DOKTER JANTUNGKU

DOKTER JANTUNGKU
kelulusan syahril


__ADS_3

Hujan tak jua berhenti, senja pun telah berganti, Syahril cs akhirnya pamit undur diri.


"Dek, kakak pulang dulu ya." pamitnya.


"Iya kak, hati-hati." jawab Mimi.


Hujan yang tak kunjung berhenti, sangat awet bak diberi zat formalin, dengan cuaca yang dingin sangat menunjang untuk setiap insan di muka bumi terlelap dengan nyenyaknya hingga ayam jantan berkokok di pagi hari.


"Alhamdulillah." Mimi mengucapkan syukur diwaktu terbangun oleh suara muadzin mengumandangkan adzan subuh dengan merdunya.


Mimi tertidur dengan lelap nya tanpa ada gangguan. Mungkin karena badan yang terlalu lelah atau cuaca yang juga sangat mendukungnya.


Sinar mentari begitu cerah menampakkan diri di pagi hari setelah semalam di guyur oleh rintik hujan.


Seperti biasanya jika hari Minggu Mimi beraktivitas sangat padat, selain mencuci hari ini dia pun harus menyetrika pakaian yang belum sempat disetrika ya beberapa hari yang lalu.


**


Syahril pun seperti biasa aktivitas di hari liburnya selain berolah raga pagi dengan menggeoskan sepeda menuju ke rumah Ryan dan Andri.


Sesampainya disana Ryan dan Andri pun telah siap dengan perlengkapan geosnya, rencana mereka akan bergeos dari rumah Ryan menuju rumah Rudi dan langsung memutar ke arah sekolahan dan kembali ke rumah masing-masing.


"Oh Yan, Ndri, Rud hari ini kita ke cafe ya sekalian cek keuangan cafe sebelum kita berangkat ke kota pedang." ucap Syahril sbik menggeoskan sepedanya.


"Iya Riil, perlu di ajak nggak Idho cs." jawab Ryan.


"Ya di ajak aja lah, sekalian kita membahas Giman kelanjutan cafe kita." sahut Andri.


"Betul itu, tapi untuk kedepannya kita perlu orang untuk selalu memantau cafe apa lagi bila kita sudah stay di kota pedang." sahut Rudi.


"Hemm, iya juga sih. Menurut Lo siapa Riil yang harus kita beri tugas?" tanya Ryan.


"Belum tau juga gue, entar kita pikirkan lagi." jawab Syahril dan mereka pun menggeoskan tanpa henti hingga finish.


Syahril, Ryan, Andri dan Rudi memiliki usaha bersama berupa cafe dan kedai roti. Mereka merintis usaha tersebut berawal dari abangnya Syahril yang juga memiliki usaha resto.


Walau mereka dari keluarga yang berada, mereka tidak selalu bergantung kepada kedua orang tua mereka.


Sehabis Goes Syahril langsung membersihkan diri dan bersiap untuk pergi ke cafe nya dan sebelumnya dia telah mengirimkan pesan wa ke group cafe Gaol nya.


Selesai mandi dan bersiap syahril menghubungi Mimi.


"assalamualaikum dek." ucapnya melalui video call.


"Waalaikum salam kak, ada apa?" Mimi menjawab dan bertanya.


"Adek lagi apa?" tanya Syahril balik.


"Mimi lagi nyetrika nih" jawab Mimi danemperlihatkan tumpukan pakaian yang sedang disetrika nya.


"Adek sibuk ya?" tanya Syahril setelah melihat tumpukan pakaian Mimi.


"Lumayan kak, ada apa? tanya Mimi.


"Emm kakak mau ngajak adek lah, kemaren kan tertunda karena hujan." kelas nya.


"Oo.. yaudah Mimi selesaikan dulu setrikanya tinggal beberapa helai lagi kok." jawab Mimi.


"Yaudah selesain cepat ya." ucap Syahril namun dia tak mengakhiri panggilan video call nya.


"Iya tapi sudahlah dulu vc nya." ujar Mimi.


"Gak usah dek biar kakak bisa lihat adek lagi nyetrika." jawab Syahril.


"Yah kalau gitu gimana mau cepat Mimi nyelesein nya kalau tangan satu pegang hp." ucap Mimi.


"Hahaha ya di letakkan dimana gitu dek hp nya.. Tapi di letakkan yang kameranya ngadao ke adek ya.'' Syahril ketawa renyah.


