
Sore hari, Mimi kembali berkutat dengan perdapuran. Mimi menyelesaikan segala masakannya, dari rendang yang belum di kasih satan, serta daging ayam yang di tumis bumbu kari dan bumbu sate kuali nya.
Sesekali Mimi menarik nafas panjangnya, lelah dalam sebuah perkerjaan dan lelah dengan pikirannya sendiri.
Mimi terus mengingat akan ucapan emak pagi ini tentang pendapat emak dengan Said. Karena tak ingin larut dalam pikiran maka Mimi menyegerakan memasaknya.
Tepat adzan magrib Mimi menyelesaikan semua masakannya, Mimi berbuka bersama keluarganya, terlihat Ay selalu mencuri pandang pada Mimi. Mimi mengetahui hal itu namun Mimi tetap tak menghiraukan nya.
Sehabis berbuka dengan memakan sepotong kue dan minuman air putih hangat, Mimi beranjak menuju kamar mandi untuk mandi dan berwudhu.
Sehabis sholat Maghrib, Mimi tak langsung beranjak dari sajadahnya. Mimi menyempatkan untuk mengaji, tak lupa dia berdoa dan dzikir.
Di rumah Ryan semua keluarganya sudah berkumpul bersama menikmati malam takbir, Dinalova serta Tiara adek Baiq selalu menjahili kedua pamannya Ryan dan Zacky.
Sedangkan Baiq, duduk seorang diri di balkon kamarnya menikmati angin yang berhembus di terangi cahaya rembulan dan di gemai Shara takbir.
Baiq kembali mengingat cerita masa lalu pamannya Syahril dan ayuknya Ay Mimi.
"Masa iya aku akan dijodohkan. Huhhh" ucap Baiq dengan seorang diri.
"Semoga aja Datuk tidak ikut-ikutan menjodohkan aku." ucap Baiq.
Terdengar dengan denting suara pesan masuk dari ponsel Baiq, Baiq mengabaikan ponselnya. Yah Baiq bosa n membaca ucapan selamat hari raya dari teman-teman sekolahnya, baik teman sekolahnya duku di ladang maupun teman sekolahnya saat ini.
Baiq terus berpikir bagaiman cara meyakinkan Ay kalau di keluarga nya tidak ada namanya perjodohan.
Tak hanya keluarga Ryan yang berkumpul, keluarga Syahril pun telah berkumpul, Afnan beserta kekeluargaan kecilnya, Afkar serta Kakek dan nenek Syahril pun ada.
Semenjak kejadian itu, Umma dan Kakek kembali akur selayaknya anak dan orang tua.
"Riil" panggil Kakek ketika melihat Syahril duduk seorang diri di teras.
"Emm iya tok." jawab Syahril.
"Apa kamu sudah menemuinya?" tanya sang Kakek, sebelum menjawab Syahril menarik nafasnya panjang.
"Sudah tok." jawab Syahril.
"Terus bagaimana?" tanya Kakek, lagi-lagi Syahril menarik nafas panjang dan menghembuskannya pelan.
"Emm dia menolak tok." jawab Syahril, kakek lun menarik nafasnya panjang serta menghembuskannya pelan.
"Maafkan datuk yang sudah memisahkan kalian dulu, apa dia sudah tau tentang kamu?" ucap Kakek dan menanyakan perihal Syahril saat ini.
"Iya sudah tau, cuma Syahril belum menceritakan keseluruhan dan kebenarannya " jawab Syahril.
"Kenapa belum diceritakan, coba kamu ceritakan semuanya sama dia, datuk yakin dia pasti kembali bersama kamu." ucap Kakek.
Syahril menyandarkan punggungnya ke bantalan kursi serta memandang ke arah jalanan.
"Dia sudah punya lelaki lain tok," ucal Syahril.
"Apa kamu yakin? apa kamu yakin dia menyukai dan mencintai lelaki itu? atau dia lakukan itu untuk menjauhi kamu saja." tanya sang Kakek.
"Syahril tidak tau yakin tau tidak, dari cerita emak lelaki itu akan melamar Mimi setelah perkerjaan nya semua beres." jawab Syahril, sang Kakek oun menyandarkan tubuhnya ke sandaran kursi yang dia duduki.
