
Sehabis minum wedang jahe Mimi langsung menuju kamar, saat akan merebahkan diri ke kasur dia teringat akan pakaian-pakaian kotor yang menumpuk selama beberapa hari ini.
Mimi pun mengurungkan untuk tidur, dia langsung menuju kantong yang berisi pakaian kotornya dan segera dia bawa ke bawah.
Sesampai bawah Mimi langsung menuju ke ruang loundry yang berada di belakang dapur, Mimi tak menghiraukan mata-mata yang sedang memperhatikannya.
Sesampai di ruang londry ternyata uniang Sari ada disana, uniang Sari sedang meletakkan ember karena dia baru selesai menjemur pakaian-pakaian juga.
"Eh Mi, ada apa?" tanya uniang Sari ketika melihat Mimi ada di belakangnya.
"Uniang, Mimi mau minta izin pakai mesin cucinya ya haaa haa ciim." Mimi meminta izin kepada uniang Sari dengan di iringi nada bersinnya.
"Sini biar uniang yang cucikan, sepertinya Mimi lagi ndak enak badan." ucapnya dan ingin mengambil alih pekerjaan Mimi.
"Ndak usah uniang, Mimi masih sanggup kok nyuci baju Mimi. Kan pakai mesin juga." Mimi menolak niat baik uniang Sari karena Mimi ndak enak hati, pastinya uniang Sari juga sedang lelah.
"Ndak apa biar uniang yang cucikan, Mimi istirahat saja biar cepat sehat." ucap uniang Sari menghidupkan keran dan menampung air kedalam mesin cuci.
Setelah dikira cukup airnya Mimi pun mematikan keran tersebut dan memasukkan pakaian kotornya kedalam mesin cuci, uniang Sari membantu memasukkan deterjen dan setelah itu mesin pun di putar.
"Uniang sudah sarapan?" Tanya Mimi disela-sela uniang sedang membersihkan sisah-sisah air yang tergenang di ruangan ini.
"Sudah mi." jawab uniang Sari.
"Kapan uniang sarapannya, tadi sewaktu kami sarapan tidak melihat uniang." ucap Mimi.
"Iya uniang tadi sarapannya duduk di sana." jawab uniang sambil menunjuk ke kursi yang berada di luar ruangan ini tepatnya berada di depan ruangan ini yang akan menghubungkan dengan area luar area tempat untuk menjemur pakaian.
"Ooo." ucap Mimi.
Disaat akan mengobrol dengan uniang Sari, kak Syahril menyusul Mimi ke ruangan ini.
"Adek ngapain disini?" tanyanya.
"Mimi lagi nyuci baju kak." jawab Mimi.
"Kan tadi kakak sama amak sudah bilang, adek istirahat dulu biar enakkan badannya." ucap Syahril.
"Ndak apa kak, kan ini nyucinya juga pakai mesin." jawab Mimi.
"Yaudah tinggalkan saja, selanjutnya biar nanti bilas sama ngeringnya minta tolong uniang Sari saja, adek kan kakak suruh istirahat tadi." ucap Syahril.
"Ya ndak enak lah kak, ini kan pakaian Mimi." jawab Mimi.
"Ndak apa Mi, biar uniang lanjutkan kerjaan Mimi. Sekarang lebih baik Mimi istirahat biar cepat sehat." ucap uniang Sari.
"Sana gih istirahat, ini nanti bilasnya juga tetap dalam mesin jadi ndak terlalu repot kok." sambung uniang Sari seakan tahu kalau Mimi tak ingin merepotkannya.
"Tapi uniang.." belum selesai ngomong langsung di potong uniang lagi.
"Sanah Riil, ajak Mimi nya masuk dan suruh istirahat, udah minum obat belum?" ucap uniang Sari yang juga kelihatan khawatir kepada Mimi.
"Udah minum wedang jahe di buat amak tadi uniang." jawab Mimi.
"Bentar uniang ada obat flu, ayoo masuk." ucap uniang Sari dan dia mengamit tangan Mimi untuk di ajak masuk Mimi pun mengikutinya.
Sesampainya di kotaj P3K, uniang mengambil sebutir pil untuk flu.
