
Sepulang dari bertelpon ria dengan Mimi, hati Syahril sangat senang bahkan dia tak sabar untuk segera menyelesaikan tugasnya disini.
Sepanjang jalan Syahril hanya tersenyum mengingat obrolannya. Dia heran kenapa dia bisa berbicara menjurus ke arah mesum.
"Aiss sejak kapan pula ni otak oleng." Ucap nya seraya menggeleng kan kepala.
Sedangkan di rumah dinasnya, Ryan kembali mengalami mual dan muntah, Farhan dan Rudi menjadi cemas apa lagi muka Ryan terlihat pucat.
"Yan, minum dulu teh hangat nya." Ucap Farhan dengan memberikan teh hangat.
"makasih Han," jawab Ryan dan langsung meneguk teh tersebut.
Rudi mondar mandir tak tau harus berbuat apa, ingin menghubungi Syahril namun sinyal di dusun ini tidak ada, mau menyusul kebukit takut nanti selisih jalan.
"Rud, dak capek kau bolak balik macam tu?" Tanya Farhan. Rudi hanya melihat sekedarnya namun tubuhnya tak jua berhenti.
"Stop lah Rud, tambah Oening palak aku nengok kau kayak gosok an." Sahut Ryan.
"Aisss." Jawabnya seraya duduk di tepi ranjang Ryan.
"Ni Syahril kemana pula la dia nya." Ucap nya. Baru juga dia berkomentar, terdengar suara deru mobil di depan rumah.
"Assalamualaikum" ucap Syahril yang telah masuk rumah.
"Waalaikum salam." Jawab mereka bertiga.
"Lama nian Riil." Ucap Rudi, Syahril memicingkan matanya.
"Ada apa emangnya?" Tanya Syahril.
"Tuh liat Ryan, la pucat pasi muka nya. Mau aku infuse tapi pakai cairan apa?" Tanya Rudi.
Syahril tak menjawab namun dia bergegas ke kamar Ryan.
"Emm, Ryan dehidrasi. Bawa banyak minum air putih Yan." Ucap Syahril.
"Mual aku Riil minum air putih." Jawab Ryan.
"Ya kalau Ndak bisa dingin setidaknya air hangat. Nanti aku siapkan termos di kamar kau." Ucap Syahril.
"Aku ke kamar dulu, mau Dzuhur dulu." Ucap Syahril dan terus berlalu.
Baru beberapa langkah keluar kamar Ryan, Ryan kembali keluar dan berlari menuju kamar mandi, sontak Farhan dan Syahril ikut berlari mengikuti Ryan.
Terdengar suara Ryan mengeluarkan isi perutnya.
"Apa Ryan sudah makan tadi?" Tanya Syahril.
"Sudah, tadi dia minta pakai lauk kari tapi habis makan langsung di keluarin lagi." Ucap Farhan.
"Oo" jawab Syahril,
"Kau tolong tengok Ryan Yo Han, aku mau wudhu di belakang" ucap Syahril dan berlalu ke belakang rumah untuk berwudhu.
Sahabis memuntahkan air, Ryan kembali ke kamar dipapah sama Farhan.
"Rud," pqnggil Syahril ketika jawab hendak masuk kamar.
"Yop bentar" jawab Rudi. Sedamg Syahril masuk kedalam kamar guna mengambil cairan infuse yang dia bawa dari puskesmas.
"Ada apa Riil?" tanya Rudi ketika telah sampai depan kamae Syahril
"Ni, tolong kau pasang ke Ryan." ucap Syahril dengan memberi cairan infuse serta peralatan lainnya kepada Rudi.
"Oh oke." jawab Rudi dan lamgsung ke kamar Ryan, dia pun langsung memasang infuse tersebut di tangan Ryan.
Sehabis sholat, Syahril kembali ke kamar Ryan untuk melihat keadaan nya.
"Gimana Yan? masih mual?" tanya Syahril.
"Emm masih Riil." ucap nya dengan mata terpejam.
"Kenapa? pusing?" tanya Syahril ketika melohat Ryan menjawab dengan mata terpejam.
"Iya pusing kepala aku." jawab nya. Syahril tak bertanya kembali, dia beranjak keluar dari kamar Ryan.
Syahril melihat isi kulkas nya, dia melihat masih ada stok ayam. Syahril pun berencana membuat bubur ayam.
