DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
178


__ADS_3

Di sebuah kota di negara eropa, dua insan yang gila kerja saling berdebat pasca menerima keadaan sang anak yang kini terbaring lemah.


"Pi, bagaiman kalau kita bawa Bryan di sini aja. Kita lanjut pengobatannya disini." ucap sang istri yang tak lain adalah ibundanya Bryan.


Sang papi juga berpikiran yang sama, karena pekerjaan nya disini belum bisa ia tinggalkan. Papi Bryan adalah pengusaha yang tengah meramba usahanya di negeri Eropa.


Begitu pula sang mami yang merupakan pengusaha perhiasan dari permata berlian hingga mutiara Hitam dari lombok yang juga di perluasnya hingga ke negeri Eropa.


"Gimana pi?" tanya sang istri melihat sang suami belum meresponnya. Sang suami hanya menghela kan nafasnya.


"Papi juga kepikiran dengan mami, cuma siapa nanti yang bakal urus dia sedangkan mami dari dulumtidak mau mengalah." ucap sang suami dengan memijit pelipisnya.


"Kan ada suster pi, ya kita sewa suster buat ngurus segalanya." jawab sang istri.


"Huhhhh, mami selalu begitu. Apa-apa Mami selalu menyuruh orang lain buat mengurus anak kita. Mi...., kali ini papi mohon coba mami pikirkan anak-anak kita Mi." ucap sang suami yang menahan ledakan amarahnya.


"Anak-anak kita itu butuh perhatian mu Mi, khusunya Bryan kini. Walau mereka sekarang sudah pada dewasa, Arya, Bryan dan Cintya pasti sangat membutuhkanmu Mi." ucapnya lagi.


Orang tua Bryan memiliki tiga orang anak, dua anak laki-laki dan satu anak perempuan yang masih duduk di kelas dua SMP. Anak-anak nya setelah berusia satu tahun mereka serahkan sepenuhnya kepada pengasuh ataupun orang tua mereka.


Bagi mereka khususnya ibunya Bryan, karir adalah nomor satu. Apa lagi saat ini karirnya sedang naik daun, dia yang merupakan disigner perhiasan dan membuka perusahaan sendiri.


Karya-karya nya sangat di minati oleh kalangan atas maupun bawah di seluruh dunia.


"Pi, sudah deh jangan bahas itu, suatu waktu aku pasti berhenti pi, tapi bukan sekarang. Dikit lagi pi, setelah itu aku janji aku akan menjadi istri seperti yang kamu mau." jawab sang istri.


"Kapan Mi? nggak lihat Arya dan Bryan mi, mereka sekarang yang amat membutuhkanku. Biarkan aku yang berkerja, atau. Atau jangan-jangan kau masih tak mempercayaiku?" ucap sang suami.


Mami Bryan terdiam akan penuturan sang suami, ya jujur dia masih tak mempercayai sang suami. Dulu sewaktu mereka baru sukses-suksesnya sang suami hampir tergoda akan rayuan wanita lain bahkan wanita itu adalah kakaknya sendiri.


Semenjak itu, di usia Arya kakaknya Bryan menginjak setahun sang mami kembali terjun ke dunia perhiasannya kembali. Perusahaan sang mami dan papi saling terpaut satu sama lain.


"Mi. " panggil sang papi dan mami pun melihat ke arah papi.


"Kita sudah tua Mi. mami kan tau, papi nggak mungkin meninggalkan Nami demi wanita lain." ucap sang papi sambil mengelus tangan istrinya lembut dengan satu tangan dan tangan satunya merangkul pundak istrinya dpserta menaruh kepala istrinya di bahunya.


"Tolong mami percaya sama papi, anak-anak kita membutuhkan mami sebagai ibu mereka. Sekarang tolong maminpikirkan lagi." Ucap papi.


"Kita lakukan semua ini buat anak-anak pi, buat pengobatan Arya dan sekarang buat Bryan." ucap sang istri.


Arya anak pertama mereka mengidap disabilitas dan mengidap penyakit gagal jantung sedari usia lima tahun, walau sudah melakukan transplantasi namun Arya masih dalam pengawasan medis selama ini.