"Kejarlah dia, Datuk yakin lelaki itu hanya sebagai pelariannya saja." ucap Kakek
"Bagaimana Kakek bisa menyimpulkan seperti itu, sedangkan lelaki itu juga telah lama dikenalnya saat dia masih kuliah." ucap Syahril.
"Percaya sama datuk, mungkin dari luar dia menyukai lelkai itu."ucap daguk dan menjedahnya
"Namun Datuk yakin seyakin-yakinnya di hati nya !masih ada kamu disana. Apa kamu sudah bertanya hal itu?" ucap Datuk dan Syahril ragu untuk menjawabnya.
Yah malaam itu Syahril menanyakan hal itu namun tidak digubris oleh Mimi.
"Syahril ada bertanya tok, cuma.. Cuma Mimi tidak menghiraukannya."
"Dia selalu mengalihkan ke hal-hal lainnya, bahkan dia tidak setuju Syahril berpisah dengan dia (Zahrah) dan Mimi juga menyangka Syahril telah punya anak." jawab Syahril.
"Anak?" tanya kakek, Syahril mengangguk.
"Iya. Semalam Syahril mengajak dia serta Ay adiknya pergi untuk pertama kalinya."
"Syahril mengajak dia untuk berbelanja, tapi dia tidak mau. Karena dia tidak mau Syahril belikan baju jadi Syahril pura-pura membeli pakaian wanita dan Syahril meminta bantuannya untuk memulihkan pakaian itu."
"Nah mungkin dia sangka itu untuk istri Syahril padahal pakaian itu Syahril beli untuknya dan Syahril titip ke Ay."
"Saat berbelanja ke pakaian anak-anak syahril juga meminta pendapat dia untuk memikihkan pakaian anak cowok, dia lun memilihkannya model pakaian buat Adam dan mungkin dia kira buat anak Syahril." ucap Syahril.
"Apa kamu lihat diwajahnya ada tidak segurat kecewa saat kamu memintanya membantu memulihkan pakaian itu?" sahut Afkar yang baru berada di teras.
"Emm ada bang, cuma ya gitu. Terlihat sebentar saja sudahnitu biasa-biasa aja." jawab Syahril.
"Kamu ini Riil, Riil. Cewek itu ya gitu, dia akan terlihat biasa-biasa saja tetapi hatinya pasti sedih." sahut kakak ipar Syahril isteri dari Afnan yang juga ikut bergabung.
"Coba kamu desak dia, kamu tanya dia dari hati ke hati. Tanya sama dia apa masih ada kamu di hatinya atau tidak." imbuh sang ipar.
Disaat mereka mengobrol bersama, rombongan tukangbrusuh Baiq beserta kedua adik dan pamannya Ryan datang.
"Helloo epribadeh." Seru Dinalova
"Ciaa pemalak cilik datang, kabur dulu lah." ucap Afkar ketika !mendengar suara cempreng Dinalova.
"Eeeeeeeitsss aaaaayaaah afkaaar jangan maburrr." teriak Dinalova dan langsung berlari di ikuti Tiara di belakangnya. Afkar tak menghiraukannya, afkar terus berjalan masuk kedalam kamarnya.
Kakek hanya tersenyum melihat tingkah cucu dan cicit nya jika bertamu seperti Tom dan Jerry.
"Ada apa Dina, ayah ngantuk hoaaam" ucap Afkar setelah tertangkap oleh Dina dan Tiara.
"Baru jam berapa ini ayah, celet nian Pai lalok." ucap Tiara.
"Iya tau.. tapi badan ayah capek, main istirahat." jawab Afkar.
"Yah kkta ke matahari yuk, Tiara belum di belikan baju lebaran sama mamah." ucap Tiara dengan mengajak Afkar untuk berbelanja.
"Aisss malas ayah, apa lagi pasti nih malam rame berdesakan, kenapa tidak ajak mamah papah kalian aja." ucap Afkar.
"Hmm mamah tidak bisa ayah, kata papah mamah lagi ada adek dalam perutnya." ucap Tiara seketika membuat orang disana melongo tak terkecuali Afkar.
"Apaaa!!" ucal Afkar terkejut.
