
Sehabis sholat Dzuhur, Mimi memulai makan siangnya dengan menu sambal tahu dan gulai kakap daun ubi.
Disaat Mimi makan ponselnya pun berdering dan tertera nama seseorang yang sangat berarti dalam hidupnya, Syahril menghubungi Mimi via video call.
"Assalamualaikum dek," ucapnya di sebrang sana.
"Waalaikum salam kak." jawab Mimi dengan senyuman manisnya.
"Baru makan dek?" tanya Syahril ketika melihat Mimi mengambil gulai.
"Hehehe iya kak, kakak dah makan?" jawab Mimi dan bertanya balik.
"Hmm nih mau makan juga." jawab kak Syahril dengan senyuman manisnya.
"Yaudah ayo kak kita makan bersama." ajak Mimi yang sudah duduk depan tv.
Mimi dan Syahril makan bersama sambil bercerita, Mimi juga menceritakan apa yang di lakukan nya pagi ini tanpa ada yang di tutupi, seketika raut wajah kak Syahril tak enak dipandang.
Syahril menatap Mimi dengan tatapan yang tak mengenakan, namun Mimi belum menyadari akaan perubahan wajah Syahril, Mimi masih terus menceritakan apa yang di alaminya pagi ini.
Saat Mimi tak mendengar respon dari Syahril Mimi pun memberhentikan ceritanya dan melihat ke arah layar ponselnya lebih tepatnya melewat ke arah wajah Syahril yang sudah !enatap Mimi dengan tajam.
"Kakak kenapa?" tanya Mimi ketika melihat wajah Syahril yang tak mengenakan, Syahril tak menjawabnya.
"Kaak.." panggil Mimi.
"Hemmm." Syahril hanya berdehem.
"Kakak kenapa? apa Mimi ada buat salah? kalau Mimi ada salah ya bilang jangan diam gitu." jawab Mimi lirih.
"Menurut adek?" tanya nya dengan dingin.
"Hmm Mimi ndak ada buat kesalahan." jawab Mimi.
"Oh gitu!!" ucap Syahril masih dengan nada dinginnya dan Mimi hanya mengangguk.
Mimi masih merasa tidak melakukan kesalahan, karena segala sesuatunya telah di ceritakan pada Syahril, bahkan tiap hari mereka selalu bercerita apa yang mereka lakukan seperti halnya pagi ini.
Syahril merasa cemburu ketika Mimi bercerita kalau ada kakak seniornya menyuruh Mimi naik mobil nya dan mengantar ke pasar bahkan si senior nya juga mengikutinya serta membawakan belanjaan dan mengantar Mimi pulang ke kosan.
Syahril merasa tidak rela jika Mimi jalan sama lelaki lain, bahkan si lelaki juga mengetahui kosannya.
"Kakak." panggil Mimi karna Syahril tak meresponnya.
"Kakak kenapa? kalau Mimi salah Mimi minta maaf." ucap Mimi lagi dan Mimi !menyudahi makannya.
"Habiskan makanan nya?" ucap Syahril dengan tatapan tajam.
"Ndah ngga selera." jawab Mimi.
"Habiskan makanannya dek." ucapnya dengan sedikit tinggi.
"Mimi dah kenyang." jawab Mimi dan Syahril hanya menatap Mimi.
"Kakak kenapa hah!! apa Mimi buat kesalahan? kalaunkya bilang." ucap Mimi dengan bergetar menahan nangis.
"Menurut adek sendiri gimana?" tanyanya lagi.
"Mimi merasa tidak melakukan kesalahan, bahkan apa yang Mimi kerjakan hari-hari nya selalu Mimi ceritakan ke kakak tanpa ada Mimi menutupinya dari kakak." ucap Mimi.
"Siapa nama lelaki itu!?" ucap Syahril.
"Lelaki mana?" tanya Mimi yang belum mengerti.
"Lelaki yang mengantar adek belanja Denpasar dann!mengantar adek pulang." jawab Syahril.