Mimi tak menjawab, dia langsung meletakkan hp nya di tumpukan pakaian yang telah disetrika. Mimi sandarkan hp dan kamera nya yang pas mengarah ke Mimi.


"Hemm gimana kak kelihatan nggak?" tanya Mimi setelah meletakkan hp tersebut.


"Iya kelihatan." jawabnya.


"Yaudah kalau gitu Mimi lanjut nyetrikany ya." ucap Mimi dengan melanjutkan kegiatannya.


Syahril masih setia menemani Mimi nyetrika sambil mengobrol melalui video call dan tak terasa semua pakaian pun selesai disetrika.


Mimi terdengar ada salam dari video call tersebut dan Syahril menjawab salam yang ternyata Ryan Andri dan Rudi yang datang kerumahnya.


"Wah, lagi apa Lo bro?" tanya Ryan basa-basi.


"Lo liat ndiri aja." jawab Syahril dengan melihatkan kamera hp nya ke arah Ryan.


"Oo lagi nemani Mimi nyetrika rupanya." jawab Ryan sambil duduk disampingnya Syahril.


"Gimana dah siap Riil?" tanya Andri yang telah mencomot gorengan di atas meja.


"Udah tunggal nungguin Lo pada." jawab Syahril dengan mata masih menatap ke kamera.


"Apa sih yang elo lihat, dari tadi video call and tapi gue nggak denger suara Mimi." ucap Andri.


"Ya lihatin Mimi lah, nih dia lagi bolak balik ngangkatin pakaian yang udah disetrikanya." jawab Syahril


Mimi yang sedang bolak balik dari luar masuk kedalam kamar dan menyusun pakaian ke dalam lemari dan seketika dia teringat kalau masih terhubung dengan Syahril.


"Kak, udah dulu ya? Mimi mau nyusun pakaiannya dulu." ucap Mimi.


"Iya, assalamualaikum." jawab Syahril.


"Waalaikum salam." Mimi ngejawab salam dari Syahril dan dia terus mengangkat pakaian nya.


Setelah selesai Mimi segera bersiap-siap supaya jika Syahril sampai dia telah siap untuk berangkat dan tak lupa Mimi menghubungi Di'ah dan meminta Di'ah untuk bersiap juga.


"Assalamualaikum Di'ah." ucap Mimi meluk telpon.


"Waalaikum salam mi, ada apa?" jawab Di'ah dan bertanya to the poin.


"Diah lagi apa?" tanya Mimi.

__ADS_1


"Nih baru selesai nyetrika." jawab Di'ah yang ternyata dia juga baru selesai nyetrika.


"Di'ah siap-siap ya, bentar lagi kak Syahril dan yang lain datang." ucap Mimi.


"Emang mau kemana Mi?" ya ya Diah yang belum mengetahui kalau hari ini akan di ajak keluar.


"Kak Syahril ngajak keluar Di'ah, buruan ya nih Mimi juga lagi siap-siap udah dulu ya assalamualaikum." Mimi langsung mengakhiri sambungan telponnya.


Tak lama terdengar suara deru mobil di bawah dan Mimi langsung menuju ke pintu untuk melihat siapa yang datang dan ternyata mobil dari Ayuk May tetangganya yang datang.


"Mau kemana Mi? tanya Ayuk May dengan ramah


"Mau keluar yuk, lagi tunggu jemputan." jawab Mimi dengan senyum.


"Oh nunggu jemputan ayang beb nya ya." ledek om Hendra.


"Iya om, tau Bae om Hendra nih." jawab Mimi.


"Ya tau lah siapa lagi yang di tunggu Mimi kalau bukan ayang beb nya." canda om Hendra.


"Sudah lah Yah, buat malu Mimi bae lihat tuh tambah merah mukanya hahaha." ledek Ayuk May.


"Ye Ayuk nih malah ketawa ." jawab Mimi dengan pura-pura cemberut.


"Jangan cemberut Mi, hilang nanti cantiknya dak jadi Ayang Syahril ngajak jalan." canda om Hendra.


"Udah udah yah jangan gangguin Mimi terus ayok kita naik ke rumah biarin Mimi nungguin ayang Ariil nya sendiri." ucap Ayuk May yang terus meledek Mimi..


"Yaudah ayok mah kita naik," ucap om Hendra mengajak ayuk may "Ndree naik." serunya kepada sang anak yang langsung main ketika turun dari mobil.


om Hendra adalah suami dari Ayuk May. Ayuk May selain tetangga sebelah rumah nyai dia juga adalah teman dari Bicik Mimi.