Syahril terlebih dahulu mencairkam ayam yang membeku dengan aliran air. Memunggu ayam mencair, Syahril mulai meracik bumbu buat ungkep ayam nya nanti.
Bumbu telah halus namun ayam belum juga mencair sepenuhnya. Menjelang ayam mencair, Syahril ikut bergabung nonton bersama Farhan dan Rudi.
"Kalian dak balik ke puskesmas?" tanya Syahril.
"Dak Riil, tadi juga sudah pesan kalau ada pasien darurat panggil bae." kawab Farhan.
"Nah kau dewe" tanya Rudi.
"Aku juga." jawab Syahril.
"Oh ya Riil, jadi bagaimana Mimi?" tanya Farhan.
"Emm tadi sih qku telpon lagi belajar sama pompa asi." jawab Syahril.
"Hah! Apa!!" ucap Rudi.
"Kenapa Rud?" tanya Syahril.
"Emm bagaimana bagaimana kata kau tadi? Mimi lqgi pompa asi? asi siapa?'' ucap Rudi heran.
Plaak
"Ya asi Mimi la terus mau asi siapa. " jawab Syahril.
__ADS_1
"Emm emang Mimi ada asi nya?" tanya Farhan.
"Nah itu maksud aku?" ucap Rudi.
"Iya ada." jawab Syahril
"Hah!! Kok bisa!!" ucao Farhan dan Rudi serentak.
"Ckk kalian ini bunyi bae titel dokter." ucap Syahril.
"Yah dokter juga manusia Riil.'' jawab Farhan.
"Apa Mimi minum vitamin penambah hormon?" tanya Rudi.
"Hmm, dia jiga langsung terapi sama ahli laktasi Rud." ucap Syahril.
"Berhasil?" tanya Farhan.
"Alhamdulillah, Mimi bilang berhasil bahkan asi nya juga banyak dan lancar." ucap Syahril.
"Alhamdulillah" jawab Rudi dan Farhan.
"Emm berarti kau bersaing lah Riil. Lawan dua pula tu." ucap Rudi.
"Hmmm" jawab Syahril.
"Hahahahaha, nasib malang dak Riil." ucap Farhan.
"Yo nian la tu Han, paling Syahril baru nyicip dikit eh kini la di embat duo krucil." seru Rudi
"Ckk kalian ni." ucao Syahril dann dia pun beranjak melihat ayam nya.
Ayqm yang suda mencair sempurna langsung Syahril kasih oerasan jeruk nipis dan garam setelah itu ri diamlan nya sebentar sebelum di ungkap dengan bumbu halus.
Syahril pun membersihkan beras dan setelah itu dia masak dengan air yang cukup banyak karena untuk uk dijadikqn bubur.
Satu jam lebih Syahril berkutat di dapur akhirnya bubir ayam ala dirinya siap juga.
Syahril tuang ke dalam mangkuk tak lupa air putih hangat untuk Ryan.
"La masak ya Riil?" tanya Rudi yang baru bangun tidur.
"Hmm." jaqab Syahril.
"Yan" panggil Syahril ketika sudah di dal kamar Syahril. Ryan pun perlahan membuka mata nya.
"Makan dulu ya, biar ada isi perut nya." ucap Syahril dengan membantu Ryan untuk duduk dan bersandar di sandaran ranjang.
Setelah posisi Ryan sudah enak, Syahril pun mulai menyuapkan bubur ke Ryan hingga habis setengah.
"Sudah Riil" ucap Ryan.
"Baru setengah Yan." ucap Syahril.
"Makasih ya Riil." ucap Ryan dwngan serak.
"Sudah lah, sekarang kqu istarahat lagi." ucap Syahril dengan akan bantu Ryan kembali rebahan namun Ryan tidak mau.
"Nanti saja Riil, aku mqu sandaran dulu." ucap Ryan, Syahril oun mengurungkan.
"Makasih ya, kau selalu ada kqlau aku sakit." ucap Ryan lagi dengan meneteskan air mata.
"Sudah seharusnya gitu kan Yan, kita kan saudara. Bukan hanya saudara sepupu tapi kau juga saudara sepesusuan ku." jawab Syahril.
"Lebih baik kau rebahan lagi." ucap Syahril.
"Aku mau ashar dulu." ucap Ryan,
"O baik lah, ayok aku bantu." ucap Syahril.
Syahril pun membantu Ryan berdiri dan memapahnya. Cairan infuse pun sementara di berhentikan dahulu.