"Dia senior dikampus kak." ucap Mimi.
"Namanya siapa?" tanya Syahril.
"Namanya.... Emmm siapa ya." gumam Mimi lupa akan namma seniornya. Mimi tidak pernah hafal nama-nama yang baru dikenalnya, apa lagi dengan seniornya berkenalan pun sewaktu di masjid.
Syahril masih menunggu jawaban, sedangkan Mimi masih berusaha mengingat nya.
"Nggak ingat kak." jawab Mimi dengan senyum dan Syahril hanya menautkan alis nya.
"Maaf kak Mimi nggakmingat namanya, kenalan juga baru kemarin." ucap Mimi.
"Yaudah, habiskan makanan nya." Syahril melunak, Syahril tahu siapa dan bagaimana Mimi, dia nggak bakal mengingat atau menghafal nama seseorang bila dia takm!menginginkan nya.
"Mimi dah nggak selera kak." jawab Mimi yang sudah tak berselera.
"Dimakan dek, ingat pesan mamak dan Umma..,
"ucap Syahril.
" Hmm iya." jawab Mimi lesu.
"Jangan iya iya dimakan." ucap Syahril.
"Hmm tapi kakak harus janji." ucap Mimi.
"Janji apa?" tanya Syahril.
"Janji kallau Mimi ada salah kakak bilang jangan dijamin Mimi, Mimi kan ndak tau kalau Mimi ada salah kalau kakak ndak ngasih tau." ucap Mimi sedih.
"Hmm, makan tuh nasinya ." ucap Syahril.
"Ya kakak janji dulu." ucap Mimi.
__ADS_1
"Iya kakak janji, tapi adekmjuga harus janji untuk jaga hagimadek buat kakak." ucap Syahril.
"Iya kak Mimi janji. Hati Mimi hanya buat kakak sampe jodoh mempersatukan kita." ucap Mimi. " Kecuali.. " imbuh Mimi.
"Kecuali apa?" tanya Syahril dengan tatapan tajam.
"Kecuali jika kakak ada yang lain di sana, kecuali kakak berjodoh dengan orang lain, maka Mimi akan membuka hati Mimi untuk orang lain." ucap Mimi.
"Kakak janji hati kakak bahkan diri kakak hanya buat adek seorang hingga maut yang memisahkan." ucap Syahril dengan mantap dan sungguh-sungguh.
"Apa itu kurang cukup dek? Nyawa kakak oun akan kakak berikan buat adek." imbuh nya lagi.
Mimi terharu akan ucapan Syahril yang bersungguh-sungguh, siapa yang takkan terharu dengan janji orang yang sangat kita sayangi, orang yang sangat kita cintai. Namun semuanya hanya Allah lah segala penentu kehidupan ummat nya.
"Jangan kakak berjanji seperti itu kak, karena kita tidak tau seperti apa kedepannya. Kita tidak tahu siapa jodoh kita kedepannya. Apakah kita dijodohkan oleh Allah SWT atau di jodohkan lewat perantara orang lain." ucap Mimi.
Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha untuk menjalani sebuah hubungan, memilih pasangan yang menurut kita baik.
Sepintas memilih jodoh atau pasangan hidup terlihat pekerjaan yang mudah jika hanya mempertimbangkan hasrat seksual.
Namun, bila dipikirkan mendalam memilih pasangan hidup atau jodoh dalam hal ini suami maupun istri bukan pekerjaan mudah. Mengenai jodoh, Rasulullah SAW memeringatkan umatnya untuk berhati-hati dan tidak sembarangan memilih pasangan hidup.
Diriwayatkan dari Imam Ahmad bahwa Rasulullah SAW bersabda:
"Maka Hendaklah memilih istri yang beragama (Islam) dan berbudi pekerti (yang baik) agar kedua tanganmu (dirimu) selamat. (HR Al Bazzar dan Ibnu Hibban).