"Iya papi tau, tapi biarlah papi yang menjalankannya semua. Papi tidak menyuruh kami berhenti total, majikan biasa menghasilkan karya mami dari rumah sambil memberi perhatian mami kepada anak-anak. Uang bisa di cari Mi, sudah cukup kita tak mempeehatikan mereka secara langsung." ucap sang papi.


"Papi pun setelah pekerjaan disini selesai papi akan serahkan kepada kepercayaan papi disini dan papi tetap menjalankan dan memantau dari perusahaan kita di Indonesia." terang papi.


"Baik lah pi, besok mami akan selesaikan semua dengan segera. Jadi apa Bryan kita bawa kesini?" tanya sang mami.


"Iya Mi, Bryan kita bawa disini selama kita masih ada disini. Tapi... Mami ya yang jaga dia selama pengobatan ny." ucap sang papi dengan lembut.


Sebenarnya kedua orang tua Bryan sangat menyayangi anak-anaknya dan selalu memberikan perhatiannya melalui orang lain yang diberi pekerjaan untuk mengawasi setiap langkah anak- anaknya. Karena awal ada sedikit kecemburuan pada sang mami dan mereka juga lagi asinya mwngwmbangjan usianya hingga mancanegara sehingga mereka sama-sama sibuk dengan dunia mereka.


Dengan keputusan akhir tersebut sang mami pun menyelesaikan pekerjaan nya keesokan harinya tepat waktu begitu pula sang papi juga menyelesaikan pekerjaannya tepat waaktu karena mereka akan pulang ke indoneia untuk menjemput Bryan dan Arya yang juga butuh pengobatan lanjutan.


Tiba saat nya kedua orangtuanya Bryan pulang, kurang lebih hampir dua hari perjalanan ( author ngarang aja ya )mereka sampai dan mereka langsung menuju ke rumah sakit dimana Bryan di rawat.


**


Mimi dan si ibu yang masih dalam taxi dan dalam perjalanan pulang saling bercerita satu sama lain tanpa saling berkenalan.


"Oh ya nak namamu siapa?" tanya sang ibu.


"Eh, iya buk. Emm nama saya Mimi Akifah bu, nama ibu siapa?" Mimk menjawab seraya memberikan tangannya bhat berkenalan kepada sang ibu dan juga bertanya nama si ibu.


"Nama ibu Retno." ucap si ibu.


"Oh salam kenal ya Bu Retno," ucap Mimi dengan senyum.


Saat sudah memasuki lorong menuju rumah mereka bu Retno menanyakan kosan Mimi yang mana.


"Oh ya kosan Mimi yang mana? biar supir taxi antar Mimi dulu." tanya Bu Retno.


"Itu Bu di jalan itu yang pas dengan ujungnya kampus." jawab Mimi, Bu Retno tersenyum.

__ADS_1


"Berarti kita satu tujuan." ucap Bu Retno.


"Oh ya, ibu dimananya?" Tanya Mimi.


"Pak stok di pas pintu gerbang aja ya?" ucap Bu Retno kepada supir taxi.


"Baik Bu" jawab sang supir dan tak lama mobil pun berhengi tepat depan rumah Bu Retno yang masih bergaya Jawa.


"Hah, jadi ibu bunretno pemilik kosan Mimi." ucap Mimi lirih merasa malu tak mengetahui lebih tepatnya belum mengetahui sang pemilik kosan.


"Iya nak, ayo mampir dan main di rumah ibu." ucap bu retno ramah.


"Emm nanti aja ya Bu, Mimi pulang ke kosan dulu." jawab Mimi dengan menyalami bu Retno.


"Yaudah ibu duluan ya, ibu tunggu Mimi main tempat ibu." ucap nya seraya mengelus kepala Mimi.


"Insya Allah Bu," jawab Mimi, setelah bu Retno berjalan masuk ke rumahnya dengan di bantu sama pak tejo, taxi kembali berjalan ke depan dan berhentinteoat di depan kosan Mimi yang jaraknya tak begitu jauh dari rumah Bu Retno.


Setelah berada dalam kosan, Mimi langsung menaruh belanjaanya ke dapur dan Mimi langsung membersihkan ikan,cumi dan udangnya.


