
Di hafi raya kali ini keluarga Dillah juga dipenuhi dengan rasa suka cita tetapi tidak dengan papi si Dillah. Mbok Siti semenjak pindah di kota ini dan dia juga sudah tak memiliki orangtua dikampung maka mbok Siti pun tak lagi pernah pulang ke kampung halaman nya di daerah gudeg itu.
Walau masih ada sanak saudara jauh yang masih tersisa namun mbok Siti enggan untuk pulang kampung. Di hari raya ini mbok Siti juga menyimpan kenangan indah bahkan mungkin sakit di hatinya.
Sehabis sholat Ied, keluarga Dillah sungkeman dan saling maaf memaafkan antara Dillah dan orang tua nya serta antara majikan dan para pekerja di rumah ini.
Setelah itu mereka semua bersama- sama menyantap berbagai menu yang di hidangkan oleh mbok Siti dan pekerja lain. Menu yang menjadi ciri khas lebaran ketupat opor, ada rendang, dan yang lainnya.
Tak lama tamu pun datang berkunjung silih berganti, mulai dari tetangga hingga karyawan-karyawan papi nya Dillah yang tidak mudik lebaran di tahun ini.
Teman-teman dan sahabat Dillah pun datang ke rumahnya, dan tak terkecuali rekan bisnis sang papi pun berkunjung silaturahmi.
Jika rekan bisnis sang papi berkunjung, hal itu membuat Dillah malas berlama-lama berada di rumahnya. Karena ujung dari pembicaraan mereka adalah perjodohan bisnis.
**
Hari raya telah berlalu, orang tua Mimi pun telah pulang kerumah sedangkan Mimi saat ini tengah belajar untuk menyambut UAN yang akan dilaksanakan seminggu lagi.
Tugas dari bimbel nya pun telah Mimi krim balik sesuai dengan alamat yang dituju. Karena masih suasana libur, anak kuliahan pun belum ada yang masuk.
Pihak kampus yang menyelenggarakan bimbel, bagi petugas yang ditunjuk dalam pengurusan bimbel tiga Minggu setelah hari raya mereka pun mulai masuk untuk mengecek apa ada balasan dari para peserta bimbel nya khususnya peserta di tahap akhir penentuan ini.
Dillah dan ketiga sahabatnya pun kembali ke kota Semarang, dan mereka juga telah masuk ke kampus walau aktivitas belum berjalan sepenuhnya, mereka tetap masuk untuk mengecek lembaran jawaban para peserta penentu.
Mimi tengah menjalani Ujian akhir nasionalnya dengan harap-harap cemas, yang mana ujian Nasional kali ini yang menentukan adalah pihak dinas jadi para peserta ujian harus fokus dalam menjawab lembar soal.
Seminggu sudah Mimi menjalani uan nya dan hari ini adalah hari akhir UAN nya dan setelah itu tinggal menunggu hasilnya LULUS atau TIDAK.
"Alhamdulillah akhirnya selesai juga ujiannya." ucap Emma.
"Iya Alhamdulillah." sahut Sila dan Novi.
"Mimi kok diam dan lesu gitu?" tanya Manda.
"Ini belum berakhir." jawab Mimi.
"Iya emang belum berakhir Mi, karena ujian semester belum." ucap Emma.
"Iya emang belum ujian semester nya, tapi UAN kita belum berakhir sebelum tau hasilnya." jawab Mimi yang masih lesu penuh dengan kecemasan.
"Masalah hasil lihat nanti saja lah Mi, semoga kita lulus semua." ucap Emma.
"Iya semoga saja Ma," jawab Mimi dengan senyum.
"Oh ya, perpisahan kita jadi nggak jalan-jalan?" tanya Sila mengalihkan perhatian.
"Belum tau, belum ada keputusan dari wali kelas." jawab Novi
"Oh ya nih ada selebaran buat UMPTN di UNJA, kita coba daftar yok?" ucap Emma dengan menyerahkan beberapa lembaran UMPTN.
"Ayok Ma, Emma ambil jurusan apa?" tanya Sila yang telah memegang lembaran tersebut.
"Aku ambil jurusan manajemen." jawab Emma " Sila Ambil apa?" tanya Emma kembali.
"Aku mau ambil bahasa Ma," jawab Sila.
"Manda ambil jurusan apa?" tanya Emma.
"Aku juga ekonomi Ma." jawab Manda.
"Mimi, Novi, Di'ah ambil nggak? terusan ambil jurusan apa?" tanya Manda.
"Mimi sama Di'ah dia ndak minat jurusan umum gini Nda, Mimi sama Di'ah dia minat di bidang kesehatan." ucap Emma
"Eh iya ya lupa aku." ucap Manda.
"Nah Novi gimana? Mau ambil di Jambi atau ikut Babang Rendi?" ucap Sila.