"Isss ayah biasa aja kali, Tiara senang kok punya adik bayi lagi." ucap Tiara.
"Iya kamu senang, Abang malu." seru Baiq.
"Yee kan abang yang malu, Tiara sama Dina tidak weee." ucap Tiara dengan megejek abangnya.
"Cieee Baiq.." ejek Syahril.
"Apaan sih Om, ayo Om kkta pergi saja." ucap Baiq dan mengajak Syahril pergi.
"Pergi kemana?" tanya Syahril.
"Ngapel la.. Mau ndak?" ucap Baiq dengan mengedipkan sebelah matanya.
"Hemm" ucap Syahril.
__ADS_1
"Yaudah ayok." ucap Baiq.
"Eh kalian mau kemana?" tanya Ryan yang baru dari belakang.
"Mau ngapel Om, km mau ikut?" ucap Baiq dan bertanya lada Ryan.
"Yee yang ada jadi obat nyamuk," ucap Ryan, karena jika ikut mereka berdua dia hanya seorang diri karena rumah Mimk dan Di'ah tak satu tempat lagi.
"Yaudah kalau gitu, Om tungguin dua nak tuyul itu ya." ucap Baiq yang mengatai adeknya ank tuyul.
"Lah kalau dia ank tuyul kamu abangnya tuyul dong." ucap Kakek.
"Iya yaa, berarti Aki Aki nya tuyul dong." ucap Baiq dengan bercanda.
"Dasar anak ingusan." ucap Kakek.
Ryan terpaksa ikut karena di suruh sama Kakek u tuk jadi satpam mereka. Dengan antara berat hati dan senang Ryan lun menyetujuinya.
Dina dan Tiara yang melihat ke ketiga lelaki itu akan keluar mereka pun meminta untuk ikut.
"Abang, abang mau kemana?" teriak Dina.
"Mau ngapelin anak gadis orang " seru Baiq yang hendak berjalan menuju mobil Ryan.
"Tuh sana ikut abang kalian aja, sekalian ajak belanja." usut Afkar.
"H!m boleh juga ide cemerlang ayah, ayok kak kita ikut Abang." ajak Tiara.
Emm ayok ,tapi.. " ucap Dina menjedah dan melihat ke arah ayahnya dan menengadah kan tangan nya.
"Apa?" tanya Afkar.
"Ayah, belanja itu pakai uang ayah. Dina dan Tiara tidak punya uang. Jadi Dina dan Tiara minta THR nya sekarang." ucap Dina.
"Ckk kalian ini, ayah tidak punya uang cash." jawab Afkar berbohong.
"Coba liat." ucap Tiara yang juga ikut menengadahkan tangannya.
"Nih, cuma ada 500rb." ucal Afkar dengan menunjukan dompetnya yang berisi 500rb.
"Emm ndak apa lah Yah, sebagai DP nya." ucap Dina dengan mengambil yang terabut an berlari ke Afnan.
"Papinya adek Malik." panggil Dina dengan gaya manja.
"Hmm" ucap Afnan yang tau jika gadis kecil itu sedang minta bagiannya.
"Mana pi?" tanya nya dengan mengedipkan matanya.
"Papi nggak ada, minta sama Mami." jawab papi.
"Mami mana?" tanya Tiara.
"Di kamar, nidurin adek." jawab Afnan.
Dina yang melihat kedua Om serta abangnya sudah masuk kedalam mobil, Dina pun berteriak.
"Oomm, abaaang tunggu." teriak Dina yang siap berlari.
"Dek, kamu temuin mami gih, biar kakaak tahan mereka." ucap Dina yang sudah melesat mengejar kedua om serta abangnya.
"Hos hos hos, di hoh hoh panggil itu dengerin napa." ucapdina dengan nafas yang ngos-ngosan.
"Ada ala sih dek?" ucap Baiq.
"Huh, kita mau ikut." ucap Dina.
"Nggak, ikut pokoknya." ucap Dina yang sudah melesat masuk kedalam.
"Lah, anak tuyul ngapain masuk." ucap Ryan.
"Ya mau ikut lah." jawab Dina. Tak lama Dina masuk, Tiara kun masuk kedalam mobil.
"Lah dek, kok cepat?" tanya Dina.
