi dengan cemberut.


"Hehe eh iya bukan lah, selamat atas pertunangan nya." jawab Muthia.


"Yah walau kami-kami dilupakan, tali tetap kok kami kasih selamat sama kamu." sindir Muthia, Mimi diam.


"Emm maaaf kalau masalah itu. Mimi juga Ndak tau kalau kak Syahril dan keluarganya merencanakan semuanya sehabis lebaran kemarin." ucap Mimi.


"Kok tau?" tanya Mimi karena memang Mimi belum memberitahu kan Muthia dan yang lainnya.


"Emm, kemarin Di'ah nelpon. Kalian itu ya, begitu banyak kejutan yang kalian berikan kepada kami." ucap Muthia.


"Ya maaf, kalau Di'ah kan emang dah lama rencana nya mereka nikah habis lebaran ini." jawab Mimi.


"Oh ya nih tadi juga Fia nelpon kalau-kalau kamu kesini dia minta di kirimi tekwan katanya." ucap Muthia.


"Hah!! ngidam tuh anak?" ucap Mimi.


"Iya dia ngidam sekarang, tapi dia nggak bisa banyak gerak Mi." ucap Muthia.


"Kenapa?" tanya Mimi penasaran.


"Hmm, dia kehamilan dengan kehamilan plasenta Previa total." ucap Muthia.


"Kasian tuh anak, tapi syukurlah jadi dia nggak banyak grasak grusuk lagi." ucap Mimi.


"Kamu ini Mi, malah mensyukurinya." sahut Satria yang kembali bergabung karena sebelumnya dia pamit untuk membersihkan dirinya.


"Yah gimana lagi kak, kalau nggak gitu pasti tuh anak akan terbang ke Amerika karena pengen tekwan hahaha." ucap Mimi.


"Hmm iya juga." ucap Satria manggut-manggut.


"Oh ya Mi, kamu masih komunikasi dengan bunda Retno?" tanya Muthia.


"Masih Kok Muth, tapi terakhir ya sebelum puasa." jawab Mimi.


"Hm, Mi.." panggil Muthia denagn serius. Mimi melihat ke arah Muthia.


"Apa kamu sudah mengetahui semua nya itu?" tanya Muthia.


"Mengetahui apa?" Mimi kembali bertanya.


"Tentang bunda Retno dan.." ucap Muthia, Mimi yang mengetahui arti dari pertanyaan Muthia hanya tersenyum dan mengangguk.


"Kalau kisah bunda Retno Mimi sudah mengetahuinya karena bunda Retno menceritakan semua kisahnya itu." ucap Mimi.


"Tapi siapa orangnya waktu itu Mimi tidak tau siapa, Mimi mengetahuinya ya waktu malam itu." ucap Mimi lagi dan mengenang bagaimana malam yang seharusnya menjadi malam romantis menjadi malam penuh drama dan terbukalah kisah lama.


"Oo, tapi aku lihat sekarang bunda Retno sangat bahagia setelah kembali berkumpul denagn anaknya." ucap Muthia, Mimi hanya tersenyum.


"Syukur Alhamdulillah, mungkin memang sudah saat nya bunda Retno mendapatkan kebahagiaan nya yang telah lama menghilang." ucap Mimi.


"Iya dan itu karena kamu Mi."jawab Muthia.


"Bukan Mut, bukan karena Mimi tapi karena Allah dan berkah dari buah kesabaran bunda Retno sendiri." ucap Mimi.


"Ya juga sih, oh ya mantan mu itu nikah sama anak pesantren loh Mi." ucap Muthia yang masih ingin membahas Dillah.


"Hmm'' jawab Mimi.


"Ckk kok cuma hmm, nggak penasaran gitu!" ucap Muthia kesal.


"kenapa harus penasaran, pastinya kamu juga akan menceritakan semua." jawab Mimi yang tau bagaimana denagn Muthia yang tidak pernah bisa menyimpan sebuah cerita yang menurutnya info penting.


"Iya juga sih, emm dia seorang ustadzah Mi." ucap Muthia, Mimi hanya diam dan terus mendengarkan cerita Muthia.


"Emang nasibnya kak Dillah kali ya yang mendapatkan jodoh melalui perjodohan." ucap Muthia terus dengan gaya sok mikir.


"Kok bisa?" Akhirnya Mimi pun bertanya hanya.


"Hahaa gaya mu Mi nggak mau tau." ucap Satria dengan tertawa.


"Ckk apaan sih kak." jawab Mimi.


"Iya dia di jodohkan dan dia akhirnya memilih lewat ta'aruf sama tuh ustadzah dan akhirnya memang mungkin udah jodohnya dia seperti itu akhirnya dia m nikah sebelum puasa tadi." ucap Muthia.


Muthia terus bercerita tentang Dillah dan sang istri yang seorang ustadzah di sebuah pesantren di kota ini.


tbc.


Assalamualaikum, Alhamdulillah akhirnya bisa update lagi, mohon maaf dalam beberapa hari ini tidak bisa update karena di tempatku gangguan jaringan.


Beberapa hari ini jaringan Telk****l hilang total kalau siang sedangkan yang SMF lemot. Sekali mohon maaf atas ketidak nyamanan dengan karya ku.




Setiap buka selalu begini jadi nggak bisa menulis naskah.

__ADS_1


__ADS_2