DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
149


__ADS_3

Hari terus berlalu, Ramadhan pun telah sampe di penghujungnya, dua hari menjelang hari raya Mimi beserta orang tua serta yang lainnya kembali pulang ke Jambi.


Seperti rencana semula kedua orang tua Mimi akan berhari raya di jambi. Kak Arfan dan kaak Rudi serta para istri mereka telah dulu pulang ke Jambi barengan dengan orang tua kak Andri dan kak Syahril.


Yah sehabis sesi lamaran kak Andri dan Dewi mereka ikut pulang bersama keesokan harinya. Kak Andri dan Dewi mereka berdua akan berencana melangsungkan pernikahan sebelum kak Andri masuk perkuliahannya kembali.


Kedua orang tua kak andri dan kak Syahril bermalam semalam di rumah Mimi dan ini tak hanya momen bahagia buat kak Andri namun juga merupakan momen bahagia buat Mimi dan kaak Syahril.


Yang mana kedua orang tua Mimi secara tidak langsung bertemu dengan kedua orang tua kak Syahril, berbuka dan sahur bersama menambahkan kebahagiaan tersendiri bagi kedua orang tua Mimi dan kak Syahril.


Flasback on


Sepulang dari rumah Dewi, kak Andri memberitahukan kepada kedua orang tuanya bahwa kedua orang tua Dewi menyetujuinya dan dua hari kemudian kedua orang tua kak Andri di dampingi kedua orang tua kak Syahril akaan datang ke desa Dewi.


"Oh ya Ndri, jadi besok Umi dan Abi berangkat sendiri kesini atau kita jemput?" tanya kak Ryan.


"Emm bagusnya di jemput aja, kasian Abi bawa mobil sendiri." sahut kak Arfan.


"Yaudah kalau gitu biar kita jemput aja pagi besok. Eh tapi ngomong-ngomong Umi dan Abi sama siapa lagi kesini nya?" ucap kak Syahril.


"Kata umi, mereka berdua kesini sama Umma dan Babah Riil," jawab kak Andri.


"Kalau gitu besok kita jemput aja pakek satu mobil aja gimana?" sahut kak Rudi.


"Kok satu Rud?" tanya bang Afnan.


"Iya bang satu aja, nanti dari Jambi Bawa mobil satu lagi soalnya Rani nanti ikut pulang serempak sama Umma." jelas kak Rudi.


"Oh gitu bagus juga sih, jadi siapa aja yang nanti akan ikut pulang duluan selain Rani dan Rudi?" tanya bang Afnan.


"Siska juga ikut pulang bang, mau bantuin mamah bikin kue." ucap kak Siska.


"Siapa lagi?" tanya bang Afnan semua diam.


"Jadi yang ikut pulang duluan Arfan dan Rudi aja ya besok?" ucap bang Afnan memastikannya.


"Iya kayaknya bang, soalnya Ryan mau ikut bantu bapak manen besok." jawab Ryan.


"Yah, Lo kok tau jadwal bapak manen Yan?" tanya kak Rudi.


"Iya tadi bapak cerita kalau tiga hari sebelum lebaran akan manen dulu, baru berangkat ke Jambi." jawab kak Ryan.


"Wah emang gak libur tuh pabrik ya." ucap bang Afkar.


"Libur bang, cuma bapak coba jual ke tempat lain karena kallau nunggu habis lebaran banyak buah sawit jadi brondolan." jelas Mimi.


"Oh gitu? emang boleh dek?" tanya bang Afkar.


"Boleh nggak nya Mimi rasa boleh-boleh aja hehhee secara tidak hanya bapak yang jual di luar, kan sayang bang kalau nanti buah pada berjatuhan dan pastinya keenakaan orang nanti di ambilnya buah yang jatuh itu." ucap Mimi.


**


Dengan kesepakatan bersama kak Ryan dan kak Andri serta bang Afnan menjemput kedua orang tua kak Adri dan kak Syahril. Pagi hari selepas sholat subuh mereka berdua beranjak.