Setelah bersih Mimi masukkan kedalam wadah dan di susunya di dalanpm frezer kulkasnya. Syaurannya pun Mimi petik p- oetik dan dimasukkan kedalam kantong plastik terlebih dahulu sebelum dimasukkan kedalam kulkas.


Mimk hari ini tidak memasak karena Mimi sudah mendapat kan urapnyang banyak serta jajanan yang banyak juga. Mimk berniat hari ini dia akan memakan jajanan pasar tersebut dan makan urap saja lauknya.


Setelah memilah-milah jajanan pasar nya tadi, Mimi makan siangnya pakai urap dan sambal tempe dari si Mbah. Sehabis makan Mimi mengambil beberpa bungkus jajanan pasarnya dan Mimi pergi ke tempat mbak Ririn untuk memberi jajanan kepada nya.


Tak lupa Mimi juga memberikan kepada tetangganya sebungkus.


Sesampainya dirumah mbaknririn ternyata ada mbak Aish.


"Assalamualaikum." ucap Mimi


"Waalaikum salam." jawab mbak Ririn dan mbak Aish.


"Nah ini anaknya," ucap mbak Aish, Mimk hanya menautkan alisnya tidak mengerti.


"Ayo masuk Mi." ajak mbak Ririn.


"Iya mbak," jawab Mimi dan masuk kedalam kosan nya mbak Ririn sembari bersalaman terlebih dahulu.


"Emm Mimk dari kosan." jawab Mimi.


"Ckk, ya mbak tau kalau sekarang dari kosan. Pagi tadi kemana?" tanya mbak Aish.


"Oh pagi tadi Mimi kepasar kak." jawab Mimi.


"Kepasar?" tanya mbak Aish.


"Iya mbak, tadi pagi Mimi kepasar belanja keperluan dapur mbak. Emm ada apanya mbak?" tanya Mimi kembali.


"Umi minta kamu buat ke rumah, mbak telpon berkali-kali nggak ada jawaban, ya mbak disuruh jemput Eh malah kosong kosannya." terang mbak Aish.


"Oh iya ini tadi Mimk beli jajanan pasar." ucap Mimi dengan memberikan jajan pasar tersebut kepada mbak Ririn.


"Jajanan dari si Mbah itu ya Mi?" tanya mbak Ririn.


"Iya mbak, kasian si Mbah. Apa lagi tadi dia kesiangan ke pasarnya mbak." jawab Mimi.


"Tumben Mi Simbah kesiangan?" tanya mbak Ririn sambil mengambil getuk lindri nya.


"Iya mbak, kata Simbah ban sepedanya bocor dan bengkel jaraknya jauh jadi ya mereka nggak bisa cepat." jelas Mimi.


"Hmm enak juga Mi jajanan nya, apa lagi getuk nya." ucap mbak Aish dengan memakan getuk lindri.


"Iya mbak Aish, Mimi aja ketagihan." jawab Mimi.


"Iya getuk lindri ini kan jajanan tradisional yang enak." ucap mbak Ririn.


"Heleh kamu Rin, kalau makanan semuanya enak bagimu." ucap mbak Aish.


"Hahahaha" mereka pun ketawa.


Getuk lindri merupakan kue tradisional yang terbuat dari singkong. Camilan jadul yang memiliki rasa gurih karena penggunaan kelapa pada adonan maupun toppingnya.

__ADS_1


Setiap Mimi membelinya selalu di pisah kelapanya agar sampai rumah tak basi, bahkan jika Mimi membeli banyak Mimi akan menyimpan di dalam kulkasnya buat sarapan besok.


Getuk bilaa kita beli tanpa di campur dengan kelapa, kita bisa memvariasikan toppingnya dengan parutan keju.


Suara adzan berkumandang Mimi pun pamit kepada mbak Ririn.


"Mbak sudah adzan, Mimi pulang dulu ya. Assalamualaikum." ucap Mimi berpamitan.


"Waalaikum salam." ucap mbak Ririn dan mbak Aish.


"Eh bentar Mi, mbak ikut." ucap mbak Ririn memberhentikan langkah Mimi karena dia ingin ikut Mimi kekosan.


"Ayok mbak." ajaknmiki dan Mimi pun masuk kedalam mobil mbak Aish menuju kosannya yang hanya berjarak dua rumah kosan dari kosan mbak Ririn.