"Eh mau kemana Riil?" tanya Rudi ketika melihat Syahril dan Ryan keluar.
"Mau kebelakang," ucap Syahril.
"Oh ya Rud, tolong bawakan mamgkok Ryan di dalam ke dapur ya." imbuh Syahril
"Oke." jawab Rudi dan langsung beranjak ke dalam kamar Ryan untuk mengambil mangkok kotor belas eyan makan.
"Farhan kama Riil?" tanya Ryan ketika dia tak melihat sosok Farhan.
"Dia balik ke puskesmas, tadi ada pasiem darurat." jawab Syahril.
Sampai dalam kamar mandi, ryan langsung ambil wudhu dengan di bantu sama Syahril. Sehabis itu dia pun kembali ke kamar dan segera melaksanakan sholat ashar.
Di LA Mimi masih menjalankan aktivitas nya seperti biasa, setelah mompa asi nya dan di beri tanggal serta waktu setelah itu Mimi letakkan kantong-kantong asi tersebut ke dalam frezzer.
Karena terbiasa bangun sepertiga malam, walau Mimi tidur di jam setengah dua belas, Mimi tetap terbangun di jam tiga dini hari.
Seperti biasa, Mimi pun melaksanakan sholat tahajud setelah itu dia membersihkan apartemen nya dan mencuci pakaian-pakaian kotornya.
Menyapu, mengepel, mencuci pakaian merupakan rutinitas Mimi tiap hari nya, ditambah sekarang ada twins aktivitas Mimi bertambah yaitu menuetok asi buat twins.
Semua telah selesai, pakaiannua jigaa telah jemur, Mimi segera membersihkan diri nya karena waktu subuh akan segera tiba.
Menjelang azan Mimi mengaji sebentar setelah adzan berkumandang Mimi menunggu adzan selesai setelah itu dia langsung melaksanakan sholat sunnah qabliyyah subuh setelah itu baru di lanjutkan sholat fardhu subuh.
Saat di attahiyat akhir, suara ponsel M imi selalu berbunyi. Setelah salam dam berdo'a baru Mimi melihat ponselnya dan ternyata dari rumah sakit tempat Mimi kerja.
Mimi melihat begity banyak panggilan, jika ada panggilan yang lebih dari lima kali berarti ada urgent. Mimi segera menghubungi telpon rumah sakit tersebut, namun belum Mimi menelpon, telpon nya kembali berdering, Mimi pun langsung mengangkatnya.
"Ya hallo" ucap Mimi.
__ADS_1
"Ya hallo dokter Mimi." ucapndari seberang.
"Ya saya sendiri, ada urgent apa?'' tanya Mimi.
"Sorry dokter menganhhu waktu libur anda, ini ada pasien urgent dok." ucap si penelpon.
Mimi yang tau ada urgent doa segera mengganti pakaianmya demgan telpon masih di telinganya.
"Emm dokter Richard dan dokter William kemana?" tanya Mimi.
"Dokter richard swdang berada dinluar kota begitu juha dengan Willy dia sedang menangani pasien lain juga dok.
"Kondisi paaien bagaimana? rekam medisnya bagaimana?" tanya mimi bertubi dengan sesegera memakai hijabnya.
"Paaien sesak, rekam media tertulis pasien penyumbqtqn pembuluh darah dan rencana akan di lakukan tindakan pemasangan ring lusa.' jawab sang penelpon.
"Oke segera lakukan perhitungan detak jantungnya dan segera siapkan ruang operasi dan perelengkapan lainnya."
"Saya akan ke sana sekarang." ucap Mimi dan segera mematukan sambungan telponnya.
Mimi segera mwngambil tas, tak lupa ponselnya segera dimasukkannya. Mimi buru-buru keluar dan berlari menunu lift sampai di lobi Mimi segera berlari menuju luar dan segera mencari taksi.
Lima belas menit perjalanan nya akhirnya sampai. Setelag membayar ongkos taksi Mimi kembali berlari.
"Dokteri Mimi." panggil suster.
"Bagaimana?" tanya Mimi sambil berjalan.
"Kondisi pasien 60%" jawab suster.
"Oke apa ruangan operaai sudah di siapkan? siapa dokter dampingi saya." tanya Mimi dengan berjalan cepat.
"Sudah dok, dokter pendamping dokter Zaki." jawab suster.