"Nih segera minum." ucap uniang Sari dengan memberikan pil dan segelas air hangat kepada Mimi.
"Makasih uniang." Jawab Mimi dan langsung meminum pil tersebut.
"Kalau gitu Mimi segera bawa tidur pakai selimut biar berkeringat nanti pasti enakan badannya." ucap uniang tapi Mimi masih enggan untuk beranjak.
"Udah masalah cucian Mimi biar uniang selesaikan, gih sana tidur." ucapnya lagi dengan senyum dan Mimi pun mengangguk.
"Makasih ya uniang." jawab Mimi.
"Ckk kalau uniang yang suruh cepat nurut kalau kakak yang nyuruh dari tadi selalu ada saja alasan." ucap Syahril.
"Hmm udah ah Mimi mau tidur." jawab Mimi dengan langsung berjalan dan menghiraukan Syahril.
Sesampainya kamar Mimi langsung merebahkan badannya dan tak lupa Mimi memakai selimut.
Adzan dzuhur berkumandang Mimi pun bangun dari tidurnya. Walau masih terasa sedikit berdenyut kepalanya, dia paksakan untuk pergi mandi karena sedari pagi Mimi belum mandi dan berwudhu.
Disaat menghidupkan shower air dingin dan ketika air tersentuh di kulit Mimi merasa kedinginan disertai menggigil, niat hati mandi air dingin supaya segar namun Karena badan nya belum merasa enakan jadinya tubuh Mimi kembali menggigil dan dia pun sempat meringkukkan badannya dengan duduk menekukan kedua lutut dan memeluknya dengan erat dan menjauhi dari cucuran air.
Dirasa sedikit mendingan Mimi pun kembali berdiri dan mengubah air showernya ke air panas, Mimi kembali melanjutkan acara mandinya hingga selesai.
"Untung ada air panasnya di kamar ini." batin Mimi.
Sehabis mandi Mimi buru-buru memakai handuk kimononya dan segera melilit rambut basahnya dengan handuk karena setelah shower dimatikan Mimi takut jika nanti tubuhnya kembali mengigil di dalam kamar mandi ini.
Mungkin jika dirumahnya, pabila Mimi tak enak badan maka Mimi tahan tak mandi hingga seharian. Tapi ini lagi di rumah orang, apa kata orang bila melihat dirinya tak mandi-mandi.
Sehabis mandi itu Mimi langsung berwudhu, habis wudhu dia segera memakai pakaian nya dan langsung menunaikan sholat dzuhur.
Kedua sahabat nya juga baru bangun dan mereka juga segera berwudhu dan menunaikan sholat.
Setelah sholat Mimi turun ke bawah dan menuju dapur untuk mengambil air minum.
Sehabis minum Mimi langsung menuju ruang keluarga ternyata semua makhluk lelaki terdampar disana.
"Hmm pantesan nih rumah sunyi, ternyata pada terkapar begini." Gumam Mimi dan mendekat ke arah Syahril dan membangunkannya.
Saat akan membangunkan Syahril, Emma dan Di'ah sudah berada di ruang keluarga.
Mereka berdua akan memanggil Mimi namun Mimi menghentikan mereka dengan menaruh telunjuk nya di bibir dan mereka pun mengerti.
"Kak, bangun." Mimi membangunkan Syahril dengan menepuk pundak Syahril.
Karena tak ada gerakan dari Syahril, Mimi mengulangi membangunkannya. Mimi berjongkok dekat Syahril yang masih terlelap dan Mimi pun membangunkannya lagi.
"Kak, bangun udah dzuhur nih." Mimi membangunkan Syahril kembali kali ini dengan menggoyangkan tangannya.
"Hemm," jawabnya.
__ADS_1
"Iis ham hem ham hem buruan bangun habis ntar dzuhurnya." ucap Mimi dan Syahril pun membuka mata dan tersenyum licik.