Entah sebab apa Mimi manggil Ayuk May dengan panggilan Ayuk seharusnya nya Mimi panggil tante dan Mimi tetap memanggil om Hendra dengan sebutan om.


Di'ah yang telah bersiap akhirnya dia pergi kerumah Mimi. Dia melihat Mimi sudah ada di teras dia pun langsung naik ke atas.


"Belum sampai Yo Mi?" tanya Di'ah sambil duduk di bangku depan Mimi.


"Belum kayaknya." jawab Mimi sambil memainkan hpnya


"Beuh tadi nyuruh buru-buru bersiap Ndak tau nya belum nyampe." cicit Di'ah dan dia juga ikutan main hpnya.


"Iya Di'ah Mimi tadi pun buru-buru nyetrikanya di buatnya." jawab Mimi.


"Mimi lagi main game ya?" tanya Di'ah.


"Indak." jawab Mimi singkat.


"Terus lagi ngapain?" tanya Di'ah lagi sibuk memainkan game ular.


"Nih lagi baca novel." jawab Mimi sbari memperlihatkan ke Di'ah.


Di'ah pun mempause permainannya dan melihat ke hp Mimi.


"Apa nama apk nya mi? tanya Di'ah yang mulai penasaran sehabis membaca bab novel yang sedang Mimi baca.


Diah dengan cepat dan lincah langsung mendownload aplikasi tersebut


"Novel yang bagus apa Mi?"Tanya nya.


"Banyak Di'ah baca aja." jawab Mimi malas karena waktu bacanya terganggu.


"Nah Mimi lagi baca novel yang mana?" tanya nya lagi.


"Huhhh, nih Mimi lagi baca novel horor." jawab Mimi.


"Iya apa judulnya?" tanya Di'ah lagi.


"Kampung hantu." jawab Mimi dan Di'ah pun mencoba mencari nya.


Mimi melihat Diah masih terus mencari pun bertanya.


"Ketemu Di'ah?" tanya Mimi.


"Belum, terlalu banyak novelnya jadi lama nemuin nya." jawab Di'ah yang masih terus mencari.


"klik langsung di genre nya terus cari horor ntar ketemu lah." terang Mimi dan Di'ah langsung mengikuti apa yang diterangkan Mimi.


"Hmm dah dapat." ucap Di'ah baru dia ingin membaca terdengar deru mobil di bawah dan ternyata adalah Syahril dan Ryan.


"Assalamualaikum." jawab mereka setelah naik ke atas.


"Waalaikum salam." ucap Mimi dan Di'ah.


"Wah dah pada siap-siap rupanya." ucap Ryan.


"Dari tadi." jawab Di'ah ketus dan matanya langsung beralih ke hp nya.


"Lagi lihat apa dek?" tanya Ryan kepada Di'ah.


"Nih lagi mau baca novel." jawabnya Di'ah.


"hobi baca novel juga?" tanya Ryan.


"Baru kok barusan download." jawab Di'ah.


"Yaudah kita langsung berangkat aja ya?" ajak Syahril dan di angguki oleh Mimi.


"Yaudah Mimi pamit dulu sama nyai." jawab Mimi dan berlalu masuk.


Mimi sudah pamitan bersama nyai, Mimi dan nyai menuju ke teras, Syahril cs pun. langsung menyalami dan langsung pamitan.


"Nyai Ariil ajak Mimi jalan dulu ya?" pamit Syahril dan minta izin kepada nyai.


"Iya hati-hati." jawabnya.


"Assalamualaikum." jawab kami semua.


"Waalaikum salam." jawab nyai dan kami semua turun danasuk kedalam mobil.

__ADS_1


Didalam mobil bertanya.


"Emang kita mau kemana kak?" tanya Mimi.


"Kita mau ke cafe dulu ya?" jawab nya.


"O ok, kok tumben cuma berdua?" tanya Mimi lagi.


"Andri dan Rudi nunggu di rumah Idho.'' jawabnya dan taknla kami pun sampai di rumah bang Idho tapi kami tak mampir karena mereka juga sudah stay di dalam mobil.


Untuk menuju ke cafe Family Gaol milik Syahril makan waktu 45 menit karena posisi cafe berada di kecamatan pasar.


Sesampainya kami disana kami disambut oleh pegawai kak Syahril dengan ramah Dan kami masuk langsung menuju ke area belakang cafe.


"Dek, kalian berdua tunggu disini ya? kalau mau makan apa pesan aja." ucap kak Syahril sembari mengelus rambut Mimi.


"Santai aja dek." sahut Ryan pula.


