
Sepergiannya sang nyonya, mbok Siti segera memasak kesukaan anak majikan tersebut.
Mbik Siti sangat senang mendengar Dillah pulang ke rumah ini lagi karena semenjak Dua setengah tahun lalu Dillah tak pernah pulang sekalipun itu bulan ramadhan dan hari raya.
Disaat si mbok Siti sedang asik memasak kesukaan aden kesayangannya sambil bersinandung dangdut kesukaannya.
Dari tangga Dillah mendengar mbok Siti yang sedang bernyanyi senyum-senyum sendiri sambil menggelengkan kepala.
Ya mbok Siti jika hatinya sedang bahagia maka dia selalu bernyanyi baik itu lagi memasak ataupun sedang menyapu.
Mbik Siti sangat menyukai lagu-lagu dangdut lawas daei sekuntum bunga mawar, tembok derita dan lainnya. Lagu yang paling disukai mbok Siti adalah Diam bukan tak tahu dan rindu berat.
Seakan dua lagu itu mewakili perasaan yang sangat merindukan Dillah yang sudah di anggapnya anak sendiri.
Dillah sedari bayi selalu bersama mbok siti ketimbang bersama sang ibu, di tambah sewaktu sang ayah kembali merintis usaha yang sempat down sehingga perhatiannya berkurang kepada anak semata wayangnya.
"Buk.." Panggil dillah sambil memeluk mbok siti dari belakang.
Ya Dillah memanggil mbok Siti dengan ibu dan Dillah lebih menyayangi mbok siti ketimbang dengan maminya.
Dillah yangbsedari bayi di asuh sama mbok Siti sehingga baginya mbok Siti adalah ibunya karena cinta dan kasih sayang mbok Siti yang tulus terhadap dirinya.
Mbok Siti yang merasa di oanggikndan di peluk tiba-tiba dari belakang kaget.
"Eeee e dallah copot copot copot" ucap mbok Siti dengan latahnya sedangkan Dillah senyum dan kembali memeluk orang yang sangat disayanginya itu.
"Ibuk apa kabar?" tanya Dillah yang masih dalam pelukan si mbok.
"Ibu baik nak, kamu apa kabarnya toh Le." jawabnya dengan derai air mata dan mengelus tangan Dillah
Dillah membalikkan tubuh mbok Siti, Dillah melihat mbok Siti menangis di usapnya air mata yang membasahi pipi wanita paruh baya itu.
"Said kangen sama ibu," ucap Dillah dengan tersenyum dan kembali memeluk tubuh wanita paruh baya tersebut.
"Kalau kangen kenapa nggak pulang? ibu juga kangen sama Said." jawab mbok Siti
Dirumah iru hanya mbok Siti yang memanggil Dillah dengan nama Said, karena mbok Siti selalu memegang amanah nya kepada seseorang.
"Tanpq Said bilang, ibu pasti sudah tau." ucap Dillah dan sbil mengendus aroma masakan yanh di rindukannya.
"Hummmm ibu masak gulai kakap ya?" tanya Dillah.
"Iya Le, ibu masak gulai kakap kesukaanmu," Jawab mbok Siti.
"Wah pecel terongnya ada kan buk?" tanya Dillah.
"Iya ada ini tinggal goreng terongnya." jawab mbok Siti dengab hati yang senang.
"Hmm jadi laper Said buk." ucap Dillah.
''Hussh maaih puasa kan?" tanya mbok Siti.
"Ya masih lah buk, Said kangen masakan ibuk." ucap Dillah.
"Yaudah nanti pas buka baru boleh makan, sana gih kerjain apa gitu." ucap mbok Siti mengusir Dillah agar tak tergoda dengan masakannya.
"Yah ibu kok Said di usir sih." ucao Dillah dengan sedikit di cemberutin mukanya.
"Iya daei pada nanti batal puasanyanya kan sayang tinggal sejam lagi berbuka." ucap si mbok siti.
"Yaudah kalau gitu Said mau ngabuburit dulu ya buk, Assalamualaikum." Ucao Dillah.
"Waalaikum salam, hati-hati." jawab mbok Siti dan Said hanya mengacungkan tiga jadinya dengan dua jari yang di lingkari.
