
Sepanjang jalan menuju kelas tangan Mimi selalu bergandengan dengan kak Syahril lebih tepatnya kak Syahril tak mau melepaskannya, Mimi merasa malu sepanjang koridor menuju kelas Mimi, Mimi merasa semua mata melihat nya.
Setelah sampai kelas Mimi langsung masuk dan Kak Syahril terus menuju ke kelasnya sebelum dia beranjak dia mengatakan bahwa sepulang sekolah dia ingin mendengar jawaban dari Mimi.
Waktu terus berjalan mata pelajaran pun berjalan dengan lancar sampai akhir, tak terasa bell berbunyi menandakan waktu pulang telah tiba.
Aku susun buku-buku yang masih tergeletak di meja dan ku masukkan ke dalam tas ku,
karena besok adalah tugas piket ku maka sebelum pulang kami yang bertugas piket esok hari membersihkan kelas terlebih dahulu sebelum pulang.
Geng rusuh masih setia menantiku dan menemaniku menyelesaikan tugas untuk membersihkan kelas.
Setelah tugas selesai aku dan teman-teman yang bertugas esok hari menutup pintu dan pulang bersama.
Ternyata tak hanya geng rusuh yang masih menungguku, Syahril cs juga menungguku di kursi yang berada di Koridor depan.
Aku dan kawan-kawan pun segera pulang, sebelum aku sampai di Koridor depan aku melihat geng kurang bahan sedang berada di sana pula.
Rianti mencoba mendekati kak Syahril dengan segala macam cara, Teman-teman kak Syahril sudah beberapa kali mengusir mereka secara halus namun namanya orang yang tak tau malu dengan cara apa pun tidak mereka gubris.
Siti temannya dari Rianti juga mencoba mendekati Ryan namun Ryan dengan terang-terangan menolak dan mengusirnya.
Tak hanya Siti mencoba mendekati teman-teman dari kak Syahril tapi si Laila juga berupaya mendekati bang Erwan, bang Erwan hanya cuek dan tak menggubris nya.
Dengan adegan-adegan para anggota geng kurang bahan Di'ah dan Emma yang melihat para cowoknya di gangguin langsung mempercepat jalan mereka dan segera menghampiri mereka, aku yang melihat mereka hanya senyum saja.
Kak Syahril yang melihatku telah dekat dengan nya langsung berdiri dan mendekatiku dan merangkul bahuku serta mengajak ku dan semua segera pulang.
Terbayang kan gimana wajah para personil geng rusuh.. ☺☺☺☺
Aku berusaha melepaskan rangkulan kak Syahril namun semakin aku mencoba melepaskan semakin erat pula dia merangkul akhirnya aku pasrah aja.
"Ehmmm enak ya di rayu-rayu sama cewek yang menonjolkan bentuk tubuhnya.." Emma langsung nyerocos sama bang Erwan.
"Jelas enak lah Emm di kasih pemandangan gratis tiss tiss..." Di'ah menimpali dengan penekanan kata gratis.
Erwan dan Ryan hanya melihat ke arah sang kekasihnya dengan mata melotot tak percaya.
Tumbenan bang Idho berjalan dengan kak Rani, dan Rudi bersama kak Jeni.
Aku melihatnya dengan heran pun langsung bertanya.
"Ehmm kayaknya tumben nih personil kita bertambah." sambil melihat arah bang Idho dan kak Rudi.
Mereka hanya tersenyum dengan menyunggingkan bibir mereka.
"Bang.. bang Idho." meminta kepastian dari bang Idho.
"Iyo mi.. Kenalin ni kak Rani dia pacar abang." kata bang Idho seraya memperkenalkan kak Rani kepadaku
"Hai Mimi.." kak Rani pun menyalami tanganku dengan senyumannya yang manis dan menampakkan lesung pipi di kedua pipi nya.
"Hai kak," kataku seraya menerima jabatan tangannya.
Kak Rudi pun mengenalin kak Jeni kepada kami semua.
"Adek-adek kakak yang cantik kenalin nih pacar kakak namannya kak Jenie, pasti kalian dah tau kan." kak Rudi memperkenalkan kak Jenie kepada kami dengan menggebu.
Kami semua pun berjabatan tangan kepada kak Jenie secara bergantian.
__ADS_1
"Jadi kalian dah lama atau baru nih. "kataku menanyainya.
"Mereka itu dah lama dek pacaran nya." Kata kak Syahril mewakili mereka untuk menjawabnya.
"Ooo ..." aku dkk ber O ria saja dan terus lanjut melangkahkan kaki.
Kak Syahril tiba-tiba menarik tanganku dan sontak aku pun kaget dan menoleh kepadanya.
Dia hanya memberikan kode dengan tatapan matanya bahwa dia ingin berjalan berdua dengan ku dan aku pun memperlambat langkahku.
Aku berjalan dengan kak Syahril paling belakang dari mereka semua.
Kali ini posisi sangatlah berbeda yang kurasakan dan yang aku lihat.
Paling depan Di'ah dengan kak Ryan, di belakang mereka Emma dan bang Erwan, di belakang nya manda, Novi, Sila dan bang Ridho, selanjutnya bang Idho dan kak Rani, setelah itu kak Rudi dan kak Jenie.
Di tengah yang berpasangan bang Ridho nyeletuk.
"Serasa jadi satpam aku ya. " kata bang Ridho melihat ke depan dan kebelakang nya..
Yang berada di depan dan di belakangnya ketawa renyah "hahaahaaa". apa lagi Manda dan Novi yang dekat dengan dia lebih kencang ketawanya.
Aku dan kak Syahril yang mendengar mereka ketawa hanya mendengar ketawa mereka dengan heran.
Kak Syahril akhirnya penasaran dan bertanya kepada kak Rudi yang berada di depan kami.