"Kata Papi nanti di transfer ke Om Syahril." jawabnya yang juga terlihat ngos-ngosan.
"Oo, kata papi berapa? nanti dikorupsi lagi sama Om Aril." ucap Dina dengan melirik ke arah Syahril.
"Kata papi dia akan transfer 3jt buat berdua." ucap Tiara.
"Mm Om, udah masuk belum transferannya?" tanya Tiara.
"Transferan apa?" tanya Syahril yang belum mengerti.
"Transferan THR dari papi." jawab Tiara.
"Belum ada.'' jawab Syahril.
"Yah, papi bohong dong. " ucal Tiara lesu.
"Udah, nanti kita pinta lagi dan harus lebih." ucap Dina.
"Iya benar kak." jawab Tiara dengan berbinar.
Mereka semua berangkat ke rumah Mimi, Dina, Tiara duduk bertiga dengan Baiq.
Sepanjang jalan ada saja yang dibicarakan dua gadis cilik ini. Dina dan Tiara yang baru kelas 1smp. Usia mereka dengan Baiq lumayan jauh 6tahun.
Saat sampai depan rumah Mimi, Dina maupun Tiara bingung kenapa mereka kesini.
"Lah bang, kkta dimana?" tanya Dina.
"Iya, katanya mau ke mall?" tanya Tiara.
"Yee siapa juga yang bilang mau ke mall." ucap Baiq.
"Kata ayah Afkar." ucap Tiara.
"Beuh, mau aja di bohongin sama ayah. Kan abng sudah bilang mau ngapelin anak gadis orang." ucap Baiq yang sudah turun dan diikuti dua gadis cilik itu.
Baiq menedekati pintu dan mengetuknya serta mengucapkan salam.
"Assalamualaikum." ucap Baiq dan yang lain.
"Waalaikum salam " jawab yang didalam. Miminyanh mendengar suara salam dari luar menghentikan aktifitasnya yang sedang menghiasi agar-agar nya.
Ay juga menghentikan sejenak aktifitas yang membantu Mimi dan Ay beranjak berdiri dan berjalan menuju pintu.
"Baiq " ucap Ay.
"Assalamualaikum Ay " ucap Baiq.
"Emm waalaikum salam, ayo masuk. Kak Syahril, Kak Ryan, Ayok masuk." jawab Ay mempersilahkan mereka masuk.
"Ini siapa Iq?" tanya Ay ketika melihat dua gadis kecil dihadapannya.
"O ini adek aku, Dina dan Tiara.
__ADS_1
"Dinalova kak, panggil Dina aja." ucap Dina memperkenalkan dirinya dengan mengulurkan tangannya.
"Aku Tiara ayu, panggil Tiara." ucap Tiara memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangan nya.
"O, yaudah Ayok masuk." ucap Ay.
"Nama kakak siapa?" tanya Tiara sembari jalan beriringan dengan Ay.
"Nama kakak Ayu biasa di panggil Ay." jawab Ay.
"Wah nama kita sama ya kak " ucap Tiara.
"Iya." jawab Ay.
"Lagi apa Ay?" tanya Syahril ketika melihat ada namlan di tengah rumah.
"Ini kak lagi buat agar-agar." jawab Ay.
"Mak, pak." ucap Syahril yang langsung menyalami mereka dan diikuti yang lainnya.
"Bentar ya Iq, Ay ambilkan minum dulu." ucap Ay yang langsung kebelakang.
Dina dan Tiara yang cekat berbaur dialun mengikuti Ay kebelakang.
"Kak, sini Dina sama Tiara bantu." ucap Dina.
"Yaudah, tolong bawakan kue ini ya." ucap Ay, mereka pun kembali masuk kedalam.
"Wah ini agar-agar ya kak?" tanya Tiara yang melihat agar-agar yang dicetak ikan dan sebagian telah di hias.
"Iya " jawab Ay.
"Wah lucu, keg ika n beneran." sahut Dina dengan terus mengamati agar-agar lucu itu.
"Setelah ini diapakan kak?" tanya Tiara.
"Nanti dimasukkan kedalam cup." jawab Ay.
"Seperti ini." imbuh Ay dengan menunjukan ke agar-agar ikan yang sudah di dalam cup.