Sepergian Dillah mbok Siti kembali memasak, tak lupa dia membuat sambal kacang buat pecelnya dan sambal daun jeruknya.
Sedangkan Dillah telah janjian bersama Reno dan Bryan di alun-alun kota.
Di rumah Mimi dia dan kedua kakaknya kak Rani dan kak Siska membuat menu berbukanya.
"Mak, buat apa?" tanya Mimi ketika melihat emaknya menguoas kulit pisang.
"Mak mau buat snap pisang." jawab emak.
"Wah enak nya." jawab kak Rani.
"Snap pisang itu apa dan yang kayak mana mak?" tanya kak Siska yang tak tau apa itu snap pisang.
"Iya buk, snap pisang itu yang gimana?" Tanya Dewi.
"Snap pisang itu sama dengan pisang sari kaya kak, Wi." Mimi yang ngejawab.
"Apa Siska sama Dewi belum pernah makan snap pisang?" tanya emak.
"Ndak pernah rasanya mak." jawabnya kak Siska sedangkan Dewi hanya menggeleng.
Snap pisang atau pisang sari kaya merupakan salah satu makanan khas jambi seberang apa lagi di bulan suci ramadhan gini, snap merupakan kudapan yang manis.
Emak memarut kelapa untuk buat sarikaya nya, sedangkan Mimi membantu memasak buat makan malamnya.
Mimi membuat sambal matah dan sbal terasi buat ikan bakarnya. Ya menu malam inj adalah ikan bakar ikan nila. Ternyata bapak telah menyiapkan ikannya, bapak ambil ikan dari kolam ikan.
Ikan yang telah di beri bumbu di bakar oleh kak Rani dan kak Siska. membuat sambalnya Mimi menumis kangkung.
Emak kebagian buat menu berbuka yaitu snap dan cendol yang telah siap di buatnya tunggal di beri es batu saat dekat dengan waktunya.
Setelah semua beres kami semua beristirahat sejenak menunggu ashar. Suara adzan ashar pun berkumandang menandakan waktu ashar tiba.
Mimi membangunkan kak Syahril yang tertidur bersana yang lain di depan tv begitubpula dengan kak Rani dan kak Siska menbangunkan para suami.
"Kak, bangun." mimi membqngunkan kak Syahril dengan duduk di dua kakinya serta menggiyangkan lengan kak Syahril.
"Hemm.." Kak Syahril hanya berdehem dan matanya masih terpejam, begituboula dengan kak Arfan dan kak Rudi.
"Kompak bener nih mereka." ucap kak Siska yang juga gagal membangunkan mereka.
"Yaudah kak biarin aja dulu lebih baik kita segera berwudhu." ucap Mimi.
"Iya juga ya Mi," jawab kak Siska.
"Nih siapa duku yqng mau berwudhu?" tanya kak Rani.
"Kakak aja duluan, soalnya mimi qgaknlama karena mau sekalian mandi." jawab Mimi.
''Sama Mi, kakak juga mandi sekalian mandi gerah soalnya." jawab kak Siska.
"Sama berarti, yaidh gimana kalau kitq mandi bareng di sumur aja." Mimi memberikan usul dan mereka pun setuju.
Akhirnya Mimi, Dewi, kak Rani dan kak Siska mandi di sumur tak lupa kami memakai kain buat basahan.
Segar rasanya air mata air dari sumur ini menyentuh kulit.
__ADS_1
"Pantesan para cowok kalau dah mandi di sumur pada lupa waktu." ucap Kak Rani.
"Iya betul Ran, airnya seger gini." ujar kak Siska dengan mengguyur air ke kepalanya.
"Mana air nya jernih lagi." ucap kak Rani.
"Iya kak nggak semua sumur airnya jernih." ucap Mimi.
"Kok bisa gitu Mi?" tanya kak Siska.
"Gak tau juga Mimi kak, mungkin kadar zat air nya dlam tanah berbeda-beda makanya Makwo depan sama tetangga sebelah sana kalau ambil air buat minum di sumur ini." jelas Mimi.
