
Di panti kasih bunda, semua orang kembali membenahi barang-barang yang telah mereka packing. Terlihat keceriaan dan kebahagiaan dari anak-anak panti.
Mereka sangat bahagia karena tidak jadi meninggalkan panti yang membesarkan mereka, apa lagi bunda Ainun. Bagi bunda Ainun, panti ini adalah rumah ternyamannya setelah dia pergi dari rumahnya sendiri.
Masa lalu yang pelik membawa langkah bunda Ainun sampai di panti ini. Dia merasa di hargai oleh pemilik panti ibu Hj, Aisyah yang sering di panggil Bu Aji. Walau dengan mengasuh anak-anak panti, bunda Ainun merasa sangat bahagia.
Setelah semua beres mereka kembali duduk bersama di rumah tamu, Mita bersama kedua sahabat serta kedua orangtuanya masih berada di panti saat ini.
Baby Zian berada di pangkuan mommy dan sesekali baby Zian tersenyum dan menggerakkan badannya.
"Wah kamu lucu banget sayang, gemess mommy liatnya." ucap mommy ketika melihat wajah baby Zian.
"Iya mom, baby Zian ngegemesin dan bikin kangen.. Iya kan anak aunty." ucap Mita namun di hatinya masih merasa terpukul akan kepergian Lian.
"Bundaa." panggil Mita kepada bunda Ainun.
"Iya nak." jawab bunda Ainun.
"Bun, baby Zian Mita adopsi ya." ucap Mita dengan memohon.
"Tapi nak.." ucap Bunda menggantung.
"Tapi apa bun? Mita ingin merawatnya, biar Mita yang merawat nya bun. Mita janji akan menyayanginya sepenuh hati Mita." ucap Mita.
"Sayang," ucap mommy dengan mengelus pundak Mita dan tersenyum.
"Untuk mengadopsi itu tidak sembarangan, bukan seperti memungut anak kucing sayang. Banyak persyaratan yang harus dilengkapi, bukan begitu Nun?" ucap Bunda dan bertanya pada bunda Ainun.
"Iya La," jawab bunda Ainun dengan tersenyum.
"Apa syaratnya bunda, biar Mita siapkan semuanya." tanya Mita antusias.
Sebelum menjawab bunda Ainun tersenyum, dia tau kalau Mita akan melakukan apa aja jika itu menyangkut orang yang disayang nya.
"Yakin kamu mau tau nak?" tanya bunda Ainun.
"Iya bunda, apa syaratnya. Mita mau Zian jadi anak Mita, Mita nggak ingin dia di ambil sama laki breng*sek itu." jawab Mita dengan sorot mata tajam ketika menyebutkan lelaki breng*sek.
"Baik lah persyaratan mengadopsi anak secara legal, berdasarkan Keputusan Menteri Sosial RI No 41/HUK/Kep/VII/1984, tentang Petunjuk Pelaksanaan Perizinan Pengangkatan Anak, yaitu:
Pertama, pasangan harus berstatus menikah dengan usia minimal 25 tahun dan maksimal 45 tahun.
Kedua, minimal pasangan yang akan mengadopsi anak telah menikah 5 tahun saat pengajuan. Pasangan tersebut harus menyerahkan dokumen secara tertulis berisikan keterangan, seperti: tidak memungkinkan memiliki anak kandung dari dokter ahli, tidak memiliki anak, memiliki satu anak kandung, atau hanya memiliki seorang anak angkat, tetapi tidak mempunyai anak kandung.
Ketiga, harus memiliki kondisi keuangan dan sosial mapan dengan menyerahkan surat keterangan dari negara asal pasangan tersebut.
Keempat, memperoleh persetujuan tertulis dari pemerintah negara asal pemohon (berlaku bagi pasangan yang bukan Warga Negara Indonesia (WNI).
Kelima, surat keterangan kelakuan baik dari kepolisian. surat keterangan dokter yang menyatakan bpasangan tersebut adalah sehat secara jasmani dan rohani.
Keenam, telah menetap sekurang-kurangnya tiga tahun di Indonesia yang dibuktikan dengan surat keterangan dari pejabat yang berwenang (berlaku bagi pasangan yang bukan WNI.
Ketujuh, telah merawat dan memelihara anak yang akan diadopsi tersebut sekurang-kurangnya enam bulan untuk anak balita,dan satu tahun untuk anak yang berumur 3-5 tahun.
Kedelapan, surat pernyataan secara tertulis yang menyatakan bahwa pengangkatan tersebut memang semata-mata untuk kepentingan dan kesejahteraan anak yang bersangkutan.