"Rud.. Rudi.. Ada apa kok di depan sana ketawa-ketawa lagi pada senang kah?" tanya kak Syahril kepada kak Rudi.
"Entah apa yang mereka ketawa." kata kak Rudi dengan mengangkat kedua bahu nya.
Kamipun langsung melanjutkan jalan kami dan tak terasa sudah sampai di simpang panti alias simpan penggilingan padi.
"Gimana kalau kita hari ini jalan lewat olak kemang dan kita mampir ke warung bakso dulu. " kata bang Erwan mengajak kami semua untuk makan bakso makanan favoritku.
Kami pun menyetujuinya dan kami pun ikut ke arah yang biasa Emma dkk lewati.
"Bilang aja abang tak ingin berpisah dengan Emma. " kataku mengusilin bang Erwan.
"Yaap anda betul sekali tapi bukan hanya diriku, noh orang dua di belakang mu juga." Bang Erwan menjawab dan menunjuk ke arah bang Idho dan kak Rudi.
Aku pun menoleh ke arah bang Idho dan kak Rudi.
"Aku hanya mewakili kata hati mereka saja hahaha..." Bang Erwan menimpali lagi dengan ketawa.
Ternyata kak Rani rumahnya di olak kemang sedangkan kak Jeni di Teluk nya sebelah Olak Kemang.
Kalau Emma, Novi dan Sila di Tanjung nya sebelah Teluk, sedangkan Manda di tengah sebelah kiri olak kemang.
Lama menyusuri sepanjang jalan sambil bercengkerama tak lama kami sudah di Olak Kemang dan terlihat warung Bakso di tepian Sungai Batanghari.
Kamipun segera memesan Bakso dan kami memilih meja di pinggiran sungai agar bisa melihat pemandangan sungai Batanghari

Tak lama pesanan kami pun sampai dan kami semua menyantapnya, Aku sangat menyukai bakso dengan sambal yang banyak begitu pula dengan Emma dan Di'ah, kak Syahril yang melihatku sampai menganga mulutnya melihat aku memasukan sambal sampai 4sendok.
Bang Erwan dan kak Ryan pun tak kalah menganga mulutnya melihat kami yang terbiasa kalau makan makanan yang berkuah harus pedas manis dan asam.
Bang Erwan yang melihat Emma akan menambah lagi sambal yang ke 4 sendok, langsung mengambil wadah sambal tersebut dan di letakan jauh-jauh.
__ADS_1
"Iiiss bang kok di lariin wadah sambalnya, masih kurang ini." kata Emma sambil hendak merebut wadah sambal tersebut.
"Kami sudah biasa bang kalau makan bakso dan sejenisnya pasti banyak pakai sambalnya, hanya Manda Novi dan Sila yang hanya pakai 2 sendok." ucap ku.
"Apa tidak sakit perut kalian nanti makan sampai banyak sambal gini." Bang Erwan heran dengan penjelasan ku.
"Ndak bang." ucap Di'ah menjawab pertanyaan bang Erwan.
"Nih bang cicip lah ndak pedas kok." seraya aku menawari bakso ku kepada bang Erwan.
Kak Syahril melihatku menawari bang Erwan dia hanya menatapku tajam, aku yang melihat ada api cemburu di matanya hanya tersenyum kikuk, dan akhirnya aku menawari nya juga☺.
"Kakak mau nyicip juga.. Niih aaaa..." Aku sodorkan bakso berserta kuahnya di dalam sendok dan hendak menyuapi kak Syahril.
Dia pun menerima suapan ku dengan senang setelah bakso berada di dalam baksonya dia terdiam karena rasa pedas manis dan asam menjadi satu membuat mengunggah selera.
"Hemm enak juga, Pedas- pedas segar." kata kak Syahril sambil mengunyah baksonya,
Setelah bakso dalam mulutnya habis dia membuka mulut lagi minta di suapin, aku yang sedang mengunyah bakso melihat dia membuka mulutnya heran.
"Ehmm.. Kakak mau lagi." kataku dan di balas anggukan oleh kak Syahril dan aku pun menyuapkan bakso ku lagi ke dia.
Akhirnya terjadilah suap menyuap antara aku dan kak Syahril dan yang melihat kami pun hanya bengong dan melongok.
"Sayang suapin juga dong." kata bang Erwan terhadap Emma, Emma yang mendengar pun menjawab.
"Emang mau bakso Emma dan emang abang suka pedas?" kata Emma seraya menyendokkan baksonya dan akan hendak menyuapi bang Erwan.
Bang Erwan pun menerima suapan itu namun dia langsung kepedasan dan meminum jus jeruk sampai tandas..
Kak Syahril dan yang lain melihat Bang Erwan kepedasan ketawa terbahak-bahak.
"Sok-sok an kau Wan." kata kak Rudi.
"Iya sejak kapan kau suka pedas hahahaa." kata Bang Idho.
Bang Erwan hanya melihat mereka tajam..
"Ril.. Bakso mu gak habis-habis kalau kau terus minta suapin dan makan baksonya Mimi." kata bang Idho.
"Nanti baru gantian bakso ku lagi setelah bakso ini habis." kata kak Syahril sambil menunjuk mangkok di depanku dan tersenyum kepadaku.
Tak lama bakso kami semua habis dan yang bayar kali ini bang Erwan.
Setelah bayar kami pun berpisah dan pulang menuju rumah kami masing-masing.
Hai hai riders jangan ngiler ya lihat baksonya ☺☺.
NAH DARI PADA NGILER LIAT BAKSO YUKK BERI DUKUNGANNYA DI KARYA AUTHORE INI.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
DUKUNGAN KALIAN ADALAH PENYEMANGAT KU MAKASIH😘😘