
Kakek melihat interaksi keluarganya dengan keluarga Mimi menjadi penasaran bagaimana sosok daeinkeluarga yang disukai oleh cucunya.
Kakek ikut bergabung dengan keluarga Mimi serta Abi Thariq dan umi Parida serta Abi Mansyur dengan istrinya.
"Apa saya boleh gabung disini?" ucap Kakek.
Bapak pun berdiri dan me!beri kursinya pada Kakek.
"Silahkan pak." ucap bapak. Sang Kakek mengangguk dan duduk di kursi itu.
Bapak mengambil kursinlain dan duduk tak jauh dari meja tadi.
"Maaf saya Kakek nya Syahril." ucap Kakek pada emak dan bibi Mimi yang lain.
"Oh maaf pak, saya tidak tau. Saya Nurma dan ini adik-adik saya. Kami keluarga emmm." emak memperkenalkan diri namun saat ingin menyebut keluarga Mimi, emak menjadi ragu.
"Mereka keluarga Mimi Bah." ucap Ummi Parida. Kakek pun mengangguk.
"Apa kalian sudah mengenal cucuku lama?" tanyanya.
"Alhamdulillah sudah lumayan Pak." jawab emak.
"Berapa lama?" tanya Kakek.
"Bah." seru Abi Mansyur namun dicegah oleh Kakek dengan mengangkang tangan sebelah.
"Kurang lebih hampir lima tahun pak." jawab emak.
Kakek terdiam, Kakek mengenang selam!a limata tahun ini Syahril emang berubah, yang dulunya dia masih suka balapan liar semenjak lima tahun ini dia tidak pernah dengar kabar cucunya itu kelayakan Bahakan berurusan dengan polisi.
"Emm." ucap Kakek.
"Kami sudah menganggap dia sebagai anak kami sendiri." ucap emak lagi.
"apa Anda ibunya siapa itu namanya emm si emm Mi Mimi?" tanya Kakek pada emak.
"Iya saya ibunya." jawab emak.
"Oo, dimana dia?" tanya Kakek.
"Bah, sudah." ucap Abi Thoriq yang merasa tidak enak terhadap keluarga Mimi.
"Mimi ada di rumah," bicikmyang menjawab.
"Oo, apa dia akan kemari?" tanya Kakek lagi.
"Emm insya Allah." jawab emak.
Abi Thoriq merasa tidak enak hati, seolah Babah mereka sedang mengintrogasi keluarga Mimi.
"San, maafkan ayah saya." ucap Abi Thoriq pada bapak yang sedari tadi hanya diam. Bapak Mimi memangbgioe orang yang tidak banyak bicara.
"Emm tidak apa pak, itu wajar. Siapalah kami dimatanya keluarga bapak." ucap bapak merendah namun menusuk.
"Jangan begitu San, bagi kami tidak ada yang beda. Kita semua sama." ucap Abi Mansyur.
"Maaf, sepertinya kami harus pamit, karena kami juga akan pulang sore ini " ucap pakdo dengan beralasan akan pulang sore.
"Ohniya San, sekali lagi kami mohon ampun maaf." ucap Abi Mansyur.
"Sama-sama pak, saya swlalunoaman Mimi juga minta maaf kalau ada kesalahan dari Mimi di keluarga bapak." ucap pakdo.
Mereka pun bersalaman dan berpelukan, begitu pula emak dengan Ummi Parida dan Ummi nya kak Andri. Keharuan terjadi kembali kepada mereka.
Entah kapan lagi mereka bisa berkumpul seperti ini, mungkin ini adalah terakhir mereka bertemu.
"Maafkan kami San." ucap Ummi Parida.
"Maafkan Kami, tolong jangan anggap kami orang asing." ucap Ummi Zulaikhah Ummi nya kak Andri.
"Insya Allah." jawab bicik. Mereka pun pulang kerumah Nyai.
Syahril menatap emak dan yang lain dengan tatapan sendu, ingin dia lari dari acara terkutuk ini.
Saat emak akan melangkah keluar dari tempat acara emak melihat Syahril dari kejauahn dan emak memberikan senyuman pada Syahril seraya mengangguk. Tampak Syahril menggelengkan kepalanya, seakan dia tak terima keluarga nya Mimi pergi dari sana.