Karena jarak Mimi dan dirinya sangat dekat diapun terus memasang senyum liciknya seraya duduk dan cup Syahril mencium pipi Mimi dan seketika Mimi pun bengong atas perbuatan Syahril tersebut begitupun Emma dan Di'ah yang melihat adegan tersebut secara live
Sehabis mencium Mimi Syahril langsung lari naik ke atas menuju kamarnya dan Mimi yang baru tersadar dari bengongnya pun meneriaki Syahril.
"Kaaaakaaaaak awaas yaa naantiii." Mimi meneriaki Syahril, Syahril yang telah lari hanya tertawa.
"OMG Hahahahhaha" Emma dan Di'ah ketawa tepatnya mengetawai Mimi.
Karena teriakan Mimi dan ketawa Emma serta Di'ah yang menggelegar semua makhluk yang terdampar pun terbangun dari lelapnya.
"Berisik." ucap Ryan yang baru terbangun.
"Ada apaan sih teriak-teriak kayak di hutan aja." ucap Andri yang ikut terbangun.
"Iya ganggu orang lagi mimpi aja." sahut Rudi dengan mengucek kedua matanya yang masih sepet dan merentangkan kedua tangannya serta masih menguap hooaaam.
"Mimpi apa yank?" tanya kak Rani yang sudah berada dekat Rudi.
"Mimpi ketemu duyung yang se*y." jawab Rudi yang antara sadar dan tidak dengan ucapannya karena masih mengantuk menguap berkali-kali hooaaam.
"Cantik!" ucap kak Rani.
"Iya cantik bahenol dan se*y." jawab Rudi masih ngelantur.
"Mana cantik dengan kak Rani kak?" tanya Mimi.
"Cantikan duyungnya apa lagi emm pakaiannya se*y." jawab jak Rudi yang ingin kembali ke bantalnya namun belum sampai kepala di bantal kak Rani menjewernya.
"Oh gitu yaaa!" ucap kak Rani dengan terus menjewer telinga kak Rudi dengan keras.
"Eh eh eh apa nih, kok dijewer sih yank." ucap kak Rudi dengan memegang tangan kak Rani yang masih berada di telinga kak Rudi.
"Aduh aduh lepasin dong yank, auhhh sakit yank." Kak Rudi terus mengaduh karena kak Rani terus menjewernya.
Karena adegan duo sejoli itu kami yang berada di ruang keluarga ketawa terbahak-bahak.
Kak Rani akhirnya melepaskan jewerannya dan menatap kak Rudi dengan tajam.
"Auuuh panas yank, kok di jewer sih pakek jewernya di plintir lagi, kalau copot telingaku gimana?" ucap kak Rudi.
"Siapa kak yang cantik dan bahenol serta se*y?" tanya Mimi sambil memainkan alisnya.
"Ehmmm apaan sih Mi." jawab kak Rudi.
"Mimpi apa tadi!" ucap kak Rani.
"Mimpi.." Jawab kak Rudi dan seketika dia berhenti untuk menjawab dan mengingat ingat mimpi apa dan setelah teringat dia pun senyum cengir kuda kepada kak Ran seraya menggaruk kepalanya.
"Mampus gue, apa jangan-jangan ampe ngigo gue ya, ampe tatapannya begitu amat." ucap kak Rudi dalam hati.
"Heheh maaf yank, cuma mimpi doang kok." ucap nya kepada kak Rani.
"Ckk mimpi kok siang bolong, sana pada sholat dzuhur dulu." ucap Mimi.
"Iya makanya jangan kebanyakan mimpi yang bahenol di siang bolong ntar kena jewer tekewer jewer dah" sindir Mimi.
Rudi yang merasa ke sindir diapun mencoba memprovokasi Mimi ketika dia melihat Syahril menuju sofa.
"Di mimpi kakak, Syahril juga ada Mi. Dia lagi ciuman ma duyung bahenol nan montox." ucap kak Rudi dan kak Syahril melongok tidak mengerti akan ucapan Rudi.
Syahril mengerutkan keningnya dengan menatap Rudi tajam dan menatap ke arah Mimi yang juga memasang tatapan tajam.
"Waduh kok jadi merinding ya." Gumam Syahril yang melihat tatapan Mimi yang kurang bersahabat.