Kesembilan, adopsi anak tidak hanya berlaku bagi pasangan suami istri, tetapi juga dibolehkan untuk wanita atau pria yang masih lajang asalkan mempunyai motivasi yang kuat untuk mengasuh anak.
"Nah itulah nak persyaratannya." jelas bunda Ainun.
"Huh... Nggak bisa kekeluargaan aja gitu bun, masa iya Mita harus nikah dan setelah itu nunggu lima tahun lagi." ucap Mita dengan mengerucutkan bibirnya.
"Nggak bisa nak, untuk mengangkat seorang anak melalui prosedur yang benar, maka dijamin tidak ada masalah di kemudian harinya." jawab bunda Ainun.
"Oo gitu ya Bun." jawab Mita lesu.
"Iya sayang karena tidak sedikit kasus adopsi anak hanya berbekal keterangan notaris. Padahal, seharusnya melalui proses setahap demi tahap untuk memastikan calon orangtua adopsi layak dan mampu." lanjut bunda Ainun.
"Emm Mita mampu dan layak kok, ya cuma ada kurang satu." jawab Mita melemah.
"Kurang apa sayang?" goda mommy.
"Kurang suami." jawab Mita lesu.
"Ya begitulah persyaratannya sayang, kalau kamu mau nikah mommy siap nih."ucap mommy dengan candanya.
"Isss mommy, Abang Andrew sama Abang Ken aja belum nikah, masa anak unyu mommy ini di suruh nikah duluan.'' ucap Mita manja.
Ya Mita adalah putri semata wayang di keluarganya, hanya Putri semata wayang bukan anak semata wayang ya. Dia tiga bersaudara, dua laki-laki dan satu perempuan yaitu dirinya.
"Ya kan kamu yang mau memenuhi persyaratan buat baby Zian." ucap Daddy dengan tersenyum.
"Isss Daddy sama aja." ucap Mita manja.
"Emm mom, dad.." Mita memanggil kedua orangtuanya.
"Iya ada apa?" tanya mommy yang sudah merasa ada sesuatu yang akan bukan akan tetapi lebih dari itu.
"Pasti any something." tebak Daddy dan Mita cengir kuda.
"Maaf tuan." ucap seseorang yang baru tiba.
"Iya ada apa?" tanya Daddy.
"Itu tuan, minibus nya telah sampai." jawab anak buah Daddy.
__ADS_1
"Oh baik lah,terimakasih." ucap Daddy dan anak buah Daddy pun undur diri.
"Mom, dad." panggil Mita lagi.
"Hmm" jawab Daddy.
"Ckk kamu ini dek, terus kalau mom dan dad yang memenuhinya, dia mau panggil kamu apa?" tanya mommy yang sudah bisa menebak keinginan sang anak.
"Iya panggil mommy Mita lah." jawab Mita.
"Hmmm tapi kan nanti dia masuk KK mom dan dad. Masak iya panggil kamu mommy juga." ucap mommy.
"Ya nggak apa lah." jawab Mita dengan mengedipkan kedua matanya silih berganti.
"Ckk kamu ini dek," jawab mommy
"Mooom, ya.." Mita memohon kepada mommy nya.
"Tu Dad anak mu," ucap mommy.
"Turutin ajalah mom dari pada merengek melebihi baby Zian." ucap Daddy dengan mengejek Mita.
"Wah beneran ya Dad, yeyy.... Hay boy sekarang kamu akan jadi anakku. Mmmuach mumuach mmuach." ucap Mita dengan terus menyiumi pipi gembul baby Zian dan baby Zian tersenyum kegelian.
"Hmm Num, baby Zian biar kami yang adopsi."ucap mommy.
"Iya La, aku yakin dia bahagia bersama kalian." ucap Bunda Ainun merasa bahagia.
Tak lama, anak buah Daddy membawa berkas untuk kelengkapan mengadopsi baby Zian dan menyerahkan kepada bunda Ainun.
"Baiklah kalau begitu berkas ini saya terima dan untuk pengesahan identitasnya nanti kita harus ajukan ke pengadilan." jawab bunda Ainun.
"Iya Num, kamu tolong bantu juga ya." jawab mommy Mita.
"Pasti La." jawab bunda Ainun karena dirinya juga nggak rela dan bahkan nggak sudi jika baby Zian harus berada di tengah-tengah keluarga lelaki yang telah mencampakkan anaknya.
"Yaudah bagaiman kalau kita makan dulu." ucap mommy.
"Eh iya, tapi kita belum masak bun." sahut Diah dan Susan spontan ketika mendengar kata makan.
