DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
silaturahmi


__ADS_3

Beberapa jam kemudian Mimi terbangun dari tidurnya, Ay selalu ada di samping Mimi bahkan Ay tak pernah lepas tangannya dari kening Mimi.


Saat Mimi mengerjapkan matanya, kepalanya masih sedikit pusing, Mimi melhat ke arah kanannya ada Ay yang tertidur duduk bersandar di sandaran tempat tidur dengan tangan berada di kening Mimi.


"Ay" panggil Mimi.


"Emm" Ay yang mendengar namanya di panggil mengerjapkan matanya, saat melihat Mimi sudah tersadar dengan cepat Ay duduk dengan benar.


"Ayuk mau apa?" tanya Ay.


"Ayuk mau minum." jawab Mimi, dengan sigap Ay mengambil minum di atas nakas samping dirinya.


"Nih yuk, pelan-pelan." ucap Ay.


"Emm makasih" jawab Mimi.


"Ayuk mau makan?" tanya Ay, Mimi menggeleng.


"Nanti saja" jawab Mimi,


"Jam berapa sekarang Ay?" Tanya Mimi, Ay melihat arlojinya.


"Jam 12.30 yuk." jawab Ay.


"Emm" Mimi langsung beranjak akan turun dari ranjang nya.


"Ayuk mau kemana?" tanya Ay ketika melihat Mimk akan turun dari ranjangnya.


"Ayuk mau sholat." jawab Mimi.


Dengan sigap Ay juga ikut turun dan memegang lengan Mimi dan mengantar Mimi ke kamar mandi. Setelah berwudhu Mimk segera tunaikan sholat Dzuhur.


Ay tetap menunggu Mimi hingga selesai, Ay sedang tidak sholat karena kedatangan tamu bulanannya.


Tak lama bunda dan emak masuk dan diikuti dua ipar Abizar.


"Mak, bun, mbak." ucap Ay. Mereka mengangguk karena melihat Mimi sedang sholat.


Sehabis sholat, Mimi terkejut melihat kamarnya sudah ramai.


"Emak, bunda, mbak " ucap Mimi sembari menyalami mereka semua.


"Bagaiman keadaan kamu dek?" tanya istri Adam.


"Alhamdulillah baik mbak, makasih." jawab Mimi.


"Yaudah sekarang kamu makannya nak, stekahbitu minum obatnya." ucap Bunda dengan memberikan Mimi bubur. Emak melihat kedekatan keluarga Abizar dengan Mimi masih baik seperti duku sangat terharu.


Mereka begitu menerima Mimi sebagai bagian dari keluarga mereka walau Mimi tak menjadi menantunya. Hal ini mengingat kan emak pada keluarganya Syahril yang memiliki sifat yang sama dengan keluarga Abizar.


Setelah merasa enakan Mimi pun turun dan bergabung dengan yang lain, rencananya hari ini dia akan ziarah ke makam Abizar.. Perlahan Mimi dan Ay menuruni anak tangga, terdengar riuhnya suara anak-anak dari mas Adam dan mas Chalik.


"Anty Mimi" seru Soraya anak pertama mas Chalik, Mimi tersenyum melihat anak kecil yang lama gak di jumpainya.


"Eh sayang, jangan lari-lari" seru Chalik.


"Yaya." ucap Mimi dan memeluk gadis kecil itu.


"Anty sudah baikan?" tanya Soraya.


"Alhamdulillah sudah sayang, makasih ya. Mana Dedek Hafidz, dek Aqira sama dek Yazid sayang." jawab Mimi dan bertanya keberadaan hafidz adek Soraya dan yang lain.


"Mereka ada disana, main sama dengan adek Fatur." jawab Soraya.


"Fatur?" ucap Mimi mengulangi.


"Iya anty, dedek Yaya yang kecil." jawab gadis kecil berusia lima tahun itu.


"Yaudah yok, kita kesana." ajak Mimi dengan menggandeng Soraya.


"Eh nak, ayo sini." ucap Bunda mengajak Mimi duduk di dekatnya, Mimi mengangguk dan duduk di tengah-tengah antara emak dan bunda.


"Gimana nak, sudah baikan?" tanya ayah.