"Ih cantiknya" ucap Dina.
"Kak, Sina boleh bantu mewarnainya?" tanya Dina.
"Boleh, ini kuas dan ini pewarnanya." ucap Ay dengan memberikan kuas serta pewarna yang dibutuhkan di dalam mangkok. Dina dan Tiara pun ikut berkreasi.
"Ay panggil, Ayuk Mimi." ucap emak.
"Emm iya Mak, bentar." jawab Ay dan langsung beranjak ke menuju kamar Mimi.
Mimi yang habis terima telpon dari sahabatnya ku. akhirnya keluar.
"Yuk di panggil mamak " ucap Ay.
"Iya" jawab Mimi dan keluar bersama dengan Ay.
"Kak," ucap Mimi dan melihat kedua gadis kecil, Mimi merasa pernah lihat kedua anak itu.
Dina maupun Tiara yang mendengar suara orang lain di rumah ini pun berhenti swjeank dari kreasinya.
"Lah ini kan dokter Mimi kan." seru Tiara.
"Iya sek, ini dokter Mimi. Dokter apa kabar? masih ingatkan sama kita?" ucap Diana dan menyalami Mimi.
"Kalian?" ucap Mimi.
"Iya dok, kami sahabatnya Kayla. Rumah dokter di sini ya?" tanya Dina.
"Iya, kalian kok bisa.." ucap Mimi terkesan dan melihat ke arah Syahril dan Ryan serta Baiq meminta penjelasan.
"Dia adik Baiq kak." jawab Baiq.Mimi hanya mengangguk tanda mengerti.
"Ayo dok, kita Selfi. Nanti biar Dina kasih tau Kayla kalau kita berdua bertemu dokter disini." ucap Dina.
"Iya dok, pasti Kayla senang. Kata Kayla dokter mau jadi mami nya dia." imbuh Tiara, yang membuat Mimk memelototkan matanya tidak percaya akan omongan kedua anak ini.
Tak hanya Mimi, Syahril, Ryan serta kedua orang tua Mimi lun ikut tercengang.
"Kalian kenal sama kak Mimi?" tanya Baiq.
"Ya kenal lah, dokter Mimi ini dokter yang bantu operasinya Kayla." jawab Dina sambil terus mengajak Mimi untuk berselfi.
"Ada saiangan baru Riil." bisik Ryan.
"Eh kata siapa?" tanya Mimi.
"Kata Kayla dok, kata Kayla papinya juga menyukai dokter." ucap Tiara.
"Eh enak saja, dokter Mimi ini calon aunty kalian." seru Syahril tidak terima.
"Hah masa iya Om." tanya Dina.
"Iya, emang kalian nggak mau?" ucap Syahril.
"Ya maulah, tapi kan kasian Kayla Om."jawab Tiara.
"Ckk kalian Kasim sama teman kalian atau sama Om. " ucap Syahril.
"Emm ya sama Om lah, tapi kasian sama dokter Mimi nya jadi rebutan." ucap Tiara.
"Dok, dokter beneran sama papinya Kayla?" tanya Dina memastikannya.
"Emm tidak," jawab Mimi.
"Syukurlah kalau gitu " ucap Dina merasa lega.
"Terus dokter samaa Om Aril benaran pacaran?" tanya Tiara. Mimi mau jawab tidak tetapi Syahril langsung memotongnya.
"Kalian ndak percaya, tanya aja sama Om Yan sama abang kalian." ucap Syahril. Dina dan Tiara lun melihat ke arah orang yang disebut namanya.
Ryan maupun Baiq ambil aman saja dan mereka berdua mengangguk. Sebelum mereka keluar Mimi menyelesaikan agar-agar nya terlebih dahulu, setelah selesai barulah mereak keluar mengikuti keinginan dua gadis cilik itu.
Hasil yang telah selesai.
Assalamualaikum maaf baru bisa di kirim naskahnya malam ini, tadi siang hp nya ngadat, mati sendiri seperti ke restart ulang.
Maaf ya tanla pemberitahuan dahulu memasukkan nama kalian di karya authore. Itu authore lakukan sebagai tanda terima kasih author pada kalian yang sudah setia di DOKTER JANTUNGKU.
selamat membaca
__ADS_1
tbc