"Kenapa lo mimpi bawa-bawa gue Rud, nggak lihat tu dah otw nerkam gitu. Emang elo mimpi apaan sih ah." ucap Syahril dengan melempari Rudi dengan bantal.
"Mimpi elo dicium cewek bahenol montox hahahaha." jawab Rudi dan berlalu masuk kamar.
"Gila Lo, Lo yang mimpi gue kena imbas" ucap Syahril.
"Jangan percaya dek itu kan mimpi nya dia bukan kakak suerr." ucap Syahril kepada Mimi dengan menautkan dua jarinya.
"Tapi kakak emang iya nyium tu cewek?" tanya Mimi.
"Ya allah dek, percaya amat dengan omongan Rudi mana ini soal mimpi lagi dan itu mimpinya dia dek bukan kakak." ucap Syahril.
"Bisa jadi aja kakak juga ikut mimpi dan berkelana sama kak Rudi." Mimi beropini sendiri.
"Ya allah dek ( Syahril mengusap mukanya dengan kedua tangannya ) huhh.. Yaudah anggap aja itu iya dari pada nyium cewek cantik dalam mimpi, sini kakak cium adek aja yang jelas-jelas nyata di depan kakak." ucap nya dengan merentangkan kedua tangannya terhadap Mimi dan memainkan kedua matanya.
"Ihh modus." jawab Mimi dan beranjak menuju dapur.
"Lah dek mau kemana? Ayo sini kakak peluk cium dulu biar mimpinya secara nyata." Syahril terus menggoda Mimi.
Di dapur Mimi membantu uniang Santi dan uniang Sari menyiapkan makan siiang.
"Uniang makasih ya?" ucap Mimi kepada uniang Sari di sela-sela meletakkan menu makan siang di atas meja makan.
"Iya sama-sama." jawab uniang Sari.
"Udah Mi, panggil yang lain buat makan siang." Sahut amak kepada Mimi.
"Iya mak." jawab Mimi dan Mimi pun berlalu memanggil teman-temannya.
"Ayo guys maksi dulu." seru Mimi kepada mereka semua yang sedang selonjoran di karpet depan tv.
**
Sehabis maksi alias makan siang mereka kembali ke ruang keluarga, Syahril dan Ryan bermain PS dan yang lain sibuk dengan hp masing-masing.
Mimi, Diah, Emma dan Manda masih di dapur membantu bersih-bersih.
"Oh ya Ma, Emma jadi cuci baju?" tanya Mimi.
"Haduh lupa Mi mana tinggal satu stel lagi pakaianku." jawabnya.
__ADS_1
"Iya aku juga." jawab Di'ah dan Manda.
"Yaudah sana nyuci bawa ke ruang londry mumpung hari masih panas." ucap Mimi.
"Iya betul juga, emm Mimi emang sudah nyuci?" tanya Manda
"Sudah Nda tadi pagi." jawab Mimi
"Yah dak ngajak-ngajak." ucap Di'ah.
"Lah kirain kalian sudah pada nyuci, waktu Mimi bawa kantong plastik ke belakang pagi tadi kalian cuek-cuek aja." jawab Mimi dengan terus mencuci piring.
"Oh jadi tadi pagi itu Mimi mau nyuci, yaudah Mimi lanjutin ya nyuci piringnya kami ambil pakaian kotor kami dulu." ucap Emma dan langsung berlalu ke kamar.
Sehabis mencuci piring Mimi kembali bergabung di ruang keluarga dan duduk di samping kak Syahril yang sedang bermain PS.
"Kak, Ntar sore JJS kepantai yok?" ajak Mimi.
Bukannya di jawab sama syahril, Syahril malah memeriksa kening Mimi.
"Isss bukannya jawab, Mimi ndak sakit kak." ucap Mimi.
"Iya nanti sore, ini baru jam satu dek." jawabnya.
"Iya Mimi kan cuma ngingetin aja." ucap Mimi dan berlalu berdiri hendak ke kamar.
"Mau kemana?" tanya Syahril dengan memegang tangan Mimi.
"Mau ke kamar ambil hp." jawab Mimi dan tangan Mimi pun di lepas oleh Syahril.