Peringatan Rasulullah SAW tersebut bertujuan agar dalam perkawinan tidak hanya mencari kepentingan-kepentingan yang bersifat fisik semata, tetapi terlebih dulu memperhatikan persyaratan keagamaannya. Lantaran dengan agamanya ia dapat membimbing akal dan jiwanya, berlaku sabar dan menyadari tanggung jawab dan haknya untuk menjaga diri. Setelah itu, baru memerhatikan hal-hal yang bersifat fisik dan dunia (kecantikan, keturunan dan harta).
Adapun hadits tentang jodoh ataupun memilih pasangan yang ideal sebagaimana diajarkan Rasulullah SAW:
Perempuan amanah
مَا اسْتَفَادَ الْمُؤْمِنُ بَعْدَ تَقْوَى اللَّهِ خَيْرًا لَهُ مِنْ زَوْجَةٍ صَالِحَةٍ إِنْ أَمَرَهَا أَطَاعَتْهُ وَإِنْ نَظَرَ إِلَيْهَا سَرَّتْهُ وَإِنْ أَقْسَمَ عَلَيْهَا أَبَرَّتْهُ وَإِنْ غَابَ عَنْهَا نَصَحَتْهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِه
Artinya:
”Tidak ada keberuntungan bagi seorang mukmin setelah bertaqwa kepada Allah kecuali memiliki seorang istri yang sholihah. Yang bila disuruh, menurut dan bila di pandang menyenangkan, dan bila janji menepati, dan bila ditinggal pergi bisa menjaga diri dan harta suaminya.” (HR. Ibnu Majah)
Baik Akhlaknya
Sebelum meminang, perlu ditelisik agama dan akhlaknya agar tercipta keluarga yang sakinah, mawaddah, warahmah. Rasulullah SAW bersabda:
عن أبي هريرة قال رسول الله صلى الله عليه و سلم : إذا أتاكم من ترضون خلقه و دينه فانكحوه إلا تفعلوا تكن فتنة في الأرض وفساد عريض . رواه الحاكم وقال هذا حديث صحيح الإسناد و لم يخرجاه
Memilih pasangan hidup atau jodoh perlu mempertimbangkan beberapa hal di antaranya agama dan akhlak. (Foto: ist)
Penyabar dan Subur
Rasulullah SAW menganjurkan untuk memilih calon istri yang penyayang dan subur.
تزوجوا الودود الولود فاني مكاثر بكم الأمم
Artinya: “Nikahilah wanita yang penyayang dan subur! Karena aku berbangga dengan banyaknya ummatku.” (HR. An Nasa’I dan Abu Dawud)
4. Baik Agamanya
Rasulullah SAW mengajurkan untuk memilih calon pasangan yang baik agamanya.
تنكح المرأة لأربع: لمالها ولحسبها وجمالها ولدينها، فاظفر بذات الدين تربت يداك
Artinya: “Wanita biasanya dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih karena agamanya (keislamannya), sebab kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari-Muslim)
Perempuan yang Merdeka
Hendaklah memilihi pasangan hidup yang tidak bersuami atau beristri. Selain disebut pelakor, menikahi pasangan hidup yang sudah bersuami atau beristri agar tidak timbul masalah.
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَلْقَى اللَّهَ طَاهِرًا مُطَهَّرًا فَلْيَتَزَوَّجْ الْحَرَائِرَ
“Barang siapa yang mau menghendaki Allah dalam keadaan suci dan disucikan, maka hendaklah dia mengawini wanita merdeka." (HR. Imam ibn Majah)
Tidak Meminang yang Sedang Dipinang Orang Lain
أَنْ يَبِيعَ بَعْضُكُمْ عَلَى بَيْعِ بَعْضٍ وَلَا يَخْطُبَ الرَّجُلُ عَلَى خِطْبَةِ أَخِيهِ حَتَّى يَتْرُكَ الْخَاطِبُ قَبْلَهُ أَوْ يَأْذَنَ لَهُ الْخَاطِبُ
Artinya: “Sesama mukmin adalah bersaudara, maka baginya tidak halal menawar barang yang telah ditawar (dibeli) oleh saudaranya dan tidak halal meminang perempuan yang telah dipinang oleh saudaranya, kecuali bila saudaranya telah membatalkan pinangan.” (Al Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim).