Jam setengah delapan mereka telah sampai jambi dan sehabis dzhuhur mereka kembali berangkat menuju desa Mimi terlebih dahulu dengan berbagai macam barang seserahan buat Dewi.


Ternyata tak hanya kedua orangtua kak Syahril yang ikut mendampingi namun kedua orangtuanya kak Ryan serta mendampingi.


Rencana sehabis berbuka dan sholat Maghrib mereka akan pergi kerumah Dewi untuk melamar secara resmi dan langsung melaksanakan pertunangan serta langsung menentukan hari H nya.


Kedua orang tua kak Andri dan kak Syahril sampai sebelum asar, mereka beristirahat sejenak di rumah Mimi, ini pertama kalinya kedua orangtua Mimi bertemu langsung dengan kedua orangtua kak Syahril dan keluarganya.


Emak nya Mimi orangnya cepat akrab dengan orang begitu pula dengan Umma sehingga mereka berdua langsung akrab dan langsung bercerita satu sama lain.


Sehabis sholat Maghrib kami semua telah bersiap akan pergi kerumah Dewi dengan membawa barang seserahan untuk Dewi.


Sesampainya di sana ternyata rumah Dewi telah ramai oleh para tetangga yang ikut menyaksikan lamaran tersebut. Sesi lamaran berjalan dengan lancar, kak Andri dan Dewi pun bertukar cincin.


Setelah selesai bertukar cincin para tetua masih berdiskusi untuk memilih tanggal hari H dan tempat, mereka sepakat pertama akan mengadakan akad di rumah Dewi sekalian duduk sanding dan setelah itu pihak kak Andri akan mengadakan acara unduh mantu di Jambi. Setelah kesepakatan telah disetujui dan bincang-bincang kecil pun telah selesai kami pun pamit undur diri.


"Alhamdulillah acara lamarannya lancar." ucap emak Mimi setelah sampai rumah.


"Iya Alhamdulillah, Untung orang tua Dewi tidak begitu banyak tuntutan." ucap uminya kak Andri.


"Iya, semoga lancar sampai hari H nya." jawab Umma.

__ADS_1


Para orang tua sesampainya dirumah tak langsung pergi tidur namun mereka kembali membahas tentang lamaran tadi dan akhirnya berujung membahas tentang Mimi dan kak Syahril.


"Oh ya San, gimana kalau anak kita juga segera kita ikat." ucap Babah kepada bapaknya Mimi.


"Kalau saya terserah pada anak-anak nya saja pak." jawab bapak.


"Nah gimana Mi, Riil?" tanya abinya kak Ryan.


Mimi hanya diam, ada rasa bahagia di lubuk hatinya ketika Babah mengatakan hl tersebut namun entah mengapa ada keraguan serta penolakan di lubuk hatinya.


"Boleh BI, Ariil mau" jawab Kam Syahril dengan melihat ke arah Mimi.


"Beugh itu maunya elo Riil." seru kak Rudi.


"Iya itu dasar emang maunya elo." sahut kak Ryan.


"Ah Yan sirik aja Lo." jawab kak Syahril.


"Ngebbet amat Lo dek." ucap bang Afkar.


"Iya dek dah gak tahan apa!" ucap bang Afnan.


"Ckk makanya bang jangan kelamaan jomblo, masa Ariil harus nungguin kalian berdua, kelamaan bang." jawab kak Syahril.


"Hahhahaaa." mereka semua ketawa.


Mimi hanya berdiam diri, dia bingung akan dirinya. Ada keinginan untuk menerima ucapan Babah tersebut tapi hati dan mulut Mimi tidak bisa sinkron.


"Ya Rabb, sungguh ingin rasanya aku menerimanya tapi kenapa ada rasa berat dihatiku." gumam Mimi dalam hatinya dan Mimi melihat pada wajah orang-orang disekelilingnya ada rona kebahagiaan di wajah mereka semua.


"Apa yang harus aku lakukan Rabb.fuhhh." !ini masih bergumam dalam hatinya dengan menghentikan!bhskan nafasnya dengan berat.