"Sama Mi, sumur di runqh Dewi juga ndk sejernih ini." ucap Dewi.
"Masa Wi?" tanya kak Siska.
"Iya kak, makanya kakau di rumah Dewi buat air minum ya harus di endapin dulu airnya." ucap Dewi.
Setelah selesai mandi kami semua langsung memakai baju ganti dannyerus berwudhu.
Saat berwudhunternyata para cowok sedang belanja jalan menuju ke sumur.
"Lah dek kok ada di sumur?" tanya kak Rudi pada kak Rani.
Kak Syahril melihat ke arah Mimi dan menelisik dengan teliti.
"Adek mandi di sumur?" tanya kak Syahril.
"Iya kak, kami habis mandi di sini." jawab Mimi.
"Apaaa!!!" jawab mereka serentak.
"Kenapa ndaknmandi di rumah saja?" tanya kak Syahril.
"Iya karena kami mau mandi bersama jadi ya mandi di sumur." jawab kak Rani.
"Kalian mandi pakai apa?" tanya kak Arfan.
"Ya pakai kain lah." jawab kak Siska.
"Oh syukur lah." Ucapnya dengan mengelus dadanya.
"Emang nya pikir pakai apa yank?" tanya kak Siska.
"Pakai bikini." sahit kak Rudi.
"Gila mandi pakai itu disini." seru kak Rani.
"Ah udahlah kak, ayo buruan pulang keburu habis ashar." ucap Mimi dan lansung pergi meninggalkan mereka.
Kalau sudah bercerita hal dewasa takkan pernahbhabisnya, bagi yang sudah menikah mungkin dah nggak tabu di dengar namun bagi yang belum cuma bikin risih.
Sesampainya di dalam rumah Mimi langsug menunaikan sholat ashar begitu pula dengan yang lain.
Sehabis sholat Mimi duduk santai di tepian kolam bersama Dewi, kak Rani dan kak Siska serta bersama emak dan Nyai sedangkannpara cowok belum juga menampakan batang hidubgnya daei mandinya.
"Oh ya Wi, berbuka disini aja dulu ya?" ajak Mimi.
"Aduh Mi, aku belum bilang sama orang di rumah." jawabnya.
"Di telpon aja Wi dan bikang kalau Dewi lagi di rumah Mimi." ucap kak Siska.
"Emm baiklah kalau gitu, bentar aku ambil hp dan hubungi bapak ku dulu." jawab Dewi yang langsung beranjak maauk dalam rumah untuk mengambil hp nya.
Para cowok baru pada nongol dan mereka segera langsung menunaikan sholat ashar.
Dewi telah menghubungi orang tua nya jadi malam ini Dewi akan bernuka bersama di rumah Mimi.
Sambil menunggu waktu berbuka kami semua duduk-duduk di luar, Mamak yang tau kalau kak Rani dan kak Siska telah hamil dan mamak pun bertanya perihal kehamilan mereka.
"Oh ya Siska sama Rani katanya sudah hamil ya? sudah berapa bulan?" tanya emak
Seketika mereka menunduk dan bersedih Mimi yang melihatnya pun memjawab pertanyaan emaknya.
"Mak.. emm kak Siska sama kak Rani lagi kena musibah." ucap Mimi.
"Kena musibah? kalian kenapa?" tanya emak kepada Rani dan kak Siska sengan perasaan cemas.
"Kak Rani sama kak Siska janinnya hikang mak." ucap Mimi, emak dan Nyai kaget dan tak percaya.
"Maksudnya gimana? Rani, Siska." tanya emak.
"Sudah berapa bulan kandungan kalian?" tanya emak pula.
"Rani masuk 5 bulan mak." kawab kak rani dengan sedih.
"Siska Enam bulan mak." jawab kak Siska kuga denagn sedih mengingat anaknya yang di kandungannya berjenis kelamin laki-laki.
"Huh, apa kalian pakai syarat buat orang hamil?" tanya Nyai.
"Syarat apa it Nyai." tqnya kak Rani.
"Jringo bangle dan kencur serta peniti." ucap Nyai dan mereka hanya menggeleng.