"Dokter Zaki?" tanya Mimi.
"Ya dok, Dokter Zakimalik adam." terang suster
Mimi tidak menjawab, Mimi masuk ke kamar kecil yang tak jauh dari ruang operasi untuk berwudhu terlebih dahulu sebelum melakulan tindakan.
Setelah berwudhu, Mimi segera masuk ke ruang operasi, Mimi segera memakai pakaian untuk operasi di bantu suster.
"Morning" ucap Mimi.
"Morning" jawab mereka yang sudah standby di posisi masing-masing.
Sebelum melakukan tindakan Mimi melihat hasil rongent pasien, setelah mengetahui kondisinya mimk segera melakukan tindakan dan berdo"a terlebih dahulu.
Mimi berharap tidak memakan waktu lama karena Mimi hari ini adalah hari terakhir ujian.
Dua jam berlalu operasi pun berhasil dengan lancar. Setelah furusannya selesai Mimi segera mencuci tangannya dan segera pergi ke rumah sakitnya.
"Saya duluan ya" ucap Mimi pada tim nya. Mimi langsung berlari kecil menuju lift, setelah sampai lobi lagi-lagi Mimi berlari untuk segera keluar dan mencari taksi.
Lima belas menit Mimi pun sampai di apartemennya, masih ada satu jam lima belas menit lagi waktu ke kampusnya.
Mimi berlari menunu lift Sayur lah sampai di lantai tujuannya mimi kembali lari.
Mimi memasukkan sandi apartemen, Mimi masuk dan mengambil stok asi dan setelah itu Mimi kembali menuju rumah sakit.
Jarak tempuh apartemen ke eumah sakit selama sepuluh menit. Sampai rumah sakit mimi berjalan cepat menuju ruangan twins.
Karena Mimi habis melakulan tindakan, Mimi tidak jadi ke ruangan twins.
"Acha" panggil Mimi kepada salah saru suster yang menjaga twins.
"Ya dok, anda baru sampai?" jawabnya dan bertanya.
"Iya, ini stok asi buat twins tolong bawa ya. Saya keruanfan saya dulu buat bersih-bersih." ucap Mimi.
"Baik eok, kebetulan stosk jiha sudah habis." jawab suster.
"Oh oke, saya ke atas dulu." ucap Mimi dan berlalu.
Sampai di ruangannya Mimi langsung maauk kamar yang ada di ruangannya. Mimi langsung masuk mandi dan langsung membersihkan dirinya.
Sehabis mandi Mimi memakai bathrobe dan handuk di kepala nya. Mimi mengecek ponselnya ternyata ada panggilan tujuh kali dari Syahril.
Tak lama Syahril kembali menelpon. melalui video call
"Assalamualaikum" ucap Mimi tersenyum, Syahril tak langsung menjawab, dia melihat Mimi dengan sorot mata tajam.
"Kok ndak di jawab?" tanya Mimi.
"Hmm waalaikum salam" jawabnya.
"Hmm gitu amat ngejawabnya, maaf telat angkat, tadli Mimi mandi dulu ka
..." belum selesai menjelaskan sudah di potong sama Syahril.
"Jam segini baru mandi, tumben, emang habis ngapain? keramas lagi." ucap Syahril, Mimi hanya tersenyum.
"Sudah curiga nya?" tanya Mimi langsung skak mat.
"Hari ini sehabis sholat subuh langsung pergi ke rumah sakit AB ada pasien hpir kolaps, Mimi dua jam melakilan tindakan operasi, habis operasi pulang ambil stok asi buat twins setelah itu langsing lari lagi kerumah sakit ini buat antar stok asi twins tapi Mimi titipkan sama susternya karena Mimi belum sempat bersihkan diri, nah sekarang baru selesai mandi mau ganti pakaian liat hp ada kakak telpon jadi ya angkat tellon dulu." terang Mimi.
"Ini pun waktu Mimi tinggal tiga puluh menit lagi mau ke kampus." ucap Mimi lagi.
"Oo maaf , terus belum ketemu twins. Mimi menggeleng.
Mimi terus mengobrol demgan Syahril sambil memakai pakaian dan hijab nya. Setelah siap Mimi pergi ke ruang twins dengan ponsel maaih aktif.
Untuk pertama kalinya Syahril melihat twins, twins pun tersenyum ketika Syahril mengajaknya bicara.
__ADS_1
##tbc##