
Mimi menahannrasa gejolak di dadanya, Mimi merapatkan giginya menhan emosinya karena tingkah Dimas yang menurut Mimi sudah di luar batas.
"Dim, tolong lepas." ucap Mimi lada Dimas yang sedang memeluknya dari belakang.
"Mi, biarkan aku mengisi hatimu, aku mohon ucaonya dengan masih memeluk Mimi.
"Tolong lepas Dim" ucap Mimi yang masih berusaha sabar tetali Dimas semakin mengeratkan pelukannya.
Saridi masih berdiri mematung di tengah pintu, entah apa yang dia rasakan melihat Dimas memeluk Mimi. Apa lagi menurut pandangan Saridi Mimi begitu nyaman dalam pelukan Dimas, namun it hanya pemikiran Saridi saja.
Muthia yang juga merasa haus beranjak akan masuk kedalam rumah, baru dia berdiri dari duduknya, dilihat Selfia kembali ke tempat mereka bersantai.
"Di, nggak jadi minum?" tanya Muthia.
"Emm belum ada yang kelupaan." jawab Selfia dengan mengambil HP yang ketinggalan.
"Halah Fi takut amat HP nya tertinggal." ucap Irma.
"Iya dong, nyar kalau aa Saiful neon kalian laginyang angkat." jawab Selfia dengan senyum namun hatinya perih.
"Yaudah Tia mau masuk kedalam mau minum, ada request?" ucap Muthia.
Selfia diam dan asik !engotak ngatik ponselnya untuk menetralkan perasaanya.
"Ya Allah kenapa hati ku merasa sakit begini." ucap Selfia dalam hati. Jika di kosan mungkin dia akan melupakannya dengan menangis tetapi ini dia masih di rumah Simbah.
Muthia yang sduah berada di dalam terheran ketika melihat Saridi hanya berdiri di tengah jalan dengan menatap sesuatu yang belum terlihat oleh Muthia.
Muthia berjalan perlahan, niat hati akan mengagetkan Saridi namun setelah dia berada di samping Saridi dan melihat kemana arah mata Saridi menatap bukan Saridi yang dia kagetkan melainkan dirinya kaget melihat pemandangan itu.
Miminyerua berontak dan meminta Dimas melepaskan pelukannya.
"Dim, Mimi mohon lepaskan." ucap Mimk dengan berteriak karena Mimk sudah tidak bisa menahan gejolak amarah di dadanya.
"Ya Allah, ada apa lagi ini." ucap !Muthia dalam hati.
"Ehem" Muthia berdehem dengan keras Saridi disampingnya melihat ke arah Muthia dengan pandangan kecewa, begitu pula Dimas dan Mimi juga melihat ke arah sumber suara.
Mimi kaget melihat Muthia dan Saridi sudah berada di pintu menuju dapur bwgigunouoa dengan Dimas. Namun kali ini Dimas ingin egois dia ingin memiliki Mimi segera.
Mimin merasa pelukan Dimas merenggang Mimi pun melapaskan pelukan itu dan berbalik menghadap Dimas dengan wajah menaham amarah.
Plaaaak plaaak Mimi menampar kedua pipi Dimas sekuat tenaganya dengan nafas yang ngos-ngosan, Mimi tak bisa berkata-kata lagi hanya menunjuk telunjuknya ke arah Dimas dengan geram dengan wajah yang menahan amarah.
Setelah itu Mimi mendorong Dimas dan berlalu pergi dari dsalur dengan nafas yang turun naik. Mimi masuk kedalam kamar untuk meluapkan kekesalannya dan kekecewaan nya.
"Puas.. Puas Dim, kecewa gia sama Dimas." ucap Muthia dan berlalu mengejar Mimi kedalam kamar.
Saridi hanya melihat Dimas nyalang dengan tangan yang digempalkan dan dia pun ikut pergi dari sana.
Dimas berdiri diam dengan memegang pipi yang terasa hangat akan tamparan yang dilayangkan Mimi barusan.
"Awww" ucap Dimas memegang kedua pipinya yang terasa panas dan nyilu.
Didalam kamar merebahkan tubuhnya di atas kasur dengan telungkup, Mimi membenamkan kepala dan wajahnya di bantal. Mimi melupakan kekeceu dan kekesalannya dengan menangisntanpa suara.
Muthia yang melihat Mimi memangis juga ikut sakit, Muthia perlahan mendekati Mimi dan mengelus belakang Mimi.