"Itulah anak zaman sekarang kalau di kasih tau tak mau dengar da bilang syirik." ucap Nyai dan mereka berdua hanya diam.
"Sebenarnya syirik itu bila kita mempercayakan sepenuhnya pada benda tersebut melupakan allah swt, ini kan kita cuma berikhtiar melalui itu namun kita tetap percaya dan memohon hanya kepada allah swt. Intinya anggaplah barang ini hanya sebagai obat dan dzikir serta ibadah jangan sampai ditinggalkan." jelas Nyai.
"Iya Ran, Siska apa lagi diranah minang itu terkenal dengan pelesitnya." imbuh emak.
Mimi yang mendengar emak mengatakan pelesit pun akhirnya bertanya karena penasaran.
"Pelesit itu apa mak?" tanya Mimi.
Belum emak menjelaskan makwo depan rumah datang dengan tergopoh-gopoh.
"Eh rame rumah, kapan sampe kalian? nah ada Nyai juga. l" tanya makwo dengan membawa bingkisan.
"Oh ya Mak Ay ini ada kerupuk udang." ucap makwo dengan memberikan bingkisan yang dibawanya.
"Kerupuk udang dari tungkal yo makwo?" tanya Mimi.
"Iyo Mi, bang jhon kau bawa tadi." jawab makwo.
"Makasih buk." ucap emak
"Iyo samo-samo." jawab makwo.
"Siska dan Rani gimana? udah isi belum?" tanya makwo dan lagi-lagi mereka bersedih.
"Janin nya hilang buk." jawab emak.
__ADS_1
"Oo, kalian masih kuliah di kota pedang?" tanya makwo.
"Iya masih makwo." ucap mereka serentak dan makwo hanya menghelakan nafasnya kasar.
"Sebelumnya ada yang ngusap perut kalian ndak?" tanya makwo.
"Ya ada makwo dokter tempat kami periksa." ucap kak Rani.
"Selain itu?" ucap makwo lagi dan mereka mencoba mengingat ingat.
"Kalau hilang biasanya ada yang sedang berniat jahat, makanya kalau lagi hamil kami-kami dulu selalu meyelipkan peniti dan jeringo bangle kalau hendak berpergian keluar dari rumah." jelas makwo.
"Makwo katanya di ranah minang ada palasik ya makwo? itu hantu atau apa makwo? tanya Mimi.
" Itu bukan hantu Mi,
Menurut kepercayaan Minang kabau pelesit bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Sebuah ilmu hitam yang dipelajari oleh seorang manusia tertentu dengan tujuan untuk memperkuat diri. Ilmu palasik tersebut cukup terkenal dan banyak diketahui pada masyarakat minang. Ilmu hitam palasik tersebut merupakan ilmu yang turun temurun hingga keturunan ketujuh sehingga jika orang tua ada yang palasik maka akan menjadikan seorang anak juga wajib menganut ilmu tersebut." terang makwo.
"Kalau dia manusia, apa ada ciri-cirinya buat mengetahuinya makwo?" tanya kak Siska dan Mimi pun menganggukan kepala karena dia juga ingin tahu.
"Ada ciiri palasik yang dapat terlihat adalah tidak adanya cekungan diantara bibir dan hidung yang biasanya normal terdapat pada manusia. Palasik akan terbang dengan wujud kepala manusia tanpa badan yang melayang." Jawab makwo.
"Palasik tersebut sangat ditakuti oleh para ibu hamil di daerah kami karena kepercayaannya yang menyatakan bahwa makanan bagi palasik adalah janin atau bayi baik yang masih di dalam kandungan maupun yang sudah meninggal dan dikubur akibat keguguran. " ucqp makwo kembali.
"Makan Bayi dalam kandungan? apa dengan hikangnya jankn kak Siska dan kak Rani juga merupakan perbuatan palasik makwo?" tanya mimi dengan argumennya
"Nah kalau hilang makwo juga ndak tau Mi, tapi bayi yang terserang atau dimakan oleh palasik sering kali terjadi ketika berada di dalam kandungan dengan cara mengisap bagian ubun ubun bayi. Bayi yang mendapatkan serangan palasik bisa saja terlahir atau meninggal di dalam kandungan dengan tidak memiliki ubun ubun. Bayi yang masih dalam kondisi rapuh juga dapat dimakan oleh palasik yang menyebabkannya akan sering sakit sakitan atau yang biasa disebut sebagai penyakit ain. Penyakit tersebut lama kelamaan dapat menyebabkan bayi meninggal." Tearang makwo.