"Aku ambil jurusan agama Sil, tapi aku insya Allah ikut Babang di Kota pedang hehhe." jawab Novi.
"Oh ya, Novi nanti jadi nikah sama kak Rendi sebelum kuliah?" tanya Di'ah.
"Insya Allah jadi Di'ah sehabis ujian semester kita,ya sebelum berangkat ke kota pedang lah." jawab Novi.
"Ngomong-ngomong tanggal berapa Nov? nanti serempak an pula sama kan Andri dan Dewi." tata Mimi.
"What." ucap mereka semua kecuali Manda, ya mereka semua belum ada yang tahu perencanaan pernikahan kak Andri dan Dewi.
"Jadi Dewi sama kak Andri beneran ya Mi?" tanya Sila.
"Ya beneran lah," jawab Mimi.
"Kok tiba-tiba kak Andri memutuskan buat nikah Mi?" tanya Emma.
Disaat kami membahas tentang kak Andri dan Dewi kami lupa akan keberadaan Manda sehingga Di'ah mentoel lengan Mimi. Mimi merasa tangannya ditoel pun menoleh ke arah Di'ah dan Di'ah hanya berbicara lewat kodean matanya. Mimi yang mengerti akan maksud Di'ah pun hanya diam dan senyum kikuk.
"Mi, kok bisa?" tanya Emma yang belum mendapatkan jawaban.
"Iya Mi, aku kira kemarin pas kita berbuka bersama hanya sekedar dekat saja tak sampai menuju kejenjang pernikahan." ucapan Novi.
__ADS_1
Mimi bingung harus menjawab apa, Mimi melihat ke arah Manda dan Manda hanya diam seribu bahasa. Emma ,Novi dan Sila masih menunggu jawaban dari Mimi sedangkan Mimi hanya diam dan tersenyum kikuk.
"Mi.. ." panggil Emma dan Mimi hanya tersenyum tak enak sambil mencoba memberi kode ke arah Emma dengan tatapan mata.
Emma yang melihat Mimi memberi kode dengan melirik kan mata ke arah Manda dan akhirnya dia pun mengerti.
"Oo ups." ucap Emma dengan senyum tak enak juga.
Tak lama Manda di jemput oleh cowok dan dia pun pamit kepada kami semua.
"Emm maaf ya semua, aku duluan ya." pamitnya dan langsung berlalu.
"Oke Nda hati-hati." jawab kami semua.
"Fiuhhh lega." ucap Emma.
"Lega kenapa Ma?" tanya Sila yang belum mengerti.
"Ckk kau ini Sila, masak ndak ngerti juga. Dari tadi kita bahas kak Andri dan Dewi ndak lihat kalian muka Manda." ucap Di'ah.
"Oh iya ya, lupa aku hehhee." jawab Sila cengengesan.
"Jadi Mi, kok bisa?" Emma mengulangi pertanyaannya.
"Ya bisalah Ma, kak Andri mau serius." jawab Mimi.
"Kapan rencana mereka Mi?" tanya Sila.
"Rencana nya setelah penerimaan raport," jawab Mimi.
"Nikah dimana mereka Mi?" tanya Novi.
"Rencana pertama akad dan langsung sanding di rumah Dewi nah setelah itu baru di Jambi." jawab Mimi.
"Terus Novi kapan?" tanya Mimi kembali.
"Duluan Novi berarti akadnya, Novi sebelum ujian semester akadnya terus resepsinya seminggu setelah Dewi." terang Novi.
"Beugh Nov, dak sabaran nian nunggu selesai sekolah." ucap Emma.
"Perencanaan dari pihak kak Rendi gitu Ma," jawab Novi.
"Nah Mimi gimana nih? masa kalah sama Novi dan Dewi." ucap Sila.
"Mimi belum kepikiran kesana Sil," jawab Mimi.
"Ayok lah," Jawab Mimi.
"Kak Syahril masih di Jambi kan Mi? tumben ndak jemput." tanya Emma sambil kami jalan.
"Masih Ma, katanya dia mau cek cafe dan resto nya hari ini." jawab Mimi.
Mereka pun jalan bersama sambil membahas hal-hal perkuliahan, pernikahan hingga hal-hal yang gak penting pun ikut kebahas sampai tak terasa mereka pun sampai di kedai tekwan.
Dillah dan sebagian team mengecek lembaran jawaban dan Dillah mengecek sebuah lembaran yang mana lembaran tersebut milik Mimi namun Dillah tak mengetahui jika lembaran yang diceknya adalah milik seseorang yang selama ini dicarinya.
"Gimana Dil?" tanya Bryan.
"Gimana apanya?" Dillah balik nanya.
"Gimana dengan lembaran jawaban yang dirimu cek ada berapa peserta yang lolos seleksi." tanya Bryan.