Mereka pun masuk ke dalam dan naik ke lantai dua, Mimi dan Di'ah duduk santai di salah satu bangku yang mana kelihatan asri.



only ilustrasi.


Hingga malam hari baru kami pulang kerumah.


Seminggu kemudian pengumuman kelulusan pun telah tiba, anak-anak kelas tiga berbondong datang ke SMANJU, Syahril cs sangat happy terlihat dari raut wajah mereka.


Syahril sangat bahagia ternyata dia mendapatkan nilai yang terbaik namun ada kesedihan menyelimuti dirinya.


Dia sedih untuk kedepannya dia akan sangat jarang untuk bertemu lagi dengan pujaan hati, dan dia juga sedih karena sang kakek tak henti-hentinya mempersoalkan perjodohan tersebut.


"Selamat ya kak." Mimi mengucapkan selamat kepada Syahril.


"Makasih dek." jawab nya dengan senyuman namun sorot mata penuh dengan kepedihan.


"Selamat Kakak dapat nilai yang terbaik dan selamat kakak mendapatkan undangan sebagai mahasiswa undangan jalur prestasi di universitas di kota pedang, semangat ya kak." ujar Mimi dengan menyemangati Mimi walau di hati nya juga merasa sedih.


"Semoga tercapai segala cita-cita kakak." gumam Mimi dalam hati.


"Ya Rabb bantu hamba untuk menata hati hamba agar kelak jika waktu itu telah tiba tidak menyakiti hati kami berdua." Mimi selalu memanjatkan do'a didalam hatinya.


"Adek jaga diri ya kalau kakak nanti sudah kuliah disana." pesan Syahril.


"Insya Allah kak, kakak juga hati-hati rajin belajar biatlr cita-cita kakak terwujud." jawab Mimi dengan senyuman.


Setelah pengumuman selesai dan sesama mereka mengungkapkan kebahagiaannya kak Syahril mengajak kami ke cafe nya untuk sekedar makan-makan.


"Oh ya dek, lusa kami berangkat ke kota pedang untuk mengurus administrasi nya." ujar kak Syahril.


"Kalian ikut yok?" ajak kak Andri.


"Gak bisa kak, kami masuk sekolah seperti biasa mana sebentar lagi kami juga ujian kenaikan." jelas Mimi.


"Yah sayang nya dek." jawab Andri. "Padahal bisa kita sekalian jalan-jalan." imbuhnya lagi.


"Ya kalau mau ajak jalan-jalan tunggu kami libur lah kak." sahut Emma.


"Boleh juga kita atur planningnya." Erwan menimpali.


"Gimana?" tanya Erwan.


"Emm ya boleh sih tapi Mimi harus minta izin sama orang tua dulu, soalnya ini kan jauh." jawab Mimi.


"Kapan kalian ujian?" tanya Ryan.


"Sekitar tiga Minggu lagi kak kalau Ndak diundur atau dimajukan." jawab Di'ah.


"Yaudah kita buat planningnya dari sekarang dan kalian juga harus minta izin ke orang tuanya sedari sekarang." jelas kak Syahril.


"Iya kalau Mimi bisa di atur lah tu, kan Idho juga ikut serta." imbuh Ridho.


"Boleh lah." jawab Mimi.


"Oh ya Riil? apa kita tidak ngadain acara perpisahan di sekolah?" tanya Erwan.


"Rencana ada Wan, ya acara seperti sebelumnya. kita buat acara perpisahan di sekolah terus kita adakan partisipasi setiap kelas nanti.


"Nah kalian mau berpartisipasi apa?" tanya Erwan kepada Mimi dan geng rusuh.


"Emm gak ada." jawab Mimi.


"Loh kok gak ada?" tanya Andri.


"Ya kalau Mimi gak ada hanya berpartisipasi nonton di bawah panggung aja." jawab Mimi.


"Kalau kalian?' tanya Ryan pada geng rusuh.


"Kita?" tanya balik Emma.


"Iya kalian?" tanya Ryan.


"Kita kerusuhan aja kak." sahut Manda dan Novi.


"Helehhh." ucap mereka semua dan diakhiri dengan ketawa.


Hai assalamualaikum selamat malam mohon maaf telat update ya..


Jangan lupa terus beri dukungannya ke dokter jantungku dan jangan lupa Krisan ya di kolom komentar.


vote


rate


like


komen


🎆🎆🎆🎆 TERIMAKASIH🎆🎆🎆🎆

__ADS_1


__ADS_2