"Em makwo, apa ada ciri-cirinya ibu hamil itu yang terkena palaaik?" tanya kak Arfan yang ternyata dia juga ikut mendengarkan penjelasan makwo sedari tadi.
"Ada Fan, Palasik sebenarnya merupakan kondisi gaib dan kepercayaan di masyarakat yang belum dapat terbuktikan secara ilmiah maupun secara medis. Namun ada beberapa ciri ciri ibu hamil terkena palasik yang dipercaya dimasyarakat minang dapat menunjukan bahwa bayi di dalam kandungan sudah termakan oleh palasik yang diantaranya seperti:
Ibu hamil yang merasa gelisah, kondisi pertama yang dapat menjadi ciri ciri ibu hamil terkena palasik adalah ketika ada perasaan gelisah yang terjadi pada ibu hamil. Kondisi kegelisahan tersebut menunjukan adanya keadaan yang tidak beres pada bayi dan kehamilannya.Bayi tidak aktif bergerak, bayi yang terserang palasik tentu dapat meninggal di dalam kandungan sebelum dilahirkan sehingga akan menunjukan ciri tidak adanya kehidupan pada bayi yang salah satunya adalah kondisi bayi yang tidak bergerak secara aktif.
Detak jantung bayi menghilang, tanda tidak adanya kehidupan pada bayi yang selanjutnya adalah ketika tidak ditemukannya detak jantung dari bayi melalui proses pemeriksaan yang biasa dilakukan bidan maupun dokter kandungan.
Muncul pertanda keguguran, tanda tanda keguguran juga akan terjadi sebagai ciri ibu hamil terkena ilmu hitam palasik yang diantaranya seperti munculnya pendarahan, kontraksi, dan lain sebagainya.
Perkembangan janin terhambat, kondisi lain yang juga dapat diduga sebagai keadaan yang mengarah pada palasik adalah ketika janin di dalam kandungan tidak memiliki perkembangan janin yang normal dan terkesan cukup lambat.
Nah Itulah beberapa ciri ciri ibu hamil terkena palasik yang makwo tau dan sebenarnya hanyalah sebuah dugaan karena ciri yang disebutkan diatas dapat dijelaskan secara medis." Ywrang makwo
"Makwo kalau bayi yang sudah lahir yali doa sudahbyerkena palasik daei dalam.kandungan apa akan yeeljhat perbedaannya?" tanya kak Rudi.
"Iya Rid, koondisi palasik akan lebih terlihat ketika bayi sudah terlahir dan tidak mengalami keguguran pada saat terkena palasik yakni ketika bayi demam tinggi dan tidak kunjung turun dan sering mengalami penyakit serta ada masalah pada ubun ubunnya. Percaya atau tidak terkait palasik itu menjadi urusan pribadi dan hak masing masing yang terpenting ketika ada masalah pada proses kehamilan maka sebaiknya ibu membawanya ke dokter kandungan ataupun bidan agar mendapat penanganan yang tepat." Jelas makwo.
"Makwo cara kerja palasik itu gimana?" tanya Mimi.
"Pada umumnya pelesit bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepalanya yang melayang-layang mencari makan." terang makwo.
"Ihh seram." jawab mimi sambik bergidik ngeri.
"Emm makwo katanya pelesit itu ada jenisnya ya?" tanya kak Rendi yang juga ikut penasaran.
"Iya Rendi seperti yang makwo uraikan di atas tadi. Jenis pelesit ada bermacam-macam. Menurut jenis makanannya pelesit dapat dibagi berbagai jenis yaitu
Yang memakan bayi dalam kandungan sehingga bayi tersebut lahir tanpa ubun-ubun / mati dalam kandungan.
2.Yang memakan bayi yang masih rapuh sehingga bayi tersebut sering sakit-sakitan / meninggal
3.Yang memakan mayat bayi yang sudah dikubur.