Mimk dan mbak aish masuk kosannya, adzan sudah berkumandang sedari tadi. Mimk dan mbak Aish masuk kamar Mimi, Mimk mengambil handuk dan pakaian ganti.


"Mbak, Mimi mau mandi dulu ya, gerah." ucap Mimi kepada !bak Aish yang sudah rebahan di atas kasur Mimi.


"Iya Mi, mbak mau tiduran dulu." jawabnya


Mimi langsung menuju ke kamar mandi untuk kembali mandi karena merasa gerah dan setelah itu Mimi segera pula untuk berwudhu dan melaksanakan sholat Dzuhur.


Sehabis sholat Mimi tak langsung beranjak, seperti biasa Mimi menyempatkan diri buat membaca Alquran. Dilihatnya mbak Aish yang tertidur, Mimi pun membangunkan nya.


"Mbak, mbak Aish." Mimi membangunkan mbak aish dengan menggoyangkan badan mbak Aish.


"Hemm." jawabnya.


"Mbak nggak sholat?, sholat dulu mbak nanti lanjutin lagi tidurnya." ucap Mimi.


"Emmm, mbak lagi nggak sholat Mi. mbak lagi datang tamu." jawabnya dan kembali memeluk guling dan tidur.


Karena mbak aish tidak sholat dan kembali tidur, Mimi pun melanjutkan membaca ayat suci Alquran hingga matanya pun terasa mengantuk. Mimi pun mengakhiri ngajinya dan ikut gabung tidur disebelah mbak Aish.


Mimi terbangun saat terdengar suara adzan ashar, Mimk segera bangun dan segera mengambil wudhu dan sholat ashar. Setelah selesai sholat Mimi ingin main ke rumah bu Retno.


Tapi Mimi ragu ingin kerumah Bu Retno akan membawa apa, masa iya Mimi bawa jajanan pasar nya tadi. Disaat Mimi dalam kebingungan nya mbak aish terbangun.


"Mi," panggil mbak aish.


"Eh iya mbak." jawab Mimi.


"Kamu kenapa? koin kelihatan bingung." tanya mbak Aish.


"Mimi pengen main ke rumah Bu Retno, cuma Mimk bingung mbak." jawab Mimi berterus terang.


"Bingung kenapa?" tanya mbak Aish lagi.


"Iya Mimi bingung, masa kesana Mimi nggak bawa buah tangan, mau bawa makanan ini tapi kok gimana gitu." jawab Mimk dengan menjelaskan kebingungan nya.


"Hmm, yaudah bawa aja." ucap mbak Aish dan saatnmimimakan menjawab ponsel mbak Aish berbunyi dan ternyata itu adalah Ummi nya.


"Mi ." panggil mbak Aish setelah habis menerima telpon.


"Iya mbak." jawab Mimi.


"Ini Ummi nelpon nyuruh kita pulang." ucapnya.


"Ummi minta mbak Bawak Mimi ke rumah, ayo siap-siap." ucap !bak Aish lagi.


"Oh ya kalau gitu Mimi siap-siap." jawab Mimi, Mimi pun langsung pergi bersiap-siap setelah itu mereka pun pergi kerumah Ummi Fatmah tak lupa Mimi membawa wadah berisi tape untuk di bawa kerumah mbak Aish.


Pulang dari rumah mbak Aish Mimi di antar pulang sama Irsyad namun sebelum ke kosan Mimi pergi ke mall dahulu sekalian mau beli peralatan bjatnospek esok pagi.


Mimi berjalan berdua bersama Irsyad dan menuju ke bagian toko buku untuk mencari keperluan ospek.


Mimk jalan sama Irsyad sambil bercanda, stelah semua keperluan buat besok di dapat irsyad mengajak Mimk untuk membeli ice cream yang berada di lantai dua mall tersebut.


Mimi dan Irsyad menikmati ice cream nya sambil menikmati pemandangan kota Semarang dari atas mall. Ya Irsyad mengajak Mimi duduk di bagian luar nya.


Saat menikmati pemandangan dan ice cream ada sepasang mata pula memperhatikan mereka berdua dengan tatapan yang tak bisa di artikan..


Hmm tebak siapa ayo??? Next bab waktu luang ya

__ADS_1


""" Tbc"""


__ADS_2