"Mi" panggil Muthia namun mimingak mengindahkan nya, Mimi terus menangis.
"Mii," panggil Muthia lagi. Muthia tau Mimi menangis karena melihat tuuh Mimk bergetar menhan Isak tangisnya.
"Kenapa Muth, kenapa Dimas ndak mengerti Muth." ucap Mimk di balik bantal."
"Kenapa dia lakukan itu Muth, kenapaaaa." ucap Mimk dengan terisak.
Muthia memeluk Mimk erat, tak terasa air mata Muthia juga ikut turun.
"Mungkin dia tidak bisa menahan rasa cintanya sama Mimi." jawab Muthia.
"Mau saai berapa kali lagi Mimi katakan Muth, mau sampai berapa kali. Mimi hanya menganggap dia dan Saridi sahabat tidak lebih.. Dan tadi hiks dia tiba-tiba memeluk Mimi gitu hiks apa maksudnya Muth Apaaa huhu." Mimi menagis dalam pelukan Muthia.
"Dia seolah tidak menghargai Mimi Muth, hiks hiks.." ucap Mimi.
Muthia terus menenangkan Mimi Samapi Mimi tertidur karena lelah menangis. Muthia keluar kamar dengan mata yang sembab, Muthia !merasa persahabatan nya akan merenggang kedepannya.
Muthia berjalan ke dapur untuk mencuci mukanya, setelan itu dia ikut bergabung dengan yang lain di bawah pohon kelapa.
__ADS_1
Muthia diam dan menatap Dimas dengan kecewa. Sardi juga diam apalagi Selfia.
"Kalian kenapa? dari tadi pada diam?" tanya Irsyad.
"Iya ada apa sih?" tanya Irma.
"Kenapa kalian keluar dari dalam rumah jadi mendadak pendiam semua?" tanya Riko.
"Ohnya Mimi mana?" tanya Irma.
"Mimi tidur." jawab Muthia dengan menghela nafas panjang.
Irsyad dan Riko memperhatikan Dimas yang terus terusan memegang pipinya, Irsyad dan Riko juga memperhatikan pandangan Muthia pada Dimas.
"Ada kejadian apa di dalam?" tanya Irsyad.
"Pasti sudahnyerjadi sesuatu didalam tadi, kalian tidak akan seperti ini jika tidak ada terjadi sesuatu." ucap Irsyad lagi mengintrogasi ke empat sahabatnya itu.
"Dan kamu Dim, kenapa dengan pipimu yang memerah gitu? keg habis kena tamparan asa cap tangannya." ucap Riko dengan memegang pipi Dimas dan membolak balikannya. Dimas yang pipinya di pegang kuat oleh Riko hanya meringis.
"Dan Lo Sar, kenapa diam? heh aku curiga pasti diantara kalian telah berbuat yang semena-mena." ucap Riko.
"Muth, ada apa?" tanya Irma.
Beruntungnya Ummi dan Simbah tidak ada, mereka pergi ke kebun untuk mengambil sayuran, mbak Aish juga ikut serta sehingga para sahabat ini dengan leluasa menginterogasi sahabatnya.
"Tanya aja sama dia." ucap Muthia dengan menunjuk ke Dimas dengan sorot mata geram.
"Jangan bilang kalian melakukan hal yang di hindari Mimk selama ini." tebak Irma dengan beranjak mendekati Dimas.
"Jawab Dimas, kamu apakan Mimi?" tanya Irma dengan menggoyangkan badan Irma.
"Dan kamu Fia, atau jangan-jangan kamu juga melihat apa yang terjadi di dalam tadi?" tanya Irma yang sedari tadi curiga pada Fia yang mendadak diam namun mulut Fia yang bergetar menahan amarah tidak bisa di bohongi dari pandangan Irma.
Saridi yang mendengar ucapan Irma langsung menatap ke Selfia. Selfia masih diam tak ingin menjawab.
"Emang ada apa Muth?" tanya Irsyad.
"Tanya saja sama dia." ucap Muthia.
Saridi melihat Selfia dengan tatapan dalam, seolah dia meminta maaf pada Selfia melalui tahapan matanya namun selagia acuh.
"Hmm sudah aku duga." ucap Irsyad.
"Kalian itu sudah berapa lama bersahabat sama Mimi hmm.. Masa iya kalian tidak bisa mengetahui karakter dia bagaimana. Aku tau selamaa ini kamu ( Irsyad menunjuk ke Dimas dan Saridi ) menyukai dan mencintai Mimi sederi dulu."