Makwo begitu panjang menjelaskan tentang legenda di ranah minang tersebut.
"Hmm kok kalau dilihat dari cara kerjanya pelesit sama dengan kuyang makwo." ucap kak Ryan.
"Jelas ada perbedaannya Yan. Gini makwo jelaskan pengartiannya.
Kuyang adalah siluman berwujud kepala manusia dengan isi tubuh yang menempel tanpa kulit dan anggota badan yang dapat terbang untuk mencari darah bayi. Makhluk ini dikenal masyarakat di Kalimantan. Kuyang sebenarnya adalah manusia (wanita) yang menuntut ajaran ilmu hitam.
Pada siang hari, seorang kuyang akan menempuh hidup sehari-hari sebagaimana orang biasa. Pada malam hari kuyang akan terbang untuk mencari darah bayi atau darah persalinan untuk dihisap sebagai sarana menambah kekuatan ilmunya. Orang biasanya melihat dia terbang dengan mengeluarkan cahaya.
Sedangkan pelesit atau palasik menurut kepercayaan Minangkabau pelesit bukanlah hantu tetapi manusia yang memiliki ilmu hitam tingkat tinggi. Pelesit sangat ditakuti oleh ibu-ibu di Minangkabau yang memiliki balita karena makanan pelesit adalah anak bayi/balita, baik yang masih dalam kandungan ataupun yang sudah mati (dikubur), tergantung dari jenis pelesit tersebut.
Ilmu pelesit dipercayai sifatnya turun-temurun. Apabila orang tuanya adalah seorang pelesit maka anaknya pun akan jadi pelesit.
Pada umumnya pelesit bekerja dengan melepaskan kepalanya. Ada yang badannya yang berjalan mencari makan dan ada pula yang kepalanya yang melayang-layang mencari makan.
Nah jadi bedanya klo palasik tak cuman kepala, badan juga bisa berjalan lain halnya dengan kuyang yang hanya kepala saja dan isi-isi perutnya, itu saja yang makwo tau." jelas makwo
Karena asik mwndengae ownjwlasan daei makwo terdengar auara ngaji dari masjid yang menandakan waktu bwrbuka sebentar lagi dan akhirnya makwo pun pamit untuk pulang dan swbekum makwo pulang emak membeeikan sepiring snao pisang kepada makwo.
"Ya sudah besok kita lanjut, tuh di masjid sudah ngqji tanda waktu berbuka sebentar lagi, makwo mau pulang dulu kalian segera lah mempersiapkan buat berbuka kalian.'' ucapnya
"Tunggu buk, ini tadi kami buat snap pisang." emak memberhentikan langkah makwo dan memberikan sepiring snap pusang tersebut.
"Wah makasih mak Ay yaudah ibu oukang dulu ayah kau pasti la sibuk di rumah tu." ucap nya dan berlalu lulang ke rumah nya.
Sebelum kami maauk semua nyai pum berucap.
''Nah buat Rani dan Siska kalau dikaaih kepercayaan sama allah lagi satu yang haris diingat perbanyak membaca ayat suci alquran, dzikir jangan sampe putus dan mohon lah perlindungan dari allah swt serta turutilah omongan orang tua yang memberikan nasihat kepada kalian." ucap nyai dengan swgala nasihatnya.
"Iya Nyai, insya allah akan Rani ingat." jawab kak Rani.
"Uya Nyai insya allah Siska akan mengingatnya." jaaab kak Siska.
"Yaudah ayo kita masuk sebentar lagi mau berbuka." ajak Nyai dan kami pun semua masuk kedalam rumah dan segera menyajikan menu berbuka kami.
Dan hilangnya janin dalam kandungan kak Rani dan kak Siska maaih dalam sebuah misteri.
...**tbc***...
Assalamualaikum Alhamdulillah dapat update kembali DOKTER JANTUNGKU malam ini. Semoga ceritanya berkenan di hati para riders.
Jangan lupa terus beri dukungannya dan tinggalkan jejaknya berupa
FAVORITE
RATE
VOTE
LIKE
KOMEN
...TERIMAKASIH...
__ADS_1