"Nggak usah masak, siapkan semua adik-adik kalian kita makan di luar." jawab mommy dan meminta Diah dan Susan untuk mengajak adik-adik panti bersiap.
Terdengar suara riuh dari dalam panti ya tepatnya dari anak-anak panti yang senang karena mereka akan makan di luar.
"Om, apa kita boleh makan es krim." jawab si kecil Mona yang masih berusia lima tahun.
"Boleh sayang." jawab Daddy.
"Jangan panggil Om ya cantik, panggil Daddy." imbuh Daddy dengan memangku si kecil Mona.
Mereka pun telah bersiap termasuk bunda Ainun serta semua pengasuh, mereka semua pergi ke sebuah resto milik mommy Mita.
Sesampainya di resto semua langsung masuk dan khusus hari ini resto tak di buka buat umum karena hari ini mommy Mita mengkhususkan restonya untuk anak-anak panti.
Ya atas perintah Daddy juga para pekerja telah berada di panti untuk merenovasi panti.
Anak-anak panti bersuka cita memakan memakan semua menu yang ada di resto mommy, mommy dan Daddy berencana untuk hari ini anak-anak beserta seluruh penghuni panti akan tidur di resort mommy yang tak jauh jaraknya dari resto mommy.
Sedangkan di rumah Bryan masih penuh dengan ketegangan, Papi Bryan masih memarahi Bryan. Hingga tak terasa waktu terus berjalan dan mami Bryan mengingatkan papi untuk ke panti segera.
"Pi.. Sudah." ucap mami.
"Anak seperti ini tidak bisa di biarin mam, gara-gara dia anak orang bahkan anak yatim piatu itu menderita. Laki-laki macam apa kau hah.!! Ucap papi yang masih emosi.
"Pi...sudah, kita ke panti dulu kita jemput mereka dan kita pindahkan ke rumah kita dulu." jawab mami dan itu menyadarkan papi yang sedang tersulut emosi.
"Astaghfirullahal adziimm," jawab papi dengan menyugarkan rambutnya dengan kasar.
"Ayo Mi, kita sudah terlambat dari janji kita." ucap papi ketika melihat jam di arlojinya. Mereka pun segera ke panti tak lupa mereka menyewa bus untuk !mengangkat anak panti.
Satu jam perjalan mereka karena ada kemacetan, mereka pun sampai di panti kasih bunda. Sesampainya disana mereka berdua terkejut kala melihat panti di penuhi oleh para pekerja bangunan.
"Pi, kok ini banyak pekerja.Dimana anak-anak dan yang lain." jawab mami khawatir.
"Ya Allah.." gumam papi. Papi berjalan ke arah pekerja dan bertanya kemana semua penghuni panti.
"Maaf pak." ucap papi.
"Eh iya pak, ada yang bisa saya bantu." kata salah satu pekerja.
"Emm maaf pak, dimana semua penghuni panti." tanya papi.
"Oh saya kurang tau pak, karena sedari kami sampai semua sudah tiada dan keadaan rumah sudah kosong." jawab pekerja.
"Apa bapak ada dengar mereka kemana?" tanya mami.
"Tidak buk, maaf." jawab pekerja.
"Pi"
"Mi" mereka serentak saling panggil.
Terlihat raut wajah kecewa dan sedih karena mereka terlambat datang untuk menyelamatkan anak-anak panti begitulah yang mereka rasakan saat ini.
"Yaudah pi, kita pulang saja." jawab mami mengajak suaminya pulang.
__ADS_1
"Tapi mereka kemana ya pi." ucap mami lagi.
"Ini gara-gara Bryan kita jadi terlambat." ucap papi dingin dan kesal.
"Yaudah pi, mungkin kita belum di beri izin untuk membantu mereka." jawab mami yang kehabisan kata.
Mami dan papi Bryan pun kembali pulang ke rumah mereka, sesampainya dirumah di lihatnya ketiga anak mereka sedang menyantap makan siang.
Papi yang melihat itu merasa senang melihat ketiga anak nya bisa berkumpul kembali, tapi tak di pungkiri kalau saat ini dia kecewa kepada salah satu anaknya itu yang tak lain dan bukan adalah Bryan.
Mami dan Papi bergabung dengan ketiga anaknya di meja makan, saat papi akan duduk Arya yang melihat kedua orang tua nya lesu pun bertanya.
"Mi, Pi" panggil Arya.
"Iya nak." jawab Mami.
"Apa semua baik-baik aja." tanya Arya dengan melihat kearah papi yang kelihatan raut kekecewaan.