"Percaya sama omongan ku, sampai kapanpun cinta kalian tidak akan terbalas sama dia."
"Dan kamu Sar, kamu sampe rela melepaskan mutiara digenggammu demi mengejar berlian yang berkilau yang belum tentu bisa kamu gapai. Ingat bro, Mimi bukan cewek murahan yang gampang memberikan hatinya kepada orang lain apa lagi sama kalian yang sudah di anggapnya lebih dari sahabat."
"Jangan sampai persahabatan kalian merenggang hanya menuruti keegoisan kalian." ucap Irsyad dengan menepuk bahu Dimas.
"Cinta nggak harus memiliki bro, cukup kalian mencintainya dengan melindungi dirinya bukan merusaknya." imbuh Irsyad yang juga ikut geram dengan perlakuan Dimas.
"Dan satu lagi jangan sampai kalian menyesal nantinya. Lihat saja mulai saat ini kalian tidak akan bisa mendekatinya seperti biasanya. Hanya karena keegoisan satu orang semua nya akan terkena imbasnya" ucap Irsyad dan berlalu masuk ke dalam rumah.
Dimas terdiam bahkan semuanya pun terdiam setelah mendengar ucapan Irsyad.
"Puas Dim, apa sih yang kami dapatkan dengan melakukan hal itu hah!!" ucap Muthia.
"Tia rasa, Mimi susah mengatakan lada kalian berdua kan? Sebenarnya kalian itu juga tau bagaimana Mimi, tapi keegoisan kalian itu menutupi jatidiri kalian. Kalian tau kalau sampai saat ini di hatinya Mimi itu masih ada kak Syahril." ucap Muthia kesal.
"Mungkin sampai kapanpun, hati Mimi tidak akan berpaling. Dan kamu Dimas, dengan perlakuan kamu tadi sama saja kamu melecehkan dia Dim. Dimana sih hati kamu Dim. Astaghfirullah Aahhh." ucap Muthia dengan rasa kesal yang teramat dalam.
"Apa salah aku Muth, apa!!! aku hanya ingin dia move on Muth. Aku ingin dia tau kalau aku tidak bisa berpura-pura menganggap dia sekedar sahabat, aku ngak bisa Muth. Nggak bisa." jawab Dimas !ngelhaekan segala unek-unek nya.
"Aku menyukainya, aku mencintai dia sepenuh hati aku Muth. Aku nggak bisa membuang begitu saja rasa sayang dan cinta aku. Aku ingin dia tau.. Di dunia ini cowok bukan hanya Syahril saja," ucap Dimas.
Plaaak bug Riko menampar dan menonjok Dimas karena dia juga merasa geram atas perlakuan Dimas kepada Mimi.
"Sadar Dim, apa elo bilang cowok bukan Syahril saja.. Nah Lo sendiri apa hah!! emang di dunia ini cewek Mimi doang hah!!" ucap Riko yang juga kesal.
"Lo boleh menyayangi dan mencintai dia Dim, kita pun sama. Kita semua juga menyayangi dan mencintai Mimi, tapi dalam artian sahabat, saudara Dim. Jujur aku nggak tau apa yang akan terjadi kedepannya, pastinya persahabatan ini akan merenggang mungkin bahkan Mimi sudah tidak menganggap kita-kita sahabatnya lagi." ucap Riko menyadarkan Dimas.
"Dan kami Sar, jangan juga kamu sampai menyesal nanti. Jangan buat hati kamu bimbang, kamu bimbang saat ini karena kami sendiri yang membuatnya." ucap Riko.
Irsyad berjalan menuju kamar Mimi, perlahan dia masuk dan melihat Mimk yang tertidur, terlihat jelas bekas air mata di pipinya.
__ADS_1
"Aku tidak heran lagi Mi, siapapun pasti akan berusaha untuk mendapatkan mu" ucap Irsyad.
"Andai kau tau bagaimana Abang saat ini Mi. Dia sama menderitanya dengan kamu." ucap Irsyad lagi dengan mengingat keadaan Syahril dan setelah itu dia oh. keluar kamar.
Terdengar suara Adan asar, Mimi pun terbangun. Dilihatnya disamping Selfia yanbbjjga ikut tidur dengan memeluk Mimi.