"Semua lolos." jawab Dillah dengan masih mengoreksi lembaran jawaban Mimi.
"Perasaan dari tadi Lo ngecek tuh lembaran lama amat. Emang ada banyak salahnya?" tanya Reno.
"Nggak, nggak ada salah sih." jawab Dillah yang masih fokus ke lembaran jawaban.
"Kalau nggak ada salah kenapa dari tadi masih liatin lembaran itu mulu, emaang ada apa?." ucap Irwan.
"Nggak ada apa-apa kok, cuma gue heran aja kenapa gue suka aja dengan jawaban dengan peserta ini." jawab Dillah dengan menunjukkan lembaran nyaman dipegangnya
"Emang ada yang aneh dengan jawabannya?" tanya Reno "Siapa sih?" ucap Reno dengan merebut lembaran jawaban tersebut.
Lembaran jawaban Mimi sudah beralih di tangan Reno, dan Reno pun membaca name tag yang tertera di lembaran jawaban tersebut. Reno tersenyum dan manggut-manggut yang mana itu membuat yang lain ikut penasaran termasuk Dita sang kekasih.
"Siapa sih yank." tanya Dita dengan langsung melihat ke arah lembaran yang berada ditangan Reno.
"Ooo." ucap Dita dengan tersenyum.
"Ckk kalian ini, sini." ucap Dillah dengan merebut kembali lembaran tersebut.
"Emang ada apa sih dengan lembaran tersebut." ucap Irwan penasaran.
"Iya emang ada apa sih?" raya Bryan dan Yogi barengan.
"Hahahaha Bry, Yogi kompak amat kalian kepo nya." ucap Reno dengan tawanya.
"Ishhh." ucap Bryan dan Yogi.
__ADS_1
"Hahahaha" Mereka tertawa bersama melihat kekompakan Bryan dan Yogi.
"Emang ada apa sih Dil?" tanya Yogi.
"Ngak ada apa-apa,." jawab Dillah dengan terus menatap lembaran jawaban tersebar.
"Kalau ndak ada apa-apa kenapa dari tadi dirimu pandangi tuh lembaran." ucap Bryan dengan geram.
" Yaudah kita kumpulkan menurut nilai yang sesuai katagorinya, setelah itu kita buat laporannya. " ucap Reno mengajak mereka semua untuk segera merekap hasil ujian pada peserta bimbel tersebut.
Dita yang melihat Dillah masih memegang dan seolah terhipnotis dengan lembaran yang dipegangnya, menyenggol lengan Reno.
"Yank." panggil Dita dengan mengarahkan pandangannya ke arah Dillah.
"Kayaknya dia menemukan jantung hatinya yank." ucap Dita.
"Husst diam aja." jawab Reno dengan berbisik-bisik.
"Ckk Lo itu kenapa sih Dil, kok malah ngelamun liatin lembaran ini." ucap Irwan dengan merebut lembaran tersebut dari tangan Dillah.
"Iya aku perhatiin keg terhipnotis aja kamu Dil." sahut Bryan.
"Betul tuh Bry, penasaran aku. Apaan sih yang membuat dia keg terhipnotis dengan lembaran ini." ucap Irwan dengan memperhatikan dan meneliti lembaran serta jawaban dari lembaran tersebut.
"Nggak ada yang aneh, dan jawaban nya juga bagus semua malah lebih detail dari peserta lainnya. Hmm kayaknya nih anak termasuk kategori lolos kedua kategori." gumam Irwan yang masih bisa didengar oleh semua yang ada disana.
"Kalau nggak ada yang aneh kenapa bisa membuat kutub es begitu." ucap Yogi.
"Karena kutub es menemukan pencaharnya hahhaaa." jawab Reno.
"Emang nya Dillah lagi kena sembelit hahhaaaa." ucap Bryan dengan candanya.
"Ckk kalian ini ayo buruan kita rekap biar nanti kita buat laporan sesuai Kategorinya." ajak Dillah dengan merebut kembali lembaran kertas tadi.
Mereka pun mulai mengumpulkan sesuai dengan jumlah yang di tentukan disetiap kategori yang telah di tentukan dan telah disepakati bersama para dekan dan rektor.
Mimi termasuk lolos dalam dua kategori yaitu lolos sebagai mahasiswa undangan dan Mimi langsung mendapatkan beasiswa tanpa mengikuti tes kembali.
Setelah semua yang lolos di rekap sesuai dengan kategori, mereka membuat berita acara nya untuk bahan laporan ke dekan dan rektor.
Dua bulan kemudian, tiba waktunya Mimi menghadapi ujian kembali yaitu ujian semester akhir di jenjang pendidikan menengah atas ini. Setelah ujian ini maka pengumuman kelulusan pun akan di umumkan.