"Sudah, sudah ayo kita makan." ucap mami dengan mendudukan papi di kursi.
Mami melayani suami nya dengan mengambilkan nasi serta lauk Pauk, setelah semua berada di atas piring keramik tersebut mami memberikan dan menaruh piring tersebut didepan papi tak lupa sendok serta garpu nya.
Arya masih memperhatikan interaksi kedua orang tuanya, begitu pula dengan Bryan namun Bryan merasa tak mampu untuk berucap maupun bertanya kepada sang Papi ataupun Mami.
Si bungsu Cintya yang tidak tau permasalahan hanya diam saja, ya Cintya bukan tak tau namun dia enggan ikut campur urusan orang dewasa begitu pikirnya.
Cintya hanya menangkap perkataan papinya bahwa abangnya Bryan sudah punya anak hanya itu yang bisa ditangkapnya sewaktu dia keluar kamar dan mendengar teriakan dari sang papi.
"Pi, makanlah." ucap Mami dan papi pun hanya mengangguk karena dia juga sangat lapar. Saat pagi tadi dia tak semoat untuk sarapan karena mendapat telpon dari anak buah serta pengacaranya kalau usaha mereka untuk mempertahankan panti tidak berhasil.
Papi makan siang di temani ketiga anak dan istrinya. Ketiga anaknya telah selesai namun mereka enggan beranjak bila kedua orangtuanya belum selesai.
Setelah selesai makan, papi dan mami beranjak akan menuju kamar mereka begitu pula dengan ketiga anak mereka.
Para sahabat Bryan hari ini akan berkunjung dan main ke rumah Bryan karena mereka telah di beritahu jika Bryan sudah pulang dari rumah sakit dan Bryan pulang ke rumah utamanya.
Yap kini rumah Bryan kembali ramai oleh para sahabat. Sejak operasi Bryan berlangsung para sahabat tidak menemani karena aktivitas kampus telah di mulai.
Mereka semua kini berada di gazebo belakang tepatnya di taman belakang. Tak ketinggalan Arya juga ikut gabung bersama para sahabat temannya.
"Hay bang, gimana kabarnya?" tanya Reno.
"Alhamdulillah seperti yang kamu lihat Ren." jawab Arya.
"Nah Lo Bry kenapa banyak melamun." ucap Yogi.
"Iya Bry, apa ada yang Lo pikirin?" tanya Satria.
"Emm, apa kalian tau kabar Lian?" tanya Bryan.
"Maksud Lo Lian siapa?" tanya Yogi.
"Iya bro, Lian siapa?" imbuh Satria.
"Ckk kalian ini ya siapa lagi yang bernama Lian yang dekat sama dia." imbuh Dillah.
"O maksud nya Lian Berliana itu?" tanya Reno.
"Hmm." Bryan hanya berdehem.
"Semenjak kampus mulai masuk kita nggak pernah lagi liat dia bro," ucap Yogi.
"Iya sama, jangankan liat dia liat sahabat-sahabatnya juga nggak ada dikampus." imbuh Satria.
"Kenapa baru sekarang Lo nanyain dia!" ucap Dillah dingin.
"Apa Lo menyesal?" imbuh Dillah kembali.
Reno yang melihat akan terjadi ketegangan mencoba mengalihkan pertanyaan.
"Bry, kira-kira siapa ya mendonorkan hatinya buat Lo?" tanya Reno.
Entahlah kenapa Reno bertanya seperti itu, bagi Reno dan yang lain itu adalah hal yang biasa tetapi tidak dengan Bryan pemilik hati tersebut.
Bryan terdiam lama dan menghelakan nafasnya panjang.
"Ada apa!" tanya Dillah.
"Iya Bry, ada apa? apa ada yang membebani pikiran Lo?" tanya Reno.
"Jujur aja Bry, kalau bisa kita bantu pasti kita bantu." ucap Yogi.
Sebelum menjawab pertanyaan para sang sahabat Bryan kembali menghelakan nafas panjang dan memejamkan matanya sejenak.
"Hati yang ada di tubuh gue," Bryan diam sejenak " Hati yang ada di tubuh gue adalah hati orang yang udah gue sakiti." ucap Bryan dengan sedih dan lirih.
"Maksud Lo siapa!" tanya Reno dan yang lain.
"Seperti yang gue bilang sebelumnya, kalau hati ini adalah milik orang yang telah gue sakiti dan yang telah gue campakakan." terang Bryan.
"Apaaaa!!!! Ucap semua sahabatnya.
apakah para sahabat tau siapakah orang itu!! kita lanjut di Next bab.
Thanks, assalamualaikum
__ADS_1