Sehabis ambil hp Mimi kembali duduk di samping kak Syahril sambil buka apk novel.
"Wah banyak yang udah up, sangking lamanya gak buka." gumam Mimi dan di dengar oleh Syahril dan Rudi.
"Novel mana Mi, yang sudah up? tanya Rudi.
"Buka aja kak, dokter jantungku juga sudah up." jawab Mimi.
"Iya dah banyak yang sudah up." Seru Rudi.
"Hmm tapi diperhatikan kok novel dokter jantungku semakin dikit ya yang baca." Gumam Mimi.
"Iya ya makin berkurang aja." Sahut Andri.
"Barang kali banyak yang kurang minat kali mi! atau authore nya kurang banyak up nya jadi makin berkurang juga bacanya." ucap Ryan.
"Yah kalau mau up banyak ya seharusnya riders nya juga harus dukung lebih kak biar authore nya tambah semangat." jawab Mimi.
"Iya juga sih, entar kakak beri hadiah mawar dan vote banyak deh ke authore dokter jantungku." ucap Rudi.
"Ayooo kita kasih authore dokter jantungku hadiah dan vote yang banyak agar authore nya tambah semangat." seru Ryan yang ternyata sudah berhenti main PS.
"Yaudah ayoo." Seru Rudi.
"Ehm kalian pada bahas apaan sih?" tanya Siska.
"Bahas novel kak." jawab Novi.
"Novel apa dan apk nya apa?" tanya Siska lagi.
"Nih novel dokter jantungku kak dan apk nya noveltoon." jawab Manda.
"Seru nggak." ucap kak Arfan
"Seru kak, jadi kita gak perlu beli-beli novel lagi hehehe." jawab Emma.
"Yaudah kakak juga mau download apk nya." jawab kak Arfan dan dia pun langsung berselancar di playstore begitu pula kak Siska dan kak Rendi.
"Iya kak download aja dan jangan lupa beri dukungannya di dokter jantungku ya." ucap Mimi.
Karena mereka sibuk berselancar di dunia novel, kalau lagi asik baca gini seperti ada yang kurang yaitu camilan. Mimi pun beranjak dan berlalu ke dapur.
Sesampai dapur Mimi buka kulkas dan mencari bahan apa yang bisa untuk camilan yang simple dan mudah di buat.
Karena yang ada wortel, kol dan daun bawang serta terigu Mimi pun membuat camilan bakwan karena hanya itu yang mudah dan cepat di buat.
Tiga puluh menit berkutat sendririan di dapur bakwan pun siap dan sebelum Mimi kembali bergabung dengan yang lain. Mimi membereskan dan membersihkan perlatan tempurnya dahulu.
Setelah semua beres Mimi membuat teh dan dimasukkan ke dalam teko, setelah itu Mimi pun berlalu ke ruang keluarga dan membawa camilan siang kepada mereka semua.
"Hy guys ada yang mau.." ucap Mimi dengan membawa sepiring bakwan goreng yang masih panas.
"Wah Mi, kapan buatnya? tapi masih kurang Mi?" ucap Ryan.
"Barusan siap kak,apa yang kurang kak?" jawab Mimi.
"Ya kalau ada makanan pasti ada minumannya dek." Sahut Syahril yang sedang meniupi bakwan di tangannya.
"Oh itu dah siap kok tinggal di bawa kesini, tapi Mimi capek mau kedapur lagi." jawab Mimi dengan beralasan capek.
"Yaudah biar abang yang ambilkan." ucap bang Idho dan berlalu kedapur.
"Makasih bang, itu tinggal bawa bae bang di atas meja." sahut Mimi.
Akhirnya mereka pun memakan camilan panas dan teh panas di siang hari sambil menunggu waktu untuk JJS alias jalan-jalan sore.
Alhamduliah bisa up walau selalu ada rintangan, maklum hp yang biasa lagi rusak jadi pakai hp yang jadul dan gak bisa lepas dari charger.
Yok selalu beri dukungan nya dan jejak nya ya.
VOTE
RATE
LIKE
KOMEN
__ADS_1
TERIMAKASIH