"Gimana dengan Mimi, mau nggak ikut jejak Andri?" tanya Abi kak Andri kepada Mimi dan semua orang melihat ke arah Mimi !menunggu jawaban dari Mimi.


Mimi melihat mereka semua penuh dengan harapan dan Mimi tak tau harus menjawab apa.


"Kalau Mimi mau, kalian bertunangan saja dulu." ucap Babah yang tau ada rasa keberatan pada diri Mimi.


"Iya mi, kalian bertunangan saja dulu. Jangan buru-buru menikah." sahut umi nya kak Ryan.


"Apa Mimi tidak mau ikut jejak kak Rudi, kak Arfan dan kak Andri?" tanya nya Ada rasa sedih di relung hati Mimi.


Semua orang masih menunggu jawaban Mimi, mereka seolah penuh harap terhadap Mimi.


"Maaf Umma, Babah, umi, Abi. Bukannya Mimi tidak mau, cuma..." Umma yang duduk di samping Mimi menggenggam tangan Mimi erat seolah menguatkan Mimi, Mimi yang melihat itu ada rasa tak tahan untuk menitikkan air matanya, Mimi melihat ke arah Umma dan Umma !mengangguk-anggukkan kepalanya.


"Cuma Mimi masih ingin mengejar cita-cita Mimi terlebih dahulu, Mimi ingin, Mimi ingin membuat bangga kedua orangtua Mimi terlebih dahulu." jawab Mimi terbata-bata sambil menahan Isak di dadanya namun air mata tak bisa di ajak kompromi tanpa aba tanpa disuruh air mata itu lolos jua.


Dengan cepat mi!i menghapus air mata itu, entah !mengapa ada rasa sakit di hatinya bila mengingat jika orang yang di sayangi ternyaatta sudah di siapkan oleh sang Kakek, ingin Mimi egois untuk mempertahankan apa yang telah menjadi milinya namun Mimi tak punya kuasa untuk melakukan semua itu.


Umma yang melihat Mimi dengan cepat menghapus air mata dengan cepat Umma mengelus punggung tangan Mimi yang berada dalam genggamannya.


"Emm itu pilihan yang sangat mulia nak," Ucap Abi kak Andri, "Tapi jika Mimi dan Syahril mau, kalian bertunangan saja dulu dan kalian tetap bisa melanjutkan pendidikan kalian dan raihlah cita-cita kalian terlebih dahulu. " imbuhnya.


"Iya Bi, Ariil tergantung di Mimi. Jika Mimi mau malaam ini juga Ariil lamar Mimi hehee " ucap kak Syahril.


"Wuuu." ucap kak Ryan dan yang lain.


"Gimana nak?" tanya Abi kak Ryan.


"Emm bukan Mimi tak mau Bi, cuma Mimi tidak mau jika sudah di ikat nanti kedepannya ada pengekangan Bi. Biarlah kami seperti ini, jika emang kami berjodoh maka kelak kami dipersatukan dalam ikatan suci." jawab Mimi.


"Nah Gimana kalau Aril ada yang dekatin atau ada yang dekatin Mimi nantinya." canda u!knya Kam Ryan.


"Emm itu terserah sama kak Syahril nya Ummi, kalau Mimi insya Allah Mimi akan menjaga hati Mimi buat kak Syahril." jawab Mimi.


"Loh kok terserah kakak dek." jawab kak Syahril gak terima.


"Iya terserah kakak, kakak kepincut apa nggak Samma cewek lain." ucap Mimi dengan cemberut.


"Yee, insyaallah hati kakak cuma buat adek. Tak akan ada cewek lain di hati kakak." jawab kak Syahril.


"Waw Bah anak Babah pandai menggombal." ucap kak Arfan.


"Ha-ha-ha." mereka ketawa bersama.

__ADS_1


"iya Fan, anak Babah pandai gombal pantas abang-abang nya kalah sama dia." jawab baabah dengan menyindir bang Afnan dan banb Afkar.


"Ckk lagi-lagi kita disindir bang." ucap bang Afkar.