Sesampainya di rumah Mimi, Sila dan Manda serta Emma sedang asik berhias.
"Heleh, pakek hias-hias segala." ucap Di'ah yang baru datang.
"Ye Di'ah, mana tau nanti ada cowok ganteng." jawab Sila.
"Emang Bambang Ridho mau kau kemanain." ujar Di'ah dengan melempar Sila dengan bantal.
"Taruh bawah ketek hahaa." ucap Sila dengan canda.
"Rencana jam berapa nih berangkatnya?" tanya Emma.
"Emm jam tiga an lah." jawab Mimi.
"Mimi jam berapa ke bandara?" tanya Manda.
"Jam lima Nda, karena pesawat take off jam enam sore, kalau ndak delay." jawab Mimi.
"Emm, pengen liburan ke Semarang." ucap Emma.
"Yaudah ayok ikut." jawab Mimi.
"Kalau sekarang mana sempat pesan tiket Mi, Nda, Sil liburan yok?" jawab Emma dan mengajak Manda dan Sila.
"Ayok lah." jawab mereka berdua.
"Jadi kapan?" tanya Emma.
"Kalau Minggu ini jangan dulu lah, canmer mau datang." ucap Manda.
"Ckk yang sudha punya canmer." ejek Sila.
"Eh Nda siapa nama babangnya kemaren?" tanya Mimi.
"Fadil Mi." ucap Emma
"Fadil atau Fadli?" tanya Mimi.
"Fadil Mimi ihh." ucap Manda.
"Lah namanya hampir mirip atau emang dia Nda, masuk TNI gitu." ucap Mimi.
"Ndak Mi, kak Fadhil ini anak teman nya bapak aku, dia orang Jawa Palembang." jawab Manda
"Oh kirain." jawab Mimi.
"Ohnya Mi, aku baru ingat, beberapa bulan lalu akunketemu sama Abang yang gukangnojek Mimi itu loh." ucap Sila.
"Iya Mi, wuihh Mi tambah gagah dia Mi. Apa lagi pakek seragam polisi. Kayaknya dia sudah pangkat IPDA Mi." ucap Emma.
"Iya Mi, kalau bukan dia yang negur kami duluan waktu itu, kami ndak kenal siapa dia." ucap Sila.
"Emm dia nanyain Mimi, maaf ya Mi kami bilang lahnkedia kalau Mimimkukiah di Semarang." ucap Emma.
"Tapi kami ndak sebut koknmimk kuliah di universitas mananya.'' ucap Emma.
"Nah Mi, baguslah itu. Balikan lagi lah sama Abang Adit. " sahut Manda.
"Balikan?" tanya Mimi.
"Iya, bukannya Mimi pernah jadian sama dia?" tanya Manda.
"Jadian, kapan Mimi jadian sama dia." ucap Mimi. Tak lama terdengar salam dari Pakcik dan yang lain.
"Assalamualaikum." ucap bicik dan yang lain.
"Waalaikum salam" seru Mimi dan yang lain.
"Kalian belum bersiap-siap?" tanya Tante Zia.
"Belum nte, kata Mimk jam tigaan kesana nya." jawab Emma.
"Mimi yakin mau kesana?" tanya Tante Zia.
"Iya nte." jawab Mimi.
"Nak, apa sebaiknya jangan datang saja." ucap emak khawatir teringat bagaimana Kakek syahril menanyain dirinya.
__ADS_1
"Emang ada apa Mak? kenapa kalian terlihat khawatir gitu?" tanya Mimi.
"Huuum huh.. Disana ada kakeknya Mi," ucap pakdo.
"Kalau pakdo dan ngajak balek cepat entah apa lagi yang akan di tanyain Kakek dia ke kami." imbuh pakdo.
"Iya Mi, kami ndak mau nanti dia emm ." ucap bi Ida. Mimk hanya tersenyum menanggapi kekhawatiran keluarganya.