Yah setelah dia mengatakan kebenaran nya dan tak berselang lama Irsyad keluar dari rumah Selfia pun masuk kedalam kamar Mimi. Selagi merebahkan tubuhnya yang lemah disamping Mimi dan dia lun memejamkan matanya dengan memeluk Mimi.
"Fi, bangun dan asar." ucap Mimi !membangun kan Selfia.
"Emmm" ucap Selfia dengan mata terpejam.
"Fi ayo bangun" ucap Mimi.
"Iya iya." jawabnya dengan mengucek matanya.
Mimi beranjak keluar kamar dengan membawa handuk dan pakaian gantinya. Diikuti Selfia yang juga !membawa handuk dan pakaian ganti.
Mimi berjalan berpapasan dengan Dimas di dapur , Mimi tidak menghiraukan Dimas, usahkan menyapa melihatnya pun Mimi sudah enggan. Dimas yang merasa Mimi mulai vuek dengan dirinya hanya menghelakan nafasnya.
Jam lima sore mereka pun telah bersiap untuk pulang ke kota. Simbah berulang kali memeluk Mimi dan yang lain.
"Mbah kita pulang dulu ya." ucap Mimk dengan memeluk Simbah dan menyalaminya.
"Iya ndok, kalau libur kesini lagi ya ndok." ucal Simbah.
"Insya Allah Mbah." jawab Mimi dan yang lain. setan bersalaman dan berpamitan mereka pun segera naik mobil dan pulang.
Sepanjang jalan Mimi hanya diam begitu pula dengan Selfia dan Muthia, yah Muthia pulangnya naik mobil Irsyad karena dia masih merasa kesal dengan Dimas. Irsyad melihat Mimi dari kaca spion hanya menghelakan nafas nya. Mbak Aish sepanjang jalan tertidur nyenyak.
Mimi sampai kosan tepat jam delapan malam, mbak Aish dan Irsyad tidak mampir karena !mereka ingin segera Samali rumah untuk beristirahat.
Irma pun turun dari !pmobil Dimas, Mimi tidak menawarkan Dimas dan dua temannya untuk mampir. Bahkan Mimi langsung masuk kosan nya tanoa m!elerdukikan dirinya.
"Oke yank, kita pulang dulu ya." ucal Riko pada Irma.
"Iya hati-hati." jawab Irma dan setelah spergian mobil Dimas, Irma masuk kedalam kosan Mimi.
Mimi sedang membersihkan lantai kosannya di bantu oleh Selfia dan Muthia. Irma hanya menghelakan nafasnya dalam.
Dillah hari ini kembali uring-uringan karena chatnya diabaikan oleh Mimi.
"Lo kenapa sih Dil, keg cacing kepanasan gitu." ucapn
Satria dengan melihat Dillah keg abg labil.
"Dah sono me skngblo samperin dia sekalian dari pada keg emak-emak kehilangan daster gitu." ucap Reno yang ikut pusing dengan tingkah Dillah.
"Lo tuh dah tuir Dil, nggak pantes gaya Lo keg abg gitu." ejek Yogi.
"Dasar Dillah lagi puber kedua." ucap Satria asal.
"Sialan Lo pada." ucap Dillah.
"Sabar kenapa Dil, besok juga ketemu dikampus. Lo luasjn deh liat wajah Mimi yang imut itu." ucap yogi dengan tangan masih memegang stik PS.
"Emm Dil, Lo beneran nih mau ajak Mimi langsung kaw*n?" tanya Reno yang juga lagi memegang stik PS
"Emang mimi binatang di ajak kaw*n, nikah Ren nikah." sahut Yogi
"Iya nikah maksdunya Gi, protes aja Lo." jawab Reno.
"Beneran nggak Dil?" tanya Reno lagi.
"Em iya beneran lah, aku nggak mau nunggu lama-lama ntar di ambil orang lagi." jawabnya.
"Kok jawaban Lo keg lirik lagu sih Dil, nggak kreatif amat mengambil kata-kata" ucap Satria yang fokus dengan layar tv.
"Lah emang bener kan? gue nggak mau nunggu lama-lama, kalau bisa mah besok aku siap." jawabnnya.
"Lagak Lo," ucap Satria.
"Emm gue serius kalk Sat." jawab Dillah.
"Iya Dil terserah Lo. Yaaa buruan Ren kejar yang nk 15 Ren." ucap Satria dan akhir nya dia berteriak pada Reno. Karena mereka saat ini sedang bermain PS bersama.
tbc
__ADS_1