Sedikit Maharnya
__ADS_1
Rasulullah menganjurkan untuk memilih calon istri yang maharnya tidak memberatkan.
عَنْ أَبِي حَازِمٍ عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لِرَجُلٍ تَزَوَّجْ وَلَوْ بِخَاتَمٍ مِنْ حَدِيدٍ
Dari Abu Hazim dari Sahl bin Sad bahwasanya; Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda kepada seseorang: "Menikahlah meskipun maharnya hanya dengan cincin besi." (HR. Bukhari) [No. 5150 Fathul Bari] Shahih
Perempuan sholihah
Rasulullah SAW mengemukakan bahwa dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah perempuan shalihah.
الدُّنْيَا مَتَاعٌ وَخَيْرُ مَتَاعِ الدُّنْيَاالْمَرْأَةُ الصَّالِحَة
“Dunia adalah hiasan, dan sebaik-baik hiasan dunia adalah wanita Sholehah.” (H.R Muslim)
Hendaknya perempuan sholihah ini yang diutamakan untuk dijadikan istri karena akan membantu suaminya dalam segala urusan terutama akhirat.
Menjaga Syahwat
Rasulullah SAW mengajarkan bahwa barang siapa yang mengawini perempuan karena prestisenya Allah akan menambah kehinaan padanya (suami). Barang siapa yang mengawini perempuan karena hartanya, Allah akan menambah kemiskinan padanya. Barang siapa yang mengawiniperempuan karena trah dan nasabnya, Allah akan menambah kerendahan padanya. Dan barang siapa yang mengawini perempuan dengan maksud hendak menjaga pandangan mata dari maksiat dan zina atau menyambung hubungan keluarga, Allah akan memberkahinya dan istrinya. (HR Thabrani).
Menikah merupakan perintah agama. Karena itu, Muslim yang sudah mampu baik fisik dan ekonomi hendaklah segera menikah.
Allah SWT berfirman:
وَاَنْكِحُوا الْاَيَامٰى مِنْكُمْ وَالصّٰلِحِيْنَ مِنْ عِبَادِكُمْ وَاِمَاۤىِٕكُمْۗ اِنْ يَّكُوْنُوْا فُقَرَاۤءَ يُغْنِهِمُ اللّٰهُ مِنْ فَضْلِهٖۗ وَاللّٰهُ وَاسِعٌ عَلِيْمٌ
"Dan kawinkanlah orang-orang yang sendiri di antara kalian, dan orang-orang yang layak (berkawin) dari hamba-hamba sahaya kalian yang lelaki dan hamba-hamba sahaya kalian yang perempuan. Jika mereka miskin, Allah akan memampukan mereka dengan karunia-Nya. Dan Allah Mahaluas (pemberian-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS: An Nur:32)
Mufasir Ibnu Katsir menerangkan, ayat tersebut merupakan perintah untuk kawin. Segolongan ulama berpendapat bahwa setiap orang yang mampu kawin diwajibkan melakukanya. Mereka berpegang kepada makna lahiriah hadis Nabi Saw yang berbunyi:
«يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ»
Rasulullah SAW bersabda, "Wahai para pemuda, siapa di antara kalian yang telah mampu, maka hendaklah ia menikah, dan siapa yang belum mampu, maka hendaklah ia berpuasa, karena sesungguhnya puasa itu menjadi benteng baginya.”
Jika di lihat dari anjuran di atas, Syahril merupakan calon pasangan atau calon suami idaman. Orang yang di usia muda telah memiliki penghasilan, pengayom yang utama.
Namun semua itu tak bisa di pungkiri kalau yang namanya jodoh Allah SWT lah yang menentukannya.