"Mimi tetap datang, dia mau bilang apa ya terserah dia nanti. Mimi datang hanya mau minta maaf sama Umma dan Babah serta Mimi maun!mengembalikan cincin ini." ucap Mimk dan menunjuk cincin yang masih melingkar indah di jari manisnya.
"Tapi nak.." ucap emak.
"Emak ndak usah khawatir, insya Allah Mimk ndak apa-apa." jawab emak.
"Do'akan Mimi saja." imbuh Mimi.
"Bicik kasian melihat Syahril tadi kayak mayat hidup." ucap bicik.
"Iya Mi, Tante juga kasian lihatnya tadi. Tidak ada rona kebahagiaan di sana. Termasuklah Umma dan Babah kau." ucap Tante Zia membenarkan ucapan bicik. Mimi hanya diam, di balik diam Mimi merasa sakit mengetahui kenyataannya seperti ini.
"Ya Allah, apakah keputusan hamba salah?" Mimi mempertanyakan keputusan nya kembali di batinnya. Mimi tersenyum sendu ketika mendengar cerita bicik serta Tante Zia nya.
"Kesedihan sementara saja Cik, nte. Insya Allah seiringnberjalan waktu mereka akan bahagia." ucap Mimi.
"Semoga, tapi kayaknya ndak bakal ada Mi." sahut Om Adrian.
"Kelihatan nian sorot mata syahril penuh kebencian, kalau bisa lari sudahmlari dia di atas pelaminan ntu " ucap Om Adrian mengomentari Syahril di atas pelaminan. Mimk hanya tersenyum pilu.
Waktunyerus berjalan, Mimi dan yang lain pun sudah bersiap-siap untuk pergi ke kondangan. Emma dan Sila sudah pergi duluan karena dia di jemput oleh bang Erwan dan bang Ridho.
Mimi berboncengan dengan Di'ah, Manda !w!bawa motornya sendiri.
Akhirnya Mimi memakai baju kebaya modern milik Tante Zia. Emak dan yang lain mengomentari pakaian Mimi yang simpel.
"Ih Mak, malas nian pakek kebaya kayak gini." ucap Mimi dengan menunjuk kebaya Tante Zia berbahan brokat itu.
"Masa iya mau pakek baju setelan celana gitu?" ucap emak.
"Apa salah nya, nanti mik ndak layah salin-salin lagi." jawab Mimi.
"Ah ndak- ndak ganti." ucap Mak dengan mengobarak abrik tas Mimi.
"Nah ini ada set songket pakai yang ini aja." jawab emak.
"Kayaknya juga masih baru. Baru beli ya?" tanya emak.
"Iya kemaren alas ngantar orderan !ampir ke butik dulu lihat ini jadi sir ( tertarik) lihat nya." jawab Mimi.
"Udah pakek ini aja." ucap emak dan akhirnya Mimk ganti pakaiannya semula dengan pakaian set rok.
Setelan awal yang akan dikenakan Mimi.
setelah diganti
"Nah kayaak gini kan baru cocok." ucap Bi Ida setelah melihat Mimi memakai set rok.
"Emm cuma payah kalau pakek motor." jawab Mimi yang enggan duduk nyamping.
"Udah sana pergi." ucap Tante Zia.
"Bismillah dulu mi, bar setan iblis ndak dekat." ucap bicik.
"Hahaa bicik nih ado-ado bae." ucap Manda dan Di'ah.
Mereka bertiga pun berangkat kondangam mantan. tak memakan waktu lama mereka pun sampai.
Berulang kali Mimi menghelakan nafas, kedatangan Mimi sangat dinantikan oleh orang yang sangat disana terutama ummi Parida dan ummi Zulaikhah.
Yah mereka tau jika Mimi akan datang ketika Emma dan Sila sudah sampai disana duluan.
Sewaktu emak datang, emak hanya bilang insya Allah dan ketika Emma datang tak sengaja ummi Parida mendengar saat Emma berbicara pada Novi.
Yah sewaktu sampai Emma langsung menemui Novi, Emma marah ketika Novi mengirim video itu semalam di tambah Novi mengalahkan Mimi.
"Nov, tunggu." panggil Emma saat Novi sedang berjalan mendekati kak Rani.
"Aku mau ngomong soal semalam." ucap Emma.