"Ha-ha-ha, makanya buruan ajak Babah ketemu orang tua cewek Abang." ucap Umma.


Malam ini pun menjadi momen bahagia, mengharukan dan momen yang membuat hati Mimi bingung akan dirinya.


flasback off.


Sehabis manen di sore harinya Mimi dan yang lain pulang ke Jambi. Kedua orang tua Mimi dan kedua orangtua kak Syahril !memberikan restunya kepada mereka berdua.


Mimi dan yang lain sampai Jambi pas saat adzan ashar berkumandang, kak Syahril yang mengantar Mimi kerumah dia mampir sejenak di rumah Nyai nya Mimi dan dia juga beristirahat sejenak.


Kak Ryan dan yang lain langsung pulang kerumah masing-masing.


Keesokan harinya Umma mengundang orang tua Mimi untuk berbuka bersama terakhir di rumah mereka.


Kak Syahril menjemput Mimi dan kedua orangtuanya sejam sebelum waktu berbuka.


Berbuka kali ini pun, mereka selayaknya berbesanan. Mereka saling beebinang, bercanda satu sama lain. Takbir bergema membuat rasa hati sedih dan bahagia bercampur aduk.


Sedih karena Ramadhan telah berakhir, bahagia karena saatnya menyambut hari kemenangan.


"Alhamdulillah, akhirnya kita sambut suka cita hari kemenangan ini. minal Aidzin walfaidzin mohon maaf lahir batin San." ucap Babah seraya merangkul bapak.


"Iya San, alhamdulillah. Sebulan penuh kita menahan lapar dan dahaga dan kini kita menyambut kemenangan kita, minal Aidzin walfaidzin juga San." jawab bapak seraya !menerima rangkulan Babah.


Ya setelah Ramdhan maka umat muslim menyambut idul Fitri dengan suka cita.


Sebagai mana kita ketahui hari raya Idul Fitri adalah saat-saat umat Islam mensyukuri atas kesuksesan mereka melaksanakan ibadah ramadhan. Hari berbahagia dan bersuka cita. Hari Raya Idul Fitri disebut juga hari pengampunan, sebagaimana riwayat imam Az-Zuhri, ketika datang hari Idul Fitri, maka manusia keluar menuju Allah SWT.


Dan Allah kemudian mendatangi mereka seraya berkata:” Wahai hamba-Ku! Karena Aku engkau semua berpuasa, karena Aku engkau semua beribadah. Oleh karena itu, maka pulanglah kalian semua (ke rumah masing-masing) sebagai orang yang telah mendapat ampunan (dari-Ku).”


Ketika Nabi SAW tiba di Madinah, kaum Anshar memiliki dua hari istimewa, mereka bermain-main di dalamnya, maka Nabi SAW bersabda: “Allah telah memberi ganti bagi kalian dua hari yang jauh lebih baik, (yaitu) ‘Idul fitri dan ‘Idul Adha,” (HR. Ahmad, Abu Daud dan An-Nasa’i dengan sanad hasan).


Hadits ini menunjukkan bahwa menampakkan rasa suka cita di hari raya adalah sunnah dan disyari’atkan. Maka diperkenankan memperluas hari raya tersebut secara menyeluruh kepada segenap kerabat dengan berbagai hal yang tidak diharamkan yang bisa mendatangkan kesegaran badan dan melegakan jiwa, tetapi tidak menjadikannya lupa untuk taat kepada Allah SWT.


Gema takbir berkumandang sebagai tanda berakhirnya bulan Ramadan dan menyongsong idulfitri yang sering disebut sebagai hari kemenangan bagi umat Islam yang telah berpuasa selama sebulan yang disempurnakan dengan membayar zakat fitrah untuk menyucikan diri.


Perasaan umat Islam sebenarnya bercampur aduk, antara sedih dan gembira. Di satu sisi sedih karena harus berpisah dengan Ramadan, sebuah bulan yang agung dan mulia, bulan dimana pintu surga dibuka, pintu neraka ditutup, setan-setan dibelenggu, amal kebaikan pahalanya dilipatgandakan, pintu taubat dibuka lebar-lebar, dan ada satu malam lailatulkadar, yaitu malam yang lebih baik dari seribu bulan.