Jodoh adalah salah satu rahasia Allah SWT yang menjadi pertanyaan besar bagi manusia. Jodoh merupakan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Allah SWT yang tertulis dalam lauhul mahfuz dan ditakdirkan dengan sebab-sebabnya.
"Insya Allah dek, kita sama-sama berdoa sama Allah agar kita di persatukan dalam ikatan suci nantinya, karena kakak yakin Mimi adalah jodoh kakak. Karena Mimi adalah gadis idaman setiap kaum Adam. Mimi memiliki hati yang tulus." ucap kak Syahril dengan segala pujiannya terhadap Mimi.
"Iya kak, sama halnya dengan kak. Kakak adalah calon imam idaman. Calon imam yang baik hati, penyayang dan terutama mengayomi pasangannya. Namun kelak kalau kita tak berjodoh Mimi berharap jodohnya kakak adalah orang yang baik pula." ucap Mimi.
"Bagi kakak yang baik dan yang terbaik adalah adek seorang." ucap Syahril dengan kegombalanya.
"Heleh gombal." jawab Mimi.
"Lah kok gombalmsih dek, adek kan bilang kalau kak orang nya baik. Sepertiepatah mengatakan wanita atau pria baik niscaya akan dipertemukan dengan yang baik pula, begitu pula sebaliknya." ucap Syahril.
"Iya kak, namun dalam proses pencarian sendiri ada yang berpendapat bahwa jodoh ditentukan melalui usaha dan berikhtiar yang sisanya diserahkan kepada Allah SWT." jawab Mimi.
"Nah maka dari itu dek, kita sama-sama berdoa agar nama kota berdua telah tercatat jodohnya di lauhul Mahfuz nya Allah SWT." ucap Syahril.
"Amin ya rabbal alamin." ucap Mimi.
"Amin ya rabbal alamin, kakak percaya dek Jodoh itu menjadi cerminan diri dan tidak akan jauh dari siapa kita saat ini. Seperti HR. Bukhari dan Muslim yang mengatakan:
الْأَرْوَاحُ جُنُودٌ مُجَنَّدَةٌ فَمَا تَعَارَفَ مِنْهَا ائْتَلَفَ وَمَا تَنَاكَرَ مِنْهَا اخْتَلَفَ
Artinya:
“Ruh-ruh itu diibaratkan seperti tentara yang saling berpasangan, yang saling mengenal sebelumnya akan menyatu dan yang saling mengingkari akan berselisih.” (HR. Bukhari dan Muslim). " Ucap Syahril dengan me!bacakan hadist tersebut.
"Insya Allah kak, semoga kita berjodoh. Walaupun tidak mungkin jodoh kita masih ada ujiannya hehee." ucap Mimi dengan bercanda.
"Emang nya jodoh mau ujian Nasional dek?" jawab kak Syahril.
"Iya kak hahaa." ucap Mimi dengan ketawa.
"Yaudah lah, habisin tuh nasinya." ucap kak Syahril.
"Dah habis kok, nih " jawab Mimi dengan menunjukkan piring yang tinggal tulang ikan saja.
"Bahkan enak liat nya kalau makkaan banyak gitu, emm dekmudah dulu ya kakak maunpergi ke kampus." ucap kak Syahril.
"Emm .." jawab Mimi dengan cemberut.
"Ngak usah cemberut gitu, nanti malam kita puasin ya." ucapnya.
"Yaudah, miss u kak." ucap Mimi.
"Miss you to honey, assalamualaikum muaach." ucap kak Syahril pamit dan diakhiri dengan kiss.
"Waalaikum salam muaach." jawab Mimi dengan memblas kiss dari Syahril, sambungan video call pun terputus dan Mimi segera pergi ke dapur untuk menaruh piringnkotornya sekalian di cucinya.
Dikampus, Dillah dan Bryan perang dingin.. lebih tepatnya Bryan dingin dengan Dillah.
Next di bab berikutnya.
__ADS_1
---tbc-----