Kak Rani dan kak Siska mendengar dan mereka pun bertanah.
"Ada ala Ma?" tanya kak Rani.
"Ini kak Novi semalam ngirim video kak Syahril saat ijab. dan Novi menyalahkan Mimi." ucap Emma.
"Lah emang iya kan Mimi yang salah. Kalau dia tidak mutusin kak Syahril ndak akan terjadi semua ini." ucap Novi membela dirinya.
"Emang kau tau penyebab Mimi memutuskan semua nya hah!" ucap Emma.
"Kalau ndak tau masalahnya jangan asal menuduh. Gara-gara video itu dan ucapan kau, semalam Mimi menangis." ucap Emma.
"Yang sakit bukan hanya kak Syahril, Mimi juga Nov. Bukannya Mimi memutuskan tanpa pertambangan, Mimi memutuskan semua itu untuk kebaikan kalian semua." ucap Emma menggebu dengan suara serak tahan Isak tangis.
Beruntungnya mereka berada di dalam rumah, hanya dengar pun bukan tamu undangan, melainkan disana hanya ada kak Rani, kak Siska serta ada ummi Parida dan mami nya kak Rendi yang berada di dalam.
"Kau sebagai sahabta seharusnya menghibur dia Nov, tapi apa yangnp kau lakukan semalam membuat kami kecewa." ucap Emma dengan!enghalus air matanya.
"Apa Mimi ada di Jambi nak?" tanya Ummi Parida.
"Eh Ummi, iya Ummi. Mimi ada di sini dari kemarin." jawab Emma.
"Emang apa yang terjadi sampai kalian ribut begini?" tanya maminya kak Rendi.
"Maaf mam, lebih mami tanya saja Samma menangptu mami." ucap Emma.
"Ada apa nak?" tanya mami kak Rendi pada Novi menantunya.
"Emm semalam novi mengirim video saat kakmsyahril ijab di group chat kami mam, dan mereka awalnya menyalahkan Novi kenapa mengirim video itu jadi Novi bilang semua salah Mimi." jawab Novi.
"Seharusnya jangan novi kirim nak. Novi menyalahkan Mimi soal apa?'' tanya mami kak Rendi.
"Novi bilang semua salah Mimi karena sudah memutuskan kak Syahril." jawab Novi pada mertuanya.
"Mimi mengambil keputusan karena ada alasannya, dia mengorbankan perasaannya demi kebaikan semua, lain kali jangan mengambil kesimpulan sebelum tau hal yang sebenarnya ya nak. Jadikan ini sebagai pembelajaran." ucap mami kak Rendi menasehati Novi.
"Sudahlah ayo kak kita keluar." ucap Ummi Parida dan mereka pun keluar diikuti Emma dan yang lain.
Terdengar alunan lagu dari organ, Mimi dan kedua sahabatnya masuk kedalam, Dewi yang melihat Mimi mendekat ke arah Mimi dan memeluk Mimi.
Ummi Zulaikha pun ikut mendekat dan memeluk Mimi, mereka tak bisa berucap apa-apa lagi. Harus berterimakasih atau kecewa yang pasti mereka sangat bersedih.
"Ummi apa kabar?" tanya Mimi seraya membalas pelukan ini Zulaikhah.
"Ummi baik nak, Mimi apa kabar sayang?" jawab Ummi dan bertanya kabar Mimi.
"Alhamdulillah Mimi baik." jawab Mimi.
wdi atas pelaminan, Umma sudah terisak melihat Mimi dari kejauhan, Babah menenangkan Umma. Syahril menatap Mimi dengan mata yang sendu..
Mempelai wanita yang berada di samping Syahril hanya diam melihat suaminya mengeluarkan air mata sedari tadi.
"Umi Parida apa kabar?" tanya Mimi pada ummi Parida dan menyalaminya. Ummi parida memeluk Mimi. Wak Ainun yang melihat itu juga ikut bersedih.
Mimi juga menyalami abi Thoriq dan Abi mansyur, Mimi juga menyalami seorang Kakek yang duduk bersama Abi Thoriq dan abi Mansyur.
"Di siapa Riq?" tanya Kakek.
"Dialah Mimi Bah." ucap Abi Thoriq.
"Mi kenalin , ini kakek dan neneknya Syahril." ucap Abi Thoriq memperkenalkan dua orang tua yang sudah lansia.
"Salaam kenal kek, Nek." ucap Mimi kepada mereka berdua dengan tersenyum.
"Mimi sudah makaan nak?" tanya nenek.
"Sudah Nek." jawab Mimi.
"Kapan Mimi datang nak?" tanya Abi Mansyur.
"Kemaren Jum'at malam Bi." jawab Mimi.
__ADS_1
Entah kerjaan siapa nama Mimi di panggil untuk menyanyikan sebuah lagu untuk kedua mempelai. Mimi melihat ada Abang Afnan dannmiminoun menggandeng abangnafnan untuk naik nke panggung.
"Dek." ucaonya ketika Mimi menggandengnya.
"Mimi tidak PD kalau sendirian." ucap Mimi dengan senyum.
Mimk dan bang Afnan menyanyikan lagu Minang berjudul "Usah menaruah bimbang" labu pilihan abang Afnan.
Adiak sayang nan denai cinto
Usahlah gamang jo diri nan ko
Ndak ka baraliah raso jo cinto
Hanyo adiak kasiah adiak tampek baiyo
Uda sayang ganggaman kasih
Yakinkan denai itu tajadi
Nan den takuikkan uda maungkia janji
Cintoilah halalkan lah kasiah di hati
Satitiak indak taniaik ndeh diak
Denai ka malukoi
Namun nyato di hati ndeh da
Rusuah makin manjadi
Buktikanlah kabakeh denai ko
Usah manaruah bimbang ndeh adiak
Nyao taruhan kasiah untuak cinto salamo ko
Den pacik arek taganggam janji uda
Samo kito manjago bukti cinto
Samo kito manjago bukti cinto
Adiak sayang nan denai cinto
Usahlah gamang jo diri nan ko
Ndak ka baraliah raso jo cinto
Hanyo adiak kasiah adiak tampek baiyo
Uda sayang ganggaman kasih
Yakinkan denai itu tajadi
Nan den takuikkan uda maungkia janji
Cintoilah halalkanlah kasiah di hati
Satitiak indak taniaik ndeh diak
Denai ka malukoi
Namun nyato di hati ndeh da
Rusuah makin manjadi
Buktikanlah kabakeh denai ko
Usah manaruah bimbang ndeh adiak
Nyao taruhan kasiah untuak cinto salamo ko
Den pacik arek taganggam janji uda
Samo kito manjago bukti cinto
Samo kito manjago bukti cinto
Setelah itu mereka menyanyikan lagu India "Sun Raha hai"
Yaara
Manzilein ruswa hain
Khoya hai raasta
Aaye le jaaye
Itni si ilteja
Ye meri zamaanat hai
Tu meri amaanat hai aa
Mujhko iraade de
Kasamein de, waade de
Meri duaaon ke ishaaron ko sahaare de
Dil ko thikaane de naye bahaane de
Khabon ki barishon ko mausam ke paimane de
Apne karam ki kar adaayein
Kar de idhar bhi tu nigaahein
Sun raha hai naa tu
Ro rahi hun main
Sun raha hai naa tu
Kyun ro raha hun main
Kyun ro raha hun main
Yaara
Waqt bhi thehara hai
Kaise kyun ye huaa
Kaash tu aise aaye
Jaise koi duaa
Tu rooh ki raahat hai
Tu meri ibaadat hai
Apne karam ki kar adaayein
Kar de idhar bhi tu nigaahein
Sun raha hai naa tu
Ro rahi hun main
Sun raha hai naa tu
Kyun ro raha hun main
Kyun ro raha hun main
Setelah bernyanyi Mimi nturu. dan mendekat ke arah Di'ah, Mimi mengajak Di'ah untuk pulang.
Mereka berdua pun naikmke atas panggung untuk mengucapkan selamat..
Apa yang terjadi di atas pelaminan kita sambung besok aja ya.
__ADS_1
makasih atas dukungannya.
Assalamualaikum, selamat malam selamat beristirahat.