Mimi kembali berkutat dengan soal-soal yang menguras otaknya. Dengan bismillah Mimi menjalani ujiannya dengan fokus.
Menjelang ujian Mimi selalu belajar dibantu oleh Syahril. Syahril diam-diam dia juga mendaftarkan Mimi di kampus nya di kota pedang. Syahril juga membantu Mimi ke jalur beasiswa yang diadakan di kampus tersebut.
Syahril berusaha agar Mimi bisa lulus di kampusnya dan masalah beasiswa adalah nilai bonusnya. Seandainya Mimi lulus tanpa jalur beasiswa Syahril bertekad akan membiayai seluruh biaya nya dan hal tersebut juga sudah Syahril bicarakan dengan kedua orang tuanya dan kedua orang tua Mimi.
Kedua orang tua Syahril setuju-setuju saja asalkan kedua orangtua Mimi juga menyetujui nya. Syahril berusaha kembali meyakini kedua orangtuanya Mimi walau awalnya penuh kendala karena kedua orangtuanya Mimi tak ingin termakan budi dan orang tua Mimi juga takut kalau sampai tahu Mimi dan Mimi akan kecewa kepada mereka.
Namun dengan segala upaya penjelasan yang di kerahkan oleh Syahril akhirnya orang tua Mimi pun menyetujuinya. Untuk Mimi setuju atau tidaknya Syahril tak memikirkan nya, Syahril hanya memikirkan bagaimana caranya agar Mimi bisa mengejar cita-cita nya.
Seminggu sudah ujian semester berjalan dan akhirnya ujian pun selesai, seminggu lagi penerimaan raport dan pengumuman kelulusan oun akan diumumkan. Sebelum pengumuman itu disebutkan pihak sekolah mengadakan perpisahan para siswa-siswinya terlebih dahulu.
Sesuai kesepakatan kelas Mimi dan beberapa kelas lainnya akan mengadakan perpisahan dengan jalan-jalan ke Sumatra barat.
Novi dan kak Rendi telah resmi sebagai pasangan suami istri secara hukum dan agama, dan Dewi serta kak Andri pun akan melaksanakan akad nikahnya hari Sabtu malam minggu setelah penerimaan raport dan hari minggunya mereka akan duduk sanding.
Waktu terus berlalu, acara perpisahan di sekolahan dan perpisahan dengan jalan-jalan pun telah terlaksana. Sepulang dari jalan-jalan kami beristirahat sejenak menjelang hari Sabtu penerimaan raport serta pengumuman kelulusan.
Kenapa acara perpisahan kami adakan terlebih dahulu sebelum pengumuman kelulusan karena kata pihak sekolah jika nanti ada siswa-siswi yang tidak lulus mereka tidak terlalu kecewa.
Hari penentuan pun telah tiba seperti sebelumnya Mimi masih mendapatkan juara kelas dan Mimi pun dinyatakan lulus dengan no urut ke dua belas dari seluruh siswa kota Jambi.
Semua siswa-siswi SMANJU juga dinyatakan lulus semua 100%, kebahagian meliputi kami semua, tangis haru menghiasi setiap siswa-siswi SMANJU. Setelah pengumuman itu acara selanjutnya adalah acara yang telah menjadi sebuah tradisi yaitu acara corat coret di seragam pun di tunaikan. Setelah acara corat coret kami pun berfoto-foto.
Karena hari ini hari Sabtu dan malam ini adalah malam nya Dewi dan kak Andri, Mimi dan teman-temannya tak ikut serta ke acara selanjutnya.
Siang hari Mimi dan yang lain telah bersiap akan pulang ke desa nya untuk menghadiri acara sakralnya kak Andri dan Dewi. Manda pun ikut serta dia juga telah mengirim pesan kepada cowoknya untuk datang ke desa Mimi untuk menemaninya ke acara resepsi kak Andri dan Dewi di hari minggunya.
Hari raja dan ratu sehari kak Andri dan Dewi berjalan dengan lancar, sore hari nya keluarga dari kak Andri langsung pulang ke Jambi sedangkan Mimi dan yang lain masih tinggal di desa Mimi kecuali Manda dia ikut pulang ke Jambi bersama kak Rendi dan Novi.
Beberapa hari kemudian Mimi mendapat kan paket berupa pemberitahuannya bahwa Mimi lulus dan mendapatkan undangan mahasiswa undangan di dua kampus yaitu dua kampus yang mengadakan bimbel.
Apakah orang tua Mimi menyetujui dan mengizinkan Mimi? tunggu di bab selanjutnya ya..
Alhamdulillah DOKTER JANTUNGKU mulai mencicil ceritanya ya yuk jangan pernah bosan selalu staymdisini ya dannjangannpelit untuk berindukungannya berupa
FAVORIT
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
💝💝TERIMAKASIH?hari
__ADS_1