Di satu sisi gembira karena manusia akan merayakan idulfitri sebagai hari kemenangan, hari manusia kembali kepada kesucian, ibarat bayi yang baru lahir, hari saling memaafkan dan membebaskan setiap kesalahan, hari untuk saling bersilaturahim, dan hari untuk berziarah kubur. Dengan kata lain, kedatangan idulfitri disambut dengan penuh suka cita. Takbir bergema sepanjang malam. Ada yang takbir di masjid, ada yang takbir keliling, atau ada juga yang di rumah masing-masing. Semuanya mengagungkan kebesaran Allah.


Idulfitri merupakan hari yang sangat indah dan momen yang tepat untuk mengekspresikan rasa syukur kepada Allah. Oleh karenanya, jangan sampai ternoda oleh hal yang berlebih-lebihan, karena Allah Swt. tidak suka terhadap orang yang berlebih-lebihan.


Dalam sebuah hadits diriwayatkan bahwa pada hari raya idulfitri iblis menjerit, karena pada hari tersebut Allah mengampuni dosa-dosa umat Islam yang melaksanakan ibadah puasa di bulan Ramadan disertai keimanan dan keihlasan. Oleh karena itu, iblis mengumpulkan bala tentaranya dan memerintahkan untuk menggoda umat Islam dengan kesenangan dan kelezatan yang berlebihan, minum arak, berbuat maksiat agar kesucian umat Islam yang telah kembali ke fitrah ternoda oleh dosa-dosa yang lakukan di hari raya idul fitri. Oleh karena itu, umat Islam yang bersuka cita merayakan idul fitri harus mawas diri dan jangan sampai lengah, tergoda oleh setan.


Pakaian baru digunakan sebagai bentuk rasa syukur dan untuk menutupi aurat. Walau pada saat idulfitri hanya disarankan menggunakan pakaian terbaik dan tidak berarti harus baru, tetapi realitanya, pakaian terbaik identik dengan pakaian baru. Oleh karenanya, berlebaran tanpa pakaian baru ibarat sayur tanpa garam.


Makanan dan minuman yang lezat pada umumnya tersaji di rumah masing-masing sebagai pelengkap dan dinikmati bersama keluarga di hari raya. Hal itu juga sebagai bentuk rasa syukur atas limpahan rezeki yang diberikan Allah. Prinsipnya, makanlah disaat lapar dan berhenti sebelum kenyang. Tidak perlu berlebihan.


Pasca bersantap besama keluarga, biasanya bersilaturahim ke tetangga, saudara dan ziarah ke makam keluarga. Disamping untuk saling memaafkan, juga untuk saling mendoakan bagi yang masih hidup dan mendoakan yang telah meninggal. Doa yang baik dihari yang baik, semoga diijabah oleh Allah Swt.


Authore secara pribadi mengucapkan


MINAL AIDZIN WALFAIZIN MOHON MAAF LAHIR BATHIN.


MOHON MAAF JIKA LAMA TAK UPDATE, KARENA WAKTU AUTHORE TERBAGI ANTARA MENGURUS RUMAH, MENGURUS SI KECIL DAN ORANG TUA AUTHORE YANG LAGI SAKIT.


ALHAMDULILLAH BAPAK AUTHORE SUDAH BISA JALAN HARI INI, JADI AUTHORE BISA KEMBALI MENYICIL MELANJUTKAN CERITA DOKTER JANTUNGKU


SEMOGA CERITA KALI INI DAPAT BERKENAN DI HATI PEMBACA SEKALIAN DAN AUTHORE MEMINTA DUKUNGAN NYA KEPADA PARA PEMBACA DENGAN CARA MENINGGALKAN JEJAK BERUPA


FAVORIT


RATE


VOTE


LIKE


KOMEN


...💝💝TERIMA KASIH💝💝...

__ADS_1


__ADS_2