"Alhamdulillah sudah Yah," jawab Mimi.


"Emm yah, mimj izin pinjam mobil sama supir ya?" tanya Mimi.


''Mau kemana sayang?" tanya bunda.


"Mimi mau lihat mas Abi bund." jawab Mimi dengan mata yang hampir berkaca-kaca.


"Iya, emak juga mau ikut " ucap emak menimpali.


"Yaudah, kita bareng kesana ya" ucap Bunda dengan senyuman namun ada seurat kesedihan matanya.


Mimk dannkedhq orang tua serta kedua orangtua Abizar dan Ay pun pergi ke makan Ay. Untuk menuju disana tidak memakan waktu yang lama sekitar 20 menit.


Sesampainya disana tak lupa Mimi dan yang lain mengucapkan salam saat akan melangkah masuk ke dalam TPU itu.


Pada waktu masuk pintu gerbang pemakaman, hendaknya mengucap salam.


Bacaan salam bisa seperti yang diajarkan Rasulullah, yakni:


السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ، وَيَرْحَمُ اللهُ الْمُسْتَقْدِمِينَ مِنَّا وَالْمُسْتَأْخِرِينَ، وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللهُ بِكُمْ لَلَاحِقُونَ أَسْأَلُ اللهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ


Assalamu'alaikum ahlad-diyaar minal mu'miniina wal muslimiin. Yarhamulloohul mustaqdimiina minnaa wal musta'khiriin. Wa inna insyaa alloohu bikum la-laahiquun. Wa as alullooha lanaa walakumul 'aafiyah.

__ADS_1


Artinya: "Semoga keselamatan tercurah kepada kalian, wahai penghuni kubur, dari (golongan) orang-orang beriman dan orang-orang Islam, semoga Allah merahmati orang-orang yang mendahului kami dan orang-orang yang datang belakangan. Kami insya Allah akan menyusul kalian, saya meminta keselamatan untuk kami dan kalian."


Saat melakukan ziarah kubur, kita dianjurkan membaca doa ziarah kubur.


Berikut doa khusus untuk ahli kubur yang berziarah:


اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لَهُ وَارْحَمْهُ وَعَافِهِ وَاعْفُ عَنْهُ، وَأَكْرِمْ نُزُلَهُ، وَوَسِّعْ مَدْخَلَهُ، وَاغْسِلْهُ بِالْمَاءِ وَالثَّلْجِ وَالْبَرَدِ، وَنَقِّهِ مِنَ الذُّنُوبِ والْخَطَايَا كَمَا يُنَقَّى الثَّوْبُ الْأَبْيَضُ مِنَ


الدَّنَسِ، وَأَبْدِلْهُ دَارًا خَيْرًا مِنْ دَارِهِ، وَزَوْجًا خَيْرًا مِنْ زَوْجِهِ، وَأَدْخِلْهُ الْجَنَّةَ، وَأَعِذْهُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ وَمِنْ عَذَابِ النَّار, وَافْسَحْ لَهُ فِي قَبْرِهِ، ونَوِّرْ لَهُ فِيهِ


"Allahummaghfìrlahu war hamhu wa 'aafìhìì wa'fu anhu, wa akrìm nuzuulahu wawassì' madholahu, waghsìlhu bìl maa’ì watssaljì walbaradì, wa naqqìhì, mìnaddzzunubì wal khathaya kamaa yunaqqatssaubul abyadhu mìnad danasì."


menjelang bulan Ramadan. Inilah doa ziarah kubur dalam tulisan Arab, latin, dan artinya disertai tata cara dan adab saat melakukan ziarah kubur. 


"Wabdìlhu daaran khaìran mìn daarìhì wa zaujan khaìran mìn zaujìhì. Wa adkhìlhul jannata wa aìdzhu mìn adzabìl qabrì wa mìn adzabìnnaarì wafsah lahu fì qabrìhì wa nawwìr lahu fìhì."


Artinya : "Ya Allah, berilah ampunan dan rahmat kepadanya. Berikanlah keselamatan dan berikanlah maaf kepadanya. Berikanlah kehormatan untuknya, luaskanlah tempat masuknya. Mandikanlah dia dengan air, es, dan embun. Bersihkanlah dia dari kesalahan sebagaimana Engkau bersihkan baju yang putih dari kotoran."


"Gantikanlah untuknya rumah yang lebih baik dari rumahnya, istri yang lebih baik dari istrinya. Masukkanlah dia ke dalam surga, berikanlah perlindungan kepadanya dari azab kubur dan azab neraka. Lapangkanlah baginya dalam kuburnya dan terangilah dia di dalamnya." (HR. Muslim).


Mimi dan yang lain membaca surah Yasin, dilanjut surah Al Mulk, surah Al waqi'ah dan surat lainnya.


Saat memandang batu nisan yang tertulis nama mendiang, tak terasa air mata Mimi luruh kembali. Mimi hanya bisa berucap di dalam hatinya.


"Assalamualaikum Mas, maaf Mimi baru datang sekarang."


"Semoga Allah menempatkan mas di Jannah nya , semoga kelak di pertemukan pula di jannahnya."


"Mas, selamat ulang tahun ( sambil menghapus air mata). Maafkan Mimi yang tidak mendengar ucapan mas."


"Maafkan Mimi belum menjadi seorang wanita yang baik buat mas selama ini." deraian air mata yang mengiringi perasaan sedih Mimi. Di tambah mengingat akan isi surat yang di tulis Abizar untuknya.


"Terimakasih, mas selalu ada di hati Mimi." ucap Mimi dalam hati


Bunda dan emak hanya melihat ke arah Mimi, tak hanya bunda dan emak, Ayah dan bapak pun juga. Terlihat kesedihan di MTA Mimi.


Bunda dan emak mengelus pundak Mimi, mencoba memberi ketenangan batin.


"Ya Allan, terimakasih kau beri pengganti Abizar di tengah-tengah kami."


"Nak, lihat lah orang yang kau cintai telah datang melihat mu. Semoga kelak kalian dipertemukan di jannahnya." ucap Bunda dalam hati.


"Ayo, kita pulang. Sudah mendung, mau hujan kayaknya." ucap ayah Brata mengajak semuanya pulang. Mereka pun pulang sebelum hujan turun.


"Bun, pasar sudah ada yang buka nggak ya?" tanya Mimi lada Bunda.


"Belum kayaknya, nak ada apa?" jawab bunda dan kembali bertanya.


"Mimi ingin belanja bun, Mimi ingin masak dan di antar ke panti." jawab Mimi.


"Ini kan hari ulang tahun mas Abi bun, rencana pagi tadi Mimi mau belanja dan sore nya di antar ke panti, eh Mimi malah ketiduran hingga siang " imbuh Mimi.


"Beli aja lah bun di resto." sahut Ayah.


"Emang buka yah?" tanya Mimi.


"Ndak tau juga ayah." jawab ayah dengan cengiran.


"Hmm ayah ayah, nggak tau tapi kasih usul." sindir bunda.


"Ya kan cuma usul bunda." jawab ayah yang fokus menyetir.


Mereka sengaja tidak pakai supir, karena mereka ingin menikmati suasana yang berbeda.


Setelah dari TPU mereka langsung menuju market untuk membeli keperluan Mimi.


Satu jam berada di market mereka ohn kembali pulang.


Malam hari sehabis sholat isya dan makan malam, mereka semua kumpul di ruang keluarga membahas tentang liburan mereka ke Jepang.


"Anty, anty beneran sudah sehat?" tanya Soraya.


"Iya sayang, anty sudah sehat kok." jawab Mimi dengan senyum.


"Horeee jadi kita jadi ya eyang liburan ke Jepangnya?" tanya Hafidz pada ayah Brata.


"Iya," jawab ayah Brata.


"Emang nya mau ke Jepang ya yah?" tanya Mimi.


"Iya sayang, sekalian ayah juga ada pertemuan disana." jawab ayah Brata.


"Oo" Mimi hanya ber o ria.


Mimi selalu membawa ho nya dimannaa pun dia berada, Mimi berharap Dillah menghubunginya, ya setidaknya mengucapkan hari raya atau minta maaf lahir batin. Namun semua itu hanyalah sebuah harapan Mimi.


Bahkan pesan WA Mimi pun hanya centang satu. Mimi ingin ambil keputusan sendiri namun Mimi ntidak ingin ada kesalahpahaman nantinya, maka dari itu Mimi tetap menunggu Dillah.


"Jadi kapan perginya yah?" tanya Mimi.


"Malam aja, dek. Kebetulan pagi mas ada jadwal operasi besok." sahut mas Adam yang juga merupakan seorang dokter.


"Emm kalau begitu apa lah mas, pagi kan Mimi mau masak untuk anak panti. Habis dari panti Mimi mau ke rumah Ummi dan Abi Arsyad dan Risyad." ucap Mimi.


"Iya, besok kita sekalian kesana buat lebaran." jawab Ayah.


Sebenarnya ayah juga sudah mengetahui kisah Mimi dengan Syahril, ayah mengetahui hal itu dari Abi Arsyad yang merupakan temannya sewaktu kuliah.

__ADS_1


Ada terbesit ayah ingin menjodohkan kembali Mimi dan keponakan Abi Arsyad itu yang tak lain adalah Syahril, namun ayah urungkan karena ayah Brata mendengar kalau Mimi sedang menjalin hubungan dengan Dillah.


"Em Mi" panggil ayah.


"Eh em iya yah." jawab Mimi terkejut karena pikiran Mimi tertuju pada Dillah yang tak ada kabar beritanya.


"Bagaimana hubungan kamu dengan Said Abdillah?" tanya Ayah. Mimi tersenyum namun terasa sesak di dadanya.


"Huum huh, baik yah." jawab Mimi. Ayah menatap Mimi dengan memicingkan matanya karena merasa tidak percaya akan ucapan Mimi dan itu membuat Mimi gugup.


"Apa dia ada Semarang?" tanya ayah Brata, Mimi tersenyum kecut dan menggeleng.


"Emang dia dimana? kok ndak pulang ke Semarang?" tanya ayah Brata lagi.


"Em dia dinkota Padang Yah, katanya dia tidak bisa ambil libur panjang tahun ini, karena katanya kalau bisa proyeknya harus diselesaikan dalam tahun ini juga atau awal tahun depan." ucap Mimi yang tak sepenuhnya berbohong.


Yah Mimi berbohong seolah Mimi maaih berkomunikasi dengan Dillah, namun apa yang Mimi katakan adalah apanyang dikatakan Dillah padanya sebelum Mimi berangkat ke Jambi.


"Oo, dia lagi jalani proyek apa? Kok sampe harus disegerakan gitu?" tanya ayah Brata.


"Em, katanya sih.. Dia lagi maha mencoba berbisnis perhotelan yah, sebenarnya proyek itu sudah berjalan hamlppir tiga tahun yah karena tahun sebelumnya ada kendala jadi tahun ini dia dan team nya mengupayakan agar selesai tahun atau awal tahun " terang Mimi.


"Emm gitu " ucap ayah Brata dengan manggut-manggut.


"Tapi bunda dengar, katanya dia mau melamar kamu? terus kenapa dia tidak meluangkan waktunya nak?" tanya Bunda.


"Ya Mimi juga kurang tau bun, yang Mimi tau dia ingin menuntaskan segala kerjaan nya saat ini jadi sewaktu berumah tangga dia tinggal memantau saja tanpa harus turun tangan lagi." jawab Mimi.


"Apa dia sudah mengenalkan kamu sama orang tua nya? Maaf ya nak, bukan bunda mau ikut campur. Bunda ingin kelak kamu mendapatkan pendamping yang benar-benar sayang dan tulus sama kamu dan keluarga kamu, tak hanya itu bunda harap orangtuanya juga memberikan kasih sayang nya sama kamu." ucap Bunda, Mimi hanya menggeleng dan diam.


Sedangkan di Jambi, Syahril! di hari pertama dan kedua lebaran ini hanya berada di rumah karena kerabat serta lara sahabat nya datang bersilaturahmi.


Dia berniat malam ini akan ke rumah Mimi, namun cuaca tidak mendukung. Hujan deras disertai angin mengguyur bumi Jambi.


Dan sialnya Syahril, dia lupa meminta nomor hp Mimi.


"Kami sedang apa dek?" ucapnya sambil memandangi foto lawas di dalam dompetnya.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya, Syahril membuka laptopnya dan membuka galeri yang tersimpan di sana. Galeri yang dipenuhi foto Mimi dan foto-foto kebersamaan mereka yang lalu.


Terkadang Syahril senyum-senyum sendiri jika mengingat kebersamaan mereka dahulu, terkadang tersirat kekecewaan dan kesedihan lada dirinya sendiri bila teringat bagaimana dirinya harus mengikuti keinginan sang Kakek.


"Apa kita akaan bersama!a seperti duku lagi dek?" tanya syahril lada foto itu. Malam yang hujan di lalui Syahril dengan mengenang masa lalunya yang berada di dalam galeri foto dan ingatan nya.


Keesokan harinya, pagi-pagi sekali Mimi dan para art sudah menyibukkan diri memasak berbagai macam menu untuk anak-anak panti kasih bunda.


Tepat jam sepuluh semua telah beres di kemas, Mimi dengan yang lain pun telah bersiap-siap untuk pergi ke pangi kasih bunda. Sebelumnya mas Adam sudah memberitahukan bahwa dirinya dan keluarga akan berkunjung ke panti.


Saat kami sampai, anak-anak panti telah berkumpul di aula, Mimi sangat senang bisa bertemu dengan anak-anak panti.


Ya pa disangka, Mimi bertemu dengan Bryan dan Mita seniornya.


"Kak Mita, kak Bryan" ucap Mimi, Mita melihat Mimk dengan berusaha mengingat-ingat beda halnya dengan Bryan yang langsung mengenalinya.


"Hai Mi," sapa Bryan.


"Hai kak, apa kabar?" ya ya Mimi.


"Alhamdulillah baik, kamu apa kabar? kok Dillah nggak ikut serta?" tanya Bryan.


"Alhamdulillah Mimi juga baik kak" jawab Mimi. Setelah saling sapa menyapa mereka pun memulai acaranya di awali dengan doa.


Setelah selesai, Mimi dan yang lain pamit undur diri. Mimk sangat senang bertemu Bryan dan Mita apa lagi akhirnya mereka ternyata pasangan suami istri.


Sehabis dari panti, Mimk dan yang lain langsung pergi kerumah abj Arsyad. Sesampainya disana rumahbabi Arsyad sedang ramai.


Yah Abi Risyad dan keluarganya juga sedang berada di sana.


"Assalamualaikum" ucap Mimi dan yang lain.


"Waalaikum salam." jawab mereka semua


"Mimi." teiak Ummi Fatmah dan ummi Fatimah yang kagat bercampur bahagia bisa bertemu kembali dengan anak mereka.


"Ya Allah sayang, kamu apa kabar hmm. " ucap Ummi Fatmah.


"Iya kenapa harus ganti nomor sih Mi." sahut ummi Fatimah.


"Alhamdulillah, Mimi baik Ummi " jawab Mimi dengan senyum dan membalas pelukan hangat mereka serta menyalami mereka semua.


"Mbak Aish, kak Baim apa kabar?" tanya Mimi.


"Alhamdulillah baik dek " jawab mbak Aish.


"Wah sikecil, montok banget, ganteng lagi " ucap Mimj lada anak mbak Aish.


"Iya jelas dong siapa dulu bapaknya." sahut Ibrahim suami mbak Aish.


"Heleh mulai narsisnya." ucap Mimi dengan memutar mata malas.


"Dedek, besok jangan seperti bapak nya ya " ucap Mimi.


"Eh ya harus kayak bapaknya lah, kan anak nya kak Baim." jawab Ibrahim tidak terima.


Mereka semua mulai berbincang-bincang, berbagi cerita mencurahkan kerinduan kebersamaan, terutama Ummi Fatmah dan ummi Fatimah pada emak dan bunda.


tbc.

__ADS_1


Assalamualaikum selamat malam, mohon maaf ya baru up nya malam ini, mohon do'a nya ya. Authore lagi nggak enak badan jadi nukis naskahnya nyicil dari pagi baru selesai malam ini.


Terimakasih atas support dan partisipasi nya. Sehat